alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
8546
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/595a732496bde6bb038b4581/sonne-mond-und-stern
Cerita ini tak lagi sama.Meski hatimu selalu di sini.Mengertilah bahwa ku tak berubah Lihat aku dari sisi yang lain.Bersandar padaku, rasakan hatiku bersandar padaku Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku Waktu yang telah kita lalui Buatmu jadi lebih berarti Luluhkan kerasnya dinding hati Engkaulah satu yang
Lapor Hansip
03-07-2017 23:39

Sonne Mond und Stern

Past Hot Thread
die SONNE der MOND und der STERN




Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu di sini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku


Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari
Bersandar padaku, rasakan hatiku
Bersandar padaku


Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku, kau sempurnakan aku

Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku, Kau melegakan aku.


Tak Lagi Sama - Noah


Cover Stories


JAGALAH SOPAN-SANTUN ANDA DALAM BERKOMENTAR, KARENA 95% TOKOH DISINI IKUT MEMBACA


Masa ini adalah lanjutan dari sebuah Masa yang Paling Indahdan lanjutan dari sebuah cerita Love in Elegy yang pernah Gua tulis di Forum ini.


Quote:Catatan:
1. Mengacu pada aturan main forum H2H dan SFTH
2. 95% Semua tokoh/karakter di cerita ini sudah memberikan izin
3. Sikapi dengan bijak apa yang tertuang disini
4. Jangan meminta lebih dari apa yang sudah diberikan
5. Sopanlah dalam berkomentar
6. Saling menghargai TS, penulis dan sesama kaskuser disini


Versi PDF Dua Thread Sebelumnya :

Masa yang Paling Indah
Credit thanks to Agan njum26

Love in Elegy
Credit thanks to Agan redmoon97


Sonne Mond und Stern
*mulustrasi karakter dalam cerita ini


Quote:

BAB I & BAB II

BAB III & BAB IV

***

Tralala_Trilili

PROLOG

BAB V

PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15 - continues
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20

***

SEBELUM CAHAYA

PART I
PART II
PART III - The Ghost of You
PART IV
PART V
PART VI
PART VII
PART VIII
Cooling Down
PART IX
PART X - continues
PART XI
PART XII
PART XIII
PART XIV
PART XV
PART XVI
PART XVII A
PART XVII B
PART XVIII
PART XIX - continues
PART XX
PART XXI
PART XXII
PART XXIII
PART XXIV
PART XXV
PART XXVI
PART XXVII
PART XXVIII
PART XXIX
PART XXX
PART XXXI
PART XXXII
PART XXXIII
PART XXXIV
PART XXXV
PART XXXVI - continues
PART XXXVII
PART XXXVIII
PART XXXIX
Vor dem Licht XL - Das Ende

***

BAB V

PART 21
PART 22
Tentang Rasa
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27

Von Hier Wegfliegen

Teils Eins - Vorstellen
Teils Zwei - Anfang
Teils Drei - Der Erbarmer
Teils Vier - Von Hier Wegfliegen

Lembayung Senja

Bagian Satu
Bagian Dua
Bagian Tiga
Bagian Empat
Bagian Lima - continues
Bagian Enam
Bagian Tujuh
Bagian Delapan
Bagian Sembilan
Bagian Sepuluh - continues

Breaking Dawn

One Step Closer
Ascension

Throwback Stories

Life is Not Always Fair
Dusk till Dawn
Awal Semula
Untuk Masa Depan
Terimakasih
Omong Kosong
Kepingan Cerita
Menyerah
Restoe
Rasanya - Rasain
Pengorbanan
Menuju Senja
Kenyataan
Wiedersehen
Cobalah untuk Mengerti
Pengorbanan *New Updates

SIDE STORY

VFA
Daily Life I
Daily Life II

Tentang MyPI

*thanks to my brother in law yang bantu index dan update selama gua mudik
Polling

Poll ini sudah ditutup - 239 Suara

Siapakah pendamping Eza sebenarnya ?  
54.81%
Sherlin Putri Levanya
17.15%
Franziska Luna Katrina
28.03%
Giovanna Almira
Diubah oleh glitch.7
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 62 lainnya memberi reputasi
57
Tampilkan isi Thread
Halaman 372 dari 437
Sonne Mond und Stern
17-08-2018 20:30
Quote:Original Posted By glitch.7
*
*
*


SELAMAT HARI KEMERDEKAAN
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
YANG KE-73

SEMOGA INDONESIA LEBIH BAIK LAGI
dan RAKYAT MAKIN SEJAHTERA

Sonne Mond und Stern


UPDET BANG!! KALO GAK MAU PALALU GW SLEDING TACKLE!!!
emoticon-Hansipemoticon-Hansipemoticon-Hansip
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Sonne Mond und Stern
Diubah oleh slametfirmansy4
1 0
1
Sonne Mond und Stern
17-08-2018 20:38
Quote:Original Posted By glitch.7


Jadi ikut lomba makan karung pak ??emoticon-Big Grin
2 0
2
Sonne Mond und Stern
17-08-2018 23:50
Da, ada 1 pertanyaan yang kalo ga gw utarakan bikin jerawatan sebenernya
😂😅🤣

Pernah berkunjung ke “rumah peristirahatan” almh pacar pertama lagi ga?
Itu aja pertanyaannya
Maaf kalau kurang berkenan
☺️🙏🏻
Diubah oleh jrangking
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 03:36
Quote:Original Posted By glitch.7
*
*
*


SELAMAT HARI KEMERDEKAAN
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
YANG KE-73

SEMOGA INDONESIA LEBIH BAIK LAGI
dan RAKYAT MAKIN SEJAHTERA

Sonne Mond und Stern


Cek kulkas ya da, udah ane kirbal hehe emoticon-Big Grin
0 1
-1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 05:14
GEMBOKEDemoticon-Goyang
profile-picture
mrs.kuhn memberi reputasi
0 1
-1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:19

One Step Closer

Fatimah Azzahra
Sonne Mond und Stern



Tahun dua ribu tiga belas.

"Aku pikir kamu bakalan netap disana", ucap gua setelah mendengarkan pengalamannya selama berada di Yogyakarta.

"Sempet kepikiran untuk stay disana sebenernya, tapi aku juga gak bisa nurutin ego ku terus. Kasian Mamah disini sendiri, gak ada yang nemenin".

Gua tersenyum mendengar jawabannya itu. Banyak yang berubah dari wanita ini.

"Kamu sendiri gimana sama Kak Sherlin ?", tanyanya kali ini seraya mengambil bantal sofa dan meletakkannya diatas kedua pahanya.

"Alhamdulilah aku sama dia masih baik-baik aja. Sama seperti dulu, masih deket, masih sering ketemu..", jawab gua sambil memperhatikannya yang kini sedang memakan kue. "Ngomong-ngomong, Ay...".

"Hm ?", dia melirik kepada gua seraya mengunyah kue dengan mulut yang tertutup. Lucu melihatnya seperti itu.

"Kamu disana dapet calon suami gak ?", tanya gua pelan.

"Ehm..", dia menelan makanannya. Lalu tersenyum dan mengambil sirup yang berada diatas meja untuk kemudian diteguknya sedikit. "Kira-kira menurut kamu gimana ?", tanyanya dengan tersenyum lebar.

"Aku gak tau. Kamu gak pernah cerita di bbm", jawab gua yang ikut tersenyum.

"Mmm.. Ck... Ada gak yaaa...", wajahnya pura-pura berpikir.

Gua tertawa pelan. "Hehehe.. Kenapa sok-sok ngegodain gitu ? Bilang aja kalo gak ada ma, Ay", ledek gua.

"Hahahaha... Enak aja, banyak tau yang antri. Bu Ustadz nya kayak yang apa ya, Mmm... Jodoh-jodohin aku gitu. Tapi akunya kurang sreg aja", jawabnya setelah tertawa.

"Diminta ta'aruf gitu ya ? Kenapa gak cocok ?", tanya gua lagi.

"Iya kayak gitulah. Tapi akunya gak da feeling masa mau dipaksa ? Kan yang dikenalin ke aku tu banyak, Kak. Hahaha.. Tapi alhamdulilah Bu Ustadznya ngerti", jawabnya lagi.

"Wiiih.. Primadona baru di kampung orang ceritanya nih ? Ahahahaha..".

"Iya dong..", jawabnya seraya mengerlingkan satu matanya dan tersenyum lebar.

Kami berdua pun tertawa siang itu di ruang tamu rumahnya.

Anastasya atau Helen memang baru saja kembali ke rumahnya setelah tiga bulan tinggal di Yogyakarta untuk belajar agama. Sedangkan Mba Yu hanya satu bulan menemaninya disana.

Selama di Yogyakarta Helen memang tinggal bersama Padhe dan Budhe. Toh memang mereka berdua yang membantunya dari awal ketika wanita keturunan Jerman itu memilih untuk menjadi seorang Mualaf. Kebaikan dan rasa sayang kedua orangtua tersebut membuat Helen kerasan di Yogyakarta. Tapi apa yang ia ceritakan tadi kepada gua memang ada benarnya. Sang Mamah sendirian di rumah. Kakaknya yang bernama Luna tinggal bersama sang suami di Australia. Sedangkan Papahnya yang memang sudah bercerai kini telah bersama keluarga barunya kembali ke Jerman. Dan gua baru saja bertemu dengannya hari ini setelah ia mengabari kemarin malam.

"Hai, Za. Udah lama ?", tanya sang Mamah yang baru saja pulang. Entah darimana.

Gua bangun dan mencium tangannya. "Iya Tante, udah daritadi saya ngobrol sama Helen. Darimana siang-siang gini, Tan ?", tanya gua balik.

"Abis arisan sama temen-temen kuliah dulu. Biasalah Ibu-ibu, Za", jawabnya tersenyum lebar.

Gua hanya terkekeh. Iya ya. Ibu-ibu, biasa suka arisan di Mall terus sekalian belanja. Kelihatan jelas karena banyak juga itu kantong plastik belanjaan yang ia bawa.

"Ay, nih coba kamu liat. Pas gak di kamu ? Ukurannya all size", ucap sang Mamah seraya duduk di samping Helen setelah gua pindah ke sofa sebrang mereka.

"Apa ini, Mam ?", tanya Helen setelah menerima dua kantong plastik belanjaan.

"Buka dulu terus cobain. Mudah-mudahan cocok di kamu, sayang", jawab Mamahnya.

Helen terkejut melihat apa yang Mamahnya belikan itu. Dia hanya membuka kantung plastik tanpa mengeluarkan isinya.

"Mam ?!", tanyanya melirik sang Mamah dengan rasa terkejut dan tidak percaya.

"Udah sana cobain dulu", jawab sang Mamah.

Lalu Helen pergi ke salah satu kamar.

Gua yang tidak tahu apa yang Mamahnya belikan untuk anak bungsu kesayangannya itu hanya berfikir kalau paling-paling baju mewah dan semacamnya hingga membuat sang anak terkejut.

Sambil menunggu Helen kembali. Gua dan Mamahnya membicarakan kondisi kesehatan Beliau yang alhamdulillah sudah semakin membaik. Tidak lama waktu yang dibutuhkan wanita cantik itu untuk kembali ke ruang tamu. Dan apa yang gua lihat dengan kedua mata ini benar-benar membuat gua tidak percaya.

"Mam. Bagus banget ini. Aku suka. Pas tuh", ucapnya setelah berdiri disamping sang Mamah yang masih duduk di sofa.

"Syukur kalo pas. Iya sayang cocok di kamu..", jawab sang Mamah seraya memperhatikan penampilan anak bungsunya tersebut.

Lalu dia kembali duduk disamping sang Mamah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Mam. Terimakasih banyak..", ucapnya lirih.

"Ay. Kamu sudah dewasa. Apapun keputusan kamu Mamah dukung sepenuhnya selama itu baik untuk diri kamu sayang", balas sang Mamah yang kini memegang kedua tangan anaknya tersebut.

Dengan berurai airmata ia peluk wanita yang sudah melahirkannya itu ke dunia ini.

Gua tersenyum melihat mereka berdua. Kejadian sederhana di ruang tamu ini benar-benar membuktikan kepada gua bahwa kasih Ibu itu sepanjang masa. Salah satu keputusan besar sang anak yang memilih untuk memeluk kepercayaan yang berbeda dari kedua orangtuanya tidak membuat mereka marah sama sekali. Sebaliknya, sang Mamah mendukung penuh keputusan tersebut dengan memberikannya hadiah sebuah mukena berwarna putih dengan gradasi warna emas. Bahagialah kamu, Ay. Memiliki Ibu yang sangat mencintai dan sangat mengerti kamu.

Gua masih terpaku menatapnya. Ini adalah kali kedua gua melihatnya mengenakan mukena ketika pertama kalinya di mushola bandara Adisutjipto tiga bulan lalu. Dan pesonanya itu benar-benar mengalihkan dunia gua.

"Kak, gimana ? Bagus gak ?".

"....".

"Kak ?".

"Eza ?".
"Za ? Reza ?! Hey!".

"Eh ii.. Iiya gimana, Tante ?".

"Ditanya kok malah diem aja ? Itu anak Tante pakai mukena, cocok gak, Za ?".

Gua tersenyum. Lalu menggelengkan kepala tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan dari anaknya itu.

"Andaikan bisa. Saya akan melamar bidadari yang sudah Tante lahirkan ke dunia ini", jawab gua yang kini sudah menengok kepada Mamahnya itu.

Beliau terkejut. Lalu melirik kepada sang anak.

Dia. Wanita itu... Bukan.. Dia sang bidadari dunia itu ikut terkejut dengan apa yang baru saja gua ucapkan.

"Beruntunglah lelaki yang akan mendapatkannya...", lanjut gua dengan tersenyum kepada bidadari dunia yang sudah tersenyum malu-malu.

"Kamu serius ?", tanya sang Mamah.

"Iya, Tante. Saya yakin lelaki yang akan mendapatkan Helen pasti beruntung", jawab gua.

"Bukan. Bukan itu. Maksud saya ucapan kamu sebelumnya.. Kamu beneran mau melamar Helen ?".

"Eh ? Mmm.. Itu.. Ehm.. Itu saya.. Saya ngekhayal, Tante. Maaf.. Maaf..", ralat gua yang tersadar sudah sembarangan.

Raut wajah sang Mamah berubah keheranan. Lalu Beliau melirik kepada anaknya. Begitupun dengan gua. Bidadari itu tertunduk malu, mencuri pandang kepada gua dengan tersenyum tipis.

"Za. Tante tau kamu. Tau keluargamu, keadaan kamu, dan kondisi kamu seperti apa untuk saat ini", ucapnya kepada gua. Kemudian Beliau melirik kepada sang anak lagi. "Kalo Reza serius. Apa kamu mau, Ay ?", tanyanya.

Bidadari itu terkejut. Lalu dia melirik kepada gua. Wajahnya menunjukkan kebingungan. Dan gua tahu dia bertanya tanpa kata. Kamu serius ?. Gua yang benar-benar ingin pulang saat itu juga hanya bisa menggelengkan kepala kepada bidadari dunia itu agar dia mengerti bahwa gua tak akan mampu membimbingnya.

"Kalo Kak Eza berniat menikahiku karena cintanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan untuk ibadah kami. Insya Allah, Mam. Aku bersedia".

Dunia gua rasanya seperti berhenti sejenak saat itu juga. Tidak percaya dengan apa yang baru saja ia ucapkan itu.

*
*
*



Cinta kan Membawa Mu kembali - cover by Mike Mohede


Dua bulan kemudian...

Gua baru saja pulang sore itu. Memasuki ruang tamu rumah, kemudian duduk seraya menyenderkan punggung ke bahu sofa. Kepala gua rasanya pusing selama dua bulan ini. Hati gua bimbang. Sama rasanya seperti bulan-bulan terakhir di tahun sebelumnya saat bersama Mba Yu. Tapi apa yang ia ucapkan tadi di rumah orangtuanya dan ucapan orangtuanya tersebut membuat gua kembali sadar. Mungkin ini waktunya.

Ibu baru saja keluar dari kamar yang sebelumnya menjadi tempat menyimpan barang-barang milik anak gua, Jingga.

Gua cium tangan Beliau setelah ia duduk disamping gua.

"Gimana ?", tanyanya.

Gua hanya bisa terdiam beberapa saat. Hati gua antara yakin tidak yakin.

"Za ? Mereka setuju ?", tanya Ibu lagi.

Gua menarik nafas lalu menghembuskannya dengan cepat. "Huufft.. Bu..".

"Ya, sayang ?".

"Apa Ibu yakin ?".

Tangan lembutnya mengusap pundak kanan gua. Gua melirik kepadanya yang duduk disisi kanan.

Beliau tersenyum. "Kamu yang harus yakin mampu. Kalo pernikahan kamu kali ini bukanlah beban. Jangan menyerah dengan keadaan, Nak. Niat baik, insya Allah Za, Allah meridhoi".

"Tapi, Bu..".

"Eza. Kamu pernah cerita sama Ibu. Dari dulu kamu selalu mengalami hal buruk dengan wanita. Dari kecil bersama Ibu kandung kamu. Terus pernikahan pertama kamu dengan Echa. Dan yang baru aja terjadi, sama Vera. Kamu selalu mengaitkan semuanya", ucapnya.

"Iya emang begitu kenyataannya kan ? Dan sekarang aku lagi mau mencoba menambah masalah baru", jawab gua malas.

"Bukan, Za. Sekarang waktunya Allah menunjukkan kepada kamu kalo mahluk ciptaan-Nya yang bernama wanita itu akan mampu membuat kamu bahagia. Udah cukup semua masalah dan kejadian buruk yang kamu alami. Ibu percaya kamu bisa. Bismillahi tawakkaltu 'alallah la hawla wala quwwata illa billah. Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya. Tiada daya dan kekuatan selain-Nya, Za".

Airmata gua kini sudah menggenang dipelupuk mata. Kemudian gua memeluk Ibu, mendekapnya erat dengan sedikit tangisan. "Maafin aku, Bu", ucap gua dengan sedikit terisak.

Ibu mengelus punggung gua berulang-ulang dengan perlahan. "Kamu gak perlu minta maaf. You deserve to be loved and happy".

...

Setengah jam kemudian gua sudah selesai membersihkan diri. Gua kenakan pakaian gamis berwarna abu-abu lengan panjang yang dipadu dengan celana denim berwarna hitam. Tidak lupa sebuah kopiah sudah terpasang sebagai penutup kepala ini.

Gua melihat sesosok lelaki di depan cermin itu. Seorang lelaki yang sangat gua kenal baik selama dua puluh empat tahun. Seorang lelaki yang berpakaian sama dengan apa yang gua kenakan. Gua bertanya kepadanya. "Apa yang kamu cari sebenarnya ? Kebahagiaan macam apa yang kamu minta dari semua ini, Agha ?".

Tiba saat mengerti
Jerit suara hati


Sebuah pesan bbm masuk. Gua mengeceknya, ternyata balasan dari orang yang memang gua minta untuk datang ke rumah. Dia bertanya ada apa memintanya datang di waktu yang hampir masuk waktu Maghrib. Gua hanya membalas untuk segera datang secepatnya sebelum adzan berkumandang. Setelah itu dia hanya membaca chatt gua tanpa membalasnya.

Yang letih meski mencoba
Melagukan sesal yang ada


Lalu Gua naik ke lantai atas. Membuka pintu kamar saat gema adzan maghrib berkumandang. Lalu memasuki kamar tersebut dan mengambil kantong plastik persegi di sudut kamar. Barang yang memang gua beli satu bulan lalu dan sengaja belum pernah gua pakai sampai hari ini tiba. Gua ambil isinya dan kembali berjalan ketengah-tengah kamar.

Mohon tinggal sejenak
Lupakanlah waktu
Temani airmataku...
Teteskan larakuuu...


Sekarang gua sudah berdiri diantara ranjang di sisi kanan serta lemari pakaian di sisi kiri. Dan didepan sana, gua menghadap kearah pintu kamar ini. Satu kain sudah berada di posisinya. Kain satunya masih gua genggam.

Saat gua merentangkan kain baru yang sebelumnya gua ambil dari kantong plastik itulah seorang wanita berhenti tepat di depan pintu kamar.

"Ada apa manggil aku kesini ?", tanyanya bingung.

Gua baru saja berdiri setelah merapihkan kain tersebut. Gua menghela nafas lalu tersenyum.

"Apa kamu bersedia menjadi makmum ku, Ay ?", tanya gua balik seraya menunjukkan kain sajadah yang baru saja gua rentangkan itu.

Dia terkejut. Menutupi mulutnya dengan kedua tangan.

Bawa serta dirimu
Dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya



"Ka.. Kamu.. Kamu serius, Kak ?".

"Ya. Untuk hari ini. Sampai nanti ajal menjemput izinkan aku menjadi imam kamu wahai Fatimah Azzahra", jawab gua.

Matanya sudah berkaca-kaca. Kemudian anggukan kepalanya membuat gua mengucap syukur dalam hati.



~ Wahai Bunbun ku tersayang Fatimah Azzahra. Terimakasih atas kesediaan dan keikhlasan kamu untuk menemani hari-hari ku. Terimakasih atas cinta dan kasih sayang kamu selama ini. Semoga aku pun selalu bisa membuat kamu bahagia.

*
*
*


'Cintakan membawamu kembali disini'
Diubah oleh glitch.7
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan Kanza966 memberi reputasi
6 1
5
Lihat 3 balasan
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:33
test test

masih kurang nih, butuh kejelasan

emoticon-Leh Uga
Diubah oleh bruce999
0 0
0
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:35
Balasan post glitch.7
Quote:Original Posted By glitch.7


Bang oda. Ini bukan genjutsu lagi kan? emoticon-Bingung emoticon-Bingung. Ane gamau kena genjutsu lagi loh wkwk emoticon-Leh Uga

Diubah oleh pocong.ganteng
1 1
0
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:38
emoticon-Big Kissemoticon-Kissemoticon-Angel Bun Bun ternyata Helen ,,,
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:39
ternyata bunbun nya Helen emoticon-Belo

Pantesan pas ane tanya helen dah nikah apa blom, jawaban bang oda udah, ternyata suaminya bang oda toh emoticon-Big Grin

Waduh itu restoran ente deket ternyata dari rumah ane emoticon-Big Grin klo bnr yg ente bilang di daerah sana emoticon-Hammer (S) lumayan 1-3 km doang emoticon-Ngakak (S)

Tinggal nunggu wangsit nya doang, soalnya daerah sana banyak restoran emoticon-Hammer (S)
2 0
2
Lihat 1 balasan
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:46
MasyaAlloh emoticon-Wow
0 0
0
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:47
Ini bukan tipu tipu kan bang?
emoticon-Bingung emoticon-Bingung

Mau kagak percaya kok ada tulisan kecil dibawah, ntr percaya taunya dikibulin kek yg udah"..
Arrrgghhhh emoticon-Mad (S)
Diubah oleh onggkyuda
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:48
aaaaakkkkk....so sweet....
emoticon-Big Kiss
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:51
aiihh... romantis bgt sihh.. jd terharu.. emoticon-Malu (S)
bunbun.. gmana dl rasa ny dilamar kang oda.. ada getaran2 kah..?? emoticon-Big Grin

ehmm.. itu nama asli bunbun kah.. apa nama bru stelah mualaf...?? maafkeun jd kepo yaa.. emoticon-Malu
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:55
nama barunya bagus eeeyy.. msh nyambung g ini g om eza.. kira² brp part lg.. hehe.. takutnya cpt tamat.. hehe
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 22:56
Kayaknya beneran nih kalo bunbun itu neng Helen.
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 23:16
cinta dengan mbak yu terhalang restu dan konflik. emoticon-Frown

tapi gpp deh asal ts nya seneng dan bahagia, gue sebagai reader ikut bahagia juga. emoticon-Big Grin

sing penting mbak yu tetap di hati. hahaha
akhirnya neng ay memenangkan hati sang pangeran cinta a.k.a akang agathadera. emoticon-Metal

awas kalo genjutsu lagi ya kang..
gue genjut juga tuhh...eemmmm...apayaaa... emoticon-Ngakak (S)
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 23:28
Ah gw suka bagian ini
Caranya itu lhu... mantab emoticon-Big Grin
1 0
1
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 23:32
Quote:Original Posted By glitch.7


Bener kan tebakan gua da
Voucher gratis makan di restoemoticon-Ngakak
0 0
0
Sonne Mond und Stern
18-08-2018 23:42
pendek tapi ngena macam ngiris bawang merah emoticon-Belo
1 0
1
Halaman 372 dari 437
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
the-light-emanates-for-you
Stories from the Heart
hypnophobia--kisah-cintaku
Stories from the Heart
tarian-kata-cinta-2
Stories from the Heart
rembulan-di-ujung-senja
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia