Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
121
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b34a9a2e0522709258b4567/apa-alasan-logis-di-balik-mitos-kutukan-juara-bertahan
Mempertahankan gelar/prestasi/sesuatu lebih sulit ketimbang merebutnya. kata kutipan anonim yangkadang sering berseliweran di telinga kita. Itulah yang terjadi khususnya di sejarah Piala Dunia. Tadi malam baru saja tim Der Panzer, Jerman, harus menelan pil paling pahit dalam sejarah World Cup. Mereka tidak lolos babak grup Piala Dunia 2018 setelah
Lapor Hansip
28-06-2018 16:25

Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?

Past Hot Thread
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?

(Instagram/withneuerandco)


"Mempertahankan gelar/prestasi/sesuatu lebih sulit ketimbang merebutnya."kata kutipan anonim yang kadang sering berseliweran di telinga kita. Itulah yang terjadi khususnya di sejarah Piala Dunia.

Tadi malam baru saja tim Der Panzer, Jerman, harus menelan pil paling pahit dalam sejarah World Cup. Mereka tidak lolos babak grup Piala Dunia 2018 setelah dikalahkan Korea Selatan. Padahal Korea Selatan adalah negara yang sudah delapan kali gagal lolos babak grup dari sepuluh kali keikutsertaan di Piala Dunia. Meski Korea Selatan juga harus ikut pulang ke negaranya, sebagaimana Jerman yang harus mengepak barangnya untuk pulang, namun Korea Selatan pulang dengan rasa bangga setelah membobol gawang Juara Bertahan Piala Dunia, Jerman, sebanyak 2 gol di menit-menit terakhir. 

Siapa yang tidak ingin mengalahkan juara dunia? Terlebih menjadi penentu nasib Sang Juara Bertahan di bagian permulaan Piala Dunia. Itulah yang dirasakan Korea Selatan, atau bahkan Meksiko yang telah berhasil membobol gawang Jerman dan menoreh kemenangan atas Jerman.

Kekalahan Jerman seakan membenarkan mitos kutukan juara bertahan, dan turun temurun dari masa ke masa:

Prancis sebagai juara Piala Dunia '98, telah gugur di babak grup pada Piala Dunia berikutnya, tahun 2002.
Empat tahun setelah juara Piala Dunia 2006, Italia gagal melewati babak grup pada Piala Dunia 2010.
Spanyol, juara Piala Dunia 2010, gagal lolos babak grup pada Piala Dunia 2014.
Jerman, juara Piala Dunia 2014 sekaligus juara bertahan, tahun ini harus pulang dengan rasa malu karena gagal di babak grup karena tidak berhasil membobol gawang Korea Selatan.

Permainan Jerman di Grup F terbilang mengecewakan. Setelah gawangnya kebobolan 1 gol oleh Meksiko, posisi Jerman terancam. Di pertandingan kedua, Jerman pun terlihat kurang sangar, hingga Reus dan Kroos menyelamatkan Jerman dari kekalahan, dan berakhir menang atas Swedia 2-1. Dengan jumlah poin yang sama dengan Swedia, Jerman hanya butuh menang dari Korea Selatan yang saat itu berada di posisi terbawah Grup F.

Sayangnya, di pertandingan sebelah, Swedia melawan Meksiko, Swedia justru unggul dengan 3 gol, sedangkan Meksiko belum menorehkan gol satupun. Posisi Jerman makin terancam, dan satu-satunya cara agar lolos grup adalah menorehkan setidaknya satu gol saja dan tidak kebobolan, untuk menandingi posisi Meksiko dengan 4 kebobolan sejauh pertandingan babak grup. Namun, hingga akhir pertandingan, serangan Jerman terhadap gawang Korsel semuanya tumpul dan berhasil dihalau Kiper Korsel, Jo Hyeonwoo, yang menunjukkan performa terbaiknya. 

Setelah Korsel berhasil membobol gawang Neuer, menit-menit terakhir, Neuer nampaknya terlalu bersemangat sehingga menyerang terlalu jauh hingga ke daerah pertahanan Korsel. Seakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dimana Neuer jauh dari gawang, dan lini tengah Jerman begitu kosong, Son Heung-min menggiring bola hingga ke sisi gawang Jerman dan menendang gol terakhirnya di Piala Dunia 2018.

Blunder yang dilakukan Neuer, kurang ngototnya permainan Jerman, tumpulnya tendangan Jerman ke arah gawang Korsel, dan kecerdikan Son Heung-min memanfaatkan kesempatan, jadi faktor penentu Jerman pulang ke tanah airnya tanpa membawa kemenangan.





Apakah ada alasan logis di balik sebutan "kutukan" atau "mitos" juara bertahan ini?


Menjadi juara, ada banyak rasa sakit, pengorbanan, dan ketidaknyamanan di baliknya. Yang paling berarti bagi sang juara selain kemenangan, adalah proses di belakangnya. Proses menaiki tangga juara, di situlah seluruh fokus dan seluruh upaya maksimal ditorehkan. Namun, ketika gelar juara itu sudah di tangan, hal yang paling sulit berikutnya adalah konsistensi dan komitmen. 

Permainan Jerman di Piala Dunia tahun ini jauh berbeda 180 derajat ketimbang sebelumnya. Konsistensi berkurang, terlebih, setelah Jerman ditinggal pemain-pemain terbaiknya yang memutuskan pensiun; Miroslav Klose, Phillip Lahm, Per Mertesacker, dan Bastian Schweinsteiger. Pelatih Jerman, Joachim Löw, pun terlihat mengubah posisi pemain penting seperti Mesut Özil ke posisi 6 (tadinya 10), dan Thomas Müller ke posisi 10. Terlebih, Goetze sebagai pencetak gol pada final Piala Dunia 2014 lalu, tidak dipilih dimainkan kembali tahun ini, dengan berbagai alasan performa yang menurun pada pertandingan di liga dan klub.


Quote:
Manuel Neuer mengakui timnya kekurangan komitmen.

Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?

Manuel Neuer: "Kami kurang komitmen. Bahkan kalau kami lolos di babak berikutnya maupun babak setelahnya, kami tidak akan menang. Kami pantas tereliminasi. Kami tidak bermain meyakinkan dalam pertandingan apapun. Ini bukan Jerman yang kita kenal. Ini menyedihkan."



Meski Jerman secara statistik lebih dominan pada ball possession dan akurasi passing, tumpulnya tembakan yang mengarah ke gawang jadi faktor kekalahan Jerman kemarin. Ditambah performa terbaik kiper Korsel yang mencengangkan.


Dilansir dari CNN Indonesia, Neuer mengakui para pemain kurang ngotot dalam bermain di tiga pertandingan. 


Quote:
"Kami pantas untuk tersingkir, kami tak bermain meyakinkan pertandingan manapun. Ini bukan Jerman yang kami kenal. Ini menyedihkan," ujar Neuer seusai pertandingan. 


"Bahkan jika kami lolos pun, di babak selanjutnya, atau mungkin selanjutnya lagi, kami akan tersingkir," ujarnya. 



Performa yang menurun. Drastis. Mungkin menjadi alasan utama di balik "mitos kutukan juara bertahan". Faktor performa yang menurun bisa banyak, misalnya terlalu percaya diri dengan gelar sebelumnya, kurangnya motivasi karena merasa target sudah tercapai sebelumnya. Atau kurangnya motivasi untuk meraih target ke level yang lebih tinggi tidak terlalu kuat. Stamina pemain juga menjadi faktor turunnya performa, misalnya saja Neuer yang belum fit dan staminanya belum kembali seperti performanya di piala dunia sebelumnya, sebagai peraih Golden Glove, Piala Dunia 2014.


Adakah alasan lainnya di balik mitos kutukan juara bertahan? Percaya diri yang terlampau tinggi, bisa jadi faktor psikologis yang mempengaruhi. Banyaknya sorotan yang ditujukan kepada mereka para peraih gelar juara, membuat fokus mereka teralihkan dari target kemenangan berikutnya dan berujung minimnya strategi baru untuk menang.


Terakhir, semua negara ingin mengalahkan Sang Juara di kesempatan apapun. Akan ada imbalan rasa bangga yang tinggi ketika mampu mengalahkan Sang Juara. Dengan target mengalahkan sang juara yang begitu besar, tentunya fokus lebih tinggi, strategi lebih tajam, analisa permainan lawan (Sang Juara) digali lebih dalam. 


Upaya keras dan pantang menyerah terlihat dari permainan Meksiko, Korea Selatan, dan Swedia yang mengeluarkan seluruh daya dan upayanya sekeras mungkin untuk memenangkan pertandingan. Meski Korea Selatan tetap keluar dari babak grup di akhir cerita, namun Korea Selatan pulang dengan bahagia dan rasa bangga. Sedangkan Jerman pulang membawa rasa malu yang tak terelakkan. Wajah kekecewaan fans Jerman berbanding terbalik dengan wajah kebahagiaan fans Korsel, meski keduanya sama-sama pulang. 


Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?

Kekecewaan Fans Jerman di nobar terbuka langsung dari negaranya/County Times


Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?

Fans Korea Selatan merayakan kemenangan atas Jerman, meski tetap tidak lolos babak grup F/Vaaju


Gimana menurut Agan, apa alasan logis di balik mitos kutukan juara bertahan?




Quote:Original Posted By azmi737
Mungkin ada benarnya juga ada faktor psikologi yang membebani mereka ketika bertanding di Piala Dunia 2018 ini.

Yah semoga di Piala Dunia 2022 Timnas Jerman dapat menemukan kembali karakter permainannya emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By tLuN
IMHO, ada kemungkinan lain, gan...

Pas juara, pemain2 mereka sedang di puncak2nya golden age... dan sesuatu yg normal, setelah 4 tahun kemudian performa mereka menurun karena usia atau jg ada yg udah pensiun dan belum tergantikan pemain2 baru...

Jarang ada negara (atau mungkin jg club) yg bisa cepat regenerasi atau "melahirkan" super player baru atau membangun super team baru...

Contoh anomali yg amat jarang menurut ane cuma Brazil yg rajin melahirkan super player... Secara kultur mereka jadi pemain bola adalah cara paling murah buat mengentaskan diri dari kemiskinan...


Quote:Original Posted By Vreiza
Menurut ane, Jerman sekarang banyak diisi permain kurang pengalaman, yang bikin greget adalah, tidak dibawanya Leroy Sane, padahal di City performanya sedang Meroket,
Banyak pemain muda mental masih minim ditambah dengan beban berat, membawa nama besar Jerman dan Juara Bertahan, pastilah bikin Drop..


Quote:Original Posted By dark_mousy
beban mental sih yang berasa... mempertahankan itu lebih sulit daripada merebut gan...


Quote:Original Posted By zul7
Jerman emang keliatan downgrade abis semenjak ditinggal pemain seniornya macem Klose, Schweini , Lahm keliatan dari sebelum pildun dimulai golnya aja udah seret emoticon-cystg
Diubah oleh paanjoel
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 7
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:41
maen gitu2 doang, gampang kebaca

nyesel kan gak bawa "inSane" ??

😂
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:42
apa cuma brazil aje yang gak mampan setelah juara 2002, 2006 pun masih lolos ke perempat final emoticon-Big Grin
yang lain? sepertinya cuma kambing hitam yang bersembunyi dibalik mitos emoticon-Big Grin
kalah yaaa kalah aja,, jentelmen seperti pelatih jerman, mengtakan memeang mereka tidk layak lolos ke 16 besar, habis perkara..
media terkadang suka mendramatisir emoticon-Big Grin
apalagi suporter fanatiknya bin gobloq emoticon-Angkat Beer
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:42
Di analisa bagaimanapun juga... Tetap aja kutukan yg plg logis emoticon-Hansip

Karena kutukan nya udh bnyk yg kena... Kl mslh psikologis, dll... Mungkin 1 ato 2 negara bertahan lah yg bernasib sama. Masa setiap manusia di dunia sama semua psikologis nya...
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:43
Quote:Original Posted By yudisuhendar543
Kurangnya ada perombakan dari segi pemain..
Jadi gaya bermainya, udh pasti bisa kebaca oleh lawan....


ane sepakat ama agan ini emoticon-Shakehand2
Gaya permainan nya udah kebaca emoticon-Hammer2
Dri pertama lawan mexico maen nya tetep gitu2 aja, gaya maen nya mirip pas jadi juara d 2014 emoticon-Traveller
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:43
Tragis jerman ..bikin rekor lagi

Juara bertahan di fase grup gagal dan peringkat Juru kunci...lebok tah sia jerman..lebog
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:45
Karena korea mainnya tanpa beban

Like benar2 tanpa beban

Krena toh menang kalah mereka tetap

Pulang emoticon-Leh Uga

Sdangkan jerman mereka mainnya pasti under pressure
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:47
JUDI BOLA
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:49
Gotze gak dipanggil dengan alasan performanya di klub menurun, tapi disisi lain masih pakai neuer sebagai kiper utama. Disitu kadang saya merasa bingung emoticon-linux2
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:49
Dari permainan sih kelihatan ya agan" semua.
Ane fans Jerman tapi ya begitulah setelah melihat permainan mereka sepertinya susah tuk mencetak gol dan didukung dengan kesalahan" kecil yg fatal.
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:52
Quote:Original Posted By kodok.kungkong
Satu-satunya alasan logis dari semua kutukan di dunia olahraga, adalah "nilai berita". Sekalipun bukan tentang juara bertahan, toh tetap saja media akan melahirkan kutukan-kutukan baru.

Kutukan si nyonya menir lah, kutukan ngixing day lah, kutukan angka keramas lah, dan bla ... bla ... bla ... emoticon-Cape d... (S)


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak ...
Apalagi media obor
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:53
Quote:Original Posted By superorb
sebetulnya cuman MITOS

lah loe gak lihat BRASIL bisa berhasil di Piala DUNIA 2006 walau pun jadi juara di PIALA DUNIA 2002


betulll cuma Brazil Juara Bertahan yang bisa melewati penyisihan grup ( sejak mitos tahun 1998 sampai sekarang )

mungkin karena DNA juara / mental juara Brazil udah tertanam terus sejak awal

emoticon-Shakehand2

emoticon-Shakehand2
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:53
udah merasa puas kali masi anget juaranya
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 11:55
IMHO, semua itu cenderung ke arah psikologis pemain. Adanya stigma bahwa juara PD akan hancur lebur di PD selanjutnya lah yg membuat para pemain jerman kurang percaya diri + grogi. Seolah mereka berada dalam tekanan yg hebat. Ditambah lagi hal2 yg TS babarin..
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:02
Mereka tidak sadar kalau tim nya dalam masalah sebelum brgkt ke Rusia
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:05
Kebetulan aja itu gan, buktinya brazil gpp tuh, mungkin permainan mereka lg jelek aja
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:08
ane suka analisa ente

bintang 5
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:09
sedih gan gak lolos
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:10
Kalo menyangkut kutukan di dunia sepakbola, yang paling terkenal ya kutukan Bela Guttman emoticon-Cool
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:10
Ane mah percaya aja mitos itu daripada pusing ngulik alasan logis yg mungkin benar mungkin tidak,,
Kalo mitos kan udah pasti ga benar,,
emoticon-Hammer2
0 0
0
Apa Alasan Logis di Balik Mitos Kutukan Juara Bertahan?
29-06-2018 12:11
saya rasa faktor yg peling mempengaruji jerman di pildun ini adalah

faktor banyaknya pemain yg minim pengalaman di panggung sebesar piala dunia...

dan faktor banyaknya pemain inti yg pensiun..

kesimpulannya.. jermn lagi masuk masa transisi.

emoticon-Cool
0 0
0
Halaman 2 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia