alexa-tracking
Kembali ke Versi Lama
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.33 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5be2e04498e31b58538b4567/kok-bisa-terjerat-utang-di-aplikasi-fintech
07-11-2018 19:53
Kok Bisa Terjerat Utang di Aplikasi Fintech?
Past Hot Thread
Kok Bisa Terjerat Utang di Aplikasi Fintech?




Kemajuan Teknologi saat ini memungkinkan fasilitas perbankan semakin mudah diakses, bahkan fasilitas yang membutuhkan otorisasi berlapis, dengan fasilitas yang disediakan fintech (financial technology) dari tabungan bunga tinggi seperti deposito hingga reksadana, atau fasilitas yang lebih panas: pinjaman cash

Pinjaman bisa dengan alasan apa saja baik konsumtif ataupun menambah modal usaha untuk menjawab tantangan usaha, selama pinjaman ini di imbangi dengan kemampuan bayar, pinjaman dalam bentuk apapun tentunya anda tidak perlu takut mengunakan fasilitas cicilan. Sekali lagi, selama anda tahu betul siapa anda dan apa kemampuan anda karna jujur banyak yang gagal bayar selalu menyalahlan fasilitator pinjaman dengan satu kata yang paling sering di ucap kalau ada yang bahas tentang bunga, saya serahkan pada imajinasi anda kira kira kata apa sih yang muncul kalau bahas bunga h-h-h-h-h


Bila anda mengajukan pinjaman di bank, tentunya anda harus di survei, intinya proses yang luar biasa ribet. Namun bila mengajukan lewat perusahaan fintech, anda tinggal masukan Kartu Keluarga, KTP dengan foto selfie, data diri lengkap, dana langsung cari saat itu juga. YA, SAAT ITU JUGA.

Saat ini mulai banyak kasus dimana banyak yang "menjadi korban" terbelit utang jasa penyedia pinjaman via fintech, semakin meningkat sampai LBH Jakarta membuka posko darurat.

dikutip di: https://tirto.id/kasus-tagih-utang-f...pengaduan-c9cx
Quote:tirto.id- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta membuka posko pengaduan bagi para korban pinjaman uang online (pinjol) dari para penyelenggara Fintech yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta. Hal tersebut mengingat banyaknya kasus teror dan intimidasi yang terjadi kepada para korban saat penagihan utang.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Divisi Advokasi Bidang Perkotaan dan Masyarakat Urban (PMU) LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait kepada reporter Tirto, Senin (5/11/2018) siang.

"Iya benar, selama tiga tahun terakhir setidaknya ada 283 kasus dan pelaporan yang terjadi. Meski mulai mengadu ke LBH Jakarta itu pada bulan Mei lalu, tapi mereka sudah membangun kelompok pengaduan khusus sejak 2016, meski kelompok itu lebih ke curhat sih," katanya.




dan "korban" nya sampai nekat bunuh diri

Quote:Jakarta, CNN Indonesia -- Perempuan berinisial L tak pernah membayangkan dirinya akan nekad menenggak minyak tanahuntuk mencoba mengakhiri hidupnya. Hal lebih tragis, awal mula percobaan bunuh diri itu dilakukan karena persoalan utang senilai Rp500 ribu dari sebuah aplikasi teknologi finansial (fintech).

Perempuan berusia 40 tahun ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya bekerja sebagai supir ojek aplikasi online. Mereka memiliki tiga anak, dua di antaranya masih membutuhkan biaya untuk bersekolah. Dia juga masih harus menanggung hidup ibundanya yang telah sepuh dan sakit di rumah.

"Awalnya tahun ini, mau puasa saya pinjam duit Rp500 ribu dari aplikasi sebut saja DR, tapi yang cair hanya Rp375 ribu. Saya harus balikin beserta bunga lebih dari Rp600 ribu dalam dua pekan," L mulai bercerita pada di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/11).


Perempuan lulusan SMK ini sudah menyadari sejak awal bahwa bunga yang harus dibayarnya cukup besar, sekitar 20 persen. Uang yang dia pinjampun tak bisa semuanya cair karena ada biaya administrasi yang cukup besar.

https://www.cnnindonesia.com/nasiona...-utang-fintech



Saya sebagai pengusaha UKM dan kuliah di jurusan ekonomi, tentu merasa aneh dengan maraknya tulisan yang mendiskreditkan fintech, apalagi perusahaan fintech yang sudah dapat perizinan OJK. Ehm.. wait, jadi ada fintech yang beroperasional tanpa izin OJK? Ada!

Quote:Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan ada 227 perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending yang beroperasi secara ilegal atau belum terdaftar dan mendapat izin dari OJK.

Direktur Hubungan Masyarakat OJK Hari Tangguh Wibowo mengatakan perusahaan fintech yang ilegal itu bisa diakses melalui website serta tersedia dalam platform seperti App Store dan Google Play.


Menurut Hari, mayoritas perusahaan fintech tersebut berasal dari China. Perusahaan-perusahaan tersebut mengalihkan bisnisnya ke Indonesia karena China mulai memberlakukan pengetatan atas fintech P2P Lending.


"Di China dulu longgar soal fintech P2P lending, sekarang sangat ketat. Ini bisa kita hindari, kita atur dahulu baru industri berkembang. Kemudahan membuka platform dan PT di Indonesia dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab ini," jelasnya di Kantor OJK, Jumat (27/7/2018).

https://www.cnbcindonesia.com/fintec...-ini-daftarnya



Jadi inilah kesalahan apa yang banyak terjadi kenapa bisa terjerat utang di fasilitas fintech

(PUALING FATALLLLL) KESALAHAN 1: MEMINJAM DI FINTECH YANG TIDAK TERDAFTAR OJK
Kesalahan paling fatal yang dimulai orang awam dalam dunia persilatan permodalan, yaitu meminjam di sarang penyamun. Hal yang perlu di sadari bahwa tidak ada perbedaan meminjam di rentener lintah laper dengan fintech ilegal, SAMA SAMA TIDAK ADA MEKANISME TATA BAYAR YANG JELAS. Yang penting anda minjem uang, dan anda bakal jadi bulan-bulanan debt collector mereka, mereka dengan sengaja membiarkan anda lupa bayar tanpa notifikasi. Jadi ketika anda telat, siap siap bunga + penalti yang luar biasa besar.

Kenapa harus OJK? Karena fintech yang sudah taken perjanjian dengan OJK harus tunduk dengan aturan OJK, diantaranya memberikan 100% informasi baik total bayar yang harus dibayar per periode, bagaimana membayar, tabel angsuran dan bunga, hingga informasi paling kecil sekalipun, anda berhak tahu. Bila mereka sengaja menutupi atau mempersulit, anda bisa tuntut mereka balik di kanal OJK bagian pengaduan.

Quote:Saya potong untuk menghemat space

Dalam jangka menengah, OJK dapat menunjuk pihak lain (Asosiasi Penyelenggara IKD yang diakui oleh OJK) yang bertugas dalam pengawasan IKD.

"""
Perlindungan Konsumen
Penyelenggara wajib menerapkan prinsip dasar perlindungan konsumen yaitu (a) transparansi, (b) perlakuan yang adil, (c) keandalan, (d) kerahasiaan dan keamanan data/informasi konsumen, dan (e) penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat, dan biaya terjangkau.

Transparansi
Penyelenggara IKD wajib menerapkan prinsip pengawasan berbasis disiplin pasar, risiko dan teknologi terhadap inovasinya antara lain harus memperhatikan transparansi produk dan layanan, pasar yang kompetitif dan inklusif, kesesuaian dengan kebutuhan konsumen, penanganan mekanisme keluhan yang segera, dan aspek keamanan dan kerahasiaan data konsumen dan transaksi.

Anti-Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
Penyelenggara IKD juga wajib menerapkan program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di sektor jasa keuangan terhadap konsumen sesuai ketentuan Peraturan OJK di bidang AML-CFT (Anti Money Laundering and Counter-Financing of Terrorism).
"""
https://finance.detik.com/moneter/d-...ech-ini-isinya



Jadi, semua yang sudah terdaftar OJK pasti harus memberikan semua yang perlu anda tahu, mereka tidak akan berani menutupi atau bahkan menganggu privasi bila tidak diperlukan.

Kalau anda merasa terganggu dengan telepon yang hanya mengingatkan anda bayar tepat waktu, percayalah seharusnya anda bersyukur kalau anda diingatkan: karna itu kewajiban mereka.

KESALAHAN 2: TIDAK TERTIB TANGGAL BAYAR
Sekali lagi yang saya ingatkan walaupun anda mengunakan fintech dengan izin OJK sekalipun bahwa tidak ada bedanya anda meminjam di bank dengan di fintech: Sama sama harus bayar tepat waktu
Selalu ingat kapan jatuh tempo, siapkan uang sebelum jatuh tempo, pasang alarm di smartphone anda dengan kepintaran yang haqiqi tolong jangan punya smartphone kalau orang nya tidak smart, alarm kalender nya dipakai jangan hanya untuk penganggu bangun pagi anda.

Penyakit "tarsok" a.k.a entar-besok ini hukumannya tidak kenal ampun, tidak kenal amesti, tidak kenal musyawarah. Apa yang anda  tanda tangan termaksud hukuman penalti yang akan dibebankan kepada anda.


Contoh Fintech Yang Baik



KESALAHAN 3: MEMANG DASARNYA YANG PINJAM "BESAR PASAK DARIPADA TIANG"
Ini saya ngak mau bahas lebih dalam, anda bisa menjelaskan dengan nalar anda sendiri. ini memang sedari awal salah anda sendiri.

Jadi jika anda menyadari apa yang anda lakukan, baik anda meminjam dimanapun entah di bank sistem apapun atau fintech manapun, bila anda berurusan dengan badan yang tepat, tahu aturan, dan tahu diri sendiri, kemudahan fasilitas 100% milik anda.
Diubah oleh bisabegitucom
9
Kutip
Balas
Tampilkan isi Thread
Urutan
Terlama
Halaman 3 dari 8
08-11-2018 23:56
Bukan kaleng kaleng
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:00
Quote:Original Posted By yxgk

Temen gue kayak gini nih, alhasil dia udah resign dr kantor gue dan gatau kemana dia. Yg jelas tiap hari ada aja yg telponin temen gue yg satu lagi nanyain si temen gue yg resign ini, ga cuma dari 1 atau 2 aplikasi tp lebih dari 5 hahaha. Saking numpuknya si penelpon ini sering titipin pesan ke temen gue yg ngutang ini buat bayar kewajiban pokoknya aja, bunganya di hapus emoticon-Ngakak


saking susahnya ditagih die nyerah juga bray
emoticon-Ngakak
-1
Kutip
Balas
09-11-2018 00:09
Yg offline bnyak ne keliling2 nawarin pinjeman, tanpa syarat, tanpa agunan, tapi bunga selangit
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:10
KLO pinjaman fintech bisa sampe ratusan juta saya mau.... cuman jutaan doank mah males.............. emoticon-Wowcantik
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:14
nyimak gan
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:16
katakan tidak pada pinjaman online zaman nowemoticon-Traveller
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:16
ane berani ngutna gcmn ke cc aja gan whahahah
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:24
Tipikal orang indo
suka pinjem uang
tp males ngembaliinny
0
Kutip
Balas
09-11-2018 00:31
Pada gak baca terms & conditions. Jadi aja terjerat hutang yang rumit. Terlepas dari kepentingan orang minjem duit beda beda, ya harus tertib baca dan tertib bayar cicilan. Sebisa mungkin jangan pinjem duit yang ada bunganya. Riba.
0
Kutip
Balas
09-11-2018 01:22
gali lobang tutup lobang kalo kata bang roma.. sungguh terlaluu
0
Kutip
Balas
09-11-2018 01:26
Yang jelas kalau mau pinjam duit kudu dilunasin sesuai tgl jatuh tempo, kalo engga ya gitu, gali lobang tutup lobang... apalagi ngutang buat memenuhi kebutuhan hidup emoticon-Betty (S)
0
Kutip
Balas
09-11-2018 01:57
Pintar menabung, beli yang perlu, tahan iri, dan pastinya pintar bersyukur
0
Kutip
Balas
09-11-2018 03:06
ane belom paham brey emoticon-Cendol Gan
0
Kutip
Balas
09-11-2018 03:11
ini aplikasi apaan gan emoticon-Bingung
utang aja ga pernah di dunia nyata apakah maya, koq bisa segitu percayanya ya emoticon-Bingung emoticon-Hammer2
0
Kutip
Balas
09-11-2018 03:12
solusinya gampang sih sebenernya, gak mampu mbayar ganti nomer emoticon-Ngakak
0
Kutip
Balas
09-11-2018 04:37
nyimak aja bre
0
Kutip
Balas
09-11-2018 04:44
Oalah hutang riba,

Bagaimana pun gk bakal tenang dan gk barokah emoticon-Cape deeehh
0
Kutip
Balas
09-11-2018 05:32
ngeRIBAnget emoticon-Ngacir
0
Kutip
Balas
09-11-2018 05:41
bangke... lintah darat digital ini
0
Kutip
Balas
09-11-2018 05:46
Intinya sih kalau emang bener2 ga mampu bayarnya, jangan sampai pinjem2 uang ke fintech atau bank.
1
Kutip
Balas
Halaman 3 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2018 Kaskus – The Largest Indonesian Community