alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.75 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c83e40bdbf76409a123eadf/nifaq-horor-story-spin-off-gerbang-iblis
Lapor Hansip
09-03-2019 23:04
NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]
Past Hot Thread
Holla~ Bagi Kalian yang mau tahu kelanjutan dari Cerita Gerbang Iblis, saya akan memberikan Spin-off setelahnya. Jadi untuk Judulnya kali ini beda namun, dari segi cerita sama.

Buat kalian yang suka bilang...

Kak ini kok mirip film munafik ya?
Jawaban : Mungkin dari segi hal yang di bahas itu sama, ya Gerbang Iblis kan membahas tentang seseorang yang di rasuki jin terus di ruqyah, nah film munafik juga sama, tapi dari segi alur cerita sangatlah berbeda jadi anda tidak bisa bilang kalau ini sama. Jelaskan?.

Oke dari pada berlama-lama, langsung aja di baca Prolognya agak panjang sih untuk sekedar prolog hehehe,,,, 😁

Bagi yang belum baca cerita sebelumnya, bisa langsung cek Di Sini

Quote:Judul : NIFAQ (Spin-off Adam)
Genre : Horor


Happy Reading!


~~~~~👻👻👻👻👻👻👻~~~~~


NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Quote:
NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]



Ini adalah Spin-off Adam setelah Tamatnya Cerita Gerbang Iblis (Pemuja Setan).


Prolog


“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari an-naar (neraka). Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi mereka.” (An-Nisa : 145)



5 Bulan setelah kematian Zaki Abdul Ikhsan.


“Bang, apa abang yakin mau mengikuti jejak Zaki?” Tanya Aminah sambil memberikan secangkir teh manis kepadanya.


Adam menyeruput teh manis hangat tersebut, kemudian menjawab pertanyaan istrinya.


“Abang yakin aminah, kalau bukan abang siapa lagi?”


“Tapi setelah kejadian beberapa bulan yang lalu itu, masih sangat jelas teringat di kepala Aminah bang,” Serunya lagi.


Adam pun terdiam, ia tahu bahwa Aminah  tak menginginkan kejadian Beberapa bulan yang lalu terulang lagi. Ia takut jin yang akan di hadapi oleh Adam kali ini lebih jahat dari sebelumnya.


“Kita punya Allah Aminah, semua yang telah di takdirkan telah tertulis di lauh mahfudz, Jadi apa yang perlu kita takutkan.” Jawab Adam meyakinkan sang istri.


Wajah Aminah terlihat begitu gelisah. Ia tahu sang suami akan mengerjakan Tugas besar lagi kali ini.


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara gedoran pintu yang sangat kencang.


“Brak! Brak! Bark!”

“Assalamualaikum..... Ustad Adam,,,, pak ustad!” Begitulah kedengarannya. Sumber suara tersebut semakin kencang memanggil namanya.


Mereka pun segera bergegas, untuk membukakan pintu Rumahnya.


“Ya allah, Zainal….. Ada apa ini, malam-malam begini gerasak-gerusuk gitu kaya di kejar binatang aja kamu ini” Pekik Adam kemudian menyuruh zainal masuk ke rumahnya.


“Duduk-duduk…” Serunya lagi.


Zainal pun kemudian duduk, mengehela nafas panjang dan sedikit menenangkan pikirannya.


“Oke… oke tenang… tenang coba jelaskan ada apa?” Tanya Adam kepada Zainal.


Wajah Zainal yang masih terlihat panik, berusaha untuk tenang.


“Ja-ja-di… gini pak ustad, usai sholat isya saya dan istri saya sedang makan malam. Nah pada saat sedang makan, tiba-tiba istri saya muntah-muntah. Saya Kira dia hanya muntah biasa namun, lama kelamaan Istri saya memuntahakan darah, paku , jarum dan juga lintah dari mulutnya pak ustad. saya takut terjadi sesuatu padanya. Apa mungkin dia di guna-guna?. Tolong bantu saya…” Jelasnya.


Saat mendengar cerita Zainal, Adam pun berpikir. Apa mungkin ada sesuatu lagi yang terjadi padanya, sama seperti Keluarga zaki dulu. Saat Adam sedang berpikir tiba-tiba Aminah langsung berbicara.


“Bang? mungkinkah ini sama kejadiannya seperti keluarga zaki dulu?”


Entah kenapa Aminah bisa sepemikiran dengan Adam.


“Aku akan menemui istri mu sekarang!” Ujar Adam tiba-tiba.


Aminah yang melihat suaminya akan berurusan lagi dengan musuh Allah, moncoba sedikit menahannya.


“Bang, aminah gak mau abang kenapa-kenapa… kali ini aminah melarang abang untuk pergi.” Pekik aminah dengan cukup keras.


Melihat sang istri tidak merestui kepergiannya untuk menolong seseorang, Adam berusaha menenangkannya.


“Abang bersama Allah, jadi aminah tidak perlu risau. Semua akan baik-baik saja.” Jawabnya.


Aminah masih dengan muka yang cemas. Antara menginzinkan atau tidak. Ia tidak berbicara usai Adam memberinya jawaban.


“Apakah aminah bisa ijinkan abang? Semua akan lancar dengan restu istri. Abang tidak akan pergi jika aminah tidak mengijinkan.”


“Aminah, aku mohon kepadamu, biarlah adam membantu Istriku aminah. Kalian sesama wanita, pasti kamu paham apa yang aku rasakan kan? bagaimana kalau kamu ada di posisi istriku?!” Zainal memohon.


Aminah pun hanya mengangguk, Namun tidak bicara.


“Abang akan segera kembali,, percayalah” Ujar Adam sambil mengelus pelan kepala aminah yang tertutupi oleh hijab yang di kenakannya.


Setelah itu Aminah pun masuk ke kamarnya, sedangkan Adam pergi bersama Zainal untuk menemui istrinya.


Sesampainya di Halaman rumah Zainal. tiba-tiba seluruh lampu yang ada di rumahnya padam. Suasana menjadi begitu gelap dan menyeramkan.


“Kenapa gelap sekali?” tanya Adam yang belum berani melangkahkan kakinya untuk melangkah lebih dalam, karena rumahnya yang terlihat sangat gelap.


“Tapi tidak mati listrik? hanya rumah mu saja nal?” Ujarnya lagi.


Zainal-pun kebingungan. Mencoba berpikir sejenak lalu melangkah sedikit demi sedikit untuk mengecek apa yang terjadi.


“Saat aku meninggalkan rumah, listrik dan lampu masih menyala pak ustad.” Jawab Zainal.


Sambil terus memperhatikan kondisi di luar rumah yang begitu gelap, Adam mulai mencoba masuk ke dalamnya.


“Sepertinya, Jin yang ada di dalam tubuh istrimu yang membuat semua ini.”


Zainal pun sudah melangkah lebih dulu, dan sampai di depan pintu rumahnya. Saat itu tangannya sudah bersiap untuk membuka pintu tersebut. Terlihat tangan zainal yang sedikit bergemetar tat kala menyentuh gagang pintu rumahnya.Namun, saat ia ingin memutar gagang pintu tersebut, tiba-tiba Adam menahannya.


“Tunggu” Teriak Adam.


“Jangan di buka.” Ujarnya lagi.


Zainal-pun menoleh ke belakang, melihat Adam dan kembali bertanya.


“Kenapa?”


Adam hanya menggelengkan kepalanya.


“Jin itu, ada di balik pintu.”


“Maksudmu?” Zainal kembali bertanya.


Adam pun tidak menggubris pertanyaan yang terakhir, kemudian ia pun langsung membacakan surah Al-An’aam ayat 130 sambil mengulurkan tangannya kedepan dengan tasbih yang masih melilit di jari jemarinya tersebut.

“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu Rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: ‘Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri,’ kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.”


Setelah surah itu di bacakan, tiba-tiba keluarlah Adinda, istri Zainal dari balik pintu rumahnya. Ia menjebolkan Pintu rumah tersebut dengan badannya, tenaganya terlihat sangat begitu kuat, kemudian ia berlari sangat cepat layaknya kuda sehingga menabrak Zainal dan membuatnya terpental beberapa meter dari posisi sebelumnya. Adam yang berjarak kurang lebih beberapa meter dari pintu tersebut, langsung di hadapkan dengan Wajah Adinda yang sangat buruk. Kelopak matanya yang menghitam, Mulutnya yang penuh darah, dan wajahnya yang terlihat sangat keriput. Itulah gambaran kondisi Adinda kala itu. Jin tersebut sudah menguasai tubuhnya. Maka ia bisa melakukan apa pun kepadanya, tak terkecuali juga dengan membunuhnya.


Wajah Adinda dan Adam saling bertatapan. Adam kemudian kembali membacakan surah tersebut, dan Tidak lama kemudian tiba-tiba, dinda memuntahkan Darah serta seekor ular ke wajah Adam. Mendapatkan sebuah serangan, membuat Adam harus mundur dan membersihkan semua darah yang tertempel di wajahnya itu.


“Astagfirullahaladzim” Adam beristigfar.


Tak lama setelah ular itu keluar dari mulutnya, tiba-tiba Adinda langsung terjatuh lemah tak berdaya dan membuatnya tergeletak di halaman rumahnya.


Sepertinya Jin itu keluar dan menjelma menjadi seekor ular. Pikir Adam.

Inilah Awal mula dari masalah baru yang harus segera di selesaikan~


صُمۢ بُكْمٌ عُمْىٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun


“Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).” (Al-Baqarah : 18)

-To be Continued-



Note : Untuk Episode 1 dan seterusnya belum saya pastikan kapan akan di update, mudah-mudahan bisa cepat sesuai kesibukan saya. Terima Kasih sudah membaca Prolognya. 😉

Quote:INDEX

Episode 1
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7
Episode 8
Episode 9
Episode 10
Episode 11
Episode 12
Episode 13
Episode 14
Episode 15
Episode 16
Episode 17
Episode 18

THANKS FOR READING!



NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]
Diubah oleh robbyrhy
4
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 3
12-04-2019 15:58
kalo kita baca dengan teliti, TS nya kayak nulis sesuatu teka teki rahasia di dalam beberapa kalimat.. coba saya pahami dulu
0
12-04-2019 16:50
Quote:Original Posted By KCMistis
Kak.. boleh gak cerita2 nya disini di share di IG?


boleh kak asal sertakan sumber y makasih
0
12-04-2019 16:51
Quote:Original Posted By itik.buruk.rupa
kalo kita baca dengan teliti, TS nya kayak nulis sesuatu teka teki rahasia di dalam beberapa kalimat.. coba saya pahami dulu


ayo pahamii wkwkw
0
14-04-2019 05:17
Hadir, tandain dulu
0
14-04-2019 17:21
Episode 10 - Akankah Terungkap?
Raut wajah Adam semakin panik. Tubuhnya tak bisa diam berlari kesana kemari. Mencari keberadaan istrinya yang hilang secara misterius.

Sementara Zainal hanya terdiam melihat Adam. Ia tak tahu apa yang harus di lakukannya, sampai akhirnya ia teringat dengan Adinda.

"Adinda?" dengan raut wajah yang berubah drastis tanpa pikir panjang, Zainal pun segera berlari menuju ke rumahnya. Ia merasakan hawa tak mengenakan, pikirannya lari kemana-mana.

"Jika Aminah saja bisa hilang bagaimana dengan Adinda?" batin Zainal yang terus berlari meninggalkan rumah Adam tampa pamit.

Saat itu Adzan Magrib berkumandang, Zainal dengan tergesa-gesa berlari dengan kencang. Suasana pedesaan yang dingin tat kala matahari akan tenggelam serta timbulnya kabut ringan yang membuat mata Zainal seakan tertutupi samar-samar.

"Ya Allah semoga saja Adinda tidak kenapa-kenapa...." Zainal terus berdoa seraya kakinya terus malangkah. Suara ranting pohon yang terinjak serta jalanan yang agak terjal ia lompati begitu saja. Rasa paniknya sudah membara, menyelimuti tubuhnya.

Saat sampai di depan halaman rumah, Zainal terkejut bukan kepalang. Pintu rumahnya terbuka, seakan ada sesuatu yang masuk atau keluar.

"Adinda?" dengan reflek Zainal berteriak, kemudian masuk ke dalam rumahnya.

Saat berada di dalam rasa paniknya sama seperti saat Adam mencari Aminah, ia berlari ke setiap ruangan rumahnya. Mencari keberadaan Adinda yang sama-sama hilang secara misterius.

"Ya Allah..." Zainal mulai merasakan stres, kepalanya sedikit pening dengan masalah yang ia alami tak kunjung menemukan titik terang.

sesekali ia mengacak rambutnya, membuat tenang dengan caranya sendiri. "Aku harus kasih tahu Adam juga..." batin Zainal. Kemudian kembali keluar rumah dan menuju ke rumah Adam.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Saat itu suasana di pedesaan memang sangatlah sepi. Rumah Zainal dan juga rumah Adam termasuk lokasi yang jarang sekali di lewati oleh para warga. Kadang hanya beberapa orang yang melewati kawasan ini. Yang bertujuan untuk mencari sesuatu di sebrang hutan.

Meski Desa Bedjo termasuk Desa yang sudah mengalami kemajuan dalam teknologi, namun tak jarang warga di sini enggan untuk memanfaatkannya. Mereka masih senang menggunakan barang-barang tradisional.

Sekitar 10 menit Zainal berlari menuju ke rumah Adam, ia pun dengan nafas yang tersenggal-senggal langsung nyelonong masuk tanpa ijin. Ya karena pintu rumah Adam yang sudah rusak akibat di dobrak olehnya.

Zainal pun dengan tergesa-gesa segera menuju Kamar Adam, saat ia sampai di ambang pintu Adam sedang melaksanakan sholat magrib.

"Ya Allah, aku sampai lupa denganmu..." ucap Zainal, hatinya kembali mengingat Allah.

"Ternyata dengan cepat setan bisa membuat ku lupa akan engkau ya Allah... maaf kan aku... aku memang manusia penuh dosa, aku seharusnya sholat saat keadaan sedang genting seperti ini.." air mata Zainal keluar sedikit demi sedikit. Ia pun segera bergegas ke kamar mandi setelah itu berwudhu dan ikut bergabung melaksanakan sholat magrib bersama Adam.

Usai melaksanakan sembahyang magrib, Adam duduk bersila dan membalikan tubuhnya menjadi berhadap-hadapan dengan Zainal. Adam terlihat sangatlah tenang dalam menghadapi masalah ini. Mungkin dengan cara seperti itu setan jadi tidak akan mudah untuk menghasut dirinya.

"Kenapa kamu tergesah-gesah seperti itu Nal?" tanya Adam penasaran.

"Adinda juga menghilang Dam..." keluh Zainal menjawab pertanyaan Adam dengan wajah lesuh tertunduk.

Adam menghela nafas berat, "Aku juga bingung, kenapa Adinda dan Aminah bisa menghilang secara bersamaan..." ucap Adam.

Bekas-bekas air mata masih menggenang di bawah kelopak mata Zainal, Ia memegang kepalanya yang tak pusing, "Siapa yang melakukan semua ini Dam?" Zainal menahan emosinya sendiri. Seolah berat untuk di luapkan.

Adam hanya bisa terdiam dengan pertanyaan yang Zainal lontarkan, "Jalan satu-satunya hanya dengan berdoa, Dan kita harus mencari mereka. Bagaimana kalau kita tanya satu persatu warga Desa, apakah ada yang melihat Aminah atau Adinda?" cetus Adam memberi solusi terbaiknya.

Zainal berpikir sejenak, "Baiklah... mungkin hanya itu jalan satu-satunya yang bisa kita lakukan saat ini." pasrah Zainal menyetujui solusi yang Adam berikan. Tanpa pikir panjang mereka pun segera menuju kawasan padat penduduk yang tidak begitu jauh dari rumah Adam.

Dengan motor yang selalu dibawanya Adam dan Zainal pun segera menuju kesana. Sesampainya di sana, tiba-tiba mereka telah di kejutkan dengan segerombolan warga yang berkerumbun.

"Ada apa ya Dam? ramai sekali itu." tanya Zainal.

"Ya Allah siapa yang membunuhnya??" Samar-samar mereka mendengar suara warga yang saling berbisik dari kejauhan.

Bahkan terlihat salah satu dari mereka tiba-tiba memundurkan badannya usai masuk ke dalam segerombolan warga itu.

Adam dan Zainal yang penasaran dengan apa yang sedang di lihat oleh warga bedjo, segera menghampiri sekumpulan warga tersebut.

"Assalamualaikum..." ucap Adam dan Zainal bersamaa membuat sekumpulan warga kini menengok ke arahnya.

"Walaikumsalam ... Eh, ustad Adam.. Alhamdulilah ustad datang di waktu yang tepat. Baru aja kami mau ke rumah pak ustad.." jawab Seorang warga di sana dengan wajah yang masih terlihat panik dan was-was. Entah apa yang sedang terjadi.

"Iya pak ustad ini ada mayat gak di kenal..." sunggut seorang wanita paruh baya dengan kencangnya.

Adam dan Zainal pun terkejut bukan kepalang, matanya melebar tat kala wanita tersebut berkata seperti itu. mereka pun segera masuk ke dalam gerombolan warga yang menghalangi sosok mayat di dalam sana.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

"Astagfirullahaladzim..." Adam beristigfar tat kala ia melihat sosok mayat tersebut. Ternyata mayat itu berjenis kelamin laki-laki, Berperawakan kurus serta dengan luka lebam di bagian punggunya.

"Sepertinya dia mati karena di bunuh Dam dan Mayatnya di buang ke saluran air, bisa di lihat dari tubuhnya yang membiru.." timpal Zainal menerka penyebab kematian dari jasad yang sedang di lihatnya.

Mayat tersebut pun di gulirkan ke samping oleh Adam, dan saat melihat sosok wajahnya Adam pun semakin terkaget-kaget. Ia hanya bisa mengelus dada dengan mata membulat sempurna. Wajahnya terlihat tegang dengan mata yang menyorot tajam ke arah mayat itu.

Ia segera mengehala nafasnya, berusaha tenang, "Apa kamu tahu dia siapa Dam?" tanya Zainal penasaran setelah melihat ekspresi Adam yang mencurigakan.

Adam masih terdiam lemas, menelan ludahnya sendiri berusaha ingin menjawab pertanyaan Zainal namun seakan masih tak mampu.

"Apa pak Ustad tahu orang ini?" kembali lagi salah seorang warga bertanya. Mengulang pertanyaan Zainal.

Adam masih menatap mayat tersebut, "Aku tahu, dia Pak Samit..." jawab Adam setelah sekian menit seperti terhipnotis dengan jasad yang ada di depannya.

Zainal hanya bisa menganga tak percaya, sementara seluruh warga Desa bergeleng tidak mengenalnya. Suara bisik membisik terjadi si situ. Mempertanyakan siapa pak Samit, dan dari mana dia?

"Aku mohon kepada warga desa untuk kerja samanya, agar kalian semua bisa mengurus jasad Pak Samit malam ini... Aku sendiri akan pergi ke rumah Syifa, anak dari pak Samit ini." seru Adam kepada para warga di sekitarnya.

"Baik Pak Ustad..." jawab Salah seorang warga di situ.

Adam mengatur nafasnya lagi, masih dalam keadaan tak percaya semua pertanyaan tentang Pak Samit kini terbayang dalam pikirannya.

"Saya pergi dulu ya, Assalamualaikum..." ucap Adam kemudian berlari kecil menuju motor miliknya.

Zainal yang melihat Adam sebegitu paniknya segera mengekori dirinya, ia pun sesekali berteriak kepada Adam bahwa dirinya juga ingin ikut membantu.

Adam tidak menggubris panggilan Zainal sampai ia berada di atas motornya, Zainal pun berteriak sangat keras, "Tunggu Adam..." Ia segera menahan Adam, kali ini Adam baru menoleh ke arahnya.

"Kamu tidak usah ikut Nal, ini tidak ada hubungannya dengan kamu... Aku takut kamu malah akan mendapatkan masalah lebih banyak lagi..." jawab Adam yang sudah siap memutar pedal gas motornya.

Zainal masih terkekeh, "Tidak Dam, tentu ini masih ada urusannya dengan ku, Adinda hilang?! mungkin saja ini bisa menjadi petunjuk... Aku mau kita selesaikan masalah ini bersama-sama.. Aku sangat khawatir dengan keberadaan istriku sekarang. Aku tahu kau pasti juga khawatir dengan Aminah kan?" kata Zainal

Adam menghela pasrah, "Baiklah.. Aku mohon kita bisa berkerja sama dengan baik dalam masalah kali ini ya Nal," kata Adam.

Zainal mengangguk, kemudian mainaiki Motor Adam. Lalu mereka pun segera bergegas menuju ke rumah Syifa untuk memberi tahu perihal pak Samit yang mati terbunuh. Jam menunjukan pukul dua puluh lewat delapan, Mereka memperkirakan akan sampai ke rumah Syifa tepat pukul sembilan malam.

"Semoga tidak ada sesuatu lagi yang menghalangi jalan kita ya Dam.." ucap Zainal sambil menepuk pelan pundak Adam.

"Amiiin" balas Adam dalam hatinya.

Dengan sigap Adam pun segera memutar pedal gasnya. Segera mengendarai motornya menuju ke kediaman rumah Syifa(Anak Pak Samit).

BERSAMBUNG....
0
14-04-2019 18:45
emoticon-Takut ihihihihihi...
0
14-04-2019 19:13
Quote:Original Posted By yd1tfm
emoticon-Takut ihihihihihi...


gmn gan ceritanya?
0
14-04-2019 22:03
Quote:Original Posted By robbyrhy
gmn gan ceritanya?


mantul gan, monggo diupdet lagi emoticon-Shakehand2
0
14-04-2019 22:04
emoticon-Rate 5 Star
0
15-04-2019 00:35
Quote:Original Posted By yd1tfm
mantul gan, monggo diupdet lagi emoticon-Shakehand2


Siap Makasih banyak sudah mau membaca
0
16-04-2019 23:34
apdet gaaaannnn....
0
17-04-2019 19:08
Episode 11 - Tanda-Tanda
Zainal dan Zaki sampai di halaman rumah Syifa. Dari luar semua terlihat sepi dan sunyi. Entah kenapa lampu depan rumahnya pun mati. Sehingga membuat Zainal berhenti di tengah-tengah halaman rumah tersebut. Nuansa menyeramkan menyelimuti sekelilingnya. Hembusan Angin yang sedikit kencang membuat malam ini menjadi sangat dingin. Kabut yang entah datang dari mana juga tiba-tiba menghujanin kawasan rumah Syifa. Seakan memiliki sisi gelap di dalamnya.

"Sepertinya kosong Dam," terka Zainal , matanya terus mengarah ke bagian pintu rumah tersebut.

Adam yang berada di belakangnya segera mengambil sebuah senter dari balik jok motornya. Kemudian ia kembali lagi berjalan menuju ke arah Zainal.

"Mungkin kita harus pakai ini, di sini cukup gelap sekali." ucap Adam yang langsung menekan tombol lampu senter tersebut sehingga cahayanya menyorot ke arah depan. Terlihat pintu rumah Syifa yang sudah cukup reot dan tak terawat.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

"Apa kau yakin Syifa ada di dalam?" tanya Zainal. Matanya terus memperhatikan kawasan rumah tersebut.

Adam melangkahkan kakinya, sedikit demi sedikit, "Aku tak yakin coba kita panggil," jawabnya, tak berapa lama Zainal langsung mengucapkan Salam. Sesekali ia memanggil nama Syifa.

Tidak ada yang menjawab, hanya keheningan malam dan dercak air yang menetes akibat hujan tadi sore.

"Sepertinya rumah ini benar-benar sudah tidak ada yang menempati Dam," kata Zainal.

Adam masih terkekeh di depan pintu rumah tersebut, mencari tahu apakah benar tidak ada orang di dalamnya.

"Assalamualikum..." ucap Adam sambil mengarahkan lampu senter yang ia pegang ke kaca. Cahayanya pun sedikit masuk menembus beningnya kaca dari rumah tersebut, Dan memperlihatkan kondisi di dalamnya.

Masih sama seperti tadi siang, Tidak ada siapa pun di dalam rumah itu. "Mana mungkin Syifa bisa pergi secepat ini. Kamu tahu kan tadi siang kita bertemu dengannya." Adam masih bersih keras, jika Syifa masih ada di dalam.

Sementara Zainal sudah merasakan hawa yang tak mengenakan. "Iya, aku tahu itu... Tapi aku tak yakin dia ada di dalam," elak Zainal.

Adam mencoba memutar gagang pintu rumah tersebut, "Sepertinya terkunci" ucap Adam.

"Apa perlu kita mendobraknya?" Zainal memberi saran.

Adam menggeleng, "Cukup keras pintunya jika kita dobrak, apa kamu punya cara lain?" tanyanya.

Setelah usaha mereka seakan sia-sia dan gagal. Adam pun masih mencoba berpikir, mencari cara agar dapat masuk ke dalam rumah tersebut.

"Bagaimana kalau kita coba lewat pintu belakang?" saran Zainal lagi. "Biasanya setiap rumah itu memiliki pintu di bagain belakang kan?" tambahnya.

Adam mengangguk ringan, "Boleh kita coba.." jawabnya.

Kemudian mereka pun berlari menuju pintu belakang rumah tersebut, Dengan wajah yang tegang serta penasaran. Adam terus menerus mengarahkan lampu senter miliknya ke bagian-bagian tertentu.

"Itu pintunya Dam," tunjuk Zainal, kemudian mereka kembali berlari. Mengarah ke pintu yang tertunjuk.

Setelah sampai di pintu belakang, tanpa pikir panjang Zainal langsung mencoba membuka pintunya.

Dan, 'Brak!'

Pintu tersebut tidak terkunci. Wajah Zainal terlihat melega, di barengi dengan Adam. Rasa penasarannya mungkin akan segera tertuntaskan.

"Ayo masuk, " seru Zainal, langkah kakinya seakan terus menuntunnya untuk mengekspos lebih dalam lagi rumah dari anak Pak Samit itu.

Saat berada di bagian belakang(Dapur), dalam rumah itu. Terlihat semua perabotannya masih tersusun rapih tanpa ada tanda-tanda bekas orang atau siapapun yang melakukan aktivitas di dalam. Seperti rumah yang sudah tak berpenghuni, tidak sedikit barang-barang dapur sudah di selimuti oleh jaring laba-laba dan debu.

"Coba kamu nyalahkan lampunya Nal," perintah Adam, sambil menyorot lampu senternya ke arah dingding rumah itu. Mencari keberadaan stop kontak untuk menyalahkan lampu.

Setelah ketemu, Zainal mencoba menekan stopkontak tersebut, Namun nihil lampu tidak menyalah. "Sepertinya aliran listrik di di rumah ini ada yang rusak Dam," terka Zainal.

Adam hanya terdiam was-was, ia pun segera mengarahkan lampu senternya ke bagian yang lain. Seperti ke arah plapon dan sudut-sudut ruang.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Saat Mereka berjalan masuk lebih dalam tiba-tiba mata mereka di kejutkan dengan sebuah penampakan  lukisan besar. Adam langsung menyorot kembali cahaya senternya tepat di lukisan tersebut.

"Aku belum pernah melihat ini sebelumnya, saat aku berkunjung ke rumah Pak Samit saat itu, aku tidak pernah melihat ini sama sekali. Ini lukisan apa?" Adam terheran. Matanya membulat , begitu juga dengan Zainal. mereka seakan bingung dengan raut wajah semakin menegang. Tak sedikit juga, keringat keluar dari dahi masing-masing.

"Coba kamu perhatikan Dam, Kalung yang di pakai oleh orang ini...." tunjuk Zainal ke arah lukisan yang menggambarkan sosok Perempuan berjubah hitam dengan kalung berlambang mata satu yang di kenakannya.

Adam menyorot tajam ke arah yang di tunjuk, matanya fokus melihat kalung serta sosok lukisan tersebut. "Iya aku lihat, itu seperti sebuah simbol." ucap Adam ragu, wajahnya masih terlihat bingung.

"Kalung itu sama percis dengan kalung yang di pakai oleh orang berjubah di gubuk reot yang kita temui tadi siang. Ya aku yakin sekali. Aku melihat kalung itu," jelas Zainal penuh kayakinan, terlihat dari matanya yang menguat.

Adam menatap Zainal heran, "Apa kamu yakin? jika kalung tersebut sama percis dengan kalung di lukisan ini, berarti keluarga Pak Samit atau Syifa mempunyai hubungan dengan mereka?"

"Sepertinya..." ucap Zainal ragu-ragu.

Adam harus memutar otaknya, ini semua seperti teka-teki baginya. Bagaimana bisa masalah yang dia alami kali ini bisa lebih rumit. Masalah Aminah dan Adinda yang hilang saja belum selesai, kali ini masalah tersebut seakan malah makin melebar.

Adam menghela nafas berat, mencoba tenang dan berpikir jernih. Ia harus bisa mendapatkan barang bukti lainnya, yang mungkin bisa memperjelas masalah yang dia alami kali ini.

"Bagaimana kalau kita telusuri semua ruangan rumah ini Dam, Aku yakin Pak Samit dan anaknya mempunyai keterkaitan antara hilangnya Istri ku dan istrimu. Walaupun ini masih hanya perkiraan." imbuh Zainal, kemudian mengajak Adam menuju ke kamar gadis pemilik rumah tersebut.

Saat sampai di ambang pintu kamar, Ternyata kamarnya tidak tertutup. Pintunya terbuka lebar, sontak saja ini membuat mereka semakin mudah mencari tahu bukti-bukti lainnya. Adam segera menyenter ruangan dalamnya. Dan hanya terlihat  tempat tidur serta barang-barang yang masih lazim. Yang sering kita temui di  kamar manapun.

Zainal perlahan-lahan masuk ke dalam kamar tersebut. Tangannya sibuk mengobrak-abrik barang-barang yang tergeletak. Laci-laci serta lemari baju pun di geledah.

Sampai pada akhirnya Zainal menemukan sebuah foto Syifa dan juga Pak Samit.

"Coba kamu lihat Dam," ucap Zainal sambil memperlihatkan foto tua tersebut.

Disana Syifa terlihat masih sangat kecil. Di perkirakan dia masih berumur lima tahun, Foto tersebut menampakan Pak Samit yang sedang menggendong Syifa.

Adam mengarahkan senternya ke kertas foto yang Zainal pegang, "Iya aku lihat, apa ada yang aneh?" tanya Adam bingung.

"Kalau kamu perhatikan lagi, coba lihat rumah kecil di belakang Syifa dan Pak Samit ini. Itu bukannya gubuk reot yang kita temui tadi? benarkan?" jawab Zainal terkekeh. Yakin seratus persen dengan penjelasannya.

Seakan mendapatkan barang bukti yang kedua, misteri keluarga Pak Samit pun sedikit demi sedikit mendapatkan titik terang.

"Berarti semua ini benar? Sosok Perempuan berjubah hitam di lukisan tadi, dengan foto yang menunjukan gubuk reot tempat kita melihat sosok tersebut itu ternyata saling berhubungan. Lalu apa urusan pak Samit dengan semua ini?" ucap Adam. Otaknya kini di penuhi oleh berbagai macam pertanyaan, "Itu yang harus kita cari tahu sendiri..." jawab Zainal.

Adam terus memandang foto yang sudah menguning itu dengan dengan senternya. Sementara Zainal sibuk mencari lagi barang-barang yang bisa di jadikan petunjuk.

Saat mereka tengah fokus dengan semua itu, tiba-tiba terdengar suara bergemeretak dari atas plapon kamar Syifa.

Bau kemenyen pun turut hadir menyelimuti isi ruangan tersebut. Di ikuti oleh Pintu Kamar yang tiba-tiba tertutup dengan kasar.

"Brakk!"

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Wajah Adam dan Zainal seketika berubah panik. Dengan sigap Adam segera mengarahkan senternya ke pintu. Tidak ada siapapun, setelah itu ia kembali lagi menyorot plapon kamar tersebut dengan senter. Dan masih sama tidak ada siapapun. Suara desisan ular seakan terdengar jelas saat mereka terdiam hening. Adam dan Zainal saling berhadapan dengan wajah mereka yang makin tegang dan panik.

BERSAMBUNG!
0
Lihat 1 balasan
Lapor Hansip
21-04-2019 09:10
Balasan post robbyrhy
Gan kapan lanjutannya. Udah tanggal 21 nih hehehehe
0
21-04-2019 12:08
Quote:Original Posted By dwi27151
Gan kapan lanjutannya. Udah tanggal 21 nih hehehehe


wkwkw makasih udah mau nunggu, nanti malam saya update ya, tenang kawan
0
21-04-2019 18:12
Quote:Original Posted By robbyrhy
wkwkw makasih udah mau nunggu, nanti malam saya update ya, tenang kawan


Ditunggu apdetanyaemoticon-Cendol Gan
0
21-04-2019 23:11
Episode 12 - Jawaban
Saat Melihat pintu kamar tersebut tiba-tiba tertutup, Adam dan Zainal langsung segera berlari menuju pintu itu.

Wajahnya semakain tegang, ia kembali membuka pintu tersebut. Dengan rasa cemas Zainal menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari sosok yang melakukan hal itu.

"Tidak ada orang, siapa yang menutup pintu ini?" tanya Zainal.

Ia kemudian kembali menoleh ke arah Adam, "Ada yang tidak beres," tambahnya lagi.

Adam mengawasi kawasan sekitar, menatap setiap sudut ruangan kamar tersebut dengan senter yang masih di pegang.

"Aku merasa ada yang mengawasi kita Nal," jawab Adam. Bulu kuduk mereka berdua tiba-tiba meremang. Seakan ada sosok yang ingin menggapainya.

"Sebaiknya kita keluar dari rumah ini," Adam kembali bicara, Rasa takut semakin menyelimuti tubuhnya, meski ia sudah mencoba kuat.

"Aku yakin, Semua jawaban masalah ini ada pada gubuk itu," ucap Zainal dengan tatapan mata yang menguat.

Adam hanya bisa menelan ludahnya sendiri, saat mereka berdua hendak keluar dari kamar tersebut untuk menuju ke luar rumah. Tiba-tiba suara bergemeretak itu datang kembali. Bau busuk pun tiba-tiba hadir, melibihi bau bangkai tikus. Lebih busuk lagi,

Bau busuk itu seakan semakin terciun dan dekat. Sementara, Suara gemeretak itu seakan sangat jauh namun, lama ke lamaan semakin dekat. Adam dan Zainal menyadari itu. Suaranya tepat berada di atas plapon. Sama seperti tadi, Sepertinya suara itu menandakan datangnya sesosok makhluk tak kasat mata yang berusaha menggapai mereka.

Tepat di belakang, Adam dan Zainal segera menoleh ke arah sumber suara tersebut. Dengan tatapan tajam mereka berdua di kejutkan oleh makhluk bertubuh kurus. Kulitnya hitam, wajahnya tidak terlihat. Itu seperti bayangan seseorang. Hanya terlihat matanya yang merah dan menyala. Saat ingin menyorot sosok tersebut dengan lampu senter yang di pegangnya. Entah kenapa tiba-tiba lampu senter itu mati. Sangat mustahil, namun itu memang nyata.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

"Astagfirullah," Adam beristigfar, beberapa kali ia mengerjapkan matanya. Mundur beberapa langkah serta terus memperhatikan sosok hitam yang tinggal berisi kulit dan tulang. Sosok itu semakin mendekat, merangkak di atas plapon rumah dengan sedikit berdesis.

Zainal hanya melongo, dengan tatapan kosong ia seakan terhipnotis oleh sosok tersebut. Tanpa bergerak dan tetap di posisinya.

"Zainal, jangan lengah, Zainal! Ingat Allah," Adam berteriak keras. Takut jika nantinya sosok jin, Iblis laknatullah itu masuk ke dalam tubuh pria tersebut.

Adam segera memukul pundak Zainal berkali-kali. Sambil membaca ayat kursi ia berusaha kuat untuk melawan tatapan dari sosok tersebut. Seperti Dajjal, tatapan makhluk itu sangat tajam dan terlihat sangat berbahaya! Bisa membuat seseorang lupa akan Allah.

Zainal pun tersadar tat kala Adam memukul pundaknya untuk ke tiga kalinya. Ia langsung menoleh ke arah Adam, dan beristigfar sekeras mungkin, "Astagfirullah, Ada apa Dam?" wajahnya panik.

Adam hanya bisa menghela nafas lega, dengan jantungnya yang masih berdegup tak karuan.

Sosok hitam tersebut soalah pergi  begitu saja tat kala Zainal tersadar. Mungkin dia menginginkan "Pria di sampingnya itu" Namun yang pasti selama ada yang masih mengingat Allah, dan meminta pertolongannya. Mau sekuat apapun makhluk tersebut, mereka tak akan mampu melawannya.

Adam masih terlihat shock, wajahnya pucat dengan dahi yang berkeringat. Sementara Zainal seperti orang linglung dan terus-menerus bertanya sebenarnya apa yang terjadi.

Tanpa banyak bicara Adam hanya menjawab, "Bahwa seseorang berusaha mengirim sihir kembali kepada dirinya dan dirimu."

"Berarti, dia sudah mengetahui tentang kita?" Zainal bertanya lagi.

"Aku rasa mereka mengawasi kita," jawab Adam.

Setelah itu mereka pun kembali lagi kepada niat awalnya. Pergi dari rumah tersebut Dan bergegas menuju gubuk yang di percaya memiliki misteri besar di dalamnya.

Dengan sigap mereka pun segera menuju gubuk yang tadi siang mereka temui. Sebenarnya Zainal sangat khawatir jika harus pergi ke sana malam ini juga. Mengingat kejadian-kejadan mistis yang sangat menakutkan selalu menimpanya. Namun Adam malah sebaliknya, ia bersih keras untuk pergi ke sana. Menurutnya jika semakin lama kita mengulur waktu untuk memecahkan misteri ini. Dia takut nasib, Aminah dan Adinda akan sama seperti nasib Pak Samit. Yakni mati secara 'mengenaskan'. Tidak bisa di bayangkan jika itu sampai terjadi.

Kata-kata Adam itulah yang membuat Zainal menjadi kuat untuk menyelesaikan semua masalah ini. Sebelum Adam menaiki Motornya Zainal mengecek terlebih dahulu jam di handphonenya. Saat itu jam menunjukan pukul sebelas malam, hanya butuh waktu tiga puluh menit agar sampai di tempat gubuk tersebut berada.  Meski di bilang mereka akan sampai di sana pada jam-jam yang mengerikan. Tengah malam lebih tepatnya.

Namun ada satu kata yang membuat nyali Zainal sedikit down. Saat ia melihat tulisan Jumat, Kliwon di Handphonenya. Ya, lebih tepatnya malam ini.

"Dam, hari ini adalah malam jumat kliwon... apa kamu yakin kita nekat untuk kesana?" tanya Zainal khawatir, Mengingat jika malam-malam tersebut di katakan malam yang tidak cukup baik. Banyak orang-orang melakukan praktik-praktik ilmu hitam dan kerap kali di jadikan malam paling menyeramkan. Entahlah itu hanya mitos atau fakta.

"Iya aku sangat yakin, aku tidak akan bisa tidur nyenyak jika Aminah belum di temukan Nal, Aku tidak peduli dengan kata-kata kliwon yang kamu maksud. kita harus percaya kepada Allah? buang jauh-jauh kepercayaan itu Zainal. Apa kamu  tidak sayang dengan Adinda?" jawab Adam ia malah balik bertanya.

Zainal mengehela nafasnya, "Kamu benar, kenapa perasaan ku saat ini seakan bimbang ya Dam," jawabnya. "Aku merasakan perasaan yang begitu tidak mengenakan." tambahnya.

"Inget Nal, setan atau iblis itu dekat. Maka dari itu, semua itu pasti di sebabkan olehnya. Rasa takut dan kekhawatiran itu datangnya dari setan. Jika kamu sudah berniat baik, pasti akan ada rasa seperti itu muncul." Adam kembali menguatkan Zainal. Agar nyalinya kembali bangun.

Saat itu juga akhirnya Zainal seakan memiliki kekuatan lebih. Ia merasa jika ucapan-ucapan Adam itu benar adanya. Dia tidak boleh lemah, ini menyangkut istri kesayangannya. Menyangkut keluarga kecilnya.

Mereka pun segera pergi menuju gubuk reot tersebut. Saat di perjalaan, suara gemuruh petir kembali terdengar. Sepertinya hujan akan kembali turun. Suasana jalanan hutan yang sepi semakin membuat buluk kuduk keduanya merinding. Di tambah lagi kabut tipis yang ikut serta menghalangi perjalanan mereka.

Pukul 11:55 Malam. Akhirnya Zainal dan Adam sampai di tempat mereka berdua berhenti tadi siang. Untuk menuju gubuk itu sendiri,  mereka harus turun ke bawah jurang dangkal. Hanya itu satu-satunya jalan.

Tanpa pikir panjang mereka pun langsung segera menuruni jurang dangkal tersebut dengan hati-hati. Suara gemuruh petir terus menggelegar. Mengagetkan keduanya. Namun nyali mereka masih kuat agar dapat memecahkan masalah ini. Membuang rasa takut tersebut jauh-jauh.


Saat ingin sampai di bawah jurang itu, Adam dan Zainal harus di kejutkan dengan penampakan kumpulan obor yang menyala terang.

Obor itu tidak haya satu, melainakan puluhan. membuat sebuah cahaya yang menerangi jalan menuju gubuk tua dan reot itu.

Seakan bingung, mereka berdua akhirnya mengupat terlebih dahulu di salah satu sisi pohon besar. Sambil mengawasi dan mengintip kawasan di sekitarnya. Melihat, Apakah ada orang atau tidak nantinya.

Beberapa menit kemudian, Mata Adam dan Zainal melabar. Melotot sempurna, Mereka terkejut di karenakan melihat sekumpulan orang berjubah hitam yang sedang berjalan. Berbaris menuju sisi gubuk tersebut. Sekumpulan jubah itu juga berteriak, "Sembah Dia, Jadikan dia Tuhan kita," suara tersebut begitu menggema. Menambah kesan seram di dalamnya.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Adam menelan ludahnya sendiri, semakin berpikir. Siapakah sosok di balik para jubah itu. Apa mungkin di kawasan ini telah terbentuk sekte penyembah setan? Semua pertanyaan demi pertanyaan terus menghatui pikiran Adam.

Zainal segera mendekat ke arah Adam,"Aku rasa mereka itu penganut aliran sesat Dam," bisik Zainal.

Adam masih terheran, matanya tak lengah menatap para sosok berjubah hitam di bawah sana. Ia tidak menggubris ucapan Zainal sedikit pun.

"Apa sebaiknya kita kita lanjutkan turun ke bawah Dam?" Zainal bertanya lagi.

Adam seakan terfokus dengan sebuah ritual yang sedang dilakukan oleh kelompok tersebut, "Apa yang akan mereka lakukan?" Adam malah bertanya balik, membicarakan permasalahan yang lain.

Sementara Zainal hanya bisa mentap Adam bingung, "Kamu tidak mendengar ku Dam?" decak Zainal sedikit keras. Membuat Adam terkaget lalu menoleh ke arahnya.

"Oh iya.... Ada apa Nal," tanya Adam bingung.

Zainal mengernyitkan dahinya,"Sebenarnya apa sih yang sedang kamu per..."

"PRAKKK!"

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Belum sempat Zainal menuntaskan omongannya, tiba-tiba sesosok dari bagian kelompok jubah hitam tersebut langsung menghantam punggung Zainal dengan kayu. Menyebabkan pria tersebut pingsan seketika.

Adam yang melihat Zainal langsung tergeletak mencoba ingin melawan, Naas nasibnya harus sama. Pria berjubah hitam itu dengan cepat langsung memukulnya juga. Sehingga menyebabkan keduanya pingsan.



BERSAMBUNG...
Diubah oleh robbyrhy
0
23-04-2019 20:32
......makin horor ae ceritane gan....joss gandoss.....lanjut boss....emoticon-Takut
0
23-04-2019 21:12
Quote:Original Posted By ninoflow80
......makin horor ae ceritane gan....joss gandoss.....lanjut boss....emoticon-Takut


Siap... Tunggu ya,
0
24-04-2019 18:48
Episode 13 - SEKTE
Adam membuka matanya sedikit demi sedikit. Buram, gelap, dan remang. Matanya belum bisa melihat utuh semua keadaan sekitar. Kepalanya terasa pusing. Ia meringis sakit.

Saat Matanya nyaris terbuka, Adam melihat suasana di sekitarnya begitu ramai. Semua itu berbentuk hitam, belum jelas terlihat.

"Shhh,, Astagfirullah..." ucap Adam meringis menahan pusing yang masih menemplok di belakang kepalanya. Mungkin karena bekas pukulan yang cukup kuat tadi.

Matanya lama-kelamaan melebar.  Memperlihatkan sekelompak jubah hitam yang sedang mengelilingi dirinya.

Adam mendongkak, melihat ke kanan dan ke kiri. Dahinya tak berhenti berkeringat. Kobaran api menyala menyilaukan pengelihatan Adam di depan.

"Apa yang terjadi?" betapa terkejutnya dia. Saat melihat Zainal yang masih terlelap pingsan di sebuah kursi yang di ikat kuat. Kepalanya menunduk, sementara itu Adam kembali harus di buat shock tat kala melihat Aminah dan juga Adinda dalam kondisi yang sama. Tubuhnya di ikat kuat di sebuah kursi. Mulutnya di tutupi oleh sehelai kain.

Aminah menengok ke arah Adam, begitu juga dengan Adinda yang meringis meratapi suaminya yang tak kunjung sadar.

Aminah seperti ingin berbicara sesuatu namun mulutnya susah untuk terbuka. Karena sumpelan kain yang terlalu kuat.

"Aminah..." Adam teriak, "Kenapa kalian lakukan ini kepada kami!" tambahnya lagi.

Mata Adam menyorot tajam ke arah sekelompok berjubah hitam itu. Yang hanya terdiam mengelilingi mereka.

Saat Adam ingin berteriak kembali, salah satu dari kelompok itu tiba-tiba berjalan. Mendekat ke arah Adam.

Suasana semakin seram tat kala gerimis tiba-tiba datang. Dinginnya malam semakin menyelimuti keadaan mereka semua. Walau terdapat Api di tengah-tengah namun rasa dingin itu masih mendominasi. Terlebih lagi suara gemuruh petir yang kencang. Mengingatkan akan turun hujan deras sebentar lagi.

Sosok jubah hitam itu tertawa kecil, secara tiba-tiba ia langsung menjambak rambut Adam hingga kepalanya mendongkak ke belakang. 30°.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Adam menelan ludahnya sendiri, menatap sosok yang sedang menjambaknya dengan tajam. Penuh Amarah, Adam tidak bisa melakukan apa-apa. Tangan dan kakinya di ikat. Mata dari sosok berjubah hitam itu menguat. Memberikan sebuah tekanan kepada Adam, agar dirinya merasakan ketakutan.

Namun Adam tak selemah itu, ia malah menatap balik tatapan dari sosok tersebut.

"Mau kamu apa? Ingat! semua perbuatan yang kamu lakukan ini tidak ada gunanya. Allah akan melaknatmu! Allah pasti akan menolongku" teriak Adam penuh keyakinan.

Sosok jubah itu menghela nafas jengah dengan ucapan-ucapan pria di hadapannya kali ini. sok suci! Ia semakin memperkuat jambakannya, hingga menekan kedua pergelangannya Agar Adam merasakan sakit yang lebih hebat lagi.

Benar saja.
Saat itu Adam semakin meringis kesakitan dengan badan bergemetar, menahan lehernya yang tertekuk semakin ke bawah. di tambah lagi rambutnya yang seakan tertarik begitu kuat. Sehingga urat yang melingkar di lehernya terlihat begitu jelas. Tertarik, bahkan jika jambakannya semakin di tekuk ke bawah, mungkin urat leher Adam dapat putus.

"Sedang seperti ini saja, kamu masih bisa-bisanya membuat ku marah. Aku tidak akan tinggal diam Adam, kematian mu sudah di depan mata sekarang." ucap Sosok jubah hitam itu. Dia mengetahui nama Adam?Kemudian melapas jambakannya dengan sangat kasar. Seperti membanting sebuah barang. Hingga kepala Adam terhempas begitu kencang. Mungkinkah sosok jubah itu memiliki hubungan dekat dengannya?

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Sosok itu kembali berjalan, menuju ke arah tengah. Di mana letak api yang sangat besar sedang menyala. Ia seperti ingin menjelaskan sesuatu.

Tak lama kemudian satu sosok berjubah hitam yang lain ikut melangkah. Berjalan ke arah sosok jubah hitam yang sudah ada di tengah-tengah itu. Sepertinya kedua sosok jubah hitam yang sedang berada di tengah itu adalah pemimpin dari yang lainnya. Sudah terlihat dari gelagat serta cara bicaranya.

"Hmm... Aku sangat senang karena Ustad Adam kini akan ikut serta dalam ritual kami." sosok Jubah hitam yang tadi menjambak Adam kembali berbicara. Dengan nada yang menakutkan ia sedikit tertawa kecil. Terlihat dari masker yang di gunakannya berkerut mendandakan senyuman. Meski Adam tidak mengetahui siapa sosok itu.

"Aku juga sangat puas karena akan melihat kamu.... (Sambil menujuk Adinda) akan mati. Di hadapan ku." ucap Sosok jubah hitam yang berada di samping jubah hitam yang satunya. Kali ini nada suaranya mencerminkan suara perempuan.

Adinda melotot sempurna, tat kala Sosok perempuan berjubah hitam itu menunjuk-nujuk dirinya. Seakan mempunyai dendam yang begitu hebat.

Setelah itu Sosok jubah hitam perempuan itu tiba-tiba menaburi sebuah serbuk ke dalam api yang sedang berkobar. Entah serbuk apa yang ia taburi, mungkin itu sebagian dari ritual yang akan di laksanakan.

Tak lama kemudian, Zainal mulai sadarkan diri.

ia meringis sakit, sedikit demi sedikit matanya terbuka, membangunkan kepalanya yang tertunduk. Setelah itu menatap ke arah depan masih dengan pengelihatan yang buram. Sayup-sayup Zainal melihat wajah Adinda dengan mulut yang tersumpal kain.

"Ahkk"

Lama-kelamaan pengelihatannya semakin jelas, saat semuanya terlihat. Betapa terkejutnya dia, melihat sang istri dalam keadaan seperti itu.

"Adinda?" Zainal berteriak keras. Ia menoleh ke arah kiri, dan melihat Adam yang terbujur lemas terikat. Mulutnya di sumpal juga. Mungkin sosok jubah hitam yang lain baru saja menyumpal mulut Adam.

"Adam ada apa ini?" Zainal terlihat panik dan tegang. Wajahnya begitu linglung melihat kondisinya saat ini. Serta kondisi di sekitarnya. Adam hanya bergeham, ingin menjelaskan namun nihil, mulutnya tak bisa melakukan itu.

Adinda menoleh ke arah sang suami. Ia menyucurkan airmatanya cukup banyak. Menahan takut dan seperti ingin mengatakan sesuatu.

Sosok jubah hitam laki-laki yang menjambak Adam tadi, tiba-tiba mengunakan sebuah kalung rantai. Dengan simbol mata satu di tengahnya. Ia berjalan mendekati sosok jubah perempuan yang masih asik menaburi serbuk tersebut.

"Hari ini kita punya satu persembahan untuk Dajjal!" suara pria berkalung itu menggema. Berteriak keras dengan nada yang besar.

Adam, Aminah  , Adinda dan Zainal hanya bisa melotot melihat mereka. Tangannya terus berupaya bergerak, bahkan Adam mencoba menggesekan tali yang mengikat kedua tangannya ke belakang kursi. Berharap tali itu dapat putus.

"Ehmmm..." Aminah dan Adinda meringis, menggelengkan kedua kepalanya ketika sosok jubah hitam perempuan itu berjalan. Menuju ke arah mereka berdua.

"Kau yang akan mati terlebih dahulu, Adinda..." ucap sosok jubah hitam perempuan itu. Sambil mengelus kulit wajah Adinda dengan pisau tajam yang di pegangnya. Adinda menatap tajam pisau itu, keringatnya tak berhenti keluar. Ia hanya mengerang takut. Dengan tubuh yang bergemetar kuat. Sementara Aminah hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah, mencoba tenang ketika melihat sosok jubah perempuan itu menakut-nakuti Adinda dengan segenggam pisau.

Sosok jubah hitam perempuan itu kemudian kembali lagi ke arah api unggun. Dia berbisik kepada sosok jubah hitam berkalung.

Entah apa yang mereka bicarakan. Usai berbisik sosok jubah hitam berkalung itu berteriak, "Sekarang saatnya Ritual kita mulai. Dengan satu tumbal perempuan dan satu tumbal laki-laki. Untuk persembahan kepada raja dari segala raja."

Setelah itu sekitar sepuluh sosok jubah hitam yang lainnya langsung bersorak. Mereka pun langsung berjalan mengelilingi Adam, Aminah , Zainal dan juga Adinda. sambil membacakan sebuah mantra-mantra ia berteriak begitu kencang.

NIFAQ (Horor Story) [Spin-off Gerbang Iblis]

Adam hanya bisa menelan ludahnya sendiri, mencoba berpikir agar bisa melapskan ikatan tangannya. Ia juga senang tiasa berdoa, berdizkir mengagungkan nama Allah. meminta pertolongannya Dalam hati.

Saat semua sosok jubah hitam itu masih berjalan mengelilingi mereka berempat. Sementara itu sosok jubah hitam perempuan kembali lagi berjalan ke arah Adinda. Bersama sosok jubah hitam berkalung.

"Kamu adalah tumbal yang cocok untuk persembahan tumbal perempuan saat ini,"  ucap sosok  jubah berkalung itu dengan sedikit berdesah. Membuat gadis di hadapannya semakin takut. Itulah yang mereka inginkan. Benar saja, Nafas dari sosok berjubah hitam berkalung itu semakin membuat Adinda ketakutan. Sekujur tubuhnya merinding Sampai ke ubun-ubun.

Suara gemuruh petir semakin kuat. Gerimis lama-kelamaan semakin deras. Air hujan menetes dengan cepat. Namun ritual itu tetep berjalan, tak memandang kondisi alam.

Kursi Adinda di tarik oleh kedua sosok berjubah hitam itu. Di bawa ke tengah-tengah, sangat dekat dengan kobaran api unggun yang menyalah besar.

Adinda terus meringis takut. Suaranya teriakannya dapat terdengar meski mulutnya tersumpal. Sepertinya dengan sekuat tenaga dia mengeluarkan  suara tersebut. Mengharap ada yang mau menolongnya. Belas kasihan kepadanyan

Melihat Adinda di perlakukan layaknya binatang, membuat Zainal terkekeh marah. Matanya melotot kuat menatap kedua sosok jubah hitam itu. Yang berusah melakukan eksekusi terhadap istrinya. Entah apa yang akan mereka lakukan. Zainal terus mengguncang-guncangkan kursinya. mengerang keras, berusaha memanggil nama istrinya itu. Apa daya tubuhnya di ikat, dan mulutnya pun di sumpal dengan cepat oleh salah satu sosok jubah hitam yang lain.

Zainal tak tinggal diam, kakinya terus di goyang-goyangkan sampai akhirnya dia malah tejatuh. Tersungkur ke tanah. Dagunya menyentuh bebatuan kecil sehingga membuatnya terluka. terbesot dan berdarah itu  sangat perih!

Ia meringis sakit, menahan tumpuhan tubuhnya yang tertimpa kursi yang masih terikat.

BERSAMBUNG..
Diubah oleh robbyrhy
0
24-04-2019 21:05
Story nya lbh ke thriller ya gan??
0
Halaman 2 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
detektif-ega
Stories from the Heart
tamat-lie-love-in-elegy
Stories from the Heart
senandung-black-n-blue
Stories from the Heart
misteri-jodoh
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.