alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd230b7dbf7640b3624e724/akulah-si-kafir-itu-dik
Lapor Hansip
08-05-2019 08:28
Akulah Si Kafir Itu, Dik
Akulah Si Kafir Itu, Dik



Quote:
"Ramadhan!?"

"Hijrah!?"

"Untuk apa sih semuanya itu? Apalagi menahan lapar, padahal hari ini dilimpahkan banyak rezeki uang dan makanan, untuk apa berpuasa. Bukankah sudah cukup waktu kecil saja, menjadi manusia kelaparan, saat dewasa sudah berpenghasilan, pokoknya aku harus hijrah dari rutinitas agama, yang membuat aturan hidup menjadi penuh tekanan.

"Kamu saja aku mantanin, Tie. Apalagi agama ini, kubuat lenyap."

[Astutie pacarku sudah menjadi mantan karena selingkuh, kini giliran Ramadhan, kubuat mantan juga dan sukses besar. Sudah tujuh tahun ramadan bukanlah bulan yang kuharapkan. Dalam setahun aku hanya menanti Mei day dengan perayaan kembang api dan tuak sepanjang hari.]



Namaku Shobari Baitul Maqdis. Menurut orang-orang nama itu berarti bait-bait suci yang lahir dari kesabaran. Tetapi sesungguhnya aku sangat membenci susunan kalimat itu. Bagaimana tidak!? Sejak bayi, sudah masuk panti asuhan. Lalu kenapa bisa nama ini dibuatnya begitu indah? Tentang masalah siapa orang tua, ibu panti hanya berkata, "Kamilah keluargamu." Dari hasil pemikiran dangkal ini tersebutlah bahwa si cacat, tidak diinginkan sejak lahir karena hanyalah sebuah beban. Akhirnya setelah dewasa berganti nama menjadi ATTA MATODAR.

Sejak mengganti nama keberuntungan terus saja menghampiri kehidupan. Rupanya nama pemberian orang tua terlalu berat untuk kuteruskan. Sehingga kesialan gemar menggelilingi.

Shit, tinggal disebuah panti, sungguh memuakan sekali. Sejak hari pertama hingga saat ini, anak-anak serupa diriku tak terlalu diperhatikan. Terkadang kami kehabisan pakaian layak dan akhirnya menambal banyak lubang-lubang disekitarnya, padahal anak-anak sempurna tidak pernah kehabisan pakaian, bahkan makin bertambah banyak, ini ketidakadilan yang sangat membuat dada semakin panas. Soal fasilitas, kami hanya bisa menonton televisi dengan hanya satu channel saja, Indosiar. Selebihnya mengikuti kesibukan yang padat dan membuat letih seluruh jiwa raga ini.

Bayangkan saja kita harus menolong panti ini untuk berpenghasilan. Padahal kami hanya anak-anak yang butuh bermain dan senang-senang.

Quote:"Shob, ayo kita sahur."

Melihat jam, kemudian berkata, "masih mengantuk, bunda."

[Seorang wanita berhijab dengan lesung pipit satu sebelah kanan mengguyur segayung air ke wajahku]

"Haiii! Berani sekali kau ini. Sudah bosan hidup rupanya."

[Sambil menatap wajahnya yang manis dan bibir tipis yang membuat hasrat inginku berkata "mencoba"]

"Bangunlah, Mas! Ini waktunya sahur."

"Aku tidak berpuasa dan tidak beriman sejak mataku mampu melihat sang Surya. Pergilah!"

Sepintas melihat bunda panti menangis.

"Aku tidak ikut campur, Mas! Tetapi apakah kau lupa asalmu dari mana, tujuan hidup serta berapa banyak anugerah yang telah Allah berikan sedari kau melihat dunia?"

"Dari benih yang entah, kemudian menjadi anak manusia, bernapas dan terbuang. Jangan kau berceramah! Daerah telinga ini sudah mati oleh sebuah kata Allah dan ajarannya."

"Astaghfirullah Al azim! Semoga kau kembali selekas mungkin."

[Gadis itu hendak meninggalkan kamarku]

"Baiklah, tunggulah sebentar!" Sambil menggenggam tangan gadis yang baru masuk panti, entah dari kapan. Aku tidak pernah memperdulikan masalah panti ini.



Sebenarnya aku tidak menyukai keadaan ini. Tetapi karena dada sudah berdetak, ketika melihat ada satu bidadari cantik masuk kamar, membuat mata bersinar dan ingin berhayal dalam pelukan gadis yang kuperkirakan berusia sembilan belas tahun itu.

Ya karena keterbatasan kaki yang hanya satu setengah, membuat aku lebih tenggelam dengan banyak lukisan-lukisan yang menempel di dinding kamar. Sehingga melupakan kebutuhan biologis.

Saat hayalan tingkat tinggiku mengudara melewati batas kesadaran, gadis itu mendekat dan berkata, "baca doa niat berpuasa, Mas!"

Quote:"Duhai rezeki yang telah menjadi milikku atas peruntungan dunia. Jadikanlah hari esok keberuntungan yang paling sempurna. Agar orang-orang serupa yang ada dalam panti bisa menikmati makanan terenak."

"Aamiin."


Gadis itu begitu lincahnya bergerak kesana-kemari membimbing anak-anak dengan lihaynya. Bahkan bisa membuat si kecil Amstrong yang buta begitu semangat menjalani puasa kali ini.

Aneh sekali, seolah-olah gadis itu dikirim untuk membuat keadaan panti kembali bersemangat.

Quote:

"Hidup adalah perjalanan waktu, kita tinggal mencari satu pintu yang paling tepat kemudian menikmati keindahan di dalamnya."

"Tetapi, kak Ubus. Masih adakkah satu kenikmatan untuk orang cacat serupa kami?"

"Ada! Allah telah menciptakan manusia tidak sama dan pastinya mempunyai tujuan. Tetapi jika kita selalu mencari makna kata Kenapa, maka sampai usia kita habis yang ada hanyalah sebuah pertanyaan tanpa jawaban. Intinya adalah mengingat apa artinya kita hidup."

"Untuk apa, Kak?"

"Untuk sebuah perbaikan diri. Jika hanya untuk makan, ibadah dan lain sebagainya itu sudah hak dan kewajiban. Kalian paham sekarang?"

"Ya, kak."

[Seluruh anak-anak panti semakin bersemangat sedari gadis itu kulihat bersosialisasi.]



Gadis itu membawa seperangkat seni dan kehidupan di panti ini. Kemudian ibu panti bercerita, bahwa gadis itu baru saja kehilangan anggota keluarganya. Dia datang sebagai yatim piatu yang hanya ingin berbagi segala ilmu. Dan memang sejak dia datang, anak-anak menjadi bersemangat bahkan serupa menemukan sebuah cahaya yang tadinya begitu gelap.

Gudang menjadi taman kreasi anak-anak. Mereka begitu tekun mengikuti pelajaran dan pelatihan. Bahkan anak-anak mulai berbicara dalam bahasa asing. Gadis itu menjadi media super power dan mendompleng semangat anak-anak.

Quote:"Mas! Jangan hanya melukis kabut buram tanpa hal yang inspiratif. Buatlah percobaan warna dan menguas banyak hijau sebagai paru-paru kanvas. Sebenarnya tanganmu adalah kekuatan seni."

"Jangan ajari aku!"

"Baiklah, Kafir! Salam."



Kalimat penutupnya membuat amarah dalam dada ini. Kusalurkan kepada kanvas dari mulai bibir tipisnya yang membuat dada ini berdetak kencang hingga letupan amarah akibat tidak dinginkan.

Quote:"Nah! Itu sudah lebih baik lukisannya, duhai kafir."

"Kau suka mengkafirkan orang-orang serupa aku ya? Bibir tipis dan lesung pipi tembem."

"Kenapa? Ada kesan amarah dalam dadamu itu, Mas?"

"Aku bukan kafir. Hanya tidak percaya Allah itu saja! Allah itu hanya basa-basi dan wujud penipuan tingkat tinggi."

"Apa bedanya, kafir? Mas paham arti dari kafir?"

"Ya, pendosa. Aku tidak pernah membunuh. Apakah aku disebut kafir?"

"Kafir artinya tidak percaya akan adanya Allah, Mas. Pelajari bait-bait Allah. Kenalilah dengan baik sebelum mengatakan keburukannya."

"Kau begitu bangga beragama Islam, apa kau tau segalanya tentang Islam?"

"Aku hanya sedikit mengetahui. Karena sesungguhnya tidak ada satupun makhluk Allah yang mampu menguasai semua ilmu-ilmu Allah. Tetapi setidaknya tidak berprasangka buruk."

"Kau berkata dengan keindahan lidahmu karena tidak merasakan apa penderitaan yang kualami."

"Semua manusia itu diberikan penderitaan dengan kadar yang berbeda-beda. Dan pastinya Allah mempunyai tujuan, Mas. Setidaknya pelajari kembali perjalanan hidupmu dengan pikiran yang terbuka. Pandang dari sisi kelahiran kebaikan. Jangan selalu rumit oleh pertanyaan yang memecahkan insting kebaikan hingga masuk ke dalam hanya satu titik kegelapan."

Gadis itu pergi begitu saja setelah berceramah.

[Dasar l*NT*, biawak bunting, wedus gila, sapi ompong kurapan. Gadis ini bibirnya membuat aku terpesona dan ingin melahapnya selekas mungkin, hingga dia tenggelam bersama julukan kafir, yang baru saja di demonstran kan tadi]


Tetapi pada akhirnya kubaca ayat-ayat Allah. Mempelajari dari awal dengan niat hendak memuntahkan keburukan isinya dan membuat bibirnya berhenti bergerak-gerak kembali. Tetapi sedari tadi membaca, belum juga menemukan satupun bahan cela, hingga buku itu kulumat habis dalam waktu yang tidak singkat. Memahami tiap ayat-ayatnya membuat aku semakin tenggelam dan ingin membacanya lagi dan lagi.

Sedangkan bahan untuk di perdebatkan tak jua kutemukan, hingga akhirnya dia selalu datang dan datang lagi, tetapi kali ini wajahnya nampak pucat, lalu dia berkata, "sudah waktunya Zuhur, Mas! Ayo ke surau!"

Aku hanya mengangguk sambil minum kopi yang baru saja kubuat sendiri. Dia tak banyak komentar. Padahal keadaanku sudah siap berdebat dengan dirinya kembali. Apalagi waktu buka puasa masih jauh. Biasanya dia akan berceramah kembali, panjang kali lebar dan membuat mulutku kehabisan kata-kata.

Aneh! Ketika sesayup-sayup mendengarkan gadis itu mengaji. Suaranya begitu indah membuat dinding-dinding hatiku bergetar hebat. Ada apa ini!?

Sejak hari itu aku tidak lagi melihatnya. Dia seolah-olah di telan bumi. Hingga pada suatu hari seluruh penghuni panti sibuk membacakan doa untuk kesembuhan gadis itu.

Dalam hati kecil bertanya, ada apa dengan gadis penyihir semangat ini. Mencoba bertanya tetapi tidak jadi. Tidak ada urusannya denganku tetapi mengapa tubuh ini begitu tertarik dengan keadaannya. Dan pada akhirnya ada di depan surau dan mendengarkan segala dedoa yang di lantunkan ibu panti dan anak-anak.

Quote:
"Ya Allah, sembuhkanlah dia dari penyakitnya. Sesungguhnya Engkaulah zat yang Maha Ampuh."

"Hai kafir sudah hijrah!"

[Suara ini seperti aku kenal, melongok ke sekeliling tetapi tidak menemukan sosok gadis berlesung pipi tembem dengan bibirnya yang sangat tipis]



Apa ini!? Apakah artinya aku menemukan bentuk Allah. Sejak kapan? Dan bagaimana bisa!? Ini tidak mungkin!

"HAI LANGIT! KENAPA BISA AKU MENEMUKAN KALIMAT ALLAH DAN KEAJAIBAN?"

Tetesan air hujan membasahi tanah panti. Di antara hujan lebat itu aku benar-benar menemukan cahaya yang begitu hangat menyentuh pori-pori dan meresap masuk hingga tubuh merasakan kekuatan sempurna menggenapi seluruh sel-sel dalam darah. Shit! Aku ada di sini! Meminta keajaiban untuk gadis yang bahkan tidak kukenal adanya. Ada apa dengan diriku!?

"Ya Allah! Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut di sembah kecuali Allah. Dan nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Tamat

Thanks to visit my trid.



GIF

Sumber; kisah Bang Yois
Diubah oleh delia.adel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
opabani dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 12
08-05-2019 09:12
Quote:Original Posted By Ikrom.lestari
Ini sudah selesai apa mau dilanjutin


Insyaallah lanjut emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
Ikrom.lestari memberi reputasi
1
Lihat 1 balasan
08-05-2019 09:14
Quote:Original Posted By delia.adel
Ah bunda ini ...oh ya ampun. ..


Kasihi mereka seperti engkau mengasihi dirimu dan bimbing adik-adik kecil itu seperti engkau telah membimbing dirimu selama ini.
Jadilah surga bagi mereka, bunda Adel😌
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 09:24
Quote:Original Posted By evywahyuni
Kasihi mereka seperti engkau mengasihi dirimu dan bimbing adik-adik kecil itu seperti engkau telah membimbing dirimu selama ini.
Jadilah surga bagi mereka, bunda Adel😌


Ya' ampun aku meleleh bundaaaaa
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
1
08-05-2019 09:25
Quote:Original Posted By delia.adel


Insyaallah lanjut emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Bagus del cerpennya emoticon-Belo ane mau buat tapi gimana ya masih susah merangkai kata emoticon-Frown
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 09:54
Quote:Original Posted By delia.adel
Ya' ampun aku meleleh bundaaaaa


Maafkan, Del. Jangan sampai mewek ya, setiap ujian hanyalah jalan memperteguh keimanan, setiap kesakitan dan kepiluan di mata mereka adalah tanda bahwa kita harus banyak-banyak bersyukur.
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:00
Quote:Original Posted By ebipo
Bagus del cerpennya emoticon-Belo ane mau buat tapi gimana ya masih susah merangkai kata emoticon-Frown


Ya ampun om ambil dan kumpulkan saja semua kata dan jadikan satu om...mudah kan
0
08-05-2019 10:01
Quote:Original Posted By evywahyuni
Maafkan, Del. Jangan sampai mewek ya, setiap ujian hanyalah jalan memperteguh keimanan, setiap kesakitan dan kepiluan di mata mereka adalah tanda bahwa kita harus banyak-banyak bersyukur.


Ya bunda yang baik ....kau ini benar-benar bunda terbaik emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Tepar:

Terima kasih ya
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
1
08-05-2019 10:02
Warbiastaaaaahh..
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:02
Quote:Original Posted By delia.adel
Ya bunda yang baik ....kau ini benar-benar bunda terbaik emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Tepar:

Terima kasih ya


Ma sama, juga Bunda Adelemoticon-terimakasih
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:03
Quote:Original Posted By brina313
Warbiastaaaaahh..


Brina gtu loh
0
08-05-2019 10:04
Quote:Original Posted By evywahyuni
Ma sama, juga Bunda Adelemoticon-terimakasih


Bunda ni apa sih!? Aku masih ingusan
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
1
08-05-2019 10:05
Quote:Original Posted By delia.adel
Bunda ni apa sih!? Aku masih ingusan


Aah masa sihemoticon-Leh Uga
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:09
Quote:Original Posted By delia.adel
Yang benar nih emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Bener lah. Aku malah belum bikin
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:15
Quote:Original Posted By evywahyuni
Aah masa sihemoticon-Leh Uga


Aku baru kepala satu bundaaaaa
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
1
08-05-2019 10:16
Quote:Original Posted By YenieSue0101
Bener lah. Aku malah belum bikin


Sekali nya buat lebih keren banget dah emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
YenieSue0101 memberi reputasi
1
08-05-2019 10:26
Quote:Original Posted By delia.adel
Aku baru kepala satu bundaaaaa


Ooh ya udah kalo gitu, bunda kecil aja dehemoticon-Big Grin
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:26
Quote:Original Posted By evywahyuni
Ooh ya udah kalo gitu, bunda kecil aja dehemoticon-Big Grin


Ya ampun bunda ini apaan sih emoticon-Tepar
0
08-05-2019 10:39
Quote:Original Posted By delia.adel
Sekali nya buat lebih keren banget dah emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Kagak bisa nulis cerpen ane mah. Amburadul
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:46
Wah, keren banget nih. Tulisannya rapiemoticon-Pelukemoticon-Peluk
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
08-05-2019 10:59
tandain dulu
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1
Halaman 2 dari 12
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
aku-harus-jahat
Stories from the Heart
perjalanan-panjang
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.