alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c85f1262525c373fc3857cf/kuliah-akreditasi-c--ngapain-kuliah
Lapor Hansip
11-03-2019 12:24

Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?

Past Hot Thread
Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?

Gambar : Line Today


Why?
Kenapa?
Itu yang saya pikirkan ketika seseorang berkata, "ngapain kuliah?" hanya karena mendengar prodi jurusan saya akreditasi C.
emoticon-Bingung (S)emoticon-Bingung (S)emoticon-Bingung (S)

Saat itu saya berjalan buru-buru ke kampus. Tiba-tiba seseorang dengan baik hati menawari tumpangan. Saya pun ikut karena sudah terlambat.

Quote:"Kuliah di kampus A ya?"
"Oh, iya mas."
"Semester berapa?"
"Baru semester satu."
"Oh baru ya? ngambil jurusan apa?"
"Sistem Informasi."
"Oh... kampus A itu akreditasinya apa sih?"
"Kalau prodi saya C."
"Lah, ngapain kuliah?"
"Emang kenapa?"


Belum terjawab pertanyaan saya, motor sudah masuk ke gerbang kampus. Saya pun turun, lalu mengucapkan terimakasih dan langsung pergi menuju kelas.
emoticon-Ngacir

Awalnya saya nggak terlalu memikirkan percakapan dengan orang yang memberikan saya tumpangan. Tetapi setelah mata kuliah pertama selesai, ingatan terdahulu yang berhubungan dengan itu muncul.

Quote:"Aku mau kuliah di tempat Mba Aya."
"Oh ya? ngambil apa?"
"Sistem Informasi, kayak Mba Aya."
"Kok nggak lanjut di akuntansi aja, kan kamu SMK akuntansi?"
"Pusing mba, udah trauma, dulu juga ngambil akuntansi karena terpaksa."
"Tapi sistem informasi akreditasi C."
"Lah emang kenapa?"
"Susah dapet kerja dek."


emoticon-Ngaciremoticon-Ngaciremoticon-Ngacir

Mendengar keributan di belakang, saya pun beralih dari tempat duduk depan, ikut bergabung dengan teman-teman yang sedang bergosip.

Quote:"Gue tadi berangkat ikut sama orang, dia tanya akreditasi, terus gue bilang C, dia malah bilang, ngapain kuliah? gitu masa?"
"Iya tau, banyak orang yang nganggep akreditasi C jelek."
"Kenapa? karena C? Bukan A atau B?"
"Ya kalau lulusan C itu dibilang susah dapet kerja."
"Kalau kita punya kemampuan, diatas A atau B, gimana?"
"Ya... kenyataannya di sini masih mentingin ijazah dari pada kemampuan, coba kalau daftar kerja, nilai ijazah jelek langsung di depak sebelum liat kemampuannya."


Benarkah?
Saya masih baru kuliah semester satu mau semester dua, belum pernah bekerja atau mendaftar kerja dengan ijazah akreditasi C. Apa sekarang masih jamannya nilai, akreditasi atau asal sekolah/kuliah di nomor satukan? padahal saya berpikir kemampuan/skill di atas dari semua itu.
emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)

Ask :
Jadi menurut agan and sista gimana? apa akreditasi C seburuk apa yang teman-teman atau orang yang saya temui pikirkan?
Atau ada yang berpikir masuk kuliah di prodi akreditasi C nggak ada masalah, seperti saya?
Mungkin juga bisa kasih tau pengalaman buat yang lulusan2 dari akreditasi C selama mencari pekerjaan, siapa tau kan bermanfaat buat kita-kita yang masih pemula.

Ayo share pendapat atau pengalamannya ya emoticon-2 Jempol

Diubah oleh diyanti978
28
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 19
13-03-2019 09:08
Semua itu di mulai dari C
0 0
0
13-03-2019 09:09
masalahnya gini gan, rerata hr di perusahaan medium - big. liat dulu lulusannya mana, kalo kebutuhannya udah terpenuhi dari lulusan preferensi mereka, yg lain biasanya kalo ga dibuang ya dipanggil yg paling baik dari yg dari yg diluar preferensi.

nah, biasanya kan yg utama itu kampus2 negri big 10 -> big 4 di indonesia, ya baru sisanya dari kampus lain, tapi mungkin ga disemua perusahaan ya, tergantung bujet gaji perusahaan mereka, karena biasanya anak kampus negri apalagi big 4 minta gaji lumayan.

nah kalo ini menurut ane ya, cuma opini berdasar pengalaman. Semakin bagus kampus yg kita pilih, mahasiswa2 nya pun akan semakin berkualitas, nah persaingannya juga meningkat jadi kualitas kita pun akan meningkat juga, dan juga kampus2 akreditasi diatas C akan ngasih fasilitas dan pendidikan yang lebih baik buat perkembangan agan.

Selama ini ane kerja kalo ada kunjungan industri dari mahasiswa2, mahasiswa2 dari kampus negri, pertanyaannya lebih berbobot dan kritis dibanding kampus lain, maaf bukan maksud merendahkan tp ini pengalaman ane.

Tapi bukan berarti dari kampus akreditasi dibawah B mahasiswanya jelek semua, pasti ada yg brilian.

Sekarang pilihan ente gan, mau jadi ikan besar di kolam kecil atau ikan kecil di kolam besar, semua tergantung effort agan juga, jgn lupa training2 dan sertifikasi supaya meningkatkan value
2 0
2
13-03-2019 09:11
yg kasihan itu yg ud telanjur jd lulusan S1 kelas jauh macam STKIP dn program2 kelas jauh lainnya, bnyak yg gak laku wat CPNS dn ngelamar kerja, ud akreditasi C, kena peraturan Dikti jg tidak diakui ijazahnya.
seharusnya kn kampusnya hrs bertanggung jawab or kasih solusi.
0 0
0
13-03-2019 09:20

prodi C lulus cpns

saya lulusan kampus swasta,dan prodi saya C saat kelulusan,tp saya lolos seleksi cpns daerah tahun ini , peluang 1 formasi dengan 150 an pendaftar. so,tetap optimis ,aturan sudah mulai dipermudah
Diubah oleh mazavee
1 0
1
13-03-2019 09:28
menurut pandangan sy ya gan, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap fakultas dan almamater..

sistem grade bisa terbentuk krn ada syarat2 yang harus dipenuhi utk bisa dapet grade A atau B atau C, mskipun sy ga tw syaratnya apa aja, cuma logikanya apabila dapetnya C, artinya kan ada 'banyak' syarat yang tidak bisa dipenuhi, contohnya mungkin dengan kurikulum, pengajar, dll.

statement "Kalau kita punya kemampuan, diatas A atau B, gimana?"
"Ya... kenyataannya di sini masih mentingin ijazah dari pada kemampuan, coba kalau daftar kerja, nilai ijazah jelek langsung di depak sebelum liat kemampuannya."
sy setuju gan, krn simplenya gini, pencari kerja tuh banyak banget diluar sana, dr berbagai macem2 latar belakang, krn yg ane liat orang ekonomi aja bisa melamar jd IT, jurusan IT bisa melamar jadi bagian HRD, dll, dan coba agan pikirkan, kl agan yg punya perusahaan dan sedang cari karyawan, karyawan yg seperti apa yg agan akan cari??
dan kl agan punya statement, gmn kl kemampuan kita diatas atau sama dengan yg grade A atau B, jawabannya kembali ne gan, kl agan sbg owner perusahaan sedang buka lowongan, lamaran dari kandidat grade mana yang akan dipanggil utk interview??

tp jgn berkecil hati ya gan, Akreditasi/Grade itu kepake cuma di awal doank, pas pertama kali cari kerja, pas kedua dan ketiga yang diliat pasti skill dan pengalaman, jd tetep semangat, dan lampaui grade A dan B..
1 0
1
13-03-2019 09:33
Kuliah biasanya menjadi syarat untuk masuk kantor besar
Padahal tanpa pendidikan tinggi pun sudah bisa, asal bisa
Sepupu gw lulusan smu, gajinya 15jt sebulan di perusahaan besar
Adik gw lulusan smk gajinya 8jt sebulan di perusahaan besar juga, memang butuh waktu bertahun2 ini
1 0
1
Lihat 2 balasan
13-03-2019 09:37
Gpp gan, yg oenting niat kuliah mencari ilmu, masalah kerja nanti ada rejekinya.
2 0
2
13-03-2019 09:42
Jadi gini ilustrasinya..
IPK 3.5 di grade C belum tentu kompatibel sama IPK 3.0 di grade A..tapi kan Grade C itu bukan berarti jelek, mungkin karena kampus atau prodi baru, jadi ada tahap merangkak utk nail grade bdsrkan penilaian di Dikti.

Banyak yg masih menaruh was was terutama penyedia kerja, karena maraknya Sekolah Kapan Tiba2 Ada Ijazah

Menurut mereka bisa pengaruh ke attitude, kemampuan adaptasi, dan penyelesaian masalah.

Tapi selagi ente para grade C bisa membuktikan kualitas ente..apalagi kemampuan belajar otodidak, bukan ga mungkin Grade C bisa bersaing.
2 0
2
13-03-2019 09:42
Tujuan kuliah macam-macam, salah satunya hanya untuk menambah gelar semata......hahahahaaaaa
0 0
0
13-03-2019 09:43
Quote:Original Posted By diyanti978
Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?

Gambar : Line Today


Why?
Kenapa?
Itu yang saya pikirkan ketika seseorang berkata, "ngapain kuliah?" hanya karena mendengar prodi jurusan saya akreditasi C.
emoticon-Bingung (S)emoticon-Bingung (S)emoticon-Bingung (S)

Saat itu saya berjalan buru-buru ke kampus. Tiba-tiba seseorang dengan baik hati menawari tumpangan. Saya pun ikut karena sudah terlambat.



Belum terjawab pertanyaan saya, motor sudah masuk ke gerbang kampus. Saya pun turun, lalu mengucapkan terimakasih dan langsung pergi menuju kelas.
emoticon-Ngacir

Awalnya saya nggak terlalu memikirkan percakapan dengan orang yang memberikan saya tumpangan. Tetapi setelah mata kuliah pertama selesai, ingatan terdahulu yang berhubungan dengan itu muncul.



emoticon-Ngaciremoticon-Ngaciremoticon-Ngacir

Mendengar keributan di belakang, saya pun beralih dari tempat duduk depan, ikut bergabung dengan teman-teman yang sedang bergosip.



Benarkah?
Saya masih baru kuliah semester satu mau semester dua, belum pernah bekerja atau mendaftar kerja dengan ijazah akreditasi C. Apa sekarang masih jamannya nilai, akreditasi atau asal sekolah/kuliah di nomor satukan? padahal saya berpikir kemampuan/skill di atas dari semua itu.
emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)

Ask :
Jadi menurut agan and sista gimana? apa akreditasi C seburuk apa yang teman-teman atau orang yang saya temui pikirkan?
Atau ada yang berpikir masuk kuliah di prodi akreditasi C nggak ada masalah, seperti saya?
Mungkin juga bisa kasih tau pengalaman buat yang lulusan2 dari akreditasi C selama mencari pekerjaan, siapa tau kan bermanfaat buat kita-kita yang masih pemula.

Ayo share pendapat atau pengalamannya ya emoticon-2 Jempol



Ane cuma share pengalaman ya gan,...

Dr dulu jaman SMA banyak kejadian yg ane alamin yg sampe akhirnya ane ambil kesimpulan Ijazah ga penting.

Yg penting di jaman sekarang cuma 2 Relationships and information.

Bagaimana skill agan memiliki 2 hal itu yg jd pembentuk nasib agan ke depannya.

Ane emang kuliah di PTN teknik grade A di Surabaya, tp sampe sekarang itu ijazah ga pernah ane pake.

Ane pernah kerja di BUMN 1 tahun, Kantor kecil kelas Ruko 1 tahun, next jd ojol n taxol sampe sekarang.

Nyesel? Nggak, karena ane enjoy ngejalananinnya. Income? Walau cuma ojol rata2 income ane 15jt++/bulan. Kok bisa? Karena ane punya banyak informasi untuk naikin penghasilan ojol yg suram skrg. Contoh sederhana main cashback,e-voucher, dll.

Saran buat agan, jalanin aja kuliahnya, walau Grade C, tapi bergaul lah sama orang2 dengan Grade S karena itu menunjang pola pikir agan, dan rata2 mereka punya informasi yg ga banyak orang tau tentang "Make Money"

Skrg ane mau build start up ane sendiri, dan harus persiapkan banyak hal, mulai dr knowledge, SDM, dll.

Ane mau ikut ke workshop pembuatan aplikasi untuk newbie yg di held orang2 Grade S, biaya nya sih worthed, + ane biayain 1 org temen ojol ane yg dah graduate. Secara skill, IQ, pola pikir, dll dia jauh terbelakang, tp karena selama gaul sama dia, dia org nya jujur, tekun, dan banyak positif lainnya, ane mau invest ke dia (biayain dia ikut workshop+skill2 lain)

Karena ke depannya ane mau rekrut dia emoticon-Big Grin


Obrolan ane sama temen ane yg anak konglomerat jaman kuliah

A: Hidup lo kok woles bgd sih bro nilai mepet2 gitu, masih aja hang out, foya2 dll. Ntar klo duit bokap lo abis gmn?

T: Lo kira gw foya2 pake duit bokap gw? Gw dah bs nyari duit dr SMA kali, trus masalah nilai? Ngapain gw cape2 belajar? Gw lebih pilih jalin hubungan baik sama anak2 yg nilainya cakep2, toh mereka nantinya yg bakalan jd pegawai gw.

A: Lha kok bisa? Emang mereka mau?

T: Kalo ditanya sebotol aqua, dan disuruh jelasin, mereka pasti bisa jelasin detailnya, volume nya berapa, kandungannya gmn, pabriknya dimana, dll. Tapi kalo mereka ditanya untuk naikin value misal aqua 6rebu lo jual 10rb dan laku. Pasti mereka ga bisa. Skill buat baca, naikin n nurunin value itu yg penting. Pernah ga lo ngerasa ada kerjaan yg overvalue? Misal ada kerjaan desain rumah sederhana 2 lantai lengkap sampe RAB dan kurva S tapi nilainya 10jt? Padahal harga real pasaran nya cuma 1,5jt. Dan lo bisa oper kerjaan itu ke anak2 yg laen 700rb. Disitu berapa profitnya. Apa mereka protes? Kagak kan? Malah pada banyak yg nyari gw buat minta proyek recehan kayak gt.

A: Lo kok tega bener ambil profit segede itu? Ya kalo emang nilainya sampe 10jt ya kasihlah mereka 3 jt jg lo ga rugi.

T: Salahnya dimana? Mereka gw kasih initial offer 700 aja udah mau, ngapain gw naikin? Kecuali gw bilang bakal bayar mereka 1jt, trus gw tilep 300rb, baru gw ngadalin mereka. Lha ini kan mereka yg ngerasa "value" mereka cuma 700rb, padahal menurut gw "value" mereka 1-2jt. Di lingkungan gw emang begini bro, kalo lo ga mau dimakan, ya lo harus open minded, tau dunia luar, jangan di kampus aja, jd lo bisa tau berapa sih "value" lo. Trus kalo ada complain dr client kan gw juga harus cover dengan bayar arsitek yg "value" nya 5jt++. Gw cerita banyak hal2 berat gini ke elo ya karena gw juga pingin rekrut lo, soft skill relationship builder n problem solving lo gw butuhin. Tp gw tau lo ga bakalan mau, karena cuma lo yg pilah pilih project dr gw. Artinya lo dah mulai bisa ukur "value" lo sendiri. Dan lo tipe CEO bukan tipe pegawai yg bisa disetir. Cuma emang mungkin beda pengalaman n pendidikan lingkungan keluarga aja. Lo tibggal asah pengalaman lo, jangan biarin otak lo mati dengan jd pegawai abadi. Saran gw lo jadi pegawai rendahan aja klo mau kerja, jd bebas belajar.

Dan inilah ane sekarang, dimanapun kuliah, apapun kerjaaannya, yg bisa tentuin baik buruknya ya ente sendiri
3 0
3
Lihat 1 balasan
13-03-2019 09:53
Quote:Original Posted By diyanti978


Kok kerasa nggak adil ya emoticon-Big Grin
Padahal siapa tau kan ya yg akre C punya kemampuan di atas A atau B.
Tapi... inilah yg namanya hidup emoticon-Big Grin emoticon-Cool


kemampuan di atas B & A ?
secara akreditasi aja udah kalah,,, kalau mau bandingin sama B / A fasilitas, kelengkapan, pengajar.
Akreditasi B saja minimal ada lulusan S3/Doktor.

kalau A rata" udah prof yang ngajar.

jadi tingkatan pengajar sudah kalah ... apalagi wawasan & kemampuan..

bukan maksud menstigmakan lulusan akre C tidak bagus, hanya saja B & A lebih baik
0 0
0
Lihat 1 balasan
13-03-2019 09:54
Coba TS banyakin buka mata dan telinga deh. Gimana bedanya kuliah di kampus akre A,B dan C. Gimana kwalitas dosen diketiga kampus tsb. Termasuk, liat type2 mahasiswa nya.. Beda khan?
Ketika koki akre C dan bahan masakan akre C diolah make alat masak akre C... pasti beda hasilnya dengan akre A.

Saya pernah kok, mbandingin dosen, mahasiswa dan pola kuliah ketiga kampus tsb...
0 0
0
13-03-2019 09:55
kadang percuma kuliah kalau setelah kuliah gak punya kerjaan
0 0
0
13-03-2019 09:58
Kuliah di kampus akreditasi C, lamaran kerja auto masuk keranjang sampah atau jadi bungkus gorengan abang pinggir jalan tong...
Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?

Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah? Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah? Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?

Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah? Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah? Kuliah Akreditasi C : Ngapain Kuliah?
Diubah oleh velyshredder
0 0
0
Lapor Hansip
13-03-2019 10:01
Balasan post fiidiii
Quote:Original Posted By fiidiii


Ane cuma share pengalaman ya gan,...

Dr dulu jaman SMA banyak kejadian yg ane alamin yg sampe akhirnya ane ambil kesimpulan Ijazah ga penting.

Yg penting di jaman sekarang cuma 2 Relationships and information.

Bagaimana skill agan memiliki 2 hal itu yg jd pembentuk nasib agan ke depannya.

Ane emang kuliah di PTN teknik grade A di Surabaya, tp sampe sekarang itu ijazah ga pernah ane pake.

Ane pernah kerja di BUMN 1 tahun, Kantor kecil kelas Ruko 1 tahun, next jd ojol n taxol sampe sekarang.

Nyesel? Nggak, karena ane enjoy ngejalananinnya. Income? Walau cuma ojol rata2 income ane 15jt++/bulan. Kok bisa? Karena ane punya banyak informasi untuk naikin penghasilan ojol yg suram skrg. Contoh sederhana main cashback,e-voucher, dll.

Saran buat agan, jalanin aja kuliahnya, walau Grade C, tapi bergaul lah sama orang2 dengan Grade S karena itu menunjang pola pikir agan, dan rata2 mereka punya informasi yg ga banyak orang tau tentang "Make Money"

Skrg ane mau build start up ane sendiri, dan harus persiapkan banyak hal, mulai dr knowledge, SDM, dll.

Ane mau ikut ke workshop pembuatan aplikasi untuk newbie yg di held orang2 Grade S, biaya nya sih worthed, + ane biayain 1 org temen ojol ane yg dah graduate. Secara skill, IQ, pola pikir, dll dia jauh terbelakang, tp karena selama gaul sama dia, dia org nya jujur, tekun, dan banyak positif lainnya, ane mau invest ke dia (biayain dia ikut workshop+skill2 lain)

Karena ke depannya ane mau rekrut dia emoticon-Big Grin


Obrolan ane sama temen ane yg anak konglomerat jaman kuliah

A: Hidup lo kok woles bgd sih bro nilai mepet2 gitu, masih aja hang out, foya2 dll. Ntar klo duit bokap lo abis gmn?

T: Lo kira gw foya2 pake duit bokap gw? Gw dah bs nyari duit dr SMA kali, trus masalah nilai? Ngapain gw cape2 belajar? Gw lebih pilih jalin hubungan baik sama anak2 yg nilainya cakep2, toh mereka nantinya yg bakalan jd pegawai gw.

A: Lha kok bisa? Emang mereka mau?

T: Kalo ditanya sebotol aqua, dan disuruh jelasin, mereka pasti bisa jelasin detailnya, volume nya berapa, kandungannya gmn, pabriknya dimana, dll. Tapi kalo mereka ditanya untuk naikin value misal aqua 6rebu lo jual 10rb dan laku. Pasti mereka ga bisa. Skill buat baca, naikin n nurunin value itu yg penting. Pernah ga lo ngerasa ada kerjaan yg overvalue? Misal ada kerjaan desain rumah sederhana 2 lantai lengkap sampe RAB dan kurva S tapi nilainya 10jt? Padahal harga real pasaran nya cuma 1,5jt. Dan lo bisa oper kerjaan itu ke anak2 yg laen 700rb. Disitu berapa profitnya. Apa mereka protes? Kagak kan? Malah pada banyak yg nyari gw buat minta proyek recehan kayak gt.

A: Lo kok tega bener ambil profit segede itu? Ya kalo emang nilainya sampe 10jt ya kasihlah mereka 3 jt jg lo ga rugi.

T: Salahnya dimana? Mereka gw kasih initial offer 700 aja udah mau, ngapain gw naikin? Kecuali gw bilang bakal bayar mereka 1jt, trus gw tilep 300rb, baru gw ngadalin mereka. Lha ini kan mereka yg ngerasa "value" mereka cuma 700rb, padahal menurut gw "value" mereka 1-2jt. Di lingkungan gw emang begini bro, kalo lo ga mau dimakan, ya lo harus open minded, tau dunia luar, jangan di kampus aja, jd lo bisa tau berapa sih "value" lo. Trus kalo ada complain dr client kan gw juga harus cover dengan bayar arsitek yg "value" nya 5jt++. Gw cerita banyak hal2 berat gini ke elo ya karena gw juga pingin rekrut lo, soft skill relationship builder n problem solving lo gw butuhin. Tp gw tau lo ga bakalan mau, karena cuma lo yg pilah pilih project dr gw. Artinya lo dah mulai bisa ukur "value" lo sendiri. Dan lo tipe CEO bukan tipe pegawai yg bisa disetir. Cuma emang mungkin beda pengalaman n pendidikan lingkungan keluarga aja. Lo tibggal asah pengalaman lo, jangan biarin otak lo mati dengan jd pegawai abadi. Saran gw lo jadi pegawai rendahan aja klo mau kerja, jd bebas belajar.

Dan inilah ane sekarang, dimanapun kuliah, apapun kerjaaannya, yg bisa tentuin baik buruknya ya ente sendiri


Keren banget bro...
0 0
0
13-03-2019 10:04
Semoga bisa jadi penyemangat. Ini cerita gw:
Latar belakang gw:
- keluarga yang kurang beruntung dalam ekonomi
- kuliah telat 2 tahun setelah lulus
- kuliah karyawan yang notabane nya perlu effort lebih dalam pengaturan waktu.

Dulu gw gak mau kuliah, tapi disatu sisi Indonesia butuh ijazah untuk mendapatkan kerja layak. 2011 gw putuskan untuk kuliah disambi kerja.

Akreditas C untuk jurusan teknik informatika. Lulus 2016. Berat om, karena kuliah sore/ karyawan. Tapi gw yakin mendapatkan kerja layak gak melulu tentang akreditas saja, tapi skill juga dapat menjadi pertimbangan. Memang akreditas merupakan awal penilaian perusahaan untuk menentukan tahap awal, tapi masih ada beberapa penilaian lain suatu perusahaan menentukan calon karyawan tersebut layak untuk di hire.

2016 saya putuskan untuk mencari pekerjaan yang layak lagi, kebanyakan memang melihat akreditas, tapi gak sedikit juga perusahaan yang tidak mementikan akreditas tapi mementingkan skill technical user tersebut.

Puji Tuhan sudah 2 tahun saya bekerja disalah satu unicorn indonesia. Dan kebetulan perusahaan yang saya tempati tidak memandang akreditas. Bahkan ada 1 team dari saya yang lulusan sma, tapi skill nya diatas rata2.

Jangan berkecil hati gan, sayang duit. Kuliah mahal, pastikan dalam hati bahwa yang agan pilih itu sesuai dengan passion agan.

Semangatttttt!
1 0
1
Lapor Hansip
13-03-2019 10:06
Balasan post diyanti978
Ane kerja di universitas Gan, dulu Prodi tempat ane kerja akreditasinya C.

Sekadar share, alumni-alumni univ tempat ane kerja (yg akreditasinya C), dapat pekerjaan semua kok

- banyak yang kerja di perusahaan2 swasta ternama (May0ra, Lipp0, Ind0food, S0sro, dll.)
- banyak yang berkarir di perusahaan2 tersebut dan karirnya bagus (manager ke atas)
- yang buka usaha sendiri juga banyak sih, jadi pengusaha

Ane tahu, karena ane yang mengurus kemahasiswaan dan alumni pada saat itu, jadi satu2 alumni ane hubungi dan ane tanya jadi apa di dunia kerja (untuk dokumentasi universitas).

Jadi akreditasi C gak berarti agan pasti susah cari kerja. Memang sih jadi gak bisa daftar PNS, tapi bukan berarti gak bisa dapat pekerjaan.

Tetap bisa kerja di perusahaan swasta ternama juga.

Semangat gan!
1 0
1
Lapor Hansip
13-03-2019 10:09
Balasan post ushirota
Setuju gan, tanpa pendidikan tinggi pun sebenarnya bisa masuk kantor besar dengan gaji besar.

Tapi kalau pendidikan tinggi, lebih cepat untuk mendapatkan gaji besar itu.

Ada orang terdekat ane, lulus S1 langsung lanjut S2. Meski banyak yang mencibir (kata orang2 cuma ngerti teori jadinya), tapi begitu lulus dia langsung diterima di pekerjaan dengan gaji Rp8 juta.
0 0
0
13-03-2019 10:12
yang gak terakreditasi plus ijazah nembak aja bisa dapat pekerjaan asal punya koneksi. Yang penting itu punya soft skill tapi emang sih kalo mau jadi pns/bumn sekarang susah karena seleksi administrasinya ketat emoticon-Cape deeehh
0 0
0
13-03-2019 10:38
Ya betul gan, gue sendiri yg ngalamin, susah banget ngelamar, rata2 perusahaan maunya kampus berakreditasi, kampus ternama, jangankan di panggil, di baca aja udah bersyukur cv kita kalau nama kampusnya asing dan kurang terkenal..
lebih baik kalau mau kuliah cari kampus yg bagus, itu sedikit menjamin kesempatan lu untuk "ketuk pintu" di perusahaan2 besar
1 0
1
Halaman 11 dari 19
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.