Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
952
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b331e83902cfe3a048b4567/mature---21-burung-kertas-merah-muda-2
Rendy Adrian Mahardika, seorang pekerja di bidang Teknologi dan Informasi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, sedang berusaha untuk membuka hatinya untuk perempuan lain. Sebuah kenangan pahit di masa lalu, membuat ia sulit untuk mencintai orang lain.  Hanya ada satu nama yang terpahat indah di hatinya. Namun kini, sosoknya sudah menjadi ketidak pastian yang selalu diharapkan. Ada beb
Lapor Hansip
27-06-2018 12:20

[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2

Past Hot Thread
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2



Quote:Rendy Adrian Mahardika, seorang pekerja di bidang Teknologi dan Informasi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, sedang berusaha untuk membuka hatinya untuk perempuan lain. Sebuah kenangan pahit di masa lalu, membuat ia sulit untuk mencintai orang lain.  Hanya ada satu nama yang terpahat indah di hatinya. Namun kini, sosoknya sudah menjadi ketidak pastian yang selalu diharapkan.

Ada beberapa perempuan yang mengaggumi dirinya yang ingin mencoba mengukir namanya tepat di hati Rendy. Namun, proses itu terbilang sangat sulit karena takdir berkata lain.

Seseorang yang namanya terpahat di hati Rendy kini muncul kembali ke kehidupannya yang mungkin kini ia sudah bersama orang lain.

Ini adalah sebuah kisah tentang perjuangan. Perjuangan cinta yang banyak menuai pertikaian pihak yang tersakiti. Mampukah Rendy melewati masalah tersebut? Apakah ada sosok perempuan yang dapat membuka hati yang baru untuk Rendy?

#Indonesia
#Mature
#Romance
#Office
#SliceOfLife


Cerita ini adalah kisah lanjutan dari Burung Kertas Merah Muda. Kalian boleh membaca dari awal atau memulai membaca dari kisah ini. Dengan catatan, kisah ini berkaitan dengan kisah pertama. Saya sangat merekomendasikan untuk membaca dari awal.


Silahkan klik link untuk menuju ke kisah pertama.


Terima kasih.



Perkenalan


Quote:

Dimohon untuk membaca cerita ini dari awal sesi, agar dapat memahami kisah lanjutannya karena alur ceritanya berkaitan dengan yang sudah berlalu. Untuk link-nya, ada di atas.

Terima Kasih.




Polling
143 Suara
Siapakah sosok perempuan yang akan menjadi pendamping setia Rendy? 
Diubah oleh chrishana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 34 lainnya memberi reputasi
31
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 41 dari 46
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
17-01-2019 18:34
menit2 akhir koq drama lg yah emoticon-Wakaka
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
17-01-2019 19:53
anna is one vanesa is tow dan vera is three(istri) baru ajib..
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
18-01-2019 11:23
Quote:Original Posted By harriezh
solusi terbaiknya :
nikahi anna..lalu nikahi vanessa..
Double untung kan?
emoticon-Jempol


Quote:Original Posted By ributwhy
anna is one vanesa is tow dan vera is three(istri) baru ajib..


Saran yg mantul bree,emoticon-Jempol

Buat gan TS tolong dikondisikan saran tersebut,,trimakasihemoticon-Cool
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
18-01-2019 12:22
Jalan 1-1nya ya poligami bre.
Anna dulu baru nessa...
2 0
2
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
18-01-2019 14:08

Chapter 57

“Anna, sejujurnya... Aku hanya ingin hidup bersamamu... Itu sudah cukup membuatku bahagia... Tak peduli kekuranganmu... Tak peduli bagaimana kondisimu saat ini dan yang akan datang...” ujar Rendy seraya menggenggam tangan Anna.

“Tapi...”

“Tidak ada kata tapi... Aku cuma ingin hidup bersamamu... Itu saja.” lanjut Rendy.

“...”

“Kalau pengangkatan rahimmu adalah satu-satunya jalan agar kamu bisa terus melanjutkan kehidupan, lakukanlah. Aku tak peduli mau punya keturunan darimu atau tidak. Aku hanya ingin hidup bersamamu.” ujar Rendy lalu mencium kening Anna.

“Sampai kapan?”

“Selamanya...”

****

Hari demi hari berlalu seiring berjalannya waktu. Anna menjalani sejumlah pemeriksaan di rumah sakit untuk kelanjutan pengobatannya. Rendy dan keluarga sudah menyetujui dengan hesterektomi atau operasi pengangkatan rahim. Beruntung, sel kanker yang ada pada tubuh Anna belum menjalar.

Hingga satu hari, tiba saatnya Anna untuk dioperasi. Rendy beserta keluarganya turut hadir untuk memberikan semangat pada Anna. Anna terlihat kuat dan tegar berkat motivasi yang diberikan oleh Rendy. Cinta yang lahir tanpa alasan nyata adanya. Tak peduli apapun kondisinya, Rendy tetap menerima Anna.
“Sebentar lagi ya...” ujar Rendy yang duduk di samping Anna.

“Iya... Aku takut deh...” ujar Anna yang sedang terbaring.

Bismillah, sayang... Aku juga gak akan ke mana-mana kok.”

“Janji?”

“Iya, janji...”

“Tapi, Rendy... Gimana kalau orang tua kamu minta cucu?” tanya Anna.

“Masih ada Tasya sama Danu yang bisa kasih cucu buat Papa dan Mama, Na...” jawab Rendy.

“Hhmm... Aku masih kepikiran Vanessa.”

“Udah jangan dipikirin... Fokus yang sekarang dulu aja...”

Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka. Ada sesosok perempuan dengan rambut panjang tergerai masuk ke dalam. Menghampiri Rendy dan Anna yang sedang berbincang berdua.
“Hai, Kak...”

“Hai, Nes... Panjang umur kamu... Tadi aku lagi obrolin kamu sama Rendy...” ujar Anna.

“Aku?” Vanessa kebingungan.

“Udahlah, Na... Cukup...” ujar Rendy.

“Ada apa sih, Kak?” tanya Vanessa. “Aku ke sini mau jenguk Kak Anna... Dan aku buru-buru tadi katanya Kak Anna mau operasi sekarang.” lanjutnya.

“Aku ada permintaan buat kamu...” ucap Anna kepada Vanessa.

“Apa Kak?”

“Kamu mau gak nikah sama Rendy?” tanya Anna.

****

Tiba waktunya untuk Anna masuk ke dalam ruang operasi. Ruangan yang harus selalu steril tanpa ada kotoran sedikit pun. Di depan ruang operasi, ada keluarga dari Rendy dan Anna sedang berkumpul menunggu Anna hingga prosesnya selesai. Rendy menunggu sambil duduk di area taman ditemani oleh Vanessa.
“Gak usah terlalu dipikirin apa kata Kak Anna tadi, Kak...” ujar Vanessa.

“Lagian, aku juga gak kasih jawaban...” lanjutnya.

“Bukan gitu, Dek... Aku kepikiran terus...”

“Kak...” Vanessa memegang tangan Rendy. “Aku paham cintanya Kak Rendy ke Kak Anna begitu besar. Bahkan, dalam kondisi seperti ini, Kakak masih memilih dia untuk hidup bersama.” lanjutnya.

“...”

“Walaupun sebenarnya aku juga sayang sama kamu, Kak... Tapi, dibalik kata ikhlas dari mulut Kak Anna, pasti ada luka dalam hatinya kalau Kakak mendua...” ujar Vanessa.

“Jangan turuti kemauannya yang satu ini, Kak... Kak Anna sudah cukup menderita dengan cobaan dan keadaannya yang sekarang. Bahagaiakan dia dalam kondisi apapun, Kak...” lanjut Vanessa.

Tiba-tiba saja, telepon genggam milik Rendy berdering.
“Rendy, cepat ke sini!”ujar Mama.

“Ada apa, Ma?”

“Sudah cepat!” Mama mematikan telepon.

“Ada apa, Kak?” tanya Vanessa.

“Kamu tunggu di sini! Mama memanggil.” Rendy langsung berlari menuju ruang tunggu operasi.

Rendy berlari cepat. Menyusuri lorong rumah sakit. Tak membutuhkan waktu lama karena memang jaraknya yang tak terlalu jauh. Di sana sudah ada Dokter Nova berkumpul dengan keluarga Rendy dan Anna.
“Ada apa, Ma?” tanya Rendy.

“Pak, saya butuh bantuan. Bu Anna butuh transfusi darah utuh untuk mengganti volume darah yang hilang selama tindakan operasi... Tapi, di rumah sakit ini gak ada darah yang cocok... Bisa tolong carikan di tempat lain?” ujar Dokter Nova.

“Tolong, Rendy... Demi Anna...” ibunda Anna memohon.

“Gak perlu... Gak perlu cari jauh-jauh... Darahku dan Anna cocok...” ujar Rendy. “Dok, gimana kalau pakai darah saya aja? Silahkan ambil sebanyak apapun.” lanjut Rendy.

“Tapi, Pak...”

“Dok, Anna pernah menyumbangkan sebagian darahnya buat saya pada saat saya kecelakaan. Artinya kita cocok bukan?” potong Rendy.

Setelah terjadi perundingan hebat, akhirnya Rendy ditemani oleh Dokter Nova untuk menjalani pemeriksaan darah sebelum diambil untuk proses transfusi. Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, darah milik Rendy memang cocok untuk Anna. Akhirnya, proses transfusi dalam dilakukan dan proses operasi dapat berjalan.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
18-01-2019 16:06
darah dibayar dengan darah emoticon-Big Grin
Apapun akan dilakukan demi org yg dicintai.. mantapsss om
1 0
1
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
19-01-2019 04:54
akhirnya ada saat darah anna di minta kembali dr rendy,harusnya jgn di sebutin om bre klo ana prnh ksh darahnya ke rendy biar reader lama yg paham emoticon-Wakaka
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
19-01-2019 12:56
Update lagi dong..... emoticon-Malu (S)
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
21-01-2019 08:00
so sad 😥
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
23-01-2019 11:30
lanjut gan

jangan kentang digoreng
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-01-2019 10:52
apakah terjadi sesuatu sama anna dan akhirnya rendy menikah dengan vanessa? ataukah akan terjadi poligami, karakter vanessa terlalu sempurna kalau tidak mendapatkan jodoh yang baik.

0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-01-2019 12:14
akankah jadi sad ending ?

Btw G.E.M.B.O.K.E.D
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-01-2019 14:26
wah tamat nih
0 1
-1
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-01-2019 16:10
kok belum keluat
0 1
-1
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
30-01-2019 21:40
Ditunggu kelanjutannya 😊
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
04-02-2019 10:58

Chapter 58

“Rendy...”

Terdengar lirihan suara dari seorang perempuan yang sedang terbaring lemah pasca operasi. Dengan setengah sadar, dia memanggil nama itu berkali-kali. Mencari keberadaan dari seseorang yang memiliki nama tersebut. Melirik kiri dan kanan namun tak nampak wajah dari Rendy.
“Kamu udah bangun, nak?” tanya ibunda Anna.

“Kepalaku pusing... Rendy ke mana?” tanya Anna.

“Rendy sudah pulang. Dia juga butuh istirahat.” ujar ibunda.

“Kenapa Rendy gak nemenin aku?”

“Rendy juga sudah lelah, sayang. Dia mendonorkan darahnya untukmu. Untuk keperluan operasimu.” ujar ibunda.

“...”

“Dia titip ini ke ibu tadi.” ibunda memberikan sebuah burung kertas merah muda kepada Anna. “Kata Rendy, nanti kalau Anna sudah bangun, Rendy meminta ini dikasihkan ke kamu.” lanjutnya.

“Boleh nanti aja aku bukanya? Aku masih terasa pusing.” ujar Anna.

“Iya, gak apa-apa. Di depan masih ada temanmu. Mau ibu panggilkan?”

“Iya suruh masuk aja, Bu.”

Ada seorang perempuan cantik berambut panjang menyentuh bahu menunggu di bangku teras ruangan di mana Anna dirawat pasca operasi. Menundukkan kepala dengan mata sedikit terpejam menahan lelah. Menunggu Anna sadar dari tidurnya.

Dia pun terbangun karena mendengar suara pintu terbuka. Ibunda Anna menghampiri perempuan tersebut dan memintanya untuk masuk ke dalam untuk menemui Anna.
“Kak...”

“Eh, Vanessa...”

“Gimana rasanya, Kak?” tanya Vanessa.

“Aku masih pusing. Kamu dari kapan di sini?” tanya Anna.

“Dari sebelum Kakak operasi.” jawab Vanessa.

“Loh, kamu gak pulang?”

Vanessa menggelengkan kepalanya. “Aku harus tau keadaan Kakak. Aku mau kabarin ke Kak Rendy. Kak Rendy khawatir banget sama Kakak.” lanjutnya.

“Kalau gitu, aku pamit pulang ya, Kak... Aku sekalian mau kabarin Kak Rendy.” lanjut Vanessa.

“Oh, iya... Terima kasih ya. Kamu hati-hati di jalan. Udah malam soalnya.”

“Iya, Kak... Cepat pulih ya, Kak...”

Vanessa berjalan perlahan melewati lorong rumah sakit menuju area luar rumah sakit. Hari sudah malam, langit nampak gelap tanpa ada cahaya. Rembulan hilang ditelan gelapnya awan. Hanya dapat melihat cahaya samar yang memantul dari matahari.

Sesampainya di halte bus, dia duduk menyendiri sambil menunggu datangnya bus yang akan mengantarnya sampai tujuan. Tak lupa ia mengambil telepon genggamnya untuk mengabarkan keadaan Anna pada Rendy.
“Halo, Kak...” sapa Vanessa.

“Iya, Dek...”

“Kak, Kak Anna udah bangun... Tapi, tadi masih pusing... Kak Anna nyariin Kakak...” ujar Vanessa.

“Alhamdulillah... Iya, aku besok mau ke sana... Kamu di mana?” tanya Rendy.

“Lagi di jalan mau pulang, Kak... Ya udah Kakak istirahat aja dulu... Biar besok udah pulih dan bisa lihat senyumnya Kak Anna.”

“Iya, hati-hati di jalan ya...”

****

“Siapa, Ren?” tanya perempuan yang berbaring di samping Rendy.

“Vanessa, Kak.” jawab Rendy.

“Kenapa dia?”

“Dia cuma ngabarin Anna udah bangun... Cuma masih pusing aja kepalanya...” ujar Rendy.

“Jadi...” perempuan itu menyampingkan tubuhnya ke arah Rendy. “Gimana keputusanmu?” tanya dia.

Rendy menarik tubuhnya duduk di atas ranjang. “Keputusanku tetap, Kak...” jawab Rendy.

“Kamu yakin? Gimana sama Papa dan Mama?”

“Kak, aku cuma mau hidup sama Anna. Menghabiskan sisa umurku sama dia. Aku cinta dia dengan segala keadaannya.” jawab Rendy.

Perempuan itu menarik tubuhnya dan berpindah posisi. Berjalan ke arah jendela kamar Rendy. Menarik kursi dan duduk di atasnya sambil menatap langit yang sedang menutupi diri menggunakan awan.
“Jarang loh ada cowok kayak kamu, Ren... Beruntungnya Anna bisa dicintai sama kamu...” ujar perempuan itu.

“Aku yang beruntung bisa dicintai Anna, Kak...” ujar Rendy.

“Kenapa begitu?”

“Cuma dia yang melihatku bukan dari fisik dan materi.” jawab Rendy.

“Vanessa pun begitu, kan?” ujar Anita.

“...”

Anita kembali berdiri dan berpindah posisi. Dia pun duduk di samping Rendy di atas ranjang. Menggenggam erat tangan Rendy dan menatapnya dalam-dalam.
“Apa yang kamu lakukan ke Vanessa juga bukanlah sesuatu yang biasa, Rendy... Mungkin, kamu menganggapnya seperti adikmu karena kamu gak mau nama Anna tergantikan.” ujar Anita.

“Anna pun menyadari itu... Aku yakin...” lanjutnya.

Tiba-tiba saja pintu kamar Rendy terbuka. Ada sesosok perempuan dengan rambut panjang tergerai dengan memakai kaos berwarna putih dan hotpants yang hanya sampai pangkal pahanya.
“Kak Anita! Pasti mau godain Kak Rendy lagi!” ujar Tasya dengan nada meninggi.

“Apaan sih, Dek! Aku tuh lagi ngobrol sama Rendy!” Anita mengelak.

“Bohong! Itu ngapain cuma pakai tanktop sama hotpants doang! Mau pamer belahan, hah!” Tasya melawan.

“Duh, Tasya! Udah deh... Kak Anita udah biasa di rumah berpakaian kayak gitu... Gak usah berlebihan gitu...” ujar Rendy membela.

“Hahahahahaha... Susah deh kalau punya adek rasa pacar... Posesif banget..” ujar Anita sambil berjalan menuju pintu kamar Rendy.

Setelah Anita keluar, Tasya langsung menghampiri Rendy dan duduk di sampingnya. Tiba-tiba saja dia memeluk kakak tercintanya.
“Kak, aku mau Kakak sama Kak Anna, bukan yang lain.” ujar Tasya.

“Iya, aku tau kok... Aku juga maunya sama Anna...”

“Aku mau Kak Anna juga jadi kakakku... Tapi...”

“Tapi apa, Dek?”

“Tapi, gimana Papa dan Mama? Apa mereka bisa menerima Kak Anna dengan keadaan yang gak bisa kasih mereka cucu?” tanya Tasya.

Insya Allah, Mama dan Papa bisa terima.” ujar ibunda Rendy dan Tasya yang tiba-tiba muncul dari balik pintu yang terbuka.

“Mama gak mau kehilangan Anna lagi. Dia sudah Mama anggap seperti anak Mama sendiri bagaimana pun keadaannya. Apa lagi darah yang mengalir di tubuh Rendy kini mengalir pula di tubuhnya. Apa yang kamu lakukan sudah cukup membuktikan betapa kamu mencintainya, Rendy.” lanjut Ratna, selaku ibunda dari Rendy dan Tasya.

“Jadi, gimana Kak?” tanya Tasya.

“Aku mau lanjut... Aku mau menikahinya dan hidup dengannya.” ujar Rendy.
Diubah oleh chrishana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
04-02-2019 11:17
akankah terjadi poliklinik dengan ana dan vanessa
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
04-02-2019 14:13
lanjutkan rendy...
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
04-02-2019 18:44
yess mantap lah rendy jd laki2 ..punya cinta sejati yg mau nerima apa adanya calon pasangan hidup nya ...♥️
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
04-02-2019 20:58
akhirnya update gansssss🔔
0 0
0
Halaman 41 dari 46
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
Stories from the Heart
olivia
Stories from the Heart
kamu-hujan-yang-kunantikan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
kembalikan-jari-telunjukku
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia