Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1424
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b65b81112e25709668b4567/kiara-hidup-tak-sesimpel-masak-mie-instan-tamat
Jarum jam menunjukkan pukul 14.30, ruang guru cukup sepi. Sebagian besar sudah pulang, hanya beberapa guru ekskul saja yang masih tinggal. Aku duduk tegak menghadap meja, sedang seru-serunya membaca sebuah manga* yang diselipkan di dalam buku Geografi untuk siswa SMA/MA kelas XI. Ya, aku adalah seorang Guru Geografi yang mengajar di SMA favorit di bilangan Kotabaru, Jogja. Setelah lulus S1 dan S2
Lapor Hansip
04-08-2018 21:28

(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan

Past Hot Thread
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]

*raw photo taken from actress's official instagram

Quote:

Ibaratnya main game...

Selagi life span masih ada
dan jari-jari masih memencet joystick...

Artinya belum game over
Kecuali ada yang tiba-tiba mencabut kabel power...

Jika hal itu terjadi, mau tidak mau harus ikhlas
Dan tentunya move on..


Ini adalah pertama kalinya saya mencoba nulis. Cerita ini ditulis untuk menghibur dan tentunya sedikit membagi lesson learned yang mungkin berguna, eh.. mungkin juga engga sih haha.. 

Terlepas nyata atau tidaknya, biar saya aja yang tau emoticon-Blue Guy Peace sumimasen deshita ne!

Jika ada kesamaan kejadian...
Ya.. yang merasa, jangan ge-er lah ya... move on please move on.. emoticon-Malu (S)
Uhm.. dialognya emang sengaja dibikin campuran Indonesia, Nihon go (Japanese) dan English supaya ceritanya lebih hidup. Mohon maaf semoga terjemahannya ga mengganggu.

Btw saya ni masih newbie banget di kaskus, I know.. udik banget iyes.. hari gini baru join kaskus emoticon-Cape d... (S)makanya mohon sangat bimbingannya kepada senior semua disini, sebelumnya maaf-maaf kalo masih banyak dudulnya yak!

Oh iya, untuk update-an nya... diusahakan banget se-rutin mungkin emoticon-Kiss (S)



Kindly need your help!
Quote:Saudara/i kaskuser yang budiman.. saya boleh request dong...
Apakah ada yang mau bantuin bikin sinopsis cerita ini? Ntar saya tinggal angkut di mari
Samar-samar baru inget, kayanya pernah ada yang minta dibuatin sinopsis deh..

Otsukaresama, yoroshiku onegai shimasu!


Sinopsis bebas by agan mxyztplk2


Sinopsis bebas dari agan montormebur


Sinopsis bebas dari agan thaburnquist


Please enjoy!

(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]

Mencoba bikin index emoticon-siul

Part 1 Kiara
Part 2 Lovely Odawara
Part 3 Masa SMA yang biasa
Part 4 Let it go please
Part 5 Uso - Ga mungkin!
Part 6 Hontou ni sumimasen datta
Part 7 Ungkapan hatinya
Part 8 Aku masih rindu
Part 9 Tak akan habis dikenang
Part 10 Have you found the lucky guy?
Part 11 Dua lelaki
Part 12 Obrolan yang menyeramkan
Part 13 Apa itu cinta?
'Lagu Kebangsaan'
Part 14 Something isn't right
Tantangan
Part 15 Ga nyangka!
Part 16 Urgh.. ga konsen gue
Part 17 No more tears formula
Part 18 Plus one doang kan?
Part 19 Apa yang kulakukan?!
Part 20 Mind your own business!
Part 21 You're acting different
Part 22 Apakah mampu?
Part 23 Hijikata dan Mitsuba
Part 24 Ini syuting Omake atau apa?
Part 25 An unexpected surprise
Part 26 The cruelest woman - me!
Part 27 To improve mental health
Part 28 Kieta - Menghilang!
Part 29 Nani ga atta - Apa yang terjadi?
Part 30 Unmei deshou - Takdir?
Part 31 Jibun no riyuu - Alasanku
Part 32 A man with a nobel heart
Part 33 Too good to be true
Part 34 Aishiteru yo - Aku cinta kamu
Part 35 Kejutan Terindah
Part 36 Itterasshai - Selamat jalan!
Part 37 Pulang ke Jogja
Part 38 Checklist
Pesan sponsor
Part 39 Heart to heart
Part 40 Ikhlas
Part 41 Malam yang panjang
Part 42 The proposal
Part 43 Rahasia
Part 44 Mimpi terburuk
Part 45 Mou tsukareta - Aku sudah lelah
Epilog - Sekuat dan seindah berlian
Bonus Chapter

Sekuelnya udah tayang loh agan dan sista sekalian. Kindly check this out! emoticon-rose
(Kiara) It's not easy like Sunday morning
Polling

Poll ini sudah ditutup - 30 Suara

Jadi.. siapa yah yang jadi pak suaminya Kiara? 
3.33%
Bagas
66.67%
Toshi
0%
Reno
30%
Seseorang yang lain (?)
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pintokowindardi dan 37 lainnya memberi reputasi
38
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 60 dari 69
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
02-12-2018 14:59
Ikutan Komeng di Thread ts sesama bau bawang emoticon-Shakehand2
2 0
2
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
02-12-2018 15:03
Hai sist...
Ane penasaran mampir ksini ahh abis terbang2 cantik dr rmh tetangga hehee... emoticon-Big Kiss
Diubah oleh nonanoz
3 0
3
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
02-12-2018 16:14
Quote:Original Posted By F1ZH


Babang sakuragi memang luat biasa kok

Dengan ke absurdtannya (kata antra yak) , dia bisa membuka lg hati bu guru yg udah luluh bin lantak

😁😁😁

Karena dia abaurd itu kali yg bikin dia tahan hahaha.. kalo ‘normal’ mungkin udh ga betah emoticon-Malu

Quote:Original Posted By agusk1988
Ikutan Komeng di Thread ts sesama bau bawang emoticon-Shakehand2

Hai hai... bau bawang maksudnya masih baru ya gan? Semoga enjoy ya baca story nya emoticon-Peluk

Quote:Original Posted By nonanoz
Hai sist...
Ane penasaran mampir ksini ahh abis terbang2 cantik dr rmh tetangga hehee... emoticon-Big Kiss

Welcome. Semoga enjoy baca storynya dan betah ikutan nimbrung obrolannya emoticon-Angpau
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
02-12-2018 19:59
part yang baru ga salah link nya sis? emoticon-Hammer2
2 0
2
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
02-12-2018 22:58
baru kesini lagi , nyesek bgt ini ....
Mba seriusan ini kok gini amat emoticon-Turut Berduka
2 0
2
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 05:10
Quote:Original Posted By kidszonk
part yang baru ga salah link nya sis? emoticon-Hammer2

Bener kok linknya, barusan ditest bisa tuh emoticon-Wowcantik

Quote:Original Posted By mubafirs
baru kesini lagi , nyesek bgt ini ....
Mba seriusan ini kok gini amat emoticon-Turut Berduka

Iya emoticon-No Hope
1 0
1
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 08:46
Quote:Original Posted By fee.fukushi
Karena dia abaurd itu kali yg bikin dia tahan hahaha.. kalo ‘normal’ mungkin udh ga betah emoticon-Malu


Pasti merasa tertantang kalau beliau bu

Cokdplay FIX YOU pas kayaknya ya dengan kondisi babang sakuragi saat pdkt ama bu guru


😁😁😁
2 0
2
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 11:16
jujur saya jadi penasaran dengan sekuel nya.. kalau memungkinkan di buat kaya pengalaman dari sisi masing-masing ( dari sisi mbak Kiara sendiri sama dari sisi Pak Su gimana)..
..
1 0
1
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 12:37
Quote:Original Posted By n03r03l
jujur saya jadi penasaran dengan sekuel nya.. kalau memungkinkan di buat kaya pengalaman dari sisi masing-masing ( dari sisi mbak Kiara sendiri sama dari sisi Pak Su gimana)..
..

PoV dari paksu nanti rencananya akan di share juga sih tapi diselip2in di sekuel yg dari PoV Kiara. Kalo mau dibikin satu story full PoVnya paksu, ga mau dia. Tapi di sekuelnya nanti kan keliatan juga karakter dan jalan pikirannya paksu kaya apa. Simak terus ya, domo arigatou emoticon-Angpau

Quote:Original Posted By mxyztplk2

Mas Agus bukan bau bawang lagi, udah tuwir di kaskus.

Mba, tau Yon Asakura dr shaman king?
Nah mas agus itu mirip Yoh Asakura yg punya Amidamaru di shaman king.
Tapi amidamarunya banyak, ada ronggo geni, puspa arum, puspa kenanga, hahhaa.


Ini nonanoz juga penggemar kisah2 horor, biasanya nongkrong di tempat2 horor, tapi muncul juga di threadnya mba kiara.
MUngkin karena ada cerita kematian, jadi tertarik kesini.




BTW, walaupun prediksi sy bener, mba kiara ga akan sama Toshi, tapi sy ga happy kok.
Pasti berat bwat mba kiara ngadepinnya.
First love, teman masa kecil, ga bertemu bertahun tahun, menanggung rindu, memendam cinta, sudah mendekati hari yg dinanti2, tiba-tiba... tsah.....
Sy jg jd baper bacanya, tapi mbak kiaranya juga sudah move on dan happy, jd sypun ga jadi nangis, hehehe.

Terima kasih sudah sharing ceritanya dimari mba.
Bnayak yg bisa jadi pelajaran untuk yg baca.

Mungkin nextnya bisa diceritain caranya mba kiara move on, dan melewati kejadian ini.

Wah saya tersanjung nih, para legenda di kaskus sudi mampir dimari emoticon-Malu terima kasih banyak.

Wah ga tau Shaman King saya, ntar deh di gugel dulu emoticon-Peace

Thanks for your kind supports, ditunggu sekuelnya nanti yah, mudah2an penulisan dan penyampaian pesannya bisa lebih bagus dari yg ini.
Syukurlah kalo ada pelajaran yg dpt diambil dari story ini, berarti salah satu tujuan menulis saya tercapai emoticon-Embarrassment
Diubah oleh fee.fukushi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 17:31
Quote:Original Posted By mxyztplk2

Kalau di hunter x hunter, ini mas yg ini punya nen beast.
Atau gampangnya Pokemon deh mba, tau pokemon kan?
Nah mas agus ini pokemonnya banyak, dan pokemonnya diajak ngelawan pokemon2 lainnya yg jahat, hehehe.

Salah satu nya pelajaran bahasa jepang mba.

Oh I see.. pokemon. Analognya gampang dimengerti, arigatou emoticon-Peluk wah hunter x hunter, saya duku ngikutin animenya belum beres haha.. ntar deh kalo ada waktu nonton lagi emoticon-Peace

Bahasa jepang itu kalo udh tau polanya gampang kok, bener deh. Bahasa sehari2nya cuman itu2 aja diulang2
1 0
1
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 19:45
Part 45

Pertahanan mental yang telah ku bangun sekuat tenaga itu seketika rubuh saat melihat Toshi sedang tersenyum di ruang tengah.

Foto Toshi terpajang di ruang tengah dengan dupa yang menyala di kanan kirinya, di hadapan foto itu terdapat beberapa barang favoritnya. Di Jepang, hal seperti ini lumrah dilakukan untuk mengenang yang telah tiada.

Melihatnya tersenyum seperti itu sungguh hatiku terasa pilu, pedih bagai disayat belati. Tak dapat kurasakan kedua kakiku lagi, aku rubuh. Shigeta san yang berdiri di belakangku, dengan cekatan menangkap dan mendudukkanku di lantai. Tangisku pun meledak.

“I’m sorry. I shouldn’t be like this. I’m really sorry.” kataku sambil terus sesenggukan. (-Maaf. Tak seharusnya aku begini. Sungguh maaf)

“It’s ok, you’re fine. Let it go.” Sawa memelukku. (-Tak apa, kau tak apa. Lepaskan saja)

Gara-gara diriku, sepertinya semua orang jadi ikut menangis. Nenek menghampiri dan mengusap-usap lembut punggungku, aku tak sanggup mengangkat wajah untuk menatapnya.

---

Entah berapa lama aku telah menangis. Saat kuangkat wajah, kulihat ayah sedang memasukkan koperku ke kamar Toshi. Rasanya aku tak mampu jika harus tidur di sana malam ini. Saat ini di kepalaku seperti ada sebuah proyektor yang memutar ulang kenanganku beberapa bulan yang lalu di rumah ini. Dadaku terasa sakit, sangat sakit.

Aku teringat kembali saat Toshi menyuapiku di kamar itu, saat memasak bersama di dapur itu, saat menunggunya memakai sepatu di koridor itu, saat melepasnya pergi bekerja di pagar itu, saat naik ke boncengan sepedanya di halaman depan itu. Semuanya berkelebat berulang-ulang di kepalaku.

Sepertinya air mata dan suaraku telah habis, yang tersisa hanya rasa pedih di dada dan tenggorokan. Sawa hanya duduk diam di sebelahku. Aku tahu dia pasti merasakan hal yang sama, Sawa pasti juga merasa sangat kehilangan.

“Sawa.. could you do me a favor.” (-Sawa.. dapatkan kau menolongku?)

Sawa terkejut mendengarku tiba-tiba berkata demikian. “Yes? Anything.” (Ya? Katakanlah)

“I’m sorry, but I think I couldn’t stay here tonight. It’s just too hard for me. I’m afraid I can’t stand it. But I don’t want to offend Obasan and Otoosan.” (-Maaf, tapi sepertinya aku belum bisa menginap di sini malam ini. Masih terlalu sulit bagiku. Aku takut tak dapat mengendalikan diri. Tapi aku tak mau menyinggung nenek dan ayah)

“I understand. It’s ok I’ll tell them. Then where are you going to stay? Do you want me to drop you in a hotel?” (-Aku mengerti. Tak apa, aku akan bilang kepada mereka. Lalu kau akan menginap di mana? Kau mau kuantar ke hotel?)

“I don’t know. Let me think later.” (-Aku tak tahu. Nanti akan kupikirkan)

“Ok, I’ll tell Ojisan.” (-Oke, aku akan bilang ke Paman dulu)

Tak lama kemudian Sawa kembali. Dia mengatakan Shigeta san menawarkanku untuk menginap di rumahnya. Moe san, istrinya, sangat ingin bertemu denganku. Tanpa pikir panjang, langsung kuterima tawaran itu.

Setelah meminta maaf kepada ayah dan nenek, aku pun pamit. Aku berjanji besok akan datang lagi, semoga saja perasaanku sudah jauh lebih baik.

---

Malam itu, aku mengobrol dari hati ke hati dengan Shigeta san dan Moe san, mereka ini sudah dianggap keluarga oleh Toshi. Moe san tahu betul cara menasehati orang tanpa kesan menggurui, aku suka mengobrol dengannya.

Esoknya, aku merasa jauh lebih baik. Kuakui, aku belum dapat sepenuhnya ikhlas tapi perasaanku jauh lebih baik. Ikhlas itu gampang diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Setelah sarapan, aku duduk sendirian di teras samping.

Duduk sendirian seperti inilah yang berbahaya bagiku, karena pikiranku sudah pasti akan melantur. Dan benar saja, tiba-tiba aku teringat sebuah ungkapan ‘selalu ada senyum menunggu di ujung kesedihan.’

Cih! Senyum? Justru senyum itu yang kemarin selalu ada tapi sekarang lenyap begitu saja.

Seketika senyum Toshi saat menyatakan perasaannya kepadaku terpampang jelas di benak, pipiku kembali hangat oleh air mata. Aku pun menyadari, cincin pemberian Toshi ternyata masih tersemat di jari manisku. Kuciumi cincin indah itu, air mataku sudah tak terbendung lagi.

Tiba-tiba Moe san duduk di sampingku, mengusap lembut punggungku.

“Nan de? Nan de kore ga… okotta no?” tanyaku dengan suara tercekat. (-Kenapa? Kenapa semua ini… terjadi?)

“Allah dake ga shitte iru.” Moe san menjawab lirih. (-Hanya Allah yang tahu)

“Mou… tsukareta...” tangisku semakin tersedu. (-Aku… sudah lelah…)

“Astaghfirullah. Dame yo! Dame! Sono koto o itte wa ikemasen.” Moe san memeluk dan mengusap lembut rambutku. (-Astaghfirullah. Tidak boleh ya! Tidak boleh! Kau tidak boleh berkata seperti itu)

“Wakaranai yo… atashi wa… mou wakaranai.” suaraku semakin menghilang tertelan isak tangis. (-Tak tahu… aku… tak tahu lagi)

“Jinsei wa nani no tame ni aru to omou?” (-Menurutmu kita ini hidup untuk apa?)

Moe san seketika melepaskan pelukannya dan memandangku lekat. Kata-katanya itu membuatku tersentak, aku pun tersadar.

Astaghfirullah! Berulang kali aku beristighfar dalam hati.

Jika memang manusia hidup di dunia ini untuk mengemban misinya masing-masing. Apakah ini misiku? Untuk membawa Toshi mendapatkan hidayah-Nya sebelum akhirnya dia dipanggil? Ah, mana mungkin aku semulia itu.

Tapi memang benar, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Hanya saja, entah kapan hikmah itu datang. Saat ini sejauh aku memandang, hanya kabut putih saja yang kulihat. Sepertinya tidak ada tanda-tanda bahwa badai ini akan segera berlalu.

Apa yang pernah kutakutkan waktu itu ternyata benar. Yang kualami ini benar seperti kisah drama romantis yang sering kutonton. Hal yang indah telah terjadi, dan saat ini sesuatu yang buruk sedang mengikutinya.

Ah, tapi mungkin ini tidak buruk. Keputusan Allah pastilah tidak ada yang buruk. Aku saja yang bodoh, belum dapat melihat di mana kebaikannya. Memang bodoh kau Kiara! Bodoh! Berulang kali aku memaki diriku sambil terus menangis.

Moe san hanya duduk diam di sebelahku sambil terus mengusap lembut punggungku, berusaha membuatku lebih tenang. Saat ini pikiranku sangat kacau, sebentar positif, beberapa detik kemudian berubah menjadi sangat negatif. Aku seperti tak mengenali diriku sendiri.

---

Sore harinya, aku kembali ke rumah Toshi diantar oleh Shigeta san dan Moe san. Malam terakhirku di Odawara, aku harus kuat. Akan sangat tidak sopan kepada nenek dan ayah jika aku tidak menginap. Entah mendapat kekuatan dari mana, tapi hatiku sekarang jauh lebih kokoh. Aku baik-baik saja.

Setelah mengobrol di meja makan sambil menyantap makan malam, aku dan Sawa membereskan meja dan dapur. Sedangkan nenek dan ayah pergi ke ruang tengah, sepertinya mereka sedang berdoa di depan foto Toshi. Walaupun Toshi sudah memeluk Islam dan diistirahatkan dengan cara tersebut, cara beribadah keluarganya memang seperti itu.

“What time is your flight tomorrow?” pertanyaan Sawa mengembalikan kesadaranku. (-Jam berapa penerbanganmu besok?)

“Almost noon.” (-Hampir tengah hari)

“Oh, My flight is two hours earlier. I thought we can go to the airport together.” (-Oh, pesawatku dua jam lebih awal. Kupikir kita bisa ke bandara bersama)

“Yes we can. I don’t mind arriving a bit earlier there.” (-Iya kita bisa. Aku tak keberatan tiba di sana lebih awal)

“Are you sure?” (-Apa kau yakin?)

“Yeah why not." (-Ya kenapa tidak)

Malam itu, aku memilih tidur di kamar tidur tamu bersama Sawa. Kamar Toshi dibiarkan kosong, ayah pun lebih memilih tidur di ruang tengah. Jujur, aku masih belum berani masuk ke kamar Toshi. Aku takut tangisku akan meledak kembali.

Di kamar tidur tamu, aku dan Sawa tidak saling bicara. Kami langsung berbaring memunggungi satu sama lain. Sepertinya keran air mataku ini telah rusak, terus saja dia mengalir dengan sendirinya tanpa dapat kuhentikan.

---

Esok paginya, Sawa dan aku bersiap untuk ke bandara. Sekali lagi kupandang foto Toshi yang sedang tersenyum di ruang tengah itu. Sebuah Shonen Jump tergelak di depannya, miniatur rumah 100 tahunnya yang terbuat dari kayu juga ada di sana. Syukurlah aku tidak menangis, sepertinya perasaanku sudah mulai stabil.

Sebelum berpamitan kepada nenek dan ayah, aku menyempatkan sedikit melongokkan kepala ke kamar Toshi.

“I’ll come in with you if you want to.” Sawa tiba-tiba sudah berdiri di belakangku. (-Aku akan menemanimu masuk jika kau mau)

“No, I’m fine.” aku menggeleng pelan. (-Tidak. Aku tak apa-apa)

“He’s probably still here, go and say goodbye to him!” (-Dia mungkin masih di sini, pergi dan ucapkan selamat tinggal kepadanya!)

Mendengar Sawa berkata begitu, aku sedikit merinding. Bukan karena takut, tapi justru karena ingin benar-benar melihat Toshi di sana. Aku menoleh kepada Sawa yang menangguk mantap. Dia berusaha meyakinkanku sambil sedikit mendorong tubuhku. Akhirnya aku masuk juga ke kamar itu, duduk bersimpuh di samping tempat tidurnya.

‘Aku tak tahu apa kau ada di sini. Aku hanya ingin mengucap terima kasih untuk saat-saat indah yang kau berikan padaku. Kau benar-benar telah memberiku kebahagiaan tak terkira. Walaupun hanya sekejap, tapi itu sangat berarti untukku. Sungguh terima kasih.’ Pipiku kembali hangat saat mengatakan kalimat itu dalam hati.

‘Aku yakin saat ini kau telah berada di tempat yang indah. Seseorang berhati mulia sepertimu pantas mendapatkan kebahagiaan abadi. Allah tahu itu. Allah tahu yang terbaik untukmu. Sekarang aku akan melanjutkan langkahku...’ Aku semakin terisak.

‘Meski tanpa kau di sampingku.’ Air mataku semakin deras mengalir, hidungku pun mulai berair.

Seketika aku teringat kata-kata Toshi saat melamar, ‘Bersandarlah padaku dengan hidungmu yang berair’, membuatku semakin tersedu.

Astaghfirullah… astaghfirullah... astaghfirullah… Kuatlah Kiara!

Sawa memelukku yang sedang bersujud, menangis tanpa suara. Sepertinya kakiku tak sanggup menopang tubuh untuk berdiri dan melangkah meninggalkan kamar ini, sungguh aku sangat lelah.

---

Beberapa jam setelahnya, aku dan Sawa tiba di bandara. Bergegas kami menuju counter check-in masing-masing. Selesai check-in dan urusan imigrasi, masih ada waktu sebentar bagi kami untuk duduk mengobrol sebelum Sawa harus pergi ke gerbang keberangkatannya.

“I have one more favor to ask.” (-Aku punya satu permintaan lagi)

“Anything. Just tell me!” (-Apa aja. Katakan padaku!)

“Here. Please have this!” aku memberikan cincin dari Toshi. (-Ini. Tolong simpan ini!)

“No, not this one. Please I can’t accept this.” (-Tidak, tidak yang ini. Tolonglah aku tak dapat menerimanya)

“I don’t know what to do with this.” (-Aku tak tahu harus bagaimana dengan ini)

“Me neither, sorry.” mata Sawa mulai berkaca-kaca. (-Aku juga, maaf)

Sekarang Sawa yang menitikkan air mata lebih dulu, tak lama kemudian air mataku juga ikut meleleh. Menguap, tertawa dan menangis itu memang benar menular.

Untungnya tak lama kemudian, kami dapat kembali menguasai diri. Tiba saatnya Sawa berpamitan, kami berpelukan sekali lagi sebelum dia berlalu menuju gerbangnya. Aku menyimpan cincin itu di dompet lalu berjalan menuju gerbangku yang mungkin belum dibuka karena penerbangannya masih dua jam lebih dari sekarang.

Aku berjalan gontai menyusuri koridor lalu duduk di ruang tunggu penerbangan yang sepertinya masih dipenuhi oleh penumpang pesawat yang akan berangkat lebih dulu, bukan pesawatku. Saat sedang duduk dengan pikiran kosong itu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh alunan ‘Please Stay With Me’.

Deg! Biasanya itu dering panggilan Skype dari Toshi.

Sejak kedatangan Toshi waktu itu, aku mengenal Skype untuk melakukan panggilan telpon dan video. Selama ini di kontaknya hanya nama Toshi seorang, namun baru-baru ini ketambahan Antra sebelum dia berangkat ke Paris.

“Assalamu’alaikum dek.”

“Wa’alaikum salam mbak. Udah di bandara?”

“Iya. Kamu ngapain bangun pagi-pagi buta gini?”

“Ga bisa tidur mbak he he.. Mbak baik-baik aja kan?”

“Iyalah baik. Emang ngapain?”

Padahal saat mengatakan itu dadaku terasa sesak. Setiap ada yang menanyakan apakah aku baik-baik saja justru membuatku menjadi tidak baik.

“Oh, syukur deh.”

“Udah kamu tidur sana dek, besok masuk kan?”

“Iya sih, yaudah ya mbak. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikum salam.”

HP kembali kumasukkan ke dalam tas. Aku berusaha membuat otakku sibuk agar tidak kembali memikirkan hal yang membuatku sedih. Tapi tak ada yang dapat kulakukan, aku tak membawa apa pun untuk kubaca. Akhirnya tanpa dapat kukendalikan, pikiranku kembali melantur.

Mengapa kehidupan normalku harus diusik dengan dongeng romantis ala drama Jepang lalu dihempaskan jatuh berkeping ke dasar jurang seperti ini? Apa alasan di balik ini semua? Sebanyak apa pun aku bertanya, tetap tak kunjung kutemukan jawabannya.

Namun aku pernah mendengar seseorang mengatakan ‘waktulah yang akan menjawab semuanya.’ Sebagai makhluk Allah, kita hanya dituntut untuk ikhlas dan sabar, tuntutan yang sangat tidak mudah. Tapi jika kita berhasil melaluinya, rahasia indah Allah yang sedang diramu oleh-Nya pasti akan terungkap.

“Dari Indonesia ya? Sorry gue tadi denger waktu lagi nelpon.”

>>tamat
Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 19:48
Epilog

Skype yang dulunya adalah alat komunikasi eksklusifku dengan Toshi, sangat jarang kunyalakan. Aku akan login ke Skype jika memang sudah janjian akan bertelpon dengan Antra. Jika memang ada sesuatu yang penting di luar jadwal telpon kami, Antra akan mengirimkan pesan dulu, setelah itu aku akan login dan menelponnya.

Nada dering Skype callku juga sudah kuganti dengan dering poliponik biasa. Seberapa aku mencoba kuat, hatiku ternyata masih terlalu lemah untuk mendengar alunan Please Stay With Me. Air mataku seketika tumpah saat mendengarnya.

Saat ini aku telah kehilangan selera untuk mendengarkan lagu-lagu Jepang maupun menonton anime dan dorama, kebiasaan membaca manga pun telah kutinggalkan. Kuakui, itu kulakukan agar suasana hatiku lebih baik.

Luka ini ternyata lambat laun membuat hatiku kebas dan menjadikan aku cenderung menutup diri.

Kau tidak bisa terus larut dalam kesedihan seperti ini Kiara! Apa kau akan menyia-nyiakan hidupmu dengan meratapi takdir terus-menerus seperti ini? Percakapan seperti itu selalu berkecamuk di kepalaku hingga akhirnya berusaha kutanamkan pada diriku bahwa aku akan baik-baik saja.

Dulu aku berpikir, air mata selalu dapat diandalkan untuk menghapus kesedihan. Saat ini barulah kuketahui, ternyata ada kesedihan yang tidak dapat dihapus oleh air mata seberapa pun banyaknya, keikhlasanlah yang dapat melakukannya. Walaupun saat ini aku tak begitu mengerti ikhlas itu yang seperti apa.

Ikhlas yang erat kaitannya dengan hati, ternyata tidaklah semudah itu dapat dikendalikan oleh otak. Tapi aku yakin, yang perlu kulakukan hanyalah terus mencoba. Sedikit lagi dan sedikit lagi untuk melaluinya, dan biarkan waktu yang akan memperbaiki semuanya.

Kisah indahku dengan Toshi, tak akan terlupakan di sepanjang sisa hidupku. Akhir yang berupa duka mendalam ini tentunya juga tak akan terlupakan hingga kapan pun.

Namun seiring berjalannya waktu, kejadian ini lambat laun terasa bagai mimpi. Saat ini pun jika coba kuingat lagi, sulit dipercaya bahwa semua itu pernah nyata, mungkin memang hanya sekedar mimpi.

Kau tahu mengapa berlian itu sangat indah dan kuat? Di dalam skala kekerasan mineral ‘Mohs’, berlian menempati urutannya di paling atas. Itu upah sepadan untuknya yang telah terbentuk melalui proses yang sangat tidak mudah. Diperlukan tekanan dan temperatur yang luar biasa tinggi untuk membentuknya menjadi sebuah batu mulia.

Analogi yang sama mungkin dapat diterapkan untuk manusia. Untuk menjadi seseorang yang indah dan kuat, manusia harus mau diproses seperti berlian. Harus ditekan dan dibakar sedemikian rupa sehingga keindahannya terbentuk dan kekuatannya teruji.

Proses yang harus kulalui ini memang sangat melelahkan dan menyakitkan. Namun ternyata memang ini jalan yang harus kutempuh sebelum akhirnya patut bertemu dengan seseorang yang telah Allah siapkan untuk melengkapi hidupku.

Manusia memang hanya dapat berencana, Allah yang menentukan. Manusia memang hanya dapat meminta, Allah yang memberi. Dan yang Allah berikan itu pasti sebaik-baiknya yang manusia butuhkan.

***

I'll close out with this beautiful song emoticon-rose

Diubah oleh fee.fukushi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Post ini telah dihapus oleh radheka
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 19:59
Quote:Original Posted By @soygeboy
Mbaakkk.... ah speechless deh aku. Very nice story mbak. Keren, asli keren banget banget!!!

Gak sabar nunggu lanjutannya

emoticon-Malu ah jangan gitu pakde, jadi malu saya
2 0
2
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 20:00
baru kelar marathon kemarin..eh sekarang udah tamat aja emoticon-Big Grin
di tunggu cerita hidup mba selanjutnya ya emoticon-Smilie
1 0
1
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 20:20
Quote:Original Posted By VictimMax
baru kelar marathon kemarin..eh sekarang udah tamat aja emoticon-Big Grin
di tunggu cerita hidup mba selanjutnya ya emoticon-Smilie

Terima kasih. Ntar masih ada satu post lagi kok, PoV seseorang yg menyapa itu emoticon-Angel
Ditunggu yaemoticon-Peace
2 0
2
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 21:09
Duh siapa sih ini yang ngiris bawang...emoticon-Frown
Tetiba langsung berhenti..emoticon-Frown liat
"Dari Indonesia ya? Sorry gue tadi denger waktu lagi nelpon.”
Apakah orang yang sama yang punya gantungan ransel chibi action figure Hanamichi Sakuragi..emoticon-Bingung
1 0
1
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 21:15
Quote:Original Posted By kimmot
Duh siapa sih ini yang ngiris bawang...emoticon-Frown
Tetiba langsung berhenti..emoticon-Frown liat
"Dari Indonesia ya? Sorry gue tadi denger waktu lagi nelpon.”
Apakah orang yang sama yang punya gantungan ransel chibi action figure Hanamichi Sakuragi..emoticon-Bingung

Kebetulan itu ternyata ada emoticon-Cendol Gan
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 21:38
Baru sempet maen lagi di trit ini, malah dapet apdet Toshi sudah tiada...emoticon-Turut Berduka

Jujur sy sudah menebak dari awal jika Mbak Kiara tidak bisa bersatu dengan Toshi...emoticon-Malu

Makanya sy pilih jadi Team Bagas...emoticon-cystg

Eh, tapi kayanya jodohnya mbak Kiara juga bukan Bagas deh...emoticon-Cape d...
1 0
1
(Kiara) Hidup Tak Sesimpel Masak Mie Instan [TAMAT]
03-12-2018 21:45
Tamat?? Kok ending nya bikin penasaran... 😭
1 0
1
Halaman 60 dari 69
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
accidentally-you
Stories from the Heart
senandung-black-n-blue
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
bertemu-makhluk-tinggi-hitam
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia