alexa-tracking
News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
1024
1024
KASKUS
51
244
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5b98841a582b2e2d778b457c/aceh-terancam-tsunami-rubella
Lapor Hansip
12-09-2018 10:12
Aceh 'terancam tsunami Rubella'
Quote:
 Seorang dokter anak di Aceh memperingatkan bahwa daerah istimewa itu terancam apa digambarkan sebagai 'tsunami Rubella,' setelah plt Gubernur Aceh meminta penundaan imunisasi karena adanya enzim babi, kendati Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) membolehkan.
Campak Rubella sangat berbahaya, kata seroang dokter spesialis anak di Aceh, Aslinar, karenanya pemberian vaksin tak bisa ditunda-tunda.
"Vaksin MR sangat penting bagi anak, karena penularannya bisa berakibat cacat seumur hidup, jika tidak diatasi segara mungkin akan terjadi tsunami MR," tegas Aslinar, kepada wartawan Aceh, Hidayatullah, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Selasa (11/09), di Banda Aceh.


Situasi itu menggerakkan sejumlah ibu untuk bersuara, menyerukan plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk mencabut ketetapan penundaan vaksin MR.
"Semoga Bapak Plt Gubernur segera mengeluarkan pernyataan anak-anak boleh divaksin, karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) saja sudah membolehkan, agar apa yang sudah saya alami tidak dialami oleh ibu-ibu lain yang sedang hamil," tegas Husna seorang ibu yang anaknya terkena Campak Rubella.
Husna adalah satu dari sejumlah ibu yang resah, yang kemudian membentuk dari Komunitas Rumah Rubella Aceh, untuk mengkampanyekan bahaya dari dampak penyakit tersebut, dan betapa pentingnya vaksin terhadap anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.
"Saya terkena MR pada usia kehamilan tiga bulan, sekarang anak saya sudah dua tahun, tapi (karena terjangkit MR) untuk berjalan saja dia tidak bisa," kata Husna,
Ia menegaskan, sudah cukup anaknya yang terkena sindrom Rubella dan sesegera mungkin mata rantai penularan virus campak Rubella harus diputuskan. Ia menyerukan bagi ibu-ibu yang lain agar segera membawa anaknya untuk divaksin.

Pendapat senada diutarakan oleh Rita Yana. Ia ibu dari Safa yang kini berusia tujuh tahun juga mengalami sindrom Rubella.

"Seharusnya plt Gubernur Aceh segera mengeluarkan pernyataan pembolehan vaksin MR agar tidak semakin menyebar luas di Provinsi Aceh."

"Kalau sudah terkena seperti anak saya, bisa seumur hidup sakitnya. Setiap bulan harus mengeluarkan puluhan juta. Bahkan saya sudah ke Penang, Malaysia, tapi hasilnya sia-sia," kata Rita Yana.

Masalahnya dalam sebuah pernyataan, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta dilakukannya penundaan pemberian vaksin, kendati MUI Aceh sepakat dengan MUI Pusat bahwa kendati mengandung enzim babi, vaksin itu bisa digunakan.




Sementara itu, health officer badan kesejahteraan anak-anak PBB, Unicef Indonesia, Dita Ramadonna, mengatakan penundaan penyuntikan vaksin MR sampai saat ini, mengakibatkan 84% populasi anak di Aceh berisiko terkena campak rubella.

"Dari semua provinsi, Aceh merupakan daerah dengan penggunaan vaksin terendah. Mungkin ketakutan warga karena mengandung enzim babi, padahal sudah ada fatwa MUI," kata Dita Ramadonna pula.

'Tsunami MR'

Disebutkan, satu anak yang terkena virus Measle Rubella (MR), dapat menularkan virus tersebut kepada 12-18 orang anak lainnya, jika mereka berada dalam satu tempat yang sama.

Karena penularan MR terjadi dari pernafasan dan bersin.

Dokter spesialis anak, Aslinar, mengatakan penyebaran virus MR dapat terjadi dengan cepat jika tidak dilakukan penanganan khusus, akan terjadi hal fatal bagi penerus Aceh ke depan.
"Vaksin MR sangat penting bagi anak, karena penularannya bisa berakibat cacat seumur hidup, jika tidak diatasi segara mungkin akan terjadi tsunami MR," kata Dokter Spesialis Anak, Aslinar.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali, mengatakan MPU Aceh setuju dengan fatwa MUI pusat terkait pembolehan vaksin MR, mengingat ini sebagai kebutuhan mendesak dan masih belum adanya pengganti.

"Ini kebutuhan mendesak, dan belum adanya pengganti, jadi walaupun vaksin MR mengandung unsur babi, iya masih dibolehkan untuk disuntikkan kepada anak," kata Faisal Ali, Wakil Ketua MPU Aceh.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Abdul Fatah, membenarkan penundaan penyuntikan vaksin MR untuk 1,5 juta anak di Aceh, karena adanya pernyataan yang dilakukan oleh plt Gubernur Aceh.

"Kita sudah menyurati Pak Plt Gubernur untuk audiensi, tapi beliau masih sibuk dan berada di luar daerah, makanya sampai saat ini masih ditunda," kata Abdul Fatah, kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Aceh.

Imunisasi Campak Rubella masih terus menjadi polemik, karena mengandung unsur babi.

Masalahnya, tak ada pilihan lain sejauh ini, padahal Rubella sangat mengancam. Karenanya Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin MR ini.

Betapa pun, masih ada kalangan yang tetap mengambil kebijakannya sendiri, seperti MUI Riau dan plt Gubernur Aceh.
Data Kementerian Kesehatan sejak Januari hingga Juli 2017 mencatat sebanyak 8.099 suspek campak rubella, dengan 1.549 kasus positif Rubella, lalu turun drastis pascaimunisasi, dengan 1.045 suspek campak Rubella, dan 176 kasus positif Rubella.


https://www.bbc.com/indonesia/indone...alflow_twitter
no comment d klo aceh emoticon-Big Grin
ini mgkin bs dibilang namanya seleksi alam emoticon-Big Grin 
Diubah oleh Hans.Landa
-1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 9
Lapor Hansip
12-09-2018 12:10
Balasan post kirimerah
Quote:Original Posted By kirimerah


kalau virus yang sudah ada tinggal di kembang biakan.. yang di ciptakan ya yang belum pernah ada.. kayak rublea ini

Anggaplah konspirasi zionis, asing , remason, Wahyudi itu benar bikin virus buat jualan vaksin.. terus Lo mau semua anak2 di dunia(khususnya di mari) menderita penyakit itu(karena potensi penularan sangat besar)?? Kalo vaksin itu yg paling bagus buat mencegah penyakit kenapa ga dilakukan?? Umat kan jumlahnya banyak masa ga ada yg bisa bikin vaksin??
Seperti disebutkan di berita.. diprediksi bakal banyak yg terdampak dari tuh penyakit, mula2 di aceh, siapa yg tau, dgn kebebalan beberapa orang, bakal menyebar dalam skala yg lebih luas??

3
12-09-2018 12:10
Quote:Original Posted By aesir9
Hidup matinya seseorang sudah ditentukan jauh2 hari dari awal penciptaan oleh Allah ya akhi, bukan karena rubella ato semacamnya.
Apa gunanya didunia sehat bebas rubella tapi setelah mati nanti masuk neraka?
Naudzubillah....


Tolol kau emoticon-Ngamuk
0
12-09-2018 12:18
biarin aja si, orang mereka sendiri yg goblok
0
12-09-2018 12:21
Loh bukannya MUI udah keluar fatwa hallal? Emang aceh punya MUI ya sendiri ya? emoticon-Smilie
0
12-09-2018 12:23
Biarkan seleksi alam berjalan dengan semestinya.
2
12-09-2018 12:28
Gampang dong.
cukup karantina aja Acehnya.
gak mau vaksin yah gpp
tolol dan begonya tanggung sendiri
emoticon-Angkat Beer
0
12-09-2018 12:33
Bahkan jabang bayi didalam kandungan pun punya hak untuk hidup sehat...
0
12-09-2018 12:46
Aceh 'terancam tsunami Rubella'
0
12-09-2018 12:47
Biarkan saja terjadi, namanya penyesalan kan selalu belakangan...seandainya ini seandainya itu ...well nikmati aj akibat kebodohan sendiri
Waka waka ee welcome to acehnistan
0
12-09-2018 12:50
Campak ud jelas dampaknya...nyata
Konspirasi dll masih gak jelas..
Buat apa ributin yg gak jelas
Karena egoisme beberapa kaum sampe mengorbankan mereka yg gak bersalah? Mau anakmu, saudaramu cacat? Sana kenalan sama org yang anaknya terkena dampak rubella!!!

Program vaksinasi harus di-nasionalisasi secara militer. Baru aman, jangan pake dalil agama. Manusia dikasih otak buat mikir.
0
Lapor Hansip
12-09-2018 12:56
Balasan post ndoromuda
Dikit2 yang salah pemerintah. Ini perkembangan dunia kedokteran dimana yang paling efektif itu memang menggunakan babi. Salah sendiri kenapa dunia muslim itu terbelakang sehingga tidak menghasilkan tekhnologi kedokteran yang handal dan halal
0
12-09-2018 12:56
Quote:Original Posted By schonne
Vaksin tanpa enzim babi itu risetnya sangat sulit dan sangat lama, apalagi kalo gak ada support berlimpah modal dari pemerintah biar para peneliti bisa tenang melakukan riset tanpa pusing mikirin dana untuk keberlangsungan research.

Sementara WNI inlander macem lu maunya itu duit APBN habis buat ngesubsidi manusia2 macem lu tanpa mau perduli realita kalo reseach dan pengembangan teknologi di Indonesia justru malah butuh banget yang namanya subsidi buat mempercepat perkembangan sains.

Lalu dengan situ maunya duit APBN habis buat nyuapin situ, situ berharap pemerintah punya uang sisa yg banyak buat ngemodalin para peneliti di Indo??

Dasar troll.


Kalau ane sih simple aja kalau ga mau vaksin. Tinggal alihin dananya buat bikin barikade atau tembok di perbatasan acehnistan ke indonesia.

Biar virusnya kaga kesebar.

emoticon-Ultah
1
12-09-2018 12:57
ada orang tua yg pny anak tdk bs berenang, tdk mau ngasih anaknya belajar berenang, alasannya buat apa, toh ga pernah ke kolam renang, rumah jauh dr laut, disini kering selalu... toh sy orang tuanya bs berenang, kl ada apa2 sy bs menyelamatkan.. suatu saat turun hujan 3 hari 3 malam.. bnyk kota tenggelam.. chaos.. yg selamat hanya yg bs berenang... si orang tua hanya bisa menangis karena anaknya mati tenggelam, menyesalkan knp anaknya ga diajarin berenang aja..

Cerita diatas hanya skdar contoh sdrhana.. nyatanya MR paling bahaya utk ibu hamil terutama janinnya.. jd bukan bahaya utk anak2 yg sdh lahir (paling jd carrier)... tetapi janin.. terutama kehamilan trimester pertama. Bisa cacat seumur hidup.. bisa jg meninggal stlh lahir..

Pahami bedanya.. kena MR waktu anak2 dan kena MR waktu kehamilan.. efeknya jauh berbeda.. ga mau vaksin gpp asalkan cek TORCH, kl positip segera mengucilkan diri.. jgn menulari ibu hamil..
2
12-09-2018 12:58
survival of the fittest at it's best
-1
12-09-2018 13:03
Mau vaksin atau tidak, yang penting kita punya argumen yang baik untuk menerima / menolaknya.
0
12-09-2018 13:05
vaksin adalah konspiradi wahyudi
Aceh 'terancam tsunami Rubella'

emoticon-Leh Uga
Diubah oleh ontapesek
1
12-09-2018 13:10
Quote:Original Posted By schonne
Vaksin tanpa enzim babi itu risetnya sangat sulit dan sangat lama, apalagi kalo gak ada support berlimpah modal dari pemerintah biar para peneliti bisa tenang melakukan riset tanpa pusing mikirin dana untuk keberlangsungan research.

Sementara WNI inlander macem lu maunya itu duit APBN habis buat ngesubsidi manusia2 macem lu tanpa mau perduli realita kalo reseach dan pengembangan teknologi di Indonesia justru malah butuh banget yang namanya subsidi buat mempercepat perkembangan sains.

Lalu dengan situ maunya duit APBN habis buat nyuapin situ, situ berharap pemerintah punya uang sisa yg banyak buat ngemodalin para peneliti di Indo??

Dasar troll.


troller lu ladenin

paling jebolan dc yg gabut ngetroll dimari
0
Lapor Hansip
12-09-2018 13:12
Balasan post peternak.habib
Quote:Original Posted By peternak.habib



warga aceh yg cerdas, sudah pindah keluar aceh gan

banyak kok, gw kenalan aceh di jakarta, yg sudah bersumpah tidak akan meginjkan kaki ke aceh kembali


Oh berarti banyak juga yang tertekan di sana yaa ... kirain pada bahagia dengan status istimewa syariah Islamnya ...

0
Lapor Hansip
12-09-2018 13:12
Balasan post ndoromuda
Quote:Original Posted By ndoromuda



Ana bayar pajak di negeri ini gan, jadi ana berhak mendapatkan pelayanan yang maksimal dan yang sesuai dengan agama ana


Pe#ler lo

Diubah oleh JubeiGojo
0
12-09-2018 13:13
padahal udah disediain gratis sama pemerintah emoticon-Malu tapi kalo memang gak dimanfaatin ya tanggung sendiri akibatnya
0
Halaman 4 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.