alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
4.56 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c52d7eda2d195478256a9d0/kisah-seorang-ibu-yang-menenggelamkan-kelima-anaknya
Lapor Hansip
31-01-2019 18:11
Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya
Past Hot Thread
Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya


Andrea Pia Kennedy lahir di Hallsville, Texas, pada tanggal 2 Juli 1964. Dia merupakan anak terakhir dari lima bersaudara. Ibunya bernama Jutta Karin Koehler yang merupakan seorang imigran Jerman, dan ayahnya bernama Andrew Emmet Kennedy.



Ketika remaja, Andrea menderita bulimia. Dia juga menderita depresi, yang bahkan ketika umurnya 17 tahun, dia pernah mengatakan pada temannya tentang melakukan bunuh diri.

Pada tahun 1982, Andrea lulus sekolah dan melanjutkan program pra-keperawatan selama dua tahun di University of Houston dan lulus kuliah dari University of Texas School of Nursing. Kemudian sejak tahun 1986 hingga 1994, dia bekerja sebagai perawat di University of Texas M.D. Anderson Cancer Center. 

Russel Yates


Andrea sempat bertemu dengan Russel Yates yang merupakan adik kelasnya, pada musim panas tahun 1989 di Sunscape Apartments di Houston. Mereka kemudian menikah pada tanggal 17 April 1993. Anak pertama mereka, Noah Jacob, lahir pada tanggal 26 February 1994, sesaat sebelum Russel mendapatkan pekerjaan di Florida dan mengharuskan mereka pindah ke sebuah trailer kecil di daerah Seminole. Kemudian anak kedua mereka, John Samuel, lahir pada tanggal 15 Desember 1995.

Ketika anak ketiga mereka yang bernama Paul Abraham yang lahir pada tanggal 13 September 1997, mereka kembali ke Houston dan membeli sebuah GMC Motor Home. Setelah anak keempat mereka yang bernama Luke David lahir pada tanggal 15 February 1999, Andrea mengalami depresi.

Bahkan pada tanggal 6 Juni 1999, Russel pernah menemukan Andrea sedang dalam keadaan menggigil dan menggigit jari-jarinya. Keesokan harinya dia berusaha untuk melakukan bunuh diri dengan menenggak banyak pil. Andrea kemudian dilarikan ke rumah sakit dan diberi antidepressants.



Tidak lama setelah keluar dari rumah sakit, Andrea meminta Russel untuk membiarkannya mati setelah dia memegang sebuah pisau dan meletakkannya dilehernya sendiri. Andrea kembali dilarikan ke rumah sakit dan menerima pengobatan berjenis Haldol, yang merupakan obat anti-psychotic, yang mampu membuat keadaannya semakin baik.

Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya




Pada bulan Juli 1999, Andrea menderita nervous breakdown yang membuatnya melakukan dua kali percobaan bunuh diri dan dua kali mendapatkan perawatan psikiatrik. Dan kemudian, dia didiagnosa menderita postpartum psychosis yang merupakan sebuah keadaan darurat psikiatris yang jarang terjadi, dimana gejala-gejala dari suasana hati yang tinggi dan pikiran yang berpacu, depresi, kebingungan parah, kehilangan penghambatan, paranoia, halusinasi dan delusi muncul, mulai secara tiba-tiba dalam dua minggu pertama setelah melahirkan.

Seorang psikiater yang menangani Andrea menyarankan agar Andrea tidak memiliki anak lagi agar depresi yang sama tidak terjadi. Namun, pada tanggal 30 November 2000, Andrea melahirkan anak kelimanya yang diberi nama Mary Deborah.

Mary Deborah


Keadaan Andrea masih baik-baik saja hingga setelah ayahnya meninggal pada tanggal 12 Maret 2001. Sejak saat itu, Andrea berhenti menjalani pengobatan, berusaha untuk melakukan mutilasi terhadap dirinya, bahkan dia juga berhenti menyusui Mary. Ketidakmampuannya untuk melakukan aktivitas membuatnya kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

Bahkan, pada tanggal 3 Mei 2001, Andrea sempat berada dalam kondisi catatonic dimana pada siang hari dia mengisi bathtub dengan air dan berencana untuk menenggelamkan anak-anaknya. Namun dia sendiri berhasil mengurungkan niatnya.

Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya


Psikiater kedua yang menangani Andrea, sempat menginstruksikan agar Andrea tidak ditinggalkan sendirian bersama dengan anak-anaknya. Namun pada tanggal 20 Juni 2001, Russel harus pergi bekerja dan menyuruh Ibunya untuk mengawasi Andrea datang.

Sayangnya, dalam waktu satu jam sebelum Ibu Russel datang, Andrea sudah menenggelamkan kelima anaknya didalam bathtub kamar mandi yang sebelumnya sudah dipenuhi dengan air.

Pada awalnya Andrea menenggelamkan John, Paul, dan Luke, dan kemudian membaringkan ketiganya diranjamg. Selanjutnya Andrea menenggelamkan Mary dan membiarkannya mengapung di bathtub. Kemudian Noah masuk ke kamar mandi untuk menanyakan apa yang terjadi dengan Mary. Noah berusaha untuk melarikan diri namun Andrea menangkapnya, menenggelamkannya dan membiarkannya mengapung. Andrea lalu mengangkat tubuh Mary dan membaringkannya diatas lengan John, anak keduanya.

Setelah itu, Andrea kemudian menghubungi polisi dan mengatakan berkali-kali menyuruh mereka untuk datang walopun tanpa menyebutkan alasannya. Dia juga sempat menghubungi Russel dan menyuruhnya untuk pulang kerumah.



Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya


Dalam persidangan, Andrea mengakui bahwa dia memang menenggelamkan anak-anaknya. Dan sebelum persidangan kedua digelar, dia mengaku bahwa dia sengaja menunggu hingga Russel pergi bekerja sebelum mengisi bathtub dengan air. Karena dia tau, Russel akan mencegahnya menyakiti anak-anak.



Dari penyelidikan yang dilakukan juga diketahui bahwa anjing mereka sengaja dikunci didalam kandangnya, padahal setiap hari anjing mereka dibiarkan berkeliaran. Hal tersebut diduga dilakukan agar anjing mereka tidak mencampuri ketika Andrea membunuh anaknya satu-persatu.

Pada bulan Maret 2002, juri menolak insanity defenses dan menyatakan Andrea bersalah. Karena menurut hukum di Texas, seorang terdakwa diperbolehkan menerima insanity defenses jika dia bisa membuktikan bahwa dia tidak dapat membedakan mana yang benar dan yang salah pada saat dia melakukan kejahatan. Dan walopun pihak penuntut menuntut hukuman mati, namun juri menolak tuntutan tersebut dan pengadilan memutuskan penjara seumur hidup bagi Andrea, serta layak mendapatkan pembebasan bersyarat dalam kurun waktu 40 tahun.

Namun pada tanggal 6 Januari 2005, pengadilan Texas mengubah keputusannya karena psikiater yang merupakan saksi dari pihak penuntut mengakui bahwa dia sudah memberikan pernyataan yang salah selama persidangan.

Oleh karena itu, persidangan kembali digelar dan menyatakan Andrea tidak bersalah dengan alasan tidak waras. Dan sebulan kemudian, Andrea dibebaskan dengan jaminan dengan syarat bahwa dia harus dimasukkan ke tempat yang memiliki fasilitas perawatan kesehatan mental.



Pada tanggal 26 Juli 2006, setelah selama tiga hari melakukan pertimbangan, pengadilan Texas menyatakan Andrea tidak bersalah dan dia dimasukkan ke North Texas State Hospital-Vernon Campus. Dan pada bulan Januari 2007, dia dipindahkan ke Kerrville State Hospital, sebuah fasilitas mental dengan penjagaan tingkat rendah yang berada di Texas.

Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya


Sekian, dan terimakasih.

*

*


sumber 1
sumber 2

Kisah Seorang Ibu Yang Menenggelamkan Kelima Anaknya


Baca juga :

Pengalaman Gw Selama 9 Tahun Sebagai Caregiver

Mendiang Nenek Gw yang Anti-Mainstream

3 Jenis Jajanan Wajib di Pasar Malam Taiwan Versi Gw

Mengunjungi Anping Old Fort dan Chihkan Tower di Kota Tainan, Taiwan

Beberapa Model Sepatu Yang Menurut Gw Wajib Untuk Dimiliki

Diubah oleh marywiguna13
12
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 10
Lapor Hansip
08-02-2019 10:17
Quote:Original Posted By zadoe80
Ane baca smpe habis. itu bneran ngeri akibat over depresi dan gangguan mental


Over depresi ditambah baby blues akut

Quote:Original Posted By KRAVZHENKO
ngeri juga kelakuan para psychopat emoticon-Takut


Iya, gan

Quote:Original Posted By nowbitool
Wah sering migrain, jaga diri aja sis, punya tetangga sering migrain lama lama Naik jadi vertigo


Iya nih, makanya ga berani panas-panasan. Kalo kepaksa keluar rumah ya pake payung emoticon-Big Grin

Amit-amit deh jangan sampe kena vertigo emoticon-Nohope

Migren aja kalo lagi parah, kadang minum obat bisa 3-4 jam sekali.
0
Lapor Hansip
08-02-2019 10:18
kasihan sih anak2nya ditenggelamin gitu emoticon-Mewek
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 10:19
Quote:Original Posted By Gimi96
kasihan sih anak2nya ditenggelamin gitu emoticon-Mewek


Iya nih, gim emoticon-Nohope
0
Lapor Hansip
08-02-2019 10:30
Pernah ngikutin nih artikel nya (lupa dimana)... Jangan sepelekan kesehatan mental yah.
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 10:30
Balasan post marywiguna13
Pendidikan & karir sis emoticon-Frown

btw makasih cendolnya emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh hinahinata
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 10:32
Quote:Original Posted By hinahinata
Pendidikan & karir sis emoticon-Frown


Pasti sist perfeksionis ya? emoticon-Malu

Oke, sama-sama
Diubah oleh marywiguna13
0
Lapor Hansip
08-02-2019 11:02
Quote:Original Posted By silentreadrclub
lah busyet anak2 nya cakep2 gitu.
Subhanallah..
apakah kena baby blue syndrom? stress pasca melahirkan. trauma akan sesuatu kh? atau emg psikopat?


Kayaknya dr remaja udh depresi gan, bisa jd ditambah baby blues juga
0
Lapor Hansip
08-02-2019 11:04
Endingnya kurang greget. Coba aja kalau pelaku di hukum mati.emoticon-Mad
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:05
mirip pilm leonardo capuchino yg shutter island
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:05
Kalok keseringan mendem perasaan kesel bisa jd depresi ga?
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:09
wah ada juga yang kisah mahabarata versi modren
0
Lapor Hansip
08-02-2019 11:10
Quote:Original Posted By Reinhartism
Endingnya kurang greget. Coba aja kalau pelaku di hukum mati.emoticon-Mad


Awalnya memang mau dihukum mati, tapi karena psikiater yang dijadikan saksi mengaku kalo dia sudah memberikan keterangan palsu. Jadinya cukup dikirim ke fasilitas mental

Quote:Original Posted By asyahnur
Kalok keseringan mendem perasaan kesel bisa jd depresi ga?


Sepertinya bisa, gan
0
Lapor Hansip
08-02-2019 11:29
Wanita biada* dan parah. Kalo depresi gini harus rehabilitasi dari dulu.
Daripada depresi berkepanjangan gini.
Waduh waduh.
Banyak micin nih si ibu ini
😅😂🤣

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:29
psikopat neh orang, ngeri kalau dikasih hidup secara bebas mutlak emoticon-Frown
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:43
Di indo pernah ad kasus serupa,...padahal sang Ibu berpendidikan tinggi. Gak habis pikir ane....
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:51
lakinya doyan ngemprut didalem emoticon-Leh Uga
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 11:55
kshan itu ank anknya
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 12:07
Quote:Original Posted By solehikhsanudin
psikopat neh orang, ngeri kalau dikasih hidup secara bebas mutlak emoticon-Frown


Iya, gan

Quote:Original Posted By baban77
Di indo pernah ad kasus serupa,...padahal sang Ibu berpendidikan tinggi. Gak habis pikir ane....


Yang ibunya lulusan ITB ya?
0
Lapor Hansip
08-02-2019 12:10
Ane sering mondar mandir ke DP .. paling gak tega kalo liat ada anak kecil di sakiti
1
profile picture
Lapor Hansip
08-02-2019 12:11
Quote:Original Posted By kerakpantji
Ane sering mondar mandir ke DP .. paling gak tega kalo liat ada anak kecil di sakiti


Ya sama lah, gan
0
Halaman 7 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.