alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdcd7e628c991410704108f/kisah-pilu-seorang-janda--alami-kebutaan-hidup-bersama-tiga-anak-di-gubuk-kecil
Lapor Hansip
16-05-2019 10:24
Kisah Pilu Seorang Janda , Alami Kebutaan, Hidup Bersama Tiga Anak di Gubuk Kecil
Kisah Pilu Seorang Janda , Alami Kebutaan, Hidup Bersama Tiga Anak di Gubuk Kecil
KERINCI
- Sungguh sangat menyedihkan kisah perjalanan oleh Nurmilis (38), warga Desa Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Dia tinggal di rumah gubuk beralas dan berdinding papan, bersama tiga orang anaknya M Denis (13), Bunga (12), dan M Hakta yang masih berumur 4 tahun.

Sedihnya perjalanan kehidupan yang dialami Nurmilis semenjak suaminya yang merupakan tulang punggung perekonomian keluarga berpulang ke Rahmatullah. Suaminya meninggalkan dia bersama tiga anaknya yang masih kecil pada tahun 2009 lalu, dengan keadaan tuna netra yakni buta.

Sungguh tidak dapat dibayangkan beban hidup yang berat yang dipikul Nurmilis. Bagaimana dia dan 3 orang anaknya melalui hidupnya dari hari ke hari. Bagaimana ibu ini mencari nafkah dengan kondisi tidak melihat, bagaimana ibu ini mengurus anak-anaknya yang masih sangat bergantung dan membutuhkan kasih sayang orang tuanya seperti anak-anak seusia mereka. Dan apa yang akan terjadi ke depannya jika terus berada dalam situasi seperti ini.

Kondisi ini diketahui saat sejumlah awak media yang ikut peliputan Safari Ramadan bersama Pemerintah Kabupaten Kerinci di Masjid Baitul Makmur Desa Pulau Pandan, yang tepat berada bersebelahan dengan rumah janda buta tiga anak tersebut.

Awal tiba di lokasi Safari Ramadan sekira pukul 17.30 wib, rumah gubuk atau di desa biasa disebut pondok, yang sudah terlihat hampir roboh itu, terlihat biasa seperti tanpa penghuni.

Memang terlihat dua orang anak yang masih kecil berbaju lusuh, duduk dan bermain di atas rumah tersebut. Sambil menikmati sore menjelang menunggu berbuka puasa.

Ketika itu rombongan wartawan memang langsung masuk dalam masjid, dan dilanjutkan berbuka puasa. Ini lantaran pada waktu itu sudah masuk waktu berbuka dan dilanjutkan Salat Magrib berjamaah dan terakhir makan.

Menjelang menunggu waktu Salat Isya seusai makan, sejumlah wartawan keluar masjid untuk duduk istirahat. Namun hati wartawan berdetak, ketika melihat dua orang anak tersebut masih duduk di atas rumah pondok. Kali ini bersama ibunya sambil melihat ke arah beberapa warga yang masih makan saat berbuka di masjid.

Sehingga menimbulkan pertanyaan, dan akhirnya dengan berani menghampiri mereka sambil bertanya, "Sudah berbuka buk?" Mereka menjawab "belum".

Seakan tak percaya, wartawan pun bertanya kembali, "Kenapa belum makan, waktu berbuka sudah masuk?", Mereka pun mengaku tidak ada lauk pauk untuk dimakan, dan hanya ada nasi di rumah.
Kisah Pilu Seorang Janda , Alami Kebutaan, Hidup Bersama Tiga Anak di Gubuk Kecil
Mendengar pernyataan dari janda buta tiga anak itu, rasa sedih, iba, dan rasa bersalah mulai timbul. Ketika pada saat berbuka, di saat rombongan menikmati lauk pauk yang dihidangkan serba cukup dan berlebih, malah terlihat ada banyak yang menyisakan makanan.

Sementara mereka belum makan untuk berbuka dikarenakan tidak ada makanan untuk dimakan, dan hanya bisa melihat dari kejauhan, dan tidak berani untuk bergabung makan.

Akhirnya, para wartawan memutuskan menceritakan kejadian tersebut kepada Kabag Kesra Setda Kerinci, Marius Latif, dan langsung meminta izin untuk mengambil nasi dan lauk pauk yang masih tersedia di hidangan untuk diberikan kepada mereka.

Para wartawan bersama Kabag Kesra pun langsung mengantar makanan dan masuk ke dalam rumah janda buta tiga anak itu, sambil melihat kondisi dalam rumah.

Pantauan di dalam rumah, walaupun listrik sudah ada dengan menumpang dari tetangga, namun rumah itu sudah terasa tidak layak huni. Ketika lima orang dewasa berada di atas, rumah panggung itu terasa begoyang. Ditambah dengan lantai papan, yang sudah mulai melembut karena termakan usia.

Rasa iba ditambah ketika melihat rumah yang berukuran kecil itu tanpa aliran air PDAM, dengan ruang bermain anak-anak 2x3 dan kamar kecil dengan ukuran 2x1 tanpa kasur dan selimut. Tak dapat dibayangkan, setiap malamnya mereka melewati tidur dengan kondisi yang sempit dan rasa dingin yang menusuk ke dalam tulang mereka.

Nurmilis saat itu mengaku bahwa selama ini dia hanya menunggu belas kasihan warga Desa Pulau Pandan untuk bertahan hidup memperoleh makanan sehari-hari, dan jajan ketiga anaknya yang masih kecil.

"Sayo dak biso kerjo karno dak ado melihat, jadi untuk makan menunggu warga ngantar," ujarnya.

Itupun, katanya, tidak setiap hari warga mengantarkan makanan untuk mereka. Sehingga, makan tanpa lauk pauk, bagi mereka sudah terbilang biasa.

"Kadang dak ado orang ngantar, kami cuman makan nasi bae," ucap Nurmilis, dengan nada sedih, terlihat sambil meneteskan air mata.

Diakuinya bahwa, meskipun ia selalu mendapatkan bantuan PKH, Raskin, namun itu tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ini mengingat kedua  anaknya, M Denis dan Bunga, saat ini duduk di bangku sekolah dasar, kelas 5.

Pada waktu itu juga, Kabag Kesra pun langsung mendata dan memasukan mereka pada program penerima zakat. Bahkan, para rombongan Safari Ramadan, polisi, dan rekan media, secara suka rela memberikan infak berupa uang kepada ibu tiga anak tersebut.

Kepala Desa Pulau Pandan, Samsul, dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Kata Kades, kondisi ini memang dialami oleh mereka semenjak suami Nurmilis meninggal. Nurmilis sempat menikah lagi, namun suami barunya melarikan diri, pergi entah kemana.

Dikatakan Kades bahwa mereka selalu memberikan bantuan dalam bentuk apapun yang datang untuk desa, dan diserahkan terhadap Nurmilis.

"Segala bentuk bantuan mulai dari PKH, Raskin dan lainnya, ia selalu paling utama kita berikan," katanya.

"Bahkan bedah rumah sudah kita berikan, dulu rumahnya dari pelupuh (bambu)," ujarnya.

Sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jaloe46 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
16-05-2019 10:34
semoga kedepannya lebih baik bu...dgn dan dari pertolongan tuhan melalui manusia2 pilihannyaemoticon-Mewek
Diubah oleh gabener.edan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 2 lainnya memberi reputasi
3
16-05-2019 10:37
yg begini nih harusnya dinikahin ustad2 yg katanya ngikut sunnah rosulemoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riyopw dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Lihat 1 balasan
16-05-2019 10:37
janda nih ayoo para akhi2 dirawatin dunk janda2 miskin sama anak2 yatim, jangan cuma jande subahenol aja emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan itkgid memberi reputasi
2
16-05-2019 10:37
Ya Allah ..
Engaku yang maha pemurah, pengasih dan penyayang ..
maha melindungi,
lindungilah mereka,
berikankalah rahmat, rizqi dan segala kebaikanMu untuk mereka,
jadikanlah anak-anak Ibu itu orang yang sukses, sehingga kelak mampu mengangkat derajat keluarga..


amin ya rabb
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sendhaljepit dan 3 lainnya memberi reputasi
4
16-05-2019 10:38
Suaminya meninggal 2009

M hakta umur 4th

Bapak m hakta kemana nih? emoticon-Bingung (S)

*eh
Quote:Suaminya meninggalkan dia bersama tiga anaknya yang masih kecil pada tahun 2009 lalu


Kasian m hakta emoticon-Berduka (S)
Ditinggal bapaknya pas masih kecil,
10 tahun kemudian pun tetap masih kecil emoticon-Berduka (S)

































emoticon-linux2
Diubah oleh rp.1000000
profile-picture
petani.syusyu memberi reputasi
1
16-05-2019 10:38
Quote:Original Posted By tillian.pearson
yg begini nih harusnya dinikahin ustad2 yg katanya ngikut sunnah rosulemoticon-Mewek


pikiran kita sama ya blur emoticon-Smilie
profile-picture
petani.syusyu memberi reputasi
1
Lapor Hansip
16-05-2019 10:48
Balasan post tillian.pearson
wkwkwkw mana mau mereka emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan cipokan.yuk memberi reputasi
2
16-05-2019 10:54
Ini mah kaga masuk radar yg katanya kasihan pada janda
profile-picture
petani.syusyu memberi reputasi
1
16-05-2019 11:32
kalo ada yg tau link buat donasi, PM ane ya gan emoticon-Mewek
profile-picture
petani.syusyu memberi reputasi
1
16-05-2019 11:42
Wheres the god now.??
0
16-05-2019 11:53
kalau janda yang begini kira-kira ada yang mau nikahi ga yaemoticon-Malu
0
16-05-2019 12:11
Quote:Original Posted By hobypecun
janda nih ayoo para akhi2 dirawatin dunk janda2 miskin sama anak2 yatim, jangan cuma jande subahenol aja emoticon-Big Grin


poligami jaman dulu dan sekarang itu beda. poligami sekarang tujuan utama hanya untuk kebutuhan seks doang bukan untuk membantu para janda yang hidup miskin. makanya yang diajak kimpoi wanita muda cantik, putih, dan bahenol, sekarang pelintir ayat dan perintah tuhan untuk kepentingan duniawi itu suatu yang sangat lumrah.
0
16-05-2019 12:12
Quote:Original Posted By petani.syusyu
kalau janda yang begini kira-kira ada yang mau nikahi ga yaemoticon-Malu


Klo g suka jgn d paksakan..




Nipple shower emoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
profile-picture
eggnostick memberi reputasi
1
16-05-2019 12:36
kasian bener yak
0
16-05-2019 12:50
ustaaaad.... habiiiib.... nih ada janda miskin tolong dipoligami...
0
16-05-2019 13:48
coba donk cari tw lokasi & data datanya.Masuk in k Kitabisa.Kasih bentuk bantuan nyata.
0
16-05-2019 17:32
mudah2 dinsos daerah situ liat nih berita dan membantu si ibu emoticon-Frown
0
16-05-2019 20:11
Mungkin kaskuser ada di daerah sana yang galang donasi........ silahkan di beber di mari, biar kita semua bisa bantu doa, materi maupun spirit buat keluarga kecil ini........
profile-picture
metrojambi memberi reputasi
1
17-05-2019 04:40
Ane setuju kalau ada donasi.
profile-picture
metrojambi memberi reputasi
1
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.