alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7fafd2f0bdb2389b0b7963/beda-nasib-andi-arief-dan-fidelis-yang-tanam-ganja-demi-obati-sang-istri
Lapor Hansip
06-03-2019 18:32
Beda Nasib, Andi Arief dan Fidelis yang Tanam Ganja Demi Obati Sang Istri
Beda Nasib, Andi Arief dan Fidelis yang Tanam Ganja Demi Obati Sang Istri

Suara.com - Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, dinilai beruntung karena hanya diwajibkan menjalani rehabilitasi setelah ditangkap karena kasus kepemilikan narkoba jenis sabu.

Sebab, ada pula warga yang justru divonis bersalah dan dipenjara karena kasus narkoba meski tak mengonsumsinya.

Hal itu merujuk pada kasus Fidelis Arie Sudewarto, lelaki di Sanggau, Kalimantan Barat, yang divonis penjara gara-gara bercocok tanam ganja demi mengobati sang istri.

Perbandingan tersebut, ramai diajukan oleh warganet di Twitter, setelah Andi Arief dipastikan dilepas aparat kepolisian setelah digerebek di Hotal Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Minggu (3/3) akhir pekan lalu.

Beda Fidelis beda @AndiArief__ “ tulis akun @WicaksonoBruno di Twitter, Rabu (6/3/2019).

Sementara akun @Amadea312 menuliskan,“Replying to @AndiArief__ Salut anda bisa bebas melenggang setelah nyabu untuk sekadar rekreasi. Fidelis yang hanya menanam ganja demi mengobati istrinya yang kena kanker dibui 8 bulan. Anda sakti juga ternyata yah.”

Sedangkan akun @Twitkustik mengatakan, “Replying to @AndiArief__ @mohmahfudmd Fidelis menggunakan ganja karena cintanya. Andi Arif menggunakan sabu karena kebodohannya."

Warganet berakun @thisisandri juga mengajukan gugatan, “Kalau Andi Arief itu hanya korban, lalu Fidelis itu apa?“

Hal yang sama disuarakan akun @iannoge07. Ia mengatakan, ”@AndiArief__ di katakan korban? Sedangkan dia gunakan barang itu sebagai alat untuk kesenangan dia. Terus bagaimana dengan Fidelis Arie Sudewarto, warga Kalbar yang gunakan barang itu demi sembuhkan istrinya? Apakah itu juga korban?”

Tak kalah sengit, akun @T_husaini menyatakan, “Replying to @hincapandjaitan @PDemokrat and 8 others. Andaikan Fidelis itu pejabat, yang berupaya sembuhkan istrinya pakai ganja, karena terpaksa, ceritanya akan lain.”


Rehabilitasi

Andi Arief ternyata tak hanya sekali mengkonsumsi narkoba. Hal tersebut diketahui seusai polisi mendapat keterangan mendalam dari politikus yang sudah menyatakan mundur sebagai Wasekjen PD itu.

Kuasa hukum Andi Arief, Dedi Yahya mengatakan, fakta itulah yang menjadi alasan Andi harus menjalani rehabilitasi kesehatan. Apalagi hasil penilaian polisi dan tes urine, Andi positif menggunakan sabu.

"Hanya sabu, urinenye positif. Kalau pengakuan beliau, pasti ini bukan yang pertama sehingga dalam penilaian polisi, ada ketergantungan obat. Jadi, klien kami masih bisa direhabilitasi kesehatan. Tapi tidak kecanduan seperti yang lainnya," ujarnya, menjelaskan.

Meski demikian, Dedi enggan berkomentar mengenai alasan kliennya menggunakan narkoba jenis sabu. Sebab, kata dia, Andi tak membeberkan hal itu.

"Alasan narkoba ini juga susah. Ini tidak dijawab oleh AA (Andi Arief). Namun biasanya kalau kita mencoba, akan membicarakan lagi, coba lagi, akhirnya muncul ketergantungan," kata Dedi.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, Andi Arief diduga tak hanya sekali mengkonsumsi narkoba. Andi kedapatan mengkonsumsi sabu dalam kamar di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat pada Minggu (3/3/2019) malam.

"Tidak hanya sekali (memakai) tapi belum dapat info dari penyidik sudah berapa kali atau sudah berapa bulan," kata Iqbal di Mabes Polri, Selasa (5/3/2019).


Beda Nasib, Andi Arief dan Fidelis yang Tanam Ganja Demi Obati Sang Istri

Fidelis Arie Sudewarto (36), terpaksa meringkuk di balik jeruji besi hanya lantaran menanam 39 batang ganja untuk mengobati penyakit langka yang mendera sang istri. [Facebook/Yohana L. A. Suyati]

Kisah Pilu Fidelis

Berbeda dengan Andi Arief, nasib Fidelis justru tak mujur. Dia ditangkap dan ditahan BNN pada 19 Februari 2017, karena menanam 39 batang ganja.

Fidelis kala itu mengakui, ganja tersebut untuk diekstrak guna pengobatan penyakit langka syringomyelia yang diderita sang istri, Yeni Riawati.

Persis ketika Fidelis genap 32 hari mendekam di balik jeruji tahanan, sang istri wafat, yakni pada 25 Maret 2017.

Kisah itu bertambah pilu tatkala Fidelis diperkenankan polisi melihat untuk kali terakhir sang istri yang sudah tak bernyawa.

Sebuah foto momen itu menunjukkan Fidelis tengah memegang kedua pundak putra bungsunya yang masih kecil dan tampak murung, lantaran harus mengikhlaskan kepergian sang ibu, sekaligus merelakan ayahnya berada di penjara.

Publik dan organisasi-organisasi yang mendesak agar Fidelis dibebaskan dari segala tuntutan. Tapi, palu hakim berkata lain.

Dengan alasan hukum harus ditegakkan, Fidelis divonis penjara selama 8 bulan dan denda Rp1 miliar subsider 1 bulan penjara.

Vonis itu dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (2/8/2017).

“Persidangannya sudah selesai. Fidelis divonis penjara 8 bulan dan denda Rp1 miliar. Kalau tidak mampu membayar denda, diganti penambahan masa kurungan selama satu bulan,” tutur Marcelina, pengacara Fidelis, kala itu.

Vonis hakim tersebut terbilang berat. Pasalnya, jaksa penuntut umum hanya menuntut Fidelis dipenjara 5 bulan dan denda Rp800 juta subsider satu bulan penjara.

Meski menanam ganja untuk mengobati istrinya, hakim menilai lelaki itu menyalahi Pasal 111 dan Pasal 116 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berdasarkan data persidangan, hakim menilai hal yang memberatkan putusan Fidelis adalah Pasal 116 ayat 1 dan ayat 3.

Fidelis, lelaki berusia 36 tahun tersebut, baru bisa menghirup udara bebas dan berkumpul bersama buah hatinya pada November 2017.













Beda Nasib, Andi Arief dan Fidelis yang Tanam Ganja Demi Obati Sang Istri https://www.suara.com/news/2019/03/0...ati-sang-istri

11
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 4
06-03-2019 23:46
biasa, paling juga di sogok emoticon-Betty (S)
0
06-03-2019 23:58
kok gini amat sih indonesia
0
07-03-2019 00:17
Apa cmn gua yg berfikir kalo ganja itu legal di Indonesia?
Coba deh bawa undang2nya kemari
0
07-03-2019 00:26
hukum goblog di negara +62

Kasihan itu yg istrinya mati karena di stop dari pengobatan ganja.
Diubah oleh ontapesek
0
07-03-2019 01:03
intinya si hukum ga bs dibengkokkan dengan alibi kemanusiaan dan semacamnya.
klo bisa begitu, robin hood yang ngerampok orang kaya dan ngasih ke orang miskin itu ga salah donk.

untung si AA ini ga kedapatan bawa sabu lebih banyak. jadi langsung gugur asumsi dia pengedar. tp emang aturannya begitu. si rafi jg kan pernah di rehab.
pantesan akhir2 ini bikin geger di twitter mulu. twiteran sambil nyabu. kwkw

menurut gw orang awam selalu gagal paham dengan istilah hukum tajam kebawah tumpul ke atas. sebenarnya kenapa tajam kebawah karena yang bawah ga bs sewa pengacara hebat untuk mengurangi hukumannya. pengacara itu hadir untuk meringankan hukuman atau bs jg bebasin terdakwa dengan asumsi dan bukti2 nyata di persidangan. wajar saja klo orang kaya, politisi, elite. slalu bs lepas dari jeratan maksimal hukuman.

kecuali ada pengacara hebat macam hotman mau bantu semua orang miskin dipersidangan. tp tanpa embel2 sesuatu, tp itu mustahil.
Diubah oleh PikuPikuHammer
1
Lapor Hansip
07-03-2019 02:09
Balasan post teddyh999
This...
Tanaman2 super beracun diciptakan oleh tuhan.
Sabu dciptakan oleh manusia.
Tdk lantas kalian oke2 aja makan tanaman beracun.
Indo ini belum bisa untuk mengawasi ganja untuk medis,kagak ada yg mau free ngawasin.dan mental indo,lbh suka nabrak2 aturan.wong blum legal aja,dserambi mekah udah produkai,gmn klo sudah.bs2 jkt jd kebun ganja.
0
Lapor Hansip
07-03-2019 08:24
Balasan post brentie
posisi tawar ga kuat gan
0
07-03-2019 08:32
emoticon-Sundul Up
0
07-03-2019 09:13
Quote:Original Posted By Benter
Tapi lucu aja sih, make buat disalahgunain kaga, ngedarin kaga, malah ketangkep, bener-bener aneh emoticon-Nohope

Ya gimanapun kan untuk mengesahkan pelegalan ganja perlu kerjasama eksekutif dan legislatif juga gan, lagian ane dukung ganja legal bukan buat untuk ngefly, tapi karena emang banyak khasiat untuk menyembuhkan penyakit seperti yg terjadi pada almarhum istrinya Fidelis emoticon-Wink


Nanam ganja itu ilegal, sama ilegalnya dengan punya pabrik sabu.

Ente nggak make sabu, nggak nengedarkan sabu kalau ketauan punya pabriknya ya diciduk.

Suka nggak suka memang begitu undang2nya.
0
07-03-2019 09:41
b4ngsat dah ancur gtu apanya yg direhab emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
07-03-2019 10:23
enaknya jadi oposisi mukidi menjelang pilpres..
0
07-03-2019 10:41
Fidelis ini dulu yg ditai-taiin sama budi waseso yg temen akrab sampe besanan ama budi gunawan itu emoticon-Big Grin
0
07-03-2019 10:52
ya bedalah.... jelas itu ... 1 rakyat yg 1 wakil rakyat... AA Khan wakil rakyat jadi kebebasan diwakilkan belio... camkan itu ..
0
07-03-2019 11:07
Quote:Original Posted By bpln.leader
yang satu tanam narkoba utk obati sang istri

satunya lagi pakai narkoba utk seks dgn lonte di hotel .



hukum tidak selalu sejalan dengan keadilan.....

hakim yg adil seperti judge bao udah punah...
0
07-03-2019 14:26
Quote:Original Posted By nn2106
Mestinya yg seperti Fidelis kemarin itu Menkumham nya turun tangan...karena jelas terbukti medis kasus khusus...sehingga tajamnya hukum tidak mengiriskan luka pedih di hati masyarakat.

nasib dah kalo kemenkumham cuma jadi pajangan doang...bisa ada bilik asmara di penjara juga....sudah jelas sekali mencoreng muka kemenkumham...namun sepertinya isinya melongo doang di sono.

nungguin aja konpers polkis , kok pengguna narkoba model aa bisa sehari langsung dilepas lagi.

emoticon-Wow



yang di kritik hakimnya dong, ada UU kekuasaan kehakiman kalau vonis hakim lebih berat dari tuntutan jaksa berarti hakim punya pertimbangan lain dan gada terkaitnya dengan kemenkumham sama sekali.

aduin ke KY, soal kasus tersebut (soal hakim).
atau untuk aturan ajuin JR ke MK.
bukannya kemenkumham.

LP sama KUHP sama uu kekuasaan kehakiman gada hubungan.
materiil sama formil.emoticon-Cape d...
2
07-03-2019 14:44
Quote:Original Posted By PikuPikuHammer
intinya si hukum ga bs dibengkokkan dengan alibi kemanusiaan dan semacamnya.
klo bisa begitu, robin hood yang ngerampok orang kaya dan ngasih ke orang miskin itu ga salah donk.

untung si AA ini ga kedapatan bawa sabu lebih banyak. jadi langsung gugur asumsi dia pengedar. tp emang aturannya begitu. si rafi jg kan pernah di rehab.
pantesan akhir2 ini bikin geger di twitter mulu. twiteran sambil nyabu. kwkw

menurut gw orang awam selalu gagal paham dengan istilah hukum tajam kebawah tumpul ke atas. sebenarnya kenapa tajam kebawah karena yang bawah ga bs sewa pengacara hebat untuk mengurangi hukumannya. pengacara itu hadir untuk meringankan hukuman atau bs jg bebasin terdakwa dengan asumsi dan bukti2 nyata di persidangan. wajar saja klo orang kaya, politisi, elite. slalu bs lepas dari jeratan maksimal hukuman.

kecuali ada pengacara hebat macam hotman mau bantu semua orang miskin dipersidangan. tp tanpa embel2 sesuatu, tp itu mustahil.


sejak kapan hukum indonesia lurus, sistem kita bukan civil law jelas ga lurus.
dasar hukum kita barat, islam, adat.
semua sudah ada di UU kekuasaan kehakiman, kecuali ada faktor eksternal (bribe, demo, politik, intervensi pihak 3).

aduh jangan dibelokkin artinya hukum tumpul ke atas tajam ke kebawah jd kaya gitu, itu mah equality before the law.

istilah itu sudah dari dulu tapi "trend" ketika ada kasus kebakaran hutan seorang hakim berpendapat "kan pohonnya bisa tumbuh lagi" sama kasus nenek yg nyolong (akhirnya nenek divonis bebas sama hakim, hakimny ampe nangis dan mnt sumbangan ken yg hadir di ruang sidang).

emoticon-Cape d...
1
07-03-2019 16:59
terlepas dr peruntukannya,

Menanam ganja hitungannya udah jd produsen narkoba. (Kecuali ganja jadi di legalkan)

Kl pemakai ya memang jatuhnya rehab.
0
08-03-2019 06:08
Analisa hukum mengapa Andi arief bebas

https://www.kaskus.co.id/post/5c7f74...b3cb594901941c
0
08-03-2019 15:20
Jadi sebetulnya majoritas pengguna pun kena pasal 112, pasal yang seharusnya untuk pengedar. Kalau pengacara dia tolol.

Pasal 127 itu pasal untuk pengguna dan kapan orang dipenjara dan kapan dia di rehabilitasi juga aturannya tidak jelas.

Kalau semua pemakai yang kena pasal 127 di rehabilitasi, ini ada komplikasi lagi.

84% pengguna narkoba bukan pecandu.

Majoritas obat yang dilarang sebetulnya bukan candu. Jadi kalau mau konsistent, Indonesia itu sebetulnya sudah decriminalisasi. Pengguna yang kepemilikannya sedikit tidak dihukum seperti Andi.
0
Halaman 4 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.