News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Mau Lindungin Keluarga Dari Penyakit Berbahaya? Daftar Webinar Ini Gan Sist!
45
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5d714210d2952e167f043f/jika-bocor-rp500-triliun-mengapa-gerindra-tiap-tahun-turut-sahkan-apbn
AKURAT.CO Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris menyayangkan sikap para Kubu Oposisi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno yang menuding bahwa ada kebocoran anggaran negara sebesar 25 Persen tanpa ada bukti. "Partai Gerindra di DPR kan turut bahas & kawal APBN. Mark up proyek juga atas restu partai-partai di DPR. Jika bocor
Lapor Hansip
08-02-2019 19:08

Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?

Quote:AKURAT.CO Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris menyayangkan sikap para Kubu Oposisi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga Uno yang menuding bahwa ada kebocoran anggaran negara sebesar 25 Persen tanpa ada bukti.

"Partai Gerindra di DPR kan turut bahas & kawal APBN. Mark up proyek juga atas restu partai-partai di DPR. Jika bocor Rp500 Triliun, mengapa Gerindra tiap tahun turut men-sahkan APBN? Demi pilpres, janganlah kita bodohi & bohongi publik terus. Kasihan rakyat kita," ujar akun @sy_haris dari Twitternya, Jumat (8/2/2019).

Sementara itu, politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berterima kasih kepada capres Prabowo Subianto yang telah menduga ada anggaran negara yang bocor.

"Kami melihat, salah satu kenapa kebocoran (anggaran) masih terus terjadi, karena peran pengawasan internal tidak berjalan," ujar Alexander. @jokowi harusnya terimakasih kepada @prabowo karena data @KPK_RI menyatakan kebocoran 40 persen, sementara Prabowo bilang 25 Persen," kata @Ferdinand_Haean.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menantang pihak-pihak yang menyebut mengenai adanya kebocoran anggaran negara sebesar 25 Persen untuk melaporkan saja masalah tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ya kalau memang bocornya sampai 25 Persen laporin aja ke KPK, duit gede banget itu,” tantangnya dilansir dari Sekretariat Kabinet.

Sembari kilas balik, Jokowi pada 2014 silam awal memimpin negara pernah mendapatkan laporan bahwa terjadi kebocoran anggaran yang mencapai Rp7.200 triliun. Dan tahun ini, laporan yang serupa kembali digaungkan. Namun, kali ini angka kebocorannya lebih kecil dari 2014, yakni sebesar Rp500 Triliun atau 25 Persen.

“Gede banget Rp500 Triliun. Laporin ke KPK dengan bawa bukti dan bawa fakta-fakta, jangan asal,” katanya. []


http://akurat.co/ekonomi/id-518049-r...ut-sahkan-apbn
1
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 3
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 21:11
Quote:Original Posted By suramonly
ko analogi lu jadi ngawur ke arah anggaran sama kebocoran si?
kan yg dimasalahin disini tuh mereka sudah tau kalo bocor, menuduh pemerintah korup, tapi ga melaporkan dengan bukti yg valid, padahal termasuk yg meresmikan apbn (yg harusnya punya draft apbn itu peruntukannya untuk apa aja)
harusnya tau dong kalo bocor, bocor nya dimana, tunjukkan buktinya ke kpk, laporkan
simple
paham?


Justru elu yg oot, kenapa dari mengesahkan APBN larinya ke melaporkan kasus kebocoran? emoticon-Nohope

Ya ampun susah amat sih jelasin ke nastak2 dungu ini..

Jadi gini gampangnya tong...

Kebocoran itu adalah resiko yg mungkin timbul pada anggaran..

Sama seperti kecelakaan yg merupakan resiko dari mengendarai mobil.. Dlsbnya.. Dlsbnya itu..

Apakah karena memiliki resiko lantas anggaran yg sudah di bahas dan di sepakati bersama itu wajib dibatalkan?

Ga ada yg salah dalam hal anggaran yg sudah di buat, itu sudah di bahas berkali2 sebelum di sahkan..

Bahwa ada potensi resiko kebocoran di situ, iya memang.. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mengesahkan anggaran..

Tugas dan wewenang parlemen adalah menyetujui anggaran apabila sudah sesuai dengan peraturan perundang2an yg berlaku..

Tugas mengawal anggaran dari kebocoran bukan di mereka.. Tapi di aparat penegak hukum (polisi, jaksa dan KPK), BPK dan PPATK..

Jadi pernyataan di atas jelas konyol dan dungu... Paham ga ente? emoticon-Big Grin
Diubah oleh filusufkacang
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 21:19
Quote:Original Posted By filusufkacang


Coba lu liat postingan lu sebelumnya, ada ga lu nanya jumlahnya?

Yg lu tanya cuman rincian kebocorannya aja.. Ya gue jawab segitu..

Jadi gini ya, kalo cuman pake patokan dari data temuan BPK dan KPK.. Artinya lu sangat yakin bahwa KPK dan BPK itu sudah memberantas korupsi di negara ini 100%? Iya betul begitu? emoticon-Big Grin

Kenapa lu begitu yakin kalo KPK sudah berhasil menumpas 100% korupsi di negara ini?

Ada 34 propinsi di negara ini, 400an kabupaten, 90an kota dan 5 kota administratif.. Ada ribuan kecamatan dan puluhan ribu desa..

Apa lu yakin kalo semua uang negara yg di salurkan keseluruh negeri ini terjaga dengan aman tanpa adanya kebocoran sama sekali ditangan KPK? Apa lu yakin kalo semua kebocoran di negara ini sudah berhasil di selesaikan KPK? emoticon-Big Grin

Bocah nastak emang naif2..

Mamang gue walikota palembang sini tong, gue tau persis lah apa yg terjadi di pemerintahan daerah ini.. emoticon-Big Grin

Itu baru di sini, belum di daerah2 lainnya.. Ga ush terlalu naif idup lu.. emoticon-Big Grin


Ente keluar jalur kejauhan, kembali ke topik gan.. hahaha... Bocor selalu ada, makanya ada hukum pidana pelaku korupsi.. Tapi darimana itu duda tahu jumlah bocornya? Emangnya dia pelakunya, sampe bisa kalkulasi begitu?
emoticon-Leh Uga

Kaya softex aja luh, bocor-bocor... emoticon-Wakaka

Sekarang gue mau buat buku ramalan, besok hujan.. besok kapan? yang jelas besok, entah kapan.. Gue ga akan kasih tahu tahun berapa, bulan berapa, tanggal berapa, hari apa, jam berapa, menit berapa, detik berapa.. orang dungu bin goblok bakal percaya ramalan gue, jadi besok ketika hujan, gue bakal dipuja habis-habisan..
emoticon-Leh Uga emoticon-Wakaka
Diubah oleh kbeniadip
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 21:51
Seorang wowo ternyata lebih pintar dari sebuah lembaga negara BPK emoticon-Recommended Seller
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 21:52
Quote:Original Posted By kbeniadip
Ente keluar jalur kejauhan, kembali ke topik gan.. hahaha... Bocor selalu ada, makanya ada hukum pidana pelaku korupsi.. Tapi darimana itu duda tahu jumlah bocornya? Emangnya dia pelakunya, sampe bisa kalkulasi begitu?
emoticon-Leh Uga

Kaya softex aja luh, bocor-bocor... emoticon-Wakaka

Sekarang gue mau buat buku ramalan, besok hujan.. besok kapan? yang jelas besok, entah kapan.. Gue ga akan kasih tahu tahun berapa, bulan berapa, tanggal berapa, hari apa, jam berapa, menit berapa, detik berapa.. orang dungu bin goblok bakal percaya ramalan gue, jadi besok ketika hujan, gue bakal dipuja habis-habisan..
emoticon-Leh Uga emoticon-Wakaka


Ya namanya juga asumsi.. Angkanya bisa aja jadi lebih kecil atau lebih besar tergantung siapa yg berasumsi..

Ya karena yg berasumsi adalah oposisi, ya wajib membesar angkanya.. emoticon-Big Grin

Yg jelas mmg kebocoran ada dan belum semuanya terjamah aparat..

Masalah pembuktian, ya itu tugas KPK, polisi dan kejaksaan dong.. Bukan ranah politis..

Asal lu tau, KPK nangkep 1-2 kepala daerah bukan berarti yg 500 orang lagi bersih.. emoticon-Big Grin

Ga gitu logikanya..

Oh ini bukan ramalan, ini fakta.. Walau tak kasat mata, bukan berarti ini ga terjadi..

Selama ongkos politik, ongkos jadi PNS dan ongkos jadi aparat di negeri ini masih melibatkan angka sultan..

Selama itu pula korupsi dan kebocoran anggaran di negeri ini ga akan pernah habis.. emoticon-Big Grin
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 21:56
Quote:Original Posted By filusufkacang
Justru elu yg oot, kenapa dari mengesahkan APBN larinya ke melaporkan kasus kebocoran? emoticon-Nohope

Ya ampun susah amat sih jelasin ke nastak2 dungu ini..

Jadi gini gampangnya tong...

Kebocoran itu adalah resiko yg mungkin timbul pada anggaran..

Sama seperti kecelakaan yg merupakan resiko dari mengendarai mobil.. Dlsbnya.. Dlsbnya itu..

Apakah karena memiliki resiko lantas anggaran yg sudah di bahas dan di sepakati bersama itu wajib dibatalkan?

Ga ada yg salah dalam hal anggaran yg sudah di buat, itu sudah di bahas berkali2 sebelum di sahkan..

Bahwa ada potensi resiko kebocoran di situ, iya memang.. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mengesahkan anggaran..

Tugas dan wewenang parlemen adalah menyetujui anggaran apabila sudah sesuai dengan peraturan perundang2an yg berlaku..

Tugas mengawal anggaran dari kebocoran bukan di mereka.. Tapi di aparat penegak hukum (polisi, jaksa dan KPK), BPK dan PPATK..

Jadi pernyataan di atas jelas konyol dan dungu... Paham ga ente? emoticon-Big Grin


gw paham, lu yg ngga

di awal gw bilang gerindra bisa aja terlibat pembiaran terhadap kejahatan

emangnya gw ada kalimat "kok disahkan walaupun tahu ada resiko bocor"
apbn itu sama kaya yg lo bilang, atau gampangnya ya analogi belanja perusahaan aja, bisa jadi yg bawahan yg dibawah itu markup blanjaan buat nambah duit saku
harusnya pns kebanyakan paham, apalagi yg lulusan stan, karena disana memang diajarin mark up buat hal2 ga terduga

nah yg gw masalahin itu knp ga dilaporkan

itu 2 hal yg berbeda, dan harusnya saling mendukung, karena gerindranya sendiri punya draft isi apbn itu apa aja sih peruntukannya, dan kalo ada penyelewengan harusnya mereka tau persis dimana dan bisa melaporkan untuk ditindak lanjuti

itulah memang harusnya tetap mereka sah kan

tapi penyelewengan tetap dilaporkan
ini kan ngga ada pelaporan, cuma bacot aja bocor bocor, padahal tau bocor itu resiko, kenapa masi dibikin buat kampanye wowo

gitu

paham ga lu tong? emoticon-Big Grin
Diubah oleh suramonly
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 22:05
Quote:Original Posted By suramonly
gw paham, lu yg ngga

di awal gw bilang gerindra bisa aja terlibat pembiaran terhadap kejahatan

emangnya gw ada kalimat "kok disahkan walaupun tahu ada resiko bocor"
apbn itu sama kaya yg lo bilang, atau gampangnya ya analogi belanja perusahaan aja, bisa jadi yg bawahan yg dibawah itu markup blanjaan buat nambah duit saku
harusnya pns kebanyakan paham, apalagi yg lulusan stan, karena disana memang diajarin mark up buat hal2 ga terduga

nah yg gw masalahin itu knp ga dilaporkan

itu 2 hal yg berbeda, dan harusnya saling mendukung, karena gerindranya sendiri punya draft isi apbn itu apa aja sih peruntukannya, dan kalo ada penyelewengan harusnya mereka tau persis dimana dan bisa melaporkan untuk ditindak lanjuti

itulah memang harusnya tetap mereka sah kan

tapi penyelewengan tetap dilaporkan
ini kan ngga ada pelaporan, cuma bacot aja bocor bocor, padahal tau bocor itu resiko, kenapa masi dibikin buat kampanye wowo

gitu

paham ga lu tong? emoticon-Big Grin


Ya ampun, lu salah dari logika dasarnya tong...

Udah berkali2 gue bilang, tugas parlemen adalah mengesahkan anggaran selama itu sudah sesuai dengan perundang2an yg berlaku..

Tugas meminimalisir resiko adalah tugas aparat.. Bukan tugas parlemen..

Apa gunanya ada polisi, KPK, kejaksaan, PPATK, BPK? Apa gunanya menggaji mereka kalo bukan untuk menangkap maling? Apa gunanya memelihara anjing penjaga kalo ujung2nya majikan harus sibuk ronda setiap malam untuk menjaga kecurian..

Apa karena takut kecelakaan, membeli mobil menjadi sebuah dosa?

Apa karena takut gendut, makan menjadi sebuah dosa?

Perbaiki dulu kerangka berfikir elu baru ajak gue debat lagi.. emoticon-Cape deeehh
Diubah oleh filusufkacang
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 22:12
du..du..du..
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 22:15
Quote:Original Posted By filusufkacang
Ya ampun, lu salah dari logika dasarnya tong...

Udah berkali2 gue bilang, tugas parlemen adalah mengesahkan anggaran selama itu sudah sesuai dengan perundang2an yg berlaku..

Tugas meminimalisir resiko adalah tugas aparat.. Bukan tugas parlemen..

Apa gunanya ada polisi, KPK, kejaksaan, PPATK, BPK? Apa gunanya menggaji mereka kalo bukan untuk menangkap maling? Apa gunanya memelihara anjing penjaga kalo ujung2nya majikan harus sibuk ronda setiap malam untuk menjaga kecurian..

Apa karena takut kecelakaan, membeli mobil menjadi sebuah dosa?

Apa karena takut gendut, makan menjadi sebuah dosa?

Perbaiki dulu kerangka berfikir elu baru ajak gue debat lagi.. emoticon-Cape deeehh


tong
gw ada kalimat menentang tugas parlemen mengesahkan apbn ga?
gw bingung ko lu betah banget mikir muter2 emoticon-Nohopeemoticon-Amazed

skrg gini deh gampangnya biar mikir lu lempeng

kalo menurut lu penegakan hukum dan minimalisir resiko itu tugas aparat, dan aparat tidak menemukan kesalahan pada badan yg dimaksud, dan masih ada yg koar2 korupsi bocor tanpa bukti tapi menuding aparat pro pemerintah apa ga goblok namanya?

atau contoh lain, di wilayah rumah lu sering banyak kemalingan, lu kebetulan tau malingnya siapa, tapi lu diam, ga ada laporan ke aparat, walaupun itu terjadi berulang kali dan banyak korban berjatuhan, lantas lu berkoar "iya emang disitu daerah yg banyak malingnya, gara2 polisi nya tuh males patroli"
udah 2 hal negatif tuh
-membiarkan kejahatan
-merusak nama baik suatu objek

kalo lu ga paham juga mungkin lu cuma seekor apatis yg ga peduli dengan sekitar lu mau kejadian apaan juga emoticon-linux2
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 22:20
Dopost..
Diubah oleh filusufkacang
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 22:23
emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo
emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo
emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo
emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo
emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo
emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo emoticon-Belo
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 22:24
Quote:Original Posted By suramonly
tong
gw ada kalimat menentang tugas parlemen mengesahkan apbn ga?
gw bingung ko lu betah banget mikir muter2 emoticon-Nohopeemoticon-Amazed

skrg gini deh gampangnya biar mikir lu lempeng

kalo menurut lu penegakan hukum dan minimalisir resiko itu tugas aparat, dan aparat tidak menemukan kesalahan pada badan yg dimaksud, dan masih ada yg koar2 korupsi bocor tanpa bukti tapi menuding aparat pro pemerintah apa ga goblok namanya?

atau contoh lain, di wilayah rumah lu sering banyak kemalingan, lu kebetulan tau malingnya siapa, tapi lu diam, ga ada laporan ke aparat, walaupun itu terjadi berulang kali dan banyak korban berjatuhan, lantas lu berkoar "iya emang disitu daerah yg banyak malingnya, gara2 polisi nya tuh males patroli"
udah 2 hal negatif tuh
-membiarkan kejahatan
-merusak nama baik suatu objek

kalo lu ga paham juga mungkin lu cuma seekor apatis yg ga peduli dengan sekitar lu mau kejadian apaan juga emoticon-linux2


Itu bukan kejahatan, itu politik namanya.. Sama kaya PDIP yg mendesak sri mulyani dan budiono mundur gara2 kasus century dulu meskipun belum terbukti secara hukum..

Tapi skrg malah petugas mereka merekrut sri mulyani jadi mentrinya.. Apa itu sebuah tindakan kriminal? Ya nggak.. Ga ada yg salah, mmg fungsi politik dari oposisi itu ya itu.. Untuk membangkitkan pesimisme di tengah masyarakat supaya masyarakat tidak terlena dan melakukan pembiaran tanpa pengawasan kerja pemerintahnya..

Kalo lu protes gaya pesimisme para oposan.. Berarti ente yg kurang wawasan..

Sejak di lahirkan, sistem demokrasi emang begitu.. Ada dua mata angin yg saling bertentangan bernama oposisi dan koalisi.. Tujuannya supaya di peroleh keseimbangan..

Apa jadinya kalo anak timbangan berat ke satu arah..?? Oposisi dan koalisi sama2 optimis dengan pemerintahan.. emoticon-Cape d... (S)

Nah kan lagi2 keluar logika yg sama.. Ga elu, ga org di atas.. Sama aja logika kalian tak, seragam..

Berasumsi bahwa kalo KPK belum nangkep artinya tidak ada kebocoran di sana.. Buset dah.. emoticon-Cape d... (S)

Petugas KPK berapa banyak? Jumlah kepala daerah, camat, lurah, PNS, aparat, mentri adsa berapa banyak?

Jangan lu kira KPK, polisi dan kejaksaan yg ada sekarang sudah cukup untuk mencegah 100% kebocoran uang negara.. emoticon-Cape deeehh
Diubah oleh filusufkacang
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 23:24
Quote:Original Posted By filusufkacang


Kebocoran itu adalah resiko yg mungkin timbul pada anggaran..



Permasalahannya ada disitu gan.
Resiko yang mungkin timbul itu bukan kebocoran, tapi POTENSI KEBOCORAN.

Kalau bilang cuman kebocoran atau bocor, itu berarti terjadi, maka ya wajar kl yang "dituduh" itu minta bukti.

Lets be frank, sampai sekarang masih terjadi kebocoran itu, TAPI, udah jauhhh sekali berkurang gan.

Ane sendiri terlibat di proyek di pemerintahan daerah dr taon 2012 sampe kemarin (terakhir di dinsos prov jateng).

Dulu, sebelum jokowi ngejabat, setiap proyek, udah diatur.
Kita biasanya bawa 2 pembanding, kadang bawa orang lokal, bagi2 duid buat preman lokal.

Dan itu SELALU.

Setelah hampir 2 tahunan jkw ngejabat, KPK jadi gualak banget.

Pada takut PNS2.
Banyak yg keciduk kan?

Kita, ada seneng ada nggak senengnya.
Senengnya, setelah ane kerja sendiri (sebelumnya di Metakom sama di Javatrade; tau kan yg jd saksi ektp kemarin dr semarang, itu mantan bos ane), ane ada peluang buat masuk ke pemerintahan.
Ya masih kecil sih, masih penunjukan langsung, tapi jauhhhhh lebih fair sekarang.

Nggak enaknya, dokumen administrasi boasanya dulu diurusin ama pns nya, tinggal kasih duid beres, sekarang urus sendiri.

Nggak munafik kok ane, kebocoran masih ada, tapi jumlahnya jauhhh lebih dikit sekarang.

Nggak bakal bisa hilang 100%, nggak bakal, siapapun presidennya.

Tapi, sekarang sudah jauh lebih baik.
Coba deh, dengerin PNS sekarang. Pada ngeluh "kering atau rejeki" jauh berkurang emoticon-Nohope

Edit nambahin, dan ane setuju dengan pendapat agan.
Kalau ada yg mempertanyakan kenapa gerindra setuju pengesahan, ya nggak ada korelasinya.
Walau faktanya, dpr juga suka yg bocorin.
Tapi antara pengesahan anggaran dengan POTENSI kebocoran, nggak ada hubungannya
Diubah oleh SikiLTugeL
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
08-02-2019 23:32
Quote:Original Posted By filusufkacang
(1)Itu bukan kejahatan, itu politik namanya.. Sama kaya PDIP yg mendesak sri mulyani dan budiono mundur gara2 kasus century dulu meskipun belum terbukti secara hukum..

Tapi skrg malah petugas mereka merekrut sri mulyani jadi mentrinya.. Apa itu sebuah tindakan kriminal? Ya nggak.. Ga ada yg salah, mmg fungsi politik dari oposisi itu ya itu.. Untuk membangkitkan pesimisme di tengah masyarakat supaya masyarakat tidak terlena dan melakukan pembiaran tanpa pengawasan kerja pemerintahnya..

(2)Kalo lu protes gaya pesimisme para oposan.. Berarti ente yg kurang wawasan

Sejak di lahirkan, sistem demokrasi emang begitu.. Ada dua mata angin yg saling bertentangan bernama oposisi dan koalisi.. Tujuannya supaya di peroleh keseimbangan..

Apa jadinya kalo anak timbangan berat ke satu arah..?? Oposisi dan koalisi sama2 optimis dengan pemerintahan.. emoticon-Cape d... (S)

Nah kan lagi2 keluar logika yg sama.. Ga elu, ga org di atas.. Sama aja logika kalian tak, seragam..

Berasumsi bahwa kalo KPK belum nangkep artinya tidak ada kebocoran di sana.. Buset dah.. emoticon-Cape d... (S)

(3)Petugas KPK berapa banyak? Jumlah kepala daerah, camat, lurah, PNS, aparat, mentri adsa berapa banyak?

Jangan lu kira KPK, polisi dan kejaksaan yg ada sekarang sudah cukup untuk mencegah 100% kebocoran uang negara.. emoticon-Cape deeehh


(1)m. taufik yg diangkat lg sama gerindra walaupun sudah menyandang gelar napi tipikor (yg dimana ini sudah sah secara hukum bersalah dan telah menjalani hukuman) , menurut lu itu politik ya agak mirip kasusnya sama srimulyani, mungkin di gerindra yg kapabel jadi ketua dpd dki cuma m. taufik, atau mungkin tau banyak rahasia partai makanya kalo disingkirkan bisa berbahaya buat partainya, yah itu smua politik lah, udah paham gw

(2) ada gitu gw ngomong protes soal pesimisme oposisi? memang tugasnya oposisi itu nemuin celah kesalahan pemerintah, kemudian dikritik dan di blowup dengan 2 harapan, supaya pemerintah bisa memperbaiki kinerja menutupi celah itu, atau untuk membuat nama pemerintah jelek sehingga membuat publik tidak percaya pada pemerintah dan melakukan permakzulan, yg nantinya pasti oposisi yg isi posisi kosong tersebut

trus muncul lagi pihak oposisi lainnya, gitu aja terus emang circlenya emoticon-Big Grin

(3) nah itu lu tau polri, kpk dan kejaksaan RI sekarang belum cukup untuk mengatasi korupsi di negara ini, kok lu keukeuh kalo tindakan gerindra itu politik belaka, bukan pembiaran perbuatan kriminal

yg diprotes di artikel itu gerindra bermuka dua, didepan mengesahkan (yg dimana itu memang tugasnya, no problem), tapi tahu kebocoran dimana dan ga melakukan sesuatu untuk mengatasi nya itu yg problem

kalo pake analogi cerdas lu ibarat beli mobil, udah tau resiko kecelakaan tapi tetep beli mobilnya

ngga tong, ga segoblok itu analoginya

analogi yg benar itu kondisi gerindra skrg seperti punya mobil, yg dimana punya potensi terkena kecelakaan dijalanan, trus ban nya bocor, tau ban yang bocor yg mana, tapi ga ngelakuin apa2, ga ditambal, disetir aja terus tuh mobil biarpun jalannya udah terseok2, pas kecelakaan lu make analogi lu yg pertama, tanpa ngeliat faktor yg memicu kecelakaan itu sendiri, jenius tenan emoticon-Big Grin
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 06:51
Quote:Original Posted By suramonly
(1)m. taufik yg diangkat lg sama gerindra walaupun sudah menyandang gelar napi tipikor (yg dimana ini sudah sah secara hukum bersalah dan telah menjalani hukuman) , menurut lu itu politik ya agak mirip kasusnya sama srimulyani, mungkin di gerindra yg kapabel jadi ketua dpd dki cuma m. taufik, atau mungkin tau banyak rahasia partai makanya kalo disingkirkan bisa berbahaya buat partainya, yah itu smua politik lah, udah paham gw

(2) ada gitu gw ngomong protes soal pesimisme oposisi? memang tugasnya oposisi itu nemuin celah kesalahan pemerintah, kemudian dikritik dan di blowup dengan 2 harapan, supaya pemerintah bisa memperbaiki kinerja menutupi celah itu, atau untuk membuat nama pemerintah jelek sehingga membuat publik tidak percaya pada pemerintah dan melakukan permakzulan, yg nantinya pasti oposisi yg isi posisi kosong tersebut

trus muncul lagi pihak oposisi lainnya, gitu aja terus emang circlenya emoticon-Big Grin

(3) nah itu lu tau polri, kpk dan kejaksaan RI sekarang belum cukup untuk mengatasi korupsi di negara ini, kok lu keukeuh kalo tindakan gerindra itu politik belaka, bukan pembiaran perbuatan kriminal

yg diprotes di artikel itu gerindra bermuka dua, didepan mengesahkan (yg dimana itu memang tugasnya, no problem), tapi tahu kebocoran dimana dan ga melakukan sesuatu untuk mengatasi nya itu yg problem

kalo pake analogi cerdas lu ibarat beli mobil, udah tau resiko kecelakaan tapi tetep beli mobilnya

ngga tong, ga segoblok itu analoginya


Jadi gini.. Tugas oposisi ya memang kaya gitu, membangkitkan pesimisme di tengah masyarakat..

Apakah butuh bukti untuk itu? Ya nggak juga.. Karena ini kan proses politik bukan proses hukum..

Sri mulyani dulu juga gitu di adili dan akhirnya dipecat semata hanya karena proses politik bukan karena proses hukum yg berdasarkan bukti...

Ada banyak kok kejahilan oposisi di masa lalu, yg 180 derajat sama sekali berbeda ketika mereka menjadi koalisi.. Seperti misal masalah harga BBM, utang luar negeri, dlsbnya..

Jadi melontarkan isue tanpa bukti adalah hal yg wajar bagi oposan.. Nah untuk pembuktian, memang itu tugas pemerintah.. Makanya di jaman orba ada yg namanya mentri penerangan, tugas nya untuk itu.. Menyangkal gejolak yg terjadi di masyarakat..

Di situ kualitas pemerintah di uji, kalo ga bisa meredam itu.. Ya jangan salahin kalo masyarakat ga percaya lagi..

Demokrasi kan emang kaya gitu, makanya yg berkuasa pun selalu berganti2an..

Jadi bodoh aja kalo ada yg keberatan dengan prilaku oposisi saat ini dan mengatakan kalo mereka selalu menebar pesimisme.. emoticon-Big Grin

Quote:analogi yg benar itu kondisi gerindra skrg seperti punya mobil, yg dimana punya potensi terkena kecelakaan dijalanan, trus ban nya bocor, tau ban yang bocor yg mana, tapi ga ngelakuin apa2, ga ditambal, disetir aja terus tuh mobil biarpun jalannya udah terseok2, pas kecelakaan lu make analogi lu yg pertama, tanpa ngeliat faktor yg memicu kecelakaan itu sendiri, jenius tenan emoticon-Big Grin


Nah ga gitu, salah analogi ente..

Yg punya mobil saat ini bukan gerindra, tapi koalisi banteng dkk..

Gerindra itu statusnya hanya penumpang yg cerewet dan nyinyir di mobil travelnya punya si banteng dkk..

Kerjanya protes melulu, mobil goyang dikit die protes, mobil ACnya panas dia protes..

Jadi posisi mereka adalah perwakilan penumpang (rakyat), sementara si banteng adalah pemilik mobip travel dan si kowih adalah supirnya..

Tujuan dia nyinyir supaya penumpang lain (rakyat) tidak puas dengan pelayanan travel si banteng, dan pindah untuk menjadi penumpang di travelnya die.. emoticon-Big Grin
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 07:30
Quote:Original Posted By filusufkacang


Nah ga gitu, salah analogi ente..

Yg punya mobil saat ini bukan gerindra, tapi koalisi banteng dkk..

Gerindra itu statusnya hanya penumpang yg cerewet dan nyinyir di mobil travelnya punya si banteng dkk..

Kerjanya protes melulu, mobil goyang dikit die protes, mobil ACnya panas dia protes..

Jadi posisi mereka adalah perwakilan penumpang (rakyat), sementara si banteng adalah pemilik mobip travel dan si kowih adalah supirnya..

Tujuan dia nyinyir supaya penumpang lain (rakyat) tidak puas dengan pelayanan travel si banteng, dan pindah untuk menjadi penumpang di travelnya die.. emoticon-Big Grin


ya maksud analogi gw memang oposisi walaupun tau kalo ada ban bocor (korup) tapi ya didiamkan dengan harapan reputasi pemerintah jelek dan penumpang (rakyat) beralih pake jasa travel dia

dan yg ditekankan oleh syamsudin harris adalah tindakan pembiaran kebocoran itu, yg dimana itu adalah langkah politik yg diambil gerindra sebagai oposan
akan tetapi kebocorannya itu sendiri adalah korupsi yg merupakan tindakan kriminal
yang mungkin jika dilaporkan oleh gerindra ke kpk dengan membawa bukti2 bisa jadi beberapa hal akan terjadi
-jika kasus terungkap dan banyak yg ditangkap dan dihukum, maka justru akan menambah pamor kpk dan pemerintahan, kpk dan pemerintah akan di cap publik sebagai pro pemberantasan korupsi, SEKALIPUN misalnya banyak pelakunya dari bagian dari pemerintah atau partai koalisi pemerintah itu sendiri, malah akan dipandang sebagai pemberantasan korupsi yg tak pandang bulu kawan atau lawan, yg dimana itu bukan tujuan dari oposisi
-tensi hubungan antar partai akan meningkat, apalagi kalo ternyata di bukti yg dilaporkan ada bukti keterlibatan dari partai oposan lainnya, malah jadi perang internal di kubu oposan, yg nantinya malah memengaruhi kinerja oposan dalam mengkritik pemerintah, juga soal public image yg nantinya malah dianggap maling teriak maling oleh publik emoticon-Big Grin
-kalau ternyata memang ga terbukti bersalah secara hukum, pihak pelapor (dalam kasus ini anggap saja gerindra) akan dapat image jelek dari publik sebagai penyebar kebohongan, cari sensasi doang atau parahnya bisa jadi dianggap evidence forgery, dan pihak2 yg dilibatkan juga pasti merasa tersinggung, kalo pihak yg terlibat ada dari partai kawan oposisi sendiri kan ribet emoticon-Embarrassment

karena lebih banyak ruginya buat partai, maka dibiarkan aja, memang secara moral dan hukum ini tindakan yg salah, tapi secara pandangan politik ini salah satu langkah yg mesti diambil untuk menjatuhkan lawan
Diubah oleh suramonly
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 09:14
Quote:Original Posted By filusufkacang


Ya namanya juga asumsi.. Angkanya bisa aja jadi lebih kecil atau lebih besar tergantung siapa yg berasumsi..

Ya karena yg berasumsi adalah oposisi, ya wajib membesar angkanya.. emoticon-Big Grin

Yg jelas mmg kebocoran ada dan belum semuanya terjamah aparat..

Masalah pembuktian, ya itu tugas KPK, polisi dan kejaksaan dong.. Bukan ranah politis..

Asal lu tau, KPK nangkep 1-2 kepala daerah bukan berarti yg 500 orang lagi bersih.. emoticon-Big Grin

Ga gitu logikanya..

Oh ini bukan ramalan, ini fakta.. Walau tak kasat mata, bukan berarti ini ga terjadi..

Selama ongkos politik, ongkos jadi PNS dan ongkos jadi aparat di negeri ini masih melibatkan angka sultan..

Selama itu pula korupsi dan kebocoran anggaran di negeri ini ga akan pernah habis.. emoticon-Big Grin


goblok lu, hujan juga fakta, ga mungkin ga hujan lagi, semua orang juga tahu..
emoticon-Wakaka

sekarang elu ngaku sendiri kalo itu asumsi, setelah panjang lebar elu nyangkal.. bego...
emoticon-Wakaka

tambah bego lagi, elu sendiri yang ngomong kalo kebocoran emang ada dan belum semua terjamah.. hanya ramalan semata tanpa data dan bukti konkret artinya..
emoticon-Wakaka

Ibarat elu berak, terus elu makan lagi itu tahik luh... wakakakaka
Satu kata yang merepresentasi elu : GOBLOK!
emoticon-Wakaka

karir gagal, bisnis gagal, keluarga gagal, mau pimpin negara...
emoticon-Leh Uga
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 09:25
Oh..Semua berawal dari asumsi emoticon-Traveller
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 09:53
Quote:Original Posted By kbeniadip
goblok lu, hujan juga fakta, ga mungkin ga hujan lagi, semua orang juga tahu..
emoticon-Wakaka

sekarang elu ngaku sendiri kalo itu asumsi, setelah panjang lebar elu nyangkal.. bego...
emoticon-Wakaka

tambah bego lagi, elu sendiri yang ngomong kalo kebocoran emang ada dan belum semua terjamah.. hanya ramalan semata tanpa data dan bukti konkret artinya..
emoticon-Wakaka

Ibarat elu berak, terus elu makan lagi itu tahik luh... wakakakaka
Satu kata yang merepresentasi elu : GOBLOK!
emoticon-Wakaka

karir gagal, bisnis gagal, keluarga gagal, mau pimpin negara...
emoticon-Leh Uga


Ngomong apa sih nih anak? Udah makan belom lu? Makan dulu gih sono..

Lu kalo laper goblok..
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 09:56
Quote:Original Posted By filusufkacang


Ngomong apa sih nih anak? Udah makan belom lu? Makan dulu gih sono..

Lu kalo laper goblok..


udah kalah ngomong gegara kegoblokannya sendiri, sekarang ngalihin topik..
emoticon-Wakaka

ibarat elu makan boker elu sendiri, plus boker junjungan elu..
emoticon-Wakaka
0 0
0
Jika Bocor Rp500 Triliun, Mengapa Gerindra Tiap Tahun Turut Sahkan APBN?
09-02-2019 09:58
Bukanya smua proyek itu dpr tau ? Mulai dr spek dan harga nya ..
0 0
0
Halaman 2 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia