Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3180
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5baa4f90dcd7702c588b4567/a-road-to-be-me
a Road to be Me Manado, di pertengahan tahun 2004, "Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado. bokap gw bekerja di BUMN ya
Lapor Hansip
25-09-2018 22:09

a Road to be Me

Past Hot Thread
a Road to be Me


a Road to be Me





Manado, di pertengahan tahun 2004,


Quote:
"Yan minggu depan kamu nyusul kesini" kata bokap di telepon


Baru seminggu setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama, gw mendapat kabar bahwa jenjang pendidikan gw akan dilanjutkan ke kota J******* menyusul kedua orang tua dan kedua adik gw, sebelumnya gw tinggal dengan kakek dan nenek gw di manado.

bokap gw bekerja di BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, sejak masih TK gw sudah terbiasa hidup berpindah-pindah, entah itu ikut orang tua gw atau di asingkan sendiri di rumah kakek dan nenek gw di manado, lembar keterangan pindah di raport gw waktu SD dan SMP penuh terisi dengan cap stempel sekolah yang berbeda-beda. hal ini juga yang membuat gw kurang begitu dekat dengan keluarga gw, sejak kecil gw sudah merasa sebatangkara.

Quote:
"Tembak gak ya" kata gw bertanya kepada batinku

"tembak aja, minggu depan lu udah pindah loh" kata batin gw

"tapi kalo di tolak gimana?" gw membatin

"selow aja, toh minggu depan lu udah pindah" kata batin gw

"iya ya," gw berguman sambil bangkit dari tempat tidur


namanya Livia, cewek agak tomboy tapi begitu cantik yang sudah gw taksir sejak gw masih sd kelas 3, dari SD? iya, gw pernah 1 SD dengan dia waktu kelas 3, lalu kami kembali 1 sekolah waktu gw pindah ke manado lagi saat gw kelas 3 SMP,
cinta monyet? Begitulah...

skip ke 1 hari sebelum gw berangkat >>

Quote:
"Livia mau gak jadi pacar ku?" tanyaku ke livia lewat telepon

"hah, lu serius yan?" tanya livia

"iyalah masak maen-maen, jawab dong deg-degkan nih"

"ehhh... maaf ya yan aku gak bisa,,,,,,"

"eh halo-halo sorry liv pulsa ku habis" gw matikan telepon dengan cepat setelah mendengar kata "aku gak bisa" tuuut tuuuuttt tuuuuttttt


hati gw hampa, pertama kalinya gw nembak cewek dan langsung ditolak! gw lemparkan hp nokia 3315 gw ke lantai kamar gw yang tertutupi karpet tanpa takut rusak,

tit tit tidi tit tit

gw lihat hp gw yang tadi terkapar di lantai bergetar pertanda ada sms masuk, hp pun gw ambil

Quote:
"Maksud ju, maaf gak bisa nolak permintaan mu yan, aku mau jadi pacar kamu" livia


YEEEEEEESSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

gw teriak kegirangan lebih keras daripada pertama kali gw dikasih hp sama nyokap
gw langsung kembali menelpon livia

Quote:
"loh yan, katanya pulsa mu habis" tanya livia heran

"eh gak kok, tadi ada telepon masuk aku kira bunyi pulsa habis" jawabku mencari alasan

"Ahh bilang aja kamu mikirnya tadi aku nolak hahahaha"

"Ehh enggak kokkkk" jawab gw mempertahankan harga diri gw tapi risak dengan pipi gw yang merona otomatis begitu juga kembang senyum di pipi gw


kamipun melanjutkan obrolan dari hati ke hati kami, tapi gw belum ngasih tau Livia kalau gw besok akan berangkat pindah ke kota J******* karena terlalu senang.

Dan keesokan harinya tepat sebelum ke bandara gw nelpon livia untuk ngasih tau semuanya,

Quote:
"APA? kenapa baru kasih tau ryan? Apa maksud mu?" tanya livia

"maaf liv, takut kamu tolk" kataku terbata

"ah gak tau deh" kata livia marah dan langsung menutup telepon"

"tuuut tuuuut tuuuutttt"


mampus dah, kata gw dalam hati,
di perjalanan ke bandara gw murung memikirkan livia dan sekali-kali mengutuk kenapa gw harus pindah.

Tiba-tiba hp yw bergetar, ada sms yang masuk kedalam inbox,

Quote:
"have a nice flight ya yan, take care disana, i'll be missing you" livia

"thx liv, maaf ya" gw


Tidak ada balasan lagi dari livia dan begitulah ketidakjelasan hubungan pacaran gw yang pertama, entah itu bisa dibilang putus atau gak, karena 1 hari setelah gw berangkat gw mendengar info kalau livia jadian dengan reno, tetangga gw, WTF, harus banget gitu tetangga gw? -_-


*


Oh iya, sampai lupa, kalian bisa panggil gw ryan. Dan ini adalah cerita kehidupan gw.
Diubah oleh zpy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafranramon dan 71 lainnya memberi reputasi
70
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 37 dari 145
a Road to be Me
21-12-2018 11:19
sandra emoticon-Kiss
1 0
1
a Road to be Me
21-12-2018 15:28
Quote:Original Posted By m08o.fahlevi
Hahaha...ane tunggu part bali nya gan.. emoticon-Embarrassment
naah..klo kolor ane g tau gan...cb tanya sama.... emoticon-Big Grin


hayooo siapaa, sebutttt hahaha

Quote:Original Posted By agnie07
Yah gan dikit amat update nya . . .


tar mlm nulis lagi gan,,

Quote:Original Posted By sicadelllll
sandra emoticon-Kiss


emoticon-Big Kiss
0 0
0
a Road to be Me
21-12-2018 15:44
Quote:Original Posted By zpy
hayooo siapaa, sebutttt hahaha



tar mlm nulis lagi gan,,



emoticon-Big Kiss


Ok gan ditunggu . . .
1 0
1
a Road to be Me
21-12-2018 16:03
Quote:Original Posted By zpy
hayooo siapaa, sebutttt hahaha



tar mlm nulis lagi gan,,



emoticon-Big Kiss


ntr tunggu orgnya nongol aja gan emoticon-Ngakak (S) ayolah lanjut lagi.. emoticon-Betty (S)
1 0
1
a Road to be Me
21-12-2018 19:12
Quote:Original Posted By zpy
di jaman gw dulu LDR sulit sesukses jaman sekarang


sure? iyeee sukses di landa rindu lamalama di rebut orang...
yang deketan aja bisa slengki apa lagi yg jauh.

dan....ciyeee tante sandla udah maen tjiom ajah
Diubah oleh Anyaa351
3 0
3
a Road to be Me
22-12-2018 00:47
Romeo and Juliet

Setelah libur yang cukup panjang dan membosankan, proses belajar mengajar pun kembali dimulai, secara ajaib gw dan hendra sekelas lagi di XII IPA 2 sedangkan rio terdampar di XII IPA 3 tapi rio hampir selalu nongkrong bareng gw dan hendra kalau istirahat ataupun pulang sekolah, dan sandra udah gak sekelas lagi dengan ipan.

Hari pertama sekolah kami para siswa lebih banyak bersih-bersih kelas ketimbang belajar, biasalah tukang bersih gratisan.

Quote:
"Woi, ayo kantin atas" teriak rio yang datang ke kelas gw dan hendra

"Kantin dibawah aja kenapa, jauh nih kalo keatas" kata gw karena kelas kami persis disamping pintu gerbang

"Iya gon, jauh keatas" kata hendra mendukung gw

"Cuci mata coy, denger-denger banyak anak kelas X yang butuh bimbingan" kata rio berapi-api, maklum rio begitu setia menjomblo sejak kelas X, ada sih yang ditaksir sama rio sejak smp dulu, namanya dinda dulu kelas XI IPA 1, tapi rio gagal bisa keluar dari friendzone hahaha

"Ahh lu pada gak asik, mentang-mentang udah punya pacar sama gebetan" kata rio

"Mana ada gw gebetan" kata gw mengingat hendra dan rio gak tau kalo gw lagi deket sama sandra

"Si yuli lah, siapa lagi" kata rio yang memang gak tau kalo yuli udah pindah

"Eh iya yan, kata aliya yuli bener udah pindah?" Tanya hendra tiba tiba serius

"Aliya tau darimana? Iya dia pindah ke jakarta" jawab gw

"Serius?" Tanya rio

"Yuli pamit katanya ke aliya, udah dari awal-awal libur gw mau nanya ke lu, tapi lupa mulu" kata hendra

"Iya yuli pamit juga kok ke gw" jawab gw singkat

"Kok mendadak gitu ya?" Tanya rio

"Gak tau gw juga kaget" jawab gw gak mau memperjelas alasan kenapa yuli pindah

"Bukan karena sering kita ledekin kan ya?" Tanya rio

"Bukaannnn" jawab gw ketus

"Hahaha sabar ya yan, masih banyak ikan di lautan" kata hendra tiba-tiba bijak

"..." gw pun cuma senyum-senyum sendiri

"Ayolah ke kantin atas" rengek rio

"Yaudah, gw sebagai temen yang baik bakal nemenin kalian berdua para jomblo hahaha" ledek hendra

"BACOOODDD" seru gw dan rio kompak


kamipun menuju kantin atas, tak lupa pergi menjemput aliya di kelas barunya XI IPA 4, kelas riri dan nadia dulu, dan seperti gw dan hendra, riri dan nadia juga sekelas lagi di XII IPA 4.

Setelah menjemput aliya, kami berempat pun menuju kantin, duduk di meja pojok lalu ngobrol dan bercanda, tapi entah kenapa obrolan kami seperti ada yang kurang, gak ada lagi ledekan-ledekan hendra dan rio ke gw dan yuli yang dulu seakan-akan menu utama di obrolan kami

Quote:
"Kak ryan yuli kenapa pindah kak?" Tanya aliya ke gw tapi gw bisa merasakan sesuatu dari pandangan aliya, seakan-akan dia sebenarnya sudah tau alasannya tapi ingin memancing gw, apa yuli curhat ke aliya ya? Batin gw

"Katanya mau nemenin kakaknya yang tinggal di jakarta" jawab gw sambil menatap dalam mata aliya mencoba menebak isi pikiran aliya

"Ohhh" jawab aliya singkat sambil tersenyum tertahan lalu mengesap pop icenya

"Tuh dek cariin lah si ryan cewek" kata hendra ke aliya

"Gw juga al cariin" kata rio gak mau ketinggalan

"Temen aku gak banyak mas, tiap hari gaulnya ama kalian" kata aliya ke hendra, "cuma sama yuli aku deketnya sambil kadang-kadang curhat-curhatan" tambah aliya sambil menatap gw dan kembali tersenyum tertahan, gw pun jadi yakin kalau aliya tau yang sebenarnya.


kamipun meneruskan obrolan kami hingga jam istirahat selesai dan kami kembali ke kelas kami masing-masing

Gak banyak kejadian penting hari itu, bahkan gw gak ketemu sandra disekolah, begitu pulang kerumah gw iseng sms sandra

Quote:
"San, lu udah balik?" Gw

"Udah, tapi ini lagi dirumah kak cindy" jawab sandra

"Kak cindy yang waktu itu?" Gw

....


ada mungkin setengah jam sms gw gak dibalas, biasanya paling lama 5 atau 10 menit udah dibalas, ya masak jam segini ketiduran batin gw,

Tuut tuuut tuuut,
dan hp gw pun berbunyi pertanda ada sms masuk

Quote:
"Iya kenapa?" Sandra

"Wah, bilang gw nitip salam ya hahaha" gw sengaja ingin mengeluarkan sisi judes sandra

"Bilang sendiri lah" sandra

"Kan gw gak ada nomernya" gw

"Ngapain nomer, kesini aja sekarang" sandra


gw agak kaget sama reaksi sandra, biasanya gw udah di semprot dari A sampe Z

Quote:
"Serius nih?" Gw

"Iya, lorong samping RS tentara rumah ke 4 sebelah kanan, cepet" sandra


gw pun secepat kilat mandi dan tak lupa minjem motor bang bram, karena motor bokap masih di kantor,

Ada sedikit perasaan aneh dengan sikap sandra, hmmm mungkin akhirnya dia takluk juga sama kharisma gw hahaha

Kira-kira setengah jam gw udah nyampe di depan sebuah rumah agak kecil minimalis dengan pagar yang gak terkunci, gw agak takut salah rumah sebenarnya, gw pun mengirim sms ke sandra

Quote:
"San, gw udah di depan, rumah nomer 9 kan?" Gw


setelah sms terkirim gw pun duduk-duduk diatas motor, sambil membuka-buka sms berharap segera dibalas,

Selang beberapa saat pintu rumah pun terbuka, sandra keluar dari rumah itu sambil melihat gw dengan tatapan kaget, shock dan bingung,

Quote:
"Yan lu kenapa bisa nyampe disini?" Tanya sandra dengan wajah masih keheranan lalu berjalan menuju gw

"Loh kan lu yang suruh gw dateng" jawab gw yang kemudian ketularan bingung

"Hah? Gw? Kapan?" Tanya sandra

"Tadiiiii..." omongan gw terpotong saat melihat cindy berdiri di depan pintu sambil tertawa sejadi-jadinya

"Hahaha" cindy gak mampu menahan tawanya

"..." sandra menoleh ke cindy, "kerjaan lu ya kak?" Tanya sandra

"Hahaha" masih tertawa cindy gak menjawab, tapi tawanya seakan sudah menjawab bahwa dialah dalang dari kebingungan kami ini

"..." gw cuma bisa diam, pikiran gw blank dan malu tentunya

"Sini masuk yan hahaha" kata cindy lalu melanjutkan tawanya

"Iseng banget sihhhh" kata sandra yang wajahnya memerah lalu mengejar cindy kedalam rumah yang masih tertawa lepas

"..." gw masih mematung di depan pagar, sedang menahan malu dan mulai berpikir untuk kabur dari dunia ini eh maksudnya pulang,

"Yan masuk yan" terdengar teriakan cindy dari dalam rumah menyuruh gw masuk

"Lu kenapa diem aja disitu, masuk" kata sandra yang keluar dari rumah lagi dengan judesnya menyuruh gw masuk

"I,, iyaa,,," jawab gw pelan lalu memasukan motor gw kedalam dan berjalan masuk kedalam rumah

"Duduk yan, maaf ya yan yang tadi bales sms lu itu gw" kata cindy

"Ehh iya kak gpp" jawab gw mencoba stay cool padahal urat malu gw udah berdesir kencang sejak tadi

"Kapan lu megang hp gw sih?" Tanya sandra

"Makanya lu kalo mandi itu jangan lama-lama" kata cindy

"Oh pantes dari tadi lu nyengir-nyengir gak jelas" kata sandra

"Lu juga pake percaya yan" kata sandra menyalahkan gw

"Loh kok gw, mana gw tau san" jawab gw membela diri, saking malunya gw tadi gw jadi gak ngeh kalau pakaian mereka berdua ini tergolong minim hahaha

"Gw yang salah, tapi seru kan hahaha" kata cindy yang kembali tertawa

"Gw agak curiga sih kak, soalnya cara balas smsnya kok tumben-tumben gak judes kayak biasanya" jawab gw mencoba nyambung dengan obrolan mereka

"Sandra judes-judes gitu sebenarnya sayang loh yan" kata cindy meledek sandra

"Ihhh apaan sihhhh" kata sandra mulai mencubit cindy hingga mereka berdua saling cubit dan memberikan gw pemandangan "indah" melihat 2 orang cewek cantik nan sexy sedang begulat di depan gw, indahnya hidup ini batin gw emoticon-Big Grin

"Udah ahh, gw mau mandi dulu, yan mau ikut?" Tanya cindy dengan tatapan menggoda

"..." gw cuma bisa tersenyum sambil salah tingkah sendiri

"Ganjen banget sih sama brondong, udah sana mandi" kata sandra mendorong cindy

"Hahaha, biarinnnn" kata cindy yang kemudian meninggalkan gw dan sandra di ruang tamu


rumah cindy ini rumah kontrakan minimalis, ada 1 kamar, ruang tamu kecil, 1 kamar mandi dan dapur kecil, di ruang tamu cuma ada beberapa kursi dan meja kecil,

Quote:
"Sumpah san gw malu banget tadi" kata gw memecah kebisuan kami berdua

"Lu juga bego, pake percaya-percaya aja" kata sandra dan berpindah duduk disamping gw tapi gak mepet-mepet

"Ya gak pake bego juga kali" kata gw agak sedikit menaikan nada gw, kadang sandra agak kelewatan dalam milih kata

"Eh sorry" kata sandra sepertinya sadar judesnya kelewatan

"Ya tapi tetep aja lu nya bego" kata sandra kembali gak mau kalah hanya saja nadanya gak se ngegas tadi

"..." gw cuma tersenyum entah kenapa gw malah gemes sama cewek judes di depan gw ini, sandra,,, sandra,,,


kamipun ngobrol perihal kelas baru kami, tak berapa lama cindy keluar dari kamar mandi dalam balutan handuk yang cukup menarik perhatian gw, cindy berjalan kedalam kamar tanpa menoleh ke arah kami tapi senyuman di wajahnya menandakan dia sedang menggoda kami

Quote:
"Matanya biasa aja ngeliatinnya" kata sandra setelah cindy masuk kedalam kamar

"Hah? Yeee biasa aja kok gw" jawab gw salah tingkah setelah ketangkap basah

"Huuu dasar" kata sandra lalu melempar bantal kecil kearah gw


kamipun melanjutkan obrolan gak penting kami berdua, daripada obrolan lebih tepatnya perdebatan gak berfaedah layaknya pertanyaan mana yang lebih dulu, ayam atau telur.

Quote:
"San, gw mau ke supermarket dulu ya" kata cindy begitu keluar dari kamarnya

"Hah? Mau beli apa emangnya?" Tanya sandra

"Gw mau masak buat tar malem" kata cindy

"Dih kesambet apaan kak sampe mau masak?" Tanya sandra

"Kesambet ryan" kata cindy lalu tertawa, "lagi pengen aja sih" tambah cindy

"Suruh ryan aja kali kak, dia cowok ini" kata sandra

"Iya kak emang mau beli apa? gw aja yang pergi" jawab gw sok gentlemen

"Gak, lu kan tamu yan" jawab sandra

"Yaudah sini gw yang pergi deh" kata sandra

"Lu yakin mau ninggalin gw sama ryan berdua? Hahaha" kata cindy menggoda sandra

"..." gw terdiam, lidah gw keluh seakan apapun keputusannya gw lah pihak yang paling diuntungkan haha

"..." sandra dan gw pun berpandangan, sepertinya kami kompak memikirkan hal yang tidak-tidak akan terjadi jika sandra meninggalkan gw sendiri tanpa pengawasan dengan cindy

"Udah kalian dirumah aja, yan gw pinjem motor lu dong" kata sandra

"Ini kak" kata gw menyerahkan kunci motor ke cindy

"Kalo bosen nonton aja di kamar" kata cindy

"Iyaaaaaa" jawab sandra singkat


tinggalah gw dan sandra berdua di ruang tamu yang kecil ini dalam kekakuan,

Quote:
"Lu udah lama kenal sama cindy san?" Tanya gw memulai obrolan

"Dia temen kuliah abang gw" jawab sandra, abang yang dimaksud ini anak laki-laki dari omnya

"Ohh, gw kira kalian kenalan pas 1 job, pantes aja udah akrab" kata gw

"Dia yang ngajakin buat nambah-nambah jajan gw, daripada gw bengong dirumah kan" jawab sandra

"Kenapa? Lu pasti mikir ahh spg, jual tampang dong" kata sandra dengan nada nyeleneh tapi bisa gw dapat perasaan sedih di dalam omongan dia itu

"Ye siapa yang ngomong gitu, menurut gw lu mandiri malah" jawab gw

"Ishhh, muji-muji gw gak ada uang kecil" kata sandra mencoba menutupi rona merah di pipinya

"Duit besar juga gpp, gw ada kembalian hahaha" kata gw mencairkan suasana

"Apa sih, yuk nonton, gerah disini" kata sandra, tapi memang di kota ini cuacanya panas pake banget

"Gpp nih?" Tanya gw agak ragu, karena menurut gw yang polos ini masuk ke kamar cewek yang belum terlalu gw kenal rasanya gak sopan gitu

"Gpp lah, gw gak bakal ngapa-ngapain lu anjir, dasar anak mami" cibir sandra jutek

"Bukan itu, kan yang punya kamar gak ada" kata gw

"Ah bodo, kalo lu mau disini yaudah, gw mau ngadem dikamar"  kata sandra jutek meninggalkan gw dan masuk kedalam kamar tapi pintu kamarnya gak ditutup


Gw memandangi pintu kamar yang terbuka itu, hati gw bergejolak bagaimanapun gw lelaki tulen yang juga punya pikiran khas pria kebanyakan, gw pun memutuskan menyusul sandra,

Quote:
"Iya ya disini adem" kata gw yang baru masuk pintu kamar dan di sambut hembusan angin AC

"Gw bilang juga apa" kata sandra sibuk membongkar-bongkar sebuah rak yang isinya film, "nonton ini aja ya" kata sandra lalu memasukan cd kedalam vcd player


Gw ambil box sampul putih cd film tadi dan gw membaca ada tulisan 'romeo and juliet' ditulis dengan tangan pertanda ini film romantis dan film ini film sewaan emoticon-Big Grin

Sandra lebih dulu merebahkan badannya di tempat tidur ukuran queen size dan bersandar di tembok sambil memeluk bantal, matanya menatap layar kaca yang sudah mulai memutar film tadi

Gak mau kalah, gw pun merebahkan tubuh gw ke sisi lain tempat tidur agak menjaga jarak dari sandra, meski gw laki-laki normal gw masih bisa bersikap sopan, ya meski pergolakan batin tetap saja terjadi.

Hanya ada suara film yang memenuhi kamar sekarang, beberapa kali terjadilah akward momen saat kami disuguhkan scene yang agak "romantis",

Quote:
"Gw mau ambil minum dulu yan" kata sandra saat adegan romeo dan juliet sedang di kolam renang

"Iya" jawab gw singkat yang juga salah tingkah


sudah cukup lama waktu berjalan, belum ada tanda-tanda empunya rumah pulang, mungkin belanjanya di pluto -_-,

Sandra pun kembali kedalam kamar, entah perasaan gw aja atau GR gw, sandra rebahan di sisi tempat tidurnya tapi agak mendekat ke gw

Kami pun lanjut menonton dan gw fix terbawa suasana, tangan sandra yang tergeletak sedari tadi memanggil-manggil gw pun perlahan gw genggam, gak ada penolakan ataupun perubahan emosi yang ditunjukan sandra, yang pasti tangan sandra sedingin tangan gw saat itu.

Cukup lama tangan kami saling menggenggam sampai akhirnya gw memberanikan diri untuk berpindah mendekat kesamping sandra, sekali lagi gak ada penolakan atau kejudesan sandra yang seperti biasanya, bahkan sandra merebahkan kepalanya ke pundak gw,

Tangan kami masih saling menggenggam dan mata kami masih menatap layar kaca meski pikiran kami sudah gak konsen ke film yang sedang berjalan,

Tiba-tiba gw merasa gak mau kehilangan sandra saat itu, tanpa peringatan gw langsung mengarahkan bibir gw tepat menuju bibir sandra dan kamipun berciuman. perasaan senang, takut dan adrenalin menguasai kami berdua,

Quote:
"Sandra" ucap gw pelan

"Hmmm?" Guman sandra

"Lu mau gak jadi pacar gw?" Kalimat ini pun terucap dari bibir gw seakan-akan gw gak mau berlama-lama dan kejadian dengan yuli bakal terulang

"..." sandra agak terkejut menatap mata gw dalam seolah mencari kejujuran disana

"..." sandra tersenyum sedikit lalu memeluk lengan gw erat dan berkata "gw mau yan"

"..." kini giliran gw tersenyum melepas beban di dada gw yang sedari tadi gw tahan lalu mencium kening sandra


beberapa kali bibir kami kembali beradu layaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara, harus gw akui sandra hebat dalam ciuman.

Ada pikiran-pikiran liar yang terlintas dipikiran gw, bagaimana tidak tempat dan suasana sangat mendukung jika kami ingin berbuat lebih lanjut, tapi malaikat di pikiran gw kerap berbisik

Quote:
"Cuma karena nafsu yan?"

"Lu mau sama sandra cuma karena ini?"


yang membuat gw tersadar dan mengurungkan niat gw, dan mengajak sandra keruang tamu guna meredam energi negatif di kepala gw.

Jam dinding sudah menunjukan pukul 6 sore barulah gw mendengar suara motor memasuki perkiran rumah pertanda cindy sudah pulang,

Quote:
"Ke supermarket tapi jam segini baru balik" kata sandra ke cindy saat cindy baru masuk kedalam rumah

"Tadi ketemu temen jadi nongkrong dulu" kata cindy tersenyum penuh arti

"Loh mana belanjaannya?" Tanya gw

"Gak jadi yan males, beli aja deh hahaha" jawab cindy

"Hahaha" kamipun tertawa


sedikit ngobrol gw pun pamit pulang, sandra mengantar gw sampai depan

Quote:
"Yang tadi gw serius loh" kata gw

"Hmmm yang mana ya?" Jawab sandra belaga bego

"Ahh yaudah gak jadi" gw sok-sok an ngambek lalu menstater motor

"Idih anak mami ngambek" kata sandra mendorong kepala gw yang terbungkus helm

"Gw balik ya san" kata gw memberikan senyum termanis gw

"Iya hati-hati dijalan yan" kata sandra

"Bye sayang" kata gw mencoba romantis

"Dih, apaan sih, pokoknya gak ada panggil-panggil sayang ya, geli tau" kata sandra

"Hahaha iya iyaaaa, bye" kata gw

"Bye" jawab sandra sambil tersenyu


gw pun pulang kerumah, gw gak nyangka kalau hari ini gw bakal jadian dengan sandra, cewek jutek yang dulu pernah jadi cewek yang paling gw jengkel satu sekolah, sambil melamun gw membayangkan bagaimana reaksi ipan nanti ya, atau bahkan reaksi hendra yang gw yakin bakal kaget setengah mati.
profile-picture
profile-picture
sotokoyaaa dan Bangliam memberi reputasi
10 0
10
a Road to be Me
22-12-2018 00:52
Quote:Original Posted By agnie07
Ok gan ditunggu . . .


udah gan 1 part agak panjang, gw males misahinnya :d

Quote:Original Posted By m08o.fahlevi
ntr tunggu orgnya nongol aja gan emoticon-Ngakak (S) ayolah lanjut lagi.. emoticon-Betty (S)


udah gan, hajar meski agak panjang emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By Anyaa351
sure? iyeee sukses di landa rindu lamalama di rebut orang...
yang deketan aja bisa slengki apa lagi yg jauh.

dan....ciyeee tante sandla udah maen tjiom ajah


bukan soal selingkuhnya sih nyaa, tapi lebih ke nahan perasaan, rindu yang cuma bisa terucap itu berat.
0 0
0
a Road to be Me
22-12-2018 06:44
Thanks gan udah update . . .
2 0
2
a Road to be Me
22-12-2018 10:35
Quote:Original Posted By zpy
bukan soal selingkuhnya sih nyaa, tapi lebih ke nahan perasaan, rindu yang cuma bisa terucap itu berat.


berat yee..kayak pas ldr sm tante indira
eeeeuh malah bobo sm tante clau
-----
part ini panjang amirr intinya udah jadian sm sandra, ntar deh gw baca

sekarang tinggal nunggu putus nya aja
2 0
2
a Road to be Me
22-12-2018 10:57
aish gerak cepet rupanya
1 0
1
a Road to be Me
22-12-2018 18:18
Quote:Original Posted By agnie07
Thanks gan udah update . . .


sama2 gan,

Quote:Original Posted By Anyaa351
berat yee..kayak pas ldr sm tante indira
eeeeuh malah bobo sm tante clau
-----
part ini panjang amirr intinya udah jadian sm sandra, ntar deh gw baca

sekarang tinggal nunggu putus nya aja


kan bobo sama clau sebelum jadian sama indira nyaa, franky gak sepasaran itu hahaha

---

Well part2 bareng sandra sebenarnya agak sedikit mengganggu gw,

Quote:Original Posted By sicadelllll
aish gerak cepet rupanya


gak mau jatuh dikesalahan yang sama gan emoticon-Big Grin
0 0
0
a Road to be Me
22-12-2018 20:19
Quote:Original Posted By zpy
sama2 gan,



kan bobo sama clau sebelum jadian sama indira nyaa, franky gak sepasaran itu hahaha

---

Well part2 bareng sandra sebenarnya agak sedikit mengganggu gw,



gak mau jatuh dikesalahan yang sama gan emoticon-Big Grin


Yosh!!!!

Ask dong
"apa agan mendalami tentang keyakinan udah sejak sekolah? "

Gk dijawab juga gk apa..sorry this an sensitif case
1 0
1
a Road to be Me
23-12-2018 21:23
Quote:Original Posted By sicadelllll
Yosh!!!!

Ask dong
"apa agan mendalami tentang keyakinan udah sejak sekolah? "

Gk dijawab juga gk apa..sorry this an sensitif case


kalo soal itu mungkin lebih enak kalo agan tanyakan lewat PM, karena seperti yang agan bilang, agak sensitif,
1 0
1
a Road to be Me
23-12-2018 21:28
Quote:Original Posted By zpy
kalo soal itu mungkin lebih enak kalo agan tanyakan lewat PM, karena seperti yang agan bilang, agak sensitif,


Pm meluncur
0 0
0
a Road to be Me
24-12-2018 15:20
nenda dulu kang, moga moga sampe tamat ceritanya
1 0
1
a Road to be Me
24-12-2018 15:34
Di tunggu part ehem2nya emoticon-Wowcantik
1 0
1
a Road to be Me
24-12-2018 19:04
Quote:Original Posted By zpy
kan bobo sama clau sebelum jadian sama indira nyaa, franky gak sepasaran itu hahaha

---

Well part2 bareng sandra sebenarnya agak sedikit mengganggu gw,

emoticon-Mad diih dikira gw lupa apa yaa , part berapa gituh di trit indira lo jemput clau trus abis ituu...ya gitudeh paginya indira nelpon lo,firasat pacar bobo sama mantan

------
ntar nulis trit clau makin baper lagi...hadeeehh emoticon-Cape d... (S) , gk usah update ajalah klo masi baper emoticon-Stick Out Tongue
3 0
3
a Road to be Me
26-12-2018 12:12
Bolos

Setelah naik ke kelas XII gw udah diijinin bawa motor ke sekolah meski gak tiap hari juga gw bawanya,


"Yan, tar ikut pengayaan gak?" Tanya sandra

"Gak, mau ke studio band bareng anak-anak, kenapa?" Tanya gw

"Ohh,,," kata sandra dengan tatapan seperti ngomong "gak ngajak gw gitu?"

"Ikut ke studio aja yuk" kata gw cukup peka

"Hmmm, yaudah deh gw ikut" kata sandra terus melahap cilok

"Emang kalian main dimana?" Tanya sandra lagi agak kurang jelas karena sambil mengunyah cilok

"Studio yang deket mall" jawab gw lalu mengambil cilok lagi

"Ohh, yuk balik" kata sandra lalu menarik lengan gw, dan kamipun kembali ke sekolah setelah membayar tentunya
[/Quote]

sepanjang perjalanan kembali ke kelas sandra tetap menggandeng gw meski banyak mata yang melihat kami berdua,

Setelah resmi berpacaran kami memang sudah gak sembunyi-sembunyi lagi, karena "kesenjagan sosial" antara anak IPA dan IPS sangat terasa di angkatan gw, gak sampe musuhan berlebih apalagi sampe berantem sih, tapi anak IPS menganggap anak IPA itu culun, kutubuku, gak gaul dan gak asik, sedangkan anak IPA menganggap anak IPS itu ya anak-anak pembuat onar disekolah, sedangkan anak bahasa? Anak bahasa itu para kaum netral yang memilih menarik diri dari dunia persilatan emoticon-Big Grin. Intinya hubungan gw dan sandra tak lekang dari cibiran disana sini, apalagi melihat sejarah kami berdua yang pernah beradu mulut waktu sweeping dulu.

Quote:
"Yan tar ketemunya di pertigaan dibawah ya, gw mau bolos dari pelajaran terakhir" kata sandra

"Yaudah, motor gw juga udah gw parkir di rumah temennya ipan dibawah" kata gw

"Oke, gw balik ke kelas dulu ya" kata sandra

"Iya, bye" jawab gw

"Bye" kata sandra lalu berjalan kembali ke kelasnya


gak ada kata-kata romantis sih kalo sama sandra apalagi di tempat umum kayak gini,

Quote:
"Yan, lu pacaran sama sandra ya?" Tanya rio begitu gw kembali ke kelas

"..." gw gak menjawab hanya tersenyum sedikit dan pura2 merapikan buku di tas gw

"Wah beneran brarti" kata hendra

"Emangnya kenapa? Lu berdua temen punya pacar bukannya di syukuri malah muka lu berdua kusut gitu" kata gw

"Ehh enggak hahaha, kaget aja, kan lu berdua dulu kayak kucing sama tikus" kata hendra

"Nah bener tuh" kata rio

"Iya gw udah jadian sama sandra" kata gw mengkonfirmasi pertanyaan yang ada dikepala mereka berdua

"Ya gak apa-apa sih yan" kata hendra agak terdengar gak enak di kuping gw, mungkin ya karena persoalan anak IPA dan IPS tadi.

****

Bell jam pulang sekolah berbunyi, tapi gak untuk yang anak kelas XII karena masih ada jam pengayaan, saking malesnya anak-anak kelas XII ikut pengayaan pak agus dan beberapa guru harus berjaga-jaga di depan gerbang agar gak ada anak kelas XII yang kabur,

[Quote]
"Pan gimana kita kaburnya? Pintu gerbang dijaga" tanya gw

"Tenang, soal kabur dan bolos itu serahkan ke anak IPS, yuk ikut gw" kata ipan, dan kamipun mengikuti ipan dan beberapa peserta nominasi bolos pengayaan awards,


ipan membawa kami ke belakang sekolah, tepatnya dibelakang kelas X8 ada celah bolong di tembok yang di tutupi lemari rusak, udah beberapa kali kami bolos pengayaan tapi pertama kalinya gw lewat jalur "khusus" ini, biasanya kucing-kucingan lewat gerbang depan.

Setelah sukses, kami pergi mengambil motor yang kami parkir sebelumnya di rumah temen ipan, karena hari ini kami sudah niat akan bolos pengayaan.

Ipan, tria dan ridwan duluan ke studio, sedangkan gw sengaja bilang mau balik ke rumah bentar mau ngambil stik drum, padahal mau jemput sandra.

Setelah telponan dengan sandra gw akhirnya sampai disebuah rumah di pertigaan pangkalan ojek dibawah sekolah gw, lumayan dekat dengan rumah riri, dengan cepat sandra sudah naik ke motor gw dan kamipun menuju studio, tak lupa sandra memeluk erat gw dari belakang.

Quote:
"Itu tadi umah siapa san?" Tanya gw memulai obrolan

"Temen sekelas gw juga, kan tadi jam terakhir kosong, jadi langsung ada kita kabur" jawab sandra sambil merebahkan kepalanya di pundak gw

"Ohh" jawab gw singkat karena fokus menatap jalan

"Yan gak apa-apa nih gw ikut ke studio?" Tanya sandra

"Ya gak apa-apa lah, kan udah pada kenal juga" jawab gw

"Ya kali aja kalian grogi ada cewek cantik yang nontonin, hahaha" kata sandra

"Dihhh pede amat" jawab gw


gw dan sandrapun sampai ke studio, sudah ada ipan, tria dan ridwan yang menatap kaget melihat gw dan sandra yang turun dari motor gw,

Quote:
"Apa lu pan? Mau ngeledek?" Kata sandra yang langsung mendorong kepala ipan

"..." gw cuma tersenyum melihat tingkat mereka berdua

"Ahh lu san, dulu pas gw tanya katanya enggak kok, enggak kok" kata ipan menirukan cara bicara sandra

"Ipaaaaannnnnn" pekik sandra makin menjadi mencoba menutup mulut ipan, wajah sandra memerah

"Emang lu nanya apa pan?" Tanya gw mencoba mengorek informasi

"Jadi yan sandra tuhhhh,,,,,,," belum sempat ipan menyelesaikan kalimatnya, jitakan sandra sudah lebih dulu melayang ke kepala ipan "aduhhhh" teriak ipan sambil memegangi kepalanya kesakitan

"Hahaha" gw, tria dan ridwan tertawa melihat tingkah mereka berdua

"Sejak kapan kalian pacaran yan?" Tanya tria

"Belum lama kok" jawab gw

"Ohh gw kira pas perform di ptc" kata tria

"Baru kok tri" jawab gw malu-malu


kamipun masuk kedalam studio, memainkan beberapa lagu hingga waktu sewa habis, gak terjadi banyak obrolan di dalam studio, sandra lebih banyak duduk manis melihat kami,

Quote:
"Malam minggu jalan yuk" kata gw ke sandra

"Gw ada job yan sampe malem" kata sandra

"Yaudah, gw temenin ya" kata gw

"Ehhh gak usah yan, gw sama kak cindy kok" kata sandra

"Emang dapet job dimana?" Tanya gw

"Di PTC yan" jawab sandra

"Hari minggu aja ya kita jalan" kata sandra berubah agak manja sambil membelai pipi gw

"Iya deh" jawab gw datar

"Jangan ngambek gitu dong, gak pantes tau" kata sandra kini mencubit pipi gw

"Ihhhh siapa yang ngambek coba" kata gw dan kami berdua pun lagi-lagi berakhir memperdebatkan hal yang gak penting
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sotokoyaaa dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
a Road to be Me
26-12-2018 13:25
Quote:Original Posted By kidszonk
nenda dulu kang, moga moga sampe tamat ceritanya


amin gannn

Quote:Original Posted By j.crossover
Di tunggu part ehem2nya emoticon-Wowcantik


masih lama gan hehehe emoticon-Stick Out Tongue

Quote:Original Posted By Anyaa351
emoticon-Mad diih dikira gw lupa apa yaa , part berapa gituh di trit indira lo jemput clau trus abis ituu...ya gitudeh paginya indira nelpon lo,firasat pacar bobo sama mantan

------
ntar nulis trit clau makin baper lagi...hadeeehh emoticon-Cape d... (S) , gk usah update ajalah klo masi baper emoticon-Stick Out Tongue


yeee coba baca lagi anyaa, gak terjadi apa2 malam itu,

Gak lah, gak bakalan baper kalo soal claudia, part2 berikutnya malah yang paling bikin gw baper,
Diubah oleh zpy
1 0
1
a Road to be Me
26-12-2018 19:18
Quote:Original Posted By zpy
Bolos


Kok gak kentang,
Tambah 1 part lagi Yan, yg ada kentang'nya,emoticon-Big Grin
1 0
1
Halaman 37 dari 145
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
completed-hey-fanny
Stories from the Heart
pernah-berjuang-namun-dibuang
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
hitam-season-2
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia