alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.6 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3fd6f24601cf7ed95093a0/cara-pki-jualan-isu-kemiskinan-dan-sentimen-anti-asing
Lapor Hansip
17-01-2019 08:14
Cara PKI Jualan Isu Kemiskinan dan Sentimen Anti-Asing
Past Hot Thread
tirto.id - Di luar citra buruk yang dibangun sepanjang era Orde Baru, PKI tergolong partai sukses sebelum diberangus pada 1965. Kejayaan PKI terjadi sejak Pemilu 1955. Ketika itu PKI menempati urutan keempat dalam pemilu dan sukses menempatkan 39 wakil di kursi DPR dan 80 wakil di Konstituante.

Mengapa banyak yang memilih PKI di tahun 1955?

Salah satu kunci pentingnya adalah kampanye PKI soal isu kemiskinan. Meski PKI dibenci setengah hidup oleh kelompok-kelompok politik mayoritas di Indonesia, tapi jurus jualan kemiskinannya diamalkan dengan baik. Tak hanya kemiskinan di kota, tapi juga kemiskinan di desa. Di kota ada buruh, di desa ada tani. Karena kemiskinan mereka, dua golongan itu potensial jadi pemilih PKI dalam pemilu. PKI sendiri punya lambang palu dan arit. Palu merepresentasikan buruh, arit mewakili petani.

Menurut Jafar Suryomenggolo dalam Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950an (2015), dengan mengutip Everett Hawkins di artikel "Labour in Developing Economics" (1962), kaum buruh adalah golongan miskin di Jakarta. Upah mereka sangat rendah.

Sementara itu pada 1953 terjadi kenaikan harga bahan pokok. Tak heran jika pada era 1950-an Tunjangan Hari Raya (THR) sudah mulai diperjuangkan kaum buruh.

Jualan Isu Kemiskinan
Soal desa, Hasim Adnan dalam tulisannya, "Membungkam Deru Bising Drumband di Bumi Parahiyangan" yang dimuat dalam buku Sisi Senyap Politik Bising (2007) menyebut, “[...] biasanya PKI hanya akan berkembang di kawasan pedesaan yang mengalami kemiskinan endemik” (hlm. 44).

Subang dan Indramayu, misalnya, adalah daerah miskin yang diincar PKI. Tapi tentu saja PKI tak cuma mengincar daerah miskin di Jawa Barat.

“Kaum tani Indonesia yang merupakan 70 % daripada penduduk masih tetap berada dalam kedudukan budak, hidup melarat dan terbelakang di bawah tindasan tuan tanah dan lintah darat,” kata Ahmad alias Dipa Nusantara Aidit, Ketua CC PKI, dalam pidatonya yang berjudul Jalan ke Demokrasi Rakyat bagi Indonesia.

“Kewajiban kaum Komunis yang pertama-tama ialah menarik kaum tani ke dalam front persatuan nasional,” tambah Aidit.

Lebih lanjut Aidit menjelaskan bahwa kaum komunis harus mengikis sumber-sumber penderitaan petani. “Kewajiban yang terdekat daripada kaum Komunis Indonesia ialah melenyapkan sisa-sisa feodalisme, mengembangkan revolusi agraria antifeodal, menyita tanah tuan tanah dan memberikan dengan cuma-cuma tanah tuan tanah kepada kaum tani, terutama kepada kaum tani tak bertanah dan tani miskin, sebagai milik perseorangan mereka,” katanya pula.

Dari sini terlihat PKI hendak melakukan bagi-bagi tanah kepada para petani di desa-desa. Harap diingat, tidak semua petani punya sawah. Banyak juga yang jadi petani penggarap bagi lahan-lahan petani kaya atau tuan tanah. Sudah pasti kemiskinan semacam ini adalah lahan basah pagi PKI. “Langkah pertama dalam pekerjaan di kalangan kaum tani ialah membantu perjuangan mereka untuk kebutuhan sehari-hari, untuk mendapatkan tuntutan bagian kaum tani,” seru Aidit.

Seperti dicatat Satriono Priyo Utomo dalam Aidit, Marxisme-Leninisme, dan Revolusi Indonesia (2016: 119), ada jargon “Tanah untuk kaum tani” dari Barisan Tani Indonesia (BTI) dalam Kongres Nasional V 1954. Semua tahu BTI terkait dengan PKI.

Aidit tak lupa memberi patokan. Menurutnya, selama belum banyak kaum tani (terutama yang miskin dan tak bertanah) masuk ke partai dan jadi kader partai, maka itu artinya PKI belum bekerja sungguh-sungguh.

Tak hanya di tahun 1955, pada 1965 PKI juga konsisten dengan isu kemiskinan meski tidak ada rencana pemilu di periode itu. Mereka gemar mengulang program partai yang dirumuskan pada 1955.

“Semua tanah yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah asing maupun tuan-tuan tanah Indonesia harus disita tanpa penggantian kerugian. Kepada kaum tani, pertama-tama kepada kaum tani tak bertanah dan kaum tani miskin, diberikan dan dibagikan tanah dengan cuma-cuma,” demikian salah satu program PKI pada 1965.

Tentu saja tak semua orang setuju dengan ide PKI yang tak pernah terwujud ini. Tapi gagasan merangkul orang susah masih diterapkan hingga kini.

Kampanye Anti-Asing
PKI, lewat mulut Aidit dalam pidato Jalan ke Demokrasi Rakyat bagi Indonesia, menyebut: “Salah satu bentuk pertentangan dan permusuhan antara negara-negara imperialis ialah perang imperialis yang membawa kemiskinan, kesengsaraan, dan kematian berjuta-juta manusia.”

Negara imperalis era 1950-an yang dianggap mengganggu bagi PKI adalah Amerika Serikat. Menurut PKI, seperti ditulis Aidit dalam Revolusi, Angkatan Bersenjata & Partai Komunis (PKI dan AURI) II, modal asing (dari Amerika) yang masuk ke Indonesia pada 1952 ditaksir mencapai 350 juta dolar.

PKI sendiri alergi pada perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia seperti Shell, Stanvac dan Caltex. Bagi PKI, itu adalah bentuk neokolonialisme Amerika di bidang ekonomi. PKI rupanya juga ingin terlihat anti-asing di masa itu. Semangat anti-asing dan menuduh pihak asing sebagai salah satu biang kerok masalah ekonomi masih terpelihara dan masih lumayan untuk jadi isu politik hingga kini.

Seperti umumnya partai jelang pemilu, PKI juga memberi janji-janji manis. Ideologi bukan jaminan utama kemenangan dalam pemilu. Lewat koran andalannya, Harian Rakjat (28 September 1955), sehari sebelum pemilu DPR pada 29 September 1955, PKI melempar banyak janji. Tak tanggung-tanggung, PKI memaparkan 19 janji.

Janji yang banyak itu ditujukan tak hanya ditujukan kepada kaum buruh dan tani, tapi juga nelayan, pengusaha kecil, kaum perempuan, seniman, bahkan kelompok agama. Hal terakhir terasa janggal bagi orang-orang Orde Baru, karena PKI sudah terlanjur diberi citra anti-agama.

“Bagi kaum agama, memilih PKI berarti djaminan kebebasan beragama,” demikian janji PKI nomor 10 di Harian Rakjat.


Cara PKI Jualan Isu Kemiskinan dan Sentimen Anti-Asing



Janji yang paling krusial tentu janji soal kesejahteraan ekonomi. Seperti janji nomor 3: “Bagi kaum tani, memilih PKI berarti turunnja sewa tanah tuan-tanah, perbaikan upah buruh-tani, pentjegahan perampasan tanah kaum tani, hapusnja pologoro dan hapusnja rodi.”

Sementara bagi kaum nelayan, dalam janji No. 12 disebutkan, “memilih PKI berarti perlindungan terhadap saingan modal monopoli.”

Tak hanya kepada kaum-kaum tadi yang hingga kini masih sengsara hidupnya, para abdi negara pun tak luput diberi janji. “Bagi para pradjurit, polisi dan pegawai negeri lainnja, memilih PKI berarti djaminan hak-haknja dan perbaikan gadji,” begitu bunyi janji nomor 4.

Jurus berjanji ala PKI macam ini masih diterapkan hingga sekarang. Siapa yang tak suka gajinya diperbaiki agar besar, apalagi kalau ditambah tunjangan-tunjangan? Bukan tidak mungkin banyak PNS yang akan memilih PKI jika macam ini janjinya.


https://tirto.id/cara-pki-jualan-isu...nti-asing-dev6
11
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 8
Lapor Hansip
27-01-2019 00:15
janji PKI di 1955 :
- kebebasan demokratis yang seluas-luasnya > omong kosong, pemerintahan komunisme itu dijalankan secara diktator atau otoriter, demokrasi sebebas-bebasnya sepertinya hanya mimpi.

- kebebasan beragama > impossible, komunisme menganut faham atheis.

jelas PKI dari awal sangat berbahaya, sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila.
5
Lapor Hansip
27-01-2019 00:18
Quote:Original Posted By bonboncabe
setuju, idelogi ndak ada yg salah. yang salah itu sifat manusia yg gapernah puas.
sukarna emang condong ke kiri karna dia banyak kepengaruh sama pola pikir tan malaka.
tapi itu yg poster janji politik pki emang ideal bgt sih klo bener bener dilakuin.

oiya ane mau nanya ama om ts, itu kan ada tentang pengambilan paksa lahan tpi ko benturan sama yg "mengurangi harga sewa lahan", jdi yang bener pengambilan paksa ato mengurangi harga sewa lahan nihhh


Ga benturan ko setau ane kan klo negara komunis rakyatnya itu ga boleh punya aset privat semua punya negara.

Tp bukan brti jd ga punya apa2 lahan itu ttp bsa dkelola tp krna bukan punya pribadi lg makanya dikenain biaya sewa selain bagi hasil dr lahan.

Kan klo lahannya punya pribadi y g perlu biaya sewa

"infografis satire"
Diubah oleh caesarckool
0
Lapor Hansip
27-01-2019 00:19
haha macam yang pesimis tuh, jualan isu2 gituan
0
Lapor Hansip
27-01-2019 00:26
Quote:Original Posted By arbib
Baru ane mau bilang begitu emoticon-Leh Uga


Kurang bersyukur aja, atau ga tau dibutakan kekuasaan
1
Lapor Hansip
27-01-2019 00:29
Quote:Original Posted By malibuuuu
Apa dia gatau ya kalo koruptor rata2 bukan orang yg kurang gaji, jdi bukan faktor gaji kecil
Emang tamak anjeng emoticon-Ngakak


Temen2 ane banyak yg guru honorer ga ada yang korupsi noh walaupun gaji kecil emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

Cuma karena nafsu dan tamak aja makanya korupsi
0
Lapor Hansip
27-01-2019 00:30
Quote:Original Posted By malibuuuu
Jurus berjanji ala PKI macam ini masih diterapkan hingga sekarang. Siapa yang tak suka gajinya diperbaiki agar besar, apalagi kalau ditambah tunjangan-tunjangan? Bukan tidak mungkin banyak PNS yang akan memilih PKI jika macam ini janjinya

Mirip program yg onoh emoticon-Malu


Quote:Original Posted By fajraadha
kok sama sama yang ono


Quote:Original Posted By anti.kritik.212
oposisi = PKI ??????














jangan baper emang begitu kenyataannya, siapapun yang di pihak oposisi kelakuannya jadi ikut PKI


Quote:Original Posted By ventisca
Bagaimana pendapat agan mengenai iklan ini? emoticon-Bingung


Quote:Original Posted By xaczhen
lho....lho...lhoo...???!!
kok mirip sama programnya si giant dan suneo?
isinya cuma bualan dan buaian...
membual bisa bikin sejahtera rakyat indonesia...
membuai bakal naekin gaji pejabat emoticon-Wakaka

rakyat??? ga penting lah yaa, dianggep juga kaga emoticon-Cape d...
lha itu buktinya, para pendukungnya yang udah bela2in bikinin hoax, di tendang tuh
emoticon-Ngakak kaga dianggep sama sekali


Dulu pihak wiwi pas jadi oposisi jualannya juga gitu. Sekarang wowo jadi oposisi dipake juga.

Kesimpulannya antara politikus kita ga kreatif atau rakyatnya yang ga tambah pinter. Bisa aja di bualin pake isu yg sama berulang2.
3
Lapor Hansip
27-01-2019 00:33
Quote:Original Posted By datalk
Dulu pihak wiwi pas jadi oposisi jualannya juga gitu. Sekarang wowo jadi oposisi dipake juga.

Kesimpulannya antara politikus kita ga kreatif atau rakyatnya yang ga tambah pinter. Bisa aja di bualin pake isu yg sama berulang2.


Tapi masih bisa di bandingkan program yang logis serta reasoningnya yg mana.
Program boleh sama, tapi penerapan lapangan pasti jauh beda. Resultpun juga pasti beda, reasonnya apalagi.

So yg lebih logis wiwi or wowo? emoticon-Angkat Beer
2
Lapor Hansip
27-01-2019 00:36
Pak Karni Ilyas
0
Lapor Hansip
27-01-2019 00:36
Quote:Original Posted By malibuuuu
Tapi masih bisa di bandingkan program yang logis serta reasoningnya yg mana.
Program boleh sama, tapi penerapan lapangan pasti jauh beda. Resultpun juga pasti beda, reasonnya apalagi.

So yg lebih logis wiwi or wowo? emoticon-Angkat Beer


Bagi pendukung masing2 program idolanya pasti logis. Begitu juga sebaliknya emoticon-Ngakak
3
Lapor Hansip
27-01-2019 00:41
Quote:Original Posted By datalk

Dulu pihak wiwi pas jadi oposisi jualannya juga gitu. Sekarang wowo jadi oposisi dipake juga.

Kesimpulannya antara politikus kita ga kreatif atau rakyatnya yang ga tambah pinter. Bisa aja di bualin pake isu yg sama berulang2.

We all are left with no choice. emoticon-Smilie
3
Lapor Hansip
27-01-2019 00:45
Quote:Original Posted By ridays69
semua ideologi pada awalnya diciptakan dengan harapan naif membuat perubahan yang lebih baik. namun pada pada prakteknya tidak sesuai dengan tujuan awal karena mungkin mereka lupa, terlalu naif, enggan sadar sifat dasar manusia itu sendiri. komunisme jadi berorentasi diktator, demokrasi kebebasan jadi kebablasan. sama seperti bapak sukarno yang terlalu naif tentang cara berpolitiknya. walu begitu figur pemimpin saat ini belum ada yang menandinginnya

Gue setuju seringnya sama agan manusia menggunakan alasan ideologi untuk mencapai keuntungan pribadi atau kelompoknya. Tapi maksud agan sukarno naif dalam berpolitik apa ya?

-1
Lapor Hansip
27-01-2019 00:53
Quote:Original Posted By datalk
Bagi pendukung masing2 program idolanya pasti logis. Begitu juga sebaliknya emoticon-Ngakak


Iya itu namanya maksain emoticon-Ngakak
0
Lapor Hansip
27-01-2019 00:54
Balasan post dragonroar
Banyak yang ga tepat nih gan. Kesehatan jaman dulu parah karena ilmu kedokteran dulu belom secanggih sekarang. Banyak ilmuwan ilmuwan yang dihukum karena bertentangan dengan agama. Masih bilang abad pertengahan lebih baik?
1
Lapor Hansip
27-01-2019 00:57
PKI kok diributin,udah mati .. yang namanya marxisme itu bisa lahir dalam bentuk ideologi lain...yang harus eksis berseberangan dengan neo kapitalis
0
Lapor Hansip
27-01-2019 01:00
Yang jelas tidak harus menjadi PKI untuk peduli pada kaum buruh, petani, PNS, dll. Menurut saya ada blur pengertian antara komunis, atheis, agnostik. Pada saat itu Soekarno dan para pendiri bangsa telah "melebur" semua aspek2 ideologi di RI menjadi Pancasila. Dan pancasila itu sudah final, itu sudah memgakomodir aspek2 Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Yang perlu digaris bawahi, di masa lalu PKI terkenal kejam di catatan sejarah, itu fakta.
2
Lapor Hansip
27-01-2019 01:13
Karena nafsu untuk berkuasa, biasanya menjadi penyebab orang buta hatinya dan perasaannya
0
Lapor Hansip
27-01-2019 01:16
Quote:Original Posted By fajraadha
Temen2 ane banyak yg guru honorer ga ada yang korupsi noh walaupun gaji kecil emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

Cuma karena nafsu dan tamak aja makanya korupsi


ataukah korupsi sudah menjadi lifestyle/gaya hidup para pejabat pemerintahan? jelas mereka gajinya lumayan, tunjangan juga banyak.. tapi apalagi sih selain harta yg mereka timbun? emoticon-Ngakak (S)

seperti perokok, kalo setelah makan tapi ga ngerokok itu rasanya ada yg kurang ajaa gitu emoticon-Malu (S)
2
Lapor Hansip
27-01-2019 01:25
kok mirip kampanye paslon no 2 ya? wah jangan"
0
Lapor Hansip
27-01-2019 01:30
komunis sekarang mah udah sempit gan definisinya,pokoknya kalau udah berlawanan pandangan politik namanya udah jadi auto komunis emoticon-Ngakak (S)
0
Lapor Hansip
27-01-2019 01:38
Quote:Original Posted By malibuuuu
Jurus berjanji ala PKI macam ini masih diterapkan hingga sekarang. Siapa yang tak suka gajinya diperbaiki agar besar, apalagi kalau ditambah tunjangan-tunjangan? Bukan tidak mungkin banyak PNS yang akan memilih PKI jika macam ini janjinya

Mirip program yg onoh emoticon-Malu


Udah di naekin gaji pns boy
Awal bln ini 2019
Bkn cmn janji
Gk sah yg bilang program yg onoh inih

Makan dlu nasi kotak ama bungkus nya biar jernih mikirnya
0
Halaman 3 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.