alexa-tracking
Sports
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cde26eb0577a94ece4ac42f/kearifan-lokal-itu-jangan-sampai-hilang
Lapor Hansip
17-05-2019 10:13
Kearifan Lokal Itu Jangan Sampai Hilang
Past Hot Thread
Kearifan Lokal Itu Jangan Sampai Hilang

Liga 1 musim 2019 sudah dimulai. Laga pembuka antara PSS melawan Arema sudah digelar rabu kemarin. Dalam laga pembuka tersebut, kearifan lokal Indonesia terlihat dengan jelas dan nyata. Kearifan yang mungkin hari ini hanya ada di Indonesia. Mau sampai kapan kearifan lokal tersebut dipelihara? Apakah kita memang sangat suka menjaga hal-hal yang sudah melekat sebagai budaya dalam masyarakat, sehingga tidak rela kearifan itu hilang?

Kearifan lokal itu jangan sampai hilang, begitu satire dari salah satu pentolan suporter senior yang sudah malang melintang dalam dunia persuporteran Indonesia. Mulai dari Bejo Sugiantoro bujang, sampai Rahmad Irianto, anaknya Bejo main di Liga 1, kearifan lokal itu selalu ada dan tetap terjaga. Apa saja sih kearifan lokal yang beliau maksud?

Kearifan Lokal Itu Jangan Sampai Hilang

Pertama, bentrok antar suporter. Di belahan dunia lain, memang masih ada hal seperti ini, tapi jumlahnya tidak banyak dan biasanya terjadi di luar stadion. Kalau di Indonesia? Tahu sendiri kan apa yang terjadi saat laga pembuka Liga 1 kemarin? Selain disuguhkan ketangguhan Super Elang Jawa dalam membantai Singa khentir, kita juga disuguhkan kearifan lokal berupa bentrok antar dua suporter di sekitar menit ke-30.

Banyak versi cerita yang beredar di luar sana, tapi semua salah bonek #eh. Iya bonek yang sedang away ke Bali harus salah. Kalau tidak salah, pokoknya dibuat salah. Fakta kok, siapa yang rusuh, siapa yang disalahkan. Ini juga kearifan lokal yang biasanya menjadi satu dengan rusuh. Pokoknya kalau rusuh, salah BONEK! Mau dipelihara yang seperti ini sam?

Kearifan Lokal Itu Jangan Sampai Hilang

Kedua, suka memelihara kontroversi. Sudah tahu bagaimana kualitas pengadil lapangan Indonesia kayak apa. Sudah tahu penyulut rusuh adalah keputusan wasit yang kadang 'ajaib'  seperti pinalty gaib di menit 90. Atau pembiaran terhadap pelanggaran keras. Eh, PSSI menolak menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Kata salah satu Lord di PSSI, VAR hanya akan membuat sepakbola seperti permainan Play Station.

Bagi sang suporter tua dan saya, VAR itu menghambat sang lord untuk mengatur pertandingan. Kalau semua keputusan wasit bener, gimana mau memberikan penalty gaib saat "anaknya" butuh hasil yang dia inginkan? Padahal jelas, VAR membuat pertandingan menjadi lebih sehat dan adil. Tidak perlu melihat kompetisi Eropa deh, Thailand, dan Vietnam saja sudah mengaplikasi VAR kok. Indonesia? Mungkin nanti nunggu para lord mati. Kalau masih hidup, ya mari lestarikan kearifan lokal ini.

Kearifan Lokal Itu Jangan Sampai Hilang

Terakhir, budaya pengangkatan anak emas kepada klub yang berlaga. Karena Liga baru berjalan satu laga, belum terlihat apakah kearifan lokal yang satu ini masih terpelihara atau tidak. Musim lalu sih, begitu mencolok dan terlihat jelas. Mulai dari jumlah denda yang dibayarkan oleh klub yang berbeda untuk pelanggaran yang sama. Sampai dengan hukuman unik untuk anak asuh yang bikin rusuh. Unik dalam konteks lebih ringan tentu saja.

Well, kearifan lokal yang saya tulis di atas ada dan nyata dari musim ke musim. Bagi suporter yang ingin menikmati indahnya sepakbola dan berharap prestasi yang bisa dibanggakan, hal di atas jelas harus diberangus secepatnya. Tapi bagi mereka, para mafia, para lord yang hidup dari PSSI, kearifan lokal tersebut harus tetap ada. Kenapa? Silahkan pikirkan sendiri. Kalau rusuh, ujungnya apa.. Hehehehe.. Salam Damai.



Merdeka!!


Sumber Gambar : sini, sini, sini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hutomoabdi12 dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 5
20-05-2019 04:49
..haha dijaga terus sampai kiamat emoticon-Big Grin
0
20-05-2019 04:50
Dendo e PSS Vs Arem-Arem Wes Metu Nominal e Om emoticon-Bingung
0
20-05-2019 05:38
legowo, mengakui kesalahan lebih merdeka ketimbang menyalahkan pihak sana sini. Kita belum merdeka, bahkan untuk menjadi penonton saja. Gimana mau merdeka untuk sepak bola yg lebih maju? Memang susah gan, tapi tidak ada yg mustahil.
0
20-05-2019 05:51
Numpang cengengesan dulu om ndo.. heheheemoticon-Big Grin
0
20-05-2019 06:00
Kearifan lokal yang tidak arif ye gan emoticon-Ngakak
0
20-05-2019 06:07
kalau sampai mafia2 bola masih ada, perkembangan bola di Indonesia gak bisa maju2 nanti
0
20-05-2019 06:10
kalo baca kearifan lokal kok ane teringat trit BP Gotham City ya. TS nya khas banget kalo bikin trit. ya macam agan londo di trit ini. emoticon-Wakaka
0
20-05-2019 06:17
ku dah lama ngga nonton bola Indonesia, ternyata masih senang ribut antar supporter . . . emoticon-Ngacir
0
20-05-2019 06:36
rusuh itu tradisional rusuh gengs org yg suka rusuh orang kampung yg masih tradisional
0
20-05-2019 06:39
berasa dejavu
0
20-05-2019 06:44
kearifan lokal itu perlu, untuk meningkatkan jiwa pemberani para suporter,
emoticon-Ngakak

Cba liat paling yg rusuh kebnyakan ikut-ikutan aja biar dibilang hebat dan keren, aplagi klau dah ikut komunitas suporter, klau nda ikut rusuh bisa dipertnyalan kesetiaan kepada komunitasemoticon-Hammer2
0
20-05-2019 06:44
Liga lawak emoticon-Ngakak
0
20-05-2019 06:45
mapa gan, kayaknya 1000 orang seperti agan, yang ngeluh soal kearifan buadaya bersepak bola indonesia, gak akan ngasih efek. selama yang nonton itu banyak sampahnya, panitianya banyak sampahnya, pelaku nya banyak sampahnya ya sampe lebaran kuda juga sepak bola indonesia gak bakal dewasa.
kan katanya juga pemerintah gak boleh campur tangan ama urusan bola, ya gimana gak serasa jadi dewa kalo udah duduk di korsi pengurus pss hit
0
20-05-2019 06:52
Quote:Original Posted By bolank.182
Dendo e PSS Vs Arem-Arem Wes Metu Nominal e Om emoticon-Bingung

Wes cakkk, PSS keno 150 + 50 + penutupan tribun BCS (Selatan) koyone, Arema keno 75... Duik ae issd iku, siap-siap Bonek dadi ATM yo... Pokoke sig salah Bonek... emoticon-Big Grin
0
20-05-2019 06:53
kalau gak mau timnya kalah jgn ikut kompetisi Guuuuubloooookemoticon-Marahemoticon-Marah
mafia² bola cem taikk ngerusak tatanan bola dlm negeri
mengenai VAR, var mahal breh kn gak ada buat korupsi nnti masa gatau sihemoticon-Cape deeehhemoticon-Cape deeehh
0
20-05-2019 06:53
Susah gan.

Tahu sendiri kan kultur sepakbola kita adalah underbouw politik ?
Lagipula PSSI kan pasti ada yang punya kepentingan dari para pejabat
Hehehehheeh
0
20-05-2019 06:54
Budaya ke 5. : apapun salahnya tetap PSSI.

0
20-05-2019 06:57
Quote:Original Posted By mhmmd08
kalau gak mau timnya kalah jgn ikut kompetisi Guuuuubloooookemoticon-Marahemoticon-Marah
mafia² bola cem taikk ngerusak tatanan bola dlm negeri
mengenai VAR, var mahal breh kn gak ada buat korupsi nnti masa gatau sihemoticon-Cape deeehhemoticon-Cape deeehh

Hahahahahaaa... Lahan basahnya jadi berkurang om ya??? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By morningauturm
Budaya ke 5. : apapun salahnya tetap PSSI.

Nomer 6, Bonek selalu salah... Kalau ada rusuh, pasti provokatornya Bonek... emoticon-Big Grin
0
20-05-2019 07:02
[quote=londo.046;5ce1ed6a68cc954c67449255]Hahahahahaaa... Lahan basahnya jadi berkurang om ya??? emoticon-Big Grin

and satu lagi breh ketua pssi kok tni, mau perang ??,ketua pssi kok elite politik,mau buat uud ??
ketua pssi seharusnya yg paham bola dong kalau mau persepakbolaan maju
0
20-05-2019 07:05
bedes gunung bedes gunung pancet ae emoticon-Cape deeehh
0
Halaman 2 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.