alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7e0d8d7414f5073e4a6c8f/unicorn-decacorn-hectocornapa-maknanya-di-bisnis-startup
Lapor Hansip
05-03-2019 12:47
Unicorn, Decacorn, Hectocorn…Apa Maknanya di Bisnis Startup?
Past Hot Thread
Unicorn, Decacorn, Hectocorn…Apa Maknanya di Bisnis Startup?


Startup atau perusahaan rintisan seakan selalu menarik untuk diulas. Kehadiran berbagai jenis startup di tengah masyarakat ini bukan hanya untuk bisnis saja, namun juga menjadi sebuah alternatif untuk memudahkan urusan penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Indonesia Digital Creative Industry Society, jumlah startup yang berkembang di Indonesia hingga akhir tahun 2018 mencapai 992 startup yang menjangkau berbagai macam sektor. Mulai dari sektor transportasi, pendidikan, teknologi, hingga travelling. Banyaknya demand atau permintaan konsumen terhadap jasa dari startup membuat perusahaan-perusahaan ini mendapatkan atensi dari pemodal atau investor agar dapat terus berkembang dan berinovasi.

Karena pertumbuhan dari startup sangat erat kaitannya dengan pendanaan, maka tidak mengherankan jika startup selalu identik dengan nilai atau valuasi. Beberapa istilah dari tingkatan valuasi startup seperti “unicorn” dan “decacorn” juga mulai familiar saat ini. Namun, sebenarnya apakah itu valuasi perusahaan rintisan?

“Valuasi merupakan nilai dari suatu perusahaan rintisan. Startup saat ini masih tergolong semi-enterprise, sehingga nilai valuasinya ditentukan berdasarkan persetujuan antara founder dengan investor yang kemudian membuat perhitungan nilai valuasi startup menjadi beragam, tergantung dari persetujuan tersebut,” kata Social Media Specialist Dailysocial.id, Prilita Kamalia, seperti dilansir Antara, Selasa (5/3).

Nilai atau valuasi dari sebuah perusahaan dapat dihitung melalui beberapa cara, dan cara yang paling mudah adalah dengan menunjukkan profit bisnisnya.

Misalnya sudah berapa banyak fitur yang telah dibuat dan dikembangkan, bagaimana respons masyarakat sebagai pengguna, seperti apa pertumbuhan user-nya, dan sebagainya. Dengan pertumbuhan yang signifikan, perusahaan tersebut akan terus mendapatkan dukungan dari investor dan secara langsung juga menambah nilai perusahaannya.

“Karena itu, startup yang muncul saat ini sangat gencar untuk mempromosikan produknya kepada publik. Interaksi dengan pengguna menambah kredibilitas perusahaan dan tentu dapat meyakinkan investor untuk mendukungnya,” tambahnya, dikutip Antara.

Tingkatan valuasi startup

Tingkatan nilai atau valuasi dalam dunia startup bukan hanya “unicorn” dan “decacorn”. Saat ini terdapat enam sebutan dalam tingkatan valuasi perusahaan rintisan; yaitu cockroach, pony, centaurs, unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Tiga tingkatan awal dari perusahaan rintisan merupakan langkah pertama dari pertumbuhan suatu startup. Dalam level “cockroach”, perusahaan rintisan memulai usahanya dan giat untuk melakukan promosi kepada publik.

Prilita menambahkan, pertumbuhan nilai dari perusahaan biasanya mulai terlihat ketika perusahaan tersebut berada di level “pony” dengan valuasi sebesar 10 juta dolar atau sekitar Rp141 miliar.

“Ketika sebuah perusahaan startup berada di level ini, perusahaan tersebut memiliki tantangan untuk mempertahankan atau malah mampu mengembangkan nilainya ke tingkatan selanjutnya, seperti centaurs atau bahkan unicorn,” terangnya.

Startup disebut centeur ketika ia memiliki valuasi 100 juta dolar, unicorn 1 miliar dolar, decacorn 10 miliar dolar, dan hectocorn memiliki valuasi lebih dari 100 miliar dolar.

Tiga level teratas dari valuasi startup adalah “unicorn”, “decacorn” dan “hectocorn”. Memerlukan waktu yang tidak sebentar bagi perusahaan-perusahaan rintisan untuk mendapatkan “gelar” ini.

Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan BukaLapak merupakan empat perusahaan rintisan Indonesia yang telah menyabet gelar “unicorn”. Sedangkan Grab, startup asal Singapura telah menjadi pemilik predikat“decacorn” pertama di Asia Tenggara. Untuk “hectocorn” dengan valuasi mencapai USD100 miliar masih dipegang oleh Apple, Google, dan Microsoft.

5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 4
09-03-2019 07:42
unicorn masih sodaraan ama roasted corn ga gan emoticon-Bingung
0
09-03-2019 07:52
Dari kecoak ke kuda bertanduk & bersayap biar ga bochor bochor ....kan ada sayapnya bisa menahan lebih banyak 😁
0
09-03-2019 08:13
ini yang online online itu ya gan?
0
09-03-2019 08:53
itu YUNIKON, bukan unicorn wkkwkwk
1+1=
0
09-03-2019 09:06
Lucu uga gan nama2 nya emoticon-Ngakak
0
09-03-2019 11:11
lv kecoa...hemmmm
0
09-03-2019 14:35
edukasi banget
0
09-03-2019 18:39
"Cockroach"
namanya seakan-akan hina banget kalo baru pisan ngerintis emoticon-No Hope
Diubah oleh ceroby
0
09-03-2019 21:48
Yg ane tau cuma cuan = untung
0
10-03-2019 08:44
Quote:Original Posted By chitzchatz94
ane udah tahu sebelumnya gara2 prabowo emoticon-Hammer (S)

Unicorn, Decacorn, Hectocorn…Apa Maknanya di Bisnis Startup?


Nah ini pakai gambar biar lebih jelas emoticon-2 Jempol
0
Lapor Hansip
10-03-2019 18:15
Balasan post farid369
bukan maho, maho kan berbeda lagi.. yang ada dimarahi orang.
0
11-03-2019 10:21
oh gitu ya om.
0
11-03-2019 10:28
Yu nikon bojone Kang nikon Unicorn, Decacorn, Hectocorn…Apa Maknanya di Bisnis Startup?
0
11-03-2019 16:04
unicorn gundam
0
12-03-2019 02:08
Wah seriusan baru tau ane
0
12-03-2019 05:48
Quote:Original Posted By ivoox.id
Unicorn, Decacorn, Hectocorn…Apa Maknanya di Bisnis Startup?


Startup atau perusahaan rintisan seakan selalu menarik untuk diulas. Kehadiran berbagai jenis startup di tengah masyarakat ini bukan hanya untuk bisnis saja, namun juga menjadi sebuah alternatif untuk memudahkan urusan penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Indonesia Digital Creative Industry Society, jumlah startup yang berkembang di Indonesia hingga akhir tahun 2018 mencapai 992 startup yang menjangkau berbagai macam sektor. Mulai dari sektor transportasi, pendidikan, teknologi, hingga travelling. Banyaknya demand atau permintaan konsumen terhadap jasa dari startup membuat perusahaan-perusahaan ini mendapatkan atensi dari pemodal atau investor agar dapat terus berkembang dan berinovasi.

Karena pertumbuhan dari startup sangat erat kaitannya dengan pendanaan, maka tidak mengherankan jika startup selalu identik dengan nilai atau valuasi. Beberapa istilah dari tingkatan valuasi startup seperti “unicorn” dan “decacorn” juga mulai familiar saat ini. Namun, sebenarnya apakah itu valuasi perusahaan rintisan?

“Valuasi merupakan nilai dari suatu perusahaan rintisan. Startup saat ini masih tergolong semi-enterprise, sehingga nilai valuasinya ditentukan berdasarkan persetujuan antara founder dengan investor yang kemudian membuat perhitungan nilai valuasi startup menjadi beragam, tergantung dari persetujuan tersebut,” kata Social Media Specialist Dailysocial.id, Prilita Kamalia, seperti dilansir Antara, Selasa (5/3).

Nilai atau valuasi dari sebuah perusahaan dapat dihitung melalui beberapa cara, dan cara yang paling mudah adalah dengan menunjukkan profit bisnisnya.

Misalnya sudah berapa banyak fitur yang telah dibuat dan dikembangkan, bagaimana respons masyarakat sebagai pengguna, seperti apa pertumbuhan user-nya, dan sebagainya. Dengan pertumbuhan yang signifikan, perusahaan tersebut akan terus mendapatkan dukungan dari investor dan secara langsung juga menambah nilai perusahaannya.

“Karena itu, startup yang muncul saat ini sangat gencar untuk mempromosikan produknya kepada publik. Interaksi dengan pengguna menambah kredibilitas perusahaan dan tentu dapat meyakinkan investor untuk mendukungnya,” tambahnya, dikutip Antara.

Tingkatan valuasi startup

Tingkatan nilai atau valuasi dalam dunia startup bukan hanya “unicorn” dan “decacorn”. Saat ini terdapat enam sebutan dalam tingkatan valuasi perusahaan rintisan; yaitu cockroach, pony, centaurs, unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Tiga tingkatan awal dari perusahaan rintisan merupakan langkah pertama dari pertumbuhan suatu startup. Dalam level “cockroach”, perusahaan rintisan memulai usahanya dan giat untuk melakukan promosi kepada publik.

Prilita menambahkan, pertumbuhan nilai dari perusahaan biasanya mulai terlihat ketika perusahaan tersebut berada di level “pony” dengan valuasi sebesar 10 juta dolar atau sekitar Rp141 miliar.

“Ketika sebuah perusahaan startup berada di level ini, perusahaan tersebut memiliki tantangan untuk mempertahankan atau malah mampu mengembangkan nilainya ke tingkatan selanjutnya, seperti centaurs atau bahkan unicorn,” terangnya.

Startup disebut centeur ketika ia memiliki valuasi 100 juta dolar, unicorn 1 miliar dolar, decacorn 10 miliar dolar, dan hectocorn memiliki valuasi lebih dari 100 miliar dolar.

Tiga level teratas dari valuasi startup adalah “unicorn”, “decacorn” dan “hectocorn”. Memerlukan waktu yang tidak sebentar bagi perusahaan-perusahaan rintisan untuk mendapatkan “gelar” ini.

Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan BukaLapak merupakan empat perusahaan rintisan Indonesia yang telah menyabet gelar “unicorn”. Sedangkan Grab, startup asal Singapura telah menjadi pemilik predikat“decacorn” pertama di Asia Tenggara. Untuk “hectocorn” dengan valuasi mencapai USD100 miliar masih dipegang oleh Apple, Google, dan Microsoft.



Masih bingung dengan istilah start up, tepatnya kalau di indonesiakan artinya apa gan?
0
12-03-2019 05:55
Wah apa itu gan, tapi memang populer pasca debat itu. Tentu sangat membuat orang menjadi kaya dari startup bagi yang berhasil. Tapi ada juga yang tidak dan kemudian gulung tikar.
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
06-04-2019 22:04
selama ini unicorn yg gue tau cuma kuda doang yg unicorn, ternyata perusahaan juga wkwk
0
Halaman 4 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.