alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5e9f76f4ae2f015f63ea63/intermitten-explosive-disorder--kenali-gejala-penyakit-ini-sebelum-terlambat
Lapor Hansip
09-02-2019 16:37
Intermitten Explosive Disorder : Kenali Gejala Penyakit Ini Sebelum Terlambat
Past Hot Thread
Intermitten Explosive Disorder : Kenali Gejala Penyakit Ini Sebelum Terlambat

Kegiatan razia yg dilakukan oleh pihak kepolisian dari berbagai daerah adalah hal yg lumrah dilakukan dalam rangka menegakkan aturan berlalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan itu sendiri.

Sebuah hal yg normal juga apabila melihat kelakuan sebagian masyarakat yg berusaha ngeles demi terhindar dari kena razia polisi seperti mengada² alasan, memohon², bahkan menangis² ke polisi yg menilangnya, adapun yg paling ekstrem tapi masih agak mendingan ya nyolot sambil marah² ke polisi.

Tapi apakah normal jika seseorang kena razia polisi reaksinya sampai merusak motor yg dikendarainya, apalagi motor yg dirusak itu punya pacarnya? Orang normal gak akan berbuat seperti itu karena itu sama saja minta masuk daftar blacklist calon menantu orangtuanya sang pacar.

Jadi indikasi perilaku menyimpang macam apa yg membuat orang tersebut melakukan tindakan yg sangat nyeleneh dan tidak berperikemotoran tersebut? Kuat dugaan orang tersebut terindikasi mengidap Intermitten Explosive Disorder (IED).

Berikut ini penjelasan lebih spesifik mengenai Intermitten Explosive Disorder (IED).

Quote:
Quote:
APA ITU IED?


GAMBAR


Intermitten Explosive Disorder adalah ketidakmampuan seseorang utk mengontrol dorongan utk berbuat agresif. Orang yg mengalami gangguan ini seringkali melampiaskan dorongan berbuat agresif tersebut dgn cara merusak barang atau menyerang orang lain.



Quote:
Quote:
BAGAIMANA DIAGNOSA IED?


GAMBAR


Seseorang dapat didiagnosis menderita Intermitten Ecplosive Disorder harus memiliki tiga episode (kejadian) agresivitas impulsif yg sangat tidak proporsional dengan pemicu stres psikososial, dalam rentang waktu kapan saja dalam hidup mereka, menurut manual diagnostik psikiatri standar.

Orang yg didiagnosa menderita IED harus memenuhi kriteria utama yaitu tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri dan mulai bertindak agresif dgn cara merusak barang tidak peduli mau itu barang murahan ataupun barang mahal bernilai jutaan bahkan miliaran rupiah, atau bisa juga melukai seseorang atau mengancam utk menyakiti seseorang.

Orang yg telah menyalurkan agresivitas impulsif mungkin merasa lega dan lelah, tapi ada kemungkinan juga rasa penyesalan atau malu.

Orang yg mengalami tiga kejadian agresivitas impulsif hanya dalam waktu satu tahun ditemukan memiliki gangguan yang jauh lebih persisten dan parah, terutama saat mereka menyerang orang dan barang. Orang² seperti ini menyebabkan kerusakan barang 3,5 kali lebih banyak daripada orang² penderita IED lainnya.



Quote:
Quote:
ADAKAH SURVEI/PENELITIAN
TERKAIT IED?


Intermitten Explosive Disorder : Kenali Gejala Penyakit Ini Sebelum Terlambat

"National Comorbidity Survey Replication (NCSR)", sebuah lembaga survei yg didirikan oleh "National Institutes of Health's (NIH)" yg berbasis di Amerika Serikat, melakukan survei dari rumah ke rumah tatap muka dgn sampel 9.828 orang dewasa di Amerika Serikat pada rentang tahun 2001-2003.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa sebanyak 7,3% dari jumlah total orang dewasa di Amerika Serikat menderita IED. Ini hasil penelitian tahun 2003, entah di tahun 2019 berapa persentase orang dewasa Amerika Serikat mengidap IED.

GAMBAR


Menurut laporan dari Ronald Kessler, Ph.D. dari "Harvard Medical School", sebanyak 82% dari total penderita IED juga menderita gangguan perilaku lainnya, celakanya hanya 28,8% dari total penderita IED yg telah mendapatkan perawatan dari dokter ahli.



Quote:
Quote:
APA PENYEBAB IED?


GAMBAR


Masih menurut rilis survei dari "National Institute of Health's", bukti menunjukkan bahwa seseorang dapat mengalami penyakit IED karena depresi, kecemasan, alkohol, dan penyalahgunaan narkoba akibat meningkatnya stres dalam kehidupannya seperti kesulitan keuangan dan perceraian.

Intermitten Explosive Disorder : Kenali Gejala Penyakit Ini Sebelum Terlambat

Adapun lembaga "Mayo Clinic" memaparkan penyebab seseorang menderita IED, tidak diketahui secara pasti tapi mungkin ada disebabkan faktor lingkungan dan genetik. Gangguan IED biasanya mulai diderita pada anak diatas 6 tahun atau saat remaja, umumnya terjadi pada usia dibawah 40 tahun.

FAKTOR LINGKUNGAN
Penderita IED di masa kanak² hidup di lingkungan keluarga yg mana perilaku eksplosif dan kekerasan verbal maupun fisik adalah hal yg biasa sehingga di saat dewasa perilakunya terpengaruh dgn apa yg ia alami di masa kanak².

GENETIKA
Kemungkinan ada faktor warisan genetika dari orangtua yg akhirnya menurun ke anaknya.

PERBEDAAN CARA KERJA OTAK
Ada perbedaan dalam struktur, fungsi, dan hubungan otak dgn orang penderita IED dibandingkan otak orang normal.



Quote:
Quote:
ADAKAH FAKTOR YG DAPAT MENJADI RESIKO SESEORANG AKAN MENGIDAP IED?


GAMBAR


Seseorang dapat menjadi penderita IED apabila memiliki riwayat sering mendapat pelecehan secara fisik saat anak² atau pengalaman traumatis lainnya, penyebab lainnya yaitu memiliki riwayat gangguan perilaku lainnya seperti antisosial, dsb.



Quote:
Quote:
BAGAIMANA MENGOBATI DAN MENCEGAH PENYAKIT IED?


Intermitten Explosive Disorder : Kenali Gejala Penyakit Ini Sebelum Terlambat

Bagi yg telah terkena penyakit IED, konsultasi ke dokter ahli adalah langkah paling bijak utk menyembuhkan diri dari penyakit mental ini, biasanya dokter akan memberikan sejumlah terapi pengobatan.

"Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy (CBT))" adalah terapi yg menggabungkan restrukturisasi kognitif, pelatihan keterampilan mengatasi masalah, dan pelatihan relaksasi terlihat menjanjikan. Sebuah uji coba terkontrol acak kecil²an dilakukan oleh para peneliti dari University of Chicago membandingkan terapi CBT secara berkelompok dan individu untuk pengobatan IED dengan kelompok kontrol yg masuk daftar tunggu. Setelah 12 sesi mingguan, pasien yang berpartisipasi dalam terapi individu atau kelompok secara signifikan kurang agresif dan marah, dan kurang depresi, daripada mereka yang berada di daftar tunggu kelompok kontrol. Mereka yang menghadiri sesi terapi individual juga melaporkan peningkatan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Tiga bulan kemudian, perbaikan berlanjut.

GAMBAR


Adapun utk mencegah diri kita terkena penyakit IED sejak dini bisa dilakukan dgn cara berusaha mengembangkan pola berpikir yg rasional dan terukur dalam menyikapi sebuah masalah, dengarkan pendapat orang lain dan berpikir secara matang saat merespon suatu masalah jangan gegabah, jika memungkinkan tinggalkan atau hindari situasi yg dapat meningkatkan stres, dan yg paling penting hindari penggunaan zat² adiktif yg dapat meracuni suasana hati penggunanya seperti alkohol dan narkoba.



Tentu kita tidak ingin masuk penjara gara² kena penyakit Intermitten Explosive Disorder (IED) kan? Kenali gejalanya, jika anda atau orang yg anda kenal terindikasi kena penyakit IED, segera konsultasi ke dokter ahli utk terapi sebelum terlambat dan jadi masalah dikemudian hari.

Intermitten Explosive Disorder : Kenali Gejala Penyakit Ini Sebelum Terlambat

Sumber Tulisan
Hasil pemikiran TS dan terjemahan bebas bahan bacaan yg dimodifikasi agar memudahkan pembaca memahami isi thread ini

Sumber Gambar
Diolah dari berbagai sumber menggunakan fasilitas Google Images

Bahan Bacaan
https://www.psychologytoday.com/us/c...osive-disorder
https://www.mayoclinic.org/diseases-...s/syc-20373921
https://www.health.harvard.edu/newsl...osive-disorder
https://www.nih.gov/news-events/news...lion-americans

10
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 4
Lapor Hansip
12-02-2019 13:25
Nice share...
0
Lapor Hansip
12-02-2019 13:28
Ane taunya intermittent fasting
0
Lapor Hansip
12-02-2019 13:30
Njirrr ada penyakit nya juga
0
Lapor Hansip
12-02-2019 13:35
ane kalo esmoni tidur ganemoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
12-02-2019 13:41
Ane jadi tahu
0
Lapor Hansip
12-02-2019 13:52
Biasalah bocah emoticon-Betty
Biar sok sok apa gitu di depan publik, apalagi di depan pakpol emoticon-Big Grin

Tanya aja sono, pasti dia malu bgt.
Dia pasti bilang ke dirinya; betapa bodohnya diriku (melihat videonya tsb)
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:01
ku suka ilustrasi yg terakhir ...emoticon-Wakaka
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:02
Bahasa umumnya adalah Kumat kumat emoticon-Ngakak (S)
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:26
itu foto dokter nya di thumbnail kayak kenal... dia pernah jadi polisi, pemadam, dll... hebat itu... bukan main...
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:26
hati2 yg doyan mecin, mungkin bisa jadi bgini emoticon-Traveller
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:37
termasuk sumbu pendek ?
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:39
gagal fokus sm dokter plontos nya...
0
Lapor Hansip
12-02-2019 14:56
gw biasa nya klo udah cape bgt, trs unek unek udab diubun dan gbs keluar ya ending nya meledak emoticon-Cape d...
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Lapor Hansip
12-02-2019 15:52
wah ada Dr. Bernard Mahfoudz
0
Lapor Hansip
12-02-2019 15:59
bisa juga disebut sumbu pendek
0
Lapor Hansip
12-02-2019 16:46
mungkin tiap orang punya di dalam dirinya, cuma kadarnya beda2 gan
0
Lapor Hansip
12-02-2019 17:00
Orang yang kaya gini cocok jadi tukang pemecah batu. Bakalan unboxing batu setiap hari
0
Lapor Hansip
12-02-2019 17:03
gitu ye gan
nice sharenya ye
0
Lapor Hansip
12-02-2019 17:20
Mungkin meditasi bisa jadi solusi gan emoticon-Big Grin

Btw kok ane gagal fokus ama dokter botak ya.. Kayak pernah liat di manaaa gitu emoticon-Malu
0
Halaman 3 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.