Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3053
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me
a Road to be Me Manado, di pertengahan tahun 2004, "Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado. bokap gw bekerja di BUMN ya
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09

a Road to be Me

Past Hot Thread
a Road to be Me


a Road to be Me





Manado, di pertengahan tahun 2004,


Quote:
"Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon


Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado.

bokap gw bekerja di BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, sejak masih TK gw sudah terbiasa hidup berpindah-pindah, entah itu ikut orang tua gw atau di asingkan sendiri di rumah kakek dan nenek gw di manado, lembar keterangan pindah di raport gw waktu SD dan SMP penuh terisi dengan cap stempel sekolah yang berbeda-beda. hal ini juga yang membuat gw kurang begitu dekat dengan keluarga gw, sejak kecil gw sudah merasa sebatangkara.

Quote:
"Tembak gak ya" kata gw bertanya kepada batinku

"tembak aja, minggu depan lu udah pindah loh" kata batin gw

"tapi kalo di tolak gimana?" gw membatin

"selow aja, toh minggu depan lu udah pindah" kata batin gw

"iya ya," gw berguman sambil bangkit dari tempat tidur


namanya Livia, cewek agak tomboy tapi begitu cantik yang sudah gw taksir sejak gw masih sd kelas 3, dari SD? iya, gw pernah 1 SD dengan dia waktu kelas 3, lalu kami kembali 1 sekolah waktu gw pindah ke manado lagi saat gw kelas 3 SMP,
cinta monyet? Begitulah...

skip ke 1 hari sebelum gw berangkat >>

Quote:
"Livia mau gak jadi pacar ku?" tanyaku ke livia lewat telepon

"hah, lu serius yan?" tanya livia

"iyalah masak maen-maen, jawab dong deg-degkan nih"

"ehhh... maaf ya yan aku gak bisa,,,,,,"

"eh halo-halo sorry liv pulsa ku habis" gw matikan telepon dengan cepat setelah mendengar kata "aku gak bisa" tuuut tuuuuttt tuuuuttttt


hati gw hampa, pertama kalinya gw nembak cewek dan langsung ditolak! gw lemparkan hp nokia 3315 gw ke lantai kamar gw yang tertutupi karpet tanpa takut rusak,

tit tit tidi tit tit

gw lihat hp gw yang tadi terkapar di lantai bergetar pertanda ada sms masuk, hp pun gw ambil

Quote:
"Maksud ju, maaf gak bisa nolak permintaan mu yan, aku mau jadi pacar kamu" livia


YEEEEEEESSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

gw teriak kegirangan lebih keras daripada pertama kali gw dikasih hp sama nyokap
gw langsung kembali menelpon livia

Quote:
"loh yan, katanya pulsa mu habis" tanya livia heran

"eh gak kok, tadi ada telepon masuk aku kira bunyi pulsa habis" jawabku mencari alasan

"Ahh bilang aja kamu mikirnya tadi aku nolak hahahaha"

"Ehh enggak kokkkk" jawab gw mempertahankan harga diri gw tapi risak dengan pipi gw yang merona otomatis begitu juga kembang senyum di pipi gw


kamipun melanjutkan obrolan dari hati ke hati kami, tapi gw belum ngasih tau Livia kalau gw besok akan berangkat pindah ke kota J******* karena terlalu senang.

Dan keesokan harinya tepat sebelum ke bandara gw nelpon livia untuk ngasih tau semuanya,

Quote:
"APA? kenapa baru kasih tau ryan? Apa maksud mu?" tanya livia

"maaf liv, takut kamu tolk" kataku terbata

"ah gak tau deh" kata livia marah dan langsung menutup telepon"

"tuuut tuuuut tuuuutttt"


mampus dah, kata gw dalam hati,
di perjalanan ke bandara gw murung memikirkan livia dan sekali-kali mengutuk kenapa gw harus pindah.

Tiba-tiba hp yw bergetar, ada sms yang masuk kedalam inbox,

Quote:
"have a nice flight ya yan, take care disana, i'll be missing you" livia

"thx liv, maaf ya" gw


Tidak ada balasan lagi dari livia dan begitulah ketidakjelasan hubungan pacaran gw yang pertama, entah itu bisa dibilang putus atau gak, karena 1 hari setelah gw berangkat gw mendengar info kalau livia jadian dengan reno, tetangga gw, WTF, harus banget gitu tetangga gw? -_-


*


Oh iya, sampai lupa, kalian bisa panggil gw ryan. Dan ini adalah cerita kehidupan gw.
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
benjahred dan 61 lainnya memberi reputasi
60
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 65 dari 142
a Road to be Me
03-05-2019 20:26
Quote:Original Posted By gugun299
aiihh ko samaan mulu gue sama si memet emoticon-Mad


Emang gitu adanya Gun. Lo kok belum update lagi Gun? Masih nunggu pencerahan ya? emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
shegate7 dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
a Road to be Me
03-05-2019 20:28
Quote:Original Posted By Alea2212
Emang gitu adanya Gun. Lo kok belum update lagi Gun? Masih nunggu pencerahan ya? emoticon-Malu

besok apdet lagi.. ini lagi diluar soalnya.. jadi gabisa buka note hehehe disebelah kan ada "dia" bisa berabe kalo dia tau gue bikin ginian.. emoticon-Embarrassment
0 0
0
a Road to be Me
03-05-2019 20:33
Quote:Original Posted By gugun299
besok apdet lagi.. ini lagi diluar soalnya.. jadi gabisa buka note hehehe disebelah kan ada "dia" bisa berabe kalo dia tau gue bikin ginian.. emoticon-Embarrassment


Aduh, jadi penasaran sama si Dia. Hehehehe emoticon-Malu
profile-picture
gugun299 memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
03-05-2019 20:36
Quote:Original Posted By Alea2212
Aduh, jadi penasaran sama si Dia. Hehehehe emoticon-Malu


hehehe pantengin aja deh emoticon-Malu (S)
0 0
0
a Road to be Me
04-05-2019 17:14
Quote:Original Posted By ariid
Masa berlabuu ke mangtan emoticon-Leh Uga


Ya kan siapa tau khilaf gan

Quote:Original Posted By gugun299
jangan jangan gue adalah selingkuhan nya felli lo emoticon-Mewek


Hmmm kejadiannya 12 tahun lalu sih, udah SMA gak waktu itu gan? Hahaha 😂

Quote:Original Posted By Enyongibad
Kok bisa patah hati,jangan2 putus sama keyla


Ada dehhh 😂

Quote:Original Posted By DanyMartadinata
baru ngikuti ini thread, lanjut yan emoticon-Big Grin


Selamat membaca gan 😂

Quote:Original Posted By ariid
gembokin dulu lanjut sebela emoticon-Leh Ugaemoticon-Cool


Siap gan
profile-picture
moek...moek memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
04-05-2019 19:38
Bab 2 - 26


"woi melamun bae lu" tegur steven melihat gw yang melamun memandangi langit sore dari lantai 3 kost, ditemani alunan petikan gitar akustik heri yang membawakan "Romance de Amor"

"heh?" dengan lemah dan tak bersemangat gw menjawab

"yah kumat lagi loadingnya ini anak" kata steven

"apa jangan-jangan otaknya geser ya?" kata sandi

"kampret sembarangan kalo ngomong" gw melempar bungkus rokok kosong ke sandi

"lu juga aneh sih yan, ditanyain gak mau ngomong, biar kita kasih pelajaran itu orang" kata steven sambil menyesap sebatang rokok marlboronya

"udah lupain aja" jawab gw seperti biasa lalu kembali melamun meninggalkan mereka yang sedang bermain kartu
[/QUOTE]

Gw menatap langit sore yang mulai memerah seiring semakin petangnya hari ini, keputusan gw kemaren mungkin terdengar sangat bijak, tapi konsekuensinya ternyata jauh lebih berat dari yang gw bayangkan, sudah beberapa hari ini gw seperti gak bersemangat, terlebih gw mencoba seperti biasa saja di kampus terlebih saat satu kelas dengan keyla, gak ada lagi canda tawa yang membuat kuliah sore yang membosankan jadi berwarna, biasanya kami duduk berdampingan kini kami bahkan seperti mencoba saling gak kenal demi menyangkal sakit di hati ini, gw belum melihat kevin dan budi beberapa hari ini di kampus, entah apa kabar mereka, setidaknya gw yakin mereka masih lebih baik daripada gw yang terluda secara fisik dan perasaan.

Quote:
"yah dia ngelamun lagi, mau main gak?" ujar steven yang sedari tadi memanggil-manggil gw untuk menggantikan slot sandi yang baru saja kalah.

"bagi satu dong" gw menunjuk ke arah bungkus rokok milik steven yang tergeletak diatas meja berharap diambilkan saking malesnya gw bergerak

"yakin lu?" ledek steven karena selama ini gw gak pernah merokok, tapi kali ini gw sepertinya butuh nikotin

"buru"

"ini berat loh boy" kata steven sambil menyerahkan marlboro merahnya karena steven mengira ini pertama kalinya gw merokok, sepertinya dia sedang membayangkan gw akan terbatuk-batuk

"masih lebih berat badan lu boy, sekalian koreknya" gw meledek balik

"kampang, udah minta ngelunjak lagi" steven melempar korek gas yang warnanya berbeda dengan yang dia pakai kemarin dan kemarinnya lagi, entah korek gas siapa lagi yang dia colong hari ini.

"..." gw menempelkan sebatang rokok di bibir gw lalu menyalakannya, api membara begitu dalam saat gw menyesap memenuhi paru-paru gw dengan asap rokok, anak-anak kost menatap gw sambil berharap gw akan batuk-batuk,

"huuffffffff" gw lalu menghembuskan asap pekat tanpa batuk dan menikmati sensasi tersedak khas rokok berlisensi USA ini.

"ahhh si kampang udah biasa ngerokok ternyata" steven melempar bungkus rokok kosong setelah kecewa gak melihat gw batuk-batuk

"..." gw tertawa kecil sambil menghembuskan asap rokok yang dengan cepat seperti merasuk masuk ke otak gw memberikan sensasi santai


Gw memandangi rokok yang sedang gw mainkan di sela jemari gw, sejenak gw jadi ingat seseorang dan membuat gw tersenyum kecil sekilas mengingat potongan-potongan ingatan masa lalu sebagai pengalih pekatnya pikiran gw sekarang, Merelakan ternyata gak semudah yang gw bayangkan bahkan gak pernah semudah yang gw bayangkan.

*****

Quote:
"key" gw menyapa key keyla sambil tersenyum terpaksa mencoba sopan mengingat kami berdua berada dalam project praktek dasar-dasar pemrograman yang sama, kelompok yang terdiri dari 2 orang yang terbentuk sebelum semua permasalahan ini mencuat, saat dimana kami masih melakukan semuanya bersama, "damn mau move on aja susah banget ya" batin gw

"yan" sapa keyla yang juga menciptakan suasana kaku yang benar-benar menyiksa jiwa


kami berdua benar-benar seperti dua orang asing yang kaku satu sama lain, gak pernah terlintas di benak gw sebelumnya kalau gw akan merasa sangat tersiksa seperti ini berada disamping keyla.

Quote:
"yan kamu keliatannya jadi lebih sering diam akhir-akhir ini yan" mbak stefi memulai obrolan melihat gw sambil tiduran di sofa membaca novel mbak stefi untuk mengusir kebosanan

"gak kok mbak perasaan mbak aja" jawab gw masih sambil membolak-balik halaman novel yang sebenarnya gak gw baca,

"piye mukamu?" tanya mbak stefi

"udah gak gitu sakit mbak, cuma ya kalo dipencet sakit" jawab gw

"coba sini mbak cek" kata mbak stefi mendekatkan duduknya ke gw

"eitttt jangan, demen amat ngeliat gw kesakitan ya" gw menepis tangan mbak stefi

"hahaha, biar kamu kapok sok-sok jadi jagoan"

"..." gw mencibir

"sini mbak liat dulu lukamu" mbak stefi mengambil novel yang gw pegang dan meletakannya di meja

"udah sembuh kok mbak" kata gw dengan malas mencoba bangkit dan duduk menghadap mbak stefi, mbak stefipun sibuk menotak atik wajah gw

"sembuh-sembuh, iki masih bengkak gini kok sembuh" mbak stefi dengan lembut memeriksa pelipis gw yang lukanya sudah kering hanya saja masih lebam

"salep e wes kamu pake malam ini?" tanya mbak stefi

"belum" gw jujur sebelum mbak stefi menyadari kalau pipi gw masih kering pertanda gw belum memakai salepnya dan tentu saja mbak stefi akan memencet lebam gw.

"bocah ini susah men dikasih tau, sana ambil cepet" perintah mbak stefi

"..." gw terkekeh lalu bangkit mengambil salepnya di kamar gw, ada sesuatu dari mbak stefi yang bisa membuat gw merasa nyaman untuk sekedar bermanja-manja,

*****

"yan yan, gak pernah kamu pake lagi ya ini? gak ngurang masih segini aja" apa semua perempuan se detail ini ya? salep gak ngurang aja mbak stefi tau -_-

"ada kok" gw berkilah mencoba meyakinkan mbak stefi

"ahh, terserah ae lah" mbak stefi kembali menutup salep lalu meletakannya diatas meja, jelas sekali mbak stefi ngambek, ehh lebih tepatnya kecewa

"ya sorry mbak, gw kadang lupa, lagian udah gak sesakit kemaren-kemaren juga sih" dengan canggung sambil tertawa mencoba mencairkan suasana

"bukan soal itu yan, mbok ya kamu mikirin juga kebaikan orang ke kamu yan, toh untuk kebaikanmu sendiri" mbak stefi benar-benar terlihat kecewa dengan gak menatap saat dia bicara


Gw merasa tersentil dengan kata-kata mbak stefi, gw jadi ingat seberapa khawatirnya mbak stefi malam itu, wajar kalau dia sampai kecewa ke gw, kebaikan dia yang sampai membelikan obat dan salep malah gw anggap sepele. Gw menyadari kalau gw salah, gw lalu mengambil salep tadi diatas meja, gw ambil satu tangan mbak stefi dan menaruh salep tadi di telapak tangannya,

Quote:
"maaf ya mbak" ucap gw dan tanpa disadari mbak stefi gw langsung merebahkan kepala gw menghadap ke atas di paha mbak stefi yang sedang duduk, keberanian ini muncul begitu saja

"..." mbak stefi terlihat kaget

"tolong olesin dong mbak" ucap gw sambil tersenyum

"..." mbak stefi dengan sedikit canggung membuka kembali salep di tangannya lalu perlahan mulai mengoleskannya ke pipi gw, dari bawah sini wajah mbak stefi cukup terlihat jelas, gw yakin mbak stefi deg-degkan karena bwgitu juga gw, entah ide dari mana gw sampai berani tiduran di paha mbak stefi seperti ini, untung aja gw gak tambah digebukin emoticon-Big Grin

"yann yannn, kamu paling bisa aja ngerayu" ujar mbak stefi sambil tetap mengoleskan salep di pipi gw

"..." meski gw deg-degkan gw benar-benar menikmati menatap mbak stefi dari bawah sini, "kalau aja mbak stefi gak cuma menganggap gw anak kecil" batin gw, gw benar-benar iri sama si anjing yang pernah benar-benar dicintai dengan tulus oleh mbak stefi, benar-benar laki-laki yang goblok gw membatin.

[QUOTE]
"wes" ujar mbak stefi setelah selesai dan menutup kembali salepnya

"loh udah?" gw lupa diri dan lupa waktu.

"iya udah, sana bangun kaki mbak keram ini"

"bentar lagi deh mbak"

"huuu maunya, mbak pencet nih!" ancam mbak stefi

"iya iya iya jangan" gw langsung berdiri menghindari jemari mbak stefi yang lentik tapi punya kekuatan yang cukup untuk membuat gw kesakitan

"wes, udah malem, sesok mbak kuliah pagi, sana kamu tidur juga" mbak stefi merapikan novelnya diatas meja

"yaudah, ini bawa aja mbak" gw menyerahkan salep tadi

"yang sakit kan kamu masak kamu kasih ke mbak?"

"ya biar lain kali di olesin lagi biar gw gak lupa"

"huuu dasar, enggak! kamu udah besar, pake sendiri" kata mbak stefi

"udah besar? berarti udah memenuhi kriteria dong buat....." pertanyaan menggantung gw langsung disambar mbak stefi

"apaaaa? apaaaaaa?, dasar pinter banget ngomong e anak kecil ini"

"hahaha" gw sukses mengerjai mbak stefi sampai tersipu

"wes ahh ayo yan tidur udah malem" ujar mbak stefi

"wah sekarang malah ngajak tidur bareng ckckckck" gw meneruskan godaan gw

"lohhhh kok, pikiranmu iku yannn yannnnn" mbak stefi memukul kepala gw dengan novelnya beberapa kali

"hahahaha, becanda mbak" kami pun berjalan menuju lorong kami masing-masing

"mbak" gw memanggil mbak stefi sebelum mbak stefi memasuki lorong

"hmmmm?" mbak stefi menghentikan langkahnya lalu berbalik kearah gw

"makasih ya mbak" ucap gw

"..." sambil tersenyum mbak stefi mengangguk dan meneruskan langkahnya menghilang ditelan gelapnya lorong menuju kost putri yang lampunya sudah mati, si engkoh bener-bener gak mau rugi.


*****


sekitar dua minggu waktu berlalu, gw masih memikirkan soal keyla, karena di antara kami sebenarnya belum ada kata-kata putus yang kami sepakati bersama, semuanya menggantung membuat semua ini semakin melodrama berlarut-larut, maksud hati ingin move on tapi masih ada sisa harapan walau sangat kecil.

Quote:
tiiiit tiiiiiit tiiiiiitttttttttt...


Hp gw bergetar mengganggu waktu malas-malasan gw demi mengusir waktu, gw mengambil hp gw dan gw kaget bercampur senang saat melihat nama keyla tertera di layar hp gw,

Quote:
"halo" gw mencoba mengendalikan kesenangan gw, biar bagaimanapun gengsi dong

"halo yan, dimana?" tanya keyla dengan nada datar

"di kost key, ada apa?" gw pun membalas dengan nada datar, kenapa? karena gengsi

"enggak, aku udah mikirin semuanya yan"

"ohh, terus?" gw sudah tau apa yang akan keyla bilang, tapi jantung gw dag-dig-dug sekencang-kencangnya, batin gw meronta seakan gak mau mendengarnya, gak mau kalau harapan yang sedikit itu akan hilang.

"bisa kita ngomong langsung?" kata keyla

"..."



profile-picture
profile-picture
profile-picture
sotokoyaaa dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
a Road to be Me
04-05-2019 20:08
Keyla mau ngomong apa yaa....siap2....emoticon-Mewek
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
04-05-2019 20:16
Ngomong apa to ?
La kok mandek ki piye to mas ?
Hahaha
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
04-05-2019 20:59
yaaaaa balik ke mbak stefiii emoticon-Hammer2
Jadi keinget alm.sandra pasti ya emoticon-Berduka (S)
Diubah oleh ariid
profile-picture
profile-picture
zpy dan supermiftah14 memberi reputasi
2 0
2
a Road to be Me
04-05-2019 23:05
kentang yang pas sekalee pemirsa emoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
ayyylmao dan zpy memberi reputasi
1 1
0
a Road to be Me
05-05-2019 01:07
hadeehh kebiasaan nih si bang ryan selalu bikin kentang di ending part ..hmm
mudah2an ga lama nunggu next part nya lah ..
kok aq ikut deg deg an jg ya baca nya ..hahhaa
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
05-05-2019 05:44
kira2 Keyla bakal pilih siapa ya? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
06-05-2019 07:52
kok ya pas banget nebar kentangnya ini emoticon-Mad
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
06-05-2019 09:02
nunggu jawabane keyla dadi penasaran iki mas bro
opo iki akhir pejalanan karo keyla hahahahaha
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
06-05-2019 10:00
Quote:Original Posted By widi0407
Keyla mau ngomong apa yaa....siap2....emoticon-Mewek


Gak tau nih keyla, jahat ya keyla suka bikin kentang 😂

Quote:Original Posted By wongzelek
Ngomong apa to ?
La kok mandek ki piye to mas ?
Hahaha


Biar seru bang 😂

Quote:Original Posted By ariid
yaaaaa balik ke mbak stefiii emoticon-Hammer2
Jadi keinget alm.sandra pasti ya emoticon-Berduka (S)


Iya gan, bahkan sampe sekarang kadang masih suka keinget, tapi udah gak dijadiin beban kok,

Quote:Original Posted By usu.your.brain
kentang yang pas sekalee pemirsa emoticon-Cape deeehh


Soalnya kalo ane mau lanjutin takutnya kepanjangan tar hehe

Quote:Original Posted By dewinaraza
hadeehh kebiasaan nih si bang ryan selalu bikin kentang di ending part ..hmm
mudah2an ga lama nunggu next part nya lah ..
kok aq ikut deg deg an jg ya baca nya ..hahhaa


Gak kok mbak, ini udh mau nulis lagi, mau ane jadiin 1part takut kepanjangan,

Quote:Original Posted By Alea2212
kira2 Keyla bakal pilih siapa ya? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


Hayo siapaaa emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By DanyMartadinata
kok ya pas banget nebar kentangnya ini emoticon-Mad


Digoreng terus pakeein garem dikit rnak bang 😂

Quote:Original Posted By hari11
nunggu jawabane keyla dadi penasaran iki mas bro
opo iki akhir pejalanan karo keyla hahahahaha


Kalem, iki wes mau tak update 😂
profile-picture
Arsana277 memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
06-05-2019 11:40
pasti Kayla gak milih keduanya deh, mending milih yang baru biar gak ribet. wkwkwkwk emoticon-Leh Uga
0 0
0
a Road to be Me
06-05-2019 12:11
penasaran sama jawabannya keylaemoticon-Hammer2
0 0
0
a Road to be Me
06-05-2019 19:35
Bab 2 - 27

Quote:
"ngomong langsung?" tanya gw memperjelas


Ngomong langsung? apa diputusin lewat telpon masih kurang menyakitkan? sampai harus ngomong sembari bertatap-tatapan ingin melihat reaksi gw dan seberapa patahnya hati ini? gw membatin,

Quote:
"iya, bisa yan?" tanya keyla

"..." gw masih bergelut perasaan gw, menimbang untung rugi dan kemungkinan gw akan nangis saat diputusin nanti,

"yan?" tanya keyla lagi karena gak mendapat jawaban dari gw

"i, iya bisa key" gw menyanggupi, gw nyatain perasaan gw ke dia dengan 4 mata, putuspun gw harus bisa sambil menatap wajah itu.

"ini aku lagi di foodcourt Ramayana" kata keyla,

"sama siapa?" gw refleks bertanya seperti itu, bisa bunuh diri di pohon toge gw kalau keyla mutusin gw tepat di depan kevin, mau di taro dimana wajah gw yang ganteng ini?

"sendiri" jawab keyla singkat, dan gw pun bisa bernafas lega

"yaudah, aku siap-siap dulu"


Tanpa membuang banyak waktu gw langsung siap-siap, meski bakal diputusin gw harus nunjukin ke keyla kalau "im ok",

Begitu menaiki eskalator dan tiba di foodcourt gw celingak celinguk melihat kiri dan kanan mencari dimana keyla duduk, pandangan mata gw tertuju ke seorang cewek yang memakai baju berwarna hitam, rambut lurus yang tampak murung sedang duduk dan memainkan sedotan minuman di depannya dengan tatapan yang sedang mengawang entah kemana,

seketika perasaan yang sudah gw bangun kuat-kuat luluh, gw sedih melihat keyla murung seperti itu, sepertinya keyla yang ceria sudah hilang entah kemana, gw pun membulatkan keyakinan gw, kalaupun ini adalah sebuah perpisahan gw harus membuat keyla kuat, gw akan bersikap seperti biasa, gw gak akan ngasih dia beban pikiran dengan berpisah gak baik-baik.

Quote:
"kok kurusan key? diet ya?" gw mencoba menghibur keyla meski perasaan gw sendiri campur aduk kayak bubur ayam yang di acak-acak

"hehe" tawa terpaksa diperagakan oleh keyla, "kamu wes mangan yan?" tanya keyla

"ntar aja, belum lapar" yakali gw bisa lapar dengan keadaan hati seperti ini

"sama aku juga yan" jawab keyla sambil menatap minumannya dan memainkan sedotannya,

"tapi lu udah makan kan?" tanya gw

"..." keyla mengangguk ragu

"kapan? tadi pagi?"

"..." keyla menggeleng ragu sambil masih memainkan sedotan minumannya

"oh baguslah kalo tadi siang udah makan" kata gw

"kemaren malam yan"

"ya astaga, tunggu disini gw beli makanan dulu" gw langsung mengambil inisiatif membeli makanan tanpa bertanya ke keyla, karena kalau bertanya lagi bakal panjang perdebatan sore hari ini


Yang gw tau keyla itu alergi kalau kebanyakan makan ayam, jadi gw pergi membeli kwetiaw seafood, tak berapa lama makanan pun tiba,

Quote:
"tuh makan dulu key" gw membukakan sumpit kayu yang saat di pletekin(dipisahkan) pasti gak simetris

"gak laper yan" keyla mengawang

"lu lemes gitu ya karena belum makan, buruan makan, kalo udah dingin gak enak lagi"

"..." keyla mengabaikan gw sambil masih mengaduk-aduk minuman yang es batunya sudah mencair semua

"gimana lu bisa kuat mutusin gw kalo gak makan" ujar gw sambil tertawa kecil berharap keyla menganggap gw udah siap mendengar berita buruk darinya jadi dia gak merasa terlalu terbebani

"..." keyla berhenti melakukan aktifitas muter-muterin sedotannya lalu menatap gw dengan tatapan datar, benar-benar tepat di mata gw

"..." gw tersenyum sebisa gw

"pokoknya lu gak boleh mutusin gw kalau belum makan" gw ngomong seolah-olah gw baik-baik saja, mana ada sih orang yang diputusin pas masih sayang itu baik-baik aja.


Beberapa detik keyla tetap menatap gw hingga dia akhirnya mengambil sumpit tadi dan mulai makan,
"seingin itukah dia mutusin gw, sampai-sampai bisa makan selahap ini" batin gw dengan hati yang tersayat-sayat tapi tetap memasang senyum baik-baik saja

gw memperhatikan keyla makan tanpa berkedip, gw seolah merekam wajah keyla di dalam otak gw, mungkin ini terakhir kalinya gw bisa melihat keyla sedekat ini jadi gak boleh gw sia-siain begitu saja,

Quote:
"yan kamu kenapa suka sama aku?" tanya keyla, hubungan kami begitu singkat sampai-sampai belum masuk ke tahap pertanyaan-pertanyaan seperti itu,

"hmm kenapa ya" gw berpikir sedikit

"ya kamu cantik key, lucu, dan gw nyaman sama lu" jawaban standart gw sama seperti pria kebanyakan saat melihat keyla

"..." keyla gak merespon mungkin ini kata-kata yang terlalu standart yang udah terlalu sering dia dengar

"ya gw gak tau ya" gw meneruskan kata-kata gw dengan mencoba jujur dengan perasaan gw sendiri

"harusnya gw yang nanya ke lu", gw sedikit memberi jeda, "kenapa senyum tawa lu bisa membuat gw bahagia, kenapa tatapan lu bisa membuat gw luluh, dan kenapa hanya dengan ngobrol sama lu bisa membuat hari-hari gw jadi menyenangkan", kata-kata ini keluar begitu saja dari mulut gw saat gw menyadari mungkin ini kali terakhir gw bisa ngomong semuanya ke keyla

"..." sumpit keyla berhenti beroperasi dan matanya kini menatap gw,

"dan akhirnya gw tau kenapa" gw meneruskan kata-kata gw

"..." keyla menunggu lanjutan kata-kata gw,

"karena gw sayang sama lu key" kata gw sambil tersenyum merasa beban di hati gw hilang

"gw ingin senyum itu, tatapan itu dan waktu lu jadi milik gw seorang"

"tapi semuanya jadi gak berarti jika bersama gw malah membuat lu terluka, membuat senyum itu dan semua yang gw suka hilang hanya karena keegoisan gw"

"gw lebih memilih kehilangan lu key daripada, lu kehilangan semua keindahan itu"

"jadi nanti tetap jadi keyla yang gw suka ya, biar gw gak menyesal melepas lu, karena gw gak akan pernah menyesal udah pernah memiliki lu walau cuma sebentar" hidung gw perih menahan airmata gw keluar lebih banyak,


tumpah ruah sudah perasaan gw, gak ada gengsi meski gw dengan susah payah menahan airmata gw untuk keluar, hati gw lega bisa ngomong semuanya ke keyla.

Quote:
"siapa yang mau putus sama kamu yan?" kata keyla

"hah?", "tapi tadi lu suruh gw datang?", "lu katanya mau ngomong", "terus lu"
gw terbata-bata bingung sendiri kayak loadingnya hp ram 512mb diisi game PUBG,

"oh atau kamu memang mau putus sama aku ya yan?" tanya keyla

"HAH? ENGGAK LAH" spontan gw hampir setengah berteriak

"hus jangan teriak juga yan" keyla tiba-tiba jadi berubah ceria, membuat gw bingung, sangat-sangat bingung, "ini anak kesambet kali ya" batin gw,

"ya tapi lu tadi udah murung-murung kayak gitu gw kira"

"apa? apa?" keyla memotong sambil tertawa kecil

"ya gw kira lu mau putus" dengan polosnya gw menjawab

"..." keyla tkembali tertawa kecil

"terus apa yang mau kamu omongin kalau bukan mau mutusin gw?" teka-teki ini masih bisa gw mengerti

"aku nyuruh kamu datang karena aku mau cerita, kalau aku udah ngomong sama kevin dan lain-lain kalo aku milih kamu, terserah mereka mau nganggap aku apa, toh aku sukanya sama kamu" terang keyla

"terus kenapa tadi lu murung kayak gitu?" tanya gw

"ya awalnya rasanya berat udah ngambil keputusan kayak gitu, tapi omongan kamu tadi bikin aku yakin kalau keputusan aku udah bener yan" dan kembalihan senyuman dan tatapan indah itu,

"ya masak aku mau mutusin kamu terus aku suruh kamu dateng yan, aku nyuruh kamu dateng buat nemenin aku" kata keyla

"emang kamu pikir aku nyuruh kamu datang buat mutusin kamu?" keyla bertanya balik

"..." gw mengangguk

"huuu dasar cowok gak peka, kok aku bisa suka sama kamu ya hahaha"

"karena gw ganteng mungkin?" gw yang sudah lega kini sudah bisa bercanda

"..." keyla menggeleng tanda tidak setuju

"karena kamu beda yan" jawab keyla

"..." gw gak lebih lanjut bertanya apa maksud keyla, ini semua sudah cukup memuaskan untuk gw, rasa senang ini jauh lebih dari saat keyla menerima gw dulu


kami lanjut ngobrol dan semuanya kembali seperti biasa, keyla kembali bertanya soal luka lebam gw dan gw tetap gak jujur ke keyla, lagipula keyla tampak percaya tentang kekanak-kanakan gw yang bisa jatuh dari skateboard dan menabrak meja, biarlah ini menjadi rahasia, entah apa tanggapan keyla jika suatu saat dia tau.

Quote:
"yan ke pasar malam yuk" ajak keyla

"yaudah, dimana pasar yang masih buka jam segini?" gw melihat jam di hp gw(gw gak suka make jam tangan) yang menunjukan jam 8 malam

"..." keyla melihat gw dengan wajah bingung

"emang mau beli apa di pasar? kenapa gak besok pagi aja? kan kalo udah malem gini jualannya udah gak seger lagi" jangan bully gw, belasan tahun gw hidup gw gak pernah tau apa yang namanya pasar malam,

"HAHAHAHA" keyla tertawa lepas, dan gw pun mulai curiga kalau pasar malam itu bukan seperti apa yang gw pikirkan,

"pasar malam itu bukan pasar yang bukanya malam ya?" setengah berbisik gw bertanya dengan polosnya

"..." keyla menahan tawanya sambil menggeleng

"WTF" batin gw merasa begitu hina


Keyla membawa gw ke sebuah lapangan yang bernama Lapangan Pancasila, dari agak jauh gw sudah melihat ramai lampu menghiasi lapangan itu, ada juga sebuah roda besar yang disiasi lampu yang mirip dengan sebuah wahana yang pernah gw naiki waktu ke dufan waktu masih kecil, hanya saja ini versi kecilnya dan ada suara mesin genset sebagai sumber tenaganya,

keyla menggandeng lengan gw seakan tak bisa lepas, kami berputar-putar menaiki wahana yang bisa dihitung jari, tapi kebahagiaan yang gw lihat di wajah keyla gak bisa gw hitung dengan jari, keyla terlihat sangat senang, gw? 100 kali lebih bahagia dari keyla.

Quote:
"wedang ronde loro yo mas" keyla sedang memesan sesuatu

"itu apa key?" gw bertanya penasaran

"air jahe yan, enak loh"

"oh kayak sarabba?" gw mengingat minuman sarabba, gw dulu pernah tinggal di makassar sekitar setahun,

"sarabba?" logat keyla terdengar aneh mengujar sarabba

"iya, air jahe dipakein telur, santan gula dll" gw mencoba menjabar minuman khas makassar itu,

"loh bedo, ini gak pake santen gak pake telur" kata keyla seakan-akan kasta wedang ronde ini berada diatas sarabba emoticon-Big Grin

"loh gak enak dong kalo cuma air jahe aja"

"enak kok, ini cobain yan" keyla menyerahkan secangkir wedang ronde yang di dalamnya ada 2 buah pentol yang gw kira bakso(yakali yan, yan" dan ada juga kacang juga seperti kolang-kaling,

"..." gw menyeruput sedikit air jahe tadi, ya rasanya seperti air jahe, memang nikmat diminum untuk memanaskan badan, gw sambil melihat keyla dengan nikmatnya menyantap kedua pentol putih tadi,

"ini apa key?" gw bertanya ke keyla perihal kedua pentol putih tadi, gw gak mau sotoy kayak "pasar malam" tadi

"oh itu gak enak yan, sini buat aku aja" kata keyla langsung menyedok satu pentol putih tadi dan melahapnya, kini pentol putih tadi tinggal satu

"kalo gak enak kok lu doyan?" gw curiga

"..." keyla menahan tawanya

"..." gw pun memakan pentol satunya lagi, dan ternyata pentol ini rasanya enak, sepertinya dari tepung beras dan ada isi kacangnya di dalamnya

"enak kok, katanya gak enak"

"hahaha" tawa keyla ini, tawa yang gw pun rela menukarnya dengan kebahagiaan gw sendiri.


Sejak saat itu, selama dengan keyla setiap kami memesan ronde, gw gak pernah kebagian pentol putih karena selalu di sita oleh keyla dengan berbagai alasan "laki-laki gak boleh makan ini yan" atau dengan alasan ekstreme seperti "aku lagi ngidam yan, jangan protes" yang kerap membuat gw tertawa,

Quote:
"blaaaa blaaaa blaaaaa.... yan" kata keyla yang terdengar samar-samar karena suara deru mesin dan knalpot saat kami sedang menonton "tong edan" sebuah pertunjukan rakyat mempertunjukan beberapa motor muter-muter di track dengan kecepatan tinggi tanpa bertabrakan

"hah?" suara knalpot gak mengijinkan gw mendengar dengan jelas

"aku blaaa blaaa blaaaa" keyla memperkuat suaranya

"kamu apa?" bukannya sengaja, tapi gw bener-bener gak bisa mendengar dengan jelas, gw pun mendekatkan telinga gw ke keyla

"ihhhhhhh...." dan sebuah kecupan mendarat di pipi gw,

"..." kami berdua pun sama-sama tersipu malu, semoga gak ada yang ngeliatin

"gw sayang lu key" kata gw

"nah iya itu"

"hah?" gw bingung

"ahhhh mbooooohhhhh" keylapun ngambek


Gak pernah gw sebahagia malam ini,

Keyla... keyla..., wedang ronde, ramayana, dan lapangan pancasila gak akan pernah menjadi istimewa tanpa kamu,
bahkan, salatiga gak akan pernah istimewa kanpa kamu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sotokoyaaa dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
a Road to be Me
06-05-2019 20:38
aaiihh ga jd di putusin Keyla euy .. malah makin tambah mesra ..inget felli bang yan yg menanti mu nun jauh disana ..
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
a Road to be Me
06-05-2019 21:14
pasar sayur malemkah pasar malem itu emoticon-Leh Uga
profile-picture
zpy memberi reputasi
1 0
1
Halaman 65 dari 142
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dua-menit-memelukku
Stories from the Heart
cinta-di-balik-layar
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
quothancur-karena-ribaquot
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia