alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c481843a7276858cc575644/fenomena-pajak-dan-ketakutan-pengusaha-nakal-indonesia--event-fwm
Lapor Hansip
23-01-2019 14:31
Fenomena Pajak dan Ketakutan Pengusaha “Nakal” Indonesia. [ Event FWM]
Past Hot Thread
Di tahun 2019 ini, saya masih saja menemukan ada pengusaha maupun individu yang takut dengan pajak dan pemeriksaannya. Bahkan untuk mendaftarkan nomor pokok wajib pajak saja, banyak pengusaha yang takut untuk membuat nomor tersebut.  Jaman telah berubah, sistem pajak pemerintah sudah tersistem dengan baik sehingga penerimaan pajak akan langsung ke kas negara dan digunakan untuk kepentingan publik. Oknum Pegawai Pajak yang melakukan penyelewengan juga sudah sangat menurun atau bahkan bisa dikatakan tidak ada. Sistem yang transparan telah diterapkan pemerintah dan seharusnya sebagai masyarakat kita mendukung PENUH.

Fenomena Pajak dan Ketakutan Pengusaha “Nakal” Indonesia. [ Event FWM]


Dari sisi pengertian, pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (menurut Pasal 1 angka 1 UU No. 6 Tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009). Nah ini menunjukkan bahwa kita mendapatkan timbal balik tidak langsung misalnya jalanan telah diperbaiki , fasilitas umum dan sebagainya.

Pajak itu dihitung dan dipotong berdasarkan tarif dari  penghasilan yang dimiliki setelah dikeluarkan dengan biaya – biaya untuk memperoleh penghasilan tersebut sehingga sebenarnya ketika saudara mendapatkan penghasilan atau laba baru akan dikenakan pajak. Apabila rugi maka saudara tidak akan dipungut pajak. Namun seringkali oknum pengusaha itu terlalu takut membagikan penghasilannya kepada negara. Padahal dengan membayar pajak maka saudara akan mendapatkan legalitas usaha dan tentu secara langsung maupun tidak langsung mendapat dukungan dan legitimasi pemerintah dalam berusaha.

Bayangkan apabila anda tidak mendaftarkan usaha anda di pajak maka usaha anda dapat diberhentikan atau disegel oleh pemerintah dan tentu saja itu akan sangat menggangu operasional perusahaan bukan. Anda akan kesulitan untuk menawarkan produk ke perusahaan – perusahaan besar atau mancanegara karena saudara tidak memiliki legalitas. Anda yang tidak membayar pajak pasti akan sembunyi atau kucing – kucingan dengan petugas pemerintah dan lucunya seringkali justru anda lebih memilih untuk memberikan sejumlah uang kepada oknum tertentu (oknum ormas, oknum polisi dll) daripada membayar resmi pajak. Hal ini sungguh aneh karena pada dasarnya ketika saudara telah menunaikan kewajibannya maka pemerintah akan melindungi hak yang dapat saudara miliki dimana salah satunya hak untuk berusaha.

Pihak pengusaha seharusnya tidak takut  melaporkan dengan benar terkait pajak yang harus dibayarkan ke negara. Apabila takut salah jumlahnya, saudara dapat meminta bantuan dari para konsultan pajak dan akuntan yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun yang patut diingat adalah konsultan itu tidak akan mampu membuat pajak yang saudara bayarkan menjadi nol karena tugas konsultan adalah memastikan bahwa pajak telah dibayarkan dengan tepat pengklasifikasian dan rekonsiliasi fiskalnya.  Ketika saudara telah melaporkan dengan benar sesuai dengan UU pajak dsbnya maka saudara juga berhak untuk menolak permintaan dari oknum – oknum nakal yang ada di sekitar usaha saudara. Istilahnya lebih baik uang tersebut dibayarkan ke negara daripada ke oknum - oknum . Pada kenyataannya, pengusaha justru takut dengan oknum – oknum nakal tersebut meskipun negara berani menjamin akan menindak tegas oknum tersebut . Kita harus berani membuat perubahan agar negeri kita ini dapat berjalan dengan baik. 

Fenomena Pajak dan Ketakutan Pengusaha “Nakal” Indonesia. [ Event FWM]


Pemeriksaaan Pajak.

Apabila oknum pengusaha nakal tersebut masih takut untuk membayar pajak. Direktur Jendral Pajak mempunyai sesi yang seringkali disebut unit pemeriksaaan pajak . Sesi tersebut akan memeriksa pihak – pihak mana saja yang berusaha untuk memanipulasi pembayaran pajak atau bahkan tidak membayar pajak. Apabila perusahaaan saudara tertangkap tangan tidak membayar pajak sedangkan usaha masih dijalankan maka usaha anda tersebut akan ditutup hingga saudara menyelesaikan permasalahan pajak.

Pengawasan dan pemeriksaan rutin dari pemda, aparat desa, kelurahan, kecamatan hingga polisi dan aparatur negara lain pasti akan menemukan usaha yang saudara jalankan . Jadi sebenarnya tidak perlu takutlah dengan yang disebut pajak karena pada dasarnya pajak itu dibuat bukan untuk merugikan masyarakat dan kontribusinya itu kita rasakan meskipun secara tidak langsung. Kita harus mengawasi penggunaaan uang pajak tersebut namun bukan dengan cara tidak mau atau antipati dengan pembayaran pajak yah..
 
Salam

emoticon-Ultah





5
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 5
Lapor Hansip
30-01-2019 22:53
Balasan post Ichalzt
Masih ngeyel juga.. instead of self reflection, DJP still pointing fingers ke WP. That's why nobody likes you.

Apa syaratnya? Omset? Bersurat ke dirjen pajak? Pengadaan pembukuan? Bentuk badan hukum? Apa yg gak dipenuhi?
0
Lapor Hansip
30-01-2019 22:53
Quote:Original Posted By silent.stalker
yg bilang ga takut bayar pajak blm ngerasain aja jadi orang kaya. Misal lu punya duit 1 T dipotong 30% artinya 300 milyar. Kalo lu jadi pengusaha lu pikir aja, lu mati2an ngerintis usaha, kerja setengah mampus pas lu jadi kaya tiba2 ada orang yg ngetok pintu lo minta jatah 30% padahal tuh orang gak bantuin lu dan gak ada andil apa2 selama proses lu nyari duit, tau2 muncul ngerampok 30%. Gimana rasanya?


Bener banget apalagi duit segitu pastilah mikir" Belom lagi banyaknya oknum tau sendirilah indon kaya gimana
0
Lapor Hansip
30-01-2019 23:11
iya gan.
bayar pajak sangat murah, cuman 0.5% dr pendapatan bruto.
Diperiksa & setor pajak sangat ramah & diberi kemudahan.
Ane dah lapor SPT tahunan 2018.
Gampang bgt.
Jadi, bayarlah pajak sbg kewajiban.warga negara baru kemudian boleh koar2 kritik ini itu lah pd pemerintah.
emoticon-I Love Indonesia
0
Lapor Hansip
31-01-2019 07:14
kalo saya malah bingung waktu ngisi formulir laporan SPT tiap tahun. Dari awal pertama kali ngisi sampai sekarang selalu berubah2 tampilannya. Masalah lain yaitu tutorial yg nggak berguna, nggak ada contoh cara perhitungannya dll. Karena latar pendidikan saya dari bidang teknik jadi masih bingung dgn istilah2 perpajakan.
0
Lapor Hansip
31-01-2019 09:02
males bayar pajak kalo pajaknya dikorupsi ama para oknum emoticon-Cape d...
0
Lapor Hansip
03-02-2019 08:16
bakal penjara
0
Lapor Hansip
04-02-2019 22:36
Semakin besar harta dan juga kekayaan yang dimiliki maka akan semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan. Ini lah yang membuat dilema seorang pembayar pajak, maka dari itu mereka enggan untuk melaporkan semua yang mereka miliki, bahkan lebih memilih menyimpan kekayaannya di negara lain untuk menghindari pajak ini.
0
Lapor Hansip
12-02-2019 15:52
Sistem perpajakan kita sekarang mah udah lebih bagus banget sejak ada reformasi perpajakan. Jadi oknum2 pajak itu berkurang banget keberadaannya. Sistem pajak yang sehat udah kebangun, jadi kalau mau main2 ga akan berani. Sesama teman aja udah bisa saling lapor kalau emang terbukti menyeleweng.
0
Halaman 5 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Berita Dunia Hiburan
campur-aduk-dalam-berbahasa
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.