alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a4df3c460e24b5b3b8b4567/aku-melihat-mereka
Lapor Hansip
04-01-2018 16:28
Aku Melihat Mereka
Past Hot Thread
Bagian 1

[cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi seorang narasumber dengan mengganti nama tokoh dan tempat kejadian]

Aku Melihat Mereka

Perkenalkan namaku Yusuf aku tinggal di Yogyakarta kisah ini bercerita tentang dunia yang saat itu sangat menakutkan untukku, semua berawal saat aku masih berusia sekitar 10 tahun. Pada saat itu aku benar-benar tidak tahu dan tidak bisa membedakan antara nyata atau halusinasi tapi yang pasti “mereka” yang biasa kalian sebut hantu muncul dan memberi tahuku bahwa mereka ada. Bukan hanya selalu tentang “mereka” namun aku juga pernah melihat beberapa peristiwa yang belum terjadi. Aku adalah seorang muslim dan besar dilingkungan yang mayoritas muslim, aku kerap kali berada dirumah sendiri karena kedua orang tuaku menjaga toko kelontong kami yang ada ditempat lain, oh ya aku juga memiliki cerita soal toko kami, dimulai saat keluargaku membeli sebuah ruko untuk toko kelontong kami yang baru, 3 bulan setelah toko kelontong kami dibuka aku belum tahu dimana persisnya lokasi toko baru ini. Sampai suatu malam aku bermimpi aku datang ke suatu tempat yang sangat menyeramkan, aku masuk ke suatu rumah yang memiliki lingkungan yang sangat menyeramkan lalu aku berjalan masuk ke bagian belakang rumah tersebut dan yang lebih menyeramkan adalah bagian dari belakang rumah tersebut memiliki permukaan tanah seperti tertutup darah, darah yang benar-benar berwarna merah dan masih beraroma segar, tidak hanya darah disitu aku juga terlihat tengkorak-tengkorak yang tergeletak ditanah yang jumlahnya lebih dari satu dan dibagain pojoknya ada gundukan tanah seperti seolah-olah ada yang tergeletak didalamnya.

Suatu hari ayahku mengajakku untuk melihat-lihat toko baru kami yang letaknya cukup jauh dari rumahku, sesampainya diruko tempat toko baru kami betapa kagetnya aku, bangunan itu adalah bangunan yang sangat mirip ku lihat didalam mimpiku beberapa waktu lalu, setelah aku melihat bagian depannya baik dari letak pintunya, bentuk bangunan dalamnya semua sama persis. Untuk lebih memastikannya aku masuk ke dalam bagian belakang toko kami dan saat aku sampai ke bagian belakang toko kami yang membuatku lebih kaget bagian belakang toko kami memiliki ruang yang sama persis seperti yang ku lihat di dalam mimpiku dimana bagian belakang toko ini juga memiliki bagian bawahnya masih tanah dan dipojokan ada gundukan tanah, sama seperti dimimpiku hanya bedanya tidak ada darah apalagi tengkorak hanya saja semua yang ada di bangunan tokoku ini benar-benar sangat mirip dengan yang ku lihat ada dimimpiku, jujur itu membuatku sedikit tidak nyaman saat berada disitu.

Selain berjualan dikios kami juga memiliki toko kelontong di depan dirumahku, warung rumahan inilah yang menjadi cikal bakal keluargaku bisa membeli kios kami yang baru dengan warung kelontong yang lebih besar. Orang tuaku lebih banyak berada di kios kelontong kami yang baru sehingga aku lebih sering berada dirumah sendirian, karena dari pagi hingga sore aku bersekolah maka pada saat pagi hari orang tuaku menperkerjakan 1 orang pegawai untuk membantuku berjualan saat aku tidak ada dirumah. Namun pada saat malam hari pegawaiku akan pulang kerumahnya yang terletak tidak jauh dari rumahku karenanya saat malam aku akan berada dirumah sendirian, bisa dibayangkan betapa kesepiannya aku saat sedang berjaga diwarung, hiburanku hanya tv yang ada diruang tengah rumah kami. Saat aku sedang benar-benar merasa kesepian sesekali aku mengundang teman-temanku agar mereka main ke rumah selain agar suasana menjadi sedikit lebih ramai aku merasa itu bisa membunuh sepi yang kurasakan saat aku sedang sendirian dirumah.

Aku ingat pertama kali aku melihat salah satu dari “mereka”, saat itu kurang lebih jam 6 sore saat adzan magrib mulai berkumandang, akupun bersiap-siap untuk menjalankan ibadah sholat magrib, karena saat itu aku dirumah sendiri daripada aku harus kerepotan menutup warung dan nantinya harus membukanya lagi aku memutuskan untuk sholat dirumah. Saat adzan mulai berhenti berkumandang akupun melakukan ibadah sholat magrib dikamar tempat biasa aku tidur, saat itu entah hanya halusinasiku atau nyata dirakaat kedua saat aku rukuk aku merasakan ada yang mengikuti gerakan sholatku (di dalam sholat makmum jika hanya satu orang memiliki jarak yang tak terlalu jauh bisa dibilang hampir sejajar jadi cukup terlihat olehku apa yang ada dibelakangku), dia benar-benar terlihat nyata sosok tinggi, putih yang ku kira itu lebih terlihat seperti pocong sedang berada dibelakangku dengan jarak yang sangat dekat, aku yang masih belum cukup dewasa dibuat takut olehnya. Aku yang saat itu sangat ketakutan jadi tak kusyuk menjalankan sholat dan bertanya dalam hatiku “siapa dia yang mengikuti sholatku, sedangkan saat ini aku seorang diri dirumah”. Setelah selasai dan salam akupun langsung menegok ke arah belakang namun bayangan putih menyerupai pocong yang mengikuti gerakan sholatku sudah tidak ada dibelakangku, padahal aku melihatnya dengan sangat jelas dan seharusnya diapun masih kurang satu rakaat karena aku melihatnya saat aku memasuki rakaat ke 2, dimana sholat magrib memiliki jumlah 3 rekaat, “jika memang itu orang yang jail cepat sekali dia pergi namun jika bukan orang lantas siapa dia” pikirku saat itu, tiba-tiba dari arah dapur rumahku ada suara seperti benda yang terjatuh dan berbunyi sangat keras ”brak”, aku yang ketakutan setengah mati tanpa pikir panjang aku langsung bergegas lari ke arah depan rumah. Setelah peristiwa itu aku jadi lebih sering memilih berada diwarungku dan menonton televisi disitu.

Setelah kejadian itu aku berfikir mungkin saat itu aku sedang berhalusinasi sampai pada suatu malam kejadian ini terjadi, walaupun aku beranggapan peristiwa saat aku sholat itu hanya halusinasiku namun sejak saat itu aku memutuskan untuk lebih sering berkegiatan di warungku. Dengan persetujuan orang tuaku aku beralasan agar mudah saat menjuali pelanggan saat malam hari akhirnya aku memberi tambahan kasur lipat didalam warung. Mulai dari gangguan-gangguan kecil yang ku rasakan aku menjadi lebih sering melakukan semua hal diwarung daripada dikamarku, namun semua anggapanku untuk menghindari “mereka” ternyata salah. Awal kejadian saat itu malam sekitar pukul 10:30 dan jalanan rumahku sudah mulai sepi. Aku yang biasa menutup warung pukul 10:00 karena malam itu masih cukup ramai aku memutuskan untuk membukanya sedikit lebih lama, namun karena sudah setengah jam berlalu dan kurasa jalanan sudah mulai sepi aku memutuskan untuk menutup warung. Terkadang aku buka sampai larut malam hanya saat sedang ada teman-teman yang menemaniku dan begadang diwarung, namun jika sudah sepi dan aku sendirian dirumah aku lebih memilih untuk menutup pintu warung saat pukul 10:00 malam dan menonton tv sambil tiduran di dalam warung, saat itu jam menunjukan pukul 11:30 malam semua tetanggaku memang sudah biasa jika mau membeli pada saat warung sudah tutup pasti mereka akan mengetuk pintu rumahku ataupun pintu warungku, saat sedang memperhatikan tv aku mendengar ada yang mengetuk pintu warung akupun bergegas membuka pintu ternyata pak Ali, bapak-bapak tetangga sekitar rumahku yang ingin membeli rokok. Setelah menjuali pak Ali aku ingin pergi ke kamar mandi yang kebetulan letak kamar mandinya ada didalam rumah maka aku pergi masuk ke dalam rumah, tak berapa lama terdengar suara orang mengetuk pintu depan rumah karena saat itu aku beranggapan mungkin bapak-bapak yang sedang ronda malam mau mencari rokok akupun berteriak “tunggu sebentar”, aku buru-buru dan lekas keluar dari kamar mandi namun sesampainya aku didepan rumah untuk membuka pintu warungku ternyata sudah tidak ada orang didepan “ah sudahlah mungkin orang tadi tidak sabar untuk menunggu” pikirku saat itu.

Aku kembali masuk ke warung dan tidur didalam warung, saat pukul 12.00 malam aku terbangun karena aku mendengar ada suara ketukan dipintu warung akupun bergegas untuk membuka pintu, namun setelah ku buka aku tak melihat ada seseorang aku berfikir “mungkin ada orang yang iseng” lalu aku melihat arah jalan namun jalanan sudah sepi tak ada orang, tiba-tiba terbesit dipikiranku hal-hal tentang “mereka” aku yang ketakutan saat itu langsung lari mengkunci pintu warung dan masuk ke dalam warung tujuanku tentu agar suara-suara mengetuk pintu itu tak lagi terdengar. Setelah menutup pintu warung aku ingin menutup korden jendela rumahku agar jalanan yang sepi di depan rumahku tak terlihat olehku, namun tak sengaja saat aku menutup korden betapa kagetnya saat aku melihat ada perwujudan wanita yang sangat menyeramkan dengan rambutnya yang berantakan, berbaju putih panjang yang kotor berwarna coklat seperti coklatnya tanah pemakaman, matanya yang melotot dan wajah yang tidak enak untuk dilihat dengan jari-jari tangan yang memiliki kuku sangat panjang, seketika aku lari ke kamar orang tuaku dan menguncinya, aku tidur dengan menggunakan selimut yang menutupin dari ujung kaki sampai kepala. Aku yang saat itu benar-benar ketakutan hanya bisa diam didalam selimut sambil berfikir “mungkin itu yang biasa disebut orang-orang dengan sebutan kuntilanak”, peristiwa itu benar-benar sangat menggangguku, sejak peristiwa malam itu hampir selama kurang lebih satu minggu aku sangat kurang tidur karena setiap kali aku ingin menutup mata seolah-olah aku mendengar suara riuh yang sangat ramai namun aku sendiri tidak tahu darimana sumber suara tersebut.

Aku Melihat Mereka
*bagian dari ilustrasi

Bersambung...

Bagian 2
Bagian 3
Bagian 4
Bagian 5
Bagian 6
Bagian 7
Bagian 8
Bagian 9
Bagian 10
Bagian 11
Bagian 12
Bagian 13
Bagian 14
Bagian 15
Bagian 16
Bagian 17
Bagian 18
Bagian 19
Bagian 20
Bagian 21
Bagian 22
Bagian 23
Bagian 24
Bagian 25
Bagian 26 (Akhir)
New Post Aku Melihat (Bersama) Mereka Bagian I
Bagian II
Bagian III
Bagian IV
Bagian V
Bagian VI
Diubah oleh ioctaviann
profile-picture
AnakRumahan580 memberi reputasi
6
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 14 dari 21
11-06-2018 21:20
Bagian Akhir
Saat sedang membaca pesan dari Surya suara Gagah dan Axel yang sudah bangun seketika memecah keheningan saat itu,

“Xel kowe meh balek kapan?”(Xel kamu mau pulang kapan) tanya Gagah ke Axel),

“aku Sabtu wae ketoke Gah, la kowe mbek Yusuf meh kapan?”(aku kayaknya Sabtu gah, kamu sama Yusuf mau pulang kapan?),

“Jon meh balek kapan?”(jon mau pulang kapan?) teriak Gagah dari dalam kamar,

“manut cuk, ki Surya sms aku jare kon mampir neng cafene deen”(ngikut cuk, ini Surya sms kata dia kita suruh mampir ke cafenya),

“Surya koncone dewe SMA jon?”saut Axel,(Surya teman kita waktu SMA jon?)

“iyo Xel, piye?(iya Xel, gimana?),

“yowes to yo balek bareng-bareng wae numpak mobil mengko mampir neng ngone deen”(ya udah kita pulang bareng-bareng aja naik mobil nanti mampir ke tempat dia),

“cocoklah kalau gitu" jawabku.

Kami bertiga bersiap-siap untuk kembali ke rumah kami di Jogja, sesampainya kami di Jogja kami bertiga mampir ke tempat Surya teman kami, walaupun hari itu adalah malam minggu tapi memang karena kampung kami bukanlah kampung yang terlalu ramai jadi saat kami datang sekitar pukul 10:00 malam jalanan didepan cafe ini juga sudah tidak sepadat saat sore hari. Aku, Axel dan Gagah memesan kopi untuk meminumnya di kursi luar yang cukup dekat jaraknya dengan jalan raya, saat kami sedang memesan kopi dari belakang teman kami Surya datang,

“Gah, Suf, Xel seko ndi kowe?”(Gah, Suf, Xel kalian darimana?) sambil menjabat tangan kami satu persatu,

“ki bar dolan-dolan, piye kabarmu? saiki sukses no”(ini habis main-main, gimana kabarmu? sekarang udah sukses) kata Axel ke Surya,

“halah biasa wae Xel cilik-cilikan daripada nek rak kuliah nganggur, la kalian sido kuliah neng Malang to?”(hah biasa aja Xel kecil-kecilan daripada kalau ngak kuliah nganggur, kalian jadi kuliah di Malang?)

“sakmene kok cilik ki lo hemmm, sido to ya iki mau gek seko kono langsung mampir rene sek”(segini kok kecil hemmm, jadi dong ini tadi dari sana langsung mampir ke sini dulu) ucap Axel,

Kami berempat ngobrol di luar sambil minum kopi dan merokok, aku duduk bersebelahan dengan Axel menghadap jalan sedangkan Gagah dan Surya menghadap ke arah dalam cafe.

“modal akeh kwe Sur?”(modal banyak kamu Sur?) tanya Gagah ke Surya,

“mayanlah Gah seng ngurusi bapakku kabeh nek kui”(lumayan Gah yang ngurus bapakku semua kalau itu).

Sambil tertawa-tawa membahas kebodohan kami saat masih SMA dari depanku atau dibelakang Gagah dan Surya ada sesuatu yang lewat, aku yang kaget tersedak karena hal itu,

“santai jon santai rak sah kesusu nek kurang mengko dijok’i meneh” (santai jon santai nanti kalau kurang ditambah lagi) kata Surya,

“hahaha tenan ki?” (hahaha beneran ni) jawabku sambil batuk-batuk karena tersedak kopi,

“tenan, awalan gratis sek nek ngo kalian-kalian”(beneran, awalan ini gratis dulu kalau buat kalian-kalian),

untuk menghilangkan efek tersedakku aku meminum air putih, saat sedang membuka botol dan akan meminumnya tiba-tiba aku mendengar ada suara,

“heeee”,

aku melihat ke arah teman-temanku tapi tidak ada yang bersuara begitu, setelah selesai minum aku menaruh gales minumku dimeja, aku melihat jam tanganku waktu menunjukkan sekitar pukul 11:40 malam tak berapa lama aku memejamkan mataku sambil berucap dalam hati,

“nyuwun sewu, sinten ngeh seng wonten teng mriki”(permisi, siapa ya yang ada disini),

awalnya aku tak mendengar suara apapun, sampai pada pertanyaanku yang kesekian kalinya aku mendengar ada suara teriakan,

“haaaaaaaaaa”,

“Astagfirullah”, seketika itu aku membuka mataku,

aku bertanya ke teman-temanku,

“seng bengok-bengok mau sopo?”(yang teriak tadi siapa?),

“rak ono seng bengok-bengok jon, ngimpi kowe wong ngombe kopi kok malah ditinggal turu”(ngak ada yang teriak jon, kamu mimpi kali orang minum kopi kok malah ditinggal tidur) jawab Surya”.

Tepat di sebelah caffee ini ada sebuah rumah kosong, aku berjalan ke arah rumah tersebut di depan rumah itu sedikit ke arah selatan tiba-tiba ada mmt sebuah angkringan yang menutupi bekas angkringan yang sudah tak terpakai bergerak sangat keras seolah-olah ada yg menggerakan padahal saat itu angin sedang bertiup biasa saja, akupun terbangun dari tempat dudukku dan berjalan ke arah mmt tersebut,

“meh neng ndi jon?(mau kemana jon)tanya Gagah,

“sek dilit”(sebentar),

tektektek kulangkahkan kakiku perlahan-lahan, aku melihat dibelakang mmt tadi ada sebuah rumah besar yang sangat megah, aku tidak berani menghampiri bekas angkringan tersebut, aku hanya berdiri didepan rumah kosong tadi dan tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat jelas ditelingaku,

“husss”

seketika itu aku berjalan kembali ke arah tempat teman-temanku berkumpul,

“ngopo sih jon”(kenapa sih jon)tanya Axel,

“rak popo Xel, pegel sikile bar perjalanan adoh”(nggak papa Xel, kakiku pegel abis perjalanan jauh),

aku berusaha mengalihkan perhatianku dan kembali ngobrol dengan teman-temanku tak terasa waktu menunjukkan pukul 1:30 pagi karena pengunjung cafepun suda pulang semua akhirnya kami bertiga berpamitan pulang ke Surya,

“Sur balek sek ya makasih lo traktirane”(Sur pulang dulu ya makasih lo traktirannya) ucap kami bertiga ke Surya samil berjabatan tangan untuk berpamitan pulang,

“santai to ya mbek konco dewe, kapan-kapan mampir neh ya”(santai aja sama temen sendiri, kapan-kapan mampir lagi ya).

Kamipun berjalan menuju ke parkiran tempat mobil Axel, kali ini Axel yang menyetir kata dia agar nanti tidak repot untuk bertukar tempat. Axel memilih jalan ke arah selatan melewati bekas angkringan yang ada diseberang caffee Surya tadi namun anehnya saat aku melewati tempat ini untuk ke dua kalinya aku tidak melihat ada rumah disitu, jangankan sebuah rumah bangunanpun tidak ada, yang aku lihat hanya lahan kosong yang dipenuhi rerumput dan sebuah sumur yang terletak ditengah lahan kosong ini.

Mungkin ini sedikit cerita dari pengalamanku tentang duniaku dan juga dunia “mereka”, sampai saat ini aku dan Gagah masih melihat “mereka” seperti “mereka” melihat kami, terkadang kami berdua memberi saran sesuai kapasitas kami kepada seseorang yang bertanya kepada kami dan memiliki hubungan dekat dengan kami. Mereka bisa datang saat kami tidur ataupun saat kami terjaga, mereka ada di setiap hari-hari, saat pagi, siang, sore ataupun malam. Hanya saja saat malam datang, saat kehidupan kita manusia mulai lengah, “mereka” justru hadir dengan kesibukannya, “mereka” hadir tak jauh dari kita, dilingkungan disekitar kita, mungkin disamping kita, dibelakang kita, atau mungkin disebelah kita saat kita sedang terbaring dan memejamkan mata.
Diubah oleh ioctaviann
profile-picture
AnakRumahan580 memberi reputasi
1
12-06-2018 00:10
sudah tamatkah ini?




bagus critanya.
0
12-06-2018 21:55
Quote:Original Posted By dodzaguila
sudah tamatkah ini?




bagus critanya.


buat judul ini udah selesai gan

makasih udah mampir emoticon-Shakehand2
0
27-06-2018 13:34
gembok part 14
0
28-06-2018 18:26
Quote:Original Posted By iguspian
gembok part 14


terima kasih udh mampir gan emoticon-Shakehand2
0
08-07-2018 17:38
gembok part 17
0
09-07-2018 20:35
Quote:Original Posted By iguspian
gembok part 17


terima kasih udh mampir gan emoticon-Shakehand2
0
04-08-2018 20:11
ada yang mau cerita ini dilanjut ke part 2 nggak?
0
04-08-2018 20:57
Lanjut om
0
13-09-2018 16:31
Ijin ninggalin jejak gan kayanya menarik nih,
ampe kudu login ane
0
13-09-2018 16:57
Quote:Original Posted By ioctaviann
ada yang mau cerita ini dilanjut ke part 2 nggak?


d tunggu part 2 nya gan emoticon-Jempol
0
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
14-09-2018 23:53
mampir
0
16-09-2018 14:05
minyak
0
16-09-2018 14:32
Mantauuu emoticon-Big Grin
0
16-09-2018 14:42
Quote:Merasa Melihat Hantu? Mungkin Gangguan Ini Penyebabnya
Jakarta - Anda terkesiap karena merasa baru saja melihat hantu? Jika itu diceritakan kepada teman, bisa saja Anda dianggap mengalami halusinasi. Tapi selain itu, perlu diketahui merasa melihat hantu bisa terjadi karena ada masalah pada penglihatan.

Diungkapkan ahli bedah laser mata di London's Focus Clinic, Dr David Allamby, merasa melihat hantu bisa menjadi tanda sindrom langka yang umumnya terjadi pada mereka yang memiliki masalah penglihatan.

Allamby menuturkan, degenerasi makular (penyebab utama kebutaan) menyebabkan pengidapnya kehilangan penglihatan tepi. Nah, degenerasi makular dan gangguan penglihatan lainnya bisa menyebabkan Charles Bonnet Syndrome (CBS).

CBS terjadi di mana seseorang bisa melihat sepintas halusinasi yang aneh. Sehingga, menurut Allamby tak heran pengidap CBS menganggap dirinya memiliki pengamalan supernatural. Padahal, kenyatannya apa yang dialami adalah gejala dari sesuatu yang bahkan tidak mereka sadari.

"Jika Anda merasa melihat hantu, peri, bahkan alien, coba cek dulu kondisi mata. Ingat, kondisi seperti glaukoma, katarak dan degenerasi makular bisa membuat seseorang kehilangan penglihatan tepinya," tutur Allamby, dikutip dari Daily Mail.

Baca juga: Melihat Bayangan dan Mendengar Suara Aneh, Benarkah Itu Hantu?

Nah, untuk mengimbangi kurangnya infromasi yang diterima, otak berusaha mengisi ketidakjelasan tersebut. Sayangnya, yang sering terjadi otak justru memasukkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada.

Disebutkan, hampir setengah pengidap degenerasi makular mengalami berbagai halusinasi. Ini bisa berupa bentuk berpola disertai warna, atau bahkan sesuatu yang lebih detail dan terlihat hidup.

Salah satu pengidap CBS adalah pria asal Kanada, Jack Hunter. Ia didiagnosis galukoma, katarak, dan degenerasi makular. Ia mengatakan melihat wanita dengan sapunya di dekat pintu. Padahal, saat itu situasi kosong. Saat ia berusaha melihat wanita itu, si wanita seperti makin tak jelas dan akhirnya hilang.

"Banyak orang dengan gejala CBS tidak mau memeriksakan kondisinya karena mereka takut dianggap mengalami masalah kejiwaan. Pada lansia, kondisi ini juga kerap dianggap demensia. Padahal CBS tidak ada hubungannya dengan mental. Ini adalah bentuk kerusakan pada penglihatan," tutur Judith Potts, pendiri Esme's Umbrella, badan amal untuk meningkatkan kepedulian pada CBS.

https://m.detik.com/health/berita-de...ni-penyebabnya


emoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Traveller
Diubah oleh filusufkacang
0
16-09-2018 14:46
hmm.. bahas sesuatu yg goib
tak kan ada ujungnya wkwk
0
16-09-2018 14:49
sereeeem jiiir
0
16-09-2018 14:51
Quote:Original Posted By ioctaviann


cerita pengalaman yang bener-bener pernah terjadi gan percaya atau tidaknya kembali ke individunya masing-masing


...



Diubah oleh hatalomba
0
16-09-2018 14:53
kapan yg ke dua nya di rilis
0
Halaman 14 dari 21
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
pewaris-terakhir
Stories from the Heart
senandung-black-n-blue
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.