alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb932354601cf590024a84c/misteri-rumah-peninggalan-bapak
Lapor Hansip
19-04-2019 09:28
Misteri Rumah Peninggalan Bapak
Past Hot Thread
Misteri Rumah Peninggalan Bapak

Prolog

  Sudah dua tahun rumah peninggalan orang tua tidak pernah aku kunjungi, selain karena kesibukan kuliah yang tidak dapat ditinggalkan, cerita dibalik rumah itu kosong juga menjadi alasanku belum berani datang lagi.

  Rumah itu menjadi saksi bisu pembantaian bapak, ibu dan mbak Lestari. Dan sampai saat ini pelaku belum tertangkap oleh pihak yang berwajib, aku mendengar cerita bahwa rumah peninggalan bapak selalu mengeluarkan aura mistis.

  Namun mau tidak mau aku harus kembali, setelah mendapatkan sebuah pekerjaan yang ternyata lokasinya di Kota Solo, aku memiliki dua pilihan yang berat antara harus berhutang untuk menyewa rumah atau menempati rumah peninggalan dari bapak.

  Pilihan yang sama beratnya, namun Kirana memintaku untuk menempati kembali rumah yang sudah kosong selama dua tahun tersebut, selain menghemat biaya hidup juga membuat aku mungkin bisa mengetahui jawaban siapa pembunuh dari keluargaku.

  Semua tidak semudah yang aku bayangkan sebelumnya, segala aura mistis mulai mengintaiku selama kembali menempati rumah masa kecil tersebut. Mulai dari nyanyian, penampakan, atau beberapa tangisan yang sering menemani hari-hariku selama disana.

Sebelum Hari Pertama

  Keraguan masih menghinggapi hatiku mau maju tapi takut dengan segala cerita masyarakat sekitar namun kalau tidak maju, aku berart melupakan segala kenangan bersama Bapak, Ibu dan Mbak Lestari.

  “Gimana Han, jadi menempati rumah keluargamu besok ?” tanya Kirana yang memang menjadi kekasih hatiku sudah dua tahun belakangan.

  “Aku masih bimbang Ran, meskipun kangen dengan rumah itu tapi semua kejadian yang menimpa keluargaku dan segala cerita masyarakat sekitar masih terus menghambat” jawabku dengan rasa yang masih bimbang.

  Kirana tidak langsung menjawab diskusi kami, dia memilih untuk memesan makanan favorit kami yakni bakso di salah satu warung langganan.

  “Kamu harus buang rasa bimbangmu itu Han, bukannya kamu sendiri yang memutuskan untuk bekerja di kota kelahiranmu ?”.

  “Iya aku paham, Cuma kalau untuk kembali kerumah tersebut aku masih ragu dan ada sedikit rasa takut”.

  “Kamu itu lucu, itu rumah kamu kan ? tidak mungkin keluargamu akan membunuh kamu disana, mungkin saja malah kamu bakal mengungkap siapa pelaku pembunuhan berantai keluargamu”.

  “Masa iya sih Ran ? mereka akan bersahabat denganku begitu maksudmu ?”.

  “Bersahabat ? aneh-aneh saja kamu, mereka dan kamu sudah tidak satu alam, tapi kemungkinan mereka akan mencoba menyampaikan pesan kepadamu disana. Kamu adalah anggota keluarga yang masih tersisa”.

  “Kalau begitu, baiklah aku bakal mencoba menghidupkan kembali rumah yang sudah dua tahun tidak berpenghuni itu”.

  Setelah menghantarkan Kirana pulang kerumahnya, aku mencoba kembali mengingat kenangan bersama Bapak, Ibu dan Mbak Lestari. Semua seakan masih tidak bisa aku percaya, mereka pergi secara tragis dan secara bersamaan.

  Kejadian dua tahun lalu, mungkin kalau aku tidak melanjutkan study di Jakarta aku bisa mengetahui siapa pembunuhnya atau setidaknya aku bisa berkumpul bersama mereka dialam yang berbeda.

  Dering telpon sebelum ditemukannya jasad keluargaku, aku masih sempat menghubungi Ibu untuk menanyakan kabar mereka disana. Ada sebuah firasat yang mungkin baru aku bisa tangkap setelah kepergian mereka.

  “Dek, ibu kangen banget sama adek. Kalau bisa, besok datang ya” sebuah kata yang mengisyaratkan akan terjadi sebuah kejadian yang tidak pernah terbayangkan olehku.

  Semua masih seperti mimpi bagiku, semua seperti hanya cerita dongeng saja. Aku masih menilai mereka bertiga masih hidup, terutama ibu, aku rindu sekali padamu bu, nyanyian langgam jawamu selalu menemani tidurku.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasaryo1985 dan 34 lainnya memberi reputasi
35
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 15
19-04-2019 23:23
ini nyata gan? ane siap nunggu apdetan yak.
1
19-04-2019 23:23
Di sinilah semua bermula
1
20-04-2019 12:20
lancrooottttkkkeuuunn gan 👆👆👆
1
20-04-2019 15:37
Gelar tiker dulu gan.... sambil nunggu kang batagor..
1
20-04-2019 15:38
Semoga ga kentang ya gan..
Diuodate tiap hari dah kalo bisa..
Diubah oleh oce.oktaman
1
20-04-2019 17:37
Rumah kosong bekas pembunuhan emoticon-Takut (S)
Nyimak ah, mumpung masih prolog.
profile-picture
alexwab memberi reputasi
3
21-04-2019 01:14
waah keknya seruu nii.. lanjuut gan
1
21-04-2019 05:51
Top
Prologue nya keren nih...lanjut gan!!!
1
21-04-2019 11:28
in sya Allah update hari Senin
1
21-04-2019 13:16
ditunggu updatenya gan, kalo emang cerita nyata semoga tersangkanya lekas ketangkap yah gan, aamiin
1
21-04-2019 13:18
mirip yg kejadian di klapa gading itu, yg satu keluarga dibantai nyisain cuma anak yg paling kecilnya aja
profile-picture
demarco999 memberi reputasi
0
21-04-2019 14:30
kalo nyata seru nih gan. ane gelar terpal dah
1
22-04-2019 11:38
Hari Pertama

Dengan mengucap Bismillah aku memantabkan hati untuk pergi kerumah peninggalan bapak, aku yakin Bapak, Ibu dan juga Mbak Lestari tidak akan menyakitiku.

Tibalah aku didepan gerbang yang cukup panjang dengan pintu masuk yang hanya cukup untuk satu orang, terpampang jelas rumah tersebut. Kumuh, tidak terawat dan yang paling mengganggu jiwa adalah aura mistis yang sangat terasa.

Pohon mangga yang tegak berdiri dihalaman rumah menyapa siapapun yang berniat untuk masuk kerumah tua ini, aku masih ingat benar pohon tersebut ditanam oleh bapak saat aku masih berusia 5 tahun.

“Bapak pingin pohon ini menjadi saksi suka dan duka orang didalam rumah ini, dan semoga buahnya juga enak dan konsisten berbuah” begitulah doa bapak setelah menanam pohon Mangga yang benar-benar dibesarkan dari sebuah biji.

Langkah kaki ini terasa berat, pohon itu terus menyapukan angin yang lumayan membuat bulu kuduk meninggi. Entah kenapa aku berasa sedang dipantau oleh bapak diatas pohon, sepertinya rumah ini memang benar-benar harus aku tinggalkan saja.

“Kling-kling” suara hpku yang terletak dibalik kantong celana tiba-tiba berbunyi.

“I...yyyaaa...hallo” jawabku terbata-bata karena masih merasakan merinding yang cukup kuat.

“Loh kamu kenapa Han ? kok seperti orang ketakutan gitu ?” suara dari sisi lain jaringan yang sangat aku kenal.
“Aku tidak kuat Ran, sepertinya aku bakal meninggalkan rumah ini”.

“Loh kamu jadi bakal menyerah gitu aja ? percayalah sama aku, tidak akan ada yang terjadi” kembali lagi kata-kata Kirana selalu membuat komitmen untuk mengetahui siapa pembunuh keluargaku kembali meninggi.

“Baiklah, aku akan masuk Ran” jawabku sembari menutup telpon, dan sekarang melangkah lebih pasti mendekati pintu masuk halaman rumah.
Pura-pura berani memasuki halaman rumah dengan sapaan angin dari Pohon Mangga, kini aku sudah menginjakan kaki di lantai teras rumah.
Pintu rumah terlihat kusam, jaring laba-laba sudah mulai mengisi langit-langit rumah, meskipun terlihat menyeramkan namun aku tahu rumah ini adalah sebuah saksi kehidupan keluargaku.

"Gubraaaakk"

suara apa itu ? disini titik keberanianku diuji, ingin rasanya melihat apa yang jatuh dibelakangku tapi tetep saja ada juga rasa takut kalau-kalau ternyata ada salah satu dari keluargaku tiba-tiba menampakan diri.

“Dek Burhan” suara yang tiba-tiba muncul setelah suara misterius, aku tahu itu namaku tapi tidak mungkin juga kan pukul 10 malam ada yang bertamu dirumah ini ?.

Setelah berdiam sekitar 5 menit, aku tetep tidak berani melihat kebelakang dan satu-satunya jalan hanya satu yakni masuk kedalam rumah dan segera menidurkan badan yang lelah karena perjalanan jauh dari Bandung.

"Kriiiikikkk" bunyi pintu yang sepertinya sudah mulai lapuk karena dimakan usia, tapi itu bunyi yang sangat menakutkan bagiku.
Satu langkah sudah aku masuk kedalam rumah peninggalan bapak, semua prabottan masih sama, foto-foto keluarga masih menyapa siapa saja orang yang masuk kedalam rumah, dan yang paling menakutkan adalah lukisan ibu yang seperti memiliki nyawa didalamnya.

Malam ini, aku tidak akan melakukan apapun dulu bahkan untuk keliling rumah sebentar saja tidak akan, selain tubuh yang sudah lelah tentu suasana menyeramkan masih aku rasakan dan itu sudah cukup membuatku untuk tidak macam-macam pada hari ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dimasaryo1985 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
23-04-2019 10:10
keren nih.. jangan lupa dikasih index ya gan..
1
23-04-2019 12:23
Seru ni lanjut gan jgn lupa index nya
1
23-04-2019 16:16
Yg manggil pasti penunggu pohon mangga.
Diubah oleh leon4202
profile-picture
tropikansayur memberi reputasi
1
23-04-2019 17:42
Quote:Original Posted By fauzantrif
keren nih.. jangan lupa dikasih index ya gan..


Caranya gimana ya ? Ada tutornya ?
0
24-04-2019 15:51
mana nich kelanjutannya
0
25-04-2019 20:23
mantap gan lanjutkan lg...true story gan??
0
26-04-2019 00:04
jejak
0
Halaman 1 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
penyesalan
Stories from the Heart
cinta-seorang-hacker
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.