alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c98cad2dbf7645cd1315083/maaf-jacinda-arden-indonesia-tidak-menerima-toleransi-tanpa-agama
Lapor Hansip
25-03-2019 19:34
Maaf Jacinda Arden, Indonesia Tidak Menerima Toleransi Tanpa Agama
Salah satu masalah toleransi di Indonesia: segala hal yang toleran seolah adalah hak prerogatif agama monoteis.

https://tirto.id/maaf-jacinda-arden-...npa-agama-dkdG

Maaf Jacinda Arden, Indonesia Tidak Menerima Toleransi Tanpa Agama


Quote:Ahmad Syarif Syechbubakr

Analis pada Bowergroup Asia. 

Maaf Jacinda Arden, Indonesia Tidak Menerima Toleransi Tanpa Agama

25 Maret 2019

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Kate Laurell Ardern (38) memberikan pidato penghormatan terhadap para korban penembakan massal Masjid Al Noor Masjid Al Noor Christchurch. Dalam pidato itu dia mengenakan hijab dan mengucapkan salam. 

Jacinda dan solidaritas Selandia Baru berhasil mengambil simpati dunia, termasuk rakyat Indonesia.

Namun, beberapa kelompok Muslim di Indonesia malah memaknai solidaritas pasca-tragedi dengan cara yang tidak elok. Saya mendapat pesan via Whatsapp judul “50 orang Mujahid melahirkan 5000 Mualaf”. Ada juga judul “Fajar Baru Islam di Selandia Baru”. Pesan-pesan singkat itu memiliki muatan yang sama, yaitu bagaimana Islam berjaya di Selandia Baru dengan cara sederhana yaitu menjadikan penduduknya mualaf.

Menerjemahkan solidaritas di Selandia Baru dengan cara seperti itu sangatlah murahan dan mengkhianati korban dengan memanipulasi tragedi Christchurch demi syahwat “Islamisasi”.

Di sisi lain, seorang teman membagikan cuitan yang menyebut Selandia Baru sebagai contoh solidaritas negara berpenduduk mayoritas Kristen terhadap saudara Muslim. Pernyataan itu agak bermasalah. Berdasarkan survei terakhir 41% warga Selandia Baru menyebut diri mereka tidak beragama atau ateis. Jacinda Arden, yang besar dari keluarga Mormon, mengklaim dirinya sebagai Agnostik. Selandia Baru mengikuti pola beberapa negara yang tak lagi menjadikan agama faktor penting dari kehidupan sosial.

Potret usaha untuk memasukkan toleransi dan solidaritas di Selandia Baru dalam kacamata agama menggambarkan masalah yang lebih besar dari percakapan toleransi di Indonesia, Indonesia tidak mengenal toleransi beragama yang dilakukan oleh orang tidak beragama. Ateisme dalam kacamata Islam konservatif di Indonesia lebih buruk ketimbang kafir, dan tidak juga mendapat tempat yang baik di dalam Kristen dan Katolik.

Tidak populernya toleransi tanpa agama di Indonesia setidaknya disebabkan oleh dua hal. Pertama, dominasi percakapan mengenai toleransi di Indonesia dipegang oleh tokoh dari tiga agama: Islam, Kristen dan Katolik. Mereka mendominasi percakapan mengenai toleransi, dominasi ini memungkinkan mereka untuk mendesain platform toleransi dari moralitas dan tradisi keagamaan masing-masing. Dengan kata lain, toleransi di Indonesia berakar dari klaim teologis Islam, Kristen dan Katolik. Kita menemukan toleransi dibicarakan di ruang publik dalam kaidah Al-Quran, Hadist, adab Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya, Alkitab dan ajaran moralitas kasih Kristus—seakan-akan segala hal yang baik dan toleran adalah hak prerogatif agama monoteis.

Dominasi ini kemudian mengakar kuat di dalam ideologi nasional Indonesia yaitu Pancasila. Dari sini kita masuk ke masalah kedua, yaitu bagaimana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa hanya memuat agenda agama-agama monoteis yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan politik agama dan moralitas di Indonesia. Ini terlihat jelas dari perdebatan panjang apakah aliran kebatinan dianggap agama atau tidak, ini karena aliran kebatinan tidak memiliki konsep Tuhan yang tunggal, kerasulan dan kitab suci—kriteria yang disepakati oleh agama-agama monoteis.

Kebijakan negara kemudian mendukung dan mempromosikan masuknya agama sebagai faktor tunggal dari toleransi. Situasi ini didukung dengan konflik berdarah di mana Islam, Kristen dan Katolik bahu-membahu bersama Orde Baru menghajar komunisme pada tahun 1965. Sejak itu, komunisme selalu dicitrakan ateis, anti-agama, dan tidak bermoral.

Sepuluh hari setelah tragedi, media arus utama di Indonesia memberitakan solidaritas Selandia Baru tanpa menyinggung pandangan atau pilihan Selandia Baru terhadap agama. Pilihan etis ini tepat. Namun, media di Indonesia juga punya rekam jejak panjang menceritakan seorang Muslim taat yang bertoleransi terhadap tetangganya yang berbeda agama, budaya Pela Gandong antara Islam dan Kristen di Maluku, atau toleransi umat Katolik di NTT, dan seterusnya yang menempatkan aktor toleran sebagai aktor religius. Mungkin ada faktor lain, yaitu percakapan publik di Indonesia memang tidak terbiasa dengan toleransi dari orang yang tidak beragama.

Toleransi dari tradisi agama bukanlah masalah. Dalam banyak situasi ia menyelamatkan Indonesia dari potensi konflik atau bahkan menyelesaikan konflik. Tetapi agama bukan satu-satunya sumber toleransi, sebagaimana agama juga bukan sumber tunggal intoleransi. Membicarakan toleransi hanya dari tradisi agama membuat kita lupa dengan alternatif toleransi yang lain, baik dari tradisi sekuler maupun kultural. Pertanyaan berikutnya yang perlu diuji adalah, apakah citra mulia warga Selandia Baru akan berkurang di mata rakyat Indonesia jika kita tahu mereka ateis?

*) Opini kolumnis ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi tirto.id




Buat renungan saja bagi rekan-rekan senegara.
Diubah oleh InRealLife
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
18
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 7
26-03-2019 00:53
Nyatanya orang indonesia tidak mengamalkan toleransi , mereka menjujung yg segolongan dengan mereka
0
26-03-2019 01:05
makanya pelajaran agama dihapus saja di tingkat smp dan sma

diganti pelajaran filsafat dan budi pekerti.

Saya harap indonesia kedepannya menjadi negara sekuler tapi kayaknya tidak mungkin, justru tahun 2010 ke atas banyak masy indo terjangkiti overdosis agama

Akibatnya intoleransi meningkat, saling curiga, saling tuduh karena agama
Diubah oleh ontapesek
3
26-03-2019 01:26
Quote:Original Posted By InRealLife
Salah satu masalah toleransi di Indonesia: segala hal yang toleran seolah adalah hak prerogatif agama monoteis.

https://tirto.id/maaf-jacinda-arden-...npa-agama-dkdG

Maaf Jacinda Arden, Indonesia Tidak Menerima Toleransi Tanpa Agama





Buat renungan saja bagi rekan-rekan senegara.


Saya gak tau ya mau bilang apa, tapi yg jelas saya gak tau harus bilang apa
1
Lapor Hansip
26-03-2019 01:37
Balasan post bang.key
abis dengerin ceramah habib yang di arab gan emoticon-Cool
0
26-03-2019 04:16
percuma lu beragama tp masih sering marah2 krn beda pilihan..
percuma lu beragama, tp ketika lu masih suka n bangga menganggap orang lain salah besar lu paling benar..
Percuma lu beragama, tp bersikukuh omongan lu harus d dengar..
Percuma lu beragama, tp lu g mau bantu sesama mengatasnamakan agama..

emoticon-Cool

Sebaiknya lu tanya ke diri lu klo masih melakukan hal menjijikan diatas...

Btw turut berduka atas tragedi yg menimpa sodara2 muslim disana...
2
26-03-2019 04:35
waduh serem ane, ini komeng nya pada beringasan semua..
hujat sana sini....malah ada yg menghina nabi segala...
mau ngapain ini sebenernya.. emoticon-No Sara Please
1
26-03-2019 04:46
Quote:Original Posted By inreallifeasu
bagi g secara pribadi, lebih baik menyembah thanos tapi berkelakuan seperti superman daripada beriman sama Tuhan tapi kelakuan seperti setan emoticon-Cool

Btw ane setuju sama maksud dan tujuan thanos, populasi manusia emang harus hilang 50% supaya gak macet emoticon-Malu
0
26-03-2019 04:52
Quote:Original Posted By apollion
memang sebaiknya agama dan negara dipisahkan...


Mana bisa,ibarat mw menghapus kkn itu
1
Lapor Hansip
26-03-2019 05:07
Balasan post joey82
kau satu dari sedikit yang tau apa yang gue maksud
0
26-03-2019 07:10
Quote:Original Posted By InRealLife
Salah satu masalah toleransi di Indonesia: segala hal yang toleran seolah adalah hak prerogatif agama monoteis.

https://tirto.id/maaf-jacinda-arden-...npa-agama-dkdG

Maaf Jacinda Arden, Indonesia Tidak Menerima Toleransi Tanpa Agama





Buat renungan saja bagi rekan-rekan senegara.


toleransi = tambah member gitu bray?..
emoticon-Bingung
0
26-03-2019 07:11
Quote:Original Posted By congorlubau
kalo orang yg udah mabok agama akan berdalih :
tanpa agama manusia bisa melakukan seks bebas ...
tanpa agama manusia bisa saling membunuh ...
tanpa agama manusia tidak berbeda dengan binatang ...
dst, dst ...
dalam cerna akal mereka yg "terbatas" cuma agama
yg bisa membuat orang menjadi baik. titik.

jadi kesimpulannya : orang mabok jangan diajak ngobrol ... ujung2nya jadi berantem ..
orang mabok jejalin terus dengan obyek yg bikin dia mabok ... terus sampai maboknya maksimal ...
nanti kalo udah muntah kekenyangan ... mereka pasti mati sendiri.


Benar sekali anda. emoticon-Shakehand2
Di Kaskus malah ada orang beragama yang kayak gitu. emoticon-Cape d... (S)
Padahal ada kasus binatang yang peduli dengan sesama hewan walaupun gak sejenis.
Masa manusia untuk berbuat kebaikan harus diajarin lewat agama, sedangkan bikin bangunan tinggi-tinggi gak ada yang ngajarin, harus manusia itu menemukan caranya sendiri. emoticon-thumbsup
1
26-03-2019 07:17
Quote:Original Posted By bowobutoijo
Toleransi tidak bisa dikuasai semata oleh agama (khususnya agama abrahamik). Dan kebaikan tidak bisa dimonopoli oleh kalangan theis saja.

Selagi kita MANUSIA, kita semua punya kesempatan untuk bertoleransi atau berbuat baik tak peduli suku, adat, ras, dan agama. emoticon-Smilie

FYI, toleransi beragama yang paling baik malah bukan berasal dari abrahamic, tapi dari non abrahamic karena mereka tidak punya konsep merendahkan pada orang diluar kaumnya
Quote:Original Posted By ranggaditya1
Emang urusannya apa mau beragama mau tidak ?

Di baca baik", masa tidak bisa dicerna
0
26-03-2019 07:17
Quote:Original Posted By InRealLife
Salah satu masalah toleransi di Indonesia: segala hal yang toleran seolah adalah hak prerogatif agama monoteis.

https://tirto.id/maaf-jacinda-arden-...npa-agama-dkdG

Maaf Jacinda Arden, Indonesia Tidak Menerima Toleransi Tanpa Agama





Buat renungan saja bagi rekan-rekan senegara.


disini thu tololansi bukan toleransi keles emoticon-Leh Uga
0
26-03-2019 07:20
Kalo masih hidup di daerah / desa sih toleransi & rasa gotong royong masih kuat, gw gak tahu kehidupan di perkotaan kayak gimana. Kalo di desa, karena org2 yg tinggal disana udah kenal dari kecil dan minim sekali adanya pendatang, sehingga norma2 kebaikan yg bersifat universal tetep terjaga.
0
26-03-2019 07:22
Kalo mau hidup penuh toleransi, hidup lah di antara manusia tak beragama.. emoticon-Big Grin
2
26-03-2019 07:35
Gimana ya, masalahnya di negara kita tukang provokasinya tidak sedikit. Kurang kerjaan jadinya ya suka dengan keributan. Sudah adem ayem dibuat rame dengan masalah yang sebenernya sepele. Kalau sudah reda dibikin lagi yang baru
1
26-03-2019 07:36
"Toleransi agama" ... pada masa sekarang ... sudah rancu dengan "toleransi budaya". Salah satu sebabnya adalah agama yang dipraktekkan sudah sedemikian lamanya dan kemudian membentuk pola hidup masyarakat di suatu wilayah dan membentuk corak budaya tertentu disitu.

Nah, yang "agak" lucu kemudian terjadi, bahwa orang kemudian menyamakan antara "penyebaran budaya" (yang mana sangat kental diwarnai dengan faktor mengenai kondisi alam lingkungan dan tradisi/habit masyarakat setempat ... bahkan sebelum mereka memeluk agama yang bersangkutan) ... dengan ... "penyebaran agama".

Dan "kelucuan" pun berlanjut, bahwa orang kemudian memaknai juga bahwa ketika seseorang mengenakan pernak-pernik budaya yang bersangkutan, orang tersebut kemudian disebut telah memeluk agama yang bersangkutan. emoticon-Big Grin
Entah itu secara natural terjadi akibat pemikiran manusia, atau mungkin memang sengaja dibuat begitu untuk mendongkrak jenis komoditas-brand tertentu. Triknya orang jual obat (tradisional) di pasar tradisional. emoticon-Big Grin

'Nambah 'dikit ... (terpotong/tersela sesuatu) ...
Dan harus hati-hati dalam "men-cap"/"men-stempel" seseorang. Entah apakah itu berdasar persepsi pribadi (yang mungkin sudah dikacaukan-dikotori oleh berbagai sentimen), atau bahkan berdasar pengakuan pribadi orang yang bersangkutan (karena dalam hati-pikiran orang siapa tahu emoticon-Big Grin).

Tapi, bisa tanyakan satu pertanyaan, yang mana itu mungkin dapat memberi gambaran-ilustrasi kasar (raw) terhadap pendirian-pemikiran-pemahaman orang yang bersangkutan terhadap agama-kepercayaan-keyakinan-Tuhan.
Tanyakan ... dimana adanya "rumah Tuhan" ...
emoticon-Smilie


Diubah oleh bingsunyata
2
26-03-2019 07:44
Quote:Original Posted By psdink


permasalahan toleransi terbesar adalah karena saling merasa benar kemudian mengakuisisinya. padahal tidak semua kebenaran harus dipropagandakan. ada kebenaran yg berlaku bagi diri sendiri (istri saya cantik, saya suka warna gelap, dll), ada kebenaran yg berlaku dalam kelompok (termasuk agama), ada kebenaran yg berlaku secara keseluruhan (tidak mencuri, tidak menghina, tidak merusak bumi, dll).

masalahnya kebanyakan kita malah meributkan kebenaran yg sebenarnya ada dibagian kebenaran pribadi dan kelompok lalu mencoba mengakuisisinya supaya jadi kebenaran mutlak (keseluruhan).


Gue kirimin cendol ya gan. emoticon-Big Grin
1
26-03-2019 07:46
Tidak baik namanya mencampuradukkan agama dan politik
1
26-03-2019 07:59
Quote:Original Posted By gunliejack
Manusia tidak butuh agama hanya untuk saling menghargai... manusiawi sudah cukup....

Agama untuk pribadi dengan pencipta...

Manusia bego yg mencampuradukan agama dgn kehidupan bermasyarakat (dibaca pelacur agama)


Komentar paling naif yang pernah ada.. kamu kira orang2 tak beragama atau atheis itu ngambik nilai2 dan norma kehidupan dari mana ??? Yang pada awalnya orang2 animisme dinamisme dan atheis berperilaku tidak sepatutnya seperti mengorbankan manusia utk ritual2 .. kehidupan seperti apa yang mereka liat di alam yang liar.. semakin kesini mereka mengadopsi nilai2 dalam agama2 yang dibawa sehingga kehidupan mereka lebih manusiawi..


Jangan sok merasa bijak kalo pikiranmu masih tolol dan dungu.. pake otakmu setelah belajar membaca dan melihat sekitar.. bukan hnya berpikir hayalan fiktif bijakmu tanpa ada patokan atau dasar
0
Halaman 4 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.