News
Batal
KATEGORI
link has been copied
211
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5aafb788d675d4f7408b4574/tanam-paksa-atau-budidaya-tanaman-salah-pemahaman-tentang-cultuurstelsel
Indonesia yang dahulu bernama Hindia Belanda adalah sebuah kawasan yang menjadi daerah koloni bangsa Belanda. daerah jajahan Belanda ini disebut sebagai sebuah zambrud khatulistiwa karena potensi besarnya yang terkenal subur dan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Lapor Hansip
19-03-2018 20:13

Lebih jauh tentang Cultuurstelsel, sistim budidaya tanaman pertama di Indonesia

Past Hot Thread
Assalamualaikum WR WB


INTRO


Indonesia yang dahulu bernama Hindia Belanda adalah sebuah kawasan yang menjadi daerah koloni bangsa Belanda. daerah jajahan Belanda ini disebut sebagai sebuah zambrud khatulistiwa karena potensi besarnya yang terkenal subur dan memiliki nilai ekonomis tinggi. untuk itu pemerintah Belanda berusaha melakukan usaha-usaha yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan Belanda yang saat itu tengah dilanda krisis. hal ini dikarenakan beragam faktor antara lain persaingan dengan negara besar lainnya yaitu Inggris yang saat itu membangun bandar dagang besarnya di Singapurapada tahun 1819 yang semakin mengancam Batavia sebagai tempat persinggahan kapal. apalagi pada medio 1800an harga kopi yang menjadi komoditi andalan bagi Belanda harganya jatuh di pasaran dunia. kas persediaan Kerajaan Belanda mengalami defisit parah. ambruknya perekonomian hanya awalnya saja, pada tahun 1830 muncul perang di tanah Belanda sendiri. terjadi perang saudara yang menyebabkan lepasnya Belgia dari tangan Belanda dan menjadi daerah yang merdeka. akibatnya belanda kehilangan 35% daerah pertanian dan sebagian besar pendapatannya. pada tahun yang hampir bersamaan yaitu tahun 1825-1830 terjadi perang Jawa yang dipelopori oleh Pangeran Diponegoro yang disebut-sebut sebagai perang yang menghabiskan cadangan devisa Belanda.

VAN DEN BOSCH


Keadaan demikian menyebabkan pemerintah Belanda harus mencari cara untuk kembali mendulang laba di tanah koloni. Pemerintah Belanda akhirnya mengirimkan Gubernur Jenderal yang baru, Johannes van den Bosch untuk mengatasi kemelut ekonomi itu.setelah sebelumnya Van der Cappelen mengalami kegagalan dan dijatuhkan oleh kaum konservatif di Belanda. kawasan subur hindia Belanda diproyeksikan sebagai lahan yang dianggap mampu untuk mengembalikan keadaan perekonomian Belanda yang hancur. Gubernur Van den Bosch merumuskan kebijakan yang dinamakan Cultuurstelsel yang secara harfiah di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia yaitu sistim budidaya tanaman. tahun 1830 dengan persetujuan dari parlemen Belanda Van den Bosch melaksanakan cultuurstelsel. kebijakan cultuurstelsel sendiri berbuni bahwa setiap warga yang memiliki tanah pertanian harus menanami tanahnya sebesar 1/5 bagian dengan tanaman yang bernilai guna ekspor khususnya kopi, tebu, dan nila. mereka yang tidak memiliki tanah diwajibkan untuk bekerja pada tanah pemerintah selama 75 hari dalam setahun. selanjutnya hasil panen akan dijual kepada pemerintah dengan harga yang telah diterapkan oleh pemerintah. untuk menjalankan praktik kebijakan ini Pemerintah Belanda bekerja sama dengan birokrasi lokal seperti Bupati yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengarahkan rakyatnya. untuk daerah yang kurang subur penduduknya akan dikirm untuk bekerja diluar daerahnya untuk menggarap tanah milik pemerintah dengan upah yang telah ditetapkan. selain itu desa yang sudah memenuhi kuota pengumpulan tanaman maka hasil tanaman akan dikembalikan untuk desa. ketentuan tanam paksa dituangkan dalam Staatblad (lembaran negara) tahun 1834 No. 22.

PENGUMPULAN TANAMAN


warga harus menjaga tanaman ekspor sampai masa panennya nanti. kebijakan menurut undang-undang di negri Belanda menyebutkan bahwa tanaman yang rusak akan menjadi tanggungjawab pemerintah dan akan menggantinya. setiap hasil panen yang didapat harus disetorkan ke gudang-gudang milik pemerintah dan akan dibayarkan dengan harga dengan satuan pikul. tanah yang ditanami tanaman ekspor akan bebas pajak. jika dilihat dalam peraturan yang tercantum dalam Staatblad No. 22 tahun 1834 maka praktik tanam paksa telah di desain sedemikian rupa dengan maksud tidak membebani rakyat dan antara rakyat dan pemerintah kolonial di untungkan. dalam peraturan tanam paksa juga diatur bahwa petani tidak boleh mengerjakan tanaman ekspor terlalu lama dan tetap harus memperhatikan tanaman pangan. pada masa ini rakyat juga dikenalkan dengan tanaman ekspor yang memiliki nilai lebih. seringkali rakyat juga menanam lebih untuk tujuan menjual ke para pedagang cina yang berani membayar lebih mahal dari pemerintah kolonial. selain itu rakyat Indonesia diperkenalkan dengan sistim budidaya tanaman ekspor yang dikemudian hari akan menjadi modal berkembangnya perkebunan di Indonesia.

PENDERITAAN RAKYAT


namun keserakahan tidak dapat dihindari akibat besarnya perputaran uang yang ada di dalamnya. awalnya Van den Bosch merasa puas dengan kesuksesan sistim tanam paksa yang dilaksanakannya. ia berusaha untuk melakukan tawaran kepada para Bupati selaku kepanjangan tangan Pemerintah Kolonial. Ia menawarkan bonus untuk setiap pikul yang dibawa oleh petani. bonus ini dinamakan cultuur prosenten semakin banyak hasil yang dikumpulkan oleh para Bupati semakin besar yang diterima Bupati. oleh karena itu banyak bupati yang tergiur dengan bonus yang ditawarkan. mereka memerintahkan para wadana untuk mengerahkan rakyat menanam lebih banyak tanaman pada sawah mereka dan mempekerjakan buruh tani lebih dari waktu yang telah sudah ditentukan sebelumnya. yang awalnya hanya 1/5 bagian meningkat sampai 3/4 lahan. waktu pengerjaan yang dilakukan oleh petani untuk merawat tanaman ekspor tersebut lebih banyak ketimbang untuk merawat tanaman pangan. bahkan dilakukan pemaksaan oleh para wedana pada mereka yang awalnya tidak mengikuti program cultuurstelsel. padahal petani hanya menerima sedikit saja keuntungan dari penjualan tanaman tersebut. sedangkan para bupati dan wedana yang menikmati hasilnya. sedangkan pada pihak Pemerintah Kolonial di untungkan dengan besarnya pemasukan dan mereka menganggap tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang karena bukan mereka yang melakukan pemaksaan penanaman namun para Bupati.


KELAPARAN


dampak yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. terjadi gagal panen luar biasa di daerah jawa terutama di karesidenan Kedu, Karesidenan Bagelen, Karesidenan Semarang. kelaparan terjadi hampir merata, bahkan dalam salah satu memoar yang ditulis oleh asisten residen Semarang menuliskan bahwa orang mati dapat ditemukan dengan mudah di jalan. bahkan pada periode tanam paksa penduduk di Hindia Belanda khususnya jawa mengalami penurunan secara signifikan. diperparah dengan sistim kesehatan yang sangat buruk dengan dukungan sanitasi yang memprihatinkan menyebabkan terjadinya penyebaran wabah penyakit yang semakin menggerus sistim kemasyarakatan di Jawa.

AMSTERDAM ABAD 19



hal berbeda dirasakan oleh Belanda. dalam 5 tahun praktik jalannya Cultuurstelsel saja pemerintah mampu melunasi hutangnya bahkan hutang-hutang peninggalan VOC dan membalik kondisi defisit mereka menjadi surplus sebesar 800 juta Gulden. dengan cadangan kas sebesar itu belanda menjadi Kerajaan terkaya yang sejajar dengan Inggris. Belanda menjadi pusat dagang dunia yang menyebabka banyak negara yang harus bergantung dengan belanda akibat dari melimpahnya barang dagangan belanda. mereka membangun kembali infrastruktur di Belanda seperti jalan raya, jembatan, unversitas, pembenahan sistim administrasi, militer, membangun polder. saking majunya, pada abad 19 Belanda menjadi negara yang paling maju dikawasan Eropa Barat. uang hasil cultuurstelsel juga digunakan untuk membangun kawasan Hindia Belanda dengan dibukanya lahan untuk pertanian, pembangunan jalan raya, jalur kereta api, dan pelabuhan. bahkan mereka membangun kota Batavia seperti kota amsterdam dan dijuluki new Amsterdam.


MULTATULI


dibalik kemajuan yang Belanda nikmati ternyata mendapatkan kritikan pedas dari dalam negri terutama dari golongan Liberal dan Humanis yang menganggap praktik cultuurstelsel sebagai perbudakan yang sudah tidak sesuai lagi dengan asas kemanusiaan dan kebebasan. Seorang Asisten Residen di Lebak, Banten, Eduard Douwes Dekker mengarang buku Max Havelaar (1860). Dalam bukunya Douwes Dekker menggunakan nama samaran Multatuli. Dalam buku itu diceritakan kondisi masyarakat petani yang menderita akibat tekanan pejabat Hindia Belanda. dia menulis bagaiman bupati bertindak sewenang wenang terhadap para petani yang menyebabka kesengsaraan dan penderitaan rakyat. tulisannya itu dikirim ke Belanda dan diterbitkan dalam surat kabar. akibatnya tulisannya itu terkenal di Eropa dan memberi tahu Eropa tentang bobroknya sistim yang diterapkan Belanda. Seorang anggota Raad van Indie, C. Th van Deventer membuat tulisan berjudul Een Eereschuld, yang membeberkan kemiskinan di tanah jajahan Hindia Belanda. Tulisan ini dimuat dalam majalah De Gids yang terbit tahun 1899. Van Deventer dalam bukunya menghimbau kepada Pemerintah Belanda, agar memperhatikan penghidupan rakyat di tanah jajahannya. Dasar pemikiran van Deventer ini kemudian berkembang menjadi Politik Etis.

PARLEMEN


akibat desakan dunia Internasional dan juga kemenangan kaum liberal atas kaum konservatif di parlemen Belanda menyebabkan ditetapkannya penghapusan cultuurstelsel pada tahun 1870. selain itu dtetapkan pula peraturan baru pengganti cultuurstelsel yaitu Agrarische Wet 1870 yang mengatur kepemilikan swasta di tanah Hindia Belanda. momentum ini juga menjadi cikal bakal terciptanya politik balas jasa atau politik etis sebagai dampak dari kemenangan kaum Liberal di Parlemen Belanda. Cultuurstelsel walaupun menyebabkan penderitaan yang besar namun tidak dapat dipungkiri muncul beragam manfaat dan pengetahuan baru tentang pertanian bagi rakyat, namun pahitnya cultuurstelsel lebih dikenal sehingga sejarawan Indonesia banyak yang menyebutnya sebagai sistim tanam paksa.

JAS MERAH

mohon kritik dan saran tentang tulisan yang jauh dari kesempurnaan emoticon-Big Kiss
menerima bata dan cendol emoticon-Cendol Gan
komen, share dan rate sangat di dambakanemoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star

SUMBER 1
SUMBER 2
SUMBER 3
SUMBER 4
Kuliah Siang ini
DR. Endang Sulistyowati, M.A
Diubah oleh gurusejarah
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 10 dari 11
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
07-04-2018 09:29
Quote:Original Posted By pancawara.neptu


Haduh, ya ini penyebab saya dan gan Ross ga nyambung dari kemarin, lah wong pemahaman Perbudakan saya juga salah.

Masalahnya di literatur Bahasa Indonesia sendiri, corvèe/forced Labour ini sering diidentikan dengan perbudakan,
Ntah tulisan
“Belanda membuat rakyat harus menjadi budak di negara mereka sendiri, mereka bersenang-senang diatas penderitaan rakyat Indonesia.“
Atau
Pada masa pendudukan Jepang, kita mengenal istilah romusha, yaitu orang Indonesia yang 'diperbudak' dalam kerja paksa. Sebelumnya ada cultuurstelsel alias aturan tanam paksa pada zaman penjajahan Belanda.


Itu kutipan dari media2 terkemuka Indonesia, merdeka dan detik.

Tapi, terima kasih sudah kasih saya penjelasan. Maaf juga kalau saya ngeyel. Hehe.



yang di bold sebenarnya benar karena penggunaan katanya sekedar kiasan.

"Belanda membuat rakyat harus menjadi budak di negara mereka sendiri, mereka bersenang-senang diatas penderitaan rakyat Indonesia."

menjadi budak di negara mereka sendiri itu kiasan. sama seperti kalimat : suami jadi budak istri, dsb-nya. itu ungkapan saja bukan bermaksud ketepatan sejarah atau akurasi kata.

demikian juga "diperbudak" dalam kerja paksa itu pun sama. dalam artian dibuat seperti budak. artinya aslinya bukan budak tetapi nyatanya dipekerjakan seperti budak (oleh jepang).
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
09-04-2018 04:17
Quote:Original Posted By rossdeleon


yang di bold sebenarnya benar karena penggunaan katanya sekedar kiasan.

"Belanda membuat rakyat harus menjadi budak di negara mereka sendiri, mereka bersenang-senang diatas penderitaan rakyat Indonesia."

menjadi budak di negara mereka sendiri itu kiasan. sama seperti kalimat : suami jadi budak istri, dsb-nya. itu ungkapan saja bukan bermaksud ketepatan sejarah atau akurasi kata.

demikian juga "diperbudak" dalam kerja paksa itu pun sama. dalam artian dibuat seperti budak. artinya aslinya bukan budak tetapi nyatanya dipekerjakan seperti budak (oleh jepang).


Sebenarnya ada perbedaan atau tidak sih Cultuurstelsel di Jawa dan di luar Jawa?Kok saya baca di Jawa Cultuurstelsel diakhiri tahun 1870 tapi di luar Jawa baru diakhiri tahun 1917?

Dan juga kenapa penghapusan tanam paksa itu dilakukan secara bertahap per komoditi seperti nila dan teh dahulu baru kopi terakhir?
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
09-04-2018 10:02
Quote:Original Posted By pancawara.neptu


Sebenarnya ada perbedaan atau tidak sih Cultuurstelsel di Jawa dan di luar Jawa?Kok saya baca di Jawa Cultuurstelsel diakhiri tahun 1870 tapi di luar Jawa baru diakhiri tahun 1917?

Dan juga kenapa penghapusan tanam paksa itu dilakukan secara bertahap per komoditi seperti nila dan teh dahulu baru kopi terakhir?


di luar jawa cenderung terbatas sehingga efeknya tidak terlalu bombastis, mungkin karena pengawasannya lebih mudah sehingga dinilai layak diteruskan atau masih bisa dipertahankan.

karena jatuhnya harga komoditi. overproduksi karena tanam paksa ini luar biasa lho, from zero to hero. bayangkan koloni jawa di era tersebut dari nothing bisa jadi produsen 5 besar di dunia untuk seluruh komoditas tersebut. karena itu harganya rusak dalam beberapa dekade begitu murah sehingga kurang menguntungkan, apalagi desakannya begitu besar di kerajaan belanda untuk menghapuskannya.
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
10-04-2018 02:52
Kira2 bisa gak ya kita gak memutus kesinambungan ilmu budidaya ini. Menyambung kembali hubungan dengan belanda dengan mesra. Sebagaimana commonwealth nations nya england cem malaysia n singapura. Sayang ilmu dan network yg akan menguap begitu saja
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
10-04-2018 09:31
Quote:Original Posted By tomitot
Kira2 bisa gak ya kita gak memutus kesinambungan ilmu budidaya ini. Menyambung kembali hubungan dengan belanda dengan mesra. Sebagaimana commonwealth nations nya england cem malaysia n singapura. Sayang ilmu dan network yg akan menguap begitu saja


belanda sih mau justru kitanya yang kadang terbelenggu dengan propaganda belanda masih penjajah. tetapi hal ini juga tidak terlampau besar efeknya sih karena belanda sekarang termasuk negara yang tidak terlalu kuat atau kaya. namun banyak hal yang bisa dipelajari terutama dalam hal administarsi, hukum, dsb-nya yang mana mereka jauh lebih niat bantu dan punya latar belakang kedekatan historis pula.
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
24-05-2018 13:31
Gan TS kalo ane ambil kesimpulan, sebenarnya penindasan jaman culturstelsel bukan dari pihak kolonial belanda nya dong, tapi oleh para adipati dan pejabat lokal sendiri. adakah korelasinya dengan jaman sekarang gan ?
emoticon-Request
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
27-05-2018 14:45
Quote:
 cultuur prosenten semakin banyak hasil yang dikumpulkan oleh para Bupati semakin besar yang diterima Bupati. oleh karena itu banyak bupati yang tergiur dengan bonus yang ditawarkan. mereka memerintahkan para wadana untuk mengerahkan rakyat menanam lebih banyak tanaman pada sawah mereka dan mempekerjakan buruh tani lebih dari waktu yang telah sudah ditentukan sebelumnya. yang awalnya hanya 1/5 bagian meningkat sampai 3/4 lahan. waktu pengerjaan yang dilakukan oleh petani untuk merawat tanaman ekspor tersebut lebih banyak ketimbang untuk merawat tanaman pangan. bahkan dilakukan pemaksaan oleh para wedana pada mereka yang awalnya tidak mengikuti program cultuurstelsel.


Itu lah bukti, bahwa penjajahan justru byk dipraktekan oleh kaum ningrat..kaum ningrat (Bupati, Wedana, dll) berbekal bekingan Belanda menjalankan kebijakan tirani demi keuntungan pribadi atau juga dilakukan oleh para tuan tanah pemilik tanah sewa / partikelir yang mengeksploitasi rakyat kecil sebagai object "pemaksaan".
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
01-07-2018 07:01
Quote:Original Posted By kanggelandaftar


Dan lagi, penjajah sebenarnya adalah londo ireng, bukan londo buleemoticon-Big Grin

Lain dogmatisme pelajaran sejarah sekolah2 dengan alasan nasionalisme dengan sejarah netral, ya bu guru ?

Jadi ingat dogma indo ngusir penjajah pakai bambu runcing, penjajah siapa saja yang diusir ya ?


londo ireng ampe kapanpun akan tetep ngejajah ga perlu gerilya, agresi militer, intimidasi, selama kulit podo2 ireng aman nyerot getih emoticon-Betty
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
01-07-2018 12:00
coba yang jajah inggris mungkin bisa kaya singaparna eh singaporeemoticon-Leh Uga
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
01-07-2018 23:40
Itulah hebatnya Belanda dengan strategi Devide at Impera nya, sehingga bisa mengadu domba antar bupati dengan rakyatnya sendiri. Bahkan sekarangpun khususnya di thread ini kebanyakan menyanjung kebijakan Belanda waktu itu dan lebih menyalahkan penguasa pribumi yang memang korup.
0 1
-1
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
03-07-2018 17:01
Quote:Original Posted By 2019.chaos
Itulah hebatnya Belanda dengan strategi Devide at Impera nya, sehingga bisa mengadu domba antar bupati dengan rakyatnya sendiri. Bahkan sekarangpun khususnya di thread ini kebanyakan menyanjung kebijakan Belanda waktu itu dan lebih menyalahkan penguasa pribumi yang memang korup.


beginilah kalau tidak paham sejarah tapi asal sebut.

divide et impera tahun berapa dan untuk apa sedangkan cultuur stelsel tahun berapa dan untuk apa, tapi dengan naifnya diobok-obok saja jadi satu sekedar untuk alasan dan komentar ngasal.

mungkin anda juga merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang masih mikir kalau "divide et impera" itu betulan nama sebuah rencana, dan juga merupakan ciptaan belanda?

lebih baik anda tanya di Q&A daripada komentar ngasal lebih jauh.
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
03-07-2018 23:14
Quote:Original Posted By rossdeleon


beginilah kalau tidak paham sejarah tapi asal sebut.

divide et impera tahun berapa dan untuk apa sedangkan cultuur stelsel tahun berapa dan untuk apa, tapi dengan naifnya diobok-obok saja jadi satu sekedar untuk alasan dan komentar ngasal.

mungkin anda juga merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang masih mikir kalau "divide et impera" itu betulan nama sebuah rencana, dan juga merupakan ciptaan belanda?

lebih baik anda tanya di Q&A daripada komentar ngasal lebih jauh.


Dude, u missed the point
0 1
-1
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
04-07-2018 00:36
Quote:Original Posted By rossdeleon


beginilah kalau tidak paham sejarah tapi asal sebut.

divide et impera tahun berapa dan untuk apa sedangkan cultuur stelsel tahun berapa dan untuk apa, tapi dengan naifnya diobok-obok saja jadi satu sekedar untuk alasan dan komentar ngasal.

mungkin anda juga merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang masih mikir kalau "divide et impera" itu betulan nama sebuah rencana, dan juga merupakan ciptaan belanda?

lebih baik anda tanya di Q&A daripada komentar ngasal lebih jauh.

keknya devide et impera itu bukan murni dari Belanda / VOC nya tapi kerajaan2x di Nusantara nya sendiri yg minta bantuan VOC yg lebih superior untuk mengalahkan dan menguasai kerajaan lain. emoticon-Bingung (S)
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
04-07-2018 05:36
Ya ini trik belanda juga sih, ingat devide et impera/ politik adu domba.

Buat apa mereka urus rakjel, mending deal sama priyayi & orang berpengaruh. Mereka yg kerja londo nyantai2.
Ya bisa diliat sekarang belanda termasuk negara yang chill dengan warganya sendiri. Apa apa boleh asal ada timbal baliknya.

Coba dulu weed/coca udah jadi komoditas. Udah kaya kali negara kita.
1 0
1
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
04-07-2018 06:38
Quote:Original Posted By Chogan17


Coba dulu weed/coca udah jadi komoditas. Udah kaya kali negara kita.


Sampai sekarang aja weed belum jadi komoditas negara Indonesia. Padahal udah puluhan tahun Belanda dan Jepang pergi dari Indonesia. Tanya kenapa emoticon-Wakaka

0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
04-07-2018 08:41
Keserakahan penguasa baik penguasa pribumi maupun impor, ternyata sudah ada dari dulu. Gile sampe jadi bencana kelaparan
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
06-07-2018 18:54
Quote:Original Posted By bibirtembem

keknya devide et impera itu bukan murni dari Belanda / VOC nya tapi kerajaan2x di Nusantara nya sendiri yg minta bantuan VOC yg lebih superior untuk mengalahkan dan menguasai kerajaan lain. emoticon-Bingung (S)


Devide et impera itu setahuku jargon di pengajaran sejarah sekolah buat menutupi ke barbaran kerajaan2 nusatara/indo, sehingga terstigma bahwa londo itu licik, rakus, jahat
Sedang indo/nusantara itu baik, amanah, gagah berani, jujur

Bila melihat misal, salah 1 peristiwa kebarbaran kerajaan nusantara, misal mataram menyerang kerajaan surabaya yang masih sama2 jawa, & londo belum ikut2, serta mataram minta bantuan kompuni di batavia waktu itu untuk menyerbu surabaya, tapi ditolak kumpeni
Kemudian mataram dendam & menyerbu batavia 2x, bisa dilihat kan, siapa yang jahat ?

Atau ketika amangkura perang lawan anak kandung sendiri, raden mas penganten beserta pamannya & trunojoyo, kumpeni belum ikut campur
Baru ikut perang ketika diminta mataram/amangkurat dengan imbalan pesisir utara, hemm jadi siapa yang menjual jawa ?
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
07-07-2018 01:23
Quote:Original Posted By kanggelandaftar


Devide et impera itu setahuku jargon di pengajaran sejarah sekolah buat menutupi ke barbaran kerajaan2 nusatara/indo, sehingga terstigma bahwa londo itu licik, rakus, jahat
Sedang indo/nusantara itu baik, amanah, gagah berani, jujur

Bila melihat misal, salah 1 peristiwa kebarbaran kerajaan nusantara, misal mataram menyerang kerajaan surabaya yang masih sama2 jawa, & londo belum ikut2, serta mataram minta bantuan kompuni di batavia waktu itu untuk menyerbu surabaya, tapi ditolak kumpeni
Kemudian mataram dendam & menyerbu batavia 2x, bisa dilihat kan, siapa yang jahat ?

Atau ketika amangkura perang lawan anak kandung sendiri, raden mas penganten beserta pamannya & trunojoyo, kumpeni belum ikut campur
Baru ikut perang ketika diminta mataram/amangkurat dengan imbalan pesisir utara, hemm jadi siapa yang menjual jawa ?


Orang kita "gilanya" udah lama ternyata ya emoticon-Takut
berabad lalu sampe jaman now emoticon-Takut
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
09-07-2018 21:21
Quote:Original Posted By ndaz.buluz
Orang kita "gilanya" udah lama ternyata ya emoticon-Takut
berabad lalu sampe jaman now emoticon-Takut


Jangan heran gan banyak yang miss persepsi, jangan telan pelajaran sekolah mentah mentah kebenaran harus diutamakan diatas segalanya
0 0
0
Tanam Paksa atau Budidaya Tanaman? Salah Pemahaman Tentang Cultuurstelsel
24-07-2018 09:20
Quote:Original Posted By mukamukaos
Wah tambah pengetahuan. Ane jadi inget, pas SD diajarin materi ini. Tp kok kesan yg ane tangkap beda ya? Maksudnya, dari trit ini ane jadi tahu kalau sebenarnya yg 'memaksa' itu para 'londo ireng', tentu akibat ulah rayuan maut dari londo asli. Tp pas ane sd dulu, kesan yg ane dapet adalah semua gara2 belanda. Belanda jahat.. Belanda tamak. Belanda serakah. Tp ga dijelasin sisi lainnya.

Dan karena sekarang ane paham, kok, miris banget materi pelajaran2 di kita cuma diajarin setengah2. emoticon-Frown


Quote:Original Posted By novembermann
Dari yg aku tangkap, ada kesan menimpakan penderitaan rakyat akibt tanam paksa kepada petinggi pribumi. Tapi itu gak menutup kesalahan utama kepada belanda yg meminta kenaikan setoran hasil bumi dr anteknya.
Kalo ada yg melawan bisa dipecat atau mandek karirnya. Zedangkan rakyat yg berontak diberangus oleh pasukan belanda.
Jadi ya tetap ada fakta belanda bertanggung jawab penuh atas tanam paksa dan dampak buruknya


Quote:Original Posted By areion
selain iming iming bonus, penguasa lokal juga terikat dengan hutang negara, mayoritas berhutang untuk bantuan perang. Simpelnya gini, dari dulu di wilayah nusantara ini terdiri dari banyak sekali kerajaan, persinggungan wilayah dan perebutan kekuasaan sangat sering terjadi. Nah belanda ini datang sebagai pihak ketiga untuk membantu kekuatan perang salah satu pihak dengan perhitungan hutang yg harus dibayar setelah memenangkan perang. Setelah perang selesai kerajaan yg dibantu harus membayar hutang yg tertulis di kontrak, salah satunya dengan hasil bumi. Jadi memang betul, penjajahan di Indonesia bukan murni kesalahan Belanda, karena ego penguasa saat itu juga mendukung terikatnya mereka pada penjajah.
Sedangkan kenapa rakyat waktu itu terkesan bodoh dan menderita? Ini juga bukan 100% kesalahan belanda. Pemerintahan Hindia Belanda yg benar benar berdiri sebagai negara mungkin hanya sekitar 30 tahun terakhir pendudukan Belanda di Indonesia, selebihnya kerajaan kerajaan lokal lah yg memerintah. Pada masa itu tidak ada keinginan pada penguasa lokal untuk memperbaiki nasib rakyatnya apa lagi mencerdaskan rakyatnya, diperparah dengan hutang kerajaan pada belanda, diperparah dengan iming iming bonus dari belanda.
Jadi istilah dijajah belanda 350 tahun itu kurang tepat. Lebih tepatnya 350tahun dijajah londo dan londo ireng 😂


Quote:Original Posted By bibirtembem


yah seharusnya sih jangan begitu. Masa ga bisa dipoles biar lebih menarik gitu??
Efeknya skrg itu bener2x ga terkira. Sbgn besar masyarakat indo menganggap Belanda kejam karena penjajah. Tapi lupa kalau londo ireng juga ngejajah kalangan dibwahnya.

Jika hal ini diceritakan ke anak2x sd, at least, kita bisa membangun mental mereka untuk supaya jangan jadi kayak londo2x ireng itu yg doyan ngeruk uang penduduk untuk kemakmuran mereka sendiri. Pemahaman sejarah harus dibangun sejak dini biar punya efek positif dimasa depan bagi perkembangan mental si anak. Persetan dgn yg namanya harga diri bangsa. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Gw sndiri membangun pemahaman sejarah indo baru pas jaman gw kuliah s1 emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


Ane masih menyangsikan buku sejarah kita jaman sekolah dulu gak menyampaikan hal-hal tentang penyimpangan sistem Cultuurstelsel ini.

Ane gak tau buku-buku sekolah lain seperti apa, tapi di buku IPS SD ane, terbitan Intan Pariwara tahun 2003/2004 (lupa taun berapa, udah lama soalnya jaman kelas 3-4 SD dulu, kayanya pake kurikulum sebelum KBK), hal-hal yang disebutkan TS gak terlalu berbeda dengan buku itu, semisal:
1. Kewajiban 1/5 lahan untuk komoditas pemerintah
2. Adanya bonus dari pemerintah kolonial ke bupati yang bisa ngasih surplus produksi
3. Penyimpangan kewajiban lahan Tanam Paksa hingga lebih dari 1/2 biar dapet bonus.
itu semua ada di dalam buku IPS ane dulu, tentunya dengan penyederhanaan agar nyaman dibaca oleh anak SD.

Gak layak juga kita asal menghujat buku sejarah jaman sekolah hanya karena tulisan di kaskus lebih sangar ketimbang di buku. Keep posting gan emoticon-Toast emoticon-Toast
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 10 dari 11
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia