alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
505
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c15a0a1c9518b693d4330e0/lima-belas-menit
PROLOG "Masa SMA adalah masa-masa yang paling ga bisa dilupakan." menurut sebagian orang. Atau paling engga gue anggepnya begitu. Di masa-masa itu gue belajar banyak tentang kehidupan mulai dari persahabatan, bandel-bandel ala remaja, cita-cita, masa depan, sampai menemukan pacar pertama dan terakhir. Drama? mungkin. pake banget? bisa jadi. Masa Sma bagi gue adalah tempat dimana gue memb
Lapor Hansip
16-12-2018 07:47

LIMA BELAS MENIT

Past Hot Thread
LIMA BELAS MENIT



LIMA BELAS MENIT



PROLOG

"Masa SMA adalah masa-masa yang paling ga bisa dilupakan." menurut sebagian orang. Atau paling engga gue anggepnya begitu. Di masa-masa itu gue belajar banyak tentang kehidupan mulai dari persahabatan, bandel-bandel ala remaja, cita-cita, masa depan, sampai menemukan pacar pertama dan terakhir. Drama? mungkin. pake banget? bisa jadi.


Masa Sma bagi gue adalah tempat dimana gue membentuk jati diri. Terkadang gue bantuin temen yang lagi kena masalah dengan petuah-petuah sok bijak anak umur tujuh belas tahun. Gak jarang juga gue ngerasa labil sama sikap gue sendiri. mau gimana lagi, namanya juga anak muda. Kadang gue suka ketawa-ketawa sendiri dan mengamini betapa bodohnya gue saat itu.


Gue SMA di jaman yang namnya hp B*ackberry lagi booming-boomingnya. Di jaman itu juga yang namanya joget sapel-sapelan lagi hits. Mungkin kalo lo inget pernah masuk atau bahkan bikin squd sendiri terus launching jaket sambil jalan-jalan di mall mungkin lo bakal malu sendiri saat ada temen lo yang ngungkit-ngungkit masa itu. Gue sendiri paling kesel kalo adan orang petantang-petenteng dengan bangganya bilang kalu dia anggota salah satu squad sapel terkenal di ibu kota dan sekitarnya. Secara saat itu gue lebih suka nonton acara metal di Rossi Fatmawati. Playlist lagi gue juga ga jauh-jauh dari aliran metal, punk, hardcore. Mungkin itu yang ngebuat gue ga terlalu suka lagu EDM atau rap yang mumble. Atau bahkan lagu RnB yang sering ada di top 100 Joox dan Spotify. Yaaa meskipun gue sekarang lebih kompromi dengan dengerin lagu apa aja yang gue suka, ga mandang genre.


Lo percaya dengan dunia pararel? Dunia dimana ada diri kita yang lain ngelakuin sesuatu yang beda sama apa yang kita lakuin sekarang. Misalnya lo ada di dua pilihan, dan lo milih pilihan pertama. Untuk beberapa lama setelah lo ngejalanan pilihan lo mungkin lo bakal mukir ""Gue lagi ngapain yaa sekarang kalo milih pilihan yang kedua. mungkin gue lebih bahagi. Atau mungkin lebih sedih." Hal itulah yang ngebuat gue bikin cerita ini.


Oiya, nama gue Atreya xxxxx. Biasa dipanggil Treya, dengan tinggi 182 cm dan berat 75 kg (naik turun tergantung musim). Ganteng dan menawan? relatif. Nama gue mungkin aneh ntuk orang Indonesia. Tapi gue suka dengan nama ini. karena pada dasarnya gue emang gasuka segala sesuatu yang banyak orang lain suka. Gue anak kedua dari dua bersaudara. Gue lahir dan besar di Jakarta, lebih tepatnya Jakarta selatan. Ga tau kenapa ada pride lebih aja Jakarta selatan dibanding bagian Jakarta lainnya, meskipun gue tinggal di Bintaro, hehe. Bokap gue kerja di suatu kantor yang ngurusin seluruh bank yang ada di Indonesia. Meski kerja kantoran tapi bokap gue suka banget yang namanya musik. mungkin darah itu menurun ke gue. Nyokap gue seorang ibu rumah tangga yang ngerangkap jadi pebisnis kecil-kecilah dimana orderan paling ramenya dateng pas bulan puasa. mulai dari makanan kering sampe baju-baju. Kakak gue cewek beda empat tahun. Waktu gue masuk SMA berarti doi baru masuk kuliah. Kakak gue ini orangnya cantik pake banget gan. kembang sekolah gitu dah. Gue bahkan sampe empet kalo ada temen cowoknya yang sok-sok baikin gue.


Ditahun itu gue baru masuk salah satu SMA di Jakarta selatan. Disaat itu juga cerita gue dimulai






INDEX

Part 1 - MOS day
Part 2 - Perkenalan
Part 3 - Peraturan Sekolah
Part 4 - Balik Bareng
Part 5 - Masih MOS Day
part 6 - Terakhir MOS Day
Part 7 - Hujan
Part 8 - Pertemuan
Part 9 - Debat Penting Ga Penting
Part 10 - Atas Nama solidaritas
Part 11 - Rutinitas
Part 12 - Om Galih & Jombang
Part 13 - Gara Gara Cukur Rambut
Part 14 - Rossi Bukan Pembalap
Part 15 - Bertemu Masa Lalu
Part 16 - Menghibur Hati
Part 17 - Ga Makan Ga Minum
Part 18 - SOTR
Part 19 - Tubirmania
Part 20 - Bukber
Part 21 - Masih Bukber
Part 22 - Wakil Ketua Kelas & Wacana
Part 23 - Latihan
Part 24 - The Rock Show
Part 25 - After Show
Part 26 - Anak Kuliahan
Part 27 - Malam Minggu Hacep
Part 28 - Aneh
Part 29 - Kejutan
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni
Part 31 - Perasaan
Part 32 - Sela & Ramon
Part 33 - HUT
Part 34 - Masuk Angin
part 35 - Kunjungan
Part 36 - Wacana Rico
Part 37 - Atletik
Part 38 - Pengganggu
Part 39 - Nasib jadi Adek
Part 40 - Boys Talk
Part 41 - Taurus
Part 42 - Klise
Part 43 - Eksistensi
Part 44 - Utas VS Aud
Part 45 - Naik Kelas
Part 46 - XI IPA 1
Part 47 - Yang Baru
Part 48 - Lo Pacaran Sama Putri?
Part 49 - Sok Dewasa
Part 50 - Masih Sok Dewasa
Part 51 - Salah Langkah
Part 52 - Penyesalan
Part 53 - Bubur

MULUSTRASI
Diubah oleh gitartua24
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rita08048 dan 38 lainnya memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 26
LIMA BELAS MENIT
18-01-2019 23:03
Quote:Original Posted By sicadelllll
.


Gue kira ada adegan ketjup basah


dosa gan, tapi sepertinya enakemoticon-Hammer (S)

Quote:Original Posted By .citrus.
jadi ini sebenarnya konspirasi antara kedua bokap mereka gan,

dan konspirasi ini berlanjut kepada kedua anak mereka, akan terpisah seiring berjalan nya waktu dan lost contact, nah disaat hampir bersamaan, Treya udah sangat dekat sama si aud sexy emoticon-Malu (S) dengan demikian Treya memulai petualangan nya dengan tetap mencoba mencari sekeping bagian hatinya yang hilang dibawa seseorang yang lain.

lanjutkan update nya gan emoticon-Kiss (S)


konspirasi macam apa ini? emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By VictimMax

Putri ini kayaknya pertama dan terakhir ya emoticon-Big Grin



bebas berasumsi kok ganemoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By rullyrullzzz
Kak Vio gak diajak ke acara ultahnya Putri ya. Kasian jomblo tuh..

Putri mah enak udah ada antum, akhi..


ribet gan, biarin aja lumutan dikamaremoticon-Ngakak (S)
3 1
2
LIMA BELAS MENIT
18-01-2019 23:22
numpang gelar tiker gan
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
19-01-2019 03:35
Quote:Original Posted By thekarambol
Ini bapak2 malah maen ke thritnya abegeh

emoticon-Hammer2


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
19-01-2019 14:57
Ditunggu POV dari putrinya gan emoticon-Embarrassment emoticon-Big Grin
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
19-01-2019 15:01
mbreeeeee
2 1
1
LIMA BELAS MENIT
20-01-2019 16:27
lanjutt broo
0 3
-3
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 15:26
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni

menjelang sore sebelum pergantian tahun gue udah di rumah bobby, nungguin rico yang belom dateng. sebenernya gue udah nyuruh mereka berdua buat langsung aja dateng kerumah gue, tapi dengan alesan ga tau jalan jadilah gue jemput mereka dulu. ribet emang nih dua orangemoticon-Cape d... (S)

setelah rico dateng kita langsung cabs kerumah gue. tapi sebelum itu kita bertiga jemput putri dulu dirumahnya. karena udah biasa gue langsung masuk ke teras rumahnya putri, sementara rico dan bobby nunggu diluar. males katanya. lagian langsung jalan juga.

putri keluar ditemenin bokapnya. hari itu putri pake sweater yang kemaren gue kasih sebagai kado, dipadukan dengan celana jeans dan sepatu v*nsnya. ada perasaan seneng ketika barang pemerian kita dipake sama orang kita kasih.

"kamu nanti nginep?" tanya bokapnya putri ke anaknya.

"hah? engga kok."

"nginep aja, kasian treya nganterin kamu lagi malem malem."

"iya put, nginep aja." kata gue, tapi tiba-tiba tatapan bokapnya putri berubah jadi tatapan membunuh kearah gue. kayaknya salah ngomong. "nanti bisa tidur di kamarnya kak vio." gue berusaha untuk memperbaiki kata-kata gue.

"gapapa pah?"

"gapapa, tapi nanti kamu bareng kakaknya treya, jangan bareng anak-anak laki!"

"yaudah putri jalan dulu." putri salim ke bokapnya, setelah itu giliran gue yang salim.

"jalan dulu om." kata gue.

akhirnya kita bertiga jalan menuju rumah gue. tapi sebelum itu kita mampur dulu di salah satu hypermart buat beli daging, ayam, sosis, bakso dan beberapa bumbu buat bakar-bakaran nanti malem. setelah dapet barang-barang yang diperluin kita langsng cabut kerumah gue.

gue parkirin motor di garasi, begitu juga rico yang parkirin botornya disebelah motor gue. kita berempat jalan menuju pintu dipimpin oleh gue, begitu masuk kerumah udah ada kak vio yang nyambut kita.

"kak, kenalin temen-temen g....."

"rico kak." rico tiba-tiba ngulurin tangannya ke kak vio.

bajirut emang nih orang. ga bisa liat cewek cakep dikitemoticon-Nohope belom juga selesai ngomong gue.

"ehemoticon-Roll Eyes (Sarcastic) iyaaa, vio..."

"bobby...." sekarang giliran bobby yang jabat tangan.

"vio..." kak vio mencoba seramah mungkin ke mereka berdua. "kalo yang ini pasti putri kan? yang waktu itu ketemu di pim." pandangan kak vio berubah kaya ngeliat kelinci yang bisa dicubitin waktu ketemu putri lagi.

"iya kakemoticon-Malu (S) "

"kak, nanti putri nungpang tidur di kamar lo yaaa...."

"emang boleh nginep?"

"boleh kok kak, udah diizinin sama papah asal tidur dikamar kakak." kata putri.

"kok bokap lo kenal sama gue?"

oiya, gue belom ceritain kejadian waktu pembagian rapot ke kak vio maupun rico dan bpbby. jadilah gue ceritain kejadian kemaren. kak vio langsung ngeliatin gue dengan pandangan seribu arti sambil senyam senyum.

"yaudah, nanti tidur di kamar gue aja." kata kak vio.

kita berempat berjalan menuju kamar gue buat istirahat sambil main-main. masih ada lebih dari enam jam sebelum pergantian tahun.

"kok lo ga pernah bilang tre punya kakak cewek cantik?" kata rico sambil bisik-bisik waktu kita lagi naik tangga.

"maksud lo?emoticon-Nohope "

"kali aja lo jadi adek ipar gueemoticon-Ngakak (S) "

"najis amat, ngerusak keturunan emoticon-Mad "

"terus kok bokap lo bisa kenal sama bokapnya putri?" tanya bobby yang jalan dibelakang.

"kan tadi gue jelasin dibawah."

"kok bisa?"

"kok bisa apaan?"

"kok bisa lo ga cerita-cerita?"

"lah, ngapain amat."

kita berempat nyempe di kamar gue. bisa gue liat tatapan mereka terkejut ngeliat kamar tempat gue tidur. terkejut karena terlalu berantakan atau karena yang lain.

"lengkap banget kamar lo." dikamar gue emang banyak barang, seenggaknya barang-barang yang gue butuhin. meja belajar, tv dan ps, bass serta ampli dan soundsysytem, gitar akustik dengan tempelan stiker, koleksi cd band, ditambah poster-poster yang ngebuat kamar gue keliatan penuh.

"main ps yaa tre...." kata bobby yang langsung nyusul rico yang udah duduk didepan tv. gue ga jawab, tapi ngangguk doang.

sementara itu putri masih berdiri ditempatnya. mungkin rada sungkan karena berada didalem kamar yang isinya cowok semua.

"duduk aja put..."

putri duduk di tepi ranjang, sementara gue duduk diatas ranjang, senderin di tembok sambil mengang gitar dan nontonin rico dan bobby yang lagi nungguin loading ps.

tiba-tiba nyokap gue masuk bawaain beberapa snack dan air putih dingin.gue berdiri buat bantuin nyokap gue naro snack dan air minumnya. temen-temen gue pada bangun buat salim ke nyokap gue.

"kamu nih tre, ada tamu bukannya dikasih minum." gue cuman bisa senyam-senyum waktu nyokap ngomong kaya gitu. "ini anaknya pak galih yaa?" tanya nyokap gue waktu putti salim.

"iya tanteemoticon-Malu (S) " kata putri.

nyokap gue keluar kamar, sementara itu gue bisa ngeliat rico dan bobby udah balik ke psnya.

"makin deket aja nih." kata rico ngeledek gue.

"orang tuanya udah saling kenal cuy..." timpal bobby.

"kampret lo!" gue nglempar bantal ke komuknya bobby waktu balik duduk diatas kasur. sementara gue bisa liat putri kalau mukanya malu-malu.

jam sembilan malem kita turun menuju teras buat bakar-bakaran. panggangan, areng dan minyak tanah udah ada disana. udah ada bokap dan kak vio juga disana.

setelah bara nyala, kita mulai manggang bahan-bahan yang ada. mulau dari daging, ayam, sosis, bakso, jagung. di pojok teras ada speaker buat nyetel lagu dari hp gue. kita ganti-gantian ngipasin makanan yang lagi di panggang.

sekali-sekali bobby dan gue nyolongin makanan yang udah jadi dengan alibi takut belom mateng. padahal mah udah laperemoticon-Ngakak (S)

"sabar gendat!" gue tepok tangannya bobby waktu nyolong sosis yang udah mateng.

"lo juga samanya."

akhirnya jam sebelas sua makanan udah mateng. nyokap ngeluarin nasi dari dalem. tapi gue paling ga suka makan bbq pake nasi. jadi gue gadoin aja lauk-lauk yang ada.

sesekali gue ngisengin putri dengan meperin tangan gue yang kotor dengan saus ke pipinya. lagi-lagi putri yang cemberut cuma bisa bikin gue ketawa.

malam makin larut. sepuluh menit sebelum pergantian tahun gue udah ngeluarin petasan tembak dari dalem. sambil nyemilin makanan yang masih ada kita nunggu countdown. beberapa tetangga gue juga ada yang keluar buat nyalain petasan.

"tre tre, gue mau nyalain lagi dong kaya pas bukber..." putri nyamperin gue sambil bawa satu petasan tembak.

"yaudah nyalain." kata gue polos, padahal ngerti maksudnya putri.

"iiihhhh, bantuinemoticon-Malu (S) " kata putri manja.

"iya-iya..."

"Lima...." gue udah megang petasan yang dikasih putri buat gue nyalain.

"Empat...." gue nyalain sumbu petasan dengan korek.

"Tiga...." putri udah berdiri didepan gue, sambil megang petasan bareng.

"Dua...."

"Satu...."

suara seperti roket Cumiik ditelingan gue, disusul dengan suara ledakan dilangit. warna-warni kembang api mewarnai malam yang gelap. gue bisa ngeliat senyum bahagia dari wajah putri. begitu juga senyum bahagia dari semua orang termasuk gue.

berkali-kali suara tembakan terdengar di telinga gue, bergantian satu sama lain. kembang api terus mewarnai langit selama lima belas menit, bahkan lebih. yang gue tau, disaat-saat kaya gini tukang petasan ikut-ikutan ngabisin barang dagangannya.

gue ga ngerti kenapa kesenangan berlangsung dengan cepat. sama kaya sekarang. belom lama gue ngedenger suara kembang api dimana-mana. tapi sekrang udah ga seramai sebelumnya. suara kembang api masih terdengar, tapi dari kejauhan.

semua tetangga udah masuk lagi ke dalem rumah masing-masing, mungkin ngelanjutin acara disana. begitu juga dengan keluarga gue. kak vio udah masuk duluan kekamarnya. kasian jombloemoticon-Ngakak (S) bokap nyokap gue juga. lagian mereka jarang begadang. sementara itu rico dan bobby balik kekamar gue buat main ps.

gue menemukan putri lagi sendirian di balkon rumah gue sambil memandangi langit. masih menggunakan sweater yang gue kasih waktu ulang tahunnya. perlahan, gue nyamperin putri.

"ngapain put?" tanya gue begitu ada dibelakangnya. gue langsung berdiri disebeelahnya, nyendarin lengan gue di tralis.

"lagi ngeliatin langit aja tre..."

"aneh yaa, tadi perasaan rame banget. sekarang udah sepi lagi." putri ga jawab. cuman senyum memandang gue.

kita diem-dieman untuk beberapa saat. gue sendiri ga tau apa yang mau gue omongin. lebih tepatnya ga tau apa yang harus gue lakuin.

"tre..." kata putri ditengah kebisuan. "gue boleh cerita ga?"

"cerita aja put..." putri sedikit kebingungan buat mulai ceritanya.

"ga tau kenapa gue jadi keinget mantan gue."

"masih belom move on?" ledek gue.

"yeee..., bukan gitu." putri mukul lengan gue. "gue cuman keinget waktu ngerayain tahun baru bareng temen-temen smp dulu. disitu pertama kali gue ngobrol bareng dia." gue ga tau harus ngomong apa.

"kaya yang gue kasih tau dulu waktu di pim, dia lebih milih cewek yang waktu jalan bareng dia dibanding gue. ditambah lagi gue ngeliat mereka lagi berduaan di restoran. padalah dia bilangnya lagi dirumah."

"terus?"

"bukannya gue kepingin banget pacaran atau apa, tapi kadang gue pingin ada yang perhatian lebih. bukan dari bokap nyokap, tapi dari seseorang yang spesial buat gue."

"gue gatau harus ngomong apa put...."

"lo ga harus ngomong kok, cukup dengan tindakan lo selama ini ke gue."

putri berbalik arah menatap gue. begitu juga dengan gue. pandangan mata kita bertemu. semakin lama semakin dekat. putri memejamkan matanya. tinggal satu inchi lagi buat gue cium bibirnya putri.

tapi suara ledakan dari langit ngebuat kita berdua tersadar. disusul dengan warna-warni kembang api. kita balik diem-dieman. saling pandang saling senyum.

"gue ke kamar kak vio duluan yaaa...." putri berjalan ninggalin gue sendirian di balkon. pikiran gue masih ngeblank dari tindakan barusan.

mungkin gue ga usah unggapin perasaan gue ke putri saat ini yang semakin lama semakin kuat. gue sadar akan sesuatu. dengan waktu yang kita lewatin sejauh ini. gue sayang putri.

tapi gue sadar satu hal lain. tanpa gue ungkapin perasaan gue ke putri, setidaknya gue tau apa yang putri rasain ke gue. kita berdua udah saling sayang dan takut ngerubah kebiasaan kita nantinya. sama seperti yang gue rasain.

setidaknya perbuatan lebih penting dari sebuah perkataan.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tobinkberug dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 15:29
Quote:Original Posted By habibiaa92
numpang gelar tiker gan


silahkan ganemoticon-Angkat Beer

Quote:Original Posted By 17062018
Ditunggu POV dari putrinya gan emoticon-Embarrassment emoticon-Big Grin


hhmmm, sepertinya tidak ada ganemoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By fandyrhman
mbreeeeee


kenaps gan?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Quote:Original Posted By yam22tungau
lanjutt broo


ditunggu aja broemoticon-Big Grin
2 0
2
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 16:53
Akankah rasa yang sama sama dipendam ini akan bertahan hmmm emoticon-Malu
2 0
2
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 17:26
pak galih ketrigger tuh gara2 nginep wkwkwk
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 18:02
kurang banyak


...gue yakin pasti tuh bibir sebenernya dah nempel
0 0
0
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 18:56
di Kasih hati sama bokepnya Putri malah minta jantung emoticon-Ngakak
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 20:25
Quote:Original Posted By gitartua24
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni


putri berbalik arah menatap gue. begitu juga dengan gue. pandangan mata kita bertemu. semakin lama semakin dekat. putri memejamkan matanya. tinggal satu inchi lagi buat gue cium bibirnya putri.

tapi suara ledakan dari langit ngebuat kita berdua tersadar. disusul dengan warna-warni kembang api. kita balik diem-dieman. saling pandang saling senyum.



Yah gak dapat yg ena-enaemoticon-Ngakak
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
21-01-2019 20:48
Dih gak buruan ditembak, entar kalo ane tembak ente ngambek lagi emoticon-Embarrassment emoticon-Ngakak (S)
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
22-01-2019 10:45
Ah.. kak Vio nongol bentaran doang... emoticon-Mewek emoticon-Mewek

Nungguin sesi Putri curhat ke Kak Vio deh.. emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
3 0
3
LIMA BELAS MENIT
22-01-2019 15:01
Lagi lah om satu part lagi hari ini: D
0 2
-2
LIMA BELAS MENIT
22-01-2019 23:52
Quote:Original Posted By gitartua24
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni


akhirnya kita bertiga jalan menuju rumah gue. tapi sebelum itu kita mampur dulu di salah satu hypermart buat beli daging, ayam, sosis, bakso dan beberapa bumbu buat bakar-bakaran nanti malem. setelah dapet barang-barang yang diperluin kita langsng cabut kerumah gue.



*****

kita berempat berjalan menuju kamar gue buat istirahat sambil main-main. masih ada lebih dari enam jam sebelum pergantian tahun.


didepan rumah Putri ada seseorang yang tidak dianggap.

siapa itu Tre? emoticon-Ngakak
Diubah oleh .citrus.
0 0
0
LIMA BELAS MENIT
23-01-2019 13:45
Part 31 - Perasaan

liburan udah berakhir, diganti semester kedua gue sebagai utas. hari-hari berjalan seperti biasa lagi. bangun pagi dengan kemalasan super karena masih kebawa kebiasan di hari libur. kemudian mandi pagi dan sarapan. abis itu berangkat jemput putri dirumahnya.

ga ada yang berubah saat gue jemput putri. masih disambut dengan senyumnya yang manis. dijalan kita juga ngobrol-ngobrol kegiatan kita setelah tahun baru. gue kira kita bakalan canggung atau gimana setelah kejadian tahun baru kemaren.

di satu sisi gue merasa senang karena ga harus ada yang berubah di antara kita. di sisi lain lain gue merasa bingung. apa gue harus nyatain perasaan gue ke putri dengan konsenkuesi kalau ditolak kemungkinan kita akan menjauh, atau diterima dan bertingkah layaknya orang pacaran.

kegiatan di sekolah masih seperti biasa, membosankan. gue hanya bisa mencatata apa yang diterangkan oleh guru yang ngajar, sambil sesekali bikin coret-coretan gambar dan kalimat di halaman paling belakang buku tulis. beruntung hari itu murid-murid dipulangkan lebih cepet karena ada rapat guru. lagian sekarang juga baru hari pertama sekolah, masa iya langsung pulang soreemoticon-Nohope

sebenernya rico ngajakin nongkrong dulu dirumah bobby, tapi putri mau langsung balik. sebagai orang yang bertanggung jawab gue anterin putri balik dulu baru kerumah bobby. gapapa lah bolak balik dikitemoticon-Big Grin

padahal baru tadi yaa gue ceritain jemput putri, tapi sekarang udah nganterin balik.emoticon-Ngakak (S)

di perjalanan balik kali ini gue lebih banyak diem, sementara putri beberapa kali ngajak ngomong gue cuman bales seadanya. entah kenapa setiap kali gue bareng sama putri sekarang perasaan gue jadi gelisah. kaya ada yang ngeganjel. pengen banget gue ngomong kalau gue suka sama dia, sayang sama dia, cinta sama dia, atau apaan kek gue ga ngerti namanya.

putri sepertinya sadar dengan keanehan gue sejak dia ngajak ngomong.

"Lo kenapa tre?" tanya putri.

"ha? kenapa put?" gue masih belom sadar dengat pertanyaan putri saat itu.

"lo kenapa? dari tadi gue ajak ngobrol kaya ga nyambung gitu." sepertinya tanpa gue sadari gue jawab pertanyaan putri dengan jawaban yang ngaur.

"gapapa kok." padahal pengen banget gue jawab, 'gue galau put, gue suka sama lo.' tapi lagi-lagi cuman gue pendem.

putri kemudian memegang tengkuk bagian samping gue dengan punggung tanganya. "badan lo panas tre? lo sakit?" tanya putri cemas.

"enggak kok put..." padahal mah bukannya sakit, tapi grogi.

"tapi badan lo kok panas gini."

"kegerahan aja mungkin kali put."

"oohhh...."

tiba dirumah putri, putri langsung turun dari motor, tapi ga langsung masuk kedalem, melainkan berdiri menatap ke arah gue.

"lo beneran gapapa tre? mending lo balik aja kerumah, gausah kerumah bobby dulu. istirahat. gue khawatir sama lo..."

ah, perhatian-perhatian putri kaya gini makin ngebuat gue jatuh cinta sama putri. perasaan yang gue ga sadar udah tumbuh seja kapan.

"gapapa kok put, beneran. peganga aja coba komuk gue." kata gue sambil bercanda nempelin tangan gue di muka. dan itu ngebuat putri senyum. aduh makin meleleh dah.emoticon-Malu (S)

"masih aja bisa bercanda lo tre. yaudah, gue masuk duluan yaa..."

putri berjalan masuk kedalam rumahnya, ninggalin gue sendirian didepan. saat itu ada perasaan kalau gamau ditinggal putri sedetikpun.

"put...." entah dari mana gue bisa manggil putri saat itu.

"kenapa tre?" putri berbalik arah menghadap gue.

"gue...."

"...." putri berjalan lagi mendekati gue.

"gue...."

"iya...?"

"gue ..... jalan dulu ya..."

"hati-hati..." putri membalasnya dengan senyuman, kemudian gue jalan menuju rumoh bobby.

anjrit. goblok,goblok,goblok,goblok. sumpah gue goblok banget. antara goblok sama pengecut. hampit aja gue keceplosan ngomong suka sama putri. tapi kan beneran gue suka sama dia. tapi kalau keceplosa ngomong bisa aja putri jadi marah, tapi kenapa gue ga keceplosan ngomong aja sih. seenggaknya perasaan gue ga seberat sekarang.

di tengah jalan pikiran gue kosong. ga berhenti-berhenti mengutuk kegoblokan gue. bahkan sampe klahson pengendara lain ga kedengeran.

di rumah bobby gue lebih memilih menjadi pendengar ketika rico dan bobby ngobrol. bahkan saat satu jam kita ngeband iseng-iseng gue sama sekali ga bisa nginget kunci lagu yang gue mainin. berkali-bali rico ngomelin gue karena permainan yang kacau.

gue jadi keinget obrolan gue dengan kak vio sehari setelah tahun baru. waktu itu udah malem, gue yang lagi iseng cuma bisa nonton tv dirunag keluarga. sementara kak vio juga ada disitu sambil mainan hp. sementara bokap nyikap udah tidur dikamar.

"gimana hubungan lo sama putri?" tanya kak vio waktu gue lagi konsen ke acara tv.

"gimana apanya?"

"status lo lah, udah jadian apa belom."

"cuma temen kok." jawab gue enteng.

"lo tuh tolol apa bego sih, ada cewek jelas-jelas suka sama lo malah cuek."

"suka gimana? dia aja ga pernah ngomong kalau suka sama gue." kata gue tolol.

"bener kan, lo tuh kalo ga tolol yaa bego." kak vio rada ngegas waktu ngomong gitu.

"lo mau ngomongin gue sama putri apa mau ngata-ngatin gue sih kak? lagian emang putri ga pernah bilang suka ke gue."

"astaga treya! mana ada cewek ngomong suka ke cowok."

"masa sih? kayanya di jepang banyak cewek yang ngomong ke cewek."

"lo tinggal dimana cumi? Indonesia apa jepang?"

"terus dari mana kalau gue tau putri suka sama gue?"

"dari perlakuian putri ke lo, dari perhatian-perhatian putri ke lo, masa lo ga ngerasain sih?"

sejenak gue mengingat perlakuan-perlakuan putri saat bareng gue, tapi ego gue meyakinkan kalau itu perlakuan yang biasa sesama teman. "gimana kalau gue cuman ke geeran, gimana kalau perlakuan putri ke gue sama dengan perlakuan putri ke orang lain?"

"emang putri deket sama cowok lain selain sama lo?"

"yaaa enggak sih, pergi pulang sekolah bareng terus, kadang-kadang sabtu minggu juga jalan bareng...."

"nah yaudah, jelas kalau putri suka sama lo."

"buktinya?"

"putri ga pernah kan di anter jemput selain sama lo? atau jalan berdua bareng cowok lain? dia juga khawatir banget kan waktu lo hampir di sayurin waktu sotr?"

"bentar bentar, tau dari mana lo gue hampir di sayurin waktu sotr?" tanya gue kaget waktu kak vio tau gue hampir disaurin.

"tau lah, waktu nginep kan putri cerita sama gue. awas lo ketauan tubir lagi. gue aduin ke bokap nyokap." ancem kak vio.

"iye iye, kemaren juga gara-gara nolongin temen." kata gue "terus putri cerita apa lagi?" tanya gue penasaran.

"semuanya."

"semuanya?"

"iya, semuanya. mulai dari perkenalan mos, balik bareng, lo bela-belain naik bis pagi-pagi biar bareng sama dia, pas lo nyanyi bareng waktu penutupan mos, pas lo berantem gara-gara dikasih kecoak terus putri hampir di jambret gara-gara ga satu kursi sama lo, terus dia nangis dan lo peluk dia. bisa romantis juga lo yee jadi cowok."

"terus apa lagi?"

"yaaa waktu putri nemenin lo cukur rambut terus ke pim main timezone, lo beliin dia gelang kan? terus waktu kejebak hujan juga sama dia, waktu sotr,waktu bukber kelasan lo main kembang api sana dia, waktu lomba band terus pas balik putri cemburu gara-gara ngeliat lo ketemu temen smp lo yang cewek, lo beliin dia eskrim buat kan buat baik-baikin putri, waktu lo kasih kado sweater yang dia pake dia juga seneng banget."

anjir, putri ceritainnya lengkap banget "terus abis gitu gimana?"

"yaa gue tanya aja lo suka ga sama treya, dia cuman senyum-senyum malu daong."

"benerak kak, terus apa lagi?" perasaan gue entah kenapa seneng banget waktu ngedenger putri ga bisa jawab sambil senyum-senyum waktu ditanya suka apa engga sama gue.

"terus gimana lagi?"

tiba-tiba kak vio menatap gue dengan tatapan membunuh. "lo dari tadi terus terus mau jadi tukang parkir?" tanya kak vio ngegas.

"yaa jadi menurut lo gue harus gimana?"

"tembak putri lah, nyatain perasaan lo ke dia."

gue berfikir sejenak, apa iya gue harus nembak putri. "tapi gue takut ngerusak pertemanan kita kak."

"basi banget jawaban lo, cowok bukan? seharusnya lo berani nanggung semua resikonya kalau lo bener-bener suka sama putri." ga nyangka kak vio bisa jadi sebijak sana ini. biasanya caur, kamarnya aja masih rapihan kamar gue.

"tapi kayanya gue lebih nyaman jadi temen aja deh kak."

"astaga treya, dari tadi gue ngomong sampe bebusa cuma gini doang keputusan lo?" kak vio bangun dari sofa, kemudian jelan kekamarnya. "awas lo, kalau putri sampe jadian sama orang lain selain lo, gue ga mau tanggung jawab. jangan nangis-nangis ke gue."

masa iya sih gue nangis kalau putri jadian sama orang lain.

"lo kenapa tre?" tanya rico tiba-tiba membuyarkan lamunan gue.

"hah? gapapa kok...."

gue bangun dari duduk gue, kemudian beranjak ke pinggir balkon sambil nyender ke tralis. tiba-tiba ada seseorang yang gue kenal jalan didepan rumah bobby. langsung aja gue panggil.

"kak sela...."

kak sela celingukan nyari sumber suara yang manggil dia, sampe akhirnya nengok ke atas. "eh elo tre...."

"mau kemana kak?" tanya gue.

"mau aa urusan bentar nih...." terus kak sela keliatan kaya orang kebingungan. "tre, lo bisa temenin gue gak?"

"kapan kak?"

"sekarang."

gue berfikir sejenak, kemudan pamit ke rico dan bobby buat nyamperin kak sela dibawah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tobinkberug dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
LIMA BELAS MENIT
23-01-2019 13:51
Quote:Original Posted By echariemas
Akankah rasa yang sama sama dipendam ini akan bertahan hmmm emoticon-Malu


tunggu di part selanjutnyaemoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By alvien70
pak galih ketrigger tuh gara2 nginep wkwkwk


namanya juga punya anak gadis ganemoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By sicadelllll
kurang banyak


...gue yakin pasti tuh bibir sebenernya dah nempel


belom kok ganemoticon-Malu (S)

Quote:Original Posted By VictimMax
di Kasih hati sama bokepnya Putri malah minta jantung emoticon-Ngakak


kebangetan emang ga tau diriemoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By samo.be



Yah gak dapat yg ena-enaemoticon-Ngakak


nasib ganemoticon-Frown

Quote:Original Posted By 17062018
Dih gak buruan ditembak, entar kalo ane tembak ente ngambek lagi emoticon-Embarrassment emoticon-Ngakak (S)


jangan dong gan, nanti ceritanya selesaiemoticon-Frown

Quote:Original Posted By rullyrullzzz
Ah.. kak Vio nongol bentaran doang... emoticon-Mewek emoticon-Mewek

Nungguin sesi Putri curhat ke Kak Vio deh.. emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)


nyariin kak vio terus ganemoticon-Confused

Quote:Original Posted By labankabir
Lagi lah om satu part lagi hari ini: D


ditunggu aja ganemoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By .citrus.


didepan rumah Putri ada seseorang yang tidak dianggap.

siapa itu Tre? emoticon-Ngakak


ghoib mungkin ganemoticon-Ngakak (S)

kadang-kadang suka ga teliti gan ane pas baca lagi sebelum postemoticon-Big Grin
1 0
1
LIMA BELAS MENIT
23-01-2019 14:05
Quote:Original Posted By gitartua24
Part 31 - Perasaan

......

"astaga treya, dari tadi gue ngomong sampe bebusa cuma gini doang keputusan lo?" kak vio bangun dari sofa, kemudian jelan kekamarnya. "awas lo, kalau putri sampe jadian sama orang lain selain lo, gue ga mau tanggung jawab. jangan nangis-nangis ke gue."

masa iya sih gue nangis kalau putri jadian sama orang lain.

(di sini mestinya ada dialog tambahan)



Dialognya kurang... mestinya di bagian (...) itu tambahin:

Treya: "Lo mau kemana kak, kok ninggalin gue?"

Kak Vio: "Gue ada janji mau ketemuan, sama cowo yang gak PHP kaya lo."

Treya: "Kok gue gak tau? Bukan yang bapet kemarin kobam kan?"

Kak Vio: "Bukan, yang ini udah gawe orangnya... lebih pasti lah. Cape gue pacaran melulu, mau nyoba serius."

Treya: "Siapa kak, kenalin dong. Ntar lo dapat playboy atau serial-killer repot nih keluarga."

Kak Vio: "Gak mungkin, orangnya dari SFTH juga kok. Namanya Rully.. weekend nanti gue bawa mau dikenalin ke bonyok."

Treya: "Anjiiir... temen gue itu kak. Gue setuju deh kalau sama dia. Dia doyan ama cewe judes galak jamuran kaya lo.. untung lo cakep."

***

So... mulai Part 32, ane harap ada peran Rully di story ente ya gan...
emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool


NB: Maaf gan ane iseng aja.. jangan dimarahin ya...
emoticon-Salaman emoticon-Salaman
profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
6 1
5
Halaman 11 dari 26
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
one-more-hour
Stories from the Heart
second-love
Stories from the Heart
rekan-kerja
Stories from the Heart
true-story-mengejar-marika
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.