Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
58
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc128385cf6c4129038f8f4/bahagia-itu-disambut-bukan-dicari
Banyak orang tak sadar bahwa dia   telah menghabiskan banyak energi cuman buat dapet pengakuan normal dari sekitarnya. Daya, tenaga dan waktu dihabiskan sekedar buat jadi sama dengan lingkungan sekitar, dengan tetangganya, kawannya atau saudaranya sehingga dianggap normal. Orang Jawa bilang : "ngumum i", punya prinsip menyesuaikan diri
Lapor Hansip
25-04-2019 10:23

Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari

Past Hot Thread
icon-verified-thread

GIF
Banyak orang tak sadar bahwa dia   telah menghabiskan banyak energi cuman buat dapet pengakuan normal dari sekitarnya. Daya, tenaga dan waktu dihabiskan sekedar buat jadi sama dengan lingkungan sekitar, dengan tetangganya, kawannya atau saudaranya sehingga dianggap normal. Orang Jawa bilang : "ngumum i", punya prinsip menyesuaikan dirinya dengan sekitar, yang normal misalnya :

"Kalau mereka berpakaian sopan, saya juga harus pakai pakaian yang sopan";

"Kalau mereka rumahnya keliatan bersih, rumah saya juga harus bersih";

"Kalau mereka kerja sehingga punya uang, saya juga meski berusaha punya uang";

dan sebagainya.

Lha kenapa bisa banyak yang orang yang menghabiskan banyak energi ? Karena banyak orang yang menggunakan prinsip melenceng dari contoh normal tersebut di atas hingga jadinya :

"Kalau mereka berpakaian sopan, merek pakaiannya apa ya ? - saya harus berpakaian juga dengan merek yang sama";

"Kalau mereka rumahnya keliatan bersih, apa sebabnya ? cat rumah yang dipakai apa ? lantainya pakai keramik apa ? - rumah saya juga harus sama seperti rumahnya;

"Kalau mereka bekerja sehingga punya uang, berapa banyak sih income nya ? - saya juga harus punya income minimal sama dengan mereka";

dan seterusnya.

Jika hanya melenceng saja dari contoh normal tersebut sih masih mending. Ada beberapa orang yang prinsipnya tak hanya "menyamakan sekitarnya", tapi harus "melebihi sekitarnya". Tak hanya ingin normal, bahkan jadi upnormal. Maka, makin banyak saja energi yang harus dia keluarkan. Contoh :

"Kalau mereka pakai pakaian merk A, saya meski pakai merk yang lebih mahal";

"Kalau rumahnya pakai keramik merk A, rumah saya lantainya meski pakai batu marmer";

"Kalau penghasilan mereka 4 juta per bulan, saya harus 10 juta per bulan;

dan seterusnya.

Keinginan untuk dapat pengakuan itu sebetulnya belum mendasar lho, jika dilanjutkan dengan pertanyaan : Lalu apa sebenernya yang diharapkan dari sebuah pengakuan ? Jawabannya :  dapat kepuasan batin. Lha kalau batin sudah puas lalu apa ? Jawabnya : menjadi tenang. Kalau sudah tenang lalu ? Jawaban akhirnya : bahagia. Jadi ujung tujuan yang jadi alasan dikerahkannya energi adalah dalam rangka mengejar kebahagiaan.

Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari

Oke, mari kita renungkan tentang kebahagiaan. Sebetulnya kebanyakan orang itu hanya berada dalam proses belajar tentang kebahagiaan. Mencari tau apa isinya, diperoleh dari mana, bagaimana caranya dan seterusnya. Kemudian mereka menetapkan standard-standard kebahagiaan bagi dirinya. Jika yang di atas adalah contoh-contoh yang masih tergolong mainstream, yang anti mainstream pun sama, mengarah pada standard-standard kebahagiaan yang mereka ciptakan sebagai tujuan akhir.

Pada akhirnya, orang-orang itu hidupnya hanya terbelenggu dalam standard kebahagiaan. Apakah mereka yang berhasil mencapai tujuannya kemudian bahagia selamanya ? Jawabannya : enggak, bahagia sementara waktu, berikutnya akan mengalami kegelisahan lagi. Kenapa ? Karena setelah satu target tercapai, selanjutnya mereka akan membuat standard target yang lebih tinggi atau menciptakan target-target lainnya. Begitu seterusnya !

Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari

Jadi, alih-alih dapat kebahagiaan, mereka justru tak pernah bisa menikmati hidup. Misalnya saja, punya rumah mewah yang pada akhirnya jarang-jarang ditempatin, punya mobil mewah jarang-jarang dipakai, punya istri cantik atau suami tampan tapi jarang-jarang dikelonin, dsb. Kenapa bisa ? Ya karena daya energi dan waktunya habis buat ngejar standard kebahagiaan itu !

You will never be happy if you continue to search for what happiness consist of. Kebahagiaan (happiness) itu  unconsistent, tak akan pernah konsisten, selalu berubah-ubah. Selain itu, dia tidak lari ke mana-mana kok, buat apa dikejar ? Buat apa dicari-cari ? Kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri, di dalam pikiran dan di dalam hati, selalu mengiringi kita seumur hidup. Jadi ? Bahagia ya bahagia saja, ndak perlu repot-repot ! Ngapain ?!

Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari

Lalu misalkan sampai kini pun kita masih belum bahagia, apa perlu kita gali makna hidup agar bisa bertemu dengan kebahagiaan ? You will never life if you are looking for the meaning of life. Selama kita terus mencari-cari makna hidup, lha kapan kita hidup ? Hidup itu tinggal dijalani saja, hidup itu tinggal dihidupi saja, sudah - selesai !

Jalani hidup kita apa adanya. Apa yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, mari kita kerjakan saja. Apa yang sekarang sudah dimiliki, mari kita syukuri. Sekali manusia, tetaplah manusia, itulah hakekat kita tanpa perlu mencari-cari pengakuan. Orang bisa bilang kita ini monyet, atau kita ini anjing, atau apalah namanya, tapi hanya di mulut saja kok. Dalam hati dan pikirannya pasti sama, sama kayak dia, sama-sama manusia yang sedang hidup.

Semoga bermanfaat.

Terimakasih :terimakasih


Sumur :
Gambar dari mbah Google
Filosofi quote dari tokoh filsafat Albert Camus
Diubah oleh wowonwae
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ulfsaarr dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 3
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 09:44
Kadang bisa, kadang nggak bisa.
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 09:47
BAHAGIA ITU KETIKA MELIHAT DIA BAHAGIA DENGAN ORANG LAIN emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
harmagedon77 dan falin182 memberi reputasi
2 0
2
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 09:53
THREAD kayak gini lebih bagus daripada bahasan cebong vs kampret.
profile-picture
profile-picture
harmagedon77 dan sheedzzz memberi reputasi
2 0
2
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 09:58
bahagia ? belum nemu
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:02
Setuju gan.. Bahagia itu emank harus di sambut.. karena apapun bentuknya jika kita tidak sreg hati kita kotor kita ga akan bahagia...
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:08
Panjang amat loeee jelasinya.. intinya bersyukur cok!!
profile-picture
profile-picture
harmagedon77 dan sheedzzz memberi reputasi
2 0
2
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:09
Orang bisa bilang kita ini kampret, atau kita ini cebong, atau apalah namanya, tapi hanya di mulut saja kok. kita sama-sama manusia yang sedang hidup. emoticon-Traveller
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:12
happiness is only real when shared
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
0 1
-1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:16
happiness is all in your mind.
Quote:If we have a peaceful state of mind, we will be happy, regardless of people and circumstances
emoticon-Travelleremoticon-Traveller
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:25
makasih infonya gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:36
BAHAGIA ITU CARA HIDUP WOUYYY.... bukan TUJUAN HIDUP emoticon-Leh Uga
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:49
bahagia itu kalo bisa bersyukur menikmati hidup yang fana ini


emoticon-Busa
profile-picture
profile-picture
harmagedon77 dan falin182 memberi reputasi
2 0
2
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 10:51
ah sedapp ini kata2nya agan
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:01
Orang yang selalu berusaha untuk mencari kebahagiaan berarti oraang tersebut kurang bersyukur. Contoh saja dulu makan di restoran seneng banget dah rasanya, giliran sudah berumur malah pengen cari makanan yang dulu emak bikin. Bahagia itu relatif
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:03
Threat yang bagus, sangat menginspirasi emoticon-Cendol Gan
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:10
You will never be happy if you continue to search for what happiness consist of.

sukak ane ama qoutes nyaa, mayan buat di taro kaption di instrajam ane
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:26
Kunci kebahagiaan adalah bersyukur.
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:26
Klu lagi ujian jangan suka nyontek , klu dah berkeluarga nyontek juga sama tetangga . Berawal dari urus diri dan keluarga dari susah. klu dah senang bagi - bagi sama tetangga. Okeh Bros senjatanya jitu banget buat bangun bahagia, Makasih !
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:35
masa sih gan...
ga jg lah, di cari jg dunk emoticon-Big Grin
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Bahagia Itu Disambut, Bukan Dicari
29-04-2019 11:42
sesuai dengan perspektif gw tentang kebahagiaan,
profile-picture
harmagedon77 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 2 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia