alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1155
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b846bc79e74047a3c8b4593/tamat-sang-pemalu-pemarah--pencinta
Cerita yang saya suguhkan ini adalah sekelumit drama kisah asmara yang pernah melanda seorang pemuda biasa. Kisah seorang pemuda pemalu yang menjadi tidak tahu malu. Kisah seorang pemuda pemarah yang menjadi seorang pencinta. Kisah seorang pemuda yang hatinya rapuh dan perjuangannya mengumpulkan kembali serpihan serpihan hatinya yang tercecer hanya demi merasakan satu hal. Sebuah ci
Lapor Hansip
28-08-2018 04:23

[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta ( SP3 )

Past Hot Thread
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta





PROLOG


Cerita yang saya suguhkan ini adalah sekelumit drama kisah asmara yang pernah melanda seorang pemuda biasa. Kisah seorang pemuda pemalu yang menjadi tidak tahu malu. Kisah seorang pemuda pemarah yang menjadi seorang pencinta. Kisah seorang pemuda yang hatinya rapuh dan perjuangannya mengumpulkan kembali serpihan serpihan hatinya yang tercecer hanya demi merasakan satu hal.

Sebuah cinta
.



Tulisan ini aku dedikasikan buat kamu, dia dan dia juga dia yang secara langsung dan gak langsung membentuk kepribadian dan pendewasaan dalam hidupku.



Malibu


Edited: Tulisan ini juga aku persembahan kepada dia yang kini hilang, yang pernah lama sekali aku lupakan namun muncul kembali ingin ditemukan.





terima kasih


emoticon-coffeeemoticon-coffeeemoticon-coffee





Mulustrasi
Polling

Poll ini sudah ditutup - 66 Suara

Siapa karakter wanita di cerita ini yang ente lebih suka kalo jadi sama ane? 
4.55%
Indah
6.06%
Tata
7.58%
Ningsih
27.27%
Anggi
16.67%
Tami
4.55%
Mitha
21.21%
April
6.06%
Nita
6.06%
Gadis
Diubah oleh @soygeboy
4
Tampilkan isi Thread
Halaman 26 dari 59
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 14:48
ane nyimak gan
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 14:53
gw pengen pipis nih emoticon-Ngacir
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 14:54
Quote:Original Posted By @soygeboy
Sipp.. mantabs. Thanks gan emoticon-thumbsup


Ok lah om.
Biar Pollingnya ada gak makan gaji buta emoticon-Big Grin
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 14:56
lanjut nonton JAV
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 15:16
lanjutkan ceritamu, kusimpan dalam memori ceritaku
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 15:30
Quote:Original Posted By desap
mon n zee... kalian temenan?
apa kembaran?


die fans ane gan emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 15:47
Quote:Original Posted By bishamon19
die fans ane gan emoticon-Ngakak (S)


masaaa....

gak kebalik?
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 15:52
bookmark aja dulu dah
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 16:44
pencinta
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 16:45
nyimak gan... lanjut
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 16:49

Stik Krispi Reborn

Masih awal September 2008.

[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta

Malam Minggu.


07.30 malam.


"Lho, mau kemana kamu Mas?" Tanya nyokap melihat aku yang sudah rapih dengan jaket kulit dan celana jeans hitam belel.

"Mau pergi dulu ya Mah, ketemuan sama Gadis." Aku mencium tangan dan pipi nyokap yang sedang khusuk nonton kontes dangdut di tipi.

"Eh iya Gadis gimana kabarnya? Kok rasanya Mamah sudah jarang liat dia main kesini? Tadi pagi Mamah gak sempet ngobrol karena buru buru ke Pasar." Tanya nyokap kepo.

"Baik Mah, Gadis masih di training di PT. Anuan di deket Pondok Ngopi sana. Tadi pagi Mas cuma ngobrol sebentar sama Gadis." Kataku.

Aku mengambil kopi buatan nyokap di meja tamu dan mensruputnya... Sluurpp.. Ahhh..!

"Huss, bikin sendiri sana....." Kata nyokap lalu mengambil gelas kopi dan meminumnya.

"Mas, Gadis kamu apain kok jadi kurus gitu? Kamu jangan macam macam sama anak orang lho..." Kata nyokap mendelik tajam.

"Gadis kan lagi sibuk training Mah, mungkin dia banyak pikiran." Kataku.

Nyokap hanya manggut manggut, pandangannya kembali menatap kontestan dangdut yang sedang melenggak lenggok di tipi.

"Kamu tuh harus lebih perhatian sama Gadis.. Ingetin dia makan. Punya pacar cantik gitu kok cuek..." Kata nyokap ketus lalu mengembalikan gelas kopi tadi ke meja.

Aku terdiam mendengar ucapan nyokap. Aku memang tidak memberitahu beliau kalau aku dan Gadis sudah putus.. Maafin anakmu ini ya Mah..

"Iya Mah, nanti Mas ingetin Gadis untuk makan dan jaga kesehatannya. Mas pamit ya Mah.... Assalamualaikum!"

Kataku buru buru menyelesaikan obrolan dengan nyokap takut makin panjang.

"Wa'alaikumsalam.... Ehh kok pergi kan Mamah belum selesai ngomong?" Kata nyokap cemberut melihat aku yang sudah ngeloyor keluar rumah.

"Tanggung Mah, enak soalnya..." Aku kembali ke dalam rumah dan menghabiskan kopi buatan nyokap lalu kembali lagi keluar.

"Dediiii!!!! Awas kamu..! Jangan malem malem pulangnya!!" Teriak nyokap sewot karena aku menghabiskan kopi kesukaannya.

"Iyaaaa.... Mas pulang pagi yaa..." Sahutku sambil menutup pintu pagar.

Aku segera menyalakan motorku dan memacunya perlahan ke jalan raya.
.
.
.
Aku menunggu Gadis di pinggir pelataran parkir motor Gedung PT. Anuan.
Tempat yang sama seperti aku biasa menjemput Gadis untuk makan malam bersama karena selama training 3 bulan pertama calon karyawan diharuskan tinggal di mess yang disediakan di Gedung Training PT. Anuan ini dan makan malam adalah satu satunya momen aku bisa bertemu Gadis selama dia training.

Kuputuskan menjemput Gadis kesini karena tidak mau merepotkannya untuk datang ke rumahku. Aku ingin menghibur dan sedikit melepas kangenku padanya.

Aku menghisap rokokku dalam dalam... Gadis selalu sebal dan menyindirku melihat aku merokok.

"Sering olahraga kok ngerokok?", " Bakar duit aja, mending ditabung buat modal nikah!" Atau yang paling ekstrim, "Kamu mau cepet mati? Ninggalin aku?"...

Kalimat kalimat seperti itu yang selalu diucapkannya kepadaku saat aku merokok di dekatnya.

Aku menggelengkan kepala dan tersenyum sendiri saat mengingat kembali hal itu.

Gadis.. Gadis.. Perhatianmu itu melebihi nyokap deh.. Ampun deh bawelnya.

"Mas.. Sudah lama ya?" Tiba tiba Gadis sudah berdiri di depanku yang nongrong di pinggir parkiran. Matanya menatap lekat pada rokok di tanganku.

"Ehh kamu Dek.. Kaget aku. Ah enggak baru aja kok." Kataku sambil menunjukkan rokok di tanganku yang baru kuhisap setengahnya.

Gadis hanya diam saja dan memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia tidak cerewet mengomentari kali ini padahal aku sudah siap mendengar ocehannya yang panjang kali lebar.

Aku yang merasa tak enak langsung mematikan rokokku dan menginjaknya.

"Yuk Dek. Kamu belum makan kan? Aku traktir ya.." Kataku sambil menyerahkan helm kepadanya.
"Iya Mas, belum. Mau makan di mana?" Tanya Gadis sambil memakai helm dariku.

"Di Warung Stik Krispi aja. Yang kayak di kampus dulu itu lhoo.." Kataku antusias sambil menaiki motorku.

"Emang ada di Jakarta?" Tanya Gadis yang kini sudah ikut naik di jok belakang motor.

"Ada laah... Kan kamu suka makan Stik abal abal itu..hehehe" kataku terkekeh meledeknya.
Kunyalakan motorku dan melaju pelan keluar dari area parkiran.

"Ihh enak aja. Kamu kan juga suka. Dulu sering banget kamu ngajak makan Stik krispi di kampus. Hehehe " Kata Gadis tak mau kalah.

Maaf ya Gadis.. Tapi aku sering mengajakmu kesana bukan karena suka makanannya tapi karena itu adalah tempat kenangan aku berjumpa pertama kalinya dan mengenal Anggi.

"Dek, kok gak pegangan ke aku?" Tanyaku heran karena aku tidak merasakan tangannya memegang pinggangku.

"Gak enak Mas... Gak enak sama kamu.." Kata Gadis.

"Ahhh.. Pegangan aja lah Dek!" Kataku memaksa.

Gadis menurut tidak membantah dan melingkarkan lengannya di perutku.

Perjalanan kami ke warung Stik Krispi dilalui dengan keheningan yang panjang tanpa ada lagi obrolan.
.
.
.
Gadis sangat pendiam malam ini. Lama dia membolak balik menu namun tidak kunjung menuliskan pesanannya.

"Kamu mau makan apa Dek?" Kataku menyerahkan kertas pesanan dan pensil kepadanya.

"Mmm.. Aku yang kayak biasa aja deh Mas." Kata Gadis menutup menu dan mengembalikannya ke meja.

Aku mengambil kembali kertas dan pensil tadi lalu menuliskan makanan dan minuman untuk Gadis.

Pelayan warung langsung datang saat aku melambaikan tangan kepadanya dan kemudian memberikan kertas pesanan dan menu di meja.

"Dek, kok senyum senyum gitu?" Kataku saat melihat Gadis bertopang dagu dan tersenyum kepadaku tanpa bicara.

"Enggak, aku penasaran aja. Emangnya kamu masih ingat menu kesukaanku?" Kata Gadis dengan senyuman menghiasi wajahnya yang sendu.

"Sembarangan.. Ya pasti aku ingatlaahh.. Kan aku yang selalu jadi tukang pesennya.. Kamu pikir berapa lama kita pacaran?" Kataku tersenyum bangga.

Ehh... Aku berhenti tersenyum saat menyadari Gadis malah menunduk sedih mendengar ucapanku.. Wajahnya kini ditolehkan ke samping dengan pandangan nanar.

Siall.. Kayaknya ada yang salah dengan ucapanku..

"Umm.. Dek.. Maaf.. Eh maksudku tadi... Aduhh..." Aku bingung harus berkata apa...

"Gpp Mas, aku ngerti maksud kamu.." Gadis tersenyum kecut."

Aku membalas senyumannya dengan canggung...
Kami menunggu pesanan datang dengan lebih banyak diam. Sesekali aku melirik kepadanya. Ternyata Gadis juga melirikku.

"Oh iya. Kabar bonyok gimana? Sehat?" Tanyaku memecah keheningan yang menyiksa ini.

"Sehat, Mas. Alhamdulillah." Jawab Gadis singkat.
Aku hanya manggut manggut.

"Mas...." Tiba tiba Gadis bersuara.
"Nanti gak usah mampir ya. Aku gak enak sama kamu dan Papa." Kata Gadis pelan.

"I iya.. Aku paham Dek.. Nanti aku antar sampai depan pagar aja." Kataku gugup menatap wajahnya. Gadis hanya sedikit mengangguk sambil melirikku sedih.

Aku juga segan mampir ke rumah Gadis karena dulu aku memutuskan hubungan kami di depan orangtuanya.

Tak lama pesanan kami datang. Gadis menatap bingung makanan yang ada di piringku.

"Mas, emang kamu suka itu? Bukannya kamu dulu bilang gak enak ya?" Tanya Gadis penasaran.
Aku memang memesan jenis makanan yang sama dengan Gadis.

"Hehehe... Asal sama kamu makan apa aja jadi enak.." Selorohku.

"Jangan ngomong gitu Mas..... " kata Gadis lirih dan melirikku sebentar. Wajahnya sangat melow.

"Eh iya, sori Dek... " suasana canggung kembali memenuhi meja kami berdua.

Asemm.. Kayaknya salah ngomong lagi nih..

Aku yang jengah dengan suasana ini memilih mencoba menyantap makanan yang tak pernah aku suka ini.. Namun baru dua suapan aku sudah menyerah...

"Gak enak Dek... Bener kata kamu.. Hehehe.." Aku menggeser piringku ke dekat piringnya Gadis.

"Hihihihi... Makanya kan sudah aku bilang tadi.. " mendadak Gadis tertawa geli..

Ah Gadis yang kukenal sudah kembali! Yeayyyy... Aku bersorak dalam hati.

"Hehe namanya juga nyoba.. Soalnya aku penasaran liat kamu yang selalu lahap makan ini.." Kataku terkekeh.

"Kamu Mas.... Ada ada aja.. Masih aja ngeyel.. Hehehehe"
Gadis meledekku dengan senyumnya yang mencibirku.

"Udah ah buat kamu aja Dek.. Aku cuma potong sedikit kok.." Kataku menunjuk kesal ke piringku.

"Eh jangan.... Kamu juga harus makan... Nih... Aaaaaak......"

Gadis memotong daging lembek yang diberi tepung fred ciken itu lalu memaksaku menerima suapan darinya.

"Mmmm ...mmmmm.... Ggakk ennnakkkk Deek... Mmm...." Aku meringis saat mencoba mengunyah daging yang disuapi oleh Gadis.


"Hahhahahaha... Hahahahaha.... " Gadis tertawa terpingkal pingkal melihatku yang kesulitan mengunyah daging tadi dan terlihat seperti mau memuntahkannya...

"Hihihi.. Udah Mas, minum nih... Minum yaa... " Gadis pindah ke sampingku dan dengan lembut memegangi gelas teh tawar anget dan membantuku meminumnya.

Aku langsung memegang gelas dengan kedua tangan. Tangan Gadis yang juga memegangi gelas jadi seperti kugenggam.

"Ahhhh... Terima Kasih Dek.. Fuuh beneran gak enak bener deh rasanya.... Aku meletakkan gelas yang isinya habis kuminum bersama dengan tangan Gadis yang juga memegang gelas tersebut.

"Eh.. Iya Mas.. Sama sama.. " Kata Gadis gugup. Wajahnya merona merah padam.
Aku segera menarik tanganku dan pura pura tidak terjadi apa apa.

"Naahh.. Sekarang giliran kamu!!"

Aku menarik piring Gadis lalu memotong daging dengan ukuran agak besar kemudian kusodorkan ke mulutnya.

"Niiih.... Aaaaaaaakk.. Ayo aakkkk..."

"Maaas... Gede banget motongnya..."

Gadis menutup mulutnya dengan kedua tangan dan menggelengkan kepalanya dengan pandangan geli..

"Iih ayo... Aaaaaak...."

Aku merangkul bahu Gadis dan menarik satu tangan yang menutup mulutnya lalu kupaksa dia menerima suapanku.

"Maaaaaaassssss.!!!!.. Amm..mmm.mmmmppph.."

Gadis setengah menjerit dan melotot kepadaku saat aku menyuapinya...

Ehh iya aduh aduh duhh duhh!!!

Gadis memukuli bahuku berkali kali dengan wajah gemas sambil mengunyah makanannya.

"Heheehehehe... Kita impas dong..." Kataku sambil mengambil gelas jus milik Gadis dan membantu meminumkannya.

"Jahat kamu Mas.. Tadi itu guede banget tauk! Aku hampir keselek deh..."

Kata Gadis setelah selesai minum. Senyumnya mengembang manis sekali.

"Hehe.. Kan tadi kamu juga maksa.. " kataku menggodanya sambil menoyor pipinya.

"Iya tapi kan gak gede kayak kamu! Heheehe...." Kata Gadis sambil membalas menoyor pipiku.

Kami berdua lalu tertawa lepas bersamaan sambil saling menyenggolkan bahu.

Aku melipat kedua tanganku dan menyenderkannya ke meja. Gadis mengikutiku melakukan hal yang sama seperti menggodaku.

Kami saling bertatapan dengan senyum yang mengembang lebar. Bahu kami saling dorong tak mau mengalah. Wajah Gadis dekat sekali denganku, mungkin hanya sejengkalan tangan.

"Mas.. Terima kasih ya.." Kata Gadis. Dia menarik bahunya lalu menyenderkan kepalanya dibahuku dan menatap ke arah lain.

"Terima.. kasih.. kenapa.. Dek?" Kataku gugup. Aku bisa mencium harum wangi tubuhnya.

"Terima Kasih karena kamu membuat aku senang malam ini.... Rasanya sudah lama sekali aku tidak sesenang ini." Kata Gadis dengan suara lembut dan lirih.

"Gitu dong... Aku juga senang kok liat kamu ceria gini. Gak melow kayak anak babi ditinggal mati bapaknya." Kataku berseloroh.

Eits.. Aduhhh!

Gadis hanya cekikikan dan mencubit dadaku.

"Hiihihi.. Kamu tuh babinya!! Enak aja ngatain aku terus.." Kata Gadis tertawa manja.

"Biarin.. Yang penting imut.. Gak ceking kayak kamu nih.... Kalo ceking gini nanti jadi jomblo tua lho..." Kataku menggodanya.

"Gpp jomblo. Soalnya gak ada cowo yang aku suka sih.." Kata Gadis cuek.

"Ah masak siiih....? Boong...... pasti ada laah.. " kataku menggodanya sambil asik memainkan rambut di atas telinga Gadis.

"Ada sih Mas... Sayangnya dia gak mau sama aku.... " kata Gadis lirih..

"Ih belagu amat tuh cowok!! Cewe cakep gini kok ditolak..." Kataku kesal.
Aku menggelitik telinga gadis dengan rambutnya sendiri....

"Maaaaaassss.... Ih geli tau...." Gadis bergidik, lalu menoleh kepadaku.

"Dasar jelekkk.... Gak pernah berubah ya kamu...!"

Gadis memencet hidungku gemas dengan senyumannya yang sangat manis. Matanya menatapku dalam.

"Hehehe... Udah.. Jangan dipikirin.. Kalo jodoh juga gak akan kemana.." Kataku menoyor hidungnya.

"Hihihihi.... Jodohnya kabur Mas.. Dia buron. Nanti aku lapor polisi biar dicariin.." Seloroh Gadis.

Hahahhaa..... Haahahahahaahhhhaa..

Kami berdua kembali tertawa lepas bersamaan. Beberapa pengunjung di meja lain sampai menoleh ke arah kami.

"Mas......" Gadis tidak meneruskan kalimatnya. Dia lalu menyender dimeja dengan satu tangannya menopang miring kepalanya menatapku dengan senyuman manisnya.

"Yaa Dek.. Kenapa?" Aku menoleh kepadanya. Kepalaku kusenderkan di lenganku menatap wajah Gadis.

"Gak deh.. Gak jadi.. Ayo Mas, anter aku pulang. Nanti papa nanyain. " Kata Gadis kembali duduk bersandar di kursi.

"Opo toh? Gak jelas kamu.... Iya yuk. Mudah mudahan gak terlalu malem sampainya.

Aku pun bangkit dan menuju ke kasir untuk membayar makanan kami berdua sementara Gadis terlihat sibuk berbenah merapikan pakaian dan riasan tipisnya.

"Ayo Dek..."

Aku berdiri di samping Gadis dan memberikan jaketku yang sedari tadi kuletakkan di sandaran kursiku.

"Nanti kamu kedinginan lho Mas?" Kata Gadis sambil memakai jaket yang kuberikan padanya.

"Gak lah, kan ada kamu. Tugas kamu bikin aku hangat.. Hehehehe" kataku menggodanya. Aku segera melangkah pelan meninggalkan meja.

"Emangnya aku kompor apa? Hehhe..." Kata Gadis tersenyum manja lalu berdiri dan mengikutiku menuju ke parkiran.

"Maas! Tunggu.." Gadis setengah berlari menyusulku. Lenganku dirangkulnya saat dia sudah berada di sampingku.

Aku hanya menoleh sebentar lalu tersenyum kepada Gadis yang terus menatapku.

Kami berjalan beriringan menuju motorku. Gadis yang merangkul lenganku membuat kami seperti pasangan yang sedang kasmaran.

"Sudah Dek?" Tanyaku memeriksa kondisi Gadis yang naik di belakang.

"Ayo Mas..." Gadis langsung memeluk punggungku dengan lengannya yang melingkar di perutku.

Kupacu sepeda motorku cepat melintasi jalan raya timur Jakarta ini menuju kawasan selatan Jakarta di mana rumah orangtua Gadis berada.

Ckiittt... Perutku dicubit keras oleh Gadis.

"Jangan kenceng kenceng!!!" Teriak Gadis dari belakang.
Aku pun mengurangi kecepatan sepeda motorku.

"Katanya takut ditungguin??"
"Pelan aja Mas..."
"Gak apa apa?"
"Iya, gak apa apa.."

Aku pun memacu motorku dengan kecepatan sedang. Laju angin dari depan terasa menabrak tubuhku.
Gadis memelukku lebih erat. Perutku sampai sesak dibuatnya.
.
.
.
Sekitar satu jam berlalu dan kini aku dan Gadis sudah berada di depan pagar rumah orangtua Gadis.

"Trima Kasih ya Mas.." Gadis tersenyum menatapku lembut sambil menyerahkan jaketku.

"Kamu jaga kesehatan ya Dek.. Sedih aku liat kamu kurus gini." Kataku kalem sambil memakai jaketku.

"Iya Mas, kamu juga jaga kesehatan. Jangan keseringan begadang dan ngerokok.. Nanti gak ada yang ngerawat kamu." Kata Gadis tersenyum manja.

"Hehehe... Siap Tuan Puteri.. Mas langsung ya.." Aku menyentuh sebelah pipi Gadis yang tersenyum manis menggemaskan.

"Ati ati Mas.. Jangan ngebut kayak tadi."

Gadis memegang tanganku yang menyentuh pipinya dan menatapku lembut sekali.

"Sip..!! Assalamualaikum Dek..!"

"Wa'alaikumsalam Mas..!"

Aku pun segera berlalu meninggalkan Gadis di depan pagar rumahnya. Kulirik dari spion Gadis melambaikan tangannya dan tersenyum kepadaku. Aku pun membalas lambaian tangannya dengan sebelah tanganku.

Sesampainya di jalan raya, aku langsung memacu sepeda motorku kencang melintasi kawasan selatan Jakarta yang masih terasa dingin dan sejuk ini.

Pikiranku menerawang membayangkan Gadis dan senyumannya yang manis seiring dengan laju sepeda motorku menembus pekatnya jalanan yang gelap karena banyak lampu lampu jalan yang tidak menyala.

Ternyata malam ini bisa kulalui dengan baik tidak seperti dugaanku....

Gadis..... Oh Gadisku..



Senyum Yang Hilang
Diubah oleh @soygeboy
profile-picture
kodokdomba memberi reputasi
3 0
3
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 16:51
ane nangkepnya cuma nama ningsih doang gan sama kayak nama istri ane hehehe, kalo jaman sma dulu pernah deket sama nama ningrum emoticon-Smilie
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:05
Kok mendadak rame yang komenk yaa? Ada apakah gerangan? emoticon-Confused
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:16
nenda
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:18
Ijin ndeprok dimari
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:21
nyimak dodlo gan
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:30
nyimak

0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:31
Scroll terus ampe bwh tanahemoticon-Ngakak
0 0
0
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:44

Silakan Dan Selamat Datang

Duh kaget. Mendadak banyak banget yang komen.. emoticon-Malu (S)

Anyway, selamat datang buat yang baru nongkrong dimarih..

Semoga kalian semua sehat wal afiat setelah membaca tulisan ane yang belepotan ini..

Buat pemirsah setia tulisan ane, ane hanya bisa bilang:


"Salam kecup manja"

emoticon-kissemoticon-kissemoticon-kiss
Diubah oleh @soygeboy
1 0
1
[TAMAT] Sang Pemalu, Pemarah & Pencinta
24-09-2018 17:44
lah.... jejak ninggal
0 0
0
Halaman 26 dari 59
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
one-more-hour
Stories from the Heart
second-love
Stories from the Heart
rekan-kerja
Stories from the Heart
true-story-mengejar-marika
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.