Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
148
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca36ba0facb956b9e6d94df/gadis-bercadar-itu
SEKUAT mana kita setia... SEHEBAT mana kita merancang... SELAMA mana kita menunggu... SEKERAS mana kita bersabar... SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita... SELAMA mana kita bertahan bersamanya... Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai, Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajar
Lapor Hansip
02-04-2019 21:03

Gadis Bercadar Itu

Past Hot Thread
Gadis Bercadar Itu

SEKUAT mana kita setia...
SEHEBAT mana kita merancang...
SELAMA mana kita menunggu...
SEKERAS mana kita bersabar...
SEJUJUR mana kita menerima kekasih kita...
SELAMA mana kita bertahan bersamanya...


Jika ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA tidak menulis jodoh kita bersama orang yang kita sukai, Kita tetap tidak akan Bersama dengannya walau engkau bersusah payah mendapatkannya. Maka cintailah orang sewajarnya .... kerana orang yang kita cintai belum pasti jodoh kita nanti, kadang yang engkau nilai baik untuk mu belum tentu baik untuk ALLAH.

Saat hati berkata "INGIN", namun ALLAH berkata "TUNGGU".
Saat AIR MATA harus menitis, namun ALLAH berkata "TERSENYUMLAH"
Saat segalanya terasa "MEMBOSANKAN", namun ALLAH berkata "TERUSLAH MELANGKAH".
~Kita merancang Allah juga merancang tetapi perancangan Allah lebih baik.~


Jodoh itu kan Rahasia Allah. Sweet kan? Allah itu maha LUAR BIASA. Dia mau memberi kejutan untuk kita. Dan kita pula akan senantiasa menanti, siapakah jodoh kita. Tapi, sebelum tiba masanya, selagi itulah Dia akan rahasiakan daripada kita. Allah buat seperti itu bukan sia-sia, tidak ada sia-sia dalam perancanganNya. Dia ingin kita persiapkan diri secukupnya sebelum jodoh itu sampai. Selagi ada masa yang disediakan Allah untuk kita ini, mari kita tambahkan ilmu di dada secukupnya untuk menjadi hambaNya yang bertaqwa. 

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang, Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan seorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak. Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu




I N D E X

EPISODE 1
Diubah oleh cwhiskeytango
profile-picture
profile-picture
profile-picture
someshitness dan 16 lainnya memberi reputasi
15
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 3 dari 8
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 09:31
alhamdulillah update lagi, mudah2an ampe kelar ni story biar nggak kenyang makan kentang mulu
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 13:38
Reply all comment
Diubah oleh cwhiskeytango
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 14:15
cerita bagus nih, semoga gak kentang emoticon-Jempol
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 14:26
Iseng2 buka sfth cari cerita yg baru..
Liat judulnya dan cussss...

Wah bakalan rame nih...

Latar tmpatnya ane apal semua, jd gmpang tuk bayanginnya, ada 1 kampus yg ane tebak tmpat nih ts..
Msh penasaran sm endingnya, soalnya di RL kyknya msh on going...

Semangat broo, takbeerr!!!
emoticon-Hansip
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 15:44
hmm... berasa TKP nya di seputaran kampus sekitaran dago...
emoticon-Embarrassment
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 16:34
Jejak
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 21:07


Quote:Original Posted By neopo
Ok mas siap. Cuma belum bisa di edit ini. Krn lgi di HT hhe. Udh lama ga buka kaskus juga


Trimakasih gan sudah diedit
Semoga Allah ‎ﷻ menjagamu dalam kebaikan
profile-picture
anita.sutanty memberi reputasi
1 0
1
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 21:10
Quote:Original Posted By left.pocket

Trimakasih gan sudah diedit
Semoga Allah ‎ﷻ menjagamu dalam kebaikan

"Jodoh, rejeki dan kematian sudah Allah atur jauh beribu2 tahub sebelum dunia diciptakan" Itu yang Ersha di penghujung senja
Diubah oleh cwhiskeytango
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
09-05-2019 21:13

Part 9 - Mencari Setangkai Bunga

Kami melanjutkan perjalanan ke kampus. Kuliahpun kujalani seperti biasa. Dengan penuh semangat. Pada jam istirahat aku ke masjid untuk shalat dzuhur bersama temanku Zahra. Zahra adalah sahabat terdekatku dikampus. Saat bertemu Danar aku sedang bersama Fany. Dan Fany adalah temanku di organisasi. Aku melihat dia. Seorang lelaki yang selalu kulihat selepas shalat dzuhur.
"Beli kue yuk" ajakku
"Kue? Dimana?" tanya Zahra
"Disana" ucapku sambil menunjuk
Tapi.... Dia tidak disana. Tidak ada lelaki penjual kue disana. Tidak ada Danar disana. Dan tidak ada siapa-siapa
"Dimana Ca?" tanya Zahra
"Emm engga kok. Nanti aja di fakultas" ucapku
"Iya deh" katanya singkat

Kami berjalan ke kelas. Apa tadi aku melihat Danar? Atau lebih tepatnya, apakah aku berhalusinasi tentang Danar? Kenapa sekarang pikiranku tertuju pada Danar? Aku berusaha berfikir positif dan kembali menenangkan pikiranku. Sepulang kuliah aku menuju kelas Andin untuk pulang bersama. Setibanya aku di kelas Andin, kulihat ia sedang berdiri didepan pintu
"Assalamualaikum" ucapku
"Waalaikumussalam" jawab Andin dan temannya
"Ada apa?" kulihat wajah Andin bingung
"Danar ga masuk" katanya
"Oh ya? Mungkin dia lagi sakit, atau saat kita samper rumahnya tadi pagi dia ga dengar" ucapku
"Entahlah, dia anaknya cukup tertutup" ucap teman Andin
"Yaudah kita kerumahnya ya" ajak Andin padaku
"Iya iya" jawabku menyiakan ajakannya

Aku dan Andin berangkat menuju rumah Danar. Selama perjalanan kulihat Andin terlihat seperti terfikirkan sesuatu. Entah itu Danar, ataupun yang lainnya. Setibanya kami dirumah Danar, kami kembali mencoba mengetuk pintu rumahnya. Tapi hasil yang kami dapatkan tetap sama. Sampai tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri kami.
"Maaf anda siapa?" tanya orang itu
"Kami teman Dana, bapak siapa ya?r" kata Andin
"Saya dari kampung sebelah. Saya cuma mau menagih hutang orang tuanya Danar" katanya
"Hutang pak?" tanyaku
"Iya, seminggu lalu, ibunya pinjam uang sama saya untuk modal
berjualan" katanya
"Bapak tau ibunya Danar meninggal dua hari yang lalu?" tanya Andin
"Inalillahi, engga, saya malah baru tahu sekarang" ucap beliau

Terlihat beliau seperti berfikir tak tahu harus bagaimana. Tapi jika kulihat, beliau sepertinya orang baik
"Kalau boleh saya tahu berapa ya hutangnya?" tanyaku
"Lima ratus ribu" jawab beliau
"Emm kalau begitu, emm ini saya ada uang meski belum semua tapi boleh kan pak?" tanyaku
"Gimana yah, saya ga enak sebenarnya. Kalau tahu, saya ga akan menagih. Tapi ya..." ucap beliau terbata
"Yasudah ini bapak ambil saja. Biar nanti sisanya saya yang bayar" ucapku sambil memberikan uang dua ratus limapuluh ribu
"Begini saja. Karena saya memang sedang butuh, dan saya ga enak sama keluarganya almarhumah, ini saya terima, tapi mbaknya ga perlu bayar lagi. Saya anggap lunas saja" katanya
"Yang bener pak?" tanya Andin tak percaya
"Iya, lagipula dulu almarhum pak Dito ayahnya Danar pernah membantu saya juga" ucap beliau
"Terima kasih banyak pak" ucap Andin
"Kalau gitu saya permisi dulu, assalamualaikum" ucap beliau
"Waalaikumussalam" jawab kami

Sejujurnya aku tak mempermasalahkan hal tadi. Aku hanya ingin membantu meringankan beban Danar. Tapi sekarang yang menjadi pertanyaanku adalah, keberadaan Danar. Sedari tadi tak ada jawaban dari dalam. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk keliling daerah sini mencari Danar. Kami bertanya dan bertanya tetapi banya yang tidak tahu. Mereka mengatalan semenjak ibunya meninggal, rumah Danar terlihat sepi.
"Kita pulang aja ya Din. Kayanya Danar lagi ga dirumah" ucapku
"Aku khawatir" katanya
"Danar pasti baik-baik aja. Kamu kan tau dia itu laki-laki yang kuat" ucapku

Andin mengiyakan ajakanku. Nanti malam, aku akan menghadiri kajian yang diselenggarakan oleh madrasah yang merupakan tempat mengajarku. Pesertanya kebanyakan mahasiswi dan ada juga yang usianya mungkin diatasku. Setidaknya itulah info yang aku dapatkan dari kak Hana. Setelah shalat isya aku bersiap-siap ditemani kak Hana dengan panitia lainnya. Aku benar-benar bingung apakah aku akan bisa menyampaikan amanah yang diberikan padaku untuk mereka. Memang bukanlah kajian yang besar seperti pada umumnya, namun tanggung jawab tetaplah besar.
"Antum siap?" tanya kak Hana
"InsyaAllah" jawabku

Aku teringat ucapan abiku sebelum aku mulai masuk kuliah dan kami terpisah jarak. Abi berkata 'jika berdakwah, sampaikan dari hati, bukan dari ucapan'. Tapi apakah aku bisa menjalani ini? Aku harus bisa.

Menikah dan membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah (QS. Ar-Rum: 21) adalah dambaan semua orang. Siapapun yang menikah dan membentuk bahtera rumah tangga, berharap akan bisa memiliki keluarga yang harmonis. Kata harmonis memiliki makna keselarasan dan keserasian antara suami, istri dan seluruh anggota keluarga. Selaras dan serasi, menunjukkan suatu kesamaan tujuan dan cita-cita atau visi, walaupun kondisinya tidak selalu sama. Mungkin saja ada hal yang berbeda, namun perbedaan terbingkai dalam keselarasan dan keserasian.

Allah menciptakan manusia dalam wujud yang indah (QS. At-Tin: 4), dan untuk mereka Allah menciptakan pasangannya (QS. An-Nisa: 1). Secara naluriah, manusia akan memiliki ketertarikan kepada pasangan jenisnya. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya, dengan perasaan dan kecenderungan alamiyahnya perempuan merasakan kesenangan terhadap laki-laki (QS. Ali Imran: 14).

Untuk merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Tuhan memberikan tuntunan pernikahan (QS. An-Nisa’: 3). Pernikahanlah yang menyebabkan keserasian laki-laki dan perempuan tersusun dalam kerangka yang bijak dan manusiawi. Tanpa melalui pernikahan, hubungan dan ketertarikan antara lelaki dan perempuan tidak akan mendapatkan penyaluran secara bermartabat. Ekspresi dari kecenderungan hubungan lelaki dan perempuan akan menjadi liar dan destruktif.

Mencari pasangan hidup hendaklah berdasarkan pertimbangan keagamaan. Bukan semata kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedudukan, dan lain sebagainya. Pondasi agama harus sangat kuat melandasi pemilihan calon suami maupun calon istri, agar tidak terjebak dalam kubangan pilihan syahwat dan nafsu sesaat.

Di atas landasan kriteria agama ini, bisa dibangun kriteria lainnya yang bercorak fisik. Tentu saja boleh memilih suami tampan dan kaya, tentu saja boleh memilih istri yang cantik dan seksi, namun itu bukan pertimbangan utama. Kriteria fisik dan materi hanyalah tambahan nilai, dari nilai dasar yang sudah ditetapkan, yaitu kebaikan agama. Maka laki-laki dan perempuan harus memperbaiki kualitas keagamaan masing-masing, agar mereka layak mendapatkan jodoh yang baik pula kualitas agamanya.

Mengenal calon pasangan bisa dilakukan melalui sebuah proses ta’aruf (saling mengenal) antara laki-laki dan perempuan yang berproses menuju jenjang pernikahan. Ta’aruf dimaksudkan dalam rangka saling mengenali dan menjajagi kecocokan untuk meneruskan proses berikutnya. Hendaknya ta’aruf dilakukan dengan cara yang baik dan benar, menghindarkan diri dari jebakan syahwat, menghindarkan diri dari berbagai aktivitas yang terlarang menurut ketentuan agama.

Dalam proses ta’aruf, laki-laki dan perempuan bisa mendiskusikan visi kehidupan berumah tangga, agar keduanya bisa mendapatkan kesesuaian. Perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan bukanlah halangan, karena hal itu tidak bisa dihindarkan, sebab mereka memiliki kejiwaan dan struktur otak yang tidak sama. Perbedaan latar belakang keluarga juga bukan halangan. Demikian pula perbedaan kultur dan suku atau etnis, bukanlah penghalang kebahagiaan berumah tangga.

Yang paling utama adalah kesediaan untuk saling melengkapi, saling mengisi, saling memberikan yang terbaik, saling menerima apa adanya, saling berkomunikasi dengan nyaman, saling mendialogkan permasalahan, saling mengalah, saling mencintai dan menyayangi dalam segala kondisi dan situasi.


Selesai aku mengisi materi, aku kembali keruangan briefing. Aku menghela nafas seraya aku duduk dikursi. Tiba-tiba ada seorang akhwat yang juga bercadar menghampiriku. Tetapi aku tak mengenalnya.
"Assalamualaikum" ucapnya
"Waalaikumussalam" jawabku
"Gimana tadi jadi pemateri?" ucapnya
"Nano-nano hehe" Jawabku
"Kalau ga ada ukhty gatau deh bisa lanjut atau engga" katanya
"Memangnya kenapa?" tanyaku
"Seharusnya ana yang isi, tapi tadi ada keperluan mendadak jadi terlambat. Karena waktu ya ana baru bisa datang sekarang" katanya
"Eh masyaAllah. Ternyata antum yang isi?" tanyaku
"Iya, tapi makasih sudah mau bantu" katanya
"Afwan" jawabku

Sepulangnya aju mengisi kajian, aku teringat kembali tentang apa yang aku sampaikan tadi. Bagaimana jika aku menikah? Ah tetapi aku merasa belum bisa membahagiakan abi sama ummi. Mungkin untuk sekarang aku hanya akan fokus pada kuliahku. Namun tetap akan butuh persiapan untuk menuju kearah sana. Aku tiba dirumah. Kulihat Andin sedang duduk disofa sambil membaca buku.
"Assalamualaikum" ucapku
"Waalaikumussalam" jawab Andin

Aku duduk disamping Andin seraya aku membuka cadarku. Andin melihat kearahku ketika aku membuka tali cadarku.
"Gimana sih rasanya pake cadar?" tanya Andin
"Nyaman, Din" jawabku
"Ga risih sama orang-orang?" tanya lagi
"Engga Din" jawabku singkat
"Nanti sama orang dibilang ninja lah, teroris lah, dan sebagainya" kata Andin
"Ya biarin hehe, kan kata Allah muslimah" jawabku
"Emm gitu" katanya
"Kenapa?" tanyaku
"Engga kok. Aku bahkan ga pernah kepikiran untuk pakai cadar" kata Andin
"Ya gapapa Din, setidaknya kamu pakai jilbab aja udah bagus kok" ucapku pada Andin
"Emm iya. Perintah Allah untuk seorang muslimah mengenakan hijab" kata Andin
"Tepat" ucapku
"Emm boleh coba pake cadar? tanya Andin
"Boleh" jawabku tersenyum gembira

Kebetulan Andin belum melepas hijabnya, aku memakaikannya niqab yang dipakai tanpa perlu melepas khimarnya. Setelah memakaikannya cadar, ia melihat cermin kecil yang selalu ia bawa. Aku tersenyum pada Andin. Andin melihat kearahku dan langsung memelukku.
“Makasih yah” kata Andin
“Untuk?” tanyaku
“Udah jaga aku selama ini” katanya
“Sama-sama” ucapku


Diubah oleh cwhiskeytango
profile-picture
profile-picture
Jomes747 dan somanmujahid memberi reputasi
2 0
2
Gadis Bercadar Itu
10-05-2019 18:37
Quote:Original Posted By cwhiskeytango
insyaAllah selesai kok. mentahannya sudah jauh soalnya, tinggal copas aja hehe



Alhamdulillah. Jadi nggak sabar emoticon-Hansip
Diubah oleh aan2604
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 07:05
kajian tentang pernikahan yang bagus. bisa jadi pembelajaran untuk kita semua nih. emoticon-Peluk
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 15:17
nice story gan emoticon-2 Jempol
ane ijin gelar karpet dimari yeemoticon-Big Grin
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 17:02
cerita ny menarik, ijin gelar tikar ya gan.
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 19:14

Part 10 - Pertemuan

Kuawali pagi ini dengan membersihkan rumah bersama Eca. Eca gadis yang memiliki nama asli Ersha Permata Putri, merupakan sepupuku yang tinggal bersamaku dari awal aku masuk kuliah bersamanya. Orangtuaku tinggal di Jakarta, sementara orang tua Eca tinggal masih di kota Bandung, hanya saja kami tinggal berpisah. Eca memutuskan untuk menemaniku dirumah. Aku berangkat kuliah bersama Ersha hari ini karena kebetulan kami ada jadwal kuliah pagi. Singkat cerita, aku sudah tiba di kampus pada pukul 06:20 pagi. Aku berjalan menuju fakultasku. Kulihat seorang lelaki dari kejauhan di taman fakultas yang sepertinya sedang mempersiapkan dagangannya. Terlihat dari barang yang ia bawa. Danar? Aku langsung saja menghampirinya
“Assalamualaikum, Danar” ucapku
“Waalaikumussalam, eh, mau beli gorengannya teh?” tanyanya

Astagfirullah, aku kira Danar, ternyata orang lain. Tetapi jika dari jauh, posturnya hampir sama dengan Danar. Tetapi pada kenyataannya bukan. Apa yang aku rasakan? Bodoh, dan malu
“Emm, eh, maaf saya salah orang. Saya kira temen saya” ucapku salting
“Eh gapapa teh hehe”

Aku kembali melanjutkan perjalananku ke kelas. Saat aku dikelas, aku tak melihat Danar disana. Aku mencoba berfikir positif, mungkin ia belum datang. Sampai pada akhir perkuliahan, Danar tak kunjung terlihat dikampus. Jujur saja, aku terpikirkan dia. Aku khawatir dengannya. Aku tak ingin ia sampai putus kuliah. Aku berkata begitu karena ia adalah temanku. Ingin aku bertanya pada gadis yang dekat dengannya itu. Lia. Tetapi entah kenapa aku malah merasa takut untuk bertanya padanya. Entah apa yang aku takutkan, aku hanya takut.

Setelah shalat dzuhur, aku langsung pulang seorang diri karena Ersha masih ada kegiatan dikampusnya. Aku memutuskan untuk pergi kembali ke rumah Danar. Siapa tau ia sudah pulang. Setibanya aku dirumah Danar, dan semua masih tampak sama. Rumahnya sangat sunyi. Aku duduk di teras rumahnya selama beberapa menit. Kemudian aku berdiri didepan pintunya, dan secara tak sadar aku memegang gagang pintu tersebut. Tetapi tiba-tiba terbukalah pintu itu dan sepertinya tak dikunci. Aku sedikit penasaran, dan aku masuk kedalamnya seraya aku ucapkan salam. Aku mendengar sebuah suara dari dalam, dan sepertinya asalnya dari sebuah kamar. Perlahan aku buka pintu kamar tersebut sehingga membuat sedikit suara derit di pintu. Aku lihat sesosok lelaki sedang duduk sambil memegang sebuah bingkai foto. Jelas lelaki yang ada dihadapanku ini adalah Danar. Danar menangis? Ya ia menangis sambil memegang sebuah foto, yang jika kuliha itu adalah fotonya bersama ayah dan ibunya.
“Danar?” panggilku
“Ngapain lo kesini?” tanyanya
“Lo kemana aja” tanyaku
“Apa urusan lo?” ucapnya sedikit ketus
“Gue, Ersha, nyariin lo” ucapku
“Buat apa? Gue kan orang asing yang masuk ke kehidupan kalian” katanya
“Lo memang asing, gue juga asing buat lo, tapi gue peduli sama lo” ucapku
“Lo peduli? Kenapa harus peduli? Lo bukan siapa-siapa gue. Dan oh iya, bilang sama Permata, gue akan ganti uangnya” katanya
“Lo kenapa jadi kaya gini? Lo bukan Danar yang gue kenal” ucapku
“Emang lo kenal gue? Lo ga pernah tau gue. Lo ga pernah tau tentang anak laki-laki yang selalu sendiri di kelas, dan ga pernah dianggap ada”
“Ga gitu. Buktinya gue disini sama lo” ucapku
“Iya sekarang. Semester awal, sampai akhirnya lo beli kue dari gue untuk pertama kalinya. Dan pertama kalinya temen sekelas gue beli kue dari gue. Dan sampai sekarangpun gue tetep diasingkan” katanya
“Engga, gue ga kaya gitu. Sebenarnya, dari awal kita kuliahpun, gue selalu perhatiin lo. Gue selalu ingin bisa ngobrol sama lo. Gue ingin selalu bisa jadi temen lo” ucapku
“Ya, dan lo udah jadi temen gue. Makasih untuk itu. Lo juga udah bisa ngobrol sama gue. Sekarang lo mau apa?” tanyanya
“Gue tetep pengen jadi temen lo. Dan gue pengen tetep bisa ngobrol sama lo. Gue pengen jadi temen yang baik buat lo” ucapku
“Lo ga tau rasanya sendirian, Din” katanya
“Gue tau. Karen orang tua gue jauh, gue ngerasa kesepian” ucapku
“Lo gatau” ucapnya sedikit keras sambil menatap tajam padaku
Aku bisa melihat airmata yang menetes dipipinya. Dan tatapan ini, aku tahu bahwa ini merupakan tatapan amarah.
“Lo ga pernah ngerasa sendiri. Ada Permata, dikelas juga banyak yang deketin lo. Itu lo bilang sendiri? Bahkan orang tua lo, meskipun ga deket, lo masih bisa kontekan sama mereka”

Aku dapat merasakan bahwa hatinya sedang sakit. Aku mencoba untuk diam sejenak dan menjadi pendengar untuknya.
“Lo, ga pernah tau gimana rasanya kehilangan orang yang paling peduli sama lo. Berperan besar sama lo dan kehidupan lo. Gue udah ngerasain hal itu Din. Dan ga cuma sekali” katanya
“Maaf” ucapku
“Lo ga pernah tau gimana rasanya hati lo menjerit tanpa henti ketika lo sadar kalau lo udah gagal menolong orang yang lo sayang” katanya
Aku mendengar setiap kata-katanya yang sendu dan seperti penuh dengan emosi. Aku dapat melihat ia sedang dalam tekanan yang sangat besar. Danar sedang stres, dan aku bisa lihat ia sedang depresi.
“Gue boleh tanya sesuatu?” tanyaku
“...” ia hanya menjawab dengan anggukan
“Selama ini lo kemana?” tanyaku
“Gue ketemu seseorang” katanya
“Lalu apa yang terjadi?” tanyaku

profile-picture
profile-picture
Jomes747 dan somanmujahid memberi reputasi
2 0
2
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 20:14
yah, ngentang banget gan. kok cuman dikit nih updateannya? jadi penasaran apa yang terjadi sama Danar. emoticon-Hammer2
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 20:34



“Gue boleh tanya sesuatu?” tanyaku
“...” ia hanya menjawab dengan anggukan
“Selama ini lo kemana?” tanyaku
“Gue ketemu seseorang” katanya
“Lalu apa yang terjadi?” tanyaku
"Dia menguasai jutsu edotensei", jawab danar
"Edotensei? Bukankah itu jutsu terlarang ciptaan hokage ketiga" tanyaku padanya



Hehehe piss ya gan, ga maksud apa2
Cuma biar ga ada kentang diantara kita
Piss...
Klo ga berkenan ntar ane apus..
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
11-05-2019 21:11
thanks gan ane udah di quote buat lanjutannyaemoticon-Recommended Seller
ceritanya makin bikin penasaran emoticon-thumbsup
0 0
0
Gadis Bercadar Itu
14-05-2019 09:01
lanjutkan ceritanya, bikin penasaran teruuussss
0 0
0
Halaman 3 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dendam-lisa
Stories from the Heart
tak-ada-yang-abadi
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
ratapan-makhluk-gaib
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia