alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca806556cc64863b208d43f/kisah-nyata-rumah-angker-di-tempat-prakerin
Lapor Hansip
06-04-2019 08:52
[Kisah Nyata] Rumah Angker di Tempat Prakerin
Past Hot Thread
[Kisah Nyata] Rumah Angker di Tempat Prakerin
Sumber : https://pixabay.com/id/photos/hantu-...-horor-572038/

PERKENALAN

Quote:
Haii, selamat malam, selamat membaca di thread saya yang ke lima, eh lupa ke berapa. Ini adalah pertama kalinya saya menuliskan kisah yang bergenre beda. Yups, ini horor sekali menurut saya, karena ini adalah perjalanan mistis saya yang benar-benar membuat saya tidak bisa move on.

Sebelumnya, kita kenalan dulu ya. Jangan lupa buat agan dan sista yang datang ke sini, gelar tikar boleh, tapi harus bawa minum, minimal ada cendolnya gitu ya Gan. Biar gak boring ke sayanya. Eh, malah jadi ke suguhan gitu, haha.

Oke, perkenalkan, nama saya Shabrina, Agan bisa manggil Brina, neng Brina cantik (haha) atau panggil Sayang juga boleh deh, asal sayangnya beneran, bukan gombal ya. Haha. Saya sekolah di salah satu SMK di kota saya, jurusannya, gak usah dikasih tau kali ya?

Nanti kalau baca ceritanya, kalian bisa tau saya jurusan apa. wiiiih sekolahnya termasuk sekolah favorit loh kalo lagi musimnya tapi. Buat Agan yang bingung mau sekolah di mana, sekolah di tempat saya aja deh, dijamin betah.

Btw (red : bay de wey), kalau pakai kata 'saya' jadi rada kaku gitu, biasanya pakai 'aku'. Jadinya ganti aja ya, jadi Aku. Aku masih labil memang, maaf ya. hihiihi.

Entah apa yang terjadi sama sekolahku, kalau pada umumnya orang Prakerin atau bisa disebut PKL, itu biasanya kelas sebelas, tapi sekolahku melaksanakannya saat kelas dua belas semester ganjil. Tau lah ya kapan terjadinya? Kurasa kalian sudah sedikit tahu tentangku, cie.

Oke, setelah melalui beberapa pembekalan untuk prakerin, akhirnya aku tahu siapa saja yang sekelompok denganku. Kami terdiri dari 11 orang, berasal dari kelas yang berbeda. Hal ini sangat menjengkelkan, sebab aku bisa pisah dengan teman satu gengku. Menyedihkan juga.

Dari sebelas orang itu, ada perempuan 6 orang dan laki-laki 5 orang. Perempuan terdiri dari aku, Siti, Roros, Siti, Ranti, dan Eva. Sedangkan laki-laki terdiri dari Arif, Ari, Dede, Falaq, dan Rizal. Aku dijadikan ketua perempuan dan Ali ketua laki-laki.

Ada banyak karakter dari mereka yang belum aku ketahui, wajar saja, di sekolah aku hanya bergaul dengan anak organisasi, boleh dikatakan anak yang agak pilih-pilih. Bukannya sombong, biasanya mereka tahu aku, tapi aku tidak tahu mereka. Sombong sekali aku!

Dan, di tempat prakerin inilah aku bisa mengenal mereka yang sesungguhnya...



[1] Pemberangkatan

Waktu itu pembekalan terakhir di sekolah yaitu hari Senin, aku sudah menyiapkan perlengkapan dari mulai alat mandi, alat makan, alat ibadah, pakaian praktek, dan alat untuk di lapangan. Tak lupa aku selalu membawa buku harian ke mana-mana, bila ada waktu untuk menulis, biasanya kucatat setiap kejadian dalam setiap harinya.

"Brin, pulang sekolah, jangan lupa kita kumpul dulu ya, kita bagi-bagi alat untuk masak, karena kita akan tinggal di kontrakan yang tidak ada alat-alatnya. Secara, kita kan bukan di perusahaan kayak temen-temen yang lain," ujar Ali ketua kelompokku.

"Oh, oke siap. Biar kucatat dulu ya." 

Setelah perbincanganku di kantin dengan Ali, aku segera menuliskan apa saja yang sekiranya kurang. Perlengkapan memasak tidak mungkin dilupakan, hidup di tengah hutan, siapa yang akan memasakkan kita kalau tidak ada alat masaknya.

Sebenarnya, aku hanya tahu nama daerahnya saja, tapi tidak tahu persis tempatnya seperti apa. Belum sempat melihat di google maps juga. Aku curiga akan ditempatkan di daerah yang jauh dari keramaian kota. Kata kakak kelas sih biasanya begitu. Tapi mereka yang sudah pengalaman, tidak ada yang memberikan masukan pada kami.

"Hei, Brin sedih banget kita bakalan pisah selama tiga bulan"

Ica memelukku, kami bersahabat dari mulai kelas satu sampai sekarang. Kita berjanji akan selalu memberi kabar jika sudah berada di tempat prakerin masing-masing.

"Iya, sedih banget ya. Tapi kita harus tetap semangat. Baru juga tiga bulan kan?"

Aku berusaha menghibur walau sebenarnya aku juga sedih jika harus berpisah dengan Ica. Ke mana-mana biasa sama dia.

"Abis pulang pembekalan, kamu mau ke mana? Bisa gak kita ke tempat batagor kuah? Kita makan di sana, yuk?"

"Duh maafin, aku mau kumpulan anak kelompok dulu Ca, gak bisa kayaknya" aku menolaknya.

Sebenarnya aku juga ingin makan bareng dia, kapan lagi sih. Tapi sayangnya tidak bisa lagi. Aku juga harus mementingkan urusan kelompok prakerinku.

Seperti yang sudah disepakati, sepulang pemebekalan, aku segera ke kelasnya Ali, aku juga belum begitu dekat dengan Ali, yang aku tahu dia salah satu pemain bola terbaik di sekolah. Tapi aku tidak begitu sering memperhatikannya. Buat apa?

Aku berjalan menyusuri lorong sekolah, kelas demi kelas telah kulewati, kelasnya Ali ada di paling ujung, dekat kantin. Lumayanlah kalau bibi kantin belum tutup, aku bisa nongkrong juga di sana.

"Hai, ke mana yang lain?" tanyaku pada Ranti yang ternyata sudah duluan ada di kelas Ali.

"Tadi yang lain telat katanya. Lah, kamu kenapa sendiri? Ke mana Roros dan Arif? Kalian kan sekelas" tanya Ranti yang seakan mengintrogasiku.

"Haha, iya aku tadi ninggalin mereka, habisnya mereka lama" jawabku singkat.

"Oke deh, gapapa." jawab Ali yang tiba-tiba sudah ada di belakangku.

Tak berselang lama dari perembukan untuk pemberangkatan itu, satu persatu anggota pun berdatangan. Begitulah Indonesia, ngaretnya memang keterlaluan. Bikin kesal tingkat dewa.

Rembukan itu hanya berlangsung sekitar tiga puluh menit, lusa adalah pemberangkatan ke tempat yang sesungguhnya.

**Dua Hari Kemudian**

Pagi-pagi sekali aku bangun. Semangat di dada begitu sangat membara. Ya, hari ini aku akan pergi ke tempat prakerinku. Rasanya saat tidur pun terbayang terus pertanyaan akan seperti apa di tempat itu.

Setelah aku mandi dan persiapn segalanya, mama memanggilku, ada salah satu nasihat dari kedua orang tuaku yang paling kuingat.

"Jika kamu sudah ada di sana, kamu harus bisa menitipkan diri ya, di mana kaki berpijak, di situ langit harus dijunjung."

Perkataan sederhana tapi mampu mewakili semua pesan di dalamnya.

Setelah berpamitan, akhirnya aku segera ke sekolah. Aku memasukan beberapa barang bawaanku sekelompok ke mobil pick up yang disediakan oleh sekolah. 

"Hati-hati di sana ya anak-anakku, jaga nama baik sekolah. Kami di sini selalu menunggu kehadiran kalian kembali" kepala sekolah melepas kepergian kami dengan melambaikan tangan.

Berpisah dengan teman yang selalu bersama memang tidak mudah. Seperti yang sedang aku alami. Butuh pembiasaan yang tidak mudah.

"Aku sudah tau di sebelah mana kita akan ditempatkan"

Ratih memulai obrolan yang bisa dilihat serius. Biasanya dia tidak seserius itu. Dan aki juga biasanya malas mendengarkan ocehan gak jelas dari anak-anak lain.

Aku sibuk memainkan ponselku, mengisi kekosongan sepanjang perjalanan.

"Iya kah kamu sudah tau?" Siti menanggapi ucapan Ratih dengan wajah yang tak kalah serius.

"Iya, aku nyari tahu ke mamaku, kata mama sih itu daerahnya yang lumayan jauh dari jalan raya, di sekitar pembangunan proyek tol, tapi masih agak jauh" Ratih sibuk dengan cermin yang digunakannya untuk bersolek.

"Ah, kamu sok tahu!" Arif yang terlihat cuek, ternyata di belakang mendengarkan juga perbincangan.

Sementara aku sibuk sendiri, tapi sebenarnya aku mendengarkan juga apa yang mereka bicarakan.

Hingga mobil Avanza yang membawa kami ke tempat prakerin pun sampai di sebuah jalan yang penuh dengan tanah, sudah diaspal tapi masih lebih banyak tanah merah.

"Pak, ini di mana? Kok jalannya lain ya?" Tanyaku penasaran.

"Iya Neng, kita lewat akses sini, biar gak macet, nanti Neng sama temen-temen yang lain bisa lewat ke sini juga kalo mau pulang"

Kulihat sepanjang jalan, jarak antara rumah yang satu ke rumah yang lainnya cukup jauh. Tapi kupikir ini baru di jalan, siapa tau nanti di sana akan banyak penduduk juga.

Lima belas menit menyusuri jalan kecil itu, ada tanjakan yang begitu curam, jalannya rusak, jika dalam kondisi hujan, hanya sebagian kecil kendaraan bisa lewat.

Aku membayangkan jika bawa motor di jalanan seperti ini, pastinya aku gak akan bisa. Aku orang yang tomboy, tapi ya begitulah.

"Waaaw, jalannya keren! Kayaknya kita bakalan susah kalau mau main" ucap Dede.

"Ah, otak lu main aja. Kita mau belajar di sana, bukan mau main. Lagian juga belum sampai di sana" Ali menenangkan kerisuhan dalam mobil.

Tak berselang lama, sampailah mobil kami di sebuah tempat yang bisa dikatakan desa, tapi bangunan yang kita datangi mewah sendiri.

Di depannya ada plang 'Kelompok Tani'.
Yaa, kami akan prakerin di tempat ini. Sebuah desa yang sangat desa dan masih kental dengan adat desa tersebut.

Pak Hartono, pembina kelompokku. Beliau sudah berada di tempat lebih dulu.

"Sini anak-anak. Kita masuk dulu ke kantornya! Atang, Brina ajakain teman-teman kamu!"

Aku pun segera dengan penuh rasa gembira menghampiri pembinaku yang sudah ada di sana dengan induk semangku.

Kakiku melangkah memasuki bangunan paling mewah di sana, kulihat ada hiasan kepala kerbau di sana. Aku merasa dipelototi oleh makhluk tak kasat mata. Tiba-tiba aku kaku melihat patung kepala itu.

Dan, aku masih sibuk memikirkan patung kepala kerbau, tidak mendengarkan apa yang sedang dibahas.

"Briiinn !!!!"

Like, komen and subscribe channel gua, gan. Gua bakalan up tiap hari. See you next time, jangan rindu aku. Muuuuaachhhemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
Polling
47 Suara
Apa yang harus TS lakukan jika viewers tembus 100k ? 
Diubah oleh brina313
profile-picture
profile-picture
profile-picture
spam.hunter dan 60 lainnya memberi reputasi
61
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 32
08-04-2019 19:05
jejak dulu
1
08-04-2019 20:16
Quote:Original Posted By brina313

... Terlihat jelas dari caranya menggambuhi kami...


Baru dengar yg dibolt
emoticon-Leh Uga
0
08-04-2019 22:10
Quote:Original Posted By abahekhubytsany
Brina...abah hadir.maaf ya...telat.


Iya abaaah. Miss you emoticon-Big Kiss
0
08-04-2019 22:11
Quote:Original Posted By lukakelana
Baru dengar yg dibolt
emoticon-Leh Uga


Artinya mendekati gituu
0
08-04-2019 22:11
Quote:Original Posted By Crow1503
jejak dulu


Thanks gaaan. emoticon-Big Kiss
1
09-04-2019 07:07
Seru nih... sambil mengenang masa2 sma saya hahaha... jejak dulu ya neng 😊
1
09-04-2019 22:38
Quote:Original Posted By jukiceking97
Seru nih... sambil mengenang masa2 sma saya hahaha... jejak dulu ya neng 😊


Iyaaa. Terima kasih emoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
0
09-04-2019 23:11
3. YASINAN


"Bapak, kami pamit dulu" Ali berpamitan pada pak Rt.

Setelah berpamitan, kami segera mungkin menuju ke kontrakan cowok. Sudah jam 5 sore, sementara kamar belum juga beres.

Karena sekarang mau ke kontrakan anak cowok, aku jadi ingat lagi pemandangan di rumah itu sebelum pergi ke rumah pak RT.

Perempuan berambut panjang dengan wajah yang tidak begitu jelas. Aku tak dapat mengenalinya. Lengah sedikit, aku semakin penasaran.

Saking asyiknya sendiri, tak terasa sampailah di kontrakan cowok. Bangunan yang sudah tua dan terdapat pagar besi setinggi dada, lalu ada pohon mangga besar di dekat jalan kecil menuju teras rumah.

Mataku tertuju pada setiap benda yang ada di depan teras. Sapu lidi yang sudah tua, tergeletak di teras depan.

Langkah kakiku semakin ingin terus menyusuri apa yang ada di dalam kontrakan itu. Akhirnya aku pun segera masuk.

"Assalamualaikum.." kumulai dengan kaki kanan melangkah ke pintu utama.

Di ruang depan, kita sudah disajikan dengan kursi tamu yang sudah sangat kusam, kursi yang sudah robek sebagian sampulnya, dan entah rumah ini seperti sudah lama tidak dipakai.

"Hei, kamar kalian di mana?"tanya Siti dengan mata yang tidak juga diam mengikuti ke setiap penjuru.

"Kamar kita di depan sendiri,kita dikasih satu kamar bebas untuk kita" tutur Ali.

Ali menggiring aku dan teman-teman untuk melihat tempat tidur mereka.

Sebuah kamar yang lebih sempit dari kamar kita yang di atas. Banyaknya koper dan baju yang sudah dipakai membuat kamar itu terlihat kumuh.

"Kalian yakin akan tidur di tempat seperti ini?" Mataku tertuju pada sebuah patung kuda yang hanya kepalanya di atas kusen pintu kamar mereka.

"Iya lah, yakin. Walaupun seperti ini, kita bisa bersihin kok,tenang aja Brina!" Falaq merayuku dengan kedipan matanya.

"Ah! Kalian sok jago. Inget ya harus bersih biar nanti kalian bisa tenang tidurnya, gak diganggu setan! Hahah" mulut Ranti mulai sompral.

"Hus ! Kamu jangan ngomong gitu dong, kita kan baru aja dateng masa iya ada setannya?" Arif si kecil badannya dari kita pun tak kalah berargumen.

"Oy maafin aku, dong. Aku becanda" ucap Ranti.

Meski dalam keadaan yang menggembirakan. Aku tidak bisa bertanya sekarang pada mereka tentang apa yang aku lihat tadi.

Aku hanya takut mereka percaya dan malah menjadi penakut. Setelah itu,aku juga takut nanti mereka tidak percaya dan menganggap aku anak yang suka mengkhayal.

Lalu bagaimana aku harus berkata? Entah.

Akhirnya aku memutuskan untuk segera ke kamar cewek, sebenarnya aku juga masih ingin berkeliling di kontrakan anak cowok. Tapi waktu yang tidak memungkinkan.

Sesampainya di kamar, aku segera merebahkan diri di atas kasur karpet yang tadi digelar. Rasanya lega bisa bernafas dengan leluasa sebab jendela dibuka semua.

Sambil menunggu adzan magrib, aku membereskan pakaian yang belum sempat kubereskan. Lalu menggelar tikar di tempat mobil tepat di ruang tengah.

"Mau ngapain, Neng?" Tanya Roros.

"Ini kan kita mau yasinan, tapi nunggu anak cowok dulu ya" kataku.

Tak berselang lama adzan magrib berkumandang, mereka solat di kontrakannya., akhirnya anak-anak cowok pun datang.

Hari pertama pertemuan di tempat PKL kita mengadakan Yasinan. Acara berlangsung sangat khidmat. Bahkan rasa-rasa takut itu perlahan mulai menghilang.

Ada rasa tenang yang tidak sembarangan orang dapat merasakannya.

Agan dan Sistaku tecinta, aku keburu ngantuk nih, gak ada cendolnya.

Jangan lupa like, komen and subscribe chanelku


Ada yang penasaran kelanjutannya?

I Love You emoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
Diubah oleh brina313
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jrie dan 26 lainnya memberi reputasi
27
09-04-2019 23:14
yayang brina .. apdet lg donk. emoticon-Cipok
1
09-04-2019 23:40
Quote:Original Posted By joyanwoto
yayang brina .. apdet lg donk. emoticon-Cipok


Next nanti ya. Hihihi
0
10-04-2019 11:02
bau-bau horor udah nampak ni
lanjutkan sist
1
10-04-2019 11:49
Quote:Original Posted By delanda.olindia
bau-bau horor udah nampak ni
lanjutkan sist


Oteweeee
0
11-04-2019 12:22
Lanjut dong sis..penasaran ama mbak2 yg rambut panjang di rumah ntu..emoticon-Hammer2
1
11-04-2019 12:32
genre kesukaanku nihhh
0
11-04-2019 13:25
mbak nya temenan sama falaq.. serem ugha )):
2
11-04-2019 15:06
ijin nenda dlu nh cc :3 emoticon-Betty
btw ini gk ada index ny tah?
1
11-04-2019 17:17
Quote:Original Posted By prasdilayuniar
Lanjut dong sis..penasaran ama mbak2 yg rambut panjang di rumah ntu..emoticon-Hammer2


Iya. Malam ini kan malam jumat. Stay ya. Update malem ini gan
0
11-04-2019 17:17
Quote:Original Posted By kageyama09
mbak nya temenan sama falaq.. serem ugha )):


Iya. Falaq paling putih. Soalnya dia paling kecil badannya juga. Syukkaaaa sekali
0
11-04-2019 17:18
Quote:Original Posted By ampo3n
ijin nenda dlu nh cc :3 emoticon-Betty
btw ini gk ada index ny tah?


Belum selesai.kakak
0
11-04-2019 17:59
wah, judulnya serem, gak berani baca jadinya
1
Halaman 4 dari 32
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
milk--mocha
Stories from the Heart
aku-harus-jahat
Stories from the Heart
perjalanan-panjang
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.