alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c567c5faf7e931174036bd1/pemuda-ini-tuntut-ayah-dan-ibu-ke-pengadilan-karena-melahirkannya
Lapor Hansip
03-02-2019 12:30
Pemuda Ini Tuntut Ayah dan Ibu ke Pengadilan karena Melahirkannya
Past Hot Thread
Kita tidak bisa menyalahkan takdir kenapa kita dilahirkan didunia ini, tapi tidak bisa kita menuntut orang tua kita ke pengadilan karena telah melahirkan kita.

Seperti yang terjadi di India ini Raphael Samuel, pemuda berusia 27 tahun di Mumbai, India, telah berketapan hati untuk menyeret kedua orangtuanya ke pengadilan karena hal yang dianggapnya menyalahi aturan: melahirkan dirinya tanpa persetujuannya.
Pemuda Ini Tuntut Ayah dan Ibu ke Pengadilan karena Melahirkannya


Quote:"Saya mencintai ibu dan ayah. Kami juga memunyai hubungan yang hebat. Tapi, mereka memiliki saya untuk kegembiraan dan kesenangannya saja. Sementara saya, sebenarnya tak mau dilahirkan di dunia,” tutur Samuel kepada The Print, Kamis (31/1/2019).


Ia menuturkan, memunyai tujuan yang baik saat memutuskan menuntut kedua orangtuanya ke pengadilan karena telah melahirkan dirinya.


Quote:“Saya ingin memberi tahu ke semua anak-anak di India, bahwa mereka tak berutang apa pun kepada orang tua. Kita lahir di dunia bukan atas persetujuan diri sendiri, tapi untuk kesenangan orang tua belaka.”


Samuel menuturkan, hidupnya terbilang luar biasa. Namun, ia tak memahami kenapa dia di dunia harus menjalani kehidupan penuh pergolakan di sekolah, atau bersusah payah membangun karier.


Quote:“Padahal saya tak meminta semua itu saat dilahirkan oleh ibu. Artinya, ini adalah kesalahan,” tudingnya.


Anti-Natalisme

Samuel dan teman-temannya yang membentuk suku Anak Bebas, menamakan keyakinan mereka sebagai Anti-Natalisme.
Keyakinan itu terdengar  dramatis. Anti-natalis seperti Samuel, tidak memiliki disposisi negatif terhadap anak-anak atau kehidupan.

Tapi, mereka hanya memercayai bahwa bila seorang anak belum setuju untuk dilahirkan—dan dengan demikian menjadi subyek kesulitan hidup—maka seseorang (orangtua) tidak memiliki hak untuk melahirkannya.


Quote:"Orang-orang India lainnya harus tahu, bahwa tidak memiliki anak adalah pilihan. Sementara anak-anak yang sudah dilahirkan berhak menuntut orangtua sebuah jawaban pertanyaan mengapa kalian melahirkanku,” kata Samuel.


Gerakan Sukarela Kepunahan Manusia

Samuel adalah bagian dari suku pendukung Anak Bebas, yang tengah berkembang pesat di India. Terkadang, mereka menyebut kelompoknya sebagai Gerakan Sukarela Kepunahan Manusia atau Efilis—prinsip bahwa anak-anak tak boleh dibawa ke dunia.

Kelompok ini di India bercita-cita bisa membuat struktur hingga ke tingkat nasional. Oleh para kritikus, mereka disebut sebagai gerakan ‘setop membuat bayi’.

Aktivis beken kelompok ini adalah Pratima Naik, seorang lulusan teknik yang berbasis di Bengaluru. Seperti Samuel, Naik masih muda, 28 tahun, dan berkomitmen untuk tidak pernah memiliki anak.


Quote:"Ini adalah gerakan yang sepenuhnya sukarela, tanpa kekerasan," kata Naik. "Kami tidak ingin memaksakan kepercayaan kami kepada siapa pun, tetapi lebih banyak orang perlu mempertimbangkan mengapa memiliki anak di dunia saat ini tidak benar."


Naik mengatakan, ada banyak alasan untuk bergabung untuk tidak menyerah pada tekanan masyarakat untuk bereproduksi.


Quote:“Dengan banyaknya bayi yang dilahirkan, Bumi semakin tegang. Hampir tak ada jaminan anak-anak dilahirkan sudah langsung bahagia. Contohnya saja, ada banyak anak yang membutuhkan diadopsi. Seharusnya, anak-anak yang tak memunyai orangtua ini dibahagiakan lebih dulu, bukan melahirkan bayi-bayi baru.”


Ia menjelaskan, kaum muda di perkotaan India kekinian sebenarnya telah banyak yang memutuskan untuk tak menikah atau tidak memiliki anak. Namun, setiap kaum muda yang memilih seperti itu selalu distigma oleh masyarakat karena masih kuatnya budaya feodal.

sumber


16
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 10
Lapor Hansip
06-02-2019 15:41
elu mau jadi jomblo seumur hidup sih pilihan elu
tapi nuntut orang tua karena ngelahirin elu? itu goblok sangat, kalau bisa milih, juga ortu milih nglahirin anak yang tamvan, baik hati, rajin menabung dan gak nuntut orangtuanya dengan alesan ga jelas kek di sekolah / cari kerja susah
(bisa dibilang ortunya salah ngedidik juga sih kalau anaknya jadi manja tolol sotoy kek gini)
2
Lapor Hansip
06-02-2019 15:41
nanti dia pas tua baru nyesal tuh, kalau ga ada anak yg ngerawat
1
Lapor Hansip
06-02-2019 15:42
dan disini saya bingung
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:42
anjir ank mcm ap itu wkwk
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:44
bukannya banggain orang tuanya malah bikin malu emoticon-Mad
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:45
Dablek nih anal satuemoticon-Leh Uga
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:47
Populasi India saat ini 1,2 Miliar jiwa... sangat padat
dibawah China 1,3.

India negara berkembang
warganya mayoritas kimpoi dan beranak mulu
tanpa mikir biaya kedepannya kya apa.
lihat aja di youtube... jalanan india padat bener...
gk heran paham gini bisa muncul..
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:51
emoticon-Cape d... dunia dah gila
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:52
mungkin ini yang dinamakan kebanyakan imajinasi hingga tolol yang didapat emoticon-Sundul
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:53
Quote:Original Posted By dvlsilver
maksud saya, yang paragraf awal,
dia mau nyeret ortunya karena lahirin dia keadaan yang kuran


Emang bener sih "gerakan aneh banya dibuat oleh mereka yang sakit hati"
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:53
Yak benar sekali gan. memang salah ayah bunda agan melahirkan agan. sebab seharusnya agan dilahirkan katak sehingga menjadi cebong supaya bisa bertarung dengan kampr*t emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By gta007
Kita tidak bisa menyalahkan takdir kenapa kita dilahirkan didunia ini, tapi tidak bisa kita menuntut orang tua kita ke pengadilan karena telah melahirkan kita.

Seperti yang terjadi di India ini Raphael Samuel, pemuda berusia 27 tahun di Mumbai, India, telah berketapan hati untuk menyeret kedua orangtuanya ke pengadilan karena hal yang dianggapnya menyalahi aturan: melahirkan dirinya tanpa persetujuannya.
Pemuda Ini Tuntut Ayah dan Ibu ke Pengadilan karena Melahirkannya


Ia menuturkan, memunyai tujuan yang baik saat memutuskan menuntut kedua orangtuanya ke pengadilan karena telah melahirkan dirinya.




Samuel menuturkan, hidupnya terbilang luar biasa. Namun, ia tak memahami kenapa dia di dunia harus menjalani kehidupan penuh pergolakan di sekolah, atau bersusah payah membangun karier.




Anti-Natalisme

Samuel dan teman-temannya yang membentuk suku Anak Bebas, menamakan keyakinan mereka sebagai Anti-Natalisme.
Keyakinan itu terdengar  dramatis. Anti-natalis seperti Samuel, tidak memiliki disposisi negatif terhadap anak-anak atau kehidupan.

Tapi, mereka hanya memercayai bahwa bila seorang anak belum setuju untuk dilahirkan—dan dengan demikian menjadi subyek kesulitan hidup—maka seseorang (orangtua) tidak memiliki hak untuk melahirkannya.




Gerakan Sukarela Kepunahan Manusia

Samuel adalah bagian dari suku pendukung Anak Bebas, yang tengah berkembang pesat di India. Terkadang, mereka menyebut kelompoknya sebagai Gerakan Sukarela Kepunahan Manusia atau Efilis—prinsip bahwa anak-anak tak boleh dibawa ke dunia.

Kelompok ini di India bercita-cita bisa membuat struktur hingga ke tingkat nasional. Oleh para kritikus, mereka disebut sebagai gerakan ‘setop membuat bayi’.

Aktivis beken kelompok ini adalah Pratima Naik, seorang lulusan teknik yang berbasis di Bengaluru. Seperti Samuel, Naik masih muda, 28 tahun, dan berkomitmen untuk tidak pernah memiliki anak.




Naik mengatakan, ada banyak alasan untuk bergabung untuk tidak menyerah pada tekanan masyarakat untuk bereproduksi.




Ia menjelaskan, kaum muda di perkotaan India kekinian sebenarnya telah banyak yang memutuskan untuk tak menikah atau tidak memiliki anak. Namun, setiap kaum muda yang memilih seperti itu selalu distigma oleh masyarakat karena masih kuatnya budaya feodal.

sumber




1
Lapor Hansip
06-02-2019 15:57
setuju sih, di india udah kebanyakan manusia,
0
Lapor Hansip
06-02-2019 15:57
Makin banyak aja orang tolol....
Heran gw
1
Lapor Hansip
06-02-2019 15:57
hmmm, cukup dalem
walo aneh2
setidaknya masih bisa diterima
daripada di sini bisa dituntut kalo nikah beda agama
dituntut karena menistakan agama LOL
1
Lapor Hansip
06-02-2019 15:57
lhaaa??
bocah ngapa yakk?
kebanyakan nelen sendok??
emoticon-Hammer2
0
Lapor Hansip
06-02-2019 16:01
Gw gak membenarkan
Cuma kenyataannya populasi india gila gilaan, harusnya orang tua ngelahirin udah harus bisa menjamin kesejahteraan anaknya
Bukan cuma ngelahirin doank terus anaknya gak terjamin mulai pendidikan dsb
0
Lapor Hansip
06-02-2019 16:04
Halahhh bullshit, anti reproduksi tapi ngeue tetep jalan
0
Lapor Hansip
06-02-2019 16:08
banyak-banyakin bersyukur breemoticon-Cool
0
Lapor Hansip
06-02-2019 16:09
Lah yang menghendaki elu lair siapa? Gamau lair yaudah balik aja ke rahim.
0
Lapor Hansip
06-02-2019 16:11
Anak kagak tau diuntung, ngak besyukur
1
Halaman 6 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.