Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
120
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c4dc42910d2953a2c152790/warna-luka
Kau tahu definisi tentang kehidupan? Hmmm sulit memang untuk memahami itu. Apalagi itu bersangkutan dengan cinta dan perasaan, kadang dari cinta aku jadi sosok yang bersemangat, lugu, dan bisa dibilang minderan. Sampai suatu saat aku merasa lelah untuk memahami dan memikirkannya, akhirnya aku mendefinisikan bahwa perasaan itu tak perlu dipikirkan, buat pening saja... perasaan itu ya dirasakan. N
Lapor Hansip
27-01-2019 21:46

Warna Luka

Past Hot Thread
Cover


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Prolog


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling

Poll ini sudah ditutup - 6 Suara

Bagaimana Ending Cerita Ini ? 
33.33%
Happy Ending
66.67%
Sad Ending
Diubah oleh andmse
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 6
Warna Luka
24-03-2019 04:25
luka tanpa darah
emoticon-Turut Berduka
0 0
0
Warna Luka
24-03-2019 12:56
Quote:Original Posted By itik.buruk.rupa
luka tanpa darah
emoticon-Turut Berduka


The real of luka ya kwkw
0 0
0
Warna Luka
26-03-2019 22:28
Part 18

Pagi yang cerah, karena hari ini hari yang mulai berbeda. Karena apa? Karena aku sudah bukan jomblo lagi hehe.

"Kenapa lo cengengesan?" Kata Sherin ketika dimeja makan.
Tapi tak kutanggapi, aku lanjut makan saja, dan sambil chattingan dengan Diva.
"Ohhhh... lagi chattingan sama Diva... pantesannn..." Kata Sherin yang tiba-tiba mengintip chatku.
"Apaan sih lo kepo" Kataku.
"Aku berangkat duluan bun" Kataku yang sedang bersiap-siap untuk menjemput kekasih hati hehe.
"Mau kemana? Tumben berangkatnya cepet? Gak sama temen?" Kata Bunda.
"Mau jemput kekasih hati bun hehe" Kataku sambil berbisik kepada Bunda.
"Apaan lo bisik-bisik?" Kata Sherin.
"Kepo..." Kataku.
"Yaudah sana hati-hati... salam buat dia ya" Kata Bunda.
"Siap bun... Assalamualaikum" Kataku sambil mencium tangannya.
"Wa'alaikumsalam" Kata Bunda.
Lalu aku langsung keluar untuk berangkat.

"Weh mau kemana lo?" Kata Alfy.
"Mau jemput kekasih hati hehe" Kataku.
"Wahh si anjir... jadian gak bilang-bilang"
"PJ lah PJ" Kata Alfy.
"Nanti dikantin dah yaaaa"
"Gue duluan" Kataku sambil memacu motorku.

Tak lama aku sampai dirumah Diva.
"Assalamualaikum..." Kataku.
"Wa'alaikumsalam... eh na Warna... mari masuk dulu, Divanya lagi sarapan..." Kata Bi Asri.
"Iyaa bi..."
"Ehh bi...saya boleh tanya ga?" Kataku.
"Tanya apa?" Kata Bi Asri.
"Selama saya kesini... saya belum pernah lihat Orang Tuanya Diva bi" Kataku.
"Iya... Bapak belum pulang-pulang, harusnya sih minggu kemarin pulang... tapi ini belum kesini"
"Kalau ibu, waktu liburan kesini... trus kayaknya mereka lagi ada masalah..." Kata Bi Asri.
"Iya bi... waktu itu juga Diva cerita ke saya" Kataku.
"Tolong jaga Diva ya na, Bibi juga gak ingin lihat dia sedih terus..." Kata Bi Asri.
"Iya bi, pasti...sekarang aku kan pacarnya hehe" Kataku.
"Wahh selamat ya na Warna..." Kata Bi Asri.

Tak lama Diva keluar.
"Kok gak masuk dulu sih tadi ikut sarapan" Kata Diva.
"Gue udah sarapan ko tadi" Kataku.
"Yaudah yuk berangkat" Kata Diva.
"Let's go!!!" Kataku sambil menuju ke motor dan tak lupa berpamitan dengan Bi Asri.

Di tengah perjalanan, kami mengobrol ringan... yaa namanya juga pasangan baru ya gimana gitu hehe.
"Mau roti ga?" Kata Diva.
"Masih kenyang Div..." Kataku.
"Dikit aja nih... sayang kalau gak dimakan, tadi udah aku buatin" Kata Diva.
"Yaudah deh aaaa" Kataku sambil membuka mulut, dan Diva pun menyuapiku dari belakang.

Begitulah kelakuan pasangan baru, sampai-sampai orang-orang disekitar sampai memperhatikan tingkah laku kami hehe.

Sesampainya kami diparkiran kami menuju kelas masing-masing.

Belum sempat duduk, teman-temanku langsung menyerbuku dengan pertanyaan tentang aku dan Diva.
"Serius lo jadian sama Diva?" Kata Rakha.
"Lah emang kenapa?" Kataku.
"Gila lo... gue kira lo cuma dianggap temen ahaha" Kata Rakha.
"Ahh t*i haha" Kata ku.
Dan masih banyak sih sebenarnya, cuma aku lupa hehe.
"Selamat ya na..." Kata Gadisya.
"Eh iya dis makasih loh hehe" Kataku sambil meletakkan tas.
"Ko dia mau ya sama lo? Haha" Kata Gadisya.
"Ah lo samanya kayak mereka" Kataku.
"Ahaha becanda na..." Kata Gadisya.

Jam istirahat pun tiba.
"Na... tuh ada yang nyariin didepan kelas" Kata Gadisya.
"Hah? Siapa dis?" Kataku.
"Pacar lo lah" Kata Gadisya.
"Oh haha makasih dis..." Kataku dan langsung berjalan kedepan.

"Haii..." Kata Diva.
"Haii... ko tumben kekelas? Ada apa?" Kataku.
"Mau ngajak kekantin hehe" Kata Diva.
"Yaudah yuk laper nih hehe" Kataku sambil memegang perut.
"Perut kamu kurus banget kayak gapernah makan" Kata Diva.
"Yang penting ada yang suka haha" Kataku.
"Siapaa?" Kata Diva.
"Au Ah... ayok" Kataku.

Selama diperjalanan banyak yang memperhatikan kami, ya mungkin heran kali ya, cewek kayak Diva jalan sama aku.
"Jalannya cepet banget sih...gandeng dong" Kata Diva sambil cemberut.
"Eh.. hehe iya lupa Div" Kataku sambil menggandeng Diva.

"Mau makan apa Div?" Kataku.
"Mau nasi goreng aja deh" Kata Diva.
"Yaudah lo tunggu disini aja ya" Kataku lalu langsung memesan makan dan minum.

"Nah ini dia nih yang ditungguin" Kata Alfy.
"Lah lo pada udah disini aja" Kataku.
"Katanya mau neraktir hehe" Kata Alfy.

"PJ lah hehe" Kata Rakha.
"Gratisan aja lo cepet"Kataku.
"Bi... nanti itu nasi goreng 2 sekalian ya" Kataku kepada Bibi tukang nasi goreng.
"Dih nasi goreng doang... minumnya lah sekalian" Kata Alfy.
"Serah lo" Kataku.

Setelah selesai memesan, lalu aku membawa makanan ke tempat Diva, sialnya dia malah ketempat teman-temannya.

"Heii sini" Kata Diva.
Diperjalanan aku deg-degan... iya dong hehe untuk orang pemalu sepertiku atau bisa dibilang introvert ini adalah hal yang ah gimana ya hehe. Tapi kan aku udah punya Diva, jadi aku berusaha untuk memberanikan diri.
"Ciyee yang baru jadian mah makannya berdua" Kata Mutiara.
"Hehe" Kataku sambil ketawa malu-malu kucing, gimana gak gerogi... temennya Diva kan cantik-cantik.
"Ko lo bisa sih Div dapet yang manis begini". Kata Arista, masih ingat kan? Mereka yang anak kembar... kembarannya Okta.

Setelah makan, dan mengobrol-ngobrol dengan teman-temannya Diva, kami kembali kekelas.
"Kamu ko dari tadi kebanyakan diem aja sih? " Kata Diva.
"Malu kan gue Div, gue kan gapernah gitu nimbrung sama orang-orang banyak yang belum pernah ngobrol sama gue hehe maaf ya" Kataku.
"Alahh masih aja jaim" Kata Diva sambil mencubit pinggangku.
"Ehh sakit Div..." Kataku.
"Lagian ngeselin wlee" Kata Diva.
"Nanti pulangnya gue tunggu diparkiran ya" Kataku.
"Oke siap Tuan!!!" Kata Diva.
Lalu Diva masuk kekelasnya, dan aku kembali ke kelasku dan kembali belajar.

Saat pulang sekolah aku langsung mengabari Diva, kalau aku sudah diparkiran.
Tak lama Diva datang.
"Nih minum" Kata Diva sambil memberikan es teh.
"Dari kantin?" Kataku.
"Iyaa.. tadi aku pelajaran terakhir gurunya gak masuk, jadi aku kekantin"
"Tadi aku panggilin juga" Kata Diva.
"Lah emang iya? Gak lihat hehe" Kataku.
"Makannya kalau jalan liat sekeliling" Kata Diva.
"Ah males, nanti ada yang naksir lagi pas diliatin" Kataku.
"Emang berani haha?" Kata Diva.
"Enggak sih hehe" Kataku.
"Eh kerumah kamu dulu yuk, pengen ketemu Bunda hehe" Kata Diva.
"Ahh bilang aja pengen lama-lama sama gue kan yaaa?" Kataku sambil meledek.
"Wooo ge'er" Kata Diva.
Lalu kami menuju kerumahku.

Sesampainya dirumah, Diva langsung masuk kerumah. Buset deh ini anak dikira ini rumah sendiri apa yak.
"Dih main nyelonong aja, gak nungguin" Kataku ketika berada didapur.
"Males ah, nungguin kamu mah lama" Kata Diva.

Lalu aku masuk kekamar untuk mengganti pakaian, ku tinggalkan Diva dengan Bunda, entah mereka sibuk ngapain...kalau Sherin belum pulang.

Kekita sedang asik dikamar sambil mendengarkan musik diipod ku, tiba-tiba Diva masuk kekamarku.
"Oh disini toh dari tadi" Kataku.
"Hah?" Kataku sambil membuka headset.
"Au ah" Kata Diva.
"Wah udah persiapan sih, bawa baju ganti segala ahah" Kataku.
"Iyaa donggg harus hehe" Kata Diva.
"Eh nyanyi dong sambil main gitar, udah lama gak liat kamu main gitar"
"Aku liatnya sekali doang waktu pensi diSMP hehe" Kata Diva.
"Mau nanyi apa?" Kataku sambil mengambil gitar.
"Terserah..." Kata Diva.

"Jreng..jreng.." Aku mulai memainkan gitarku.

"Saturday morning jumped out of bed and put on my best suit..
Got in my car and raced like a jet, all the way to you...
Knocked on your door with heart in my hand...
To ask you a question...
'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah, yeah"

Quote:

MAGIC! - Rude

Saturday morning jumped out of bed and put on my best suit
Got in my car and raced like a jet, all the way to you
Knocked on your door with heart in my hand
To ask you a question
'Cause I know that you're an old-fashioned man, yeah, yeah

Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, but the answer is no!

Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I said, I'm gonna marry her anyway
(Yeah) Marry that girl
Marry her anyway
(Yeah) Marry that girl
Yeah, no matter what you say (Okay)
Marry that girl
And we'll be a family (Uh)
Why you gotta be so rude

Why you gotta be so rude? (So rude)
Such a lady but you act like a fool
I’m feeling on your bad ass, but don’t get on your bad side
Backlash the Patron, too many shots done backfired
Now I ain’t ever saying sip slow but you gotta know
When them other bitches flirting, girl, I been so rude
I been so rude, don’t look so confused
It’s you that I choose, ah

Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, 'cause the answer's still no!
Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
I said, marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
Yeah, no matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so rude (Uh uh)

Why you gotta be so damn bad girl?
Why you gotta have so much ass girl?
Ay, I’mma let you lick the rapper
I like it when you tell me “Faster, faster”
I give you all of me, give me all of you
Show me what it do (What it do)
Ay, I’mma rock that boat (That boat)
Row, row, row (Row, row)
Then I gotta go (Then I gotta go)
Hey (Sorry)

Can I have your daughter for the rest of my life?
Say yes, say yes 'cause I need to know
You say I'll never get your blessing 'til the day I die
Tough luck, my friend, 'cause the answer's still no!

Why you gotta be so rude?
Don't you know I'm human too?
Why you gotta be so rude?
I'm gonna marry her anyway
Marry that girl
Marry her anyway
Marry that girl
No matter what you say
Marry that girl
And we'll be a family
Why you gotta be so rude (Yeah yeah)
Why you gotta be so rude (Yeah yeah)
Why you gotta be so rude


Lalu kami bernyanyi sambil menggoyangkan badan mengikuti irama, karena memang ini lagu enak banget buat goyang-goyang santai hehe. Dan ditambah suaranya Diva, sumpah suaranya Diva bagus.
Diubah oleh andmse
0 0
0
Warna Luka
27-03-2019 00:46
lanjuuut pantang kendor...apdetanya maksudnya
0 0
0
Warna Luka
27-03-2019 01:53
Quote:Original Posted By ora.mangan
lanjuuut pantang kendor...apdetanya maksudnya


Siap mamank... lagi diusahain nulis dikala sibuk bekerja wwkkwemoticon-Toast
0 1
-1
Warna Luka
27-03-2019 04:14
nyanyi lagi nyanyi lagi. kapan konsernya? wkwkwkwk emoticon-Sundul
0 0
0
Warna Luka
27-03-2019 09:32
Quote:Original Posted By Alea2212
nyanyi lagi nyanyi lagi. kapan konsernya? wkwkwkwk emoticon-Sundul


Saya udah pernah konser ko wkkw
0 0
0
Warna Luka
27-03-2019 18:08
Part 19

Sorenya kami ngobrol-ngobrol diteras... bersama dengan Sherin dan juga Alfy. Berbicara banyak hal, tentang sekolah dan lain-lain.

"Lo gak pulang?" Kata ku, karena hari sudah mulai gelap.
"Nanti aja agak maleman ya" Kata Diva.
"Kenapa sih suka gak betah dirumah?" Kataku.
"Aku udah capek dengan suasana rumah itu... sunyi tanpa adanya kasih sayang keluarga..." Kata Diva sambil melihat ke langit.
"Tapikan disana ada Bi Asri...kasian dia sendirian mulu" Kataku.
"Iyaa sih... kadang suka gak enak sama dia"
"Dia udah kayak ibu kedua... yang ngerawat dari kecil" Kata Diva.
"Nah yaudah sekali-sekali temenin Bi Asri... bantu-bantu dia, biar lo juga gak suntuk dirumah"
"Nanti gantian gue yang kerumah lo" Kataku.
"Hhmm iya juga sih" Kata Diva.
"Mau pulang?" Kataku.
"Iyaa yuk...pulang sekarang aja, nanti takut kemaleman...kasian Bi Asri nungguin pasti" Kata Diva.
"Nah gitu dong, anggap dia Orang Tua lo juga" Kataku.

Lalu aku bersiap-siap untuk kerumah Diva.
Disepanjang perjalanan pulang kerumah Diva, dia memeluk ku dengan erat. Dan aku telah sadar sekarang, aku harus bisa jadi orang yang berani buat menjaga dan menyayangi dia.

Tak lama kami sampai dirumah Diva.
"Mau mampir dulu?" Kata Diva.
"Enggak... langsung pulang aja, lo istirahat sana tidur..." Kataku.
"Ciyee udah mulai perhatian..." Kata Diva sambil meledek.
"Ya kan gue pacar lo haha"
"Besok gue jemput" Kataku.
"Siapp pak!!" Kata Diva sambil melakukan postur hormat.
Lalu aku membalas juga dengan hormat, dan kami tertawa.

Ketika aku menyalakan motor dan hendak memakai helm, tiba-tiba tanganku dipegang oleh Diva.
"Cup..." Diva mencium pipiku.
"Hati-hati ya sayang" Kata Diva dengan lembut sambil tersenyum.
Aku yang dari tadi mendadak diam, karena terkejut dicium perempuan dan dipanggil sayang hehe.
"Hehe iyaa"
"Assalamualaikum..." Kataku.
"Wa'alaikumsalam..." Kata Diva.
Lalu aku pulang kerumah.

Sesampainya dirumah aku langsung masuk kekamar, dan memasang headset dan menikmati lagu-lagu yang ada diplaylist ipodku.

"Drett...drett..." Hpku begetar dan muncul notifikasi Whatsapp dari Diva.
"Have nice dream na..." Kata Diva.
"Yes... have nice dream too, semoga mimpiin gue yak hehe" Kataku.
Setelah kami chattingan sebentar, kamipun tertidur.

Paginya aku terbangun oleh suara alarm setia yang paling ku sayang, yaitu Bunda hehe.

"Nanti ini jangan lupa kasih pacarmu ya" Kata Bunda.
"Buat aku gak ada bun?" Kataku sambil melihat roti berisi selai coklat yang sedang dimasukkan kedalam kotak makanan.
"Kamu bikin sendiri..." Kata Bunda.

Setelah sarapan, aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah...dan tak lupa menjemput Diva.
Saat diparkiran sekolah aku memberikan pesanan Bunda untuk Diva.
"Nih...dari Bunda... dimakan ya..." Kataku sambil tersenyum.
"Dih apaan senyum-senyum sok manis gitu.. kan rotinya dari Bunda bukan dari kamu..." Kata Diva.
"Biar tambah manis hehe"
"Yaudah yuk ke kelas..." Kataku.
Lalu kami pun berjalan kekelas masing-masing.

Hari ini adalah pelajaran kejuruan.
Oh iya aku lupa belum memberitahu, aku sekolah disekolah kejuruan atau disebut SMK.
Jurusan yang ku ambil adalah Multimedia, kalau Diva dan Sherin jurusan Administrasi Perkantoran.

"Cuk ayok ke Lab" Kataku kepada Alfy dan Rakha.
"Ah mager banget gue dengerin Pak Gofar ngoceh" Kata Alfy.

Memang Pak Gofar ini orangnya kalau sedang mengajar, dia bodoamat dengan muridnya.. mau mendengarkan atau tidak juga dia tak perduli. Kadang aku juga suka sebal sih, masa guru cuma ngasih video tutorial yang ia download dari Youtube... buat apa ? Mending belajar sendiri dirumah kan... tapi dia kadang-kadang kalau ngasih contoh suka salah, dan malah dikasih tau yang benar caranya sama muridnya.

"Mengerti kan? Nanti coba kerjaan... Bapak keluar dulu..." Kata Pak Gofar.
"Ngertiii pak...." Kata Murid.
Ketika Pak Gofar keluar dari Lab, kami bukannya mengerjakan malah ngobrol dan main hp atau malah main game.

Alfy dengan tingkah konyolnya itu tiba-tiba mencolokan kabel jack ke hpnya dan memutar lagu dangdut, dan dia langsung joget didepan...
Gila emang ini anak.
"BUKAN TEMEN GUEE!!!" Kataku.
Tapi entah kenapa, anak-anak kelas pun ikutan joget dan merekamnya.

"Drett..drett"
Hpku bergetar menunjukkan notifikasi dari Diva.
"Kamu masih lama gak? Aku dikantin..." Kata Diva.
"Enggak ko...gue kesitu nih..." Kataku.
"Kantin gak lo pada?" Tanyaku kepada Alfy dan Rakha.
"Lo duluan deh...bentar gue masih pw" Kata Rakha.
"Yaudah gue kekantin duluan..." Kataku. Lalu aku keluar lab dan menuju kantin.

Sesampainya dikantin, aku mencari-cari keberadaan Diva... tak lama kemudian aku melihat dia melambaikan tangannya, lalu aku menuju ketempatnya.
"Kok tumben sendirian? temen kamu mana?" Kata Diva.
"Iya nih... itu anak lagi pada ngadem diLab..."
"Lah ini belum dimakan rotinya?" Kataku.
"Maunya makan sama kamu hehe" Kata Diva.
"Dih dih biar apa? Biar sosweet gitu ya haha?" Kataku.
"Iya dongg... yaudah nih makan" Kata Diva.

"Enak ya..." Kata Diva.
"Iyaa... katanya bikinnya pake cinta yang spesial..."
"Tapi anaknya malah suruh bikin sendiri..." Kataku.
"Uuhh kasian dehhh" Kata Diva sambil mengelus pipiku.
"Hhmmm!!! mesra banget ini Bapak sama Ibu" Kata Alfy dari belakang.
"Yee gangguin aja lo pada gatau orang lagi bahagia apa" Kataku.
"Eh sini gabung..." Kata Diva.
"Dih apaan gausah" Kataku.
"Gaboleh gitu..." Kata Diva.
"Noh na... pacar lo aja baik gak kayak lo" Kata Alfy.
"Hehe iya ka, kita mau pesen makan dulu" Kata Rakha. Lalu mereka pergi untuk memesan makan.

Tak lama mereka pun kembali dengan membawa makanan dan minuman...
"Lah gue gak dipesenin sekalian?" Kataku.
"Ohh maaf Tuan... saya lupa"
"Tuan mau pesan apa ya?" Kata Alfy.
"Saya pesan kamu mending jauh-jauh jangan ganggu saya" Kataku.
Kulihat Diva tertawa.
"Haha...saya pesan es teh manis aja ya mas..." Kata Diva.
"Siap Nyonya laksanakan..." Kata Alfy dan dia langsung pergi membeli es tehnya.
"Lah... dibeliin beneran..." Kataku.

Lalu kami pun ngobrol bersama-sama, terlihat Diva mulai berbeda dari apa yang kulihat sewaktu SMP dulu. Dia lebih bisa membaur, lebih ceria... tapi aku tau masih ada sesuatu yang akan membuatnya sedih, dan itu akan datang entah kapan.


0 0
0
Warna Luka
27-03-2019 20:03
kasihan y Diva, selalu kesepian di rumah. Kasih Warna di kehidupan Diva. Biar makin meriah hidupnya. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
0 0
0
Warna Luka
28-03-2019 00:13
Quote:Original Posted By Alea2212
kasihan y Diva, selalu kesepian di rumah. Kasih Warna di kehidupan Diva. Biar makin meriah hidupnya. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


Yaa kan udh sama warna wkkw
0 0
0
Warna Luka
01-04-2019 03:48
kapan di lanjut Na? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 01:30
emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 12:13
Part 20

Setelah dari kantin, kami kembali kekelas masing-masing...
"Temen kamu lucu-lucu ya" Kata Diva.
"Dih apaan... gila kayak gitu dibilang lucu..." Kataku.
"Kamu kali yang gila hahah" Kata Diva.
"Iyaa aku gila karenamu" Kataku dengan memasang raut wajah yang menggelikan.
"Ihh apaan sih jelek" Kata Diva sambi menutup mukaku.
"Eh... hari ini aku ada latihan voly" Kata Diva.
"Yaudah gue tungguin nanti, sekalian cuci mata... kali aja banyak cakep hehe" Kataku.
"Ishhh..." Kata Diva sambil menyubit tanganku, sakit banget... emang dasarnya badanku kurus hehe.
"Ehh div...sakit div... badan gue kan tulang doang div nanti kulitnya ketarik gimana..." Kataku.
"Bodo... lagian ngeselin" Kata Diva.
"Yaudah sana masuk kelas..." Kataku.
Lalu Diva masuk kekelasnya, dan aku menuju kelasku juga.

"Eh na... lo gak pulang?" Kata Rakha.
"Gue nungguin Diva latihan voly dulu" Kataku.
"Ciie elah setia banget haha" Kata Rakha.
"Emangnya lo haha" Kataku.
"Eh cuk ayok kita nonton juga... sekalian cuci mata hehe" Kata Alfy sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Nah ide bagus tuh..." Rakha.
"Tapi kekantin dulu lah haus nih gue" Kata Alfy.

Lalu kami pergi kekantin untuk membeli minuman, dan setelah membeli minuman kami ke lapangan untuk melihat manusia-manusia yang sedang latihan voly.

"Na.. itu kakak lo kan?" Kata Alfy".
"Iya.. kenapa?" Kataku.
"Cakep juga ya kalau lagi main voly hehe" Kata Alfy.
"Alahh bullshit lo" Kataku sambil mendorong pipinya.

Tak lama Diva datang menghapiriku dan duduk disebelahku dengan tubuh yang penuh keringat, dengan wajah lelah... tapi tetap cantik hehe love you.
"Buset... abis nguli dimana bu?" Kataku.
"Ihh... airnya mana?" Kata Diva sambil melakukan gerakan sedang minum.
"Hah? Air? Hehe nanti ya gue beli dulu" Kataku.
"Ih gak peka banget sih" Kata Diva.
"Hehe bentar... kamu disini dulu" Kataku, lalu aku pergi kekantin untuk membeli minum, bodoh sekali ya aku ini gak pengertian hehe maaf ya.

Tak lama aku kembali dengan membawa dua buah botol minum, kenapa beli dua? Ya karena pasti si Sherin juga mau.
"Nih..." Kataku sambil menyerahkan botol minum.
"Bukaiinnn" Kata Diva sambil nyengir.
"Iyaa iya nii..." Kataku sambil membukakan tutup botolnya.

Diva yang minum dengan cepatnya, mungkin karena saking hausnya.
"Pelan-pelan..." Kataku sambil mengelap wajahnya dengan tisu yang tadi kubeli.
"Hehe" Kata Diva sambil nyengir.
Saat itu aku tiba-tiba berasa kayak romantis gitu, Mukanya yang cantik itu dengan matanya yang tajam itu..ditambah lagi ditambah lagi dengan rambutnya yang dikuncir kuda.. membuatku tak berhenti senyum-senyum sendiri sambil mengelap keringatnya.

"Kamu kenapa senyum-senyum?" Kata Diva dengan tatapan aneh.
"Kamu cantik..." Kataku.
"Apa? Apa? Gimana gimana?" Kata Diva.
"Eh... gue ngigo tadi" Kataku.
"Alahhh masih aja ngengsii" Kata Diva sambil mendorong pipiku.
"Udah sono lanjut lagi" Kataku.
"Siap coach!!" Kata Diva sambil jalan kembali kelapangan.

Tak lama-lama teman-temanku datang, sepertinya tadi mereka habis dari kantin.
"Gila... gila... emang gokil lo bisa dapetin Diva" Kata Alfy.
"Iya.. gak sia-sia lo jomblo bertahun-tahun haha" Kata Rakha.
"Rezeki anak sholeh men haha" Kataku.

Sorenya setelah Diva selesai latihan, aku mengantarnya pulang.

Malamnya ketika aku sedang sendirian main gitar dan nyanyi-nyanyi diteras rumah... tiba-tiba Babeh menghampiriku, karena Babeh akhir-akhir ini jarang pulang...beliau ditugaskan kekantor cabang didaerah Bandung.
"Kamu sendirian aja?" Kata Babeh sambil duduk disebelahku.
"Iya nih beh... lagi pengen sendiri aja..."
"Babeh lagi libur?" Kataku.
"Iya... kebetulan urusan dikantor cabang udah selesai jadi babeh pulang..." Kata Babeh.
"Kata Bunda... kamu udah punya pacar?" Kata Babeh.
"Hehe iya beh" Kataku.
"Hmm sudah besar anakku haha" Kata Babeh sambil mengelus rambutku.
"Kalau pacaran jangan macam-macam, jangan sampe ngeganggu belajarmu..."
"Jaga dia baik-baik..." Kata Babeh.
"Iya beh siap..." Kataku.
"Mana babeh mau ketemu lah... kayak gimana orangnya?" Kata Babeh.
"Dih Babeh..." Kataku.

"Haha besok kamu undang kesini... kita makan malem bareng..." Kata Babeh.
"Serius beh?" Kataku.
"Iya lah serius..."
"Yaudah Babeh masuk dulu..." Kata Babeh.

Lalu aku masuk kekamar dan mengambil handphone... baru saja buka handphone sudah dipenuhi dengan notifikasi dari Diva.
Lalu ku coba telpon Diva.
"Hallo..." Kataku.
"Halloo...kamu daritadi kemana? Gak bales chat aku" Kata Diva.
"Hehe maaf div... tadi gue lagi diteras main gitar, hpnya dikamar hehe" Kataku.
"Ih parah sih..." Kata Diva.
"Eh div... besok gue jemput ya kerumah" Kataku.
"Hah? Tumben... ada apa?" Kata Diva.
"Babeh ngajak makan bareng... sekalian pengen ketemu katanya" Kataku.
"Iyaa? Serius?" Kata Diva.
"Iyaaa seriuslahh..." Kataku.
Lalu kami lanjut mengobrol sampai waktunya kita harus tidur karena sudah larut malam.

Sorenya aku kerumah Diva, sengaja sore...biar bisa main ngapel dulu hehe.
"Aku nanti pakai baju apa ya?" Kata Diva sambil menunjukkan baju-baju yang ia bawa dari kamar.
"Buset... lo bawa semua ini?" Kataku.
"Iyaa kan mau ketemu calon mertua hehe" Kata Diva.
"Udah...gausah pake yang bagus-bagus... kan cuma makan doang" Kataku.
"Trus yang mana dong?" Kata Diva.
Lalu aku berusaha memilihkan pakaian yang cocok.

"Nih ini aja..pake kaos trus pake kemeja jangan dikancingin ya" Kataku.
"Seriuss?" Kata Diva.
"Iyaa...lo tuh udah cantik... jadi gausah yang bagus-bagus deh..." Kataku sambil nyengir.
"Ululu.. cayaangg" Kata Diva sambil menyubit pipiku.
"Eh ini acara tv gak ada yang bagus amat ya" Kataku sambil menganti-ganti channel tv.
"Mau nonton film? Aku Dilaptop ada film bagus" Kata Diva.
"Boleh bolehh..." Kataku.
Lalu Diva masuk kekamar sambil membawa pakaian-pakaiannya.
Tak lama ia kembali membawa laptopnya.

Lalu kami menoton filmnya... ini sih bukan film...lebih ke Drama korea... dasar cewek... Aku lupa judulnya apa, pokoknya sedih hehe.
"Aku ganti baju dulu..." Kata Diva, lalu aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

Tak lama Diva kembali dengan pakaian yang sudah kupilih tadi...
"Wahhh serius banget kayaknya..." Kata Diva.
Lalu aku menengok kearah belakang untuk melihatnya. Cantik... kamu emang cantik div.
Lalu aku tersenyum.
"Yuk berangkat..." Kataku.
"Lahh...emang udah selesai nontonnya?" Kata Diva.
"Udah ah males hehe" Kataku.

Lalu kami berangkat menuju rumahku.
Dan tak lama kami pun sampai dirumahku.
Lalu aku buka kan helmnya Diva...biar romantis dikit lah hehe...
Diva yang hanya cengengesan ketika aku membukakan helmnya.
"Kenapa ketawa-ketawa?" Kataku.
"Lucu aja gitu... tumben romantis haha" Kata Diva.
"Yuk masuk..." Kataku sambil mengandeng Diva.

"Assalamualaikum...." Kataku.
"Wa'alaikumsalam... ganteng amat lo de haha" Kata Sherin .
"Sekali-sekali lah hehe" Kataku.
"Haii rin.." Kata Diva.
"Eh div... ayok masuk sini... udah ditungguin nyokap gue" Kata Diva.
"Nyokap gueee!!" Kataku.
"Dihh apaan lo..." Kata Sherin.
"Ih ko berantem sih..." Kata Diva.
"Ayok div... biarin nih orang gila" Kata Sherin sambil menggandeng Diva masuk kedalam.

Lalu aku melihat Alfy keluar dari rumahnya.
"Weh mau kemana lo?" Kataku.
"Ini nganter nyokap gue ke rumah saudara gue" Kata Alfy.
"Ngomong-ngomong rapih bener lo.." Kata Alfy.
"Iyaa nih tadi gue abis jemput Diva, buat makan bareng disini..." Kataku.
"Wahh bener emang... udah buruan nikah dah haha" Kata Alfy.
"Masih sekolah anjir...main nikah-nikah aja" Kataku.
"Haha yaudah lah gue mau berangkat dulu nih..." Kata Alfy.
"Oke ... hati-hati" Kataku. Lalu aku masuk kedalam rumah.

Kulihat di dapur Diva, Sherin dan Bunda sedang menyiapkan hidangannya.
"Hmm.. rajinnya pacarmu... cantik pula..." Kata Babeh yang baru keluar kamar sambil merangkul pundakku.
"Iya beh...Warna beruntung banget bisa punya dia..." Kataku.
"Ya kamu jaga... jangan ngecewain Babeh ... pokoknya itu Calon menantu ku haha" Kata Babeh.
"Yah beh.. kan masih lama..." Kataku.

"Eh sini-sini... sudah siap nih..." Kata Bunda. Lalu aku dan Babeh menuju meja makan.

Diva yang terihat senang, terlihat terbuka... murah senyum... dan lagi-lagi aku merasakan sosok yang berbeda dari pertama kali aku bertemu dengannya.
"Aku gak mau kehilangan kamu div" Gumamku dalam hati.
Diubah oleh andmse
0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 12:14
Part 21

Sudah hampir 3 bulan aku pacaran dengan Diva... tapi sudah hampir seminggu ini aku merasakan sesuatu yang berbeda dari Diva.
Belakangan ini Diva lebih suka marah-marah... gak mood, jutek.
Aku yang masih gak tau harus ngapain, cuma bisa bersabar...dan coba nenangin Diva.

Malamnya ketika aku sedang berada dirumahnya Diva, yang biasanya ngobrol... ketawa-ketawa becanda.. cerita-cerita...sekarang malah hening.
Entah ada apa aku gak tau, aku salah apa, aku juga gak tau.
Tiba-tiba Diva membuka obrolan.

"Kamu sayang gak sih sebenernya sama aku?" Kata Diva.
Aku yang kaget mendengar ucapan Diva langsung menengok kearahnya.
"Maskudnya? Ya jelas gue sayang sama lo..." Kataku.
"Tuh...kalau sayang kenapa gak kayak orang pacaran lainnya..."
"Pake aku/kamu...trus panggilan sayang gitu" Kata Diva.

Sumpah aku gak tau kenapa Diva ngomong kayak gitu...biasanya Diva gak pernah mempermasalahkan itu, karena ia tau sifatku.
"Ya kan...ini lagi nyoba buat ngomong pake aku/kamu..." Kataku.
"Apa susahnya sih... kamu kan biasanya juga ngomong pake aku/kamu ke Bunda" Kata Diva.
"Ya kan beda div... masa ngomong sama Bunda pake lo/gue" Kataku.
"Beda apanyaa?" Kata Diva.

Aku gak bisa jawab apa-apa lagi...aku yang tak bisa apa-apa dengan situasi seperti ini...apalagi ini urusan hati yang sedang bermasalah...

"Kita udahan aja kali ya..." Kata Diva.
Aku langsung kaget mendengar ucapan Diva langsung panik, dan mendadak lemas.
"Kenapa? Kok ngomong gitu?"
"Lagi kenapa sih belakangan ini?" Kataku.
"Gak tau ah males..." Kata Diva.
"Aku gak mau..." Kataku.
"Kenapa? Tumben pake aku/kamu" Kata Diva.
"Yaampun div... serba salah gue... lo tuh ya kalo lagi marah bikin gue bingung" Kataku dalam hati.
"Udah ah... aku mau tidur... kamu pulang aja" Kata Diva.
"Ini kan masih jam 9... tumben banget mau tidur?" Kataku sambil melihat jam tangan.
"Mending kamu pulang sekarang... aku lagi males!" Kata Diva.

Aku yang tak mau kehilangan dia, takut dia tambah kesal... jadi aku turuti saja kemauannya...
"Yaudah iya pulang..."
"Assalamualaikum" Kataku.
"Wa'alaikumsalam" Kata Diva dan langsung masuk kekamarnya.
Lalu aku keluar, untuk pulang kerumah.

"Loh na Warna tumben sudah mau pulang" Kata Bi Asri.
"Iyaa bi.. Diva lagi marah sama saya hampir seminggu ini..." Kataku dengan nada yang lemas.
"Loh kenapa? Ada masalah apa? Kata Bi Asri.
"Gak tau bi saya juga..." Kataku.
"Yaudah nanti coba Bibi tanya ke Diva" Kata Bi Asri.
"Yaudah bi saya pamit pulang dulu yaa... Assalamualaikum" Kataku.
"Iya Wa'alaikumsalam... hati-hati yaa" Kata Bi Asri.
Lalu aku menyalakan motor dan langsung menancap gas untuk pulang.
Diperjalanan pulang aku yang memikirkan kenapa Diva bisa berkata seperti itu... ah jadi sad boys lagi deh.

Besok paginya aku berangkat sekolah terlambat, karena kesiangan... semalam gak bisa tidur...biasa galau hehe... trus juga tumben Bunda gak bangunin...orang rumah pagi-pagi udah pada pergi entah kemana.

Alhasil saat aku baru sampai sekolah, aku dihukum, disuruh muterin lapangan...ini pertama kalinya aku terlihat buruk disekolah...

"Kenapa lo ngos-ngosan gitu?" Kata Alfy.
"Telat gue... trus disuruh muterin lapangan" Kataku yang langsung duduk karena capek.
"Mau minum?" Kata Gadisya sambil memberikan botol air.
"Wah makasih dis..." Kataku.
"Belum ada guru tadi?" Kataku.
"Belum na.." Kata Gadisya.
"Ko lo bisa sih terlambat..." Kata Gadisya.
"Gak tau dis...ngantuk banget gue nih... nanti bangunin ya kalau ada guru..." Kataku.
"Ohh...oke oke" Kata Gadiysa.

Sampai bel istirahat bunyi, aku gak konsentrasi buat belajar... kayaknya hari ini males banget mau ngapa-ngapain.... pengen tidur aja rasanya.
"Kantin yuk cuk..." Kataku kepada Alfy dan Rakha.
"Lo duluan na.. bentar gue lagi belajar..." Kata Alfy.
"Alah...bullshit lo.. tumben-tumbenan belajar..." Kataku.
"Lah emang kenapa?" Kata Alfy.
"Au ah...gue mau kekantin" Kataku.
Lalu aku menuju kantin.
"Hmm biasanya ada Diva yang nemenin gue dikantin" Gumamku dalam hati.

Lalu saat aku sedang makan, kulihat Diva dan teman-temannya lewat. Ini seperti pertama kali aku melihatnya waktu SMP dulu... tapi bedanya sekarang seperti orang yang sudah kenal dekat tiba-tiba jadi asing.

"Div...kenapa sih" Kataku pelan sambil mengaduk-ngaduk makanan.
Setelah selesai makan aku langsung kembali kekelas.

"Dih apaan sih lo...ko lo duduk sama Gadisya" Kataku kepada Rakha yang tiba-tiba sudah duduk ditempatku.
"Lah emang kenapa sih? Cemburu lo?" Kata Rakha.
"Apaan sih...kok cemburu?" Kataku.
"Lo suka sama Gadisya?" Kata Rakha.
"Enggak... kan gue udah punya Diva... emangnya lo" Kataku.
"Maksudnya apa nih?" Kata Rakha.
"Ya lo apaan?" Kataku dengan nada yang mulai meninggi.

"Udah weh...apaan sih ko malah ribut dikelas..." Kata Arya yang datang menepuk pundakku.
"Lo juga kan ketua kelas na... jangan sampe bikin masalah... nanti kelas kita jelek namanya" Kata Arya.

Lalu aku duduk ditempat disebelah Alfy. Alfy yang dari tadi sibuk baca buku, tumben banget anak kayak dia tiba-tiba rajin bajar.
"Oii.. tumben amat si lo belajar" Kataku sambil menyenggol lengannya.
"Apa sih lo ganggu aja" Kata Alfy.
"Ah t*i" Kataku.

Sampai pulang sekolah pun entah kenapa aku lemas sekali.
"Busett ini paku panjang banget dah...pantes bocor" Kataku yang memeriksa ban motorku yang bocor.
"Ah mager banget gue dorong motor ke tambal ban...mana jauh" Kataku.

"Ban kamu bocor itu jangan dinaikin" Kata Pak Satpam.
"Iya pak... males saya nuntunnya..." Kataku.

Lalu aku sampai ditempat tambal bannya, panas-panas...dorong motor pula. Dan ternyata harus ganti ban... ahh apes sekali hari ini.

Setelah selesai, aku langsung pulang kerumah. Dan dirumah tak ada siapa-siapa.
"Ini pada kemana sih"
"Gak ada makanan pula" Kataku.
Lalu aku masuk kekamar untuk bermain game, bete aja gitu sampai pas main game ngomong-ngomong kasar... hehe jangan ditiru ya.
Lalu aku putuskan untuk tidur karena lemas belum makan.

Aku bangun, dan melihat jam..
"Buset kayak mati suri gue" Kataku.
Lalu aku mandi dan sholat maghrib.
Melihat Bunda masak, aku langsung menghampirinya.
"Bun..dari mana aja sih..." Kataku.
"Tadi Bunda sama Babeh pergi ke acara temen Bunda... Bunda bantu-bantu masak..." Kata Bunda.
"Trus ini bunda masak apa?" Kataku.
"Telor ceplok" Kata Bunda.
"Hah? Tumben banget bun..." Kata Ku.
"Udah dimakan aja... bersyukur... Bunda belum kepasar" Kata Bunda.

Aku langsung makan...
Dan setelah makan, aku langsung masuk kekamar dan mengunci pintu.
Ketika sedang asik-asik main game tiba-tiba mati lampu.
"Ah t*ai... ini dikit lagi woy ah please deh kenapa sih hari ini" Kataku sambil memukul meja.

Lalu aku keluar kamar...
"Bun...." Kataku.
"Anjiirr kaki siapa nih dingin banget mana basah lagi..." Kataku ketika kaget menginjak kaki, entah kaki siapa.
"Rin... lo kalo abis mandi andukan ngapa" Kataku.
Tapi tak ada balasan apapun..

Lalu aku duduk dilantai... gak tau lagi mau ngapain... kesel aku tuh sama hari ini hehe.

Tak lama lampu menyala, dan aku melihat kearah lampu.
"Selamat Ulang Tahun...." Kata Orang-orang yang ada dirumah.
"Tiup lilinnya...tiup lilinnya" Kata mereka sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Lalu aku meniup lilin dikue yang dipengang Diva.

"Selamat ulang tahun sayang" Kata Diva.
"Loh udah gak marah?" Kataku.
"Hehe maaf yaa" Kata Diva.

"Selamat ulang tahun sob... sorry tadi kita ngeselin" Kata Alfy.
"Yoii haha sorry ya tadi" Kata Rakha.
"Ahh kampret emang lo.. lagian gue heran kenapa lo tiba-tiba rajin belajar" Kataku.

"Selamat ulang tahun ya na..." Kata Gadisya.
"Eh dis... kok lu kesini sih?... btw makasih ya" Kataku.
"Tadi diajak sama mereka" Kata Gadisya sambil menunjuk Alfy dan Rakha.

Lalu aku menghampiri Bunda dan Babeh.
"Selamat ulang tahun ya de... semoga panjang umur.. sehat selalu... dimudahkan rezekinya..." Kata Bunda.
"Jadi anak yang sholeh...yang nurut sama orang tua" Kata Babeh.
"Iyaa bun...beh...makasih yaa" Kataku.

"Yoo brother... selamat ulang tahun..." Kata Sherin sambil memelukku.
"Ahh lo...meluk-meluk pasti ada maunya" Kataku.
"Hehe traktir dong..." Kata Sherin.

Lalu kami pun ngobrol-ngobrol sambil makan kue... dan hidangan lainya.

Dan karena sudah hampir larut malam, teman-temanku memutuskan untuk pulang kerumahnya, dan aku mengantar Diva pulang.
"Pake helm dulu..." Kataku sambil memasangkan Diva helm.

Diperjalanan... Diva memelukku sangat erat dan menyandarkan kepalanya dipunggungku.

Tak lama kami sampai dirumah Diva.
Lalu kami duduk diteras rumah Diva.

"Maaf ya seminggu ini aku ngeselin hehe" Kata Diva sambil menyandarkan kepalanya dipundakku.
"Kan aku gak tau... kenapa tiba-tiba seminggu ini kamu marah-marah mulu... aku juga gak nyadar kalau hari ini aku ulang tahun..." Kataku.
"Ciyeee udah bisa ngomong aku/kamu" Kata Diva.
"Ya kan biar gak ketauan kalau lagi ngerjain kamu hehe" Kata Diva.
"Aku sayang kamu Div...aku gak mau kalau nanti hal ini terjadi lagi... bukan karena aku ulang tahun atau apa" Kataku sambil mengelus rambutnya.
"Iyaa aku juga gak mau" Kata Diva.

Setelah mengobrol lumayan lama, aku putuskan untuk pulang kerumah.
Gila ngerjain orang seminggu sebelum hari ulang tahun itu bikin bingung dan gak nyadar... btw makasih div... Aku gak akan lupa ini.
Diubah oleh andmse
0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 12:17
Sudah nih... maaf membuat anda menunggu hehe Quote:Original Posted By Alea2212
kapan di lanjut Na? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 12:18
Tengkyu gan emoticon-Wagelaseh Quote:Original Posted By wowonwae
emoticon-Cendol Gan


0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 12:42
Quote:Original Posted By andmse
Tengkyu gan emoticon-Wagelaseh


Sama-sama :terimakasih
0 0
0
Warna Luka
02-04-2019 19:48
asik nih update nya. lanjutkan
0 0
0
Warna Luka
10-04-2019 15:23
Part 22

Ketika aku lagi enak-enaknya tiduran sambil mendengarkan lagu-laguku di ipod, karena jam kosong itu enaknya tidur hehe... tiba-tiba si Alfy menggangguku.
"Na.."
"Na..." Kata Alfy.
"Apasi ah! ganggu aja" Kataku.
"Bangung kenapa...gue mau cerita nih..." Kata Alfy.
"Ah cerita apaan?" Kataku.
"Bangun dulu kamprettt!" Kata Alfy sambil menarikku untuk bangun.
"Apaaa apaa?" Kataku.
"Mintain nomor si Nadine dong hehe" Kata Alfy sambil nyengir.
"Dih... apaan ko ke gue..." Kataku.
"Gue maluu hehe" Kata Alfy.
"Masih punya malu lo?" Kataku.
"Ye serius nih" Kata Alfy.
"Lagian lo minta bantuin tentang cewek ke gue itu adalah hal yang salah..." Kataku.
"Lah terus?" Kata Alfy.
"Yaa lu harusnya minta tolong ke Rakha... yang berpengalaman soal cewek..."
"Atau gak minta tolong ke Gadisya.. dia kan temennya Nadien" Kataku.
"Ohh iya ya..." Kata Alfy.
"Nahh iyaaa...." Kataku.
"Tapi maluuuu" Kata Alfy.
"Ahhh sono-sono minta tolong si Rakha aja" Kataku sambil melanjutkan tidur.

Siangnya saat jam istirahat...
"Ke kantin ga?"
"Lah si Alfy kemana?" Kataku Kepada Rakha.
"Itu tadi dia kekantin sama Nadine" Kata Rakha.
"Si anjir... bisa juga dia ngegebet cewek haha" Kataku.
"Iya... tadi dia minta tolong gue...gak tega gue haha..." Kata Rakha.
"Ayok ah kekantin" Kataku.
"Lo gak sama Diva?" Kata Rakha.
"Enggak... lagi ngerjain tugas katanya" Kataku.

Lalu kami berjalan menuju kantin... niatnya sekalian mau gangguin Alfy sama Nadine, tapi kami tidak menemukan mereka.

Setelah makan dikantin... aku sempatkan untuk memberikan Diva roti... siapa tau lapar.
"Lo duluan ya kekelas... gue mau kasih makanan dulu kekelas Diva" Kataku.
"Waduh perhatian nih haha"
"Yaudah gue duluan ya" Kata Rakha.
Lalu kami berpisah ditengah perjalanan.

Didepan kelas aku bertemu Mutiara didepan kelas.
"Eh na.. tumben kesini?" Kata Mutiara.
"Hehe iya ka.... ini mau ngasih makanan buat Diva... tadi dia gak kekantin... takutnya laper" Kataku.
"Ciielahh perhatian banget haha... yaudah lo orangnya didalem... lo masuk aja" Kata Mutiara.
"Hehe makasih ka" Kataku.
Lalu aku masuk kekelas Diva.

"Haii" Kataku.
"Eh ko kamu kesini?" Kata Diva.
"Iya... nih roti sama minumnya... takut kamu laper" Kataku.
"Ciieelahh jadi perhatian haha" Kata Diva.
"Gak mau nih?" Kataku.
"Eh.. eh.. ngambek haha sini..."
"Makasih ya sayang..." Kata Diva.
"Aku gak mau kamu sakit" Kataku.
Diva langsung menatapku, sambil senyum... mungkin bingung kenapa aku tiba-tiba perhatian hehe.
"Yaudah aku balik kekelas ya" Kataku
sambil mengelus rambutnya.
"Hehe iyaaa" Kata Diva.

Lalu aku kembali kekelas.
"Lu tadi kemana dah gue cari dikantin kaga ada" Kataku ke Alfy.
"Mau tau aja lo haha" Kataku.

"Eh emang tadi beneran si Alfy pergi sama Nadine?" Kataku berbisik ke Gadisya.
"Iya tadi... tapi gatau kemana" Kata Gadisya.
"Wah gila bener" Kataku.
"Lagian kayaknya Nadine juga suka deh sama Alfy haha" Kata Gadisya.
"Apaan lo ketawa-ketawa? Ngomongin gue ya?" Kata Alfy dari belakang.
"Apasih lo geer" Kataku.
Lalu tak lama Guru masuk dan kami pun kembali belajar.

Skip ke bebarapa hari selanjutnya ya hehe... soalnya gak ada yang seru untuk ku ceritakan.

"Besok kita jogging yu?" Kata Diva.
"Hah? Pagi-pagi?" Kataku.
"Iyalah namanya juga jogging...kalau siang-siang panas" Kata Diva.
"Aku males banget bangun pagi" Kataku.
"Gak mau tau pokoknya besok jogging" Kata Diva sambil menutup telponnya.

Pagi-paginya aku dibangungkan oleh Bunda.
"Dek..bangun katanya mau jogging..." Kata Bunda.
"Hhmmm... nanti bun bentar lagi" Kataku.
Lalu ada yang mepuk badanku seakan menyuruhku bangun.
"Iyaa bun nanti bentar lagiii masih ngantuukkk" Kataku.
"Bangun!!!" Kata Diva.
Aku yang kaget karena mendengar suaranya langsung bangun.
"Ehh... ko kamu udah disini?" Kataku.
"Biar kamu bangun" Kata Diva.
"Bentar lagi yaaaa" Kataku sambil mencoba untuk tiduran.
"Ehh ayok ah.... cuci muka dulu sana" Kata Diva.
"Iyaa iyaaa..." Kataku.
Lalu aku berjalan kekamar mandi dengan gerakan lemas dengan kepala ke atas dan mulut terbuka haha.

"Sadar kebo!" Kata Sherin yang tiba-tiba menepuk jidatku.
"Ah sakit rin ah..." Kataku sambil mengelus-ngelus jidatku.

"Biar lo sadar... cepetan nanti kesiangan" Kata Sherin.
"Lah lo ikutan jogging juga?"
"Lah gue kira berdua doang" Kataku.
"Biar lo gak macem-macem sama Diva" Kata Sherin.
"Emang gue bocah" Kataku.
"Emang lo masih bocah... udah sono buruan" Kata Sherin.

Setelah cuci muka, gosok gigi, ganti baju... lalu kami bersiap untuk berangkat menuju taman perumahan yang biasa digunakan orang-orang untuk olahraga.

"Loh ko lo berdua naik sepeda sih?" Kata ku.
"Lo kan cowok... lari lah ahaha" Kata Sherin.
"Ayo div" Kata Sherin dan langsung menggoes sepedanya.

Ramai sekali ternyata... ya namanya juga tempat jogging haha...
Makannya aku gak suka jogging...karena ramai sekali...aku kayak anti dengan keramaian gitu soalnya hehe.

Setelah olahraga kami istirahat dan membeli minuman ditempat pegadang-pedagang berjualan...
"Makannya sering-sering olahraga biar sehat... jangan tidur muluu" Kata Diva sambil mengelap keringatku saat sedang minum.
"Hehe" Kataku.
"Ahh elah gue jadi obat nyamuk" Kata Sherin.
"Hehe sorry rin" Kata Diva.
"Lah lo sih segala ikut"
"Makannya cari pacar" Kataku.
"Sama yang itu gimana rin haha?" Kata Diva.
"Yang mana?" Kataku sambil menatap Diva.
"Ah apaan si lo div...gosip aja" Kata Sherin.
"Makan bubur yu ah.. jadi pengen bubur gue" Kataku.
"Eh iyaa ayok.. makan ditempatnya Mas Aryo aja ya enak" Kata Sherin.
"Iya dah terserah" Kataku.

Lalu kami pun menuju tempat bubur ayamnya dan langsung memesan.
Setelah makan bubur ayam sambil ngobrol-ngobrol lumayan lama, akhirnya kami pulang kerumah.
Diubah oleh andmse
0 0
0
Warna Luka
10-04-2019 15:24
Part 23

Beberapa bulan telah berlalu... hari ini adalah pertama kalinya aku akan bertemu Ibunya Diva...
Kemarin Diva memberitahu, kalau Ibunya sedang pulang kerumah... dan Ibunya ingin bertemu denganku. Katanya penasaran hehe...

Malamnya aku kerumah Diva...
Aku dengan kemeja hitam dengan skiny jeans hitam dan tentu saja dengan sepatu converse kesayanganku, menuju rumah Diva menggunakan motor bebek Babeh hehe.

"Permisi... Assalamualaikum" Kataku.

Tak lama keluar Bi Asri...
"Eh na Warna... mari masukk..." Kata Bi Asri.
"Hehe iya bi... makasih" Kataku.
"Mau ketemu Ibu ya?" Kata Bi Asri.
"Iya nih bi..." Kataku dengan gugup.
"Tenanga aja na... Ibu orangnya baik ko hehe" Kata Bi Asri.

"Eh sini masuk..." Kata Diva. Lalu aku menghampirinya.
"Aku malu..." Kataku.
"Kenapa malu" Kata Diva.
"Ya malu aja gitu... aku bingung mau ngomong apa nanti" Kataku.
"Haha santai aja kali... lagian aku juga udah sering cerita ke Ibu tentang kamu...kalau Ibu lagi nelpon" Kata Diva.
"Hah? Seriusan?" Kataku.
"Udah ah ayok masuk" Kata Diva sambil menggandeng tanganku.

Lalu aku dibawa ke ruang makan, terlihatlah wanita paruh baya yang sedang menyiapkan hidangan.
Lalu ia menatapku dengan senyuman yang manis sama seperti Diva...
Lalu aku menghampirinya untuk bersalaman...

"Malam bu... saya Warna" Kataku sambil bersalaman.
"Iya malam... oh ini toh yang sering kamu ceritain..." Kata Ibunya Diva.

"Sebentar-sebentar..."
"Nah udah siap semua nih... ayok Warna... kita makan" Kata Ibunya Diva.
"Eh.. iya bu makasih..." Kataku.

Lalu makan malam bersama diselingi obrolan-obrolan santai...

Setelah selesai makan... Ibunya Diva mengajak kami keruang tamu untuk mengobrol.
Aku yang dari tadi deg-degan... lemes, grogi juga hehe... tapi memang Ibunya Diva memang baik... ramah pula.

Lalu kami mengobrol-ngobrol... tentang hubungan ku dengan Diva... dan juga tentang bagaimana Diva disekolah.. masih banyak sih... cuma gak bisa ku tulis disini hehe...

"Aku kebelakang dulu ya bu mau buat minuman" Kata Diva.
"Nah gitu dong kasian kan pacarmu haus ini" Kata Ibunya Diva.
"Hehe jadi ngerepotin" Kataku.
"Halahh kayak gak biasa aja" Kata Diva.
"Anjiirr ya ni anak" Gumamku dalam hati...
Lalu Diva kebelakang untuk membuat minuman.

"Na... Ibu tau kamu sama keluargamu orang baik..."
"Maaf ya kalau Diva suka merepotkan kalian... terimakasih sudah menjaga Diva"
"Iyaa bu..." Kataku.
"Ibu gak mempermasalahkan hubungan kalian... asal jangan sampai ganggu waktu kalian belajar.. Ibu gak mau loh..."
"Hehe siap bu" Kataku...
Sumpah aku baru kali ini ngobrol sama orang baru... terlebih lagi ini adalah Ibunya Diva ... jadi gerogi gitu, bingung mau ngomong apa hehe.
"Ibu niatnya mau berenti kerja... mau disini aja, ngurus Diva.." Kata Ibunya Diva.

Belum sempat aku menjawab, Diva datang membawa minuman untuk kami..
"Hayoo ngomongin aku yaa?" Kata Diva.
"Apaa nih kamu dateng-dateng kepo" Kata Ibunya Diva.
"Diva suka gitu bu hahah" Kataku.
"Hmm kebiasaan yaa" Kata Ibu.
"Dih apaaan ko aku?" Kata Diva.

Lalu kami mengobrol-ngobrol lagi...kali ini lebih ke bercanda-bercanda... Ibunya Diva ini dulunya juga Bintang disekolah... jago nyanyi dan sempat ikut lomba-lomba.
Kok anaknya malah ikut voly ya? Gak jadi anak band? Haha.

Karena hari sudah malam... aku pamit pulang...
"Saya pamit pulang ya bu.. udah malam soalnya hehe" Kataku.
"Wahh padahal lagi seru ngobrol-ngobrol..."
"Yaudah...hati-hati dijalan ya... salam buat keluargamu..." Kata Ibunya Diva.
"Iya bu... Assalamualaikum..." Kataku.
"Wa'alakumsalam..." Kata Ibunya Diva.

"Ibu baik kan hehe" Kata Diva saat aku hendak naik motor.
"Hehe iya.. gak kayak anaknya" Kataku.
"Ihh apaan" Kata Diva.
"Haha yaudah aku pulang dulu yaa" Kataku.
"Iyaa hati-hati..." Kata Diva.
Lalu aku pulang kerumahku.


0 0
0
Halaman 4 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
fantasy-fragments-of-power
Stories from the Heart
manusia-manusia-senja
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia