alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b2cbe06d675d4b73c8b4572/berbeda-agama
Lapor Hansip
22-06-2018 16:14
Berbeda Agama
Past Hot Thread
~Berbeda Agama~



Saya cuma seorang anak penjual pastel yang mencoba mencari peruntungan untuk mengubah nasib dimulai dengan kuliah di Universitas Gedhe Mbayare, salah satu kampus tertua di yogyakarta bahkan di indonesia. Langkah yang cukup berani menurut saya, karena bagi seorang anak penjual pastel yang penghasilannya hanya cukup untuk sehari-hari, tidak sedikit yang mencibir bahkan memandang rendah bahwa saya dan keluarga tidak akan mampu menyelesaikan kuliah saya.

Udah segitu aja, karena saya bingung mau bikin prolog apa, ga pernah bikin prolog, ngikutin thread lain bagus-bagus prolognya, tapi saya ga bisa ternyata emoticon-Ngakak (S)



Daftar Karakter :


Berbeda Agama
Arjuna
Karakter saya, ya bisa dilihat potongan saya seperti gambar diatas, tinggi, tegap, kepala cepak. ya walaupun gak mirip-mirip banget sama pak miller, tapi karena banyak orang yang bilang saya mirip pak miller ini, maka saya pasang saja foto pak miller sebagai representasi diri saya. emoticon-Ngakak (S)

Ibu&Ayah
Ibu saya bernamaSri Hartuti, ayah saya bernama lengkap Hendrikus Leon. ibu ras jawa, ayah ras indonesia timur. mereka berbeda agama, walaupun pas nikah ayah pindah menjadi muslim, tak beberapa lama setelah menikah ayah kembali ke keyakinan asalnya. Ayah saya dulunya pengusaha kontraktor di bidang maintenance elektrikal, namun saat ini nganggur. ibu saya penjual pastel yang dititipkan di setiap warung sarapan pagi disekitar rumah.

Adik-Adik
Saya punya dua adik, satu bernama Desi, perempuan usianya lebih muda dari saya yang lebih mirip ayah saya warna kulitnya sehingga sering dipanggil Rihanna, dan satu lagi Henry sepuluh tahun lebih muda dari saya, walau secara kasat lebih mirip ayah, namun warna kulitnya mengambil warna kulit ibu.


Berbeda Agama
Annisa
Perempuan idaman saya, berjilbab walaupun menurut sebagian manhaj tidak syar'i jilbabnya. wajahnya teduh, adem. siapapun yang memandangnya pasti akan jatuh cinta dengan wajah sendu-sendunya. pipinya bisa sangat merah jika tertawa dan malu. emoticon-Malu (S)

Ibu dan Ayah Annisa
Ayahnya bernama santoso, seorang pengacara yang cukup terkenal di jakarta. ibunya, kita panggil saja ibu. ayahnya merupakan teman baik ayah saya dan ibunya merupakan teman satu kampung masa kecil ibu saya.


Berbeda Agama
Dhanin
Walaupun wajahnya agak oriental, namun dhanin bukan lah ras china atau keturunan. dia lahir bandung, besar dijakarta. ayahnya seorang kristen yang taat dan seorang pengusaha besar yang bergerak dibidang properti dan perkebunan sawit. ibunya meninggal karena kecelakaan tragis di satu ruas jalan tol saat mengendarai mobil saat dhanin masih kecil.

Ayah Dhanin
Telah dijelaskan sebelumnya. oh iya tambahan, walaupun pengusaha yang bergerak dibidang properti, sebenarnya beliau adalah sarjana kedokteran hewan. keahlian bisnisnya didapat dari orang tuanya yaitu kakek dhanin yang berasal dari sumatra barat yang mempunyai bisnis kelapa sawit dan neneknya aseli bandung pengusaha properti yang masih merupakan keturunan raden patah.


Berbeda Agama
Felisiana
Seorang wanita aseli solo. wajahnya khas wajah aseli cantiknya seorang wanita jawa. siapapun yang didekatnya pasti jatuh cinta dibuatnya. ayah dan ibunya adalah seniman internasional dibidang seni lukis dan fashion designer. entah mengapa dia berkuliah dijurusan teknik tidak mengikuti kedua orang tuanya.


Berbeda Agama
Fauziyyah
Perempuan cantik berjilbab syar'i, walaupun kelakuannya agak sedikit maskulin. perbedaan keyakinan tidak menghalanginya menjadi "Teman baik" felisiana.

Yusuf
Teman felisiana dari SMA dulu, agak kemayu walaupun laki-laki. namun cukup bersih dan rapih dalam segala hal terutama perawatan wajah.


Berbeda Agama
Annchi / Angchi
Seorang wanita chinese yang energik. salah satu anggota resimen mahasiswa kampus. kakeknya seorang pedagang terkenal dikawasan malioboro dan saya bekerja paruh waktu disana. oh iya dia menyukai salah satu teman kos saya.

Berbeda Agama
Valerie
Agamis, professional, Pekerja Keras dan cantik, kombinasi sempurna dari seorang wanita idaman untuk pria yang mencari seorang istri, minus, menurut saya ya, walaupun sebenarnya bukan poin minus, pandangan islam dan politiknya bisa dibilang garis keras (PKS)

Band Saya
Berbeda Agama
Ini adalah band saya yang beranggotakan enam orang,
Intan: Vokalis, badannya tinggi putih, rambutnya agak ikal dibawah dan panjang terurai, suaranya kayak mulan jameela.
Galih : Gitaris yang skillnya setingkat paul gilbert. mantap lah pokoknya ni orang.
Adi: Tambun, gemuk berkacamata, gak ganteng, tapi dialah otak dibalik semua lagu band kami.
Tanco/Ardi: salah satu personil paling tampan, putih ganteng, cuma sayang agak telmi.
Arrie: Drummer bermuka arab, walau aselinya dari sumatra utara medan.


Berbeda Agama
Temen-temen Kos
Putra : Jawa timur, kalo ngomong kaya ngajak berantem bagi yang baru kenal, tapi sebetulnya baik.
Viki : Bocah gamers dari tangerang. pinter boy.
Mas Peri : Jenius. namanya memang benar2 hanya PERI, di KTPnya juga begitu, chinese.

Didit
Ternyata saudaranya fauziah, ga ada yang spesial

Berbeda Agama
Myrna
Saudara kembarnya indra, campuran sunda banjarmasin, wajahnya ayu dan sangat putih, putihnya putih bening ya, bukan kaleng-kaleng apalagi pake pemutih yang bikin muka kaya zombi, macem orang-orang kota lah, dia nih cantiknya 100% natural.

Indra
Saudara kembarnya myrna, wajahnya mirip, ini laki-laki tapi cantik kalo saya mau bilangg, bersih, pinter, kutu buku, tapi doyan mabok, aduh susah dah dibilanginnya

Berbeda Agama
Ciput
Si gingsul yang keibuan, pengertian dan penengah konflik yang handal

Nanti saya update lagi kalau ada tokoh-tokoh baru yang masuk dalam cerita, hehehe.. sementara itu dulu. mohon maaf jika ada kesalahan link pada index yang saya buat, karena baru dalam perapihan. biar enak dibaca awal-awalnya seperti thread2 yang lain hehehe... emoticon-Malu (S)

Quote:
Index:
1. Dana untuk Kuliah
2. Pamitan
3. Menanti Jogjakarta
4. Jogja Salah Paham
5. Demam
6. The Dark K(night)iss
7. Angin
8. Bid'ah itu sesat
9. Cinta itu Buta
10. Kaget
11. Dont Bother Us!
12. Senjata Pemusnah Masal
13. Penghapus Rezeki
14. Bertahan Lebih Lama
15.Sandiwara
16. Bunga Tidur
17. The Ministry lost Of Soul
18. Mundur Sedikit
19. Civil War
20. Blood
21. Janji
22. Mundur Sedikit Part 2
23. Panic Attack
24. Salah Sangka
25. Escape
26. Valerie
27. Lucu
28. Menangislah Bila Harus
29. Tanggung
30. Dia Nongol Lagi
31. Jama'ah Tabligh
32. Ada Apa Ini?
33. Tempat Sampah
34. Dingin
35. Beyond This Life
36. Pannic Attack!
37. Niat Jahat
38. Ancaman
39. Berita Mengejutkan
40. Berita Mengejutkan Part II
41. Blood Part II
42. Bingung
43. Tabir Terungkap
44. Mapple
45. Kecelakaan
46. Gone
47. Scene From A Memory
48. Beyond The World
49. Kasih Sayang
50. Follow Your Heart
51. Fallen One
52. Mantra
53. Bukan Dia
54. Flower In The Desert
55. KKN
56. Fauziyyah
57. Hunter
58. Serius Nih?
59.Antara Benci dan Cinta
60.Matahari
61.Mega Korupsi
62.Apa?
63.Padat
64.Awal Yang Indah
65.The Best of Times
66. REHAN
67. Sialan!!
68. Back on The Ground
69. Gelap
70. M & R
71. Terminasi
72.Terlihat
73.Ternyata Salah Lihat
74.Sherly
75.Beberapa Bulan Sebelumnya
76.Enam







Diubah oleh natgeas2
8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 35
22-06-2018 16:22
Wah yg pertama pipinya lucuuu jd gemess
-1
22-06-2018 16:23
cerbung lagi nih... belum masuk inti cerita...
gelar tiker dulu ah... emoticon-baby
-1
22-06-2018 16:54
nyender dipojokan
-1
22-06-2018 19:53
Ikut nimbrung di page one juga ahh
Add to bookmark
-1
22-06-2018 20:21
Gelar tenda yak
Diubah oleh anonym1992
-1
23-06-2018 02:16
nggelar kloso sek boss ku
-1
23-06-2018 05:01
Menunggu kelanjutan nya yak..
Nampaknya keren ceritanya..
profile-picture
lubara memberi reputasi
0
23-06-2018 05:09
numpang pejwan dulu dah emoticon-Cool
Kayaknya banyak menguras emosi ini ntar emoticon-Hammer2
Lanjutkan
Yg berhijab emoticon-Kiss
0
23-06-2018 06:32
ninggalin sempak basah dulu ganemoticon-Ngakak
-1
23-06-2018 06:48
Gan,Gan, tolong ampe tamat ceritanya yah sumpeh bagus ini tentang beda agama kentang jangan kelamaan bre😁😁😁

Hampir mirip seperti temen ane yang di yogya😂😂😂

Ninggalin sendal dulu
Diubah oleh kkaze22
-1
23-06-2018 07:15
Quote:Original Posted By kkaze22
Gan,Gan, tolong ampe tamat ceritanya yah sumpeh bagus ini tentang beda agama kentang jangan kelamaan bre😁😁😁

Hampir mirip seperti temen ane yang di yogya😂😂😂

Ninggalin sendal dulu


Cerita nya bagus apa gara2 foto nya cewe2 cantik ?


Izin mantau dari seberang lautan
Diubah oleh lmg101
-1
23-06-2018 07:23
Quote:Original Posted By lmg101
Cerita nya bagus apa gara2 foto nya cewe2 cantik ?


Izin mantau dsri seberang lautan


kalo mantengin cewek cantik di IG ato depan muka banyak bang 😂😂😂

Kalo soal cerita sepertinya mirip temenku dia juga di rendahin sama sodara ahirnya dia bisa lebih sukses Dari yang lain. Dan tidak lupa soal cinta sepertinya menarik yang 1 cewek berharap tidak mau di angap adikkakakzone dan cewek 1nya lagi punya perasaan tapi ambekan jadi pacar aja belom duh gusti dsar cewek bang. 😂😂😂
-1
25-06-2018 11:45
Jogja itu indah, nyaman, tentrem dan ngangenin. Tiga tahun setengah di jogja, bukan waktu yang sebentar. Menimba ilmu, bahkan lebih dari sekedar itu, belajar tentang kehidupan. Dimana? Dikampus biru, kampus rakyat, yang oleh sebagian temanku diplesetkan akronimnya menjadi Universitas Ghede Mbayare, dan errr… memang sepertinya benar.

Kala itu saya ga begitu yakin, setelah lolos seleksi penerimaan mahasiswa, ada dalam hati terus bertanya-tanya, bisa tidak ya?, saya hidup sendiri di kota asing, apa-apa sendiri, jauh dari orang-orang yang saya sayangi, yang setiap pagi saya kecup pipi dan telapak tangannya. Sepertinya saya terlalu berani.

Teman-teman seangkatan saya? Karena memang STM disiapkan untuk kerja, mereka sebagian diterima di pabrikan motor yang terkenal dengan gaji besar dan kesejahteraannya. Sebagian malah diterima di pabrikan mobil yang kalau kita lempar batu dari atas gedung ke jalan raya, pasti akan mengenai salah satu dari dua merk mobil yang di produksi oleh pabrikan tersebut. Gaji besar, tunjangan, membahagiakan orang tua adalah sebuah keniscayaan.

Tapi saya tidak, entah mengapa tidak berminat, satu sisi saya takut bekerja mungkin, padahal andai saya ikut seleksi pasti saya akan lolos. Saat itu saya berfikir terlalu naif, saya hanya tinggal disebuah kontrakan tiga sekat diisi lima kepala. Ibu saya hanya seorang pedagang kue – kue pasar. Ayah saya suka menyambi jadi teknisi AC sambil selalu bercerita mengenang masa-masa kejayaan keluarga kami dimana kami pergi selalu dipandang dengan segala fasilitas yang kami miliki dengan “service AC”nya. Namun roda kehidupan saat ini menempatkan saya dan keluarga di titik nadir yang bergesekan dengan panasnya aspal.

Adalah ayah saya, Dante Leon, mungkin bukan ayah yang sempurna, namun ia selalu berusaha agar membuat keluarga ini selalu tersenyum dan bahagia. Kala itu ada uang bayar pertama yang harus dibayar untuk awal pertama kuliah, besarannya sekitar lima juta rupiah, uang yang sangat banyak saat itu.

“papah, ayo kita kerumah lik roni, barangkali lik roni bisa membantu” ujarku, namun ayahku hanya diam tak bergeming entah apa yang dipikirkannya. Padahal, lik roni itu adalah adik dari ibuku yang boleh dibilang paling sukses. Istrinya seorang PNS dan ia sendiri memiliki perusahaan Kontraktor proyek. Hanya lima juta? Kecil pasti dikasihnya, pikirku

“kling” bunyi suara sms dari ponsel beralayar biru monokrom

kalau kamu butuh uang untuk kuliah, ade siap membantu, kamu kerumah saja, ayah adek pasti akan dengan senang hati membantu, apalagi kakak itu pintar”

Namanya Dhanin, dia sudah saya anggap adik perempuan saya sama seperti Dewi, mungkin karena tidak mempunyai sosok seorang kakak, dia sangat lengket dengan saya, apapun masalah yang dia hadapi dia lebih memilih bercerita dengan saya.

“sms dari siapa juna? Tanya ayah saya melihat hapenya di baca oleh saya
“dari dhanin pah”
“kamu jangan pacaran dulu, kalau memang mau kuliah” ujar ayahku mengingatkan

Entah mengapa, keluarga saya menganggap saya ada hubungan dengan Dhanin, mengingat usianya hanya terpaut dua tahun dan saya hampir selalu menghabiskan sabtu-minggu dengannya. Namun, saya sudah berkali-kali menjelaskan, tidak lebih dari sekedar adik dan kakak.

“iya pah, Juna ga pacaran sama dhanin kok”

Jam 10, kami tiba dikawasan cengkareng Jakarta barat setelah menempuh perjalanan lumayan melelahkan. Tujuannya hanya satu, meminta bantuan adik ibu saya untuk biaya awal kuliah, dengan harapan setelah kuliah ada beasiswa berprestasi disemester berikutnya akan digratiskan biaya kuliah dan dikembalikan biaya kuliah sebelumnya.

Namun saudara hanya sebatas hubungan, dan “uang tidak ada saudaranya”, perkataan menyakitkan yang membuat nafas ayah saya tersengal-sengal dilontarkan oleh istri dari lik roni, pikirku, kalau memang tidak mau membantu, tidak usah memaki, memang kami meminta, namun tidak untuk dimaki, andai mereka memberi, dimakipun saya siap, tapi sudah tidak memberi, memaki pula.. lucu kan eh?

Pulang dengan tangan hampa dan perasaan sakit hati yang mendalam, hati rasanya hancur. Setelahnya ayah saya langsung demam, mungkin karena memikirkan bagaimana caranya untuk membayar uang kuliah saya. Dalam keheningan malam, air mata saya berlinang, apakah saya harus bekerja dan tidak usah kuliah? Tetes-tetes air mengalir desar tumpah di sajadah, rasanya saya tidak ingin bangkit dari sujud saat itu hingga Allah mengabulkan doa saya.

Ayah saya terbangun,

“nak, kamu ga perlu bersedih, walaupun sesembahan papah dan kamu berbeda, namun papah yakin salah satu dari sesembahan kita pasti akan mengabulkan, kamu berdoa pada Allahmu, ayah berdoa pada Tuhan Yesus, semoga pasti dikabulkan”

Besar di keluarga beda agama membuat saya sangat menjunjung tinggi toleransi, tanpa melewati batas tentunya. Oh bahkan saya ikut meramaikan persembahan di gereja ayah saya sebagai pemain piano. Entahlah itu namanya kebablasan atau bukan.

Sekitar jam delapan pagi, seseorang memanggil-manggil dari depan pintu “permisi. Salamlikum”

“eh kak dhanin, masuk deh” ujar adikku yang paling kecil, membukakan pintu mempersilahkan masuk seorang perempuan menggunakan baju putih abu-abu dengan rambut sebahu dan mata sipitnya, “kak Junanya ada henry? Tanyanya

“kakak lagi anter pastel sama ibu ke warung depan, kak dhanin tunggu aja disini” dhanin langsung ndelesor duduk lantai ruang depan yang jika malam hari menjadi ruang tidur dan siangnya menjadi ruang makan.

Tak beberapa lama ketika saya tiba, ia langsung bangun dan memeluk saya, “kakak…” saya langsung berusaha melepaskannya, namun ia tetap menggenggam tangan saya, “kakak terima uang ini ya, untuk biaya kuliah kakak”
Berbeda Agama
“kakak lagi coba cari dulu dek, ade simpan aja dulu uangnya, kakak ga mau terus-terusan merepotkan adek, cukuplah biaya sekolah kakak satu tahun terakhir dibiayai keluarga adek, kakak ga mau hutang budi terlalu besar”

“jadi kakak menganggap apa yang diberi keluarga adek adalah hutang budi?" Tanyanya dengan nada agak kesal sambil mengerutkan pipi
“eh ada dhanin, ayo masuk,” sapa ibuku yang baru saja datang
“diluar aja mah gpp” jawabnya
“henry kok kamu belum jalan sekolah, udah jam delapan ini!” ujar ibuku yang langsun menjewer telinga adikku menyeretnya ke kamar mandi.
“kak, tolong terima uang ini, aku mohon kak” mukanya memelas
“adek udah sarapan? Kalau belum ayo makan nasi uduk dulu”,”mah Juna sama dhanin mau sarapan nasi uduk diwarung bu fitri dulu ya” teriakku agak kencang karena ibuku dikamar mandi.

*****

“oke, kakak terima uangnya,” ujarku sambil menggeser tempat duduk panjang dan mempersilahkan dhanin duduk, “tapi kakak ini hutang dan akan kakak ganti dan kamu gaboleh menolak”

“iya kak,”

Nasi uduk-pun datang, kami bersantap dengan terlur semur dan orek yang mmm sangat nikmat, sambalnya pun sangat terasa pedasnya dan aku buru-buru mengambil minum.

“kak, sebelum kakak berangkat ke jogja, ada yang mau adik omongin”
“apa itu dek,” ujarku sambil mengenggak air putih hangat karena kepedesan
“aku mau, kakak menganggap aku lebih dari sekedar adik, kakak pasti sadar perasaan adek selama ini kan” tanyanya tanpa menoleh kepadaku

Seketika saya menyemburkan air yang ssedang aku minum, sebagian air bercampur sambal masuk hidung beserta, lumayan pedas sampai mataku memerah hahaha uhuk.. uhuk…. Dan akhirnya terjadi juga, inilah yang saya takutkan, dhanin menganggapku lebih dari sekedar kakak. Dan saya sudah menerima uang pemberiannya, apa nantinya saya akan menjadi orang yang tidak tahu terima kasih?

Dhanin memberikan tisu dan saya pun langsung menyeka mata yang tampak mengembeng, “maaf kak,” ucapnya

“tapi dek,” ucapku sambil menangis karena tersedak loh ya dan dhanin pun kembali mengambilkan tisu sambil menyeka kedua mata dan pipiku yang mulai berair

“ya adek tau, kakak udah punya kak nisa, adek ga akan bisa menggantikan kak nisa kan?

“wuih makan berdua ga ngajak-ngajak,” ucap seorang wanita berjilbab merah jambu dengan tinggi sekitar 169 cm dan baju gamis krem dan wajah yang sangat manis.

Berbeda Agama


“eh kak nisa,”
“eh nis”
“sudah lanjutkan saja makannya, saya cm beli nasi uduk sebentar buat ibu saya”

Aduh-duh, posisi yang ga pas, Annisa dan saya memang tidak pernah menyatakan berkomitmen, namun kami sadar, kami berdua mempunyai rasa yang sama, dan berkali-kali juga ia marah dan mendiamkan saya ketika saya terlalu dekat dengan dhanin. Namun, tetap tidak ada keberanian dari kita berdua untuk saling mengungkapkan dan membuat komitmen.

“nis tunggu sebentar” ucapku sambil meraih tangannya, namun secepat ia melepaskan tangannya menghalau tangan saya, dan beranjak pergi.
“nahlo, bu pitri kaga ikut2 yak…” ucap bu pitri, pemilik warung nasi uduk sambil mesem-mesem
Diubah oleh natgeas2
3
25-06-2018 13:23
Pamitan


Quote:Original Posted By magojambo
Wah yg pertama pipinya lucuuu jd gemess


Quote:Original Posted By 4ltha
cerbung lagi nih... belum masuk inti cerita...
gelar tiker dulu ah... emoticon-baby


Quote:Original Posted By dodzaguila
nyender dipojokan


Quote:Original Posted By ym15
Ikut nimbrung di page one juga ahh
Add to bookmark


Quote:Original Posted By anonym1992
Gelar tenda yak


Quote:Original Posted By liu.neo
nggelar kloso sek boss ku


Quote:Original Posted By sontaman
ninggalin sempak basah dulu ganemoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By kkaze22
Gan,Gan, tolong ampe tamat ceritanya yah sumpeh bagus ini tentang beda agama kentang jangan kelamaan bre😁😁

Hampir mirip seperti temen ane yang di yogya😂😂😂

Ninggalin sendal dulu


"buset dah ini pada ngapain yak, segala nitip sendal, buka tenda, ninggalin sempak basah pula, bubar sono pada pulang, beli nasi uduk juga kaga, pada ngedon bae dimari" ujar bu fitri marah-marah kepada beberapa orang yang muncul tiba-tiba dan ga beli apa-apa.😁

***

"lu yakin mau ninggalin band?"

"enggak lah lih, gw cm kuliah tiga tahun, lagian ini di jogja, gw masih bisa tetep mondar-mandir jakarta-jogja"

"ya tapi pasti ga bakalan fokus lah, latihan jg pasti jarang, gimana mau kompak?”

“lagian gue Cuma keyboard, skill ga jago-jago amat, Cuma pelengkap doing”

“terserah lu deh, band ini lg onfire bgt, dan kita baru aja rekrut intan,”

“ya kalo emang gue jadi penghalang dan kalian mau maju tanpa gue, silahkan aja”

“ga gitu juga juna”

Dan percakapan pun terhenti, enam orang yang biasanya tertawa lepas bersama-sama kompak berdiam diri. Saya jadi merasa tak enak hati, memang benar band ini sedang on fire, bukannya saya tidak berfikir saya bisa hidup dari bermusik, tapi pertimbangannya kebih jauh dari itu, saya akan menjadi tulang punggung keluarga dan masih ada lapisan keraguan yang belum bisa tembus untuk bisa mempercayai “musik adalah pekerjaan yang menjanjikan”

“kami ga akan mengeluarkan kamu dari band, asal kamu masih mau komitmen, band ini juga kamu yang bentuk kan” ucap intan seraya memegang tangan saya, disitu saya merasakan perasaan yang sangat kacau balau, benarkah “kesenangan ini” akan saya tinggalkan? Lebay ya… eh?

“udah gini aja, kalian jalan tanpa gue, tapi gue usahain per tiga bulan gue pulang, tetep kirim materi-materi lagu, biar gue bisa ngulik, masalah honor kalau dapet job, gue dibayar pas gue ikut aja”

“ya iyalah, masa elu kaga ikut manggung dapet bagian hahahaha”

“dapet lah, ni band kan namanya gue yang ide in, ada royalty disitu nul, hahahahaha”

“yaudah sukses lah jun, ini kita ngobrol kaya kita udah jadi band terkenal aja, hahahaha”

“kita kan udah kaya Noah coh, kalau noah udah konser 5 negara 2 benua, kita udah 5 kelurahan dua kecamatan,”

“kalau begitu ayo kita bikin video tan,”

“gila lu coh”

Semua kompak tertawa, saya merasa sangat bersalah, ada sedikit keyakinan lagi bahwa band ini, 18+ akan menjadi band yang hebat setara D’Masiv lah minimal, kalau Dewa 19 kejauhan, lagian saya masih sayang rambut saya.
Terima kasih atas dukungannya, Galih (Lead Gitar), Hasnul (Drummer), Tancoh (Bass), Adi (Rhytem), Intan (Vokal), kita akan sukses bersama-sama, bersenang-senang bersama-sama, ngeband sampai tua macem Rush, KISS dan dream Theater. hehehehe

***

“barang yang mau dibawa segini aja, ada yang kurang ga juna?” tanya ibu saya sambil merapihkan beberapa pakaian ke dalam tas koper berwarna biru tua bertuliskan “Second Travel”

“udah itu aja mah,”

“mamah ga bisa antar kamu ke jogja ya, uangnya kurang, mending buat bayar kos kamu,”

“iya mah, gapapa, lagian masih ada 11 orang lainnya, temen satu sekolah yang keterima juga, bisa bareng-bareng kesitu, katanya ada salah seorang punya saudara disana yang bisa sediain kos” ujarku sambil melangkah keluar rumah

“mau kemana kamu nang,” tanya ibuku

“kerumah nisa sebentar mah”

Saya harus bicara apa ya, saya gak ada keberanian untuk membuat komitmen sama anisa, selain takut ditolak, saya juga ga begitu yakin dengan “kesamaan perasaan” kita, jangan-jangan saya aja yang baper, hehehe. Tapi, saya juga ga rela kalau anisa “diambil” orang lain.

“Dor”
Saya tersentak dalam lamunan oleh tepukan tangan yang sangat keras ke bahu saya,

“kakak mau kemana? Jalan kok sambil ngelamun”

“eh adek, kamu ngagetin aja nih, kakak mau kerumah kak nisa”

“aku ikut ya, tadi aku mau kerumah kakak, eh ketemu disini”

“eh.. iya ayo” ucap saya ragu-ragu

Duh, ngapain sih nih bocah, bisa nongol tiba-tiba, mau dilarang supaya jangan ikut kaga enak, saya masih ngerasa utang budi, diajak juga duh ganggu banget, gimana ya, bingung saya, ada saran ga?

“aku ga boleh ikut ya?” tanyanya memelas menampakan mata kucingnya.

“boleh adeekk,” jawabku yang langsung disambut oleh senyum kecilnya dan genggaman tangannya yang kuat.


“Salamualaikum”

“Eh arjuna, ayo masuk, buka aja pagernya ga dikunci,”

“iya tante,”

“kak, aku boleh ikut masuk ga?” tanya dhanin agak sedikit berbisik

“ikut aja, kakak cm mau pamitan,”

“ganggu ga?”

“ganggu sih” batinku, “engga kok,”

“nis, ada juna tuh,” teriak ibunya nisa yang sedang menyirami tanaman ditamannya.

Saya dengar ada seseorang yang berlari dari dalam rumah, dari tapak kakinya sepertinya dia menunggu kedatangan saya, ciee baper hahaha,
“eh juna sama… dhanin” ucap annisa terengah-engah yang sepertinya wajahnya berubah dari antusias menjadi kecut, “Silahkan duduk,”

“terimakasih, nis, boleh bicara sebentar”

“kak, aku tunggu didepan aja ya,”

“mau kemana nin,”

“aku tunggu didepan aja kak nisa,”

Saya bener-bener ga bisa baca apa yang dipikirkan oleh dhanin, bener-bener ga bisa baca, apa maksudnya apa tujuannya, kenapa ga dari tadi sih, errrrr… kenapa ga dari tadi aja sih dhaninnn!!!

“ada apa juna?” tanyanya dengan wajah yang sudah terlihat agak malas

“enggak, aku Cuma mau pamit,”

“oh, iya hati-hati, sukses ya,”

Udah gitu doing? Tanggapennya? Ga keliatan ada airmuka sedih gitu, air mata gitu misalnya di pipi, datar banget, jangan-jangan Cuma perasaan gue aja dari dulu yang baper, berasa nisa suka sama gue, nyatanya kaga kayanya. Sial-sial-sial, ga jadi lah gue ngungkapin perasaan gue,ah elah

“makasih ya nis,” ucap saya seraya beranjak dari kursi tempat saya duduk,

“kamu Cuma mau ngomong itu aja?” tanya nisa dengan nada agak penasaran

“eh… “ ini dia ni, mungkin ini saatnya, jreng-jreng, kayanya dia mengharapkan sesuatu, mungkin dia berharap saya nembak dia atau apalah perasaan gitu, namun saya sudah merasa saya memang ga kuat buat ngungkapinnya, jadi saya sudah persiapkan senjata saya dari awal, ya sebuah syair, yang memang saya kuat walau sempat gemetar untuk menulisnya, sebuah syair yang telah saya tulis di secarik kertas yang saya lipat menjadi origami berbentuk angsa.

Mengalir begitu saja, saya memberikan angsa itu ke dia, dia menerima dengan wajah agak keheranan, namun sambil tersenyum kecil.

“aku pamit ya nis,”

“hati-hati ya juna” kali ini raut wajahnya berubah, agak sedikit berubah, kata-kata “hati-hati ya”nya terasa menancap kedalam hati, nyess gitu, beda dengan yang sebelumnya.

Aku melangkahkan kaki pergi sambil bersalaman juga dengan ibunya, dan ibunya pun memberikan beberapa wejangan kepadaku untuk bekal nanti kehidupanku di jogja, sesekali aku menoleh ke annisa dan dia masih menatapku dengan senyuman manisnya. nisa...

Berbeda Agama

Ku Ingin Engkau Mengerti

Dalam hatiku berdetak
Serasa dirikan meledak
Ku ingin katakan padamu
Yang dari dulu tlah kupendam

Mimpiku tentang dirimu
Temaniku ditiap malamku
Wajahmu yang selalu terbayang
Pancarkan indah pesona Bintang

Ku ingin engkau mengerti
Apa yang kurasa slama ini
Berharap dirimu akan menjadi
Sesuatu yang slama ini kucari

Walau dirimu tak merasa
Apa yang kurasa slama ini
Kasih dan sayang yang telah tercipta
Hanya untukmu satu yang kudamba


Coba deh dengerin lagunya

saya melangkahkan kaki keluar dengan rasa yang sangat ringan, ringan seperti bulu ketek, sepertinya, perasaan ini sama seperti yang saya sudah duga, anisa memiliki perasaan yang sama dengan saya, hahaha, saya adalah orang yang paling bahagia di dunia ini.

"kakak kenapa? kaya seneng gitu," tanya dhanin keheranan

"astagfirullah dek, hidung kamu berdarah, kamu mimisan," ucapku kaget melihat ada darah segar mengalir dari hidung dhanin yang segera saya bekap dengan sarung tangan saya,

"iya kak, aku ngerasa pusing dari tadi memang"

"bledugh" saya mencoba menahan badannya agar tidak jatuh ketanah,"dek, bangun dek," ucapku panik sambil menampar-nampar kecil pipnya sambil berusaha menyadarkannya.




Diubah oleh natgeas2
2
25-06-2018 13:41
Quote:Original Posted By natgeas2


seberang lautan mana gan?


Kalau sekarang ±7.500 nautical mile gan
0
25-06-2018 14:04
Quote:Original Posted By natgeas2
seberang lautan mana gan?


francis tau belanda gan 😀dia ts juga 😃emoticon-Big Grin
Diubah oleh kkaze22
0
25-06-2018 14:22
Quote:Original Posted By lmg101


Kalau sekarang ±7.500 nautical mile gan


Quote:Original Posted By kkaze22


francis tau belanda gan 😀dia ts juga 😃emoticon-Big Grin


Ane lagi baca nih gan cintaku ini milik siapa hehehe

1
25-06-2018 14:25
Quote:Original Posted By natgeas2
Ane lagi baca nih gan cintaku ini milik siapa hehehe


berarti dah marathon tred yang pertama dong gan 😂😂
0
25-06-2018 14:35
Quote:Original Posted By kkaze22


francis tau belanda gan 😀dia ts juga 😃emoticon-Big Grin


Lagi di God Save The Queen

Quote:Original Posted By natgeas2




Ane lagi baca nih gan cintaku ini milik siapa hehehe



Jangan dibaca gan, ga baik untuk pikiran dan perasaan gan

Quote:Original Posted By kkaze22


berarti dah marathon tred yang pertama dong gan 😂😂


Akakaka. Kebanyakan clue sama twist
0
25-06-2018 16:40
Menanti Jogjakarta

"makasih ya juna, dhanin udah dibawa pulang," kata seseorang yang baru saja keluar dari sebuah kamar yang pintunya terdapat gambar "cardcaptor sakura"

"iya gapapa om, saya yang terimakasih banyak,"

"belakangan ini, dhanin sering banget mimisan, om belum sempat bawa ke internis, soalnya jadwal om padat banget, puji tuhan kamu selalu jaga dhanin" katanya seraya menepuk-nepuk pundak saya, "ngomong-ngomong kamu setelah lulus ini mau lanjut kuliah atau kerja?"

Loh..loh..loh... tunggu-tunggu, biar saya berpikir sebentar, bukannya papahnya dhanin ini yang memberikan saya uang 5 juta untuk bayar biaya kuliah pertama? lah kok dia masih nanya saya mau kerja atau kuliah ya? hmmm.. ada yang ga beres nih,

"eh.. ku..kuliah om" jawab saya gagap

"kalau kamu kekurangan biaya, km ngomong ke om saja, biar om bantu, jangan sungkan, kamu udah om anggap seperti anak sendiri,"

hmm.. paham nih, bocah kecil ini pasti boong lagi, kaya kasus biaya sekolah saya yang pertama kali, bocah ga ada kapok-kapoknya ya, gemes saya jadinya, makin enggak enak hati ini, dasar dede gemes

"kamu sama anisa boleh temenin dhanin sebentar disini? sampai bi arni selesai belanja, om ada yang harus diurus dulu dikantor, kalau ada apa-apa kontak dokter sadikin aja," kata bapaknya dhanin seraya menyerahkan secarik kartu nama seorang dokter, "dia dokter keluarga ini,"

"eh iya om," jawab saya dan anisa kompak.

***
Pukul 16:00


Mah, pah, Arjuna berangkat dulu ya," ucapku sambil mencium kedua tangan orang tuaku yang tampak sedih sepertinya melepas kepergianku ke jogja, ada kesedihan namun ada secercah harapan yang tampak dari mata mereka, bahwa aku akan membahagiakan mereka, menjadikan derajat dan harkat mereka terangkat, terasa amat berat memang tugas yang akan saya emban, namun saya merasa itu bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan.

"iya nak, kamu hati hati ya, tuhan memberkatimu," ucap ayahku sesenggungkan seraya memelukku dengan kuat, tiba-tiba ibu ku juga ikut memelukku dengan erat disusul dengan kedua adikku, suasana haru biru sangat terasa, "jaga sholatmu ya nak, jangan sampai lupa sholat," ucap ibuku sambil sesenggukan

Rasanya tak kuat aku melangkah, tak sanggup rasanya satu hari aku tak melihat wajah ibu dan ayah serta adik-adiku. mereka orang-orang yang aku sayangi, seketika rasanya tak ingin aku berangkat, apakah aku sanggup hidup tanpa bertemu mereka satu hari saja?, "harus sanggup," ini juga demi mereka, demi mereka yang akan menikmati hasil apa yang aku peroleh nantinya, mereka sudah mendukung sepenuh hati.

19:00
Dentuman suara khas peringatan kereta api bercampur suasana hiruk pikuk stasiun mulai dari pedagang asongan yang hilir mudik kesana kemari, petugas pengangkutan yang menawarkan jasa pengangkatan koper, para penumpang yang tertidur dilantai dan di tempat duduk menunggu kedatangan kereta mereka yang akan membawa mereka ketempat tujuan. saya sedang berusaha menarik koper saya yang ternyata bannya agak sedikit gompal jadi agak macet dan tidak bisa digulirkan, nih koper susah amat, payah dah.

"woi juna, sini" teriak salah seorang dari kejauhan menggunakan almamater biru, ternyata itu aris, salah satu dari 11 orang yang diterima juga kuliah di jogja, ternyata mereka semua telah kumpul lebih dulu, kami semua kompak mengenakan almamater biru kebanggaan sekolah kami agar lebih mudah untuk berkoordinasi, karena kami memang bukan dari satu kelas yang sama.

"udah pada lama disni," tanyaku sambil meletakan koper.

"si umar udah dari jam lima, gue setelah umar datengnya, kate, irwan sama ipul bareng, aerul sama aris endut lagi solat, riski udin jimi sama babang lagi pada beli makan,"

12 orang anak yang akan merantau dari tanah kanaan ke mesir, hehehe, oh berarti ada si yusuf yang ganteng dan terbuang dong? ada pastinya, ok kita simpan itu untuk nanti saat itu perhatian saya tertuju pada gadis berkerudung merah yang tiba-tiba mendekat dengan cepat ke arah kelompok saya,

"plak", saya ditampar dengan tamparan yang agak keras.

"wwoooowww," teman-teman saya kompak berteriak., "sabar neng,","tanggung jawab luh jun, hayoo looh," semuanya kompak berkomentar seenak udelnya sendiri sambil tertawa-tawa melihat saya yang tiba tiba ditampar oleh seorang gadis berkerudung merah.

"kamu kenapa sih nis?" ucapku sambil mengusap pipi

"apa maksudnya ini?" katanya sambil menyerahkan secarik kertas yang terlipat lecek,

"ini errr...., daftar belanja bulanan?" tanyaku heran

"eh...salah," dengan muka sedikit tertawa dia meraih kertas yang ada di tangan saya dan menyerahkan kertas lainnya, itu adalah kertas saya menuliskan prasaan saya yang saya bentuk origami tadi pagi, "coba jelaskan itu, aku ingin dengar dari mulut langsung" ucapnya dengan nada agak sedikit membentak.

"begini nisa," ucapku seraya meraih kedua tangannya, oke, saat itu saya sadar saya sedang menjadi pusat perhatian karena kejadian tamparan tadi dan saat ini jantung saya berdegup sangat kencang melihat tatapan matanya menatap mata saya seperti menanti sebuah jawaban.

"kak junaa..." teriak seorang gadis muda berlari melambaikan tangannya

"wwoooowww," teman-teman saya kompak berteriak lagi., "siapa lagi tuh,","tanggung jawab lagi luh luh jun, hayoo looh,menang banyak" semuanya kompak kembali berkomentar seenak udelnya sendiri sambil tertawa-tawa.

aduh kenapa sih selalu saja datang disaat yang tidak tepat, dhaniiiinn, bukannya istirahat dirumah, tadi pagi masih mimisan ngapain sekarang kesini, haduh, ini saat-saat genting, hidup dan mati ini, padahal udah mau bilang, aduuhh ancur semua, seketika itu juga nisa langsung melepaskan genggaman tangan saya dan berpaling arah.

"aku belum sempat pamitan," dhanin langsung meraih tangan saya, langsung saya masukan kertas lecek itu kedalam saku saya, "eh ada kak nisa juga,"

"kamu udah sehat?" tanya nisa

"sudah kak, sudah agak enakan, makanya aku berani kesini, itupun sama papah nunggu diparkiran karena susah cari parkir"

"aku pamit ya juna, kabari saja kalau sudah sampai, hati-hati dan jaga kesehatan"ucap nisa seraya pergi meninggalkan perasaan yang tak jadi diungkapkan ini, rasanya lemas badan saya, rrr....seperti tak ada gairah hidup.

"aku ganggu lagi ya kak?", tanya dhanin dengan wajah memelas.

"enggak, kebetulan kamu kesini, kakak mau bicara sesuatu,"

"apa itu kak?"

"uang ini, uang yang kamu beri tadi pagi, ini uang kamu ya? bukan uang dari ayah kamu ya?" tanyaku sambil sesekali memperhatikan arah ke anisa yang terkihat menjauh dari diri ini dan berharap ia menoleh sekali saja kearahku dan tersenyum."kalau kamu bohong, ini kamu ambil saja uang kamu lagi, kakak ga suka dibohongi"

"aku ga bohong, itu memang uang ayah, lagian aku uang dari mana? semua uang aku dari ayah,"

"tapi kok ayah kamu ga tau masalah uang ini,"

"hehehe, iya itu uang jajan aku bulan ini, lagian bulan ini kan libur sekolah, aku gak butuh jajan banyak2, paling istirahat aja dirumah," dengan nada sedikit agak manja sambil cengangas-cengenges, "terima ya kak, jangan dibalikin, nanti aja kakak balikinnya kalau udah dapat beasiswa sesuai kesepakatan kemarin,"

"dasar kamu," ungkap saya kesal sambil mencubit hidungnya dhanin dan tiba-tiba anisa dikejauhan tampak menoleh ke arah saya saat momen itu, oke fix, habis sudah, terlihat, pasti tambah kesal dia, sia-sia saja lirik lagu ungkapan perasaan yang saya buat.

Teng-nong-neng-nong, kereta progo tujuan stasiun lempuyangan masuk dijalur dua, harap para penumpang berada dibelakang garis kuning,"

"kakak berangkat dulu ya dhanin?, kamu jaga diri,"

"aku boleh sering telepon kakak ga?"

"Boleh aja, tapi kakak ga punya handphone, nanti kakak kabari nomor handphone salah satu teman kakak,"

"iya kak, kakak hati-hati ya,"

aku melangkahkan diri naik kedalam kereta, kedalam penentuan tujuan masa depan, saat semua ku yakin akan berubah menjadi lebih baik, masa depan yang cerah, di jogjakarta, perlahan keretaku bergerak meninggalkan seorang gadis yang berdiri menatap saya dengan senyuman manis dan seorang gadis dengan tatapan yang tidak jelas apakah sedang kesal atau sedang sedih di ujung pintu keluar. gadis berkerudung merah.

sudah kudaki gunung tertinggi
hanya untuk mencari dimana dirimu
sudah kujelajahi isi bumi
hanya untuk dapat hidup bersamamu

sudah kuarungi laut samudra
hanya untuk mencari tepat berlabuhmu
tapi semakin jauh ku mencari
cinta semakin aku tak mengerti

Akulah arjuna, yang mencari cinta
wahai wanita (An-nisa), cintailah aku

mungkin, kutemui cinta sejati,
saat aku hembuskan nafas terakhir-ku
mungkin cinta sejati memang tak ada
dalam cerita kehidupan ini


"tenonenong, tenonnenong, tenonenong neng," suara ringtone khas nokia menggema didalam kereta, namun tidak ada yang bereaksi, dan saya merasakan getaran didalam jaket biru saya sebelah kanan,

"hah? handphone siapa ini?" tanya saya keheranan sambil membolak balikan HP nokia berwarna merah, ternyata ini panggilan dari handphone yang tiba-tiba ada didalam saku jaket, nama pemanggilnya "adikmu tersayang"

"halo?"

"kakak, hati-hati ya, sering-sering telepon aku,"

hemmm dhanin...
Diubah oleh natgeas2
0
Halaman 1 dari 35
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
lima-belas-menit
Stories from the Heart
cahaya-di-ujung-pantura
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.