alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
4.88 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5a7ceea2d19556f4083996/mengulik-polemik-jalan-tol-indonesia
Lapor Hansip
06-02-2019 13:21
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
Past Hot Thread
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : google

Kalian tahu kan hampir setengan dekade terakhir ini pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat signifikan. Terlebih soal pembangunan Jalan Tol, dalam masa pemerintahan Kabinet Kerja eranya Pak Jokowi ini menargetkan penambahan ruas jalan tol sepanjang 1.060 km. Pada akhir tahun 2018 kemarin telah terealisasikan penambahan ruas jalan tol sepanjang 422 km. Mungkin kalian bahkan sudah menikmati jalan tol yang baru saja dibangun ini. Enak nggak? Mahal nggak?emoticon-Wow
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : katadata.co.id


Yang namanya infrastruktur itu penting banget bagi suatu negara. Pembangunan infrastruktur bisa menciptakan lapangan kerja yang banyak, mulai dari arsitek sampai penjual makanan buat para pekerja bangunannya. Dengan adanya infrastruktur ini akan membuka akses ke daerah sehingga pengiriman barang jadi lancar. Nantinya akan terjadi pemerataan ekonomi. Pemerataan ekonomi ini akan ditunjang dengan adanya pemerataan pembangunan. Begitu pentingnya infrastruktur ini maka negara usaha banget untuk membangunnya. Supaya kalau kita darurat pergi ke rumah sakit bisa langsung cuss tanpa kendala, kalau mau pergi ke mana juga ada aksesnya yang mudah, mau pulang kampung juga jadi lebih efektif dan efisien, serta kepentingan lainnya.

Masalahnya dalam pembangunan infrastruktur ini adalah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keterbatasan APBN dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi. Makanya pemerintah memutar otak bagaimana caranya supaya pembangunan infrastruktur kita tetap bisa terealisasikan walau ada kendala tersebut. Nah salah satu cara yang dipilih pemerintah adalah dengan menerapkan skema Public Private Partnership (PPP). PPP ini adalah skema kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk membangun fasilitas publik yang diikat dengan perjanjian. Kalau di Indonesia dikenalnya dengan istilah KPBU yaitu Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Dengan adanya KPBU ini nanti sebagian atau seluruhnya menggunakan sumber daya Badan Usaha yang diajak kerjasama dengan memperhatikan pembagian risiko diantara para pihak. Ada aturannya lho, di Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.

Skema KPBU memungkinkan Badan Usaha untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur baik secara penuh atau sebagian saja. Ini bukan berarti pemerintah menjual infrastruktur ke pihak lain ya, ini namanya disekuritasi, dikerjasamakan. Pembebasan lahan tetap dilakukan oleh pemerintah sendiri, jadi asetnya tetap milik pemerintah.

Lalu apakah tarif jalan tol yang masuk dalam infrastuktur yang gencar dibangun ini mahal? Apakah pihak swasta sengaja meraup keuntungan banyak dengan memanfaatkan tarif jalan tol?
Mahal atau tidak itu relatif ya. Tapi duduk perkara yang jelas adalah pihak yang menentukan tarif jalan tol adalah pemerintah yang dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian PUPR. Jadi apa mungkin pihak swasta sengaja meraup keuntungan dengan memanfaatkan tarif jalan tol padahal pemegang konsesi bukan di tangan mereka? Penetapan tarif jalan tol sendiri harus memerhatikan ongkos investasi dan inflasi. Tidak semudah itu Ferguso.emoticon-Big Grin #MakanTuhJalanTol

Banyak sekali keluhan dari masyarakat mengenai tarif jalan tol ini. Terlebih untuk tarif kendaraan golongan lima yang dinilai sangat mahal. Karena hal itu banyak sopir truk yang enggan melewati jalan tol padahal secara nyata jalan tol dapat memangkas waktu tempuh perjalanan. Menggunakan jalan tol juga dapat memperjelas biaya transportasi yang diperlukan. Jika mempertimbangkan efisiensi waktu, maka jalan tol seharusnya menjadi pilihan yang terbaik.
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : google


Jika jalan tol kurang diminati oleh masyarakat, maka goals yang telah dirancang oleh pemerintah tidak tecapai. Infrastruktur yang dibangun untuk kebutuhan masyarakat tidak berfungsi jika tidak ada yang mau memanfaatkan. Pemerintah seharusnya gercep untuk menangani hal ini.

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : katadata.co.id

Tapi balik lagi pada permasalahan tarif, pengaturan tarif ini ditetapkan dengan perhitungan yang memerlukan banyak pertimbangan. Jika masih dianggap mahal maka pemerintah bisa mengadakan subsidi. Tapi apakah subsidi ini perlu? Bagaimana pertimbangannya?

Segitu aja ya, semoga thread ini bermanfaat. Semoga minat untuk lewat jalan tol meningkat. Biar bisa jadi alternatif yang recomended gitu. Enggak dipolitisasi terus.
Makasih udah mampir. emoticon-Big Kiss

Referensi
DJKN
detik
katadata
Diubah oleh karencita
7
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 5
Lapor Hansip
11-02-2019 19:01
Quote:Original Posted By karencita
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : google

Kalian tahu kan hampir setengan dekade terakhir ini pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat signifikan. Terlebih soal pembangunan Jalan Tol, dalam masa pemerintahan Kabinet Kerja eranya Pak Jokowi ini menargetkan penambahan ruas jalan tol sepanjang 1.060 km. Pada akhir tahun 2018 kemarin telah terealisasikan penambahan ruas jalan tol sepanjang 422 km. Mungkin kalian bahkan sudah menikmati jalan tol yang baru saja dibangun ini. Enak nggak? Mahal nggak?emoticon-Wow
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : katadata.co.id


Yang namanya infrastruktur itu penting banget bagi suatu negara. Pembangunan infrastruktur bisa menciptakan lapangan kerja yang banyak, mulai dari arsitek sampai penjual makanan buat para pekerja bangunannya. Dengan adanya infrastruktur ini akan membuka akses ke daerah sehingga pengiriman barang jadi lancar. Nantinya akan terjadi pemerataan ekonomi. Pemerataan ekonomi ini akan ditunjang dengan adanya pemerataan pembangunan. Begitu pentingnya infrastruktur ini maka negara usaha banget untuk membangunnya. Supaya kalau kita darurat pergi ke rumah sakit bisa langsung cuss tanpa kendala, kalau mau pergi ke mana juga ada aksesnya yang mudah, mau pulang kampung juga jadi lebih efektif dan efisien, serta kepentingan lainnya.

Masalahnya dalam pembangunan infrastruktur ini adalah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Keterbatasan APBN dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi. Makanya pemerintah memutar otak bagaimana caranya supaya pembangunan infrastruktur kita tetap bisa terealisasikan walau ada kendala tersebut. Nah salah satu cara yang dipilih pemerintah adalah dengan menerapkan skema Public Private Partnership (PPP). PPP ini adalah skema kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk membangun fasilitas publik yang diikat dengan perjanjian. Kalau di Indonesia dikenalnya dengan istilah KPBU yaitu Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha. Dengan adanya KPBU ini nanti sebagian atau seluruhnya menggunakan sumber daya Badan Usaha yang diajak kerjasama dengan memperhatikan pembagian risiko diantara para pihak. Ada aturannya lho, di Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015.

Skema KPBU memungkinkan Badan Usaha untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur baik secara penuh atau sebagian saja. Ini bukan berarti pemerintah menjual infrastruktur ke pihak lain ya, ini namanya disekuritasi, dikerjasamakan. Pembebasan lahan tetap dilakukan oleh pemerintah sendiri, jadi asetnya tetap milik pemerintah.

Lalu apakah tarif jalan tol yang masuk dalam infrastuktur yang gencar dibangun ini mahal? Apakah pihak swasta sengaja meraup keuntungan banyak dengan memanfaatkan tarif jalan tol?
Mahal atau tidak itu relatif ya. Tapi duduk perkara yang jelas adalah pihak yang menentukan tarif jalan tol adalah pemerintah yang dalam hal ini dilakukan oleh Kementerian PUPR. Jadi apa mungkin pihak swasta sengaja meraup keuntungan dengan memanfaatkan tarif jalan tol padahal pemegang konsesi bukan di tangan mereka? Penetapan tarif jalan tol sendiri harus memerhatikan ongkos investasi dan inflasi. Tidak semudah itu Ferguso.emoticon-Big Grin #MakanTuhJalanTol

Banyak sekali keluhan dari masyarakat mengenai tarif jalan tol ini. Terlebih untuk tarif kendaraan golongan lima yang dinilai sangat mahal. Karena hal itu banyak sopir truk yang enggan melewati jalan tol padahal secara nyata jalan tol dapat memangkas waktu tempuh perjalanan. Menggunakan jalan tol juga dapat memperjelas biaya transportasi yang diperlukan. Jika mempertimbangkan efisiensi waktu, maka jalan tol seharusnya menjadi pilihan yang terbaik.
Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : google


Jika jalan tol kurang diminati oleh masyarakat, maka goals yang telah dirancang oleh pemerintah tidak tecapai. Infrastruktur yang dibangun untuk kebutuhan masyarakat tidak berfungsi jika tidak ada yang mau memanfaatkan. Pemerintah seharusnya gercep untuk menangani hal ini.

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia
credit : katadata.co.id

Tapi balik lagi pada permasalahan tarif, pengaturan tarif ini ditetapkan dengan perhitungan yang memerlukan banyak pertimbangan. Jika masih dianggap mahal maka pemerintah bisa mengadakan subsidi. Tapi apakah subsidi ini perlu? Bagaimana pertimbangannya?

Segitu aja ya, semoga thread ini bermanfaat. Semoga minat untuk lewat jalan tol meningkat. Biar bisa jadi alternatif yang recomended gitu. Enggak dipolitisasi terus.
Makasih udah mampir. emoticon-Big Kiss

Referensi
DJKN
detik
katadata


Infrastruktur itu harusnya menambah kesejajtraan masyarakat, bukan justru mengurangi pendapatan para pedagang dan pengusaha rumah makan di sepanjang pantura.

Efek pembangunan infrastruktur yg dengan menggunakan hutan, devisa terkuras, neraca perdangan negatif!! emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:06
tol sepi njir



emoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:12
Quote:Original Posted By mazdabz
Turun biji mana kamcut lu? iya kalau liwat toll nya gretong mungkin bisa harga turun, lha ini bayar, mahal pulak..



nah itu dia, buat kroco macam ane, ga ngefek ad tol ap gak, selama harga sembako gak turun, mobil aj gak ad
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:16
ada yang bilang gara gara jalan tol banyak warung makan pinggir jalan pada tutup karena sepi pengunjung, ini seperti bilang gara gara gak ada kemacetan pendapatan pedagang asongan jadi berkurang...
1
Lapor Hansip
11-02-2019 19:16
coba dong harganya berapa pengen tau,
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:16
kalo serius pengen majuin bangsa. infrastrutur yg harus dibangun tuh angkutan umum.

benerin kereta, bagusin taksi, fasilitasi ojol. terapkan sistem bis bagus yg bisa berlaku secara nasional, bukan cuma buat tambal sulam traffic di jakarta doang.

kalo angkutan umum kita bagus, bisa dinaekin sama kelas menengah dengan nyaman,
pasti kagak bakalan ada lagi yg mau nyicil mobil murahan, bensin mahal, pajak kayak eek, apalagi disiksa tiap hari sama macet tol jabodetabek yg udah gak berperikemanusiaan. kita semua beli mobil karena tuntutan kebutuhan doang kok
liat aja orang2 eropa yang udah 1000 kali lebih maju dari kita, pada gak punya mobil soalnya kemana2 angkutan umumnya mudah, murah, nyaman, dan aman. walopun untuk orang tua, cacat, ato bawa anak & bayi juga gak pada masalah naek angkutan umum
Diubah oleh shichi.
2
Lapor Hansip
11-02-2019 19:26
sebenarnya mobil yg truk gitu harus lebih di subsidi tarif tolnya,
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:30
Quote:Original Posted By cendskak
kadang saya bingung...
tol dibuat dengan menggunakan utang negara... yang bayar negara.. duit negara dari mana? pajak... pajak dari mana.. ya kita2 yeng setor pajak serta perusahaan-perusahaan..
jadi kita bangun tol pake duit kita..bayar tol pake duit kita.. hm... double hit...hhahahaha..
jika memang ada analisis inflasi dan bunga pinjaman, dan minus modal awalnya... serta pengelolaan dan perawatan yang dibebankan ke masyarakat mungkin tidak telampau mahal...

.kalau salah tolong disanggah dengan sopan.. sehingga tercipta nya forum yang kritis dan bermartabat..
hehehehe


Mantull gan, faktanya memang kita yang membiayai seluruh pembangunan negara. Struktur APBN kita paling besar berasal dari pajak. Pajak jelas asalnya dari kita semua. Kalau agan bilang double hit ke kita, jangan lupa gan pajak manfaatnya enggak langsung. Tol yang kita bangun pakai pajak yang kita bayar ini misalnya, manfaatnya nggak langsung ke kita.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:40
Quote:Original Posted By telehole
Kayak medsos ya gan.

Betewe masalah jalan muter2, mungkin pemerintah sekarang mengalami kendala. Karena saat massa pembangunan dahulu, tidak dipikirkan jalur darat yg efektif, kayak jalan raya dua jalur. Kalo liat di luar negeri, jalan 1 jalur, muter2 tapi efisien karena pembangunan terencana (ane belum pernah keluar negeri cuman nonton pilem2 luar, tapi yg ane amatin demikian). Sekarang pembangunan udah banyak mau diatur ulang juga dilema, nanti banyak yg protes.


Perlu kajian ini keknya ya gan. Kalau tol malah bikin jalan jadi muter2 tuh bisa jadi emang studi kelayakannya menghendaki demikian atau emang udah risiko adanya tol bikin muter2 kek gini. Kalau mau dibongkar ya gak mungkin lah, duit lagi ntar.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:45
Quote:Original Posted By eedepe15
Politisi tanpa Politisasi...

Bagai Sambel ulek tanpa Terasi...

Mengulik Polemik Jalan Tol Indonesia


Selama sistem gak rusak, gak bakal diperbaiki emoticon-Ngakak (S)
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:53
Quote:Original Posted By dodykn
gini gan, IMHO soal tarif tol mahal ini. Oke infrastruktur memang penting, tp ingat infrastruktur bukan cuma sebagai sebuah bangunan mati yg ngejogrok gitu aja. Infrastruktur sama aja seperti sebuah produk yg dihasilkan oleh produsen. Terutama tol, ada harga yg perlu dibayar untuk mengembalikan modal+maintenance+keuntungan. Selayaknya produsen dalam menghasilkan produk mereka pasti riset pasar dlu, apakah demand nya ada, berapakah modal nya, dan berapa harga yg akan ditetapkan untuk konsumen.

Nah pernah ga itu yg bikin jalan tol melakukan riset harga, berapa harga yg masuk akal untuk konsumen, apakah harga tersebut reasonable? Apakah dengan harga tersebut bisa mencapai target pendapatan? Ga bisa kita sebagai produsen bikin barang trus berharap dengan harga yg kita pasang untuk produk kita bakal dilirik konsumen.

Kita liat LRT palembang yg merugi, ujung2 nya diserahkan ke Pemda Sumsel tp Pemda menolak, karena itu proyek negara, tp giliran merugi malah diserahin ke Pemda. Memang ide nya cemerlang, untuk mengurangi kemacetan di jalur pantura jd dibuat lah tol, tp apakah harga nya sepadan? Tarif tol mahal ya pengusaha jg ogah lah make tol karena cost operasional mereka bakal naik ujung2 nya harga barang naik, padahal daya beli masyarakat belum tentu naik.

Mestinya fokus tol trans sumatera, biar geliat ekonomi ga terfokus di jawa doang. Bayangkan di sumatera itu, batubara ada, kelapa sawit ada, kilang minyak ada, karet banyak, komoditas perkebunan dan pertanian melimpah, bayangkan klo jalur logistik di sumatera bisa selancar tol trans jawa, apa ga pemasukan juga buat APBN negara. Belum lagi Kalimantan, Papua, Sulawesi. Apalagi volume truk2 yg seliweran di sepanjang sumatera itu mulai meningkat. Dalam 10 tahun terakhir aja jalur lintas sumatera itu sudah mulai ramai dengan trus bahkan tak jarang jg macet.


Sebelumnya makasih gan udah seniat ini ninggalin jejak dimari emoticon-Embarrassment
Kalau masalah tarif tol gan, itung-itungannya ada di kementerian PUPR. Pastinya dari sisi pemerintah sangat2 ingin tol itu diminati. Jika harga masuk tol sekarang masih banyak yg menganggap mahal, si pemerintah ini harus muter otak lagi nih harus digimanain, yg terbaik yg gimana.

Then, terkait LRT palembang, itu beneran ga gan ada upaya penyerahan ke Pemda? Soalnya transfer aset dari bumn ke pemda tuh alur nya panjaaaaang banget setau ane. Ribet lah pokoknya.

Ane pengen juga si yang di luar jawa punya akses yang sama kayak di jawa. Udah pasti banyak banget yang ngiri karena bangun apa2 di jawa. Semoga ke depannya di luar jawa pun pembangunannya bisa di segerakan. Karena pembangunan infrastruktur itu butuh dilakukan study kelayakan dulu. Kalau belum layak ya belum bisa dibangun.
Diubah oleh karencita
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:56
Quote:Original Posted By didit.d
kan tol nya punya swasta bukan punya negara, jokowi mah cm resmiin doang sm kasih kebijakan, jangan heran harga tol mahal karna pengelola mau dpt cuan dr tol yg baru di bangun, solusi nya ya bisa lwt jalan biasa kalau tol dianggap terlalu mahal

so simple


Sudah ane tulis di thread kalau pembangunan tol ini hasil kerja sama -__- bukan jual beli. Jadi tol ini tetep milik negara kita gan. Sudah sesuai perjanjian kalau butuh waktu untuk pengembalian.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:57
Bisa dpake bt balapan ala fast n fourius dr jkt k sby gan... yg punya lambo br ga ngandang mulu...
emoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
11-02-2019 19:59
Quote:Original Posted By ranidewi27
setuju sih sama dibagun jalan tol, tapi bagi kaum mesqueen macam ane gini, tol gak kepake gan emoticon-Frown tol cuma buat org yg punya mobil dan berduit apalah daya ane xixi


Ane kalau ga naik bus ya gabakalan lewat tol gan emoticon-Frown lebih cinta pakai kereta, mobil gapunya, naik bus kalau terpaksa aja.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 20:04
Quote:Original Posted By ekoaje
Infrastruktur itu harusnya menambah kesejajtraan masyarakat, bukan justru mengurangi pendapatan para pedagang dan pengusaha rumah makan di sepanjang pantura.

Efek pembangunan infrastruktur yg dengan menggunakan hutan, devisa terkuras, neraca perdangan negatif!! emoticon-Blue Guy Bata (L)


Ini yang lagi jadi kajian pemerintah gan. Kalau pantura sepi, apa kabar ekonomi masyarakat sana? Pembangunan tol itu emang bagus, tapi ekonomi pantura emang harus jadi perhatian.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 20:08
Quote:Original Posted By karencita
Sebelumnya makasih gan udah seniat ini ninggalin jekak dimari emoticon-Embarrassment
Kalau masalah tarif tol gan, itung-itungannya ada di kementerian PUPR. Pastinya dari sisi pemerintah sangat2 ingin tol itu diminati. Jika harga masuk tol sekarang masih banyak yg menganggap mahal, si pemerintah ini harus muter otak lagi nih harus digimanain, yg terbaik yg gimana.

Then, terkait LRT palembang, itu beneran ga gan ada upaya penyerahan ke Pemda? Soalnya transfer aset dari bumn ke pemda tuh alur nya panjaaaaang banget setau ane. Ribet lah pokoknya.

Ane pengen juga si yang di luar jawa punya akses yang sama kayak di jawa. Udah pasti banyak banget yang ngiri karena bangun apa2 di jawa. Semoga ke depannya di luar jawa pun pembangunannya bisa di segerakan. Karena pembangunan infrastruktur itu butuh dilakukan study kelayakan dulu. Kalau belum layak ya belum bisa dibangun.


Memang masih wacana dari anggota DPR bahwa LRT Palembang itu mau diserahkan ke Pemda, tapi ditolak mentah2 oleh Gubernur. Cari aja diyutub ada kok komentar gubernur pas diwawancara wartawan. Klo masalah study kelayakan mestinya kan jg dipelajari soal kelayakan harga nya, ga cuma sekedar amdal dll, tp efektif dan efisiensi yg bakal diperoleh dari pembangunan infrastruktur itu gmn gan. Si pulau jawa itu lebih banyak industri, jadi produk industri lebih banyak adalah barang jadi. Sedangkan di sumatera, kalimantan itu cenderung bahan baku. Mestinya fokus diluar jawa gan biar harga bahan baku lokal bisa bersaing dengan bahan baku impor terutama masalah distribusi bahan baku. Dengan begitu cost produksi di sektor industri bisa ditekan + penggunaan bahan baku lokal bisa lebih banyak. Ujung2 nya pemasukan lagi untuk APBN.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 20:12
mudah2an bisa ke semua daerah ada jalan tolnya emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
11-02-2019 20:18
Quote:Original Posted By dodykn
Memang masih wacana dari anggota DPR bahwa LRT Palembang itu mau diserahkan ke Pemda, tapi ditolak mentah2 oleh Gubernur. Cari aja diyutub ada kok komentar gubernur pas diwawancara wartawan. Klo masalah study kelayakan mestinya kan jg dipelajari soal kelayakan harga nya, ga cuma sekedar amdal dll, tp efektif dan efisiensi yg bakal diperoleh dari pembangunan infrastruktur itu gmn gan. Si pulau jawa itu lebih banyak industri, jadi produk industri lebih banyak adalah barang jadi. Sedangkan di sumatera, kalimantan itu cenderung bahan baku. Mestinya fokus diluar jawa gan biar harga bahan baku lokal bisa bersaing dengan bahan baku impor terutama masalah distribusi bahan baku. Dengan begitu cost produksi di sektor industri bisa ditekan + penggunaan bahan baku lokal bisa lebih banyak. Ujung2 nya pemasukan lagi untuk APBN.


Lha kalau misal yg di luar jawa menurut studi kelayakan belum layak kan tetep belum bisa dibangun gan.
0
Lapor Hansip
11-02-2019 20:42
Sejak ada TOL yang dibanggain itu tarif transportasi jadi mahal imbasnya yang bisnis online juga kena dampaknya soo gua ga butuh Tol yang gua butuhkan tarif ekpedisi murah
0
Lapor Hansip
11-02-2019 21:44
Balasan post ciluuk...baa
Quote:Original Posted By ciluuk...baa

yoi gan.. bosen apa2 dipolitisasi emoticon-Nohope

kayak jalan tol gitu menurut ane ga melulu bisnis sih, yg namanya jalan tol kan masuk kategori infrastruktur emoticon-Malu
dan infrastruktur itu kan tujuannya buat penggerak ekonomi wilayah
konsep yg ane tangkep (cmiiw), seharusnya kan dgn adanya jalan tol maka ekonomi meningkat, trus produksi bertambah, revenue juga bertambah dan efeknya pajak juga nambah buat bayar utang pembangunan infrastruktur tsb

tapi kenyataannya perhitungan di atas kayaknya sering gak tepat alias meleset.. ato mungkin abis kena garong koruptor emoticon-Mad:
jadinya pertumbuhan ekonomi gak sesuai target sehingga lagi2 rakyat kayak kita2 gini yg kudu nombokin emoticon-Nohope
disini yang untung siapa?ya yg ngasih pinjaman broo.. kita diekploitasi ama lembaga2 funding

tapi ya mau gimana lagi.. kalo mau ga dieksploitasi ya harus no minjem2 alias berdikari emoticon-Nohope

cmiiw lho ya


bener juga gan... biasanya, dalam konsep manajemen ad analisis resiko(ane cuma pernah dgr forum).. apa sebelum dbngun tersebut dan juga penetapan kebijakan tidak di analisis?
pernah lihat debat...
roda ekonomi itu ada 3 unsur :
1. produsen
2. distribusi
3. konsumen
nah sekrg poin kedua dipersiapkan.... namun menurut ane kelebihan ,malahan tanpa diimbangi produsen..
mau g mau... y membengkak biaya negara...

andai ada pakar yg jelasin tanpa bawa bendera parpol.. biar kita bener2 mengetahui apa yg sebnr yg terjadi...karena dari situ bisa dicri solusi... institusi pendidikan banyak yg bisa mengkaji.. bisa dimanfaatkan...
jgn lah org yg sedikit mengerti dan hanya bisa jago ngomng diberi panggung..malah tmbh sesat pemikiran rakyat...heheheh

pendpt ane loh ya..



apa yg bikin tol jadi YouTuber aja yah..buat dptin modal... wkwkwkwkwkwkw

1
Halaman 4 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.