Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8165
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka
Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilkan.
Lapor Hansip
14-01-2019 09:47

Catatan Yang Terbuka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Catatan Yang Terbuka

Quote:
Catatan "Yang" Terbuka. Apanya sih yang terbuka? Semua yang selama ini gw tutup rapat. Apa itu? Cerita soal kegagalan. Bagi orang-orang di sekitar gw, bahkan teman gw sekalipun, ga pernah tahu apa saja kegagalan yang sudah gw buat. Mereka melihat hidup gw serba indah. Tidak salah, karena itulah yang selalu gw tampilan.


Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:"Mba, mba, bangun. Sudah siang. Ga capek tha tidur terus." Ujar gw sambil terus menggoyangkan badan mereka berdua.

"Oahm. Jam berapa sih ndo? Masih malam kan ini?" Tanya Diana yang mulai bergeliat dari tidurnya.

"Sudah pagi mba. Kalau pacar ku ke sini, aku yang repot."

"Hehehe. Bagus dong, kita ajakin gabung aja sekalian."

"Duh. Jangan gitu dong mba." Ujar gw, lalu memanaskan air untuk membuat sesuatu yang hangat.

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:"Ga mandi mba?" Tanya gw ke Vina.

"Ga lah ndo, nanti aja di kosan. Sebenarnya masih ngantuk, tapi demi kamu."

"Hehehee. Ya udah sih, teh nya diminum dulu biar segeran."

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:"Ayanxxx..." Sapaan yang nyaris membuat gw melompat. Untung saja, gw terlatih dibentak-bentak.

"Kamu Taaa, pagi-pagi dah ngagetin aja ih..." Ujar gw...

"Hayooo lagi mikirin apa???" Dia mendekat ke gw yang sedang merapikan sprei...

"Mikirin proposal, Mama dan semua..."

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:"Hm. Makanya tho yanx, mending kamu tuh jujur aja sama semua. Biar beban mu itu ga terlalu berat." Lina selalu punya alasan untuk menentramkan hati gw.

"Udah ga ada yang tersembunyi Ta. Mama juga udah tau semuanya."

"Terus?"

"Ya meski keberatan, beliau ga kuasa nahan aku."

"Ya sudah! Terus apalagi? Kamu punya Papa mu yang udah kasih lampu hijau. Kamu juga punya Papa ku, yang juga dukung kamu."

"Mungkin masih ada sisa trauma. Trauma pernah gagal, dan mangkrak ga ada gunanya."

"Semua pernah gagal. Coba kasih tau aku yanx, orang yang ga pernah gagal? Ga ada. Kalau yang gagal, lalu menyerah dan pasrah, banyak yanx. Kamu mau?"

"Hehehehe. Mainstream adalah sesuatu yang paling aku benci Ta. Jadi aku ga mau."

"Nah. Ayo dong semangat! Hari ini semangat nya kuliah dulu. Hehe."

"Nanti siang, aku ke proyek Ta."

"Ya udah gapapa yanx, yang penting kamu harus optimis, OK?"

"OK..."

"Itu baru pacar ku." Sebuah kecupan mendarat di jidat gw. Semoga Cinta ga mencium sesuatu yang aneh.

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:emoticon-mail: "Selamat siang mas, saya boleh ketemu pean ga?" Sms masuk dari Pak Atmo. Tokoh yang dituakan di lokasi proyek gw.

emoticon-mail : "Bisa Pak. Ada yang penting? Ini saya mau naik Pak."

emoticon-mail : "Oh. Kebetulan kalau gitu mas, nanti kalau sudah sampai, nyuwun tulung dikabari njih."

emoticon-mail : "Siap Pak."


Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:"Seperti dugaan gw, Pak Atmo mau bahas soal kelanjutan proyek yang sedang gw kerjakan. Ga ada jalan lain selain jujur. Gw pun menjelaskan semuanya kronologi dari awal sampai akhir. Berat memang membuat orang kecewa, tapi apa mau dikata, emang inilah kenyataannya."

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:emoticon-mail: "Hi ndo, gw putuskan untuk memberikan kesempatan kepada Seno untuk mendekat ke gw. How about you, dear? Awas aja kalau lu bilang gw ini kekanakan karena memilih berdasar persamanaan negara, dan agama."


Jangan Buka, Nyesel Lho


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:emoticon-mail: "Lu dimana? Gw udah bubaran nih." Sms masuk dari Eka.

emoticon-mail : "Bentar, lu tunggu di parkiran B6 aja ya?"

emoticon-mail : "Wong edan, ditanya kok ga jawab sih."

emoticon-mail : "Pertanyaan lu basi. Udah jelas gw di hati lu lho ya."

emoticon-mail : "Kepreeettt ndooo... Londooo..."


Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:"Siang cewe." Goda gw, ketika stop persis di depannya.

"Lamaaa lu ndo." Dia pun buka pintu kiri, lalu naik.

"Lu dari mana ndo? Cek kerjaan ya?" Tanya dia kemudian.

"Yappp. Udah mau selesai sih."

"Lhah, kalau udah selesai, terus nasibnya gimana ndo?"

"Ya ga gimana-gimana. Mungkin stop dulu beberapa saat sambil nunggu peminat dan juga investor."

"Nganggur dong abis ini."

"Ga juga Ka. Gw udah punya usaha baru yang bisa gw kerjain."

"Dasar otak bisnis. Kuliah selesaikan woi."

"Aman lah. Kemana kita?"

"Kosan ndo, gw udah masak tadi pagi, hehe."

"Apa?" Gw menatap heran ke Eka, pengen ngakak tapi gw tahan. Eka masak?

"Sialan lu ndo!!! Meremehkan banget lu! Gini-gini gw bisa masak woiii!!! Hahaha..." Ngakak dia.

"Lihat muka dan kelakuan lu, emang salah ya kalau gw curiga dengan rasa masakan lu? Hehehehe." Ejek gw

"Bodo amat ndo, awas aja kalau lu ga abisin masakan gw!"

"Kenapa emang? Hehehehee."

"Jangan ke kosan gw lagi!"

"Ya elah, sadis amat lu Ka!"

"Bodo amat! Salah sendiri menghina gw!"

"Ga menghina sayang, cuma memastikan." Gw pegang rambutnya.

"Apa lu pegang-pegang."

"Jiah, kekasih gw lagi ngambek."

"Kekasih pala lu ndo."

"Ngoahahahahaaa."

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:"Doyan lu ndo? Hehehe." Tanya Eka, saat gw nambah sayur plus sambalnya.

"Hehehehe. Lu beli di mana?" Ejek gw.

"Sialan lu! Plakkk!" Bahu gw kena tampol.

"Mau penilaian jujur?"

"Iyalah! Gila aja lu bohong."

"Overall, enak! Cuma asinnya kagak nahan mba nyaaa. Lu pengen kimpoi ya?"

"Huahahahahahahaa. Beneran asin berarti ya ndo? Teman gw tadi juga bilang gitu. Itu sayurnya udah tak tambahi air tadi, kalau ayamnya. Pasrah deh."

"Besok lagi, kalau masak kurangi garam ya? Asin ga baik buat darah."

"OK Pak Boss!"

"Dan ini." Gw angkat sambal di depan matanya.

"Juara! Lu kalau buat lagi, pakai takaran ini. Gw bukan pecinta pedas, gw juga ga suka sambal, tapi gw suka sambal lu! Boleh ga boleh, sisanya gw bawa pulang!"

"Hahahahahaaa. Koplak lu ndo!"

"Ga boleh?"

"Boleh-boleh. Semua aja boleh."

"Ogah, asin sayang. Udah pengen yah?" Ulangi lagi pertanyaan pertama tadi.

"Kalau iya, lu mau apa?" Mampus gw. Mana mukanya serius lagi.

"Kapan? Ortu ku otw rumah mu nih?"

"Hihihihi. Salah nantang orang, sabar ndo. Lulus dulu."

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:"Jika kepala pusing kayak gini, paling enak itu vodka. Untungnya, gw selalu sedia di kamar. Gapapa main single, yang penting happy dan sedikit meringankan beban di kepala ini. Juga sebagai bekal hari esok yang lebih baik."

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:"Yanx, kamu dicariin tuh sama Mama..." Ujarnya saat gw sudah siap di balik kemudi mobilnya.

"Hah? Mama ngapain nyari aku Taaa?" Agak heran gw.

"Iya, kangen katanya. Kamu sih jarang maen ke rumah."

"Ya udah, besok malam minggu aku apelin kamu ya?"

"Wuuu. Kalau gitu aku ke gerejanya minggu pagi aja yanx."

"Siappp. Udah sampai, semangat ya Ta." Yap, jarak kosan gw ke kampus, memang dekat.

"Iya. Kamu tuh yanx yang semangat, jangan mikirin gagal terus." Pegang pipi gw.

"Gagal? Apaan tuh gagal? Hehehe."

"Ahahahaa. Bye yanx, nanti beres kuliah langsung ke sini aja ya?"

"Boleh?"

"Boleh lah. Asal kamu ga rusuh aja!"

"Hehehe. Siap cintaaa."

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:"Tuing." Sebuah notifikasi YM masuk ke HP gw sesaat setelah gw di parkiran.

emoticon-mail : "Gw diajak makan malam sama Seno nih." Reni! Bego ya gw, ada YM di HP, kenapa kemarin gw ke warnet? Anggap aja buang waktu.

emoticon-mail : "Pamer mulu. Coba sini liat gambar nya Seno kayak apa." Balas gw, keluar mobil, pastikan terkuci, lanjut jalan ke kelas.

emoticon-mail : "Jangan ndo, minder lu ntar, soalnya gantengan dia daripada lu. Haha."

emoticon-mail : "Ganteng tapi kecil buat apa?"

emoticon-mail : "Njir. Dari mana lu simpulin dia kecil?"

emoticon-mail : "Karena yang bisa ngalahin joni cuma negro, arab dan bule."

emoticon-mail : "Wkkwkwkwkwk. Ntar gw lihat dulu, kalau lu bener, gw puji."

emoticon-mail : "Puji doang? Ga guna kaleee. Tidur bersama kek biar sangar."

emoticon-mail : "Iya, nunggu gw balik ya?"

emoticon-mail : "Deal."

emoticon-mail : "Bye mantan, jalan dulu yakkk."

emoticon-mail : "Pala lu mantan."

emoticon-mail : "Bodo amatt."


Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
Diubah oleh londo.046
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ilhamcahsb9 dan 232 lainnya memberi reputasi
225
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 88 dari 411
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 04:40
Quote:Original Posted By londo.046


Kalau masih ga sadar juga, biasanya dipanggil pulang mba... emoticon-Big Grin



Hihi iya diajak balek,

Jd ingat ada guyonan dr pak yai

Tuhan....
Yo, piye?
Aku pengen sambat.
Aku wes ngerti kabeh. Rasah cerito. Lha pie...mulih po pie?
Ojo sik. Aku isih kuat.
Yo wes. Sing tenang.
emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 06:04
Quote:Original Posted By londo.046


Mungkin plus migrain mba... Makanya, terus aja nyari masalah... emoticon-Hammer2


Nahhhhh.... daripada dia sakit-sakitan biarin dah dia rese....emoticon-Hammer2
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 07:52
Quote:Original Posted By rosemary911
akan jd tdk bhagia, klo tdk brsama dgn orng yg dicinta,. wlopun parameter yg jenengan maksudkan trmsuk pnunjang kbhagiaan.. emoticon-Malu (S)

Mungkin saya terlalu menggunakan pendekatan materi kali ya mba, makanya saya selalu ingin menyamakan apa yang dia dapat sebelum dan sesudah menikah harus sama... Padahal, ada parameter lain yang ga kalah penting dari materi... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By hawkzeok
Panjul is back, konflik sama panjul emang menarik om. Panjul ki jan ne mental baja ra tau meneng huahahaha

Siap... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ngopiserius
Hihi iya diajak balek,

Jd ingat ada guyonan dr pak yai

Tuhan....
Yo, piye?
Aku pengen sambat.
Aku wes ngerti kabeh. Rasah cerito. Lha pie...mulih po pie?
Ojo sik. Aku isih kuat.
Yo wes. Sing tenang.
emoticon-Big Grin

Wkwkwkwkkk... Disuruh pulang malah ngeles ya mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
Nahhhhh.... daripada dia sakit-sakitan biarin dah dia rese....emoticon-Hammer2

Asal siap aja ditampolin bolak-balik mba... emoticon-Big Grin
0 1
-1
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 08:01

Kunjungan Istimewa...

Empat orang termasuk Panjul, itulah jumlah mereka... Ringan sih kalaupun gw dikeroyok sama mereka, gw masih yakin bisa melawan dan membuat mereka terluka... Teman nya Lina sendiri berjumlah 7 orang empat cewe dan tiga cowo... Kok mereka sms Lina??? Ini, yang membuat gw heran...

Tanpa dikomando, gw mendekati Panjul dan menarik bahunya... Kalau ga ada Lina, sudah gw tinju mukanya... Sayang di sana ada Lina, jadi gw cukup mendorong dia agak kencang, dan itu cukup membuat Panjul terdorong beberapa langkah ke belakang... Teman nya nampak tidak terima dan pasang kuda-kuda untuk menyerang...

Gw lebih sigap, sebuah hantaman menyapa wajah salah satu temannya... Peringatan dari gw, nampaknya cukup efektif meredam tiga orang lainnya untuk maju... Gw ingin maju, dan menerjang, sayangnya Lina sudah ada di depan, dan menahan gw...

Quote:"Ayanx, udah...!!!" Ujar Lina, tapi ga gw pedulikan...

"Ga bosan lu nyari rusuh sama gw njing???" Maki gw ke Panjul...

"Hey ndo, ini ekonomi... Gw mana tahu kalau di sini wilayah lu... Heheheheee..." Asu!!! Masih bisa cengengesan lagi...

"Wah ta* lu!!! Ngajak ribut beneran lu!!!"

"Ayanx...!!!" Hufft, kayaknya dia selamat, karena Lina nampak lebih agresif menahan gw...

"Cabut man!!! Sorry ndo, gw ga tau... Anggap saja ga ada apa-apa ya??? Heheheee..."

Tanpa dosa, manusia kardus itu pun berlalu dari hadapan gw... Sekali lagi, dia selamat karena ada Lina yang menahan gw... Liha aja ntar, gw akan cari dia!!! Ini anak, sudah ada di fase perlu digetok kepalanya... Iya, biar dia sedikit waras dan punya empati kepada yang lain...

Dari cerita teman-temannya Lina, Panjul ini menggoda salah satu cewe yang lagi nongki buat tugas di depan Notariat... Alasannya sih dia mencari Esti... Kalau orang waras, ketika yang dicari ga ada, tentu harus pergi dong... Tapi buat Panjul tidak, dia malah nyari gara-gara... Soal bentuknya gimana, gw kurang jelas juga... Intinya, teman-teman Lina agak terganggu dengan kehadirannya...

Quote:"Ayanx sih gitu, udah dibilangin ga boleh emosi, malah emosi..." Gerutu Lina, sambil pasang muka manyun di mobil...

"Heheheheee... Panjul itu ga bisa diajak ngomong pakai bahasa manusia Taaa, wong dihajar aja pasti balik kok..."

"Iya, tapi setidaknya kan harus dikasih waktu buat dia jelasin dulu yanx..."

"Alah, kelamaan Taaa... Dia udah terlalu sering bikin masalah... Yang buat FH dan FE nyaris bentrok kan dia..."

"Kok bisa yanx???" Tanya Lina heran...

"Bisa lah, dia bayar orang kok buat menyusup dan mengacau...

"Ih... Ada gitu orang model gitu yanx???" Kali ini manyunnya sudah agak mereda...

"Buktinya ada Taaa, kalau bener dia bikin ulah lagi, mungkin kepalanya perlu diservice biar warasan diki..."

"Ga usah ikut-ikutan yanx!!!" Wuih, serem lagi Lina...

"Heheheheheee... Iya-iyaaa... Mau langsung pulang???" Yap, gw udah sampai di depan kosan...

"Iya yanx, udah sore kok..."

"Tadi yang di plastik, udah kamu bawa semua kan Taaa???" Tanya gw soal bakpia...

"Udah yanx, tuh di belakang, hihihiii..."

"Ya udah, hati-hati, atau aku anter???"

"Ga usah ayanx, minggu jalannya sepi..."

"OK deh, pelan-pelan aja Taaa..."

"Kamu tuh yang pelan-pelan, sukanya berantem wae..."

"Kan kalau terpaksa Taaa, kalau ga terpaksa, aku juga males berantem..." Ujar gw sambil usap pipinya...

"Kalau besok dia balik lagi, laporin polisi aja yanx ya???"

"Jiah, polisi suruh ngurus urusan remeh gitu Taaa, udah biar aku yang beresin aja..."

"Ga pakai kekerasan!!!"

"Siap Cintaaa... Aku turun ya???"

"Iya, mandi sana yanx, kamu bau... Hihihihiii..."

"Yang penting kan kamu suka..."

Bodo amat lagi di tempat umum, pokoknya hajar... Yap, gw hantam mulutnya Lina pakai mulut gw... Jadinya ya adu mulut... Ga lama kok, gw masih sadar posisi... Kalau terlalu lama, dan dilihat orang juga kurang bagus... Punya kos kok milih adu mulut di mobil, di dalam kosan kan lebih aman...

Lina pulang, dan otak gw dipenuhi dengan dendam ke Panjul... Ini anak, jika ga ada yang negur, selamanya akan seperti ini... Ga akan dia berubah dengan alami... Gw harus datangi kampusnya, permalukan dia, buat dia malu semalu-malunya, mungkin dengan itu dia bisa mikir... Lha otaknya tergores kok, dibilangin dengan cara manusia, kayak nya percuma saja...

Quote:"Malam itu gw menyusun rencana sama Aji... Lewat sms memang, ga masalah kan, yang penting kan eksekusinya ga lewat sms, alias langsung datangi Panjul, dan beri dia pelajaran... Intinya, besok selesai kuliah gw akan naik... Temui Aji, lalu menuju ke kampusnya Panjul... Di sana, beri sedikit pelajaran buat dia...

Aji kan satu fakultas dengan Panjul, hanya saja jurusannya beda... Ga masalah, paling ga kalau ada apa-apa, sudah ada massa yang siap mem-back up kita... Gw sih ga masalah kalau ujungnya dikeroyok ramai-ramai, gw udah pernah merasakan itu... Paling sakit, pegal-pegal dan gosong di kulit, ringan itu, luka yang biasa dialami anak laki..."

Semesta sepertinya berpihak pada gw... Lina sibuk berat hari ini... Dia mau menjenguk temannya yang tabrakan, dan dioperasi di RS... Habis itu, dia ada agenda sama teman-teman sekelasnya, makan-makan karena ada yang ulang tahun atau jadian, gitu lah... Ga penting buat gw, yang penting itu gw jadi punya waktu untuk melakukan ekseskusi ke Panjul...

Sekitar jam 10 pagi, gw geber mobil mba Fara naik... Aji sudah mengunggu gw di FT, parkiran lebih tepatnya... Dari sana, kita akan mencari Panjul... Kata Aji, tinggal lihat jadwal kuliahnya dia saja... Samperin gedung, dan kelasnya, hajar... Lagi-lagi, plan yang kita susun seperti mendapat ACC dari Tuhan... Dalam sekali jalan, gw sudah lihat Panjul sedang berkerumun dengan gang nya...

Quote:"Itu dia boss..." Kata gw ke Aji, sambil bersiap maju untuk menghantam...

"Udah, ambil aja... Lu pegang orangnya, sisa nya urusan gw..."

"Siap..."

Gw ambil kerah bajunya panjul dan pojokin dia ke tembok... Sementara Aji, terdengar mengancam teman-temannya Panjul, agar ga ikut campur urusan kita... Ajaibnya, ga ada satu pun dari mereka yang berani maju untuk menolong Panjul yang sudah terdesak...

Quote:"Sekali lagi lu bikin gara-gara di bawah, gw bakar motor lu!!!"

"Ndo, ndo... Gw bener-bener ga tau, gw cuma mau nyamperin Esti..."

"Buggh..." Gw hantam perutnya...

"Aduh..."

"Urusan lu mau nyamperin siapa, tapi jangan sampai lu bikin masalah dengan ganggu orang lain yang ga ada hubungannya sama lu!!! Paham lu???"

"Iya ndo, tapi gw ga niat..."

"Buggh..." Satu lagi hantaman di perutnya...

"Aduhhh... Hukk... Hukkk..." Sok-sokan batuk dia, mati aja sekalian...

"Paham ga??? Kalau lu ga paham, gw buat lu sampai paham!!!"

"Iya... Iya gw paham..."

"Maju, gw hajar lu semua!!! Terdengar suara Aji mengancam...

"Bagus!!! Ingat ya!!! Sekali lagi ada kericuhan di bawah, dan lu adalah dalangnya, gw bakar motor lu!!!"

"Iya-iyaaa, gw paham..."

Karena dia sudah ngaku paham, ya sudah gw beri dia kesempatan... Tinggal gw lihat, akan kayak gimana kelakuannya setelah ini... Apa masih menggila, dan rusuh seperti kemarin-kemarin??? Atau beneran sembuh, ga mau lagi bikin ulah??? Keputusan ada di tangan dia sendiri... Banyak yang melihat peristiwa yang baru saja terjadi, termasuk cewe-cewe temannya Panjul... Mungkin mereka bingung, ini anak mana bisa hajar anak teknik sendirian...

Untung ada Aji, paling ga mereka paham lah jika ada yang mem-back up gw... Nama Aji di teknik itu lumayan disegani... Maklum dia juga kumpul dengan banyak orang jalana, dan preman... Apalagi, fakultas ini masih terhitung wilayah operasionalnya, jadi dia paham dong siapa-siapa yang pegang kuasa di sini...

Setelah urusan dengan Panjul beres, gw pun cabut dari sana... Belum sempat nongkrong di kos barunya Aji, Papa sudah menelpon... Gw ditunggu di kantor beliau, ya sudah lah, mumpung beliau lagi ngantor di sini kali ya, makanya gw dipanggil... Gw sempat kabari beliau soal perubahan plan yang akan gw jalankan, mungkin inilah yang akan beliau bahas bareng gw...

Quote:"Papa mana mba???" Sapa gw ke mba-mba front office...

"Di ruangannya mas, tapi kayaknya masih ada tamu deh mas..."

"Hadeh, kok kayaknya mba??? Coba deh dihubungi, masak aku nunggu kayaknya mba??? Heheheheee..."

"OK mas, bentar..." Mba-mba itu ambil gagang telpon dan menghubungi Papa, lalu...

"Masih ada tamu mas, kamu disuruh nunggu dulu..."

"Oh... Ok..."

"Minum apa mas, biar dibuatin..."

"Ga usah mba..."

Sambil menunggu Papa, gw sempatkan buat sms-an dengan Lina... Dia masih di RS saat ini, dan masih ada kegiatan setelahnya... Ya, baguslah... Artinya, apa yang gw lakukan di FT tadi aman... Kecuali ada yang kenal gw dan Lina, lalu ngadu... Nah, kalau udah ada orang macam ini yang terlibat, ya angkat tangan pasrah gw...

Tapi kayaknya sih aman... Lina ga pernah tuh cerita kalau punya teman di FT... OK, fokus lagi ke urusan gw... Kurang lebih 30 menit gw menunggu, dan akhirnya Papa pun selesai dengan tamunya... Gw masuk, seperti layaknya seorang karyawan yang akan di test untuk masuk kerja... Ga tahu sih gimana rasanya di test, wong belum pernah kok, hehehe...

Quote:"Siang Pa..." Sapa gw, saat masuk ke kantornya Papa...

"Siang mas, dari mana??? Ga kuliah tha???" Basa-basi ini, wong tadi gw udah jelasin di telepon...

"Udah selesai dari pagi Pa, main bentar tadi ke atas, sambil bereskan urusan, hehe..."

"OK... Gimana??? Kenapa kamu putuskan untuk merubah roadmap yang sudah kamu buat???"

"Karena aku sadar Pa, main di property ga semudah seperti teorinya... Kalau aku langsung main, tanpa tahu seluk beluk, sampai detail paling kecil, bahaya..."

"Bisa jadi, aku akan terperosok di lubang yang sama seperti dulu... Terlalu optimis, PD yang over, hasilnya??? Ya gitu..." Urai gw, panjang lebar...

"Masuk akal, kenapa kamu ga masuk sini aja mas??? Banyak hal yang bisa kamu kerjakan dan kamu pelajari..."

"Heheheheee... Di sini kurang seru Pa, lagian nanti jadinya text book lagi, cuma jadi semacam konfirmasi catatan yang sudah aku baca... Kalau di tempat lain, aku akan punya sudut pandang yang lain..."

"Artinya, aku ada referensi lebih, ga cuma dari Papa saja..." Sanggah gw...

"Masuk akal, Papa bisa menerimanya... Jadi, dari mana kamu akan memulainya mas???"

"Semuanya Pa... Sales, teknis, kalau perlu ke urusan paling kecil, kuli!!!" Ujar gw...

"Kamu yakin??? Heheheehheee... Kerja di lapangan, ga seenak di kantor lho ya..."

"Justru di situlah aku akan belajar tentang senin me-manage hal paling kecil Pa..."

"OK lah, kalau kamu emang sudah yakin, ya lakukan... Jangan ditunda lagi... Sudah ada pandangan mau kemana???"

"Sudah Pa... Tapi soal diterima atau ga, aku belum tahu... Usaha aja Pa, kalau emang di sana tempat ku, ga akan tertukar, hehe..."

"Good boy... Ya udah, lanjutkan saja... Yang penting, kalau kamu kerja berat jangan sampai Mama mu tahu... Dia ga akan setuju, liat anaknya menderita..."

"Heheheheee... Asal Papa ga ngomong, aku yakin aman kok Pa..."

"Hahahahaaa... Papa sih setuju, anak laki-laki emang harus gitu, ditempa keadaan yang keras, agar jadi laki beneran..."

"Siap Pa..."

"Habis ini mau kemana mas???"

"Balikin mobilnya mba paling Pa, orangnya kan balik hari ini..."

"Oh, ya wis kalau gitu... Sana, kalau mau melanjutkan agenda mu..."

"Siap Pa, permisi..."

Sebelum meninggalkan ruangannya Papa, gw sempat mencium tangannya... Namanya sama orang tua, hormat itu wajib... Papa itu bukan seorang yang konservatif yang maksa-in kehendak kepada anak-anaknya... Benar beliau akan mengarahkan kemana sebaiknya langkah yang harus diambil, tapi saat anak-anaknya ga setuju dengan keputusannya, beliau ga masalah...

Bagi beliau, yang penting, setiap keputusan itu harus disadari betul konsekuensi, plus dampaknya... Berani ambil keputusan, tentu harus berani bertanggung jawab dengan apa pun dampak yang muncul dari keputusan itu... Gw balik kosan setelah urusan dengan Papa kelar... Rencananya sih, mau nungguin mba Fara nelpon buat dijemput, sekalian gw balikin mobilnya...

Quote:emoticon-mail: "Mas, kayaknya dalam waktu dekat, aku mau balik Kudus deh..." Sms masuk dari Via, bingung juga gw mau jawab apa...

emoticon-mail : "Bagus dong Via, berarti bentar lagi kita ketemu..." Datar banget ya??? Tapi sikap itu yang harus gw ambil...


Ga ada balasan lagi dari dia... Via bukan satu satunya anak cewe yang sms gw kalau dalam waktui dekat akan pulang... Sebelumnya Rara juga melakukan hal yang sama... Kalau mereka pulangnya barengan, kaykanya akan greget nih... Apalagi, kalau gw bisa ketemu mereka berdua bersamaan... Terus bilang, kalau gw sudah punya pacar dan pacar gw lagi berbadan dua... Kira-kira berapa tamparan yang akan gw terima???

Menjelang Magrib, mba Fara tiba... Jemput dia, gw diantar balik ke kosan, ga lupa dia tinggalkan banyak oleh-oleh... Apel, asinan, dan entah apa lagi gw kurang paham... Jelas ini bukan makanan kesukaan gw... Maka, gw pun bersiap memberikan umpan lambung ke Lina... Dia kan lagi suka makan yang asem-asem tuh...

Quote:"Tok... Tokkk..." Terdengar ketukan pintu, ga lama setelah Kaka gw pulang... Gw berjalan ke arah pintu, dan membukanya... Kaget, serius gw kaget banget ketika tahu siapa yang ada di balik pintu, Angel!!!

"Hah!!! Kapan lu datang Ngel..."

"Heheheheee... Dari kemarin ndo... Gw sms, lu ga ada respon..."

"Sms yang mana ya Ngel??? Eh, masuk deh..." Ajak gw...

"Aman ga nih, nanti Lina tau, panjang urusan nya lho..."

"Ga lah... Emang lu sms pakai nomor yang mana sih???"

"Nomor baru ndo, salah gw juga sih... Sms ga gw kasih nama, pasti lu ngiranya orang iseng yang sms..."

"Ya gitu deh, males urusan sama orang-orang ga jelas macam itu... Minum Ngel..." Gw buatkan kopi untuk dia...

"Makasih ndo... Lu lagi ada masalah ya???" Dhuar, kok dia tahu ya???

"Tiap orang punya masalah Ngel, tinggal gimana cara menyikapinya saja..."

"Ga deh ndo, yang ini beda... Semacam agak rumit gitu..."

"Sejak kapan lu bisa membaca pikiran orang Ngel???" Tanya gw sambil menatap matanya...

"Heheheheee... Gw ambil psikologi ndo, dari gerak-gerik lu aja, udah kebaca ada hal ga biasa yang lu alami..."

"Lu masih anggap gw teman kan??? Cerita dong sama gw..." Pungkasnya...

"Hm... Gw benci mengatakan ini masalah sih, gw melihatnya ini jalan pintas menuju apa yang gw inginkan..."

"Tapi jalan itu membuat lu merasa bingung, galau, dan membebani pikiran lu ndo..." Ujarnya mantab...

"Membebani... Gw kurang suka dengan kata ini Ngel... Gw lebih suka menggantinya dengan kata, membuat otak gw sehat..."

"Dasar londo... Jadi, lu mau cerita ga sama gw???" Cecarnya...

"Liem aja belum tahu Ngel, cuma Kampret yang sepertinya sudah tahu..."

"Kok sepertinya???"

"Ya karena gw belum ngomong bener atau ga..."

"Lina cantik ndo..." Tiba-tiba dia beralih topik bahasan, sambil melihat foto Lina...

"Sama kan kayak lu??? Bedanya, lu nyakitin, dia ga..."

"Hahahahahaaa... Masa lalu, biarkan jadi masa lalu ndo..."

"Ga bisa dong, masa lalu adalah sebab terjadinya sesuatu di masa depan..."

"Muter aja terus, jadi kapan lu mau cerita soal masalah lu???"

"Apa urgensinya lu tau Ngel???"

"Mungkin gw bisa menjadi solusi bagi masalah lu..."

"Yakin???" Tatap gw tajam ke arahnya..."

"Apa yang lu minta, dan ga gw berikan ndo???" Lagi-lagi senyuman menggoda dari Angel...

Mendadak gw rasakan suasana panas dalam tubuh gw... Apa ini??? Kerinduan yang sudah lama mati dan hidup lagi??? Apakah gw jujur soal apa yang sedang gw alami dan pikirkan solusinya??? Apakah malam-malam indah, nan gila seperti waktu itu akan terulang lagi??? Gw bahkan ga tahu dalam rangka apa Angel pulang ke Indonesia... Only time will tell...




Ciaooo...
11 0
11
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 08:28
woo yen kangen awake panas to Mas Ndo he he
2 0
2
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 08:49
waduhhhhhh.... bakalan ada yg marah nih kalo tau si malaikat nyamperin boyo...emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 08:51
Wadaw malaikat maut datang lagi hahaha... Ini ada adu keringet lagi ga ya?
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 08:53
pokoke masalah jahat ki gampang banget di "ACC" ya pakdhe..
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 09:26
wah badan kau nagih buat nganu kayaknya.

Bakalan keras kerja nih
Diubah oleh islamadina87
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 09:34
wah sepertinya akan ada kejadian adu keringat nih
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 09:54
Setuju apa yg terjadi di masa depan itu karena masa lalu,, Bisa jadi apa yg kita dapatkan hari ini buah dari perbuatan kita d.masa lalu,entah baik atau buruk. Beruntung kalau kita dapat teguran saat masih di dunia.
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 10:05
musim kentang udah ganti sama musim hujan emoticon-Hammer2
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 10:10
"Lina cantik ndo..." Tiba-tiba dia beralih topik bahasan, sambil melihat foto Lina...

"Sama kan kayak lu??? Bedanya, lu nyakitin, dia ga..."

emoticon-Mad (S) sakit tapi ga berdaraaahhhh..
1 0
1
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 10:35
Sampeyan , gelut tangan kosongan ra tau bocor Tah om ? emoticon-Big Grin opo Iki alasane diundang si kulit badak emoticon-Hammer (S)
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 10:43
hikzz...
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 11:23
mungkin om ndho butuh piknik ke gua malaikat. hehehe
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 11:46
Quote:Original Posted By londo.046

Panjul... Ini anak, jika ga ada yang negur, selamanya akan seperti ini... 

Om, memangnya kampus 'tutup mata' kalo anak pejabhat bikin ulah begini?
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 11:46
Quote:Original Posted By wap.adv
woo yen kangen awake panas to Mas Ndo he he

Gejala alam om... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kimmot
waduhhhhhh.... bakalan ada yg marah nih kalo tau si malaikat nyamperin boyo...emoticon-Big Grin

Bukan cuma marah mba, bisa ditampolin bolak-balik... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By andresuta
Wadaw malaikat maut datang lagi hahaha... Ini ada adu keringet lagi ga ya?

Semoga ada... emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By bobzlogic
pokoke masalah jahat ki gampang banget di "ACC" ya pakdhe..

Siap... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By islamadina87
wah badan kau nagih buat nganu kayaknya.

Bakalan keras kerja nih

Masak sih teh??? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By danidman44
wah sepertinya akan ada kejadian adu keringat nih

Amin... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By yunie617
Setuju apa yg terjadi di masa depan itu karena masa lalu,, Bisa jadi apa yg kita dapatkan hari ini buah dari perbuatan kita d.masa lalu,entah baik atau buruk. Beruntung kalau kita dapat teguran saat masih di dunia.

Karena masih ada waktu untuk bertaubat ya mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ngopiserius
"Lina cantik ndo..." Tiba-tiba dia beralih topik bahasan, sambil melihat foto Lina...

"Sama kan kayak lu??? Bedanya, lu nyakitin, dia ga..."

emoticon-Mad (S) sakit tapi ga berdaraaahhhh..

Kayak ada pahit2nya mba... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By irfan.luthfi
Sampeyan , gelut tangan kosongan ra tau bocor Tah om ? emoticon-Big Grin opo Iki alasane diundang si kulit badak emoticon-Hammer (S)

Maybe... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ciptoroso
mungkin om ndho butuh piknik ke gua malaikat. hehehe

Kayaknya iya... :tepar
0 1
-1
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 11:47
Quote:Original Posted By NgisupGue

Om, memangnya kampus 'tutup mata' kalo anak pejabhat bikin ulah begini?

Ga tahu om, gw bukan tipe pelapor yang suka ngurusin laporan2... emoticon-Big Grin
0 0
0
Catatan Yang Terbuka
05-03-2019 12:34
aku sih nunggu part mas Arief ketemu bang Kusno. ono g kiro2 Mas Ndo
0 0
0
Halaman 88 dari 411
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
andai-aku-tak-pernah-mencobanya
Stories from the Heart
mars---short-story
Stories from the Heart
tukang-service-mencari-cinta
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
rintihan-hati
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia