Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3467
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/568db7561a9975c6738b4568/sebenarnya-cinta
Selama tiga tahun menjalani status sebagai anak SMA, Arkan sebenarnya cukup populer terutama di kalangan lawan jenis. Bahkan Arkan mendapat julukan sendiri dari kalangan lawan jenis di sekolahnya yaitu cute nerdy guy alias kutu buku lucu.
Lapor Hansip
07-01-2016 07:54

Sebenarnya cinta

Past Hot Thread
Hallo penghuni SFTH, ketemu sama ane lagi nih, penulis amatir yang kadang lupa dengan tulisannya sendiri hehehe...emoticon-Peace
berhubung thread sebelumnya udah di delete karena draft cerita yang ane bikin sebelumnya hilang jadi ijinkan ane untuk berbagi cerita (imanjinasi) lagi ya. Mudah-mudahan gak negbosenin. Selamat membaca... emoticon-Smilie






Sebenarnya Cinta





Sebenarnya cinta

Cover by agan riski.jahat

Sebenarnya cinta

Cover by agan neopo



Ku tak tau, Harus bagaimana untuk
Raba mimpi atau Nyata dan bedakan Rasa dan suasana
Dalam rangka Sayang atau cinta
Yang sebenarnya



Letto - Sebenarnya Cinta




Tokoh-tokoh cerita



Fathir Arkana (arkan), Cowok pendiam yang mempunyai dua sisi kepribadian. Di lingkungan teman-teman sekolahnya arkan dikenal culun dan kutu buku, namun hal tersebut berbeda jauh dengan sifatnya jika berada diluar lingkungan sekolah, pecicilan, sedikit keras kepala dan mempunyai ego yang cukup besar. Arkan merupakan anak tertua di keluarganya. Dari segi fisik arkan cukup enak dipandang terutama bagi lawan jenis, mempunyai darah arab dari ayahnya di gabung dengan kecantikan khas melayu dari bundanya cukup membuat arkan mendapatkan julukan “si kutu buku imut” dari teman-teman sekolahnya.

Tinggi badan : 184 cm (agak jangkung)
Saudara kandung : Mayang
Zodiak : Sagitarius
Kulit : Coklat Khas Indonesia
Ciri khas : Alis tebal dan pandangan mata coklatnya yang tajam, kutu buku.
Plus : Rupawan, jago main gitar, body kekar, diam-diam,perhatian, sangat menyanyangi adik dan bundanya, dan selalu menghindar untuk mencampuri urusan orang lain.
Minus: Cuek, pecicilan, egois, pendiam, gampang bosan, pemalu.



Mayang Fathira (mayang), Cewek imut, manja dan sedikit cerewet ini adalah adik kandung dari arkan yang beda dua tahun dengan abangnya. Mayang sendiri sangat dekat dengan abangnya apalagi setelah ayahnya meninggal. Dari segi fisik mayang juga tak kalah menarik dibandingkan abangnya, putih, tinggi, alis tebal, rambut hitam ditambah dengan sifat manja yang kadang lumayan sering membuat abangnya jengkel.

Tinggi badan : 167 cm
Saudara kandung : Arkan
Zodiak : Libra
Kulit : Putih
Ciri khas : Alis tebal (persis kayak abangnya), pendangan teduh, lesung pipit.
Plus : Manis, perhatian terutama dengan saudara kandungnya, jago nyanyi, setia dalam hal apa saja, terbuka, periang, rajin dan cerdas.
Minus : Manja, pecicilan, cerewet.



Muhammad Fadil (fadil), Merupakan sahabat dekat arkan, mereka kenal dari kelas satu SMP. Disekolahnya fadil sedikit lebih populer dibandingkan sahabatnya ini, karena dia merupakan kapten tim basket, aktif di berbagai macam ekstrakulikuler dan sedikit dikenal sebagai playboy karena gampang terpengaruh dengan pandangan pertama. Meskipun begitu fadil sedikit menaruh rasa terhadap mayang yang merupakan adik sahabatnya sendiri, namun rasa tersebut dipendamnya dalam-dalam karena takut bakal merusak persahabatan mereka berdua.

Tinggi badan : 175 cm
Sahabat : Arkan
Wanita favorit : Mayang (karena gampang digombalin) dan Fika (pacarnya)
Musik favorit : Dangdut dan metal
Kulit : Hitam manis
Status : Belum menikah (masih pacaran)
Ciri khas : Suaranya gampang dikenal (cempreng)
Plus : Setia kawan, periang, agak cerewet untuk ukuran cowok, gampang diomogin terutama oleh sahabatnya, arkan.
Minus : terlalu mudah mengalah, nekad, dan punya masalah lambung mulai dari diare sampai asam lambung.



Kanaya Azita (naya), Adalah teman satu angkatannya arkan dan fadil, namun berbeda kelas. Di sekolahnya naya tidak hanya dikenal karena paras cantik dan pembawaannya yang sedikit kalem, namun juga dikenal berkat prestasinya di bidang akedemik dan ekstrakulikuler. Kecantikannya juga ditambah dengan sifatnya yang supel, perhatian dan setia kawan. Rambut kuncir, postur tubuh seksi, senyuman mematikan benar-benar membuatnya menjadi siswi yang paling sering dikejar oleh teman-teman satu angkatannya fadil dan arkan. Bahkan arkan sendiri diam-diam juga sedikit mengagumi sosok naya.

Tinggi badan : 165 cm
Sahabat : Riska
Kulit : Putih mulus (kayak jalan baru)
Ciri khas : Bibir tipi manis, rambut kuncir, senyuman mematikan.
Plus : Anggun, cantik, tutur kata lembut, perhatian, enak diajak ngobrol, easy going, supel
Minus : Kurang teguh pendirian, sifat yang sering berubah-ubah dan tak terduga, terlalu bergantung dnegan perhatian dari orang lain dan sedikit rapuh kalau berdiri sendiri.



Riskika larasati (riska), Merupakan sahabat dekatnya naya. Sedikit cerewet, namun gampang bergaul dengan siapa saja. Disekolahnya riska terkenal dengan sifatnya yang periang, suka bercanda, dan sedikit jahil. Berkulit hitam manis dan berbadan tinggi. Riska bisa dikategorikan sebagai lady rocker karena aktif di ekskul musik dan lumayan sering diajak manggung sebagai gitaris oleh teman-teman seangkatannya bahkan juga sering manggung di klub malam dan café-café.

Tinggi badan : 170 cm
Sahabat : Naya
Kulit : Hitam manis
Ciri khas : Tomboy, sekilas terlihat seperti seorang lady rocker, tahi lalat di bawah bibir, rambut bergelombang berantakan namun seksi.
Hobby : Combaling arkan dan naya.
Plus : Periang, jago main gitar dan piano, gampang bergaul, seksi, berkarakter.
Minus : Kurang terbuka dan sering menyimpan apa yang sebanarnya dirasakan.




Donna feliciana (Donna), Teman sekelasnya arkan dan fadil dari SMP, namun tidak terlalu dekat dengan mereka berdua. Dulunya waktu SMP donna terkenal tomboy bahkan sering dipanggil dengan nama doni oleh teman-temannya. Dari segi fisik sebenarnya donna cukup menonjol karena dilahirkan di keluarga campuran indo-italy. Selama di SMA sosok donna cukup populer karena wajahnya yang sedikit indo namun masih sedikit kalah saing dengan naya dan riska karena donna mempunyai sifat yang hampir sama dengan arkan, pendiam, kutu buku, dan tidak terlalu bergantung dengan perhatian orang lain alias cuek.

Tinggi badan : 168 cm
Kulit : Kuning langsat
Fakta menarik : Transformasi dari tomboy menjadi anggun bagaikan bidadari (lebai)
Ciri khas : Mata biru, rambut yang sering berubah-ubah warna, bibir seksi, hidung mancung, kadang berkacamata.
Plus: Jujur, sabar, penyayang, perhatian, tidak terlalu memikirkan bentuk fisik, modis.
Minus : Terlalu sering menyalahkan diri sendiri, kurang percaya diri, sedikit pemalu.




Aninditha adesya ardani (Ditha/ditong), Teman satu kampusnya arkan yang dikenalnya waktu ospek. Cewek manis, behelan, berlesung pipit ini kenal dengan arkan karena hampir kena hukum waktu ospek namun diselamatkan dengan aksi absurdnya si arkan. Ditha/ditong orangnya easy going, gampang nurut, agak cuek dengan dirinya sendiri namun perhatian dengan orang yang ada disekitarnya. Dari segi fisik, ditha sebenarnya terlihat manis, cantik khas Indonesia banget, dan juga terlihat kalem meskipun kalau udah kenal jauh dari kata kalem. Sedikit menyimpan rasa dengan arkan karena aksi absurd si arkan pas ospek cukup berkesan bagi ditha.

Tinggi badan : 164 cm
Kulit : Sawo matang
Fakta menarik : cewek pertama yang membuat arkan rela sedikit berkorban secara spontan.
Ciri khas : Behelan, lesung pipit, rambut hitam legam, kalem.
Sahabat : Novan dan bayu
Plus : Easy going, perhatian dengan orang disekelilingnya, keibuan, kalem, anggun khas wanita jawa, manis.
Minus : Kalem yang kadang jadi senjata makan tuan, terlalu mudah dipengaruhi meskipun sebenarnya punya pendirian teguh.




Novan arianto (Novan), Teman satu kampusnya arkan yang juga dikenal waktu ospek. Merupakan sahabat dari ditha sejak kecil karena masih ada hubungan keluarga meskipun jauh. Sudah dianggap sebagai abangnya sendiri oleh ditha meskipun sering cekcok. Dari segi fisik novan jauh lebih unggul di bandingkan arkan untuk ukuran badan dan otot karena sejak SMA novan memang rajin fitness, namun untuk urusan tinggi novan kalah jauh bahkan sedikit lebih pendek kalau berdiri disamping ditha. Berpikiran dewasa meskipun berbadan sedikit pendek, pendengar yang baik namun penasehat yang buruk. Disamping itu semua, setia kawan.


Tinggi Badan : 160 cm
Kulit : Sawo matang
Fakta menarik : Sepupunya ditha
Sahabat : Ditha dan bayu
Ciri khas : Rambut ikal, badan kekar, suka pake baju ketat.
Plus : Setia kawan, pendengar yang baik, berpikiran dewasa.
Minus : Penasehat yang buruk, pikiran dewasanya kadang melewati batas



Bayu anggara (Bayu), Teman satu SMA ditha dan novan yang kenal dengan arkan karena sering fitness bareng. Bayu dan arkan sebanarnya sama-sama seimbang dalam segi fisik, sama-sama mempunyai postur tinggi namun dari segi sifat bayu jauh lebih dewasa dan mandiri. Bayu sendiri memilih untuk tidak kuliah karena mempunyai prinsip sendiri. Meskipun gak kuliah bayu sibuk mengurusi bisnis kecil-kecilan mulai dari warung kecil dan penyewaan sound system.

Tinggi badan : 182 cm
Kulit : Putih bersih
Sahabat : Ditha dan novan
Fakta menarik : Pengusaha muda, tidak kuliah.
Ciri khas : Postur jangkung, berkacamata, rapi.
Plus : Mandiri, cerdas, berkarakter, berani mengambil resiko, tampang kayak artis.
Minus : Rada-rada songong, sama kayak arkan kadang tampang menarik justru menjadi halangan untuk mendapatkan cinta.



Kamila Faranisa (Mila), Cewek perfeksionis, sedikit jutek dan independen. Hal tersebut terlihat dari kerjaannya yang di percaya mengurusi bisnis yang cukup besar oleh bos nya meskipun masih kuliah. Pernah menjadi model karena mempunyai postur bagus untuk ukuran cewek Indonesia. Sama seperti arkan kamila tidak terlalu memikirkan masalah yang berhubungan dengan hati, tapi kalau sudah mulai terkena virus cinta, kamila bisa bingung dengan dirinya sendiri.

Tinggi badan : 172
Kulit : Putih, bening enak dipandang.
Fakta menarik : Pernah jadi model, manajer distro.
Sahabat : Jenny dan ade.
Ciri khas : Wajah sedikit mirip artis korea, modis, pandangan teduh, sibuk, nada suara seksi, suka pakai topi.
Plus : Cakep dan manis dicampur jadi satu, mandiri, pinter cari duit sendiri, postur vbak super model, senyuman mematikan, pintar memanfaatkan keadaan.
Minus : Kurang terbuka, gak mau diusik, gila kerja, kurang santai dan sedikit butuh perhatian meskipun diluarnya terlihat kuat.



Alif firmansyah (Alif) salah satu mahasiswa tingkat akhir di sebuah kampus di kota semarang yang akhirnya sedikit beruntung mendapatkan cintanya donna meskipun sempat hubungan mereka sempat digoyahkan oleh sifat liar arkan. Alif merupakan seorang mahasiwa mandiri yang mampu membayai kuliahnya berkat hasil kerja sampingan. Sedikit alim meskipun kadang sering tergoda dengan pesona sosok donna. Berpikiran dewasa, pemaaf dan pengertian.

Tinggi badan : 170 cm
Kulit : Hitam manis
Pacar : Donna
Fakta menarik : Jago komputer, gamer dan teknisi.
Ciri khas : Berkacamata, pakian rapi.
Plus : dewasa, bertanggung jawab, mandiri, tidak menyerah dengan keadaan, pemaaf, rajin ibadah, jago ngaji, bisa menjadi diri sendiri.
Minus : Kurang percaya diri.



Aulia ashifa (shifa), adik angkatannya arkan di kampus, cewek manis yang mempunyai gigi gingsul yang justru membuatnya terlihat menarik, kadang memakai jilbab kadang berpakaian seksi, mungkin masih mencari jati diri. Shifa sangat aktif di organisasi kampus bahkan saking aktifnya dia dekat dengan orang-orang yang berkerja di kantor jurusan yang dimanfaatkannya untuk menggali informasi tentang kakak angkatan favoritnya, arkan. Bertubuh mungil namun imut, agak lucu dan sedikit menggemaskan.

Tinggi badan : 165 cm
Kulit : Kuning langsat
Sahabat : Gadis
Kakak angkatan favorit : Arkan
Fakta menarik : Jago taekwondo, pernah ikut kejuaraan tingkat kabupaten dan sekarang sedang mendalami muay thai.
Ciri khas : Berkacamata frame tebal, rambut hitam lurus yang dikuncir kuda meskipun kadang tidak terlihat kalau sedang memakai jilbab.
Plus : Manis, cakep apalagi kalau sedang memakai jilbab, pintar, mahasiswa unggulan, aktif dikampus, rajin ibadah, pintar dandan.
Minus : Terlalu gampang jatuh cinta, suka terburu-buru dalam menentukan pilihan.



Maaf kalau tokohnya kebanyakan hehehe emoticon-Peace
Polling

Poll ini sudah ditutup - 360 Suara

Siapakah dari 12 tokoh utama favorit agan/aganwati dalam cerita ini? 
22.5%
Arkan/Fahtir (Fathir Arkana)
11.67%
Mayang (Mayang Fathira)
3.06%
Fadil (Muhammad Fadil)
17.22%
Naya (Kanaya Azita)
4.17%
Riska (Riskika Larasati)
7.78%
Donna (Donna feliciana)
12.5%
Ditha/Ditong (Aninditha Adesya A)
1.94%
Novan (Novan Arianto)
1.67%
Bayu (Bayu Anggara)
3.06%
Mila (Kamila Faranisa)
11.39%
Shifa (Aulia Ashifa)
2.78%
Alif ( Alif Firmansyah)
Diubah oleh menyingsing90
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oktavp dan 40 lainnya memberi reputasi
41
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 131 dari 172
Sebenarnya cinta
11-07-2018 15:28
wow,, lintang is in the chapter....

Nice bang, banyakin lagi scene lintang nya bg emen..
0 0
0
Sebenarnya cinta
11-07-2018 21:54
Yeaaaahhh...
She's Back. Dewi Lintang...
Bagian paporit emang klo ada part mba yg ceritanya mahasiswa ISI ini emoticon-Blue Guy Peace

Eh gimana ceritanya om kok Lintang bisa dekat sama keluarga Mba Rere? Kok ane lupa emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Sebenarnya cinta
12-07-2018 09:03
yoo lintang is in de hos. makin kesini makin banyak part bareng lintang dah
0 0
0
Sebenarnya cinta
15-07-2018 07:14
Quote:Original Posted By onggkyuda
Yeaaaahhh...
She's Back. Dewi Lintang...
Bagian paporit emang klo ada part mba yg ceritanya mahasiswa ISI ini emoticon-Blue Guy Peace

Eh gimana ceritanya om kok Lintang bisa dekat sama keluarga Mba Rere? Kok ane lupa emoticon-Bingung (S)


lintang anak atasan bokapnya rere..
0 0
0
Sebenarnya cinta
16-07-2018 03:08
dukung lintang aja deh
1 0
1
Sebenarnya cinta
16-07-2018 05:11
Teuteup shifa ajaa...emoticon-Leh Uga
0 0
0
Sebenarnya cinta
17-07-2018 20:29

Part 166 Angan konyol pengisi kekosongan


“Aku keliatan tua banget gak pake pakaian kayak gini?” Tanya arkan ke bayu dan novan yang pagi ini bingung karena arkan tiba-tiba mampir ke kontrakan sambil dandan rapi.

“Enggak… apik kok…” Novan memandangi arkan yang pagi ini pake batik lengan pendek, celana katun chino warna gelap dan loafers casual yang dibeli mayang karena bosan melihat abangnya selalu pake boot atau sneakaers.

“Emang mau kondangan siapa bangbro?” Tanya bayu.

“Mba rere…”

“Oalah, nikah hari ini toh?”

“Oh iya, aku lupa ngasih tau, kalian berdua juga diundang… itu kalau mau lihat undangannya ada di mobil…” Perintah arkan tampa rasa bersalah karena telat ngasih tau novan dan bayu.

“Bajigur… kok gak ngasih tau dari kemaren-kemaren…” Novan langsung berdiri ngambil handuk bersiap mandi.

“Lali e bro… sorry lho….”

“Hassshhuu… yowes aku tak adus sek, berangkat bareng yo…”

“Waduh sorry lagi bro…”

“Lha ngopo?”

“Aku wes ono pendamping e… “

“Sopo?”

“Lintang…”

“Ohhhh…. Yowes, mantep… aku karo bayu wae… enteni nengkono wae mengko yo…”

“Siap…”



Arkan langsung meluncur menuju rumah lintang, disana lintang sudah berdiri mantap menunggu dijemput oleh arkan, lintang pagi ini terlihat anggun, rambut panjang yang dibiarkan tergerai rapi, atasan kebaya, kain batik sebatas lutut dan high heels simpel yang membuatnya terlihat mempesona. Arkan tersenyum sambil berjalan mendekat.


“Wow… aku jadi minder…” Puji arkan secara gak langsung.

“Tengkyu… kamu juga kelihatan rapi kok… “ Balas lintang yang sedikit surprise karena tidak biasa melihat arkan berdandan rapi.

“Papa sama mama mu udah berangkat duluan?”

“Udah, tadi bareng mbak putri…”

“Mereka tau kan kalau kamu datang bareng aku?”

“Tau lah… Makanya aku ditinggal sendiri…”

“Ya udah… berangkat sekarang?”

“Boleh…”


Pesta pernikahan rere dan edo berjalan meriah yang diadakan di salah satu gedung serba guna yang cukup besar untuk menampung ratusan tamu yang datang dan kebanyakan dari kalangan kepolisian. Arkan terlihat seperti anak kucing kehilangan induknya dan hanya bisa mengikuti lintang yang sejak datang ke pesta lincah bergerak kesana kemari, menyapa teman-teman, keluarga besarnya rere dan beberapa kolega papanya. Kemudian setelah lintang selesai mondar mandir, mereka berdua naik ke pelaminan untuk menyalami kedua mempelai dan foto bersama.


“Aduh… gantengnya adik awak satu ini, makasih banyak lho udah datang…” Rere tersenyum melihat arkan yang dari tadi terlihat lucu ngekor sama lintang.

“Ya iyalah mba, wong udah dikasih baju gratis e… Ngomong-ngomong, untuk bang edo sama mba rere, selamat ya udah bisa sampai disini… aku doain selalu semeriah ini sampai tua nanti, dikasih keturunan yang banyak, banyak rejeki dan rasa saling cintanya semakin hari semakin bertambah… amin…” Ujar arkan menyampaikan doa restunya.

“Amin diak, mokasih banyak lah datang yo… kalau bisa bisuak acara di payakumbuah datang juo yo…” Ujar edo yang merupakan kakak kelasnya arkan di padang, meskipun perbedaannya cukup jauh karena edo sudah kelas tiga SMA waktu arkan masih kelas dua SMP, meskipun begitu mereka lumayan kenal dekat karena SMP dan SMA mereka satu komplek.

“Insya allah kalau dak sibuk arkan datang bang… kalo ndak beko bunda samo urang rumah dari bukik pasti datang juo ka payakumbuah tu…”

“Haa mantap tuh, foto-foto awak lu ndak?” Ujar edo mengintruksikan arkan untuk foto bersama.

“Iyo lah, alah gagah bantuka iko masa indak di foto hahaha…”



Foto pun selesai, arkan turun dari pelaminan, namun baru saja diam-diam ingin menghilang karena takut diajak foto bareng keluarganya lintang, tangan arkan ditarik naik oleh kakak perempuannya lintang untuk kembali naik ke pelaminan. Karena papanya lintang meminta satu foto lagi untuk keluarganya dan kali ini termasuk arkan didalamnya. Akhinrya arkan pasrah karena setelah selesai foto-foto arkan juga diminta untuk duduk satu meja dengan keluarganya lintang sambil menikmati hidangan pesta. Arkan yang niat awalnya pengen makan porsi brutal akhirnya harus bisa menjaga sopan santunnya didepan kedua orang tua lintang. Sementara itu dari kejauhan mayang yang menjadi penerima tamu asik ngobrol bareng novan dan bayu, donna dan alif, fadil dan riska yang baru saja datang ke pesta.



Di meja tempat keluarganya lintang duduk, arkan dengan tata krama maksimal menikmati hidangannya tampa bersuara dan hanya sesekali tersenyum membalas obrolan papanya lintang. Dan setelah selesai menikmati hidangan akhirnya arkan mulai ditanya-tanya oleh kakak, papa dan mama nya lintang.


“Nak fathir sekarang umurnya berapa?”

“ 23 om, mau jalan 24…”

“Kuliahnya lancar?”

“Alhamdulillah lancar tante…”

“Kemaren yang ketinggalan udah terkejar semua?”

“Udah… “

“Kapan rencananya mau wisuda?”

“Insya allah kalau lancar pertengahan tahun depan om, akhir tahun ini mau KKN dulu sekalian mulai ngerjain tugas akhir…”

“Gak ada kendala lagi kan dek kuliahnya?” Tanya mbak putri.

“Insya allah gak ada mbak…”

“Maaf nak fathir, tante sama om bukannya bermaksud bikin nak fathir merasa gak nyaman… tante sama om hanya pengen nunjukin kalau kami semua udah anggap fathir dan mayang seperti keluarga kami sendiri… Memang takdir gak bisa dielakkan nak, tapi gak ada buruknya juga kalau kita menjalani takdir dengan menyambung silahturahmi… “ Ujar mamanya lintang dengan nada berbicara seperti menganggap arkan anaknya sendiri.

“Mama sama papa sering nanyain kamu dek, kalau kamu sering lama gak kelihatan main ke rumah… “Jelas mbak putri. “Soalnya mereka berdua masih sering beranggapan kalau kamu masih rasa marah dengan apa yang menimpa kamu sama lintang…”

“Iya mbak gapapa, aku ngerti kok…”

“Tolong jangan salah sangka ya dek… kami semua kayak gini ke kamu bukan pengen mengurangi rasa bersalah, memang lintang ada salahnya… dan kami bersyukur, keluargamu, bunda sama dek mayang bisa memaafkan kami semua… Kami semua pengen tetap merasa bertanggung jawab ke kamu dek, gak ada salah nya kan?”

“Enggak mba…”

“Kamu sama dek mayang kan di jogja cuma berdua, kalau ada apa-apa tolong jangan melihat jauh lagi, kami udah anggap kamu dan dek mayang seperti keluarga sendiri… mba harap kamu juga bisa merasa seperti itu… “

“Iya mba… makasih banyak kalau mba putri, lintang, om dan tante sudah angga aku dan mayang seperti keluarga sendiri… dan maaf juga kalau selama ini kesannya aku sama mayang kurang sopan karena jarang silaturahmi ke rumah om dan tante…”

“Gapapa dek… berarti hari ini gapapa kan kamu duduk disini bareng kita semua?”

“Iya mba, aku senang kok bisa ngobrol kayak gini sama mba, lintang, om dan tante…”



Setelah cukup lama ngobrol akrab dengan keluarganya lintang, arkan pamit untuk menemui teman-temannya yang lain. Arkan menuju pojok ruang pesta yang lain, dua meja di pojok diisi oleh fadil dan riska, donna dan alif, novan dan bayu. Melihat arkan yang berdandan rapi, riska dan donna langsung rempong dan repot mengajak arkan foto bareng, sementara alif, novan, fadil dan bayu lebih penasaran dengan apa saja yang di bicarakan arkan dengan keluarganya lintang.


“Om… lintang nya dibawa kesini dong, biar ngobrol-ngobrol sama kita semua…” Ujar donna entah sejak kapan menganggap arkan om nya.

“Iya le… biar dianya terbiasa sama kita…”

“Jangan, nanti kalian interogasi yang enggak-enggak…” Jawab arkan ketus.

“Tenang aja, kita gak bakal rempong, cuma mau ngobrol aja kok… ayo ajak dia kesini…” Perintah riska.

“Awas kalau kalian bikin dia gak nyaman, tak kulitin satu per satu kalian semua…” Ancam arkan kemudian berjalan menuju meja tempat lintang duduk bareng keluarganya.



Tak lama kemudian arkan berjalan ke meja tempat teman-temannya duduk. Mereka semua tersenyum sopan ke arah lintang, apalagi melihat tatapan tajam arkan yang menunjukkan hawa protektif yang luar biasa dan siap menerkam siapa saja yang membuat lintang merasa gak nyaman. Dari kata-kata yang keluar dari mulut fadil, donna dan riska bisa terlihat kalau mereka berusaha menempatkan lintang ditempat kosong yang ditinggalkan oleh kanaya, bukan untuk menggantikan posisinya namun untuk membuat lintang merasa nyaman dan tindak mengangggap mereka seperti orang lain lagi. Dan hal tersebut berjalan mulus, lintang sepertinya mulai menghilangkan sifat malu-malunya untuk bersifat lebih akrab, karena mereka semua orang-orang terdekatnya arkan.


Setelah makan siang acara pun selesai. Donna, alif, riska, fadil langsung pulang ke rumahnya arkan untuk numpang istirahat siang, novan dan bayu masih betah berada di tempat pesta ngobrol sana sini dengan para gadis-gadis penerima tamu. Sementara arkan masih setia menunggu lintang yang sedikit sibuk ngobrol-ngobrol dengan keluarga dan teman-temannya rere. Arkan duduk santai di bawah pohon yang ada di samping gedung, ditemani sebantang rokok kretek dan senyum-senyum sendiri memandang lintang dari kejauhan yang selalu terlihat antusias dan bersahabat dengan siapa saja, meskipun disisi lain, wajah ganteng, senyuman memikat dan pandangan dalam milik arkan cukup menjadi perhatian dari sekian banyak tamu-tamu lawan jens seumurannya yang berlalu lalang sekedar untuk menarik perhatian si jangkung, namun tak satupun dari mereka berhasil mengalihkan pandangan kosong berhiaskan senyum kecil ke arah lintang. Gerak anggun, tutur lembut dan senyum elok yang mampu membuat hatinya tenang dan merasa bersalah disaat bersamaan. Cukup jarang arkan merasakan hal seperti ini, tenang dan merasa bersalah, terakhir kali dia merasakan hal tersebut adalah ketika kanaya dengan penuh amarah menamparnya berkali-kali disaat arkan hampir mencelakai fadil. Di saat ego nya memuncak ada yang berani mendominasi ego tersebut dengan keangkuhan, hal yang membuat arkan selalu merindukan sosok kanaya. Dan disaat seperti ini, ketika arkan berusaha untuk mengakui kalau dia hanyalah manusia biasa, ada satu kelembutan yang membuatnya untuk tetap seperti ini, apa adanya dan menyadari, kamu adalah manusia biasa, bukan tuhan.


Sontak kata-kata tajam ditha kembali terngiang. Ditha dan kanaya hampir sama beraninya kalau sudah berurusan dengan ego si arkan. Dan lintang menjadi yang paling sabar kalau sudah berurusan dengan amukan si singa.


Bagaimana dengan aulia ashifa?, pikir arkan dalam hati. Dia menggemaskan, keras kepala, jarang berpikir panjang, terlalu penurut, namun tidak pernah membosankan.


Arkan tersenyum geleng-geleng kepala sambil mematikan rokoknya, dia tidak pernah terpikirkan untuk membandingkan orang-orang yang sejauh ini mampu masuk ke dalam pikirannya dengan cara khas mereka masing-masing. Apakah ini tanda kalau aku harus mengisi kekosongan yang sudah terlalu nyaman berjalan hampa?

profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
3 1
2
Sebenarnya cinta
17-07-2018 20:34
Asyeek...om arkana masih kepikiran shifa...emoticon-Malu
0 0
0
Sebenarnya cinta
17-07-2018 21:35
Udah sama Lintang aja tuh kan emoticon-Leh Uga
0 0
0
Sebenarnya cinta
17-07-2018 22:04
Pokoke mba'Lintang... Yess...🎉🎉
0 0
0
Sebenarnya cinta
18-07-2018 04:51
wiss lah.. udah keliatan paling pas sama lintang.... keluarga dah cocok banget itu.
0 0
0
Sebenarnya cinta
18-07-2018 07:10
Mantap mas arkan
0 0
0
Sebenarnya cinta
18-07-2018 07:41
Gak kenal gan
0 0
0
Sebenarnya cinta
18-07-2018 08:18
lanjut mas arkan....
0 0
0
Sebenarnya cinta
18-07-2018 16:42
lanjot deh gan.. selalu di tread ini
0 0
0
Sebenarnya cinta
24-07-2018 20:06
Update meneh dab, ojo ngasik klalen
0 0
0
Sebenarnya cinta
24-07-2018 20:37
Dirk Nowitzki udah tambah kontrak 1 tahun .
ayo gan, update lagiii
0 0
0
Sebenarnya cinta
26-07-2018 09:06

Part 167 Masih terlihat jahat


Setelah libur panjang akhirnya kegiatan kuliah kembali berlangsung dan arkan benar-benar harus sendiri dikampus tampa novan dan teman-teman seangkatannya yang sudah sibuk mempersiapkan syarat-syarat wisuda mereka. Semester ini arkan memang tidak lagi harus mengikuti kegiatan kuliah dalam kelas namun harus mulai sibuk dengan persiapan KKN dan proposal skripsi. Dia mulai sibuk hilir mudik ke kantor panitia KKN untuk mencari tahu lokasi penempatannya dan siapa saja yang akan menjadi rekannya nanti.

Dari kantor panitia kkn arkan berjalan menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku yang cukup banyak. Disana arkan bertemu dengan saras, sosok yang pernah menjadi saingannya dalam prestasi akademik di kampus, namun persaingan mereka terhenti ketika arkan kecelakaan.


“Membosankan…” Ujar atlet voli ini dengan nada angkuh sambil tersenyum ke arah arkan, berharap hawa debat mereka sebelum kenal kembali terasa.

“Sorry??” Balas arkan yang tidak terlalu memperhatikan obrolan saras karena sibuk bantu-bantu petugas perpustakaan menyusun buku-buku yang baru dikembalikan ke tempatnya masing-masing.

“Aku pikir bakal ada temannya lulus dengan IPK sempurna….”

“Kan ada novan, dia juga cumlaude kok….”

“Tapi IPK nya cuma 3,75…”

“Itu udah tinggi banget lho menurutku… lagian, dia kerja ngurusin angkringan plus sopir, bayar SPP sendiri, bayar SKS sendiri… selain itu dia masih menyempatkan diri jadi teman yang baik untuk kita semua… itu sudah jauh melebihi IPK sempurna….” Jawba arkan logis.

“Dhuuarrr… you just get owned… sweetheart…Hahaha…” Mbak-mbak penjaga perpus yang sudah terbiasa dengan perdebatan gak jelas saras dan arkan, tersenyum puas mendengar penjelasan arkan yang membuat raut wajah saras sedikit gak enak.

“Oke… itu dia lho bukan kamu…. “ Balas saras berkecak pinggang. “Pada akhirnya aku tetap mengungguli kamu…” Jawab saras yang sebenarnya justru merindukan sosok arkan selalu bisa membuat jiwa kompetitifnya bergairah.

“Iya sarasvati… gak ada yang lebih baik dari kamu kok….”

“Berarti kamu ngaku kalah sama aku?” Tanya saras tersenyum menunggu pengakuan.

“Emang kita ada perjanjian sebelumnya?”

“Gak ada sih, tapi kamu udah aku anggap satu-satunya mahasiswa yang bisa mencounter prestasi akademik ku…”

“Ya udah itu masalahmu bukan masalahku… “

“Kok jawabannya dingin gitu sih?”

“Trus aku harus jawab sambil jungkir balik gitu?”

“Kalau gak merepotkan…”

Tampa ragu-ragu arkan menunjukkan kebolehannya melakukan salto belakang diantara rak-rak buku. “Aku kalah….” Jawab arkan tampa ekspresi.

“Eh bego, ini anak beneran gila ternyata…”

“Hanya berusaha untuk membuat hati seorang teman sedikit senang kok… itu aja…”



Saras tersenyum tersipu sambil menutup mulutnya, memang ada kepuasan dapat mengungguli prestasi akademik arkan, namun tidak bisa dipungkiri kalau arkan hanya kalah karena dia harus cuti kuliah. Akhirnya saras mengikuti arkan keluar dari perpustakaan berjalan disampingnya, mereka berdua kelihatan seperti dua tiang listrik yang baru saja mengembalikan buku. Karena suasana hatinya sedang senang setelah mendapat pengakuan dari arkan, saras mentraktir arkan untuk makan siang di kantin kampus, lalu memberikan penjelasan-penjelasana mengenai kkn dan tugas akhir. Arkan antusias mendengarkan penjelasan dari saras karena itu sangat berguna untuknya, bahkan saras sampai buka laptop menunjukkan peta lokasi-lokasi kkn kampus mereka yang kebanyakan diluar daerah kota jogja.


“Biasanya nanti mahasiswa yang ambil kkn sambil ngerjain tugas akhir itu sering dapat dispensasi dari dosen kkn untuk meninggalkan tempat kkn menemui dosen pembimbing skripsi… kira-kira seminggu dapat dua kali ijin lah….” Saras menjelaskan.

“Ohh… kamu kemaren gitu?”

“Iya, aku sama novan gitu… bahkan kkn belum selesai skripsiku udah tinggal daftar pustaka doang… lagian kalau kamu serius enam minggu waktu kkn, kamu bisa selesai skripsi kok… jadi nanti kkn selesai, skripsi selesai… kan enak…”

“Nanti pas kkn teman-temannya enak-enak gak sa?”

“Ya tergantung, kalau dapat teman yang enak ya pasti asyik… tapi kalau dapat yang gak enak mau gak mau harus nyesuain juga… aku sempat mau ditunjuk jadi ketua kelompok lho, tapi aku tolak soalnya nanti kalau jadi ketua itu sibuk dan gak bisa sambil ngerjain skripsi…”

“Ada cinlok juga gak pas kkn?” Tanya arkan ganti topik.

“Ya relatif sih… sepuluh orang, cewek lima cowok lima, yang sebelumnya kebanyakan gak kenal, tinggal di satu tempat dalam waktu enam minggu… kamu pikir aja sendiri, pasti ada lah yang jatuh cinta selama kkn….”

Arkan tersenyum sambil menggosok-gosok kedua telapak tangannya. “Seru nih…”

Saras menepis tangan arkan. “Heh, jangan fokus sama yang gak penting… fokus sama skripsimu dan tugas-tugas kkn…”

“Cinta penting juga lho…” Arkan membuka hidangan perdebatan.

“Kalau kamu udah mapan… modal cinta doang mau kamu hidupin pake apa anak gadis orang… lulus dulu, sukses karirnya baru mikir hubungan asmara…”

“Pantesan kamu selama ini jomblo sa…” Sentil arkan.

“Emang aku sengaja jomblo, soalnya gak ada waktu untuk urusan kayak gituan…”

Arkan memperhatikan raut wajah saras lalu melihat dengan seksama dari ujung kaki sampai kepala. “Wajar…”

“Kenapa?”

“Kamu kayak robot…”

“Bisa dijelasin kenapa gak?”

“Kamu pintar, cerdas, cantik, berkarakter dan berprestasi… tinggi pula, mungkin kamu cewek paling tinggi di semua fakultas-fakultas kampus kita… cowok berpikir dua kali buat deketin kamu, ada rasa takut dulu sebelum berhadapan sama kamu, takut di tolak dan takut di labrak… aku yakin banyak yang suka sama kamu tapi ragu ada yang berani deketin kamu…” Jelas arkan sambil menyalakan rokok.

“Ini lho yang gak aku suka dari kamu tir….” Saras melipat kedua tangannya diatas meja.

“Sama kata-kataku barusan? Itu cuma opiniku sa, jangan dianggap serius…”

“Ih bukan itu… asap rokokmu itu yang gak aku suka… emang biar kelihatan keren ya? Sehabis ngeluarin statement pedas sambil menghembuskan asap rokok…”

“Gak butuh rasa suka untuk menjadi seorang teman yang baik sa…”

“Trus?”

“Cuma butuh perasaan kalau kita tidak bisa hidup tampa orang lain, maka kamu akan mendapatkan teman…”

Saras menyunggingkan senyuman sambil bertepuk tangan. “Dengan tambahan nikotin kata-katamu bisa terdengar makin cadas ya hahaha….”



Arkan lanjut mendengarkan arahan dari saras mengenai kegiatan kkn dan skripsi. Shifa yang hari ini ke kampus untuk melihat pengunguman lokasi kkn tidak sengaja lewat didepan kantin dan menangkap sosok arkan yang sedang asik mendegarkan penjelasan dari saras. Wajahnya berubah riang melihat sang mantan ada dikampus. Dengan niat iseng yang polos, shifa melangkah diam ke belakang arkan dan memberi kode ke saras agar tetap diam, lalu tampa keraguan shifa langsung menutup mata arkan dengan kedua tangannya. Karena arkan dalam kondisi sadar dan waras, dia hanya mencoba meraba tangan yang menutup matanya tersebut, hanya butuh waktu sebentar dan nama panjang si manis gingsul ini pun terucap.



“Kok kakak tau?” Tanya shifa ikut duduk.

“Aromamu udah kecium dari jauh…”

“Masa?” Shifa mengendus-endus aromanya sendiri.

“Dari mana dek…?” Tanya saras.

“Dari kantor panitia kkn kak, liat pembagian kelompok sama lokasi… eh kak fathir, kelompok kita satu daerah lho…” Ujar shifa dengan antusias memberitahu arkan.

“Iya… aku tau…”

“Tau dari mana?”

“Kantor kkn…”

“Saling bantu ya kak nanti kalau udah mulai kkn nya…”

“Iya, aku usahain…”

“Sibuk kakakmu ini dek, dia kkn sambil ngerjain skripsi… harusnya kamu yang banyak bantu dia…” Saras mencoba menjelaskan.

“Kak fathir mau sesulit apapun kondisinya dia selalu punya jalan keluar kak… justru nanti kalau shifa bantu malah dia yang repot…”

“Kamu bantuin dia biar gak nakal-nakal sama gadis-gadis desa aja kalau gitu hahaha….”

“Nah, kalau itu pasti… awas aja kalau kakak macem-macem sama anak-anak gadis disana…” Ancam shifa.

“Emang kamu siapa?” Tanya arkan tersenyum tajam sambil menoleh ke arah cewek gingsul jago taekwondo ini.

“Adik angkatanmu…” Jawab shifa pasrah setelah memandang kedua bola mata arkan.

“Adik angkatan boleh gak ngelarang-larang seniornya?”

“Enggak sih… selama itu bukan hal yang negatif…”

“Kalau aku dekat sama gadis desa negatif gak?, karena setahuku sebagai peserta kkn yang baik itu harus akrab dengan pemuda-pemudi desa yang kita tempati supaya kkn nya berjalan lancar… menurutmu itu hal yang negatif? Shif?” Tanya arkan.

“Enggak kakak….”

“Good girl…” Ujar arkan sambil mengusap-usap kepala shifa. Arkan sebenarnya pengen berkata lebih panjang namun takut kata-katanya nanti justru melukai gadis lugu ini lebih dalam.



Tak lama kemudian shifa pamit karena harus ketemu dengan anggota kelompok kkn nya, arkan kembali menyalakan rokok dan memesan kopi untuk menemani diskusinya dengan saras.



“Kamu jahat banget sih sama dia…” Kometar saras setelah shifa pergi.

“Kamu mau kebenaran berbumbu jahat atau kebohongan berbumbu kelembutan dan perhatian?”

“Ya seenggaknya pikir dulu sebelum kamu ngomong… dia itu cewek lho…”

“Aku salah kah?”

“Enggak sih, tapi ya liat juga siapa lawan bicaramu…. Dia itu mantanmu lho, adik angkatan mu, orang yang selama ini selalu anggap kamu kayak kakaknya sendiri…”



Arkan kemudian membuka handphonenya dan menujukkan sebauh history percakapan arkan dengan seseorang. Saras terlihat bingung membaca percakapan tersebut.


“Mbak mala itu siapa?”

“Kakak perempuannya shifa”

“Ngapain kamu chat sama dia?”

“Pas pendaftaran kkn kemaren dia minta tolong, bisa gak nempatin shifa satu kelompok denganku… aku bilang gak bisa, soalnya itu udah aturan dari kampus, tapi dia terus mohon seenggaknya selama kkn shifa itu ada yang ngawasin…. Akhirnya aku coba hubungi aziz, dia kan jadi panitia lapangan, setelah lobi sana sini yang seharusnya gak boleh, akhirnya aku bisa nempatin nama shifa di kelompok yang satu daerah sama kelompokku, biar aku bisa ngawasin dia… ini karena permintaan kakaknya, karena dia takut ada kenapa-kenapa sama adiknya selama kkn nanti, shifa itu umurnya satu tahun di bawah teman-teman angkatannya, ya seumuran adikku lah yang masih labil-labilnya dan dia gampang sakit ringan… aku sendiri yang punya adik perempuan akhirnya bisa ngerti lah kekhawatiran seorang kakak…”

“Akhirnya kamu bisa nempatin shifa dekat sama kelompokmu?”

“Alhamdulillah, buktinya, kelompok-kelompok kkn udah resmi diumumkan, berkat bantuan si aziz dan bu linda juga … ini sebenarnya melanggar aturan kampus sih, tapi ya karena ada yang minta tolong mau gak mau harus aku cari jalannya… ngerti?”

“Sedikit membingungkan tapi bisa di mengerti…”

“Emang sih sa, diluarnya mungkin aku terkesan jahat sama dia, mungkin aku gak bisa kayak cowok-cowok lain yang bisa jaga perasaan dan perkataan dengan mantan kekasihnya… tapi kalau untuk urusan keamanan dan keselamatan dia, aku masih rela netesin darah dan pasang badan kalau ada yang berusaha nyakitin dia…”

“Supaya kamu terlihat seperti pahlawan misterius ya? Hahaha…”

“Bukan sa, supaya aku bisa terlihat sebagai seorang kakak angkatan yang baik, yang menjaga adik angkatannya… terserah lah orang mau menilai apa, aku terlihat jahat sama dia lah, aku terlalu cuek sama dia lah… tapi aku merasa nyaman melakukan seasuatu tampa diketahui seseorang…”

“Salut deh buat kamu… tapi tetap aja terkesan jahat…”

“Wajar, mungkin itu intuisi naratif mu yang tercipta oleh imajinasi yang hanya mengapung diatas permukaan tampa melihat arus yang bergejolak dibawah ketenangan…” Balas arkan gak jelas namun terdengar sengit.

“Sak karepmu…”

“Apakah aku masih terlihat jahat?”

“Terlihat romantis karena tendensi polosmu dan terdengar menyedihkan karena perang batin dalam hatimu tak terdengar dan bisu…” Balas saras tak kalah absurd.

Arkan tersenyum. “Diskusi yang menyenangkan sa… terima kasih banyak, aku jemput adikku dulu dikampusnya…” Arkan kemudian menghilang menuju parkiran kampus.


Saras tersenyum menghabiskan sisa minumannya, sudah lumayan sering dia menyaksikan aksi perhatian yang dilakukan arkan ke shifa namun tak sedikitpun arkan punya keinginan agar perhatiannya tersebut diketahui oleh orang lain. Meskipun pada akhirnya terkesan baik namun tetap saja perlakuan baiknya tidak diketahui oleh orang lain. Ternyata ada ya orang kayak gini, guman saras.


profile-picture
depe3153 memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sebenarnya cinta
26-07-2018 10:35
yuhuu update
0 0
0
Sebenarnya cinta
26-07-2018 11:25
Asiikkk...
0 0
0
Halaman 131 dari 172
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
nyalakan-lampu-toilet
Stories from the Heart
langit-dan-bulan
Stories from the Heart
dua-sosok-di-pemakaman
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia