Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
957
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b331e83902cfe3a048b4567/mature---21-burung-kertas-merah-muda-2
Rendy Adrian Mahardika, seorang pekerja di bidang Teknologi dan Informasi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, sedang berusaha untuk membuka hatinya untuk perempuan lain. Sebuah kenangan pahit di masa lalu, membuat ia sulit untuk mencintai orang lain.  Hanya ada satu nama yang terpahat indah di hatinya. Namun kini, sosoknya sudah menjadi ketidak pastian yang selalu diharapkan. Ada beb
Lapor Hansip
27-06-2018 12:20

[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2

Past Hot Thread
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2



Quote:Rendy Adrian Mahardika, seorang pekerja di bidang Teknologi dan Informasi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, sedang berusaha untuk membuka hatinya untuk perempuan lain. Sebuah kenangan pahit di masa lalu, membuat ia sulit untuk mencintai orang lain.  Hanya ada satu nama yang terpahat indah di hatinya. Namun kini, sosoknya sudah menjadi ketidak pastian yang selalu diharapkan.

Ada beberapa perempuan yang mengaggumi dirinya yang ingin mencoba mengukir namanya tepat di hati Rendy. Namun, proses itu terbilang sangat sulit karena takdir berkata lain.

Seseorang yang namanya terpahat di hati Rendy kini muncul kembali ke kehidupannya yang mungkin kini ia sudah bersama orang lain.

Ini adalah sebuah kisah tentang perjuangan. Perjuangan cinta yang banyak menuai pertikaian pihak yang tersakiti. Mampukah Rendy melewati masalah tersebut? Apakah ada sosok perempuan yang dapat membuka hati yang baru untuk Rendy?

#Indonesia
#Mature
#Romance
#Office
#SliceOfLife


Cerita ini adalah kisah lanjutan dari Burung Kertas Merah Muda. Kalian boleh membaca dari awal atau memulai membaca dari kisah ini. Dengan catatan, kisah ini berkaitan dengan kisah pertama. Saya sangat merekomendasikan untuk membaca dari awal.


Silahkan klik link untuk menuju ke kisah pertama.


Terima kasih.



Perkenalan


Quote:

Dimohon untuk membaca cerita ini dari awal sesi, agar dapat memahami kisah lanjutannya karena alur ceritanya berkaitan dengan yang sudah berlalu. Untuk link-nya, ada di atas.

Terima Kasih.




Polling
143 Suara
Siapakah sosok perempuan yang akan menjadi pendamping setia Rendy? 
Diubah oleh chrishana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ArieKrbo dan 42 lainnya memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 17 dari 46
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 16:52
aku juga sayang sama Vanessa... emoticon-Frown
2 0
2
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 17:14
aseeeek nih.. lanjoetkannn emoticon-Ngacir
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 18:04
Balasan post riyandisite
ane dukung agan yang 1 ini
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 18:24
yah keceplosanemoticon-Leh Uga
akhirnya update jugaemoticon-Matabelo
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 18:58
Quote:Original Posted By callipso21
Nessa jangan sayang rendi
Sayang ane aja:kangen


Nessa cinta ama eyke cyin emoticon-Betty (S)
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 19:10
daerah gondangdia ya, tempat makan kesukaan ane rm masakan sunda, yg letaknya diapit rm padang dan gerai martabak emoticon-Peace
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 19:46
Quote:Original Posted By kkaze22
Nessa cinta ama eyke cyin emoticon-Betty (S)


Dasar melambai
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
24-07-2018 21:01
Wah gila sih... Gavin permainan nya jahat bgt =O
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
25-07-2018 00:03
Akhirnyaaa selesai jg sampe part terakhir di season 2 nya..emoticon-Jempol

Waaahh, bener bener tuh Gavin, perlu digulung itu orang gan, bokapnya sekalian...emoticon-Hammer (S)
Kalo perlu panggil bala bantuan karakter geng bedebah dari trit sebelah plus gengnya bang bulan juga seru tuh pasti...emoticon-Takut (S)emoticon-Takut (S)emoticon-Hammer (S)emoticon-Hammer (S)

Wahahhaa...
Lanjutkan kisanaaa...emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
25-07-2018 09:08
gavin kelas kakap , uda kek politikus negri ini aja permainan nya ya gan...
di tunggu apdet nya gan...emoticon-Angkat Beer
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
25-07-2018 15:45
jejaaaakkk
ceritanya keerreeennnemoticon-Malumaluemoticon-Malu
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
26-07-2018 07:24
Quote:Original Posted By jonncj
Akhirnyaaa selesai jg sampe part terakhir di season 2 nya..emoticon-Jempol

Waaahh, bener bener tuh Gavin, perlu digulung itu orang gan, bokapnya sekalian...emoticon-Hammer (S)
Kalo perlu panggil bala bantuan karakter geng bedebah dari trit sebelah plus gengnya bang bulan juga seru tuh pasti...emoticon-Takut (S)emoticon-Takut (S)emoticon-Hammer (S)emoticon-Hammer (S)

Wahahhaa...
Lanjutkan kisanaaa...emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan


Quote:Original Posted By haji3kali
gavin kelas kakap , uda kek politikus negri ini aja permainan nya ya gan...
di tunggu apdet nya gan...emoticon-Angkat Beer


Quote:Original Posted By kawayuki
jejaaaakkk
ceritanya keerreeennnemoticon-Malumaluemoticon-Malu


terima kasih...

nanti dilanjut kalo udah gak sibuk.
2 0
2
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
26-07-2018 13:35
Quote:Original Posted By chrishana
terima kasih...

nanti dilanjut kalo udah gak sibuk.


Mantabb om, dahulukan RL...
Kami siap menanti..emoticon-Cendol Gan

Sambil ngopi dipojokan..emoticon-coffeeemoticon-coffee
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-07-2018 06:03
kentang juga ya ternyata emoticon-Matabelo
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-07-2018 16:55
Balasan post jonncj
Quote:Original Posted By jonncj


Mantabb om, dahulukan RL...
Kami siap menanti..emoticon-Cendol Gan

Sambil ngopi dipojokan..emoticon-coffeeemoticon-coffee


Quote:Original Posted By raphaelivan
kentang juga ya ternyata emoticon-Matabelo


sebentar lagi di posting update an nya ya...
2 0
2
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-07-2018 17:40

Chapter 23

Saat ini, Rendy sedang merasakan gejolak emosi yang baru pertama kali ia rasakan. Sebuah perasaan yang tiba-tiba saja merubah keadaan hatinya yang di mana sebelumnya gundah karena sosok perempuan yang ia cintai lebih memilih lelaki yang tak pantas untuk jadi pendamping hidupnya. Tak jauh beda, Rendy masih merasa gundah. Entah mengapa rasa ingin melindungi dan menjaga Vanessa sekarang terasa lebih berat dibandingkan dengan sebelumnya.

Dia masih duduk di area taman gedung perkuliahan di mana Vanessa sedang menuntut ilmu untuk merubah nasib hidup keluarganya. Menatap langit yang sepi dan sunyi dengan tatapan kosong. Taburan bintang hilang bagai ditelan malam. Satelit alami yang dimiliki oleh bumi juga tak kuasa menampakkan diri. Entah sudah berapa jam Rendy menenyendiri dan memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk Vanessa saat ini.
****

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Vanessa dan teman-temannya keluar dari kelasnya. Vanessa berjalan perlahan di sebuah lorong dan menuruni anak tangga dengan hati-hati. Pandangannya tercuri ke arah jendela terletak di depan anak tangga yang baru saja ia turuni. Di sana, dia melihat ke arah jalan dan menemukan pandangan yang membuat dia kaget sekaligus ketakutan. Sebuah mobil jenis sedan bermesin 2.4 L, 4 silinder i-VTEC berwarna silver terparkir di pinggir dekat dengan gerbang keluar.
“Itu kan... mobilnya Bella!”gumam Vanessa dalam hati.

Vanessa tergesa-gesa mencari telepon genggamnya di dalam tas jinjingnya. Dia mengeluarkan semua isi tasnya demi mendapati telepon genggamnya yang terselip di suatu tempat dalam tasnya. Tanpa pikir panjang, dia langsung menelpon Rendy yang kebetulan saja memang sedang menunggu Vanessa yang sedang mendalami materi dalam kelas.
“Kak...” Vanessa memanggil Rendy sambil menahan takutnya.

Bibirnya bergetar dan suaranya terbata-bata. Seluruh tubuh Vanessa gemetaran hebat seakan-akan bumi ikut terguncang. Air matanya jatuh deras membasahi wajah cantiknya. Menangis bukan karena sedih atau terharu. Dia sedang merasakan takut yang amat sangat karena Bella tak main-main dalam ancamannya.
“Dek... Kamu di mana? Udah selesai?”tanya Rendy di balik telepon.

“Kak, aku takut!” ujar Vanessa ketakutan.

“Kenapa? Kamu di mana?”

“Bella, Kak! Bella ada di sini!”

“Kamu di mana sekarang? Aku ke sana!”

“Aku masih di dalam gedung lantai dua depan tangga... Kak, aku gak mau keluar! Aku takut banget, Kak!”

“Tunggu di sana! Aku ke sana sekarang!”

Rendy memutuskan koneksi teleponnya dan segera berlari masuk ke dalam area gedung. Dia berlari menaiki anak tangga dengan cepat dan menemukan Vanessa sedang duduk bersandar memeluk kedua kakinya dengan kepala tertunduk menyembunyikan tangisnya.
“Adek!” panggil Rendy.

“Kakak! Aku takut!” Vanessa langsung berdiri dan berlari ke arah Rendy.

“Udah gak usah takut. Ada aku di sini. Di mana dia?” tanya Rendy.

“Itu, Kak... Dia di depan.” Vanessa menunjukkan posisi mobil milik Bella.

Saat Rendy dan Vanessa melihat ke arah mobil itu, secara kebetulan Bella keluar dari mobilnya diikuti oleh tiga pria berbadan tegap dan besar. Ternyata benar, Bella ingin menjemput paksa Vanessa karena tidak ingin melayani dan bekerja sebagai pemuas nafsu birahi untuk Gavin saat itu. Tangisannya semakin pecah dan keras. Rendy memeluk Vanessa bermaksud untuk meredam rasa takutnya. Namun, apa yang dia lakukan sia-sia. Vanessa justru semakin takut karena bisa saja lelaki berbadan besar itu ikut mencelakakan pria yang saat ini sangat ia cintai.
“Ya ampun, Kak! Kak, dia gak sendirian! Aku takut, Kak!” Vanessa semakin ketakutan.

“Tenang, Dek... Aku gak akan biarin kamu kenapa-napa.” Rendy mengeratkan pelukannya sambil mengusap kepala Vanessa dengan lembut.

“Aku gak mau Kakak kenapa-napa... Kakak sebaiknya pergi dari sini...” ujar Vanessa.

“Nggak! Aku gak akan kemana-mana! Sampai kapanpun aku akan jaga kamu. Menjamin kamu gak luka sedikitpun!” ujar Rendy meyakinkan Vanessa.

“...”

“Ayo kita hadapin sama-sama... Percaya sama aku, gak akan terjadi apa-apa.” Rendy tersenyum tipis ke arah Vanessa.

Vanessa terus menggenggam tangan Rendy sambil berjalan keluar dari area gedung. Genggamannya tak mengendur sedikitpun. Akhirnya, mereka keluar dari gedung tersebut. Namun sialnya, Bella melihat Vanessa dan Rendy keluar dari pintu gedung tersebut. Tanpa pikir panjang, Bella berteriak dan memberi tahu ketiga pria berbadan besar tersebut bahwa perempuan yang baru saja keluar dari gedung itu adalah Vanessa Agustine, target operasi mereka.
****

“Itu! Itu Vanessa!” teriak Bella sambil menunjuk ke arah Vanessa dan Rendy.

Ketiga pria tersebut bersama Bella langsung berlari mengejar Vanessa dan Rendy. Namun, Rendy tak berlari menjauhi mereka. Rendy justru diam dan menunggu kedatangan mereka. Rendy akan menghadapi mereka layaknya lelaki sejati. Saat ini, ketiga pria itu dan Bella berdiri di depan Rendy. Vanessa yang ketakutan berlari kembali masuk ke area gedung. Ketiga pria tersebut ingin mengejarnya. Namun justru Rendy menahan mereka bertiga. Sebuah sepakan keras dari Rendy menjatuhkan salah satu dari mereka. Kedua temannya langsung mundur dan berjaga jarak dengan Rendy karena mereka tahu bahwa Rendy bukan orang biasa yang mudah dihadapi.
“Siapapun dari kalian gak akan gue biarin nyentuh Vanessa! Berani kalian sentuh dia, gue bunuh di tempat sekarang juga!”

“...” ketiga lelaki itu saling bertatapan.

“Hei! Lo pikir lo siapa? Mau jadi pahlawan?” Bella menyela.

“Lo pikir gue gak tau rencana jahat lo sama Gavin?”

“...” Bella terdiam tak menyangka bahwa Rendy mengetahui sosok Gavin.

“Kenapa bengong! Habisin udah!” Bella memerintahkan ketiga pria itu.

Ketiga pria itu tanpa basa basi langsung menerjang menyerang Rendy. Rendy mencoba bertahan dan mencari waktu yang tepat untuk membalas serangan mereka. Namun sayangnya waktu yang dinanti tak kunjung bertemu, Rendy terkena pukulan keras di perutnya lalu tubuhnya dibanting ke tanah.

Bukan Rendy namanya kalau menyerah sampai di situ saja. Dia kembali bangkit dan membalasnya. Salah satu di antara mereka kembali terjatuh karena tendangan yang dilayangkan oleh Rendy mengenai bagian dada dengan keras. Melihat temannya jatuh, salah satu dari mereka mengeluarkan sebilah pisau lipat yang dia sembunyikan di saku celananya.

Bella melihat ada kesempatan untuk mengejar Vanessa ke dalam gedung. Dia langsung berlari untuk mengejar Vanessa. Perhatian Rendy langsung tercuri ke arah Bella dan tak sadar kedua pria itu sedang menyerangnya. Hampir saja pisau itu menancap di perutnya. Rendy menahan pisau itu dengan genggaman tangannya lalu menendang pria yang memegang pisau hingga mundur beberapa langkah. Tangannya terluka cukup dalam sampai darahnya menetes dan jatuh ke tanah. Petugas keamanan yang melihatnya langsung berlari menghampiri Rendy dan ketiga pria tersebut. Ketiga pria dan Bella langsung berbalik arah dan berlari keluar.
“Hei! Tunggu kalian!” teriak seorang petugas keamanan gedung. “Gak apa-apa, Mas?” tanya petugas itu kepada Rendy.

“Gak apa-apa, Pak...” jawab Rendy.

“Tangannya berdarah loh Mas...” ujar petugas keamanan.

“Udah gak apa-apa, Pak...”

“Kak! Kakak gak apa-apa?” tanya Vanessa yang baru saja keluar dari area gedung.

“Gak, Dek... Cuma berdarah dikit aja...” jawab Rendy.

“Untung Mbaknya cepat lapor ke posko gedung... Kalau nggak, bisa celaka Masnya...” ujar petugas itu.

“Iya, Pak... Makasih banyak ya...” ujar Rendy.

****

Setelah kejadian yang menimpa Rendy dan Vanessa, mereka duduk di area taman gedung kampus. Vanessa melihat seberapa dalam luka yang disebabkan oleh sebilah pisau lipat milik salah satu pria berbadan tegap dan besar itu.
“Duh, Kak... Kakak bikin aku khawatir deh...” ujar Vanessa sambil mencari alkohol dan obat luka.

“Hehehehe... Gak apa-apa kok, Dek... Yang penting kamu gak kenapa-napa...” ujar Rendy.

“Bukan gitu, Kak. Aku kan juga mikirin kakak.” ujar Vanessa seraya membasahi kapas dengan alkohol. “Tahan ya, Kak.” Vanessa menempelkan kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol.

“Duh!”

“Tahan sedikit ya, Kak. Aku bersihin lukanya dulu.” ujar Vanessa.

“Kok kamu lengkap banget bawa obat luka?” tanya Rendy.

“Ya buat jaga-jaga aja, Kak... Aku kan juga kalau jalan selalu sendiri dari dulu... Sering banget kesandung terus luka deh...” jawab Vanessa seraya mengobati luka di tangan Rendy.

Rendy terus menatap dalam-dalam Vanessa yang sedang merawat lukanya. Sebuah gejolak emosi dalam hati yang sudah lama tak ia rasakan kini muncul kembali. Perasaan yang berhasil membuat jantung berdebar kencang. Rasa ingin berkorban dan menjaga tiba-tiba saja naik ke permukaan. Apakah Vanessa berhasil merebut dan membuat hati milik Rendy jatuh padanya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-07-2018 18:53

Chapter 24

“Kak, terima kasih banyak untuk hari ini. Kakak udah nyelametin aku.” ujar Vanessa yang baru saja turun dari motor milik Rendy.

“Iya, sama-sama, Dek... Mulai sekarang, kalau kamu mau keluar, jangan sendirian ya... Aku siap antar kamu kok.” ujar Rendy.

“Gak usah, Kak... Nanti ngerepotin...” ujar Vanessa.

“Nggak kok... Sama sekali nggak ngerepotin... Aku seneng bisa jaga kamu.”

“Iya, terima kasih, Kak... Aku masuk dulu ya.”

“Iya, aku langsung pulang ya.”

****

Malam itu, Rendy langsung melaju kembali ke rumahnya setelah mengantar Vanessa pulang. Masalah yang ada pada hidupnya kini semakin rumit. Dia harus menjaga dua orang perempuan yang ada di hidupnya. Pertama, Rendy mempunyai tugas untuk melindungi dan meyakinkan Anna bahwa Gavin adalah lelaki yang tidak pantas untuk ia jadikan suaminya kelak. Kedua, Vanessa yang sekarang sedang dikejar-kejar oleh seorang mucikari berjenis kelamin perempuan bernama Bella agar dapat memuaskan client-nya.

Beban yang dipikul Rendy tidaklah ringan. Lawannya juga bukan lawan yang sembarangan. Tak dapat dilawan hanya bermodalkan tenaga, namun harus dilawan dengan akal pikiran. Rendy harus mencari jalan keluar untuk memecahkan masalahnya yang semakin berat. Ditambah lagi, musuhnya kali ini bertambah satu. Bella tak segan-segan membayar mahal tukang pukul untuk menghabisi atau menculik seseorang untuk melancarkan kepentingannya.
****

“Assalamu ‘alaikum...” Vanessa masuk ke dalam rumahnya.

Wa ‘alaikum salam... Tumben malam sekali kamu pulang?” ibunda Vanessa menyambut kedatangan anaknya.

“Iya, Ma... Ada jadwal tambahan tadi pas kuliah...” Vanessa tak berani menjawab jujur.

“Kok Mama belum tidur?” tanya Vanessa.

“Mama mana bisa tidur nyenyak kalau kepikiran anak gadis satu-satunya belum pulang sampai larut malam...” ujar mama Vanessa yang sudah paruh baya.

“...” Vanessa terdiam mendengar perkataan mamanya.

“Ya udah, kamu mandi dulu terus istirahat. Besok masih kerja lagi, kan...” ujar ibunda.

“Iya, Ma...”

“Mama tidur duluan ya... Ngantuk... Hehehehe..” ujar ibunda seraya melangkah perlahan menuju kamarnya.

Vanessa menaruh tas jinjingnya di atas karpet yang sudah lusuh dan tua. Dia duduk sambil memeluk kedua kakinya. Memikirkan dan merasakan betapa ibunya amat mencintai anaknya. Seandainya sang ibunda mengetahui apa yang pernah dia lakukan di masa lalu, tak terbayangkan bagaimana kecewa dan sakitnya hati dari ibunya mengetahui anaknya pernah melacur demi membiayai kebutuhannya. Itulah yang menjadi kekhawatiran Vanessa saat ini. Apa lagi, Bella sedang agresif memburu dirinya. Dia takut Bella nekat datang ke rumahnya dan melaporkan kepada ibunda tercinta bahwa anaknya bekerja menjadi pekerja pemuas birahi kaum adam.

Apa lagi, ibunya sudah tua dan lemah. Jika sampai ibunya tahu, tak terbayangkan apa yang akan terjadi dengan ibunya. Terkejut sudah pasti, namun Vanessa khawatir ibundanya akan jatuh sakit jika mengetahui semuanya.

Air matanya tiba-tiba saja jatuh deras mengalir. Membayangkan dan menyesali semua apa yang sudah diperbuat oleh Vanessa pada masa lalunya. Memikirkan apa yang harus dia lakukan jika itu semua benar-benar terjadi. Dia tak mau jatuh semakin dalam dengan masalahnya. Tidak ingin menjatuhkan diri ke lubang yang sama.
“Apa aku harus kembali ke dunia itu supaya Bella gak buka mulut ke Mama? Apa aku harus jatuh semakin dalam? Aku bingung... Aku gak tau harus gimana lagi...”
Vanessa bergumam dalam hati.
Sesekali dia memukuli kepalanya sendiri. Vanessa benar-benar kecewa terhadap dirinya saat ini. Beranggapan bahwa dia adalah wanita yang tak berguna. Wanita yang sudah mengecewakan orang tuanya. Perbuatan dosa di masa lalu membuat kondisi psikologisnya kini terguncang. Apa lagi, dia juga membayangkan almarhum papanya yang mungkin sedang disiksa karena anaknya telah melakukan perbuatan zina dengan Gavin dan pria-pria lainnya yang menjadi client dari Bella.
“Rasanya aku mau mati aja... Aku mau mati!”
Vanessa kembali bergumam dalam hati.
Vanessa mengangkat wajahnya yang basah karena air matanya mengalir deras. Dia berdiri dan berjalan menuju dapur rumahnya. Mencari sebilah pisau kecil yang biasa dipakai untuk mengupas buah-buahan. Dia mengambil pisau itu dan di arahkan ke tangan kirinya tepat di atas letak dari pembuluh arterinya berada. Vanessa menarik napas panjang dan mencoba menyayat tangannya.
“Nessa...”

Vanessa terkejut mendengar suara ibunya memanggil, “Eh, Mama...”

“Kok kamu belum tidur? Kam ngapain di sini?” tanya mamanya.

“Itu... Aku mau bikin teh...” jawab Vanessa.

“Ya udah cepat... Habis itu kamu tidur...” ujar mamanya lalu kembali masuk ke kamarnya.

Vanessa menghela napas panjang. Apa yang akan dia lakukan berhasil digagalkan oleh mamanya yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya dan menghampiri Vanessa yang berdiri mematung di dalam dapur rumahnya.
“Kalau aku mati, gimana nasib Mama? Siapa yang akan jaga Mama... Ya ampun, aku bodoh! Aku bodoh!”gumamnya dalam hati sambil memukul-mukuli kepalanya berkali-kali.

Vanessa mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan kotoran yang menempel di tubuhnya. Setelah itu, dia masuk ke dalam kamar dan mendapati mamanya sudah terlelap dalam tidurnya. Vanessa hanya memakai tanktop berwarna hitam dan hot pants yang hanya menutupi pangkal pahanya. Dia berbaring di samping mamanya dan mencium keningnya sebelum ia pergi ke alam bawah sadar.
“Selamat malam, Ma... Aku sayang Mama...”gumamnya lalu berbaring memejamkan mata.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-07-2018 19:27
Vanessa bisa bikin rendy melenceng dari tujuan semula melindungi anna
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
28-07-2018 19:51
Mantaff apdet, komen dulu baca belakangan..

Edited: Berat sekali hidup Vanessa, sungguh karakter yg sangat kuat... Semoga semua usahanya tidak sia-sia..
Diubah oleh jonncj
0 0
0
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
29-07-2018 00:00
waw calon trit legend
luar biasa sekali story ny
lanjut gan, tuntaskan
trus berkarya emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Halaman 17 dari 46
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
completed-hey-fanny
Stories from the Heart
pernah-berjuang-namun-dibuang
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
hitam-season-2
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia