alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce6df4d68cc95021e1c0eca/pernyataan-amien-dinilai-seperti-bensin-menyiram-kebakaran
Lapor Hansip
24-05-2019 00:58
Pernyataan Amien Dinilai Seperti Bensin Menyiram Kebakaran
Pernyataan Amien Dinilai Seperti Bensin Menyiram Kebakaran

Pernyataan Amien Dinilai Seperti Bensin Menyiram Kebakaran

Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Kantor Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Lokataru, Nurkholish Hidayat mengkritik keras pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebut aparat kepolisian sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) karena menembaki umat Islam secara ugal-ugalan.

Nurkholis menilai pernyataan Amien sama saja membenturkan antara massa aksi dan polisi ketimbang meredam tensi tinggi dan mencegah kerusuhan.

"Yang signifikan adalah statement Amien Rais, bilang polisi berbau PKI. Itu seperti bensin menyiram kebakaran," kata Nurkholis di kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (24/5).

Nurkholis menilai pernyataan Amien itu justru makin menyulut emosi masyarakat Indonesia dan para massa aksi. Usai pernyataan Amien itu, kata dia, lantas disusul dengan gejolak massa di berbagai daerah.

Diketahui, tak hanya Jakarta saja yang bergejolak pada tanggal 22 Mei kemarin. Beberapa wilayah seperti Sampang, Jawa Timur hingga Pontianak, Kalimantan Barat turut diwarnai aksi pembakaran Pos Polisi kemarin.

"Dan itu direspons betul di beberapa daerah. Jadi ada korelasi bahwa sentimen antipolisi menguat, itu dilihat dari slogan-slogan yang menyerang kepolisian," katanya.

Selain itu, Nukholis menyebut para elite-elite politik saat ini harus bertanggung jawab terhadap peristiwa kerusuhan tersebut. Alih-alih bertanggung jawab, ia menilai para elite saat ini justru sedang berlomba-lomba lepas tangan dan tak ingin disalahkan terhadap aksi kerusuhan tersebut.

Melihat hal itu, Nurkholis meminta agar pemerintah memiliki peranan lebih dan bertanggung jawab untuk meredam aksi-aksi massa yang mengarah pada kerusuhan.

Menurut dia, kerusuhan yang terjadi usai pengumuman Pemilu 2019 oleh KPU tidak hanya sekadar memakan korban, melainkan makin membuat jarak ikatan sosial dan menguatnya politik indentitas.

Sementara itu, Direktur LBH Jakarta Arif Maulana menilai keputusan Menkominfo Rudiantara untuk membatasi akses fitur-fitur media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan Whatsapp sangat tak berdasar dan tak jelas. Ia lantas mempertanyakan dasar hukum terkait pembatasan akses ke media sosial tersebut

"Pembatasan akses informasi internet yang dilakukan pemerintah melalui Kemenko Polhukam, yang kemarin membatasi akses masyarakat nah itu apa dasar hukumnya?" kata Arif.
(rzr/ain)
sumber
============

Sejak awal, Amien Rais selalu melontarkan ucapan-ucapan yang tendensius terhadap pemerintah yang dianggapnya lawan politik. Amien Rais lupa bahwa masa 90an berbeda dengan masa sekarang. Kebebasan yang dulu sulit didapat, sekarang jauh lebih bebas bahkan cenderung kebablasan. Dan ucapan-ucapan Amien Rais sebenarnya cerminan dari demokrasi yang kebablasan. Mungkin Amies Rais merasa bahwa dirinya punya jasa besar bagi bangsa dan negara ini, sehingga dia merasa bebas sebebas-bebasnya berbicara. Padahal banyak sekali tokoh-tokoh penting di Republik ini yang justru merasa hanya berbuat biasa-biasa saja saat Reformasi, meskipun pada kenyataannya dibelakang layar mempunyai jasa besar. Tapi mereka tak membusungkan dada.

Amien Rais BUKAN Bapak Reformasi. Reformasi lahir dengan sendirinya akibat tekanan dari pemerintahan Orde Baru saat itu. Reformasi lahir dari Ibu Pertiwi yang bersedih akibat KKN yang marak di pusat pemerintahan. Orde Baru mirip Kerajaan Keluarga dan Sanak Famili. Dan Reformasi jelas bukan Amien Rais Bapaknya.

Jika sampai detik ini Amien Rais masih bisa tertawa dan membusungkan dada, merasa hebat, tak tersentuh, itu semata-mata bukan karena kebal hukum. Sejatinya di Republik ini semua Warga Negara sama kedudukannya dimata hukum. Amien Rais masih bisa mengumbar ucapan tendensius dengan bebas semata-mata karena dia dianggap tokoh nasional yang ikut mewarnai jalannya Reformasi, sehingga penanganannya harus memperhitungkan 'ewuh pakewuh'. Tetapi saat ini, seharusnya Amien Rais telah bisa dijerat dengan delik penghasutan dan fitnah. Tuduhannya kepada POLRI yang dianggapnya membunuh demonstran dengan peluru tajam cukup untuk dijadikan perkara hukum. Andai dia merasa tidak bersalah, maka dia harus bisa membuktikan dengan fakta-fakta dilapangan, bukan dengan fakta katanya katanya.

Setelah seorang mantan Danjen Kopassus menjadi tersangka akibat kepemilikan senjata serbu gelap dan ditahan di Pom Militer, maka selayaknya seorang Amien Rais juga harus dituntut karena provokasinya terhadap masyarakat. Sebab saat ini kata Rakyat dan Ummat sudah teramat murah diobral. Tidak bisa 10.000 orang berdemo lantas dianggap sebagai cerminan rakyat dan ummat. Bahkan 1 juta massa pun masih tidak bisa mewakili rakyat dan ummat. Siapa yang merasa punya hak mengatasnamakan rakyat dan ummat?

Terakhir, soal pembatasan akses sosial media kemarin, cuma orang bodoh yang protes akan hal ini. Membatasi sosial media demi kepentingan yang lebih besar negeri ini, jauh lebih penting daripada sekedar menuruti ocehan orang-orang yang merasa dirugikan karena bisnis online nya atau komunikasi dengan koleganya terganggu. Ketika banyak manusia-manusia cacat otak menyebar berita hoax dengan dasar untuk menghasut dan memprovokasi di media sosial, apakah orang-orang yang protes privasinya terganggu ini bisa meredam semua pengejar surga yang berbekal like, aamiin dan share?

Bungkus Pak Pol!
Diubah oleh n4z1.v8
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cakghin dan 64 lainnya memberi reputasi
63
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 8
24-05-2019 06:31
Tua bangka ini emang bajingan.. kapan diciduk nih sengkuni?
0
24-05-2019 06:56
tua tua idiot
0
24-05-2019 07:05
cepet bungkus woi
emoticon-Ngamuk
0
24-05-2019 07:29
harusnya bisa kasih harga kl dia ampe keciduk
-2
24-05-2019 07:34
Aduh si aki.. Makin tua makin jadi aneh.. Bukannya tobat.. Perbanyak pahala.. Ini malah provokasi mulu kerjaan nya emoticon-Cape d...
0
24-05-2019 08:01
Entah ...tapi sekelas orang tua ini cukup berbahaya omongan nya...
Kalau Perdamaian dan Persatuan konsentrasi kita maka
harus segera ditindak menurut syaa...
0
24-05-2019 08:05
Sudah lama ane kurang respect sama Bapak yang satu ini.
Banyak pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Seharusnya sebagai salah satu tokoh bangsa, beliau bisa membuat statement yang lebih bijaksana.
Ane ingat banget waktu dia bikin poros tengah yang bertujuan untuk menjegal Megawati jadi Presiden dan memilih Gus Dur sebagai Presiden. Beliau sendiri sampe keliling ponpes minta restu dari para Kyai. Padalah para Kyai sudah berkata ngga usah dipaksakan Gus Dur jadi Presiden. Namun beliau sendiri yang ngotot agar Gus Dur tetap jadi Presiden. Para Kyai sampai menegaskan, jika nanti Gus Dur jadi Presiden, apakah tidak akan diturunkan ditengah perjalanan. Waktu itu beliau sendiri yang mengatakan bahwa menjamin Gus Dur tidak akan dilengserkan.
Namun yang terjadi, ditengah perjalanan Gus Dur jadi Presiden dan beliau waktu itu sebagai Ketua MPR malah beliau yang menurunkan Gus Dur dari jabatannya di tengah perjalanan.
0
Lapor Hansip
24-05-2019 08:05
Balasan post biawak.pink
Quote:Original Posted By biawak.pink
nda usah ditangkep..
nanti dia seneng sok jadi martir keadilan dan kebenaran.. tambah bawel

biarkan karma berbalik padanya..
dimulai dengan semua kolega dan kroninya akan dicopotin dan omongannya gak ada yang nganggep tapi tetap berdelusi sebagai yang paling pintar..


Cara terbaik.. bakal mati bunuh diri kalau lama2 kaga ada yg perhatiin..
0
24-05-2019 08:05
gua ga sabar nunggu dia "berangkat"...mau lihat reaksi netizen...wkwkwkwk
Diubah oleh liong_san
0
24-05-2019 08:09



Buat TS hati-hati kalimat anda ini menyinggung pebisnis online, dan saya yakin anda bukan pebisnis.
0
24-05-2019 08:12
dikasih umur panjang biar bisa buat pahala malah jadi provokator...ingat karma lu pikir tiap kali bulan puasa dosa lu 0 gitu?
0
Lihat 1 balasan
24-05-2019 08:13
Orang gila tdk bisa dipidana
0
24-05-2019 08:17
biang kerok
0
24-05-2019 08:20
Aki ini kecewa krna ambisi jadi presiden tak kesampaian mirip Wowo
0
24-05-2019 08:21
itulah sebabnya kebebasan berbicara di Indonesia harus dibatas...
tidak bisa sebebas di barat sono...

karena disini penduduknya banyak yg tingkat pendidikannya rendah dan gak pakai logika, sehingga sangat gampang di provokasi
0
24-05-2019 08:30
Mah treat kaya gini yang ane demen emoticon-Ngakak
Btw emang kaga punya otak tu orang udah provokasi jadi pipel powel sekarang malah nuduh PKI, lah emang kontribusi anda di indonesia itu apa emoticon-Hammer2
0
24-05-2019 08:33
ngeri kutukan alm gusdur yang bilang selamanya amien rais bakal jadi gelandangan politik bener-bener nyata emoticon-Big Grin
0
24-05-2019 08:36
serem gak kebayang azabnya si kakek tua renta ini..wkwk
0
24-05-2019 08:45
Quote:Original Posted By Echizen.Ryoma
Apakah tdk ada yg bersedia maju menantang duel sampai mati pak tua satu ini, fadli zon & prabowo?


Kenapa gak mulai dari elo aja yg nantengin?
0
24-05-2019 08:47
#tangkap_sengkuni!!! ijo2 meluncur brohhh
0
Halaman 5 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.