Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
67
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a7f3a489e74046e4e8b456e/kilau-kristal-di-langit-hitam
Hai. Perkenalkan, namaku adalah Dewi Ayu Larasati atau biasa dipanggil Laras. Aku adalah seorang perempuan yang terlahir dan besar di kota yang dikenal dengan julukan Kota Pahlawan. Aku adalah anak satu - satunya di keluargaku. Sudah bisa kebayang kan, bagaimana manjanya aku sebagai anak perempuan dan satu - satunya. Papaku adalah seorang pegawai BUMN dan mamaku adalah seorang dosen di salah satu
Lapor Hansip
11-02-2018 01:30

Kilau kristal di langit hitam

Past Hot Thread
Hai. Perkenalkan, namaku adalah Dewi Ayu Larasati atau biasa dipanggil Laras. Aku adalah seorang perempuan yang terlahir dan besar di kota yang dikenal dengan julukan Kota Pahlawan. Aku adalah anak satu - satunya di keluargaku. Sudah bisa kebayang kan, bagaimana manjanya aku sebagai anak perempuan dan satu - satunya.

Papaku adalah seorang pegawai BUMN dan mamaku adalah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di kotaku. Meskipun bisa dibilang mamaku adalah wanita karir, beliau selalu menjadikan keluarga terutama anaknya sebagai prioritas. Sebagai seorang pengajar, tentu saja beliau sangat mengutamakan pendidikan bagi anaknya. Jadilah aku perempuan yang manja dan bisa juga dibilang anak rumahan.

Sampai aku bertemu dengannya, seorang kakak dengan dua adik perempuan yang mengajarkanku sedikit demi sedikit arti sebuah tanggung jawab dan pengorbanan. Dia yang mampu menunjukan senyum dikala hatinya sedang berkabut. Dia yang bisa membuat tenang walau dalam perasaannya sendiri dia sedang bingung. Entahlah, kenapa aku bisa menjadikan dia sebagai pelindung. Aku merasa semua akan baik - baik saja ketika ada dia di dekatku.

Mungkin kisah kami terdengar bak kisah fantasi di dunia dongeng. Tapi aku percaya, Tuhan menjadikan suatu kejadian bukan tanpa maksud. Aku percaya bahwa Tuhan mempunyai cara sendiri untuk menemukan dua orang insan yang sudah ditakdirkan untuk melengkapi satu sama lain. Akan aku ceritakan kisahku. Sebuah kisah yang dengan dorongannya aku memutuskan untuk membaginya. Sebuah kisah yang menurutnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Kilau kristal di langit hitam


Bagi mahasiswa baru, tentu saja akan ada yang namanya orientasi dan pengenalan. Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu suka dengan acara seperti ini. Aku tidak bisa memahami esensi dari acara tersebut. Dalam pandangan negatifku, aku hanya menganggap acara itu hanya sebagai ajang balas dendam mantan junior ke calon junior.

Jarum panjang jam masih menunjuk angka tiga dengan jarum pendeknya mendekati angka tujuh ketika mama dengan lembut mengusap keningku dan berusaha membangunkanku. Aku tak kuasa menahan wangi kopi susu yang sudah disediakan di meja samping ranjangku.

Quote:"....Yahh, kena godaan kopi susu nih." batinku


Mama sungguh mengerti bagaimana cara membawaku kembali dari peraduan mimpi. Dengan mata berat aku terpaksa membuka kedua mata ini. Sedikit asupan kafein dari minuman favoritku mampu mengumpulkan nyawaku yang sudah mengembara entah kemana. Aku menggeliatkan tubuhku sembari melihat jam yang terpajang di dinding kamar.

Quote:"Sayang, ayo buruan mandi. Nanti telat lho ospeknya." Kata mama

"Yahh ma, Laras gak ikut deh. Buat apa sih acara kayak gini. Kayak ga ada kerjaan lain aja. Masih jam segini lagi". Jawabku

"Eh ga boleh gitu. Acara ini penting sayang. Kamu bisa kenal kampus kamu. Kamu juga gampang nambah teman lewat acara ini. Lagian papa udah belain siap - siap tuh." Sergahnya

"...Cerewet". Tentu saja aku hanya membatin


Aku selalu saja kalah beradu argumen kalau lawannya adalah mamaku. Aku dengan langkah malas menuju kamar mandi. Dingin air yang terpancur kembali membawa kesadaranku setelah tadi sempat mulai hilang ketika perjalanan dari kamar ku ke kamar mandi. Aku menggerutu kenapa aku harus mengikuti acara yang sangat tidak penting menurutku.

Setelah semua sudah siap, aku langsung menuju ke depan rumah. Di sana papa sudah memanaskan motor tempur kesayangan. Aku agak mengernyitkan dahi ketika melihat itu. Kenapa papa memanaskan motor bukan mobil. Belum lama aku bertanya - tanya, panggilan papa membuyarkan lamunanku.

Quote:"Udah siap nak ?" Sahutnya

"Udah pa, eh papa nganter Laras naik motor ?" Tanyaku

"Iya dong, udara segar pagi ga boleh disia - siakan. Papa juga sering liat kamu cuma malas - malas di dalam rumah selama menunggu kuliah." Jawabnya

"Yahh pa, kan masih dingin jam segini."

"Udah, kamu ga usah manja. Cepet ambil jaket terus berangkat."


Dengan terpaksa aku mengambil jaket dan menyetujui rencana papa untuk pergi menggunakan motor. Di dalam perjalanan papa sebenarnya banyak berbicara. Tetapi apa daya, udara sejuk yang cenderung dingin membuat kedua mataku menjadi berat kembali. Aku sama sekali tidak memperhatikan apa yang papa bicarakan. Sesekali aku menguap dan bahkan terantuk ke depan.

Aku tidak menyadari apa yang sedang terjadi sampai ada seseorang dengan jas almamater menghentikan laju kami. Aku melihat di sekeliling kami juga ada beberapa kendaraan yang menepi dengan orang beratribut sama sedang berbicara.

Quote:"Maaf pak, benar putrinya adalah mahasiswa baru di *** ?" Tanyanya

"Iya benar, ada apa ya ?" Jawab papa

"Sekali lagi maaf pak. Peraturan ospek adalah mahasiswa baru harus berjalan kaki dari radius satu kilometer karena ada sterilisasi area."


Terjadi sedikit perdebatan diantara kami. Aku yang sudah malas membujuk papa untuk pulang saja kalau harus jalan kaki dan hasilnya papa sama sekali tidak bisa aku bujuk. Beliau malah menceramahiku di depan panitia ospek yang wajahnya terlihat sangat mengesalkan di mataku. Sekali lagi, dengan terpaksa aku harus melakukan hal yang sama sekali tidak aku inginkan.

Aku berjalan bersama dengan mahasiswa baru yang senasib denganku. Kami semua kompak menggunakan atasan berwarna putih dan bawahan berwarna hitam. Kami juga memakai name tag yang bentuknya gak banget. Selain atribut khas ospek yang memalukan, semua laki - laki diwajibkan berkepala plontos. Aku sedikit membayangkan bagaimana rasanya melampiaskan kekesalanku dengan cara menjitak kepala mereka satu persatu.

Ketika berjalan tanpa semangat, tiba - tiba ada seorang perempuan yang menghampiriku. Dia kemudian menjulurkan tangan dan mengucapkan namanya untuk meminta berkenalan.

Quote:"Ambar." Dia menyebut namanya

"Laras." Aku membalasnya

"Kamu ambil jurusan apa ?" Tanyanya

"Aku ambil jurusan TI." Jawabku mencoba ramah

"Wah satu jurusan dong kita."


Dia adalah Ambar, salah satu mahasiswa yang nantinya menjadi salah satu sahabatku. Dia gadis dengan ukuran tubuh yang bisa dibilang mungil. Aku yang merasa pendek pun masih lebih tinggi daripada dia. Dia orangnya asik untuk diajak bicara dan punya wawasan luas. Sebagai bocoran, selain dia anaknya super gaul, otaknya pun termasuk encer. Kami berdua berjalan bersama sambil mengobrol apa saja. Aku yang masih mengantuk tentu saja hanya menjawab seadanya.

Akhirnya sampailah kami di tempat berkumpulnya mahasiswa baru. Aku sempatkan melihat sekeliling untuk mengetahui keadaan. Terlihat banyak sekali lautan orang dengan pakaian yang seragam. Terdengar beberapa panitia menyebutkan nomor registrasi mahasiswa. Mereka bermaksud membagi kami menjadi beberapa kelompok.

Setelah sempat sedikit bersemangat karena ada Ambar yang baru aku kenal, aku kembali malas setelah mengetahui kami dibagi ke kelompok yang berbeda. Mungkin wajahku terlihat begitu dingin dan cemberut ketika mengikuti salah satu panitia. Aku berjalan pada urutan paling belakang dalam sebuah barisan.

Quote:"...brukk"


Aku merasa ada yang menubruk ku dari belakang. Sontak saja, dengan wajah yang masih cemberut aku menoleh ke belakang. Aku melihat seorang pria yang tentu saja berkepala plontos sedang merapikan barang yang dijatuhkan. Sesaat pandangan kami bertemu dan langsung saja aku mengalihkan pandanganku. Saat itu aku belum mengerti kalau sebenarnya Tuhan tengah menjalankan skenario Nya.

Diubah oleh carrpirates
0
Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 4
Kilau kristal di langit hitam
10-10-2018 18:25
Quote:Original Posted By dodolgarut134
baru nemu trit ini langsung maraton baca, asik jg nih cerita dari sudut pandang mba laras. msh ditunggu nih update selanjutnya hehe..


Quote:Original Posted By Tremoran
Patroli kelanjutannyaaaa gaan...


Makasih agan2 udah mampir. Maaf rl lagi hecktic banget. Ane upayakan update tiap weekend. emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S)
1 0
1
Kilau kristal di langit hitam
12-10-2018 11:03
Quote:Original Posted By carrpirates
Makasih agan2 udah mampir. Maaf rl lagi hecktic banget. Ane upayakan update tiap weekend. emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S) emoticon-Cendol (S)


sip gan..utamakan RL
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
12-10-2018 14:17
maraton ni, dtunggu updatean selanjutnya, penasarannn, ceritany enakk emoticon-Betty
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
13-10-2018 10:49

ROLLER COASTER - You Let Me Down

Quote:“Yeyyy, akhirnya lebaran telah tiba dan sebentar lagi kegiatan kuliah akan dimulai kembali.”
“Ya Tuhan, kenapa liburan hamba terasa sebentar sekali.” emoticon-Frown


Hal itulah yang akhir - akhir ini menjadi pergolakan di dalam benakku. Di satu sisi akhirnya ujian puasa telah usai, di sisi lain aku harus kembali ke rutinitas kuliah. Sayang rasanya untuk meninggalkan aktivitas harian yang kebanyakan gabut. Apalagi sahabat - sahabatku juga harus kembali ke perantauan. Hmmm, agak sedih rasanya lagi - lagi kehilangan Ayu dan Nindi.

Quote:“Jangan lupa nanti siang jam satu tet.” SMS terkirim
“Iya.” SMS Nindi
“Males ah, traktir kalau mau. emoticon-Stick Out Tongue ” SMS Ayu
“Kita end aja Ay. emoticon-Nohope emoticon-Nohope emoticon-Nohope ” Balasku ke Ayu
“Dih ngambek. Iya - iya jadi. emoticon-kisssing ” Balas Ayu
“Dih, lesbong. emoticon-Stick Out Tongue ” Balasku


Siang ini adalah siang terakhirku hangout bersama mereka sampai entah kapan lagi aku bisa ber hangout ria lagi bersama mereka. Kembali lagi aku menunggu waktu dalam lamunan.

Quote:“Ras, Minal Aidin wal Faizin ya. Sorry baru H+3 baru minta maaf. ^^v.” SMS dari Rossi
“Dosamu tak akan aku maafkan wahai kisanak.” Balasku
“Ampuni aku nyisanak, hamba janji tidak akan melakukannya lagi.”
“Tidak bisa kisanak, dosamu terlalu besar.”
“Hamba akan melakukan apapun agar nyisanak memaafkan hamba.”
“Baiklah kisanak, traktir ya. emoticon-Stick Out Tongue
“Baik nyisanak, hamba teraktir apapun dengan syarat paling mahal 10rb.”
“Dih, nraktir 10rb dapet apa ? emoticon-Stick Out Tongue ”.
“Dapet yang murah - murah lah. Tolong hargai hak - hak anak kost.”
“Oke, Indomie plus Es Good Day Freeze.”
“Deal.”


Aku masih heran, kenapa Rossi bisa selalu tahu waktu dimana aku membutuhkan dia. Entah ketika aku benar - benar butuh bantuan ataupun ketika aku hanya menghabiskan waktu. Obrolan - obrolan absurd dengan Rossi berhasil membunuh banyak waktuku yang membosankan. Tidak terasa kalau sebentar lagi sudah pukul satu. Aku pun segera bersiap - siap untuk jalan dengan sahabat - sahabatku.

Nindi dan Ayu pun datang dan kemudian kita berangkat ke salah satu mall di Surabaya. Suasana yang terik di kota ini membuat kami memutuskan untuk hinggap di sebuah cafe. Tidak lama kami semua memesan minuman dingin.

Quote:“Duh panas banget ya.” Celetuk Ayu
“Kebanyakan dosa kamu Ay.” Celetukku
“Dih, asal banget kalau ngomong.” Balasnya


Diantara gurauan kami, waktu terasa sangat cepat berjalan. Tak terasa waktu sudah menunjukan kurang lebih pukul setengah sembilan malam setelah kami keluar dari salah satu studio bioskop. Setelah itu, kami melanjutkan acara hari ini dengan hanya berputar - putar kota Surabaya. Kebetulan hari ini mama memberiku izin spesial untuk pulang maksimal jam sebelas agar kami bisa puas ber hangout ria.

Tibalah kami di taman Bungkul, sebuah tempat yang agak miris sebenarnya. Di depan terlihat banyak muda mudi menghabiskan malam dengan penuh riang tawa. Sedang di belakang terdapat makam Mbah Bungkul yang konon merupakan salah satu ulama and mertua Sunan Ampel. Rasanya, baru di tempat ini aku menemui dua hal yang bertolak belakang bisa bersinergi.

Di taman Bungkul juga terdapat banyak sekali warung makanan. Salah satu yang paling terkenal adalah rawon kalkulator. Seperti namanya, salah satu keunikan warung ini adalah kasir bisa menghitung dengan cepat ketika ketika mau membayar bak kalkulator berjalan. Lucu juga sih melihat atraksi sang kasir menghitung total pesanan yang harus dibayar.

Kilau kristal di langit hitam


Belum sampai setengah jam kami di situ, entah kenapa aku ingin sekali ke belakang areal taman Bungkul. Ketika akan sampai gapura tempat masuk makam, aku sepertinya melihat seseorang yang aku kenal. Setelah sepersekian detik otakku mencari file - file ingatan, aku terperanjat karena yang aku lihat aku Rossi. Tapi kali ini adalah perasaan jengkel setengah mati yang membuatku terperanjat. Aku melihat dia dengan santainya menghisap nikotin sambil sesekali mengobrol dengan kawannya.

Aku berinisiatif untuk mendekati dan menyapanya dengan perasaan yang masih jengkel.

Quote:“Eh Ross, udah di Surabaya ternyata.” Sapaku


Dia langsung saja gelagapan ketika melihatku dengan keadaannya seperti menahan asap dalam mulutnya dan menyembunyikan batang nikotin ke belakang tubuhnya. Walau dengan sekuat tenaga menahan, akhirnya dia tidak tahan juga dan akhirnya mengeluarkan gumpalan asap putih dari mulutnya sambil terbatuk.

Quote:“Pinter ya, udah berani ngerokok.” Ucapku dengan senyum sinis


Aku langsung saja beranjak meninggalkannya dari tempat itu. Sautan - sautannya tidak aku gubris sama sekali. Aku berlalu dengan cepat sambil menahan rasa jengkel dalam dada. Aku menuju tempat Ayu dan Nindi berada dan kemudian mengajak mereka untuk pergi dari tempat itu.

0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
13-10-2018 10:52
Quote:Original Posted By LANGI7
Ijin Baca nanti mau coba share trims


Silahkan dibacan, makasi udah mau mampir. emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By dodolgarut134


sip gan..utamakan RL


Quote:Original Posted By muzaim
maraton ni, dtunggu updatean selanjutnya, penasarannn, ceritany enakk emoticon-Betty


Udah update ya gan. emoticon-Smilie
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
19-10-2018 18:48
blom update
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
19-10-2018 19:58
Quote:Original Posted By muzaim
blom update


Sabar gan, kalau ga besok ya lusa. emoticon-Big Grin
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
21-10-2018 18:02

Roller Coaster - Different Kind of Pain

Tanpa sempat bertanya, Ayu dan Nindi sepertinya mengerti keadaanku. Mereka kompak untuk mengiyakan permintaan ku dan meninggalkan tempat itu. Beberapa kali handphone ku berdering tanda ada pesan dan telepon masuk tapi aku mengabaikannya. Aku memutuskan lebih baik aku mematikan handphone ku.

Quote:“Kenapa Ras ? Kok cemberut gitu ? ” Tanya Nindi
“...” Aku hanya diam


Beberapa kali Nindi sepertinya memperhatikanku dari kaca spion tengah. Aku hanya diam seribu bahasa dengan wajah mungkin sudah sangat menekuk. Tiba - tiba kepalaku terasa sangat sakit dan secara reflek aku mengerang dan memegang kepala dengan kedua tangan.

Quote:“Ras, kamu kenapa ? Yu tolong liatin Laras.” Sahut Nindi


Secara cepat pun Ayu berpindah ke kursi belakang dan menanyaiku. Aku tidak bisa menjawabnya karena sakit ini begitu menyiksa. Aku hanya bisa mengerang dan mengeluh sakit saja. Tak lama setelah itu mungkin aku tidak sadarkan diri. Tiba - tiba aku sudah ada di salah satu UGD setelah aku bertanya kepada Nindi dan Ayu.

Quote:“Nind, Ay jam berapa sekarang ?” Tanyaku
“Masih jam sepuluh Ras.” Jawab Nindi
“Yuk, pulang yu. Nanti mama marah.” Pintaku
“Lah kamu udah sehat ?” Tanya Ayu
“Aku hubungin mama kamu dulu ya ?” Tanya Nindi
“Udah gak usah Nind, aku udah enakan kok.” Jawabku


Untung saja aku hanya pingsan sebentar. Mereka pun belum sempat menghubungi orang tuaku. Seumur - umur aku tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Mungkin cuma kecapekan saja pikirku.

Quote:“Ras, kamu kenap tadi ? ” Tiba - tiba Nindi bertanya
“...” Aku masih diam karena jengkel
“Udah Ras cerita aja.” Desak Nindi
“Iya nih, apa kamu takut aib mu kami bongkar.” Tambah Ayu


Kilau kristal di langit hitam


Akhirnya akupun menceritakan kejadian tadi dengan Rossi. Aku jengkel sekali kenapa bisa - bisanya dia menjadi seorang perokok padahal aku benci sekali dengan rokok. Perasaanku terhadap Rossi menjadi campur aduk. Aku gak mengerti kenapa dia memutuskan untuk menjadi seorang pecandu nikotin. Mungkin kalian menganggap aku hiperbolik sedangkan Rossi belum jadi siapa - siapaku dan begitupun aku. Tapi pernahkan kalian merasakan sayang dan benci yang sama - sama begitu kuat ? Dan kali ini adalah kali pertama aku merasakannya. Tak terasa aku menangis di dalam mobil. My heart start to love him but he betray it.

Melihatku menagis, Nindi meminggirkan mobilnya di pinggir jalan. Mereka berdua pindah ke kursi belakang untuk menenangkanku. Mereka memelukku dari samping kanan dan kiri tidak bersuara dan membiarkanku mengeluarkan semua kekesalanku. Aku sendiri tidak sadar ternyata perasaanku kepada Rossi sudah sangat besar. Aku tidak menyadari bahwa Rossi sudah membawaku jauh ke dalam khayalan kisah indah dengannya.

Setelah aku sedikit tenang dan Nindi meyakinkan kalau aku benar - benar tenang, dia kembali ke kursi kemudi dan menjalankannya kembali.

Quote:“Ay, nginep di rumah Laras yuk.” Celetuk Nindi
“Siippp.” Jawab Ayu mantap


Dalam perjalanan ke rumahku terdengar lagu Sway dai Bic Runga diputar lewat radio. Tak terasa kembali air mata ini menetas melewati jalanan gelap sepi.

Quote:“Sial, kenapa lagu ini..”


0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
22-10-2018 22:42
asik..udah ada update an ternyata..
agak lupa, mba laras sakit apa ya waktu itu?
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
23-10-2018 10:05
Quote:Original Posted By dodolgarut134
asik..udah ada update an ternyata..
agak lupa, mba laras sakit apa ya waktu itu?


Hmmm apa ya ?
Pantengin terus aja gan. emoticon-Big Grin
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
23-10-2018 13:57
Quote:Original Posted By carrpirates
Hmmm apa ya ?
Pantengin terus aja gan. emoticon-Big Grin


siap gan.. emoticon-Big Grin
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
27-10-2018 08:27
update dongg....
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
27-10-2018 10:50
Quote:Original Posted By muzaim
update dongg....


Ntar agak sorean ya gan. emoticon-Blue Guy Peace
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
28-10-2018 10:01

Roller Coaster - Crossroads

Malam itu aku habiskan dengan agenda menggalau semalaman bersama kedua sahabatku. Aku masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi di depan kedua mataku. Sahabatku berusaha menenangkan aku dan menuntunku untuk berpikir dengan jernih.

Kilau kristal di langit hitam


Quote:“Udah Ras, mungkin dia punya suatu alasan.” Kata Nindi
“Iya Ras, kalau ga cocok juga masih banyak cowok lain.” Sahut Ayu


Pikiranku masih melayang entah kemana. Peristiwa yang aku alami bagai menemukan cara untuk menyatukan air dan minyak. Seingatku butuh zat tambahan yang bisa menyampurkan air dan minyak. Aku masih berusaha mencari apa zat itu dalam kasusku saat ini.

Quote:“Eh Ras, laper nih. Hhehe” Ayu membuyarkan lamunanku
“Mau mie instan Ay ?” Jawabku datar
“Yah Ras, sekalinya nginep di kasih mi instan.” celetuk Ayu.
“Hush.” Sergah Nindi


Entah darimana asalnya, tetiba aku punya ide untuk memesan pizza. Tiba - tiba saja aku ingin makan pizza saat itu.

Quote:“Pesen pizza aja ya.” Kataku
“Wah, mantap itu.” Jawab Ayu
“Yaudah Ras, pesen aja. Nanti kita patungan.” Kata Nindi


Aku pun mengambilkan dan menyalakan hp ku yang sedari tadi tergeletak. Aku mendapatkan beberapa pesan singkat dari Rossi.

Quote:“Ras, aku bisa jelasin.”
“Tolonglah Ras, dengerin aku dulu.”
“Ayolah Ras, balas pesanku.”
“This is the first time i’ve disappointed a girl. And stupidly, that girl is the one who I want to be happy with”
“Ras, aku minta maaf ya. I didn't mean to let you down. Selamat malam dan selamat istirahat.”


Aku masih bingung dengan perasaanku. Aku tidak bisa mencerna kata - katanya dan tidak juga bermaksud untuk membalas pesan singkat darinya. Satu hal yang aku sadari, dadaku masih merasa sedikit sesak.

Quote:“Woy Ras, buruan pesen, malah bengong.” Lagi - lagi Ayu membuyarkan lamunanku
“Iya, iya, dasar cerewet” Jawabku dengan emosi
“Udah - udah, jangan berantem. Biar aku aja yang pesen. Pinjem charger Ras.” Jawab Nindi


Akhirnya Nindi juga yang memesan pizza untuk kami. Sembari menunggu pizza datang, aku menunjukan pesan singkat dari Rossi kepada kedua sahabatku. Aku berharap mereka yang sedang berpikir lebih waras bisa mencerna permasalahanku.

Quote:“Wah, boleh juga nih kata - katanya.” Celetuk Ayu
“Kayaknya dia nyesel banget deh Ras.” Kata Nindi
“Dih, belum tentu juga. Dari pengalamnku nih ya, kalau dia gak bener - bener nyesel, brarti dia buaya.” Jelas Ayu


Kata - kata dari Ayu semakin membuatku bimbang. Apa benar kalau ternyata Rossi adalah seorang buaya.

Quote:“Ah aku ada ide.” Celetuk Ayu


Entah darimana Ayu mendapatkan ide absurd itu. Dia ingin aku untuk menguji Rossi. Dia ingin tahu apakah Rossi benar - benar tulus atau tidak. Dan entah kenapa juga Nindi mengamini ide itu. Sebenarnya aku sedikit ragu untuk menjalankan ide itu. Tapi karena Nindi juga setuju, akhirnya aku pun menyetujui ide tersebut.

Sepertinya ini adalah titik dimana aku akan memantapkan perasaanku. Antara aku memang suka sama dia atau aku akan menjauh darinya. Rasanya seperti ujian nasional dimana hasil tiga tahun belajar ditentukan dalam waktu tiga hari. Titik ini benar - benar antara iya atau tidak sama sekali.



Tidak selang lama, kurir pizza pun datang. Setelah memakan sepotong pizza, kegalauanku pun menjadi sedikit berkurang. Malam itu kami lanjutkan dengan menonton beberapa judul film yang aku punya.
1 0
1
Kilau kristal di langit hitam
08-11-2018 07:08
sis sayang klo g d kemarin 😊
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
28-11-2018 14:51
Update dong...
0 0
0
Kilau kristal di langit hitam
30-11-2018 14:43
Quote:Original Posted By muzaim
sis sayang klo g d kemarin 😊


Quote:Original Posted By emilarkov
Update dong...


Sorry gan, lagi hectic banget. emoticon-Big Grin
Diusahakan max dalam 3 hari update.
1 0
1
Kilau kristal di langit hitam
04-12-2018 14:18

Ide Absurd Ayu - Penuh Tanda Tanya ?

Quote:“Tenang Ras, aku dan Nindi gak akan balik ke perantauan sebelum masalah asmaramu beres. Ya kan Nind ?” Ayu bersemangat
“Iya deh iya.” Jawab Nindi
“...” Aku hanya terdiam
“Langkah pertama, diamkan dulu dia. Tapi kamu coba tetap aktif di media sosial. Entar aku sama Nindi bakal ikut ngramein.”


Aku tanpa ragu mengikuti rencana yang dirancang oleh Ayu. Bodohnya, aku hanya ikut saja tanpa mengerti arti apa maksud di baliknya. Sesuai instruksi Ayu, selanjutnya aku post sebuah status di dinding facebook ku.

Quote:“...Bersama pagi yang cerah, datanglah bahagia.”


Berikutnya, sesuai settingan kami, Ayu dan Nindi membalas statusku dan aku pun menanggapi komentar mereka.

Quote:“Pagi - pagi udah happy aja nih.” Komentar Nindi
“Eh Ras, cuci muka dulu sana. Masih belekan udah posting aja. emoticon-Stick Out Tongue” Komentar Ayu
“@nindi iya dong, harus happy terus. Apalagi semalem seneng - seneng sama kalian. @ayu enak aja, belekan gini juga masih cakep. emoticon-Stick Out Tongue” Balasku


Dalam gerakan jari jemari aku masih penasaran dengan maksud semua ini. Tapi masa bodoh, komentar demi komentar pun terus kami lancarkan walaupun saat itu kami sedang bersama - sama. Sungguh ini adalah salah satu bentuk konspirasi tertinggi di muka bumi. Saat itu banyak sekali komentar di statusku. Tentu saja sebagian besar dari kedua sahabatku yang diselingi dengan beberapa komentar random dari daftar pertemananku di facebook yang sama sekali tidak aku gubris.

Quote:“Eh Ras, cek hp gih.” Celetuk Ayu tiba - tiba
“Buat apa ?” Tanyaku
“Udah cek aja.” Tegas Ayu


Aku mengambil hp ku yang tergeletak dengan jarak yang cukup jauh. Aku pun melihat layar hp dan melihat ada dua pesan dari Rossi.

Quote:“Ini Ay, cuma ada sms dari Rossi.” Kataku ke Ayu
“Coba cek gih.” Balas Ayu


Aku pun membuka kotak pesan dan membaca pesan dari Rossi.

Quote:“Selamat pagi kanjeng putri. emoticon-Smilie
“Ras, kamu masih marah ?”


Begitulah sms dari Rossi ketika kami membacanya.

Quote:“Tahapan pertama sudah hampir berhasil Ras.” Celetuk Ayu
“Maksudnya ?” Tanyaku kebingungan
“Udah, jangan banyak tanya. Pokoknya jangan dulu balas pesan dari Rossi. Yuk lanjut ramein status kamu.” Jawab Ayu


Kami bertiga mengikuti arahan dari Ayu. Beberapa kali hp ku bergetar karena sms dan telepon dari Rossi. Inti dari sms nya adalah dia mau minta maaf kepadaku. Lama - kelamaan aku jadi agak iba dengan dia. Beberapa kali aku hampir kelepasan dan membalas sms nya. Tapi Ayu dengan cepat mengingatkanku dan sekarang pun hpku ada di tangannya.

Quote:“Ctung...”


Beberapa waktu kemudian laptopku berbunyi dengan nada khas perpesanan facebook. Terpampang nama Rossi di pojok kanan bawah laptop ku. Rossi mencoba menghubungiku lewat perpesanan facebook.

Quote:“Stoooppp.” Teriak Ayu


Hampir saja aku membuka pesan dari Rossi kalau saja Ayu tidak mencegahku dengan hebohnya.

Quote:“Dengerin dulu.” Ayu mendadak serius


Aku dan Nindi pun dengan segera merubah posisi menjadi duduk berhadapan dengan Ayu.

Quote:“Aku laper nih Ras. Hhehe”
“Wooooo.” Aku dan Nindi kompak
“Logika ga jalan tanpa logistik Ras.” Bela Ayu
“Kirain apaan Ras.” Gerutu Nindi
“Eh beneran jangan dibuka lho Ras, entar kamu ketahuan kalau baca pesan dia. Jangan bersentuhan dengan Rossi setidaknya sampai besok. Kalau ga, rencana spektakuler ini bakal gagal total.” Tegas Ayu
“Emang kenapa sih Ayyyy?” Tanyaku dengan memelas
“Pokoknya nurut aja sama yang pengalaman.” Jawab Ayu tegas
“...” Aku hanya bisa diam
“Pokoknya turutin aja instruksi dariku. Sekarang kita makan yuk. Habis itu aku mau balik pulang dulu.” Ayu mempertegas
“Aku juga mau pulang dulu Ras, udah ga tahan pingin ganti baju.” Sahut Nindi


Setelah makan, mereka bersama - sama pamit dari rumahku. Aku ditinggal sendiri dengan tanda tanya besar. Aku diharuskan melakukan sesuatu yang aku tidak mengerti maksud dibaliknya.

Sendirian di rumah membuat waktu begitu lama berjalan. Ditambah lagi aku tidak boleh berhubungan apapun dengan Rossi. Kepala ku terus berputar - putar mengandai - andai apa maksud rencana Ayu. Rasanya kesal sekali aku karena tidak bisa menemukan jawaban yang tepat. Sahabatku yang satu ini memang penuh keajaiban. Terkadang imajinasinya susah ditangkap kemampuan orang kebanyakan.

Beberapa kali pesan dari Rossi masuk, baik dari handphone ataupun perpesanan facebook. Malam itu aku hanya bisa berguling ke sana kemari di atas kasur. Rasa penasaran untuk membuka pesan Rossi di facebook dan gatalnya tangan untuk membalas pesan Rossi membuatku kesal sendiri. Aku agak menyesal mengikuti rencana Ayu. Tapi aku juga penasaran apa yang terjadi jika aku terus mengikuti rencana Ayu.

Aku hanya bisa melihat pesan - pesan dari Rossi yang selama ini belum ada satupun yang aku hapus dari handphone ku. Secara tidak sadar aku tertawa kecil sendirian di dalam hening dinding kamarku. Pikiranku sedikit menerawang dan berfikir apakah ini yang dinamakan jatuh cinta. Mungkin saat itu pipiku sangat merona. Aku jadi malu sendiri ketika mengingat hal itu. Kembali aku membaca satu per satu pesan dari Rossi dan kemudian terbawa larut dalam mimpi indah malam itu.

1 0
1
Kilau kristal di langit hitam
04-12-2018 14:26

Ide Absurd Ayu - Kesimpulan

Pagi hari selanjutnya, Ayu dan Nindi datang kembali ke rumahku.

Quote:“Gimana Ras semalem ?” Tanya Ayu
“Apanya yang gimana Ay ?” Jawabku dengan tanya
“Itu, masih tahan kan ga hubungin Rossi.” Jawab Ayu sambil menaik - naikan alisnya
“Aman Ay.” Jawabku mantap
“Bagoooss. Sekarang minta sarapan dulu Ras, laper.” Sahut Ayu


Mau tidak mau aku harus menyiapkan sesaji untuk gadis yang satu ini. Entah se elastis apa lambung dalam tubuh kecilnya. Makan banyak pun tidak bertambah lemaknya. Padahal kata Nindi tadi di jalan sudah sempat sarapan, eh sekarang sepiring penuh nasi pecel pun dilahap habis tanpa sisa.

Quote:“Saatnya melaksanakan tahap kedua.” Kata Ayu setelah suapan terakhir
“SIAP.” Aku dan Nindi kompak


Rencana selanjutnya adalah membuka pesan facebook dari Rossi tanpa membalasnya. Biarkan Rossi tahu kalau pesannya sudah dibaca tanpa ada balasan. Kami membuka bersama - sama membuka pesan facebook dari Rossi.

Quote:“Ras, kenapa kamu ga mau dengerin aku dulu ?”
“Ras, di sms ga dibales, ditelpon ga diangkat, di chat pun gak dibaca.”
“Gimana caranya aku bisa hubungin kamu ?”
“Ras, aku ngrasa jadi cowok paling bego sekarang.”
“Kayaknya kamu emang udah ga mau aku ganggu.”


Membaca pesan dari Rossi rasanya aku ga tahan ingin segera membalas pesannya. Aku jadi takut kalau Rossi akan menjauhiku. Aku ga mau kehilangan satu - satunya pria yang bisa bikin aku nyaman.

Quote:“Duh, gimana nih Ay. Kok jadi gini ?” Tanyaku cemas
“Tenang, semuanya akan baik - baik saja.” Jawab Ayu mantap
“Baik - baik aja gimana ? Ahhhh.” Aku makin frustasi
“Udah, percaya aja sama aku. Saatnya menunggu hasil.” Tegas Ayu


Seperti biasa, ketika panik aku tidak bisa berpikir jernih. Aku berusaha untuk membalas pesan Rossi secara diam - diam, tidak tahan lagi rasanya. Tapi sialnya, Ayu mengetahui dan sekarang hp dan laptop ku dalam pengawasan ketatnya. Dia bilang jangan membalas pesan Rossi tanpa izin darinya.

Quote:“Eh, akhirnya dibaca juga. emoticon-Smilie


Beberapa lama kemudian ada pesan baru dari Rossi yang disusul dengan keterangan lawan chat ku sedang mengetik. Keterangan itu muncul lama sekali dan tidak kunjung menjadi pesan baru. Aku menjadi semakin cemas ketika keterangan itu menghilang dan tidak juga ada pesan baru.

Quote:“Duh, gimana nih Ay ?” Tanyaku dengan nada putus asa
“So far so good.” Jawabnya santai


Dalam hati aku memaki, apanya yang so far so good ? yang ada Rossi ngambek berat nih. Ahhh, jadi makin nyesel aku ngikutin rencana Ayu.

Quote:“Udah Ay, aku gak tahan. Aku udah ga peduli lagi.” Kataku dengan kesal
“Nah, ini yang aku tunggu.” Jawabnya dengan senyum licik
“Apaan sih ?” Jawabku masih kesal
“Sekarang kamu balas, suruh temu kamu di cafe langganan kita pukul 9 malam.” Jawabnya mantap
“Maksudmu ?” Tanyaku meyakinkan
“Udah ikutin aja.” Tegas Ayu

Lagi - lagi aku menuruti perintah Ayu tanpa bisa membantah sedikitpun. Aku pun mengirim pesan tersebut ke Rossi lewat perpesanan facebook. satu menit, dua menit, sampai 30 menit aku menunggu balasan dari Rossi yang tidak kunjung datang. Wajah Ayu yang tadinya begitu santai pun berubah seperti berharap - harap cemas mengetahui pesan tidak segera mendapatkan balasan dari Rossi.

Quote:“Kenapa kok ga dibales - bales ya Ras ?” Tanya Ayu dengan wajah heran
“Tauk deh.” Jawabku kesal
“Harusnya gak gini Ras. Semuanya lancar kok.” Jawabnya
“Tauk, kamu harus tanggung jawab.” Jawabku kesal


Tidak terasa air mataku leleh begitu saja. Aku sangat menyesal mengikuti rencana Ayu yang tidak jelas arah dan tujuannya. Nindi berada disampingku berusaha menenangkan aku sedangkan Ayu masih fokus berfikir tentang apa yang salah. Dalam hati aku terus - terusan menyalahkan Ayu sebagai biang dari semua masalah ini.

Quote:“Ctung...”


Suara tersebut seakan menghipnotis kami untuk segera menatap layar laptop. Suara tersebut disusul dengan suara yang sama beberapa kali selanjutnya.

Quote:“Iya Ras, nanti aku kesana.”
“Maaf Ras aku tadi ketiduran.”
“Maaf semalam aku ga bisa tidur nungguin kabar dari kamu.”
“Aku janji aku bakal ke sana.”
“Makasih Ras udah mau jawab pesanku.”


Seakan melepas beban yang sangat berat, kami semua merasa lega setelah membaca pesan dari Rossi. Secara reflek senyumku pun mengembang. Secercah harapan kembali bersinar di hadapanku.

“Ras, ga usah dibales. Sekarang kita ke tahap selanjutnya. Nanti aku pamitin ke mama kamu kalau kita mau ke nginep di rumah Nindi.” Lagi - lagi Ayu memberikan instruksi

Akhirnya kami tahu apa yang salah. Perhitungan Ayu kurang tepat sedikit dan untung saja tidak fatal. Aku langsung memeluk Ayu dan meminta maaf karena sempat meragukan dia tadi. Ayu juga minta maaf karena salah perhitungan dan berjanji akan menjelaskan maksud di balik rencananya nanti.

Malam pun datang dan kami memutuskan untuk pergi setelah maghrib. Ayu dan Nindi meminta ijin kepada mamaku dan syukurlah berhasil. Kami bertiga berangkat menuju cafe langganan kami. Sesampainya di lokasi, aku dan Nindi langsung menuju tempat duduk sementara Ayu pergi entah kemana. Tak lama kemudian dia bergabung ke meja kami.

Quote:“Eh ayuk ikut, kita ke belakang.” Kata Ayu


Aku dan Nindi tidak sempat bertanya - tanya. Ayu langsung saja berjalan meninggalkan kami dan kami terpaksa mengikutinya. Kami sampai di ruangan khusus karyawan. Aku masih tidak mengerti sama sekali apa maksudnya. Agak khawatir juga sih nanti dimarahi karena masuk ke ruangan khusus karyawan tanpa izin.

Quote:“Udah tenang aja, aku udah izin ke manajernya. Kalau mau pesan, pesan aja. Entar pesanan kita juga diantar ke sini.”


Sepertinya Ayu mengerti kekhawatiran kami. Ayu menyuruh kami untuk melihat keadaan dari sini. Dia menyuruh kami untuk tidak keluar sampai dia memberi instruksi. Entah apa lagi isi otak Ayu kali ini. Sungguh hanya lelaki jenius yang mungkin nanti bisa menjadi pendampingnya.

Jarum jam menunjukkan pukul delapan lebih sedikit. Ayu yang sedari tadi mengawasi keluar memberi kode kepada kami untuk ikut mengawasi keluar. Langsung saja aku bisa mendapati Rossi sudah datang. Tidak seperti biasanya, kali ini dia terlihat rapi.

Terlihat dia memilih duduk sendiri di salah satu pojok ruangan. Terlihat wajahnya sedikit senang dan sedikit gelisah. Baru kali ini aku melihat mimik mukanya yang seperti itu. Aku hanya bisa menebak - nebak apa yang ada dipikirannya.

Waktu berjalan dengan dia sedikit demi sedikit meneguk kopinya. Sementara itu kami masih saja memperhatikan dia dari sudut yang lain. Cukup lama kami membiarkan keadaan seperti ini sampai aku merasa hp ku bergetar. Aku melihat hp dan mendapati Rossi bertanya aku ada dimana.

Aku baru sadar waktu sudah menunjukan pukul sembilan lebih sedikit. Ayu langsung saja memberi instruksi untuk membiarkan saja pesan tersebut dan aku menurutinya. Kami kembali memperhatikan Rossi dengan kopinya yang tinggal setengah.

Satu demi satu para pengunjung cafe meninggalkan tempat ini. Sampai kemudian tinggalah Rossi sebagai satu - satunya pelanggan yang masih belum pergi. Sebenarnya aku tidak tega dengan Rossi, ingin aku segera menghampirinya tapi Ayu selalu mencegahku.

Waktu menunjukan pukul sebelas malam dan salah satu pramusaji menghampiri Rossi. Terlihat mereka saling berbicara dan aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Aku memperhatikan mimik muka Rossi yang terlihat menjadi marah. Benar saja, tidak lama kemudian dia berdiri dan menggebrak meja dan membentak pramusaji itu.

Quote:“Tunggu sebentar kenapa sih. Saya lagi nungguin orang penting nih.”


Tanpa komando, tanpa menghiraukan kedua sahabatku aku langsung berlari menghampiri Rossi. Aku sudah tidak peduli dengan apa yang sekitarku lago. Masa bodoh mereka semua, aku gak mau Rossi mendapat masalah.

Dengan berlari aku berteriak memanggil nama Rossi. Terlihat dia mengalihkan pandangannya ke arahku dan tidak berpaling lagi. Langsung saja aku menengahi kedua lelaki tersebut sebelum amarah mereka semakin merajalela.

Ternyata Ayu dan Nindi sudah ada di belakangku. Aku tidak sadar ternyata mereka mengikuti aku berlari. Ayu dan Nindi berbicara kepada pramusaji dan mengajaknya pergi. Kembali air mataku tumpah tanpa bisa kubendung.

Quote:“Maafin aku Ross.”


Aku hanya bisa menunduk sambil menangis dan meminta maaf. Aku tak sanggup melihat matanya setelah apa yang aku lakukan padanya. Dalam tangisku, aku merasa ada memegang daguku dan mengangkatnya. Aku membuka mata dan mendapati Rossi menunjukan wajah konyolnya.

Quote:“Hey… aku yang minta maaf.” Kata Rossi dengan senyum
“...” Aku masih saja menangis


Beberapa saat mata kami saling bertatapan sampai deheman Ayu membawa kami kembali lagi ke realitas.

Quote:“Udah nih pandang - pandangannya ?” Kata Ayu
“...” Aku dan Rossi kompak diam
“Gimana Ros, gak enak kan didiemin Laras ?” Ayu bertanya ke Rossi
“...” Rossi hanya mengangguk
“Gimana Ras, gak enak juga kan diemin Rossi ?” Kali ini Ayu bertanya padaku
“...” Aku juga hanya mengangguk
“Maaf, aku yang rencanain ini semua. Tapi perlu kalian tahu kalau niatku baik. Apalagi Laras adalah salah satu sahabat terbaik ku.”


Ayu kemudian melanjutkan dengan menjelaskan maksud dibalik semua rencananya. Dia ingin menjadikan kejadian ini sebagai pengingat bagi kami berdua. Dia ingin aku mengingat kalau diemin Rossi adalah suatu yang menyiksa. Dia memberikanku banyak petuah kalau memang sayang harus menerima apa adanya. Kalau ada yang tidak dikehendaki mestinya dibicarakan secara baik - baik tanpa ada drama seperti tempo hari.

Sungguh tidak aku sangka kalau sahabatku yang satu ini mempunyai pemikiran seperti itu. Rossi menjelaskan alasannya kenapa dia merokok yang sebaiknya tidak aku ceritakan. Dia juga berjanji tidak merokok terlalu banyak dan berjanji tidak akan merokok di depanku. Aku dan Rossi akhirnya baikan dan kembali seperti biasa.

Aku memperkenalkan kedua sahabatku kepada Rossi. Yah walaupun sejenak, aku harap mereka bisa saling kenal karena mereka sudah menjadi orang penting di dalam hidupku. Hari itu diakhiri dengan kedua sahabatku menitipkanku kepada Rossi selama mereka jauh dariku. Sepertinya mereka sudah bisa menerima satu sama lain. Kami berpisah dengan senyum mengembang tanpa beban walaupun tidak sempat kami mempertegas hubungan kami.

Yah, Manunggalnya hati kupercaya walau tanpa deklarasi cinta.

1 0
1
Kilau kristal di langit hitam
13-12-2018 07:35
iseng buka update, diseringin lha sis biar rame lg, masih ada yg menunggu emoticon-Keep Posting Gan emoticon-Blue Guy Peace
0 0
0
Halaman 3 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye
Stories from the Heart
surat-terbuka-untuk-mama
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia