alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5caadfedf4d69568f018b59f/hah-npwp-di-non-efektifkan
Lapor Hansip
08-04-2019 12:45
Hah? NPWP di Non Efektifkan?
Past Hot Thread
Hah? NPWP di Non Efektifkan?
Menurut Undang-Undang mengenai Ketentuan Umum Perpajakan, di pasal dua ayat satu disebutkan bahwa setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. Jadi yang wajib daftar adalah yang sudah memenuhi syarat subjektif dan objektif aja ya. Nah kalau yang belum memenuhi gimana? Daftar juga? Boleh kok daftar. Kan undang-undangnya nggak bicara soal pelarangan pendaftaran. Jadi nih, semua orang boleh daftar NPWP. NPWP biasanya jadi persyaratan dalam hal tertentu. Misalnya kalau mau ngutang, kita butuh NPWP. Nah pastinya buat NPWP dong terlepas sudah memenuhi syarat subjektif atau objektifnya.

Dari tadi ngomongin syarat subjektif dan objektif sebenarnya pada ngerti nggak nih maksudnya apa? 

Persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya. Syarat subjektif itu bisa subjek pajak dalam negeri atau subjek pajak luar negeri. Subjek pajak dalam negeri yang dimaksud dalam persyaratan adalah :
a. orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia;
b. badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia dan
c. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak.

Nah kalau subjek pajak luar negeri yang dimaksud dalam persyaratan adalah :
a. orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia; dan
b. orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.


Kalau syarat objektif tentu saja kita bicara objeknya. Persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya. Yang dimaksud objek pajak di sini tuh punya penghasilan kan? Sedangkan penghasilan itu adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari Luar Negeri, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun. Loh berarti semuanya nih wajib daftar NPWP? Siapapun yang punya penghasilan wajib daftar NPWP? Hmm, kalau penghasilannya masih di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ya nggak usah daftar.

Jadi gini, Kalau penghasilan di bawah PTKP itu kan nggak ada pajaknya ya. Tapi banyak Wajib Pajak yang memiliki NPWP aktif padahal penghasilan nggak ada. Nah itu bisa mengajukan non-efektif. Kriteria Wajib Pajak Non-efektif tuh kayak gini,

a. Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakukan pekerjaan bebas.
b. Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak.
c. Wajib Pajak Orang Pribadi yang bertempat tinggal atau berada di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya.
d. Wajib Pajak yang mengajukan permohonan penghapusan dan belum diterbitkan keputusan.
e. Wajib Pajak Orang Pribadi wanita kimpoi yang telah memiliki NPWP yang berbeda dengan suami dan tidak berniat melakukan pemenuhan kewajiban perpajakan secara terpisah.
f. Orang Pribadi yang memiliki NPWP sebagai anggota keluarga atau tanggungan, yaitu NPWP dengan kode cabang "001", "999", "998", dan seterusnya.
g. Wajib Pajak Bendahara Pemerintah yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak karena yang bersangkutan sudah tidak lagi melakukan pembayaran dan belum dilakukan penghapusan NPWP.
h. Wajib Pajak yang tidak diketahui atau ditemukan lagi alamatnya.

Jadi kenapa kok perlu kita non efektifkan NPWP kita? Kalau NPWP kita non efektif maka kita lepas dari kewajiban lapor gan. Nah kalau nggak lapor SPT kan mengurangi beban kita. Misal kita lupa lapor kan nanti kena denda seratus ribu rupiah, nah kalau nonefektif gak akan ada denda-dendaan.


Jadi bagi agan-agan yang punya NPWP tapi penghasilannya masih jauh di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak agan, ane saranin mending mengajukan permohonan nonefektif aja. Apalagi Wajib Pajak yang udah pensiun gitu, kan mendingan nonefektif aja.

Nah kalau misal penghasilannya udah bisa lebih dari PTKP, dan misal ada perlu apa, NPWP nya bisa diaktifkan kembali.

Tambahan nih dari uneg-uneg ane. Agak tumpang tindih gak sih peraturan yang mengatur soal NPWP nonefektif ini? Soalnya Undang-Undang KUP memperbolehkan semua Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP. Semua orang yang sudah memenuhi syarat atau belum berbondong-bondong buat daftar NPWP. akibatnya Wajib Pajak dengan penghasilan yang masih di bawah PTKP banyak juga jumlahnya. Nah mereka ini kan istilahnya belum ada pajaknya. Jadinya terkesan menuh-menuhin database aja nggak si karena potensinya belum ada??

Gimana nih menurut agan sekalian?

Okay sekian, makasih udah mampir. Silakan ninggalin jejak.emoticon-Big Kiss

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Toast



referensi : UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No. 16 Tahun 2009
Diubah oleh karencita
8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 7
11-04-2019 11:55
Quote:Original Posted By TERA.SERVO
Klo menurut ane... Setiap yg punya ktp musti/otomatis buat npwp. Jadi ktp merangkap npwp.
Masalah pemilik ktp sudah berpenghasilan diatas ptkp atau dibawah... Itu akan ketauan dr spt perusahaan dia kerja.

Database pajak dan kependudukan dbuat mampu menampung semua warga. musti nya bisa.... Masak negara kalah sama google dan fb....

Akan lebih joss lagi semua kartu yg musti dimiliki warga digabung semua dlm satu ktp. Krn database sudah mennyatu dan saling terhubung.
Persis kayak yg dipaparkan sandi uno.


Rentan disalah gunakan gan
Lagian kalau kartunya ilang, yg lainnya jd ga bisa dipake
Mending kaya cina, dibikin digital aja semuanya pake 1 aplikasi
Asal msh ada sidik jari "hangat" bisa akses semua fitur
0
11-04-2019 11:58
Quote:Original Posted By choelansky
Rentan disalah gunakan gan
Lagian kalau kartunya ilang, yg lainnya jd ga bisa dipake
Mending kaya cina, dibikin digital aja semuanya pake 1 aplikasi
Asal msh ada sidik jari "hangat" bisa akses semua fitur


Kartu ilang yg lapor polisi dan bikin lagi dikelurahan. Krn database sudah satu dan terhubung ya pasti cepat.

Tentu saja pemanfaatan kartu harus lewat verifikasi password atau sidik jari.
Jadi ga mungkin ada penyalahgunaan.
0
Lapor Hansip
11-04-2019 12:04
Balasan post 4666670
Betull gan, sama kaya gua. 😂

Simpen aja ID card nya gan, punya gw dah buluk nih, untuk gak patah😂 ada waktu gw bakal datangi kantor pajak deh..
0
11-04-2019 12:07
membahas soal pajak memang berat. aku ga bakal kuat. biar kamu saja ya emoticon-Malu
0
11-04-2019 12:08
pusing amat mikirin lapor SPT...
orang pejabat aja byk yg gak lapor SPT jg anteng2 bae...
contohin perilaku yg bener dulu baru pantes dendain rakyat krn telat/tdk lapor SPT...


emoticon-Cool
0
Lihat 1 balasan
11-04-2019 12:09
Quote:Original Posted By TERA.SERVO
Kartu ilang yg lapor polisi dan bikin lagi dikelurahan. Krn database sudah satu dan terhubung ya pasti cepat.



SDM belom mampu
Ane lapor ktp ilang aja baru jadi ktp baru setelah satu bulan

Kebayang kalo misalkan kartu bpjs atau kartu npwp gabung sama ktp
Pas lagi sakit, mesti nunggu dulu sebulan buat bisa pake bpjs

Quote:Original Posted By TERA.SERVO

Tentu saja pemanfaatan kartu harus lewat verifikasi password atau sidik jari.
Jadi ga mungkin ada penyalahgunaan.


Hah? NPWP di Non Efektifkan?
Diubah oleh choelansky
0
11-04-2019 12:09
Quote:Original Posted By ipang1138
Pajak minimal gan, 50 rb, dari penghasilan saya tiap bulan, gitu katanya,


Emang penghasilan agan sumbernya dari mana? Kalau misal dari usaha sendiri yang masuk golongan pp 23, itu pakai tarif 0.5% dari pengasilan brutonya gan
0
11-04-2019 12:17
Quote:Original Posted By choelansky
SDM belom mampu
Ane lapor ktp ilang aja baru jadi ktp baru setelah satu bulan

Kebayang kalo misalkan kartu bpjs atau kartu npwp gabung sama ktp
Pas lagi sakit, mesti nunggu dulu sebulan buat bisa pake bpjs



Hah? NPWP di Non Efektifkan?


Bukan SDM ga bisa...tp visi pemimpin nya ga nyampe...
Knp bisa nunggu sebulan buat bs pake bpjs?

Ktp yg skrg tentu aja bisa. Ktp yg ane sebut diatas nanti sudah kayak kartu atm. Biarpun org malingin ktp lo... Klo ga tau password ya ga guna.
1
11-04-2019 12:17
Quote:Original Posted By primawidhie
Klo mo ada niatan ngutang di bank jangan di non efektifkan dulu ya, klo dah caer bebas emoticon-Wakaka


skrg urusan pinjaman di bank wajib punya npwp gan

malah ada yg minta copy SPT

semoga kita tidak punya utang2 lainya emoticon-Leh Uga
0
11-04-2019 12:37
Quote:Original Posted By tomez
Kalu gw punya NPWP karena gw kerja dulu dari perusahaan dibikinin. Trus th 2012 gw keluar, pe sekarang masi ada si NPWPnya ,itu gimana gan Ts ?

Dari 2012 pe sekarang gw bisnis aja.. 😉


Bantu jawab setau ane nih gan... Meskipun udah resign, npwp tidak gugur, alias agan wajib bayar pajak atas nama pribadi dan lapor tiap tahun nya... Apalagi agan berbisnis... Cmiw
0
11-04-2019 12:43
Quote:Original Posted By TERA.SERVO
Bukan SDM ga bisa...tp visi pemimpin nya ga nyampe...
Knp bisa nunggu sebulan buat bs pake bpjs?

Ktp yg skrg tentu aja bisa. Ktp yg ane sebut diatas nanti sudah kayak kartu atm. Biarpun org malingin ktp lo... Klo ga tau password ya ga guna.


Kan ktp nya ilang (misalkan)
Klo ktp nya gabung sama bpjs
Mau pake bpjs gmn?

Ane aja perlu waktu 1 bulan dr lapor sampe jadi ktp baru

Kalau sdm nya udah bener, udah cepet kaya di jepang, 1 kartu bisa diaplikasikan

Kalao ga bisa, mending dibikin kaya cina
Kartu tetep dapet, tp buat prosesnya cuma butuh sidik jari "anget"
Semuanya serba digital

Kalau di ktp masih ada data diri dan no ktp
Kasus penipuan yg ane kasih sblmnya bakalan keulang lagi
0
11-04-2019 12:43
iya deh, good info btw
0
11-04-2019 12:44
Ane pernah didaftarin npwp 2014 di tempat kerja ane yang dulu. Nah pas mau laporan pertama ternyata data yang di email ane beda. Singkatnya email ane terdaftar orang lain. Ahirnya disuruh ngurus ke kantor pajak. Padahal ngajuin cuti di tolak..

Ahirnya gk tak urus sampe sekarang,,,
0
11-04-2019 12:47
yups, kebanyakan daftar karena persyaratan administrasi lainnya. kadang kita udah jelasin kewajibannya ngapain aja, eh doi lupa. alhasil jadi beban di kepatuhan pelaporan ^_^
1
Lihat 1 balasan
11-04-2019 12:47
Quote:Original Posted By tomez
Kalu gw punya NPWP karena gw kerja dulu dari perusahaan dibikinin. Trus th 2012 gw keluar, pe sekarang masi ada si NPWPnya ,itu gimana gan Ts ?

Dari 2012 pe sekarang gw bisnis aja.. 😉

kena PP 23 tahun 2018 PPh Final 0,5% dari peredaran bruto kalo omset setahun dibawah 4,8milyar gan
dibayar perbulan jangan lewat tanggal 15 bulan berikutnya
Quote:Original Posted By choelansky


Pertanyaan yang sama
Gimana TS?

kena PP 23 juga gan,
PPh Final 0,5% dari peredaran bruto kalo omset setahun dibawah 4,8milyar gan
dibayar perbulan jangan lewat tanggal 15 bulan berikutnya
0
Lihat 4 balasan
11-04-2019 12:49
Quote:Original Posted By raysat3d
kalo penghasilan ane di atas PTKP, bisa ga di non efektifkan ?
biar ga perlu bayar pajak*

*sekadar teori


emoticon-Leh Uga
0
11-04-2019 12:51
Quote:Original Posted By masad1t
yups, kebanyakan daftar karena persyaratan administrasi lainnya. kadang kita udah jelasin kewajibannya ngapain aja, eh doi lupa. alhasil jadi beban di kepatuhan pelaporan ^_^


Jadi jangan sampe lupa atuhemoticon-Malu
0
11-04-2019 12:55
Beeh dulu waktu blm punya npwp diwajibkan bikin, skrg dikategoriin lagi efektif dan non. Rempong amat
0
Lapor Hansip
11-04-2019 12:55
Balasan post agh05t
kalo pejabat caleg mau mencalonkan diri maju pemilu/pilkada biasanya diminta bukti pelaporan SPT Tahunan sama KPU gan emoticon-Wink
0
11-04-2019 12:56
Quote:Original Posted By herbstmeister
Beeh dulu waktu blm punya npwp diwajibkan bikin, skrg dikategoriin lagi efektif dan non. Rempong amat


Gan, yang wajib npwp itu yg udah memenuhi syarat objektif dan subjektif aja gan. Yang lain mah mau buat boleh mau ga buat juga boleh.
0
Halaman 4 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.