alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
3.29 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd702a3f4d6951f035412f8/ponsel-gaib-redmi-note-7-strategi-atau-permintaan-tinggi
Lapor Hansip
12-05-2019 00:13
Ponsel Gaib Redmi Note 7, Strategi atau Permintaan Tinggi?
Past Hot Thread
Quote:

Sabtu, 11 Mei 2019 09:45 WIB

Ponsel Gaib Redmi Note 7, Strategi atau Permintaan Tinggi?

Rachmatunnisa - detikInet

Ponsel Gaib Redmi Note 7, Strategi atau Permintaan Tinggi?


Jakarta - Fenomena ponsel gaib masih terjadi. Perbincangan mengenai hal ini kembali menghangat di kalangan pengguna smartphone di Indonesia. Kali ini, cap "ponsel gaib" didapat Redmi Note 7. 

Sejak dirilis Maret lalu, Redmi Note 7 sulit ditemui di pasaran. Jika pun ada harganya sudah melambung dari harga resminya. Untuk diketahui, harga Redmi Note 7 adalah Rp 1,999 juta (RAM/ROM 3GB+32GB) dan Rp 2,599 juta (RAM/ROM 4GB+64GB).

Ponsel Gaib Redmi Note 7, Strategi atau Permintaan Tinggi?


Kenyataan itu tak ayal memicu pertanyaan dan spekulasi. Minimnya ketersediaan stok di harga resmi, tapi produk masih bermunculan dengan banderol yang lebih tinggi, juga memunculkan dugaan liar. Selain itu, ada pula yang menduga Redmi Note 7 jadi ponsel gaib karena bagian dari strategi pemasaran.

Perwakilan Xiaomi Indonesia sendiri sudah memberikan keterangan mengenai kondisi tersebut. Menurutnya itu lebih dikarenakan banyaknya permintaan akan smartphone-nya tersebut.

"Sampai sekarang luar biasa, animonya besar, baik secara online maupun offline," ujarnya.

Xiaomi menyadari tingginya permintaan akan Redmi Note 7 membuat ketersediaan ponselnya itu menipis di pasaran. Vendor asal China itu pun berupaya meningkatkan ketersediaan unit.

Ditanya pendapatnya mengenai kejadian ini, pengamat gadget Lucky Sebastian mengatakan smartphone di segmen kelas menengah dan menengah ke bawah memang paling tinggi permintaannya. 

Ponsel Gaib Redmi Note 7, Strategi atau Permintaan Tinggi?


"Gaib bisa terjadi memang karena permintaan tinggi, produksi tidak bisa mengikuti, atau memang sengaja dibuat sebagai hunger marketing, yang kesannya smartphone tersebut laku. Kalau melihat contoh seperti Redmi Note 7, saya rasa ini (masalahnya) ada di kapasitas produksi," komentar Lucky, berbincang dengan detikINET.

Pasalnya, di Indonesia Xiaomi tidak punya pabrik sendiri, melainkan melakukan perakitan melalui kerja sama dengan pabrik ponsel seperti Satnusa Persada, yang juga merakit smartphone brand lain. 

"Jadi sepertinya ada batas kapasitas yang sulit di-push, apalagi menjelang Lebaran seperti ini, di mana demand smartphone tinggi, semua brand kejar-kejaran rilis smartphone baru," kata Lucky.

Kapasitas produksi pun tidak hanya bergantung di perakitan, tetapi juga pada pemasok hardware. Jadi brand harus mengalokasi berapa banyak hardware dibutuhkan, karena jika pemasoknya juga tidak siap, akan kekurangan. 

Nah, ponsel dengan harga murah, menurut Lucky, juga punya masalah lain dalam distribusi. Untuk tetap bisa untung dan murah, harus memotong rantai distribusi, semua dikerjakan sendiri. 

"Ini mudah kalau penjualan hanya online. Tapi kapasitas online di Indonesia kan juga sebenarnya tidak sebanyak jualan offline. Termasuk jangkauannya," terangnya.

Semakin panjang rantai, bisa semakin terdistribusi dan menjangkau banyak tempat. Namun setiap level membutuhkan keuntungan, sehingga akhirnya harga tidak bisa lagi murah. 

Maka, menurutnya, jika brand di Indonesia masih mau melakukan proses produksi lewat pihak ketiga, harus ada lebih banyak pabrik seperti Satnusa Persada, atau mau tidak mau membuat pabrik sendiri. 

"Vendor yang sudah bagus posisinya, dipercaya masyarakat, baguslah bangun pabrik atau investasi, itu kan dulu tujuan TKDN. Bangun kepercayaan brand dari level kualitas produksi hingga after sales. Makin lama masyarakat akan semakin pintar memilih. Ketika tahu benefitnya dari brand, mereka akan lebih loyal dan berani membayar lebih," ujarnya. 





Quote:
Kira2 sistem kaya gini sama juga kaya sembakokah atau elpiji yg terkadang juga ghaib keberadaanya sehingga langka di pasaran dan harga ikut naik..

Smartphone dah kaya bawang merah atau cabe peminatnya banyak sampai langka dan harus beli yg impor (distributor)
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hampala dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 11
13-05-2019 04:43
persiapan beli
emoticon-Sundul
0
13-05-2019 04:47
Quote:Original Posted By hantupuskom
gimana g susah, diborong tengkulak
emoticon-Hammer2


Ane juga sempat lihat waktu antri mau beli Redmi Mix, nah antrian sebelah ane itu kan untuk Redmi note 7, ngeri ada satu orang yang beli 40unit emoticon-Takut
profile-picture
strangekl memberi reputasi
1
13-05-2019 04:48
kayak elpiji ??

hmmhh..🤔🤔

brarti emg karena permintaan tinggi. tapi menurut pengetahuan alay ane.. hape sih jadi ghoib karena diborong duluan sama para kulaktor, alias pemborong besar..

yang nantinya dijual lagi ke para penjual di level bawahnya
profile-picture
strangekl memberi reputasi
1
13-05-2019 04:49
hpnya boboho
0
Lapor Hansip
13-05-2019 04:52
Balasan post bagong2018
Ga nyambung bgt balesannya
0
13-05-2019 04:54
ghaib kaya mobil apa yah....😆😆😆
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
-2
13-05-2019 04:57
Quote:Original Posted By youdoyouknow


Bener. Chipsetnya lebih unggul. emoticon-Ngakak


Iya sih...
0
13-05-2019 04:59
Ane mah santai² aja, cukup redmi note 5 masih mendukung daily drive...apalagi soal hape,yg notabene bukan barang bahan pokok,...import bawang putih dll malah tenang²...kenyang kah makan hape...emoticon-Ngakak
0
13-05-2019 05:05
Quote:Original Posted By dem4m
Gw jd ikutan heran, apa karena ini perusahaan jual smartphone ny dengan cara ghaib makanya developer di xda blm msh dikit ya?
Walau msh jalan 2 bulan, tapi smartphone hype kaya gini harusnya banyak dev nya emoticon-Cape d...


Biasa nunggu UBL
0
13-05-2019 05:07
Quote:Original Posted By njie89
kayak elpiji ??

hmmhh..🤔🤔

brarti emg karena permintaan tinggi. tapi menurut pengetahuan alay ane.. hape sih jadi ghoib karena diborong duluan sama para kulaktor, alias pemborong besar..

yang nantinya dijual lagi ke para penjual di level bawahnya


Bukan rahasia lagi, beli dengan harga flash sale plus 50K/100K trus jual sampe 2,5
0
13-05-2019 05:08
Quote:Original Posted By TOYIB
heran gw ads-phone gitu aja banyak yg demen emoticon-Big Grin


padahal ppi densitynya sama kek samsung m20 cuman memang RAMnya lebih unggul RN7 3 bijik.. emoticon-Big Grin
0
13-05-2019 05:11
Quote:Original Posted By donal.duck
Jika pun ada harganya sudah melambung dari harga resminya. Untuk diketahui, harga Redmi Note 7 adalah Rp 1,999 juta (RAM/ROM 3GB+32GB) dan Rp 2,599 juta (RAM/ROM 4GB+64GB).

Gw gak sukanya pasar Indo ya gini ini, semua produk udah ada MSRP nya, yaitu Manufacturer's Suggested Retail Price, bahkan harga retail itu bisa jauh di bawah MSRP, tapi yg terjadi di Indo ini malah harga retail jauh di atas MSRP, itu mencakup semua barang elektronik dan komputer PADAHAL UDA ADA CABANG RESMI INDONESIANYA.


Iya gan, ane setuju.
Tapi, kalo menurut ane ada andil xiaomi di penetuan harga retail yang terpaut bisa 400-500rb an dari MSRP.
Kenapa? Karena toko resminya pun nggak bisa ngasih harga segitu, atau kesediaan barang dengan harga segitu. Grosir2 hp besar ternama banyak juga yg jual jauh diatas msrp itu.
Kalo xiaomi tau harga produknya dipermainkan, kenapa diem aja? Aneh to.

emoticon-Bingung
0
Lihat 1 balasan
13-05-2019 05:14
Quote:Original Posted By elefana
kalo bener gtu marketingnya... goblok sih asli... kalo kata gw sih ada permaenan atau sengaja borong banyak trs d tahan


Efek barang distri juga yang dijual 3 juta sebelum yang resmi rilis
Berhubung banyak tengkulak yang terlanjur stok distri akhirnya diborong yang resmi biar bisa di samaain harganya dengan distri, minimal beda tipis lah dan tengkulak tetap untung 1 jutaan per item
0
13-05-2019 05:17
Akhirnya ada trit nya.. gile ane ampe solo nyari nih hp di mi store.. ogah beli di tengkulak offline atau online harga nya selisih 400-500rb.. ane mau beli ini hp cuma buat maen game pabji doang.. bukan buat komunikasi.. tpi apa daya susah gila dptnya..kita tunggu akhir tahun aja pling tengkulak pada nyerah sama harga tinggi nya hasilnya nih hp jdi hp murahan lagi...
0
13-05-2019 05:18
kelamaan gaib akhirnya ada realme 3 pro yang lebih gahar
profile-picture
eggnostick memberi reputasi
1
13-05-2019 05:19
Ini memang strategi marketingnya xiaomi selama ini,customer emang di buat susah dan pusing buat nyari barang,dan akhirnya terpaksa beli ke tengkulak.

Ada cerita dari orang kemaren yang katanya dapet Reno 7 di official mi store,pertama dia kesana tanya barang nya ada atau kaga,katanya mah ada,langsung dia ke atm buat ambil duit,nah sesampainya balek ke mi store,dia dapet jawaban kalau barangnya kosong alias kaga ada,nah bingung dia ,karena tadi sebelumnya udah bilang ada,akhirnya terjadilah percapakan kurang lebih seperti ini =

"loh mas tadi kok kata mas nya barangnya ada ya ?"
" Mas yang mana ?"
" itu mas yang itu *sambil nunjuk orang"

Begitu dijawab begitu langsung lah jawabannya "Oh iya mas bentar saya ambilkan ya" ... sampai disini udah pada paham kan ya ? emoticon-Big Grin
gw pribadi salah satu orang yang mau cari hp ini karna kebetulan hp gw udah perlu ganti ,karena stok yang gajelas sama harga yang ga jelas juga ya akhirnya jadi males,mendingan ambil brand sebelah yang harganya lebih bagus ,lebih cakep speknya,dan yang jelas gada permainan sama tengkulak.

Kasian deh,tar lagi pada tersungkur bareng2 tuh emoticon-Betty
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
1
13-05-2019 05:24
ga niat jual nih..ataukah alasan ekslusifitas...aneh...
0
13-05-2019 05:25
Ya emang d buat gaib lah.
biar d cari2
dan produksi pasti terbatas jg, dr pada produksi banyak tp ga abis
namanya jg barang murah, pasti dibuat supaya jgn sampe ada produksi yg sia2
0
13-05-2019 05:27
*baca trit biginian*
pengguna renot 7 : laughs in hidden 😂
0
13-05-2019 05:29
strategi ini mah emoticon-Cool
0
Halaman 4 dari 11
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.