Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8520
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
padasw dan 291 lainnya memberi reputasi
284
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 138 dari 397
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 21:34

Jogja Again...

Oh sh*t!!! Gw sudah seperti maling yang lagi dikepung masa dan ga bisa melawan... Fakta nya, gw memang lirik-lirik (atau melihat sih) lebih tepatnya ke arah "bulatan" cantik yang ada di sebelah gw... Dan sekarang Reza menawarkan sesuatu yang indah... Nyali dan akal gw diuji... Gw coba untuk menenangkan diri, sedikit menarik nafas, hembuskan agak pelan... Sabar jon...

Quote:"Hehehehee... Kalau aku ga tertarik, namanya munafik mba... Tapi sekali lagi aku juga punya batas... Aku ga mau melecehkan mu..." Jawab gw, sok elegan...

"Kalau aku ga merasa terlecehkan gimana mas???" Posisinya masih sama!!!

"Kamu dipindah di sini, untuk menjaga agar kamu ga menjadi korban lho mba..."

"Korban itu kalau aku dipaksa mas, gimana kalau aku yang maksa???"

"Berarti aku yang jadi korbannya??? Hehe... Udah lah mba, masih banyak cowo di luar sana yang lebih menarik dari aku..."

"Hm... Tapi yang kayak kamu kayaknya sulit mas... Kamu udah pernah kan???" Sh*t itu "bola" malah ditekankan dikit ke pipi gw...

"Pernah apa dulu nih mba???"

"Ehm... Pura-pura ga tau heheheheee..."

"Emang ga tau mba, maksud kamu yang ga aku tau..."

"Pernah bercinta mas..." Blak-blakan dia!!!

"Oh... Ya gitu deh, kenakalan remaja mba, hahahahaaa..."

"Kenapa ga jadi nakal lagi aja mas??? Hanya untuk bersenang-senang, ga pakai ikatan..."

"Balik lagi, di luar sana aku kira ga sulit buat kamu menemukan yang mau kayak gitu mba... Lebih ganteng, lebih atletis banyak..."

"Ya, tapi mereka semua karena ingin..."

"Sama kan??? Emang aku ga karena ingin???"

"Beda... Kalau kamu ingin, mungkin dari kemarin sudah kamu mulai mas, tapi kamu pasif..."

"Pasif??? Kalau pasif itu ga melihat, pergi kalau kamu mulai beraksi mba, haahahaa..."

"Justru itu, artinya kamu memberik peluang kan???" Skak mat ini sih...

"Udah ah mba, kerjaan kita masih banyak lho ini... Lagian, ga enak kalau ada yang tau..."

"Ahahahahaaa... Good boy..." Di menjauh, dan sebelum itu, dia sapukan "bola ajaibnya" yang super gede...

"Mungkin kamu mengira aku menggoda mu untuk tujuan tertentu mas, menjerumuskan mu, atau apalah... Ga!!!"

"Aku berani bersumpah demi apapun juga!!! Aku cuma ingin senang..." Lagi, senyuman itu benar-benar deh...

"Ya... Ya... Jadi, gimana dengan plan besok, sudah tersusun kan mba???" Sekali lagi, gw alihkan perhatiannya...

"Sudah mas... Aku print sebentar ya???"

"OK..."

Hari ini gw jadi malaikat... Posisi sudah kek gini, gw masih bisa berkelit... Ga tahu besok lusa atau minggu depan... Kalau tiap hari diginiin sih, gw yakin akan ambrol juga iman gw... Namanya cowo, di usia yang lagi panas panasnya, tiap hari malah disiram bensin, ya terbakar... Apalagi gw ga pernah mencoba untuk lari atau menghindar misalnya... Kan prinsip gw jelas, ga akan lari dari masalah...

Beres urusan agenda besok, gw pun bersiap untuk pulang... Reza pun sama, wong kita ke parkirannya juga bareng kok... Bedanya, dia segera nge-gass motor matic-nya, gw santai dulu... Ngudut dulu lah, lihat lalu lintas di depan kantor mendadak kepala gw puyeng... Itu jalanan udaha kayak kolam isi kendaraan oi, ramai sekali...

Quote:"Hallo mas ndo, baru pulang???" Sapa Robert yang tahu-tahu ada di sebelah gw...

"Iya nih koh... Tadi nyusun laporan dulu, biar nanti ga ribet..." Jawab gw...

"Mantab, sistematis betul mas kerjaan lu... Step by step begitu teratur..."

"Tujuannya kan untuk memudahkan koh, jadi jalani aja..."

"Siap... Btw, gw penasaran nih soal hubungan lu sama Angel... Hehehehe..."

"Hahahahahaaa... Penasaran kenapa koh??? Paling dia udah cerita kan???"

"Samber gledek bareng-bareng gw siap mas ndo kalau gw udah tahu..."

"Enak aja bareng-bareng, lu sendiri aja lah koh... Hahahahahahaaa..."

"Bhuahahahahhaaaa..." Ngakak dia...

"Jadi, ada apa sih mas ndo???"

"Hm... Ga nyoba kontak Angel aja koh??? Tanya dia aja, kalau gw yang jelasin takut gw ngarang-ngarang lagi..."

"Wah, jangan gitu mas ndo... Gw percaya 100% sama lu... Serius deh... Pengen tahu gw..."

"Ga penting sih koh... Intinya, gw dekat sama Angel, keluarganya ga setuju, kita dipaksa pisah, Angel dibuang ke US..."

"What the fu*k!!! Jadi itu alasan dia dibuang ke sana pas kelas 3 SMA..."

"Hehehehheee..." Senyum getir ini...

"Sorry deh mas ndo, keluarga besar gw emang kolotnya keterlaluan... Ga belajar dari peristiwa yang udah-udah..."

"Untung Angel kuat, kalau ga kuat??? Repot lagi jadinya..." Ada misteri, tapi gw ga mau tahu sih...

"Hahahahhaaaa... Masa lalu koh, yang udah ya udah... Toh, gw udah berdamai sama Angel..."

"Salut sama kalian mas... Tapi, lu ga keganggu kan setelah tahu ada Papanya Angel di sini???" Agak ragu dia tanya ini...

"Keganggu???" Kan kokoh tadi dengan sendiri, di sini semua kerja atas nama profesionalisme..."

"Gw suka itu mas ndo!!! Pribadi ya pribadi, kerjaan ya kerjaan..."

"Masalah gw itu cuma satu koh..."

"Heh!!! Apaan mas ndo??? Operasional kurang yakkk???"

"Bukan koh, lebih-lebih... Nanti biar Reza yang urus pengembaliannya..."

"Hahahahhaaa... Ga bisa mas ndo, udah dibagi berapa gitu sama personel mu... Itu kan masalahnya???"

"Hadeh, bukan koh... Masalah gw adalah Reza..."

"Reza???" Mukanya nampak bingung...

"Reza kenapa mas ndo???"

"Agak kurang etis sih..." Omongan gw dipotong di sini...

"Heheheheheee... Gw paham, gw paham... Dia kalau suka sama orang emang gitu mas, enjoy aja mas..."

"Hah???" Agak ga percaya gw, jadi Reza itu penggoda gitu...

"Dia kalau sama gw blak-blakan mas... Udah gapapa, take it or leave it... Kalau lu suka, ya ambil... Kalau ga, tinggal..."

"Yang jelas, selama di sini dia belum pernah yang aneh-aneh mas..." Sambung Robert...

"Udah sering kayak gitu koh???"

"Sekali, sama sepupu gw yang sekarang pegang usaha di Batam... Katanya tiap hari digodain mulu, ga tahan dia minta pindah, hahahahahaaa..."

"Ini serius koh???" Tanya gw...

"Serius mas ndo, gw yang dulu memeriksa Reza... Kalau bukan karena kasihan dia udah punya tanggungan dengan statusnya, mungkin udah gw pecat..."

"Sebagai imbalannya, dia terbuka sama gw, apapun itu... Jadi, kalau dia kayak gitu sama mas ndo, semua balik ke mas sendiri..."

Gw tersenyum kecut mendengarkan semua penjelasan dari koh Robert... Ternyata kayak gitu toh ceritanya... Banyak hal yang gw ga tahu ternyata... Robert menepuk pundak gw dan mengatakan, santai saja... Gw??? Entah lah, mau seneng atau justru malah puyeng... Pulang, mandi dan relaksasi kayaknya enak nih... Persetan dengan jalanan yang macet nya bikin peningpale di depan sana...

Keesokan harinya, gw masih sibuk di lokasi proyek... Gw di kantor cuma sebentar untuk mengecek agenda, ambil dana operasional, dan menyapa Reza yang masih suka senyum aneh saat lihat gw... Hari ini, gw berencana mau ke Jogja... Mba Ayu butuh bantuan gw, bantuan yang unik... Ambil contoh muntah-an nya joni... Mumpung beberapa hari ga digunakan, jadi volume nya pasti mencukupi heeheheheheee...

Masalahnya adalah, bagaimana meminta ijin ke Lina... Kalau gw pergi tanpa ngomong ke dia, dan dia tahu pasti ga bagus ke belakang nya nanti... Ya udahlah, mending gw bicara apa adanya saja ke dia... Siang itu, gw janjian sama dia... Kerjaan sudah gw selesaikan kok, jadi ga akan terganggu lah...

Quote:"Ayanx..." Sapanya dari dalam kosan dan seperti biasa, pamer keindahan hehe...

"Akhirnya ketemu di siang bolong Taaa... Hahahahahaaa..."

"Kamu sih sibuk terus, emang kamu ga ada kerjaan ya yanx???"

"Udah selesai Taaa..." Jawab gw sambil menutup dan kunci pintu...

"Hm... Tumben yanx, biasanya sampai sore baru selesai..."

"Ini ga biasa Taaa, heheheee... Beban nya udah tak kerjain semua sih Taaa... Sama nanti sore mau ke Jogja..."

"Ke Jogja mau ngapain ayanx???" Kali ini dia mulai merajuk dan memeluk...

"Bantuin temen Taaa... Soalnya kalau aku ada masalah, dia pasti bantu..."

"Uh... Ayanx, terus balik mu kapan???" Makin erat dia memeluk..."

"Berangkat sore, bantu teman, langsung pulang Taaa..."

"Kamu naik apa yanx??? Ga capek???"

"Nge-bis paling Taaa... Baliknya ngecer lewat Solo..."

"Ga pakai mobil aja yanx??? Pakai mobil ku aja gapapa..."

"Jangan Taaa, ga enak sama Papa mu... Lagi-an baru balik dari Jogja kan??? Hehehe..."

"Ih... Gapapa yanx, kalau yang minjem kamu Papa ga akan banyak nanya..."

"Jangan ah..." Hajar mulutnya... Kaget dia, tapi nurut setelahnya...

"Main nyosor aja yanx-yanx, cubit nih???" Pipinya masih memerah..."

"Heheheheee... Jangan dong... Gimana hari mu Taaa??? Seneng??? Ada yang nyari gara-gara??? Atau gimana???"

"Sedih yanx, kasihan Cathrine tau... Ini dia di rumah ku..."

"Lhah kok malah kamu tinggal ke sini Taa???"

"Kan aku kangen kamu, hihihihiii..."

"Dasar manja, mau memberi kasih sayang yah???" Goda gw...

"Mau nyaaa... Siniii..."

Yuhu, rejeki mah ga kemana... Ga dapat dari mba janda, tapi dapat dari Lina... Tapi harus tetap gw kontrol... Ingat, lagi ada yang butuh muntahannya joni malam ini... Jika joni nya muntah sekarang, gw khawatir nanti volume yang dibutuhkan mba Ayu kurang... Tengsin dong, masak pria sehat jumlah 'itunya' dikit, alias ga memenuhi... Sebelum Ashar, Lina pulang... Gw sendiri langsung siap-siap ke Sukun untuk mengejar Nusa...

Kurang dari jam 4, gw sudah di atas Nusa yang melaju ke Jogja... Paling lama jam 6, gw udah sampai Jogja... Sesuai rencana, dan mba Ayu belum gw kabari... Bodo lah, kalau dia ga siap, tinggal main aja ke tempatnya Djono, banyak teman ga usah bingung lah... Baru setelah masuk Magelang, gw kontak mba Ayu... Moga aja dia lagi ga sama pacar nya...

Quote:emoticon-mail: "Kamu di mana mba???" Tanya gw pendek lewat sms...

emoticon-mail : "Kosan ndo, kenapa ig???"

emoticon-mail : "Setengah jam lagi, bisa jemput di Jombor ga??? Aku nge-bus soalnya..." Ga pakai lama, hp gw berdering, dia mba Ayu menelpon...

emoticon-phone : "Hallo..." Jawab gw...

emoticon-phone : "Kamu sampai mana ndo??? Gitu ga kabar-kabar dari tadi og..."

emoticon-phone : "Magelang mba... Heheheheee... Bisa kan jemput di Jombor???"

emoticon-phone : "Bisa lah, kalau udah sampai kamu kabari ya???"

emoticon-phone : "OK siap..."


Posisi duduk gw dari berangkat ya di kursi crew, sebelah sopir... Crew aslinya gw usir, salah sendiri dibayar ga mau... Gapapa lah jadi kernet lagi... Itung-itung mengenang masa lalu... Sebelum masuk Jombor, ga lupa gw konfirmasi ke mba Ayu... Nunggu bentar, datang deh jemputan gw... Kita lihat, gimana cara dia mengambil sampel muntahan joni nanti...

Quote:"Lama ndo nunggunya???" Tanya dia saat gw masuk dan duduk di seat kiri...

"Ga mba, belum ada 5 menit, kamu cepet banget..."

"Aku nunggu di dekat sini kok ndo, kalau nunggu di terminal, serem... Hehehheee..."

"Oalah, pantesan..."

"Jadi, mau kemana kita sekarang???" Tanya dia...

"Ngikut kamu mba, kan kamu yang butuh... Yang jelas, aku ga bisa lama-lama di sini, besok pagi aku harus sampai di Semarang..."

"Heh!!! Mau pulang jam berapa jal??? Mana ada bus jam segini ke Semarang???"

"Ada mba... Ngecer lewat Solo, lalu Solo ke Semarang... 24 jam ada terus..."

"Jadi ga enak nih ndo, jatuhnya malah bikin repot kamu kan??? Kenapa ga nginep aja???"

"Ada kerjaan yang harus aku selesaikan mba, jadi ga bisa nginep... Beneran, ini aja aku sempat-sempatin pas ada jam kosong..."

"Huh... Aku merepotkan ya ndo???"

"Siapa bilang??? Ga lah, anggap aja hiburan dari penatnya kerjaan..."

"OK, kalau gitu nanti aku hibur kamu deh..." Ehm, lirikan matanya mblooo...

"Awas pacar mu datang, heheheheee..."

"Ga akan ndo, dari tadi siang udah jalan-jalan tadi, beli keperluan buat dia terbang ke Palembang besok pagi..."

"Wah, orang sibuk... Hehheheheee..."

"Begitulah, ini makan dulu aja ya???"

"Nganut mba, mau kemana terserah..."

Ga ada balasan, mba Ayu hanya tersenyum, dan fokus mengendalikan mobilnya... Gw ga paham dibawa kemana... Yang jelas, malam ini menu makannya ikan bakar... Enak, dan murah... Gw tahu karena gw lihat bon yang diberikan mas-masnya... Gw mau bayar, tapi kalah cepat dengan mba Ayu...

Menikmati suasana Jogja adalah hal yang gw lakukan malam itu... Gw yang emang datang dengan setelah santai, celana pendek, kaos sendal, dan hanya menyelempangkan tas kecil, nampak seperti bukan tamu dari jauh... Bagian gokielnya adalah, mba Ayu bilang gw adalah saudaranya!!! Bilang ke siapa??? Ke pacarnya!!!

Cara yang bagus sih, daripada nanti ketemu sama teman dari si pacar dan diadukan yang ga-ga, mending kan "terbuka" gini... Sinting selanjutnya, mba Ayu sempat "nantangin" buat bawa gw ke depan pacarnya... Untung nya si pacar menolak, alasannya mau istirahat, karena besok akan mengejar penerbangan jam pertama...

Quote:emoticon-mail: "Hey mas, lagi di mana???" Lagi, lagi dan lagi... Reza...!!!

emoticon-mail : "Jogja mba, maaf tadi ga ngabari, soalnya agak terburu-buru..."

emoticon-mail : "Gapapa mas, tapi besok pagi kamu masuk kan???"

emoticon-mail : "Ya masuk mba, nanti malam udah balik ke Semarang lagi kok..."

emoticon-mail : "Syukurlah..."

emoticon-mail : "Kenapa mba???" Tanya gw...

emoticon-mail : "Gapapa mas, kangen aja lihat tonjolan mu..."


What the... Sms kayak gini, kayaknya ga usah gw ladenin... Gw hanya bisa geleng-geleng kepala saja, dan itu diperhatikan oleh mba Ayu yang lagi pegang stir... Dia melarang gw untuk menyetir, katanya biar ga capek dan ga stress... Nanti sampelnya ga maksimal... Njir, masak iya cuma gara-gara nyetir dan liatin jalanan gw bisa stress???

Quote:"Kenapa ndo??? Kok rada gimana gitu???"

"Gapapa mba, biasa kerjaan... Nanya, besok aku ijin atau ga..."

"Jawab ijin aja ndo, ahahaahahaaa..."

"Mana bisa mba... Wong udah jujur lagi di Jogja aja, sok khawatir kalau aku ga berangkat besok..."

"Hm... Orang sibuk, kenapa kamu mutusin ikut orang ndo???"

"Kan udah pernah aku jawab mba, selain nyari pengalaman, juga gaji yang ditawarkan di sana besar..."

"Kamu butuh uang ndo??? Perasaan kamu masih punya usaha lainnya deh???"

"Iya, aku emang butuh uang banyak untuk modal usaha ku nanti mba... Utang bank, bukan opsi yang aku pilih..."

"Good, enakan semampunya aja ndo, jangan tergantung sama pihak ketiga... Btw, kamu kenapa kos lagi mba??? Rumah apa kabar???"

"Sepi ndo, enakan kos lah, banyak teman nya... Heheheheee... Udah sampai..."

"Langsung nih???"

"Santai aja dulu ndo, yang penting kamu tiba di Semarang pagi kan???"

"Hehehehehee... Iya sih..."

Kita turun dari mobil dan menuju ke kamar nya mba Ayu yang ada di lantai dua... Kosan ini bebas, campur, pokoknya aman lah mau ngapain aja... Khas kamar cewe yang aroma nya wangi dan bikin betah... Dia ijin untuk mandi, karena dari pagi belum mandi... Kok ga kelihatan ya kalau mba Ayu belum mandi dari pagi???

Sambil nunggu dia selesai dengan hajatnya, gw sms-an sama Lina... Dia sedang sibuk menghibur Cathrine yang katanya terluka... Ga lupa, dia mengingatkan gw untuk makan, dan kalau pulang hati-hati... Di situ gw agak merasa gimana gitu... Emang gw ga bohong sama dia... Kan benar gw datang untuk bantu mba Ayu... Cuma dia ga tahu bantuan apa yang gw berikan...

Lina juga ga bertanya, karena selalu ingat pesan dari Papanya, untuk tidak ikut campur apalagi mengganggu urusan gw... Emang gw nya aja sih yang rada miring... Sudah punya sesuatu yang indah kayak bintang JAV, masih aja suka yang aneh-aneh... Naluri lelaki itu kadang emang susah untuk ditalkukkan...

Hampir setengah jam gw menunggu, mba Ayu akhirnya selesai juga mandinya... Jangan ditanya deh penampakannya kayak apa, joni yang lelap dalam tidurnya saja bisa langsung menggeliat kok... Apakah ini cara untuk memancing???

Quote:"Kunci pintunya ndo, langsung aja yah..." Pipinya nampak memerah setelah mengucapkan itu...

"Oh... Lha mau ditampung di mana mba???" Tanya gw polos...

"Ssssttt... Kamu diam aja ndo, biar aku yang kerja ya???" Dia berjalan menuju tas dan mengambil sebuah tabung yang gw ga tahu apa namanya... Gw duduk dan menunggu perintah selanjutnya...

"Heheheheee... Celana mu buka dong, kalau gini gimana aku mau ambil sample coba???"

"What, kamu pas sama Djono juga gini ya mba???" Goda gw...

"Ga lah ndo!!! Enak aja, dia cuma tak kasih cawan, tahu-tahu udah jadi aja..." Ujar mba Ayu sambil melepas penutup dadanya yang terakhir... Hm...

"Lhah kenapa kamu juga pakai buka baju juga mba??? Heheheheee..." Lagi, gw menggodanya...

"Hadeh, biar cepet selesai ndo..."

"Ah, ga enak kalau cepet-cepet..."

"Makanya nginep aja, lepas ih... Lama banget ndo..."

"Hahahahahaaa... Lama kan ga harus nginep juga mba..."

"Sial, kena digodain nih kayaknya..." Muka nya memerah, sepertinya mba Ayu sadar kalau gw kerjain...

"Tok... Tokkk... Ayuuu..." Terdengar suara ketukan pintu, saat gw akan membuka gesper...

Jadi, kalau kondisinya kayak gini kita harus gimana??? Siapa yang mengetuk??? Sabar mblo, kalau ke-gap sama pacarnya, gampang bilang aja lagi ngajari dewasa sang ponakan, selesai kan???




Ciaooo...
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
16 0
16
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 22:27
iki lho s3neng e moco threat e Om Londo ki, latihan sabar lan buang penasaran...
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 22:35
Gimana kalau thread ini gw tutup aja??? Ada yang nyinyir di lonje SFTH katanya gw main klon tuh???
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 22:38
Quote:Original Posted By londo.046
Gimana kalau thread ini gw tutup aja??? Ada yang nyinyir di lonje SFTH katanya gw main klon tuh???


Jangan ditutup mas ndo...gw setiap hari liatin thread mas londo,untuk sekedar liat updetanmu masemoticon-Shakehand2
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 22:42
joni ne iso ngambek iki emoticon-Ngakak
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 22:44
jangan ditutup mas ndo, tamat aja belum udah main tutup aja, ada ada aja lagi itu orang segala bilang main clone
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan bryan10herera memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 22:53
Quote:Original Posted By londo.046
Gimana kalau thread ini gw tutup aja??? Ada yang nyinyir di lonje SFTH katanya gw main klon tuh???


Gas, loss ga rewel Ji emoticon-Ngacir2
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 23:09
Semoga lanjut terus,,semangattt

Ga ada update an aja aku bingung apalg kalo di closed,,aku kan terobsesi bgt mas sama dirimuemoticon-Big Grin
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 23:20
Quote:Original Posted By ciptoroso
iki lho s3neng e moco threat e Om Londo ki, latihan sabar lan buang penasaran...

Wkwkwkwk... Sabar kunci kesuksesan om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By jaykoko
endi mas?

Wes ngerti kan??? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By arifalkhadafi
Jangan ditutup mas ndo...gw setiap hari liatin thread mas londo,untuk sekedar liat updetanmu masemoticon-Shakehand2

Ora sido mas, ming wong nggandul... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By wap.adv
joni ne iso ngambek iki emoticon-Ngakak

Kalem, aman... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kidszonk
jangan ditutup mas ndo, tamat aja belum udah main tutup aja, ada ada aja lagi itu orang segala bilang main clone

Siap... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By tandaseru
Gas, loss ga rewel Ji emoticon-Ngacir2

Iki seloso opo Yiii??? Apesmen awak iki... Wes Persebaya seri, udut lagi tuku tibo, lha bengi-bengi onok mengkenek... emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By erti.halu
Semoga lanjut terus,,semangattt

Ga ada update an aja aku bingung apalg kalo di closed,,aku kan terobsesi bgt mas sama dirimuemoticon-Big Grin

Nanti kamu dikira klon gw lho mba, padahal no WA nya jenengan tak simpan... emoticon-Hammer2
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 23:21
wah jan mas ndo bejo dobel2 ki jogja dapet smrg kalo mau jg dapet sama mb reza ?,,,!!!
lanjut Suhu aku bocahmu Hu....!!!
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
09-04-2019 23:25
Quote:Original Posted By londo.046
Gimana kalau thread ini gw tutup aja??? Ada yang nyinyir di lonje SFTH katanya gw main klon tuh???


Jangan atuh mas aa. Kalo ini di tutup,, nanti aku baca apa? Gada yang seru dan lucu lagi
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 00:05
Quote:Original Posted By londo.046
Ojok ngomong anu om, sensitip soale... emoticon-Big Grin

Ga tancap gas dengan belum tancap gas itu beda mba... emoticon-Big Grin Anggap saja, ini belum... emoticon-Big Grin

Semoga tidak... emoticon-Big Grin tapi kalau takdirnya main, ya Alhamdulillah... emoticon-Big Grin

Mantab kan??? emoticon-Big Grin

Jepit...

Rapopo om, sig penting yakin... emoticon-Big Grin

Jangan deh, bahaya... emoticon-Big Grin

Sial om... emoticon-Big Grin

Iya mba, tenang selalu ingat kok... emoticon-Big Grin

Remes om... emoticon-Big Grin

Nganan jeee... emoticon-Big Grin

Berbagi ga nih??? emoticon-Big Grin

Aman polll... Kene wes mulai rapat, sangune amplop isi Soekarno-Hatta... emoticon-Leh Uga

Turu... emoticon-Big Grin


Anu kang, butuh belaian hahahaha... emoticon-Big Grin
Gassno wae ditotop ben mumet ndadekake sing moco kang. Kon takon seloso opo tak jawab seloso wage malem Rebo Kliwon. Sajake dino apes mu yo kang?
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 00:29
yang datang pasti temen kos nya mbak ayu emoticon-Hansip
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 00:49
Quote:Original Posted By londo.046
Gimana kalau thread ini gw tutup aja??? Ada yang nyinyir di lonje SFTH katanya gw main klon tuh???


Kapermu ndo, tapi kasian jones gabisa bayangin si reza lagiemoticon-Ngakak
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 01:33
waw, bulat2 ditempel dipipi... hmmmm sayang gak ada affair. wkwkwk



untuk masalah di lonje, anjing mnggonggong kafilah berlalu om. emoticon-Big Grin
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 04:32
Quote:Original Posted By londo.046
Gimana kalau thread ini gw tutup aja??? Ada yang di lonje SFTH katanya gw main klon tuh???


Nderek krenteg ati mawon om baiknya.
Tp kalo ditutup kasian reader2 penikmat tulisanmu.
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 04:34
Misal yg dtang beneran pacarnya Mbak Ayu ga akan berani bilang kaya gitu mas e, ngajarin ponakan pelajaran dewasa emoticon-Big Grin
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 05:21
waduhhhh.. duh..duh
.. ini yang namanya keluar dari kandang harimau masuk kandang buaya..
Eh# tapi ini Mas Boyo sengaja masuk ya...emoticon-Cape d...
Ingat calon anak oooiiii..emoticon-Big Grin
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 06:43
Quote:Original Posted By londo.046

Gasss taora om enake??? emoticon-Big Grin


jebul ra sido gas to..malah ngegass pabrik jogja.wkwkw
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
10-04-2019 07:26
Hahaha Anjir si reza godaannya kenceng bgt.. Kalo cwo biasa mah udah pasti main di goa nya dari kapan tau..

Hebat londo bisa tahan sama godaan reza
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 138 dari 397
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dua-menit-memelukku
Stories from the Heart
cinta-di-balik-layar
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia