alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.86 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5b073e4601cf32cb1fdee4/penghuni-villa-putih
Lapor Hansip
06-02-2019 23:11
PENGHUNI VILLA PUTIH
Past Hot Thread
Sore itu langit terlihat sangat gelap, awan hitam memenuhi angkasa. Kilat sambar menyambar, membuat ciut nyali setiap yang mendengarnya. Ratih menghidupkan perapian untuk mengusir hawa dingin yang semakin terasa menggigit. Alunan suara Diana Ross terdengar menghentak dari gawai hp-nya. Tiba tiba matanya menangkap sekelebat sosok yang berjalan cepat.

"Bi Surti ....bi... belum tidur ?."

Tak terdengar jawaban. Beberapa menit kemudian terdengar suara pisau yang bersentuhan dengan talenan dari arah dapur. Ratih beringsut dari duduknya berjalan kearah dapur, ia heran sedang apa bi Surti selarut ini. Sebelum memasuki dapur, ia melintasi kamar bi Surti, dilihatnya bi Surti sedang tertidur dengan lelapnya. Desss....jantung Ratih berdetak cepat, tubuhnya mulai bergetar.

"Siapa yang ada didapur, malam malam gini?,"

Ratih sampai di dapur, dilihatnya ada sosok gadis tengah membelakanginya. Rambutnya dibiarkan tergerai.

"Eh...apa itu Tiwi ya. Tadi dia bilang dia terjebak macet, koq sudah sampai, lewat mana ia masuk?."

Belum lagi tanyanya terjawab, terdengar suara bel pintu dipencet orang. Bi Surti terlihat bangun dan merapikan pakaiannya.

"Eh..nyonya, sedang apa disitu?."
"Gak apa2 bi. Tolong lihat bi, siapa yang datang !."

Ratih menyusul bi Surti kearah pintu. Dari balik pintu terlihat Tiwi sedang merapikan rambut panjangnya yang basah oleh hujan. Ratih tak bisa menyembunyikan kebingungannya, dia hanya diam mematung melihat saudara sepupunya itu

"Haii..haii....halloo ..non ...!!." Tiwi menggoyang2kan tangannya didepan muka Ratih.
"Kamu kenapa sih, kayak lihat setan aja. Ini aku saudara sepupu kamu, Tiwi." lanjut Tiwi sambil menggerak2kan hidungnya. Tingkah yang selalu ia lakukan jika melihat saudara sepupunya ini bersedih, dan biasanya Ratih akan tertawa terbahak2, tapi kali ini ia tidak bergeming. Tiwi mencubit lengan Ratih, terdengar suara Ratih mengaduh.

"Aduuhhh...apa apaan sih kamu Tiwi. Sakit tau."
"Kamu yang apa apaan, dari tadi bengong aja." gerutu Tiwi.
"Ada apa sih Rat ? Koq lo sampe bengong gitu?" lanjut Tiwi.
"Ah..gak apa apa Wi. Yuk masuk!!.

Tiwi mengikuti Ratih berjalan ke ruang makan. Dan mereka terlihat makan dengan lahapnya. Sesekali terdengar tawa mereka memecahkan keheningan malam.

"Wi...lo tidur ama gue aja ya, mas Herman gak kesini. Jadwalnya lagi padet katanya."

"Jiaahh...pengantin baru, dianggurin." ledek Tiwi
"Apaan sih lo." ujar Ratih sambil mencubit pinggang Tiwi.

Malam mulai menyelimuti bumi, halimunpun mulai turun. Udara bertambah dingin, Ratih melirik sepupunya yang sudah sedari tadi tidur mendengkur. Sedang ia sendiri belum bisa memejamkan mata. Sudah ia coba untuk menutup mata, tetap saja ia tak bisa tidur. Pikirannya dihantui oleh bayang sosok gadis yang lihat didapur tadi sore. "Siapa gadis itu ya?," pertanyaan itu menghantui pikirannya. Tengah ia melamun tiba2 lampu kamar mendadak mati, dan perlahan dari balik tirai terlihat sesosok tubuh wanita, tidak begitu jelas terlihat, berdiri dan berjalan menghampirinya, wajahnya tertutup oleh rambut yang menjuntai, ketika tiba2 wajah itu ada dihadapannya dan tetes darah menerpa wajahnya, Ratih berteriak, tapi ia tidak dapat mengeluarkan suaranya, lehernya seperti kaku dan semua organ tubuhnya tak dapat digerakan. Ratih terus berteriak, hingga tiba2 tubuhnya terasa ada yang mengguncangnya.

"Rat...Ratih, Ratih bangun...bangun."

Ratih membuka matanya, dilihatnya Tiwi sudah duduk disampingnya, sambil memegang tangannya.

"Hey...lo kenapa sih, teriak2 gitu?, lo ngimpi apa?," Tiwi memberondongnya dengan pertanyaan.

"Nggak Wi." Ratih gak mau bercerita, karena ia tau sepupunya itu sangat penakut dan dia bakalan minta pulang kalau dengar cerita Ratih.

"Makanya kalo mau tidur tuh baca doa dulu, jangan baca komik," Tiwi meneruskan celotehnya.
"Nih..minum dulu," ujarnya sambil menyodorkan segelas air.

Ratih meneguk air itu dan mulai berbaring. Tiwi juga merebahkan tubuhnya dan dengkurnya kembali terdengar.
profile-picture
profile-picture
Mahendra888 dan redbaron memberi reputasi
11
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 7
21-03-2019 14:14
Part - 27
Lanjut ah....

Hari mulai gelap, ketika Ustadz Burhan dan warga tiba di perbatasan desa. Villa Putih sudah terlihat dari kejauhan, berdiri tegar diantara rerimbunan pepohonan, aura mistis seperti menaungi gedung itu. Ustadz Burhan memberi komando untuk berhenti sejenak.

"Bapak bapak, mari kita shalat maghrib dulu, lalu berdoa mohon perlindungan dari Allah."
"Iya pak Ustadz, sepertinya malam ini akan terasa panjang."

Ustadz Burhan mengangguk angguk tanda setuju. Sesaat kemudian suasana hening, hanya terdengar suara Ustadz Burhan sedang mengimami shalat. Usai shalat terlihat Ustadz Burhan mengangkat tangannya..berdoa. Tiba tiba kekhusukkan itu dipecahkan oleh hadirnya beberapa srigala, yang entah dari mana datangnya, melolong sambil menggeram. Ustadz Burhan, ustadz Arif dan beberapa santri bersiap melindungi warga.

"Ustadz Arif..bantu saya mengusir srigala2 ini."
"Siap Ustadz."

Ustadz Arif dan beberapa santri membantu Ustadz Burhan, membentengi warga dari serangan Srigala. Ustadz Burhan memberi isyarat kepada Ustafz Arif dan santri, serta warga, bahwa yg mereka hadapi bukan Srigala biasa. Sejurus kemudian terlihat Ustadz Burhan membaca ayat ayat suci, terlihat srigala srigala itu mencoba menyerang, tetapi entah mengapa tiba tiba tubuh mereka terpental, mereka seperti terhalang tembok yang tebal, hingga tak dapat menyentuh tubuh Ustadz Burhan dan warga desa.

------------

"Kurang ajarrrr!!!."

"Mereka mau main- main denganku." Bi Surti berteriak lantang sambil melempar kendi yang ada disebelahnya. Dengan cepat diraihnya keris gagak hitam yang ada dimeja altar. Mulutnya terlihat komat kamit merapalkan mantra.

"Haii...penghuni kegelapan, bangkitlah!!!."
"Bantu aku, mengusir pengganggu pengganggu."

----------

Tiba tiba langit memerah, bersamaan dengan munculnya kelabang dan ular.

"Astagfirullah..!!."
"Ustadz...serangan datang lagi.!!, apa yang harus kita lakukan?."
"Bapak2 terus berdzikir!!, fikiran jangan kosong, terus siaga!!."

Aaakkhhh

Tiba tiba seorang warga menjerit, diikuti beberapa orang yang ikut berjatuhan.

"Ustadz...bagaimana ini, mereka terkena sengat kelabang ?."

Ustadz Burhan terus berdzikir, hingga tiba tiba ia menghentakan tangannya dengan keras sambil berteriak...

"Allahu Akbar, pergilah kalian ke neraka!!."

Ajaib, ular dan kelabang yang begitu banyak, tiba tiba lenyap tak bersisa.

"Alhamdulillah." Ustadz Burhan menarik nafas lega. Lalu dengan sigap ia menghampiri warga yg tergeletak pingsan.

"Ustadz Arif, bantu saya mengobati bapak bapak ini."
"Ini bukan sengat biasa tadz, jadi gunakan ayat ayat suci untuk mengobatinya."

Ustadz Arif mengangguk anggukan kepalanya.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
21-03-2019 22:44
Part - 28
Suasana semakin mencekam, suara burung hantu dan lolong anjing, terdengar begitu manakutkan. Bima merapatkan mantelnya. Ustadz Burhan menghampiri Bima dan menepuk pundaknya.

"Nak Bima, tetap waspada ya."
"InsyaAllah Ustadz."
"Kita akan mengalami malam yang sangat berat, jangan putus berdzikir."
"Baik Ustadz."

Ustadz Burhan memberikan petunjuk sebelum melanjutkan perjalanan. Belum lagi Ustadz Burhan berbicara tiba tiba salah seorang santri berteriak.

"Awas Ustadz..!!."

Sebuah bola api melesat cepat kearah Ustadz Burhan. Untunglah Ustadz cepat berkelit. Bola api itu menghantam tanah, dan menimbulkan ledakan keras.

bumm

"Astagfirullah!!, apa itu ustadz?."
"Mereka mengucapkan selamat datang pada kita. Mereka ingin kita tau, kalau mereka ada." Ujar Ustadz Burhan.
"Kita harus waspada, mereka bisa menyerang kita kapan saja."

--------------

bwahahahaha.....bwahahahaha

"Cuma segitu ternyata ilmunya. Dia mau melawan kau gagak hitamku...kita habisi mereka. Kita buat mereka tunduk pada kita. Bwahahaha...bwahahah."

Lalu bi Surti menghampiri jasad kakek tua jahanam yang terbaring di meja altar. Dibelainya, lalu didekapnya.

"Pangeranku, sebentar lagi kita, aku dan kau, akan menjadi penguasa kegelapan. Kita akan bersama lagi. Kita akan bercumbu lagi. Apa kau tidak kangen padaku ?," bi Surti terus meracau.

Tiba tiba terdengat suara pintu dipukul dengan keras.

"Mamah bukaaa...!!!, aku haus...!!!, aku mau daraaahh..!!."

diaaaammmm

Bi Surti membelalakan matanya sambil berteriak.

"Akan kukirim kau ke neraka, jika kau masih berteriak..!!."

Bi Surti berjalan kembali menuju meja altar. Tubuhnya mulai menari, dan mulutnya kembali bersenandung. Asap dupa kembali mengepul, kali ini lebih banyak. Ruangan itu seperti dipadati oleh berbagai mahluk astral, yang memenuhi undangan Surti. Mereka berpesta untuk menyambut kedatangan rombongan Ustadz Burhan.

hehehe....hehehe

"Ayo...semua, kita sambut hidangan lezat yang sebentar lagi kan datang. Kita buat mereka menyesal, tlah lahir kedunia ini....hihihi....hihihi."
"Dan kalian tau...tidak ada yang bisa, menandingi kekuatanku. Akulah penguasa kegelapan...bwahahaha...bwahaha."

Surti terus tertawa dan menari. Tubuhnya yang masih terlihat sintal, meski sudah tua, terus meliuk liuk.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
21-03-2019 23:12
horor maksimal, tapi kok part nya pendek2 ya gan..
1
25-03-2019 11:29
lanjuuuttttt
1
01-04-2019 16:18
Nunggu update nya gan
1
10-04-2019 14:18
lama ya updatenya
1
10-04-2019 15:50
Quote:Original Posted By ariefdias
lama ya updatenya


Lagi umroh dulu gan
0
10-04-2019 15:50
Quote:Original Posted By demarco999
Nunggu update nya gan


Umroh dulu gan
0
03-05-2019 20:08
Update gan
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
09-05-2019 00:36
Part - 29
Lanjut ya.

Malam semakin larut, dan dingin terasa menusuk tulang. Kabut tipis terlihat turun perlahan. Ustadz Burhan memberi isyarat dengan tangannya kepada Ustadz Arif, agar waspada. Belum lagi usai Ustadz Burhan memberi tanda, tiba2 terdengar Bima berteriak keras, matanya merah membelalak.

"Astagfirullah...Ustadz !!!, Bima kena serangan," ujar Ustadz Arif, sambil memegang keras tubuh Bima. Bima terlihat meronta, tangannya berusaha mencakar dan mencekik, siapapun yang dekat dengannya. Tiba2 seorang santri, terkena cakaran Bima. Dia mundur beberapa langkah, kemudian diam. Lima menit kemudian, santri itu juga menunjukan reaksi yang sama seperti Bima.

Ustadz Burhan bertindak cepat, ia melompat mendekati tubuh Bima dan terlihat mulutnya komat kamit merapal ayat2 suci. Tiba2 dari mulut Bima keluar sejenis Hewan, yang menyerupai cacing. Ustadz Burhan terus menghujani tubuh Bima dengan ayat2 suci, hingga akhirnya tubuh Bima lemas dan jatuh.

Disudut lain, terlihat Ustadz Arif tengah bertarung dengan santri yang terkena cakaran Bima. Ustadz Burhan bergegas datang memberikan bantuan.

"Ustadz pegang tengkuknya !!!," teriak Ustadz Burhan.

Ustadz Arif bergegas meraih tengkuk santri itu, sambil membaca ayat2 suci. Sesaat santri itu meronta, sebelum akhirnya jatuh pingsan.

"Ustadz, bagaimana ini ?, apa yang harus kita lakukan ?," ujar Ustadz Arif.
"Tunggu mereka sadar, balur badan mereka dengan air ini," jawab Ustadz Burhan, sambil menyerahkan air yang sudah dibacakan doa.

Ustadz Arif dibantu beberapa santri, membaluri tubuh Bima dan Noval, santri yang ikut kena serangan.
Ustadz Burhan terlihat lelah, keringat mengalir deras dari dahinya. Meski udara sangat dingin, tapi baju Ustadz Burhan dan Ustadz Arif, basah oleh keringat.

"Teman2, dengar baik2, musuh yang kita hadapi, adalah musuh tak kasat mata, mereka bisa menyerang kita kapanpun, untuk itu saya harap teman2 tetap waspada, dan ingat jangan putus dzikir, faham ?."

Ustadz Arif dan santri2 lainnya menganggukkan kepala. Wajah mereka terlihat tegang.

"Teman2, jangan takut Allah beserta kita. InsyaAllah, kita akan dapat melalui ini semua, aamiin."

Semua santri serempak mengaminkan ucapan Ustadz Burhan

------------------

Sementara itu didalam Villa Putih, terlihat Surti menambah kemenyan di meja altar. Asap mengepul menebarkan bau yang menusuk hidung. Sejurus kemudian tangannya terlihat meraih sebuah kendi, dan menuangkan isinya keatas sebuah keris.

"Gagak hitamku, inilah minuman kesukaanmu, darah ayam ," ujar Surti sambil menyiramkan cairan dalam kendi.

bhuahahaha...bhuahahahaha....bhuahahahaha

Surti tertawa lepas, mulutnya yg dipenuhi sirih dan gambir, terlihat menyeringai. Lalu diarahkan tangannya keatas.

"Hai...penguasa kegelapan, datanglah !!!, datanglah !!!!, aku memanggilmu."

Dihentakan kakinya, dipukulkan tongkatnya ke sebuah bejana.

Dhuarrrr......Buummm

Terdengar sebuah ledakan disertai melesatnya bola api berwarna merah, menyilaukan mata.

"Pergilah kalian semua ke Neraka !!!, kalian tak akan mungkin bisa mengalahkan aku. Aku Surti...Dewi kegelapan...hahahahaha....hahahaha, tak akan membiarkan kalian hidup. cuihh." Surti terkekeh2, sambil meludah. Wajahnya terlihat marah dan memerah.
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
09-05-2019 01:24
Part - 30
"Ustadz...awassss!!!!."

Ustadz Burhan mendorong tubuh Ustadz Arif dan....booom. Sebuah ledakan keras terdengar. Ustadz Arif menarik nafas lega, sambil beristighfar.

"Astagfirullah...terimakasih tadz, antum sudah menyelamatkan ana. Jika tidak, mungkin tubuh ana, sudah jadi arang."

"Allah yang telah menolong kita Ustadz. Tadi sewaktu kita sedang bicara, seperti ada yang memberitahu aku, bahwa akan ada serangan lagi, dan tanganku refleks mendorong tubuh Ustadz. Aku juga gak ngerti, kekuatan apa yang barusan menyerang kita."

Kemudian terlihat Ustadz Burhan mengumpulkan semua santrinya. Terlihat Bima dan Noval sudah sadar dari pingsannya.

"Teman teman, ternyata lawan kita kali ini, sangat kuat dan kejam. Jika diantara teman teman, ada yang ingin mundur, saya persilahkan. Bagaimana ada yang ingin mundur, atau tidak?."

Tidak ada jawaban, semua diam.

"Baiklah, saya tidak menyalahkan kalian, dan saya tidak marah. Kalian boleh pergi. Saya yang akan menghadapi Surti sendiri."

"Saya ikut Ustadz," tiba2 Ustadz Arif memecah kebisuan.
"Saya juga ikut tadz," Bima mengacungkan tangannya. Begitu juga dengan Noval dan beberapa santri senior.

"Alhamdulillah atas kesediaan teman teman. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kemenangan. Aamiin. Bagi teman teman yang hendak pulang, saya minta tolong, bantu saya untuk menjaga kampung, terutama nak Ratih, karena kita tidak tau, kemana serangan Surti diarahkan."

"Siap Ustadz !!," ujar para santri setentak.

Kemudian Ustadz Burhan membekali mereka dengan doa keselamatan, agar mereka terlindung dari serangan Surti. Santri santri itu, mulai bergerak menuju perkampungan. Sedang Ustadz Burhan, Ustadz Arif, Bima, Noval dan beberapa santri bergerak mendekati Villa.

----------------

"Kurang ajaarrrr !!!!,"" ternyata tinggi juga nyali mereka . Baiklah, sekarang aku gak usah repot repot lagi untuk mencabut nyawa mereka, mereka sudah datang sendiri mengantarkan nyawa...hihihihi....hihihihi."

"Ayo..masuklah cah bagus !!!, akan kuhirup kejantananmu, akan kuserap kekuatan tubuhmu, dan akan kunikmati setiap denyutan yang merasuki tulang tulangku...hmm. Dan pelan pelan tubuhku akan kembali muda dan abadi...hihihihi....hihihihihi." gumam surti sambil terkekeh2

-----------

Suara tertawa Surti, terdengar jelas. Ustadz burhan, meletakan jari telunjuknya diatas bibirnya, sebagai isyarat, agar semua waspada dan hati hati. Lalu, mereka mulai bergerak memasuki halama Villa. Ustadz Arif melirik arlojinya.

"Tadz, waktu kita tinggal setengah jam lagi, kalau tidak, sia sialah semua usaha kita."

Ustadz Burhan mengangguk angguk, sambil terus berjalan. Tiba disebuah pintu, Ustadz Burhan mencoba membuka. Tiba tiba...sreeetttt pintunya memancarkan cahaya dan melontarkan tubuh Ustadz Burhan.
Ustadz Arif tergopoh gopoh menghampiri Ustadz Burhan dan menolongnya bangkit. Wajah Ustadz Burhan terlihat pucat.

"Ustadz...gak apa apa?."
"Alhamdulillah, tidak apa apa , saya hanya kaget saja. Saya tidak menyangka, ternyata pintu itu juga dilapisi kekuatan ghaib."

Ustadz Burhan berusaha berdiri dg dibantu Ustadz Arif, kemudian terdengar ia memanggil Noval.

"Noval...coba kamu atasi pintu itu !!, buka dengan kekuatan yang kamu miliki."

"Baik ustadz."

Kemudian Noval melakukan gerakan, ta ngannya diarahkan kedaun pintu dan sejurus kemudian, ia menghentakan tangannya. Sejurus kemudian, ia menarik nafas lega.

"Sudah Ustadz, sekarang kita bisa masuk ."
"Terimakasih, kamu memang santri yang bisa kuandalkan."
"Alhamdulillah, semua atas petunjuk ustadz."

Ustadz Burhan tersenyum sambil menepuk nepuk bahu Noval.

"Terus berlatih dan asah kekuatan yang ada ditubuhmu, insyaAllah kekuatanmu bisa bermanfaat untuk orang banyak."

"InsyaAllah," ujar Noval sambil menundukan wajahnya.

Noval, adalah santri di pesantren Ustadz Burhan, dia sudah seperti anak kandung Ustadz, karena sejak 5 tahun, ustadzlah yg mengasuh dan membesarkannya, semenjak keluarga hilang entah kemana. Keluarga Noval, lima tahun yg lalu ijin hendak berlibur, sedangkan Noval tidak ikut karena sakit. Dan sejak itu, keberadaan mereka tidak terdengar lagi. Polisi juga sudah mencari, tapi semua tidak membuahkan hasil.
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
profile-picture
redbaron dan ariefdias memberi reputasi
2
09-05-2019 22:41
lanjutttt gan...muaannntttuuuullll
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1
15-05-2019 09:30
Part - 31
Surti memandang kearah bola kristal yang ada disamping meja altar. Tatapan matanya penuh amarah, dikernyitkan dahinya yang mulai berkerut, perlahan ia bergumam.

"Ayo...buka pintu itu sayang, masuklah !!, hihihi...hihihihi...hihihihi."

Kemudian tubuhnya yang sintal berjalan mengambil bokor berisi menyan dan mulai membakarnya. Asap dupa mulai memenuhi ruangan Villa, baunya tercium hingga ke luar Villa.

"Ustadz...kelihatannya Surti sudah menunggu kita."
"Benar Ustadz Arif, kita harus waspada."

Ustadz Burhan berjalan perlahan memasuki Villa. Belum lagi beberapa langkah, tiba2 kakinya seperti tak dapat digerakkan.

"Astagfirullah !!, apa ini ??

Terlihat seekor ular besar membelit di kakinya dan berusaha untuk mematuknya. Ustadz Burhan memejamkan matanya, sambil berdoa. Ustadz Arif dan santri yang lain, dengan tegang menunggu reaksi Ustadz Burhan. Perlahan Ustadz Burhan membuka matanya, dan menghentakan kedua tangannya.

"Allahu Akbar."

Tiba tiba ular itu menghilang. Surti yang tengah memperhatikan lewat bola kristal, tersenyum genit.

"Burhan...ternyata kamu begitu tampan, datanglah padaku, hiduplah bersamaku sayang."

Kemudian, pandangannya diarahkan ke jasad kakek tua jahanam.

"Kau gak usah cemburu kakek tua, dia hanya selingan, penghangat tidurku. Hihihi...hihihi...hihihi."

Ustadz Arif, memberi isyarat kepada Ustadz Burhan. Ia menunjuk kesebuah kamar yg tertutup rapat, dilantai atas.

"Ustadz, sepertinya Surti ada disana."

Ustadz Burhan mengangguk dan melangkah menaiki anak tangga. Tiba2 ia seperti tidak asing dengan tempat ini, dan ada rasa rindu yang begitu kuat pada seseorang, ya..ia merasakan rindu yang teramat sangat dengan Surti, kemudian ia tersenyum sambil merapikan bajunya.

"Ustadz, ada apa??."

Ustadz Arif berbisik sambil memandang heran pada Ustadz Burhan.

"Rif, aku sudah lama gak kesini. Aku kangen sama Surti. Aku ingin cepet cepet ketemu dia."
"Astagfirullah !!, Ustadz istighfar !!."

Ustadz Arif berlari kearah Ustadz Burhan dan berusaha untuk menyadarkannya. Diluar dugaan, Ustadz Burhan menyerang Ustadz Arif. Pertarunganpun tak terhindarkan. Noval, Bima dan beberapa santri tak bisa menghentikan pertarungan itu . Ustadz Burhan mengarahkan jurus jurus maut, yang membuat Ustadz Arif harus menghindar.

"Ya Allah, bantu aku menyadarkan sahabatku, yang tengah dibawah pengaruh sihir, kirimkan pertolonganmu ta Allah."

Ustadz Burhan terus menyerang dengan garang, hingga satu serangannya melukai lengan Ustadz Arif.

"Aduh..!!!," darah mengucur deras.

Bima dan Noval yg menyaksikan hal ini terkejut. Refleks mereka melompat dan mulai menyerang Ustadz Burhan. Ustadz Arif meringis kesakitan. Beberapa santri membebatkan sorban ke lengannya. Ustadz Arif mengambil air minum yg tergantung dipinggangnya. Pertarungan dua lawan satu masih berlangsung. Tiba tiba Bima tersungkur, dan hidungnya mengeluarkan darah. Ustadz Arif melangkah mencari sela mendekati Ustadz Burhan. Dengan sisa tenaga yg ada, dia melompat dan memercikan air yang sudah dibacakan doa kearah Ustadz Burhan.

"Bismillahirahmanirahim..," lalu ia membaca Ayat Kursi.

Ustadz Burhan yg awalnya garang, menjadi lemah lunglai dan terjatuh. Dengan bingung, ia menatap Ustadz Arif."

"Ada apa ini Ustadz ??, kenapa dengan tangan Ustadz ??."

Ustadz Arif tersenyum.

"Surti tadi sudah mempengaruhi pikiran Ustadz. Dia melemparkan sihir ke Ustadz."
"Astagfirullah !!, benarkah itu ??, dan aku juga yang telah melukai Ustadz dan Bima ??."

Ustadz Arif mengangguk sambil tersenyum. Tak ada sedikitpun rasa marah diwajahnya, karena ia tau, Ustadz Burhan tidak sadar saat melakukannya.
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
redbaron memberi reputasi
1
16-05-2019 09:23
Part - 32
Ummi Asiah tersenyum melihat tingkah Ratih, yang sedari tadi tak henti memandang jendela. Dihampiri gadis itu, lalu perlahan diusap punggungnya.

"Nak Ratih pasti lagi kepikiran Bima ya ?. Ummi ngerti, perasaan nak Ratih, karena Ummi juga sedang kepikiran Ustadz dan para santri. Berdoa saja nak, mudah mudahan Allah menjaga dan melindungi mereka. Aamiin."

"Aamiin...iya Ummi, Ratih takut sekali, karena bi Surti itu orangnya sangat jahat dan kejam."
"Yasudah, kalau begitu sekarang kita ambil wudhu, dan mengaji, biar hati kita tenang."

Ratih mengangguk, dan berjalan menuju kamar mandi. Ummi Asiah pun melangkah dibelakang Ratih.

"Ratih dulu ya mi?."
"Iya nak."

Ratih masuk kedalam kamar mandi, tiba2 terdengar jeritannya.

"Ummiiii..!!! Tolonggg....!!!

Ummi Asiah mencoba menerobos masuk tapi pintu terkunci.

"Nak Ratih..!!, buka nak...!!!, nak Ratiih...bukaa!!!
"Tolooonggg...!!!." Ummi Asiah berteriak meminta bantuan. Santri yg ada diluar berdatangan.

"Ada apa Ummi ??."
"Nak Ratih dalam bahaya."

Beberapa santri mencoba untuk membuka, tetapi terkunci, hingga akhirnya , mereka mendobrak pintunya
Ketika pintu terbuka, disudut kamar mandi terlihat Ratih tergeletak tak bergerak.

"Ya Allah, nak Ratih, kamu kenapa ??."
"Mas, tolong nak Ratih dibawa ke kamar Ummi saja. Dan panggil Ustadz Jafar , segera ya."
"Baik Ummi."

Ummi Asiah menghampiri tubuh Ratih, yang terbaring lemas, tubuhnya dingin, dan nafasnyaa sudah satu satu.

"Bertahalah nak !, Ummi yakin, nak Ratih bisa melalui semua masalah ini."

Tubuh Ratih semakin dingin dan pucat. Ustadz jafar sedikit berlari ka arah Ummi Asiah.

"Assalamualaikum Ummi. Apa yang sebenarnya terjadi Ummi?."
"Saya tidak tau Ustadz, tadi dia mau wudhu di kamar mandi, tiba2 dia menjerit, dan seperti ini."

Ustadz Jafar memegang tangan Ratih.

"Astagfirullah !!."
"Ada apa Ustadz ??, kenapa dengan Ratih ??."
"Kita harus cepat Ummi , gadis ini dalam bahaya."

Kemudian Ustadz Jafar menggoreskan jari telunjuknya ditangan Ratih, terlihat darah hitam pekat keluar.

"Adtagfirullah...!!." Ummi Asiah menjerit sambil menutup mulutnya.

Ustadz Jafar, terus melakukan pengobatan. Hingga akhirnya terdengar batuk Ratih.

Ughk...ughk...

"Ada apa Ustadz ?, apa yang terjadi ?."
"Nak Ratih, ingat apa yang terjadi."

Ratih mengingat ingat, dan sejurus kemudian terlihat raut wajahnya yg ketakutan.

"Tadi, seekor ular besar menyerang saya Ustadz, ular itu besar sekali, gak tau dari mana asalnya."

Ustadz Jafar tersenyum. Dengan bijak, ia berkata :

"Ada seseorang yang menginginkan kematian nak Ratih, tapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah, nyawa nak Ratih, bisa diselamatkan."

Ratih dan Ummi Asiah sama sama terbengong, mereka tidak menyangka, serangan masih datang, disaat Ustadz Burhan dan kawan kawan, sedang berusaha untuk menghentikan bi Surti.

"Sekarang, bagaimana dengan nak Ratih ustadz ?."
"Alhamdulillah, semua sudah berlalu Ummi, karena kita cepat menolong. Kalau telat sedikit saja, saya gak tau Ummi, bagaimana nasib nak Ratih."

Ummi Asiah mengangguk angguk, sambil memeluk tubuh Ratih.

---------

Balik ke Villa Putih.

Ustadz Burhan, Arif, Bima, Noval dan santri, sedang berembuk, ketika tiba2 mereka dikejutkan oleh suara tertawa yang begitu kuat.

Huahahaha.....huahahaha....huahahaha

"Selamat datang, pangeran ku yang tampan, selamat datang di istanaku."

Semua menatap ke arah datangnya suara. Tampak Surti menyeringai sambil menggosok gosok keris gagak hitam
profile-picture
profile-picture
redbaron dan ariefdias memberi reputasi
2
17-05-2019 22:19
mantulll..lanjut bro
0
Post ini telah dihapus oleh radheka
18-05-2019 14:46
Quote:Original Posted By rudaltof
Patroli malam dulu siapa tahu ada update emoticon-Hansip

Para Kaskuser harus sering-sering disundul biar semangat updateemoticon-Hansip

Sekaligus agar kalian nggak bosen bikin kloningan doang cuma buat nyundul emoticon-Hansip

Akun ini di dedikasikan untuk menjunjung tinggi arti dari sportifitas emoticon-Hansip


#Sportif
#Saynotokloningan
#Anticarper


Emang ada ya yg suka kloning, gile jahat banget. Awas aje kalo ada yang kloning tulisan gue
0
18-05-2019 14:53
Quote:Original Posted By rudaltof
Patroli malam dulu siapa tahu ada update emoticon-Hansip

Para Kaskuser harus sering-sering disundul biar semangat updateemoticon-Hansip

Sekaligus agar kalian nggak bosen bikin kloningan doang cuma buat nyundul emoticon-Hansip

Akun ini di dedikasikan untuk menjunjung tinggi arti dari sportifitas emoticon-Hansip


#Sportif
#Saynotokloningan
#Anticarper


Ramadhan banyakin tadarus ama qiyamul lail gan, blom sempet update , tolong ya jgn kloning tulisan gue, kalo mau nulis, keluarin dari pikiran sendiri, jangan nyadur atau plagiat #saynotoplagiat #saynotonyadur #saynotokloning
0
Post ini telah dihapus oleh radheka
18-05-2019 17:01
Quote:Original Posted By rudaltof
Tenang gan, situasi aman terkendali. emoticon-Hansip


Okelah klo gitu
0
Halaman 5 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
pacarku-hidup-kembali
Stories from the Heart
terperangkap-di-dimensi-lain
Stories from the Heart
kala-di-rawat-inap-true-story
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.