News
Batal
KATEGORI
link has been copied
286
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a80349460e24b9d2a8b4567/haji-identitas-warisan-pemerintah-kolonial
Masyarakat Indonesia adalah mayoritas pemeluk agama Islam maka tidak mengherankan jika banyak diantara kita yang memiliki gelar Haji dan sudah menunaikan Ibadah Haji. Di dalam Islam, menunaikan haji adalah sebuah kewajiban yang tertuang di dalam rukun Islam. Jika sudah berhaji maka bisa dikatakan ibadahnya sempurna.
Lapor Hansip
11-02-2018 19:18

Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial

Past Hot Thread
Assalamualaikum WR WB



Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial

Masyarakat Indonesia adalah mayoritas pemeluk agama Islam maka tidak mengherankan jika banyak diantara kita yang memiliki gelar Haji dan sudah menunaikan Ibadah Haji. Di dalam Islam, menunaikan haji adalah sebuah kewajiban yang tertuang di dalam rukun Islam. Jika sudah berhaji maka bisa dikatakan ibadahnya sempurna. Fenomena ibadah ini akan diikuti dengan penambahan gelar H. untuk Pria dan Hj (Hajjah) untuk wanita. Sebuah fenomena unik karena di hal ini hanya berlaku di Indonesia. Secara otomatis mereka yang sudah pulang dari Tanah Suci akan menyandang gelar tersebut.

Hal ini ternyata dapat ditelusuri jejak sejarahnya di Indonesia. Tercatat jauh sebelum kedatangan Belanda, sudah banyak orang Indonesia yang pergi berhaji. Ludovico di Barthema, penjelajah dari Roma pertama yang mengunjungi Makkah pada tahun 1503, melihat jamaah haji dari kepulauan Nusantara yang dia sebut "India Timur Kecil". Di perkirakan mereka berasal dari Kesultanan Samudra Pasai, hal ini di buktikan dengan catatan berbahasa Portugis yang menyebutkan telah ada lima kapal besar Aceh yang berlabuh di Jeddah. selain untuk berhaji, mereka disana juga melakukan proses perdagangan dan juga mencari Ilmu agama. kebanyakan dari mereka adalah utusan Sultan. Sejak kedatangan Bangsa Belanda, animo masyarakat untuk pergi berhaji juga sangat besar. oleh karena itu, pemerintah Kolonial berinisiatif mendirikan badan khusus untuk urusan haji. Pada masa itu, berhaji merupakan sebuah perjuangan yang berat karena lamanya waktu tempuh, minimal mereka melakukan pelayaran selama 3 Bulan dengan melakukan transit beberapa kali. Selain itu biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit, Pada 1825 pemerintah Hindia Belanda menerbitkan ordonansi baru berupa keharusan bagi calon haji untuk memiliki pas jalan. 110 gulden adalah hal yang harus disiapkan, yang ketika itu nilainya sepadan dengan harga rumah yang cukup besar. Namun animo masyarakat justru semakin meningkat, buktinya pada 1878 (dengan kapal layar) jamaah haji Indonesia sekitar 5.331 oarng. Setahun kemudian (1880), menjadi 9.542 jamaah atau naik hampir dua kali lipat.


Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial


Di atas kapal, para calon jamaah haji ini banyak melakukan kegiatan antara lain melakukan pengajian dan juga diskusi tentang agama. diatas Kapal ini pikiran mereka terbuka dengan dialog-dialog yang di diskusikan. selain belajar agama, mereka juga banyak belajar tentang konsep kebebasan dan persamaan hak. Setibanya di Jeddah, pelabuhan Arab Saudi saat itu mereka yang berhaji selain melakukan ibadah wajib namun juga banyak belajar ilmu, bukan hanya ilmu tentang agama namun juga ilmu politik, hukum. mereka banyak belajar melalui masjid-masjid di Mekkah. pikiran mereka terbuka dan membawa gagasan Nasionalisme Islam. Sekembalinya mereka ke Tanah air mereka banyak menelurkan ilmunya kepada masyarakat sekitar dengan melakukan dakwah dan juga banyak dari mereka yang mendirikan layanan Pendidikan berupa Pondok Pesantren. Pikiran Kritis para haji membuka pikiran sempit masyarakat Hindia saat itu terutama di Jawa dan Sumatra. Mereka yang pergi berhaji dianggap melakukan pemurnian agama Islam.

Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial

Pemerintah Kolonial mulai menaruh curiga terhadap para haji yang kebanyakan memiliki pengikut dalam jumlah besar, mereka khawatir akan terjadi sebuah usaha pemberontakan. mereka menganggap para haji sebagai orang-orang fanatik dan pemberontakan. apalagi jumlah orang Hindia (Indonesia) di Mekkah sangat besar. Kekhawatiran tersebut terbukti dengan banyak terjadi pergolakan yang di pelopori oleh Para Haji, peristiwa Cianjur (1883), Cilegon (1888), dan Garut (1919) adalah sebagian kecil saja yang tercatat. hal tersebut berlanjut di Tambun (Bekasi) dan Tangerang pada 1924. Para Haji menganggap bahwa orang Belanda sebagai Iblis yang menyengsarakan orang mukmin. Tokoh-tokoh itu berpidato di hadapan massa sambil menyerukan perlawanan terhadap Belanda dengan ucapan Allahu Akbar.

Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial

Untuk menanggulangi masalah ini, Pemerintah Kolonial berupaya melakukan moratorium keberangkatan haji, di beberapa daerah arogansi penjajah bahkan ditunjukkan dengan adanya pelarangan haji secara terang-terangan. Namun, Pemerintah Kolonial mencabutnya karena besarnya pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kolonial dari jasa pemberangkatan haji ini. Oleh karena itu kemudian pemerintah Kolonial melakukan pemberlakuan administratif berupa penambahan gelar di depan nama, yaitu H. (haji) dan Hj. (hajjah). Selain itu para Haji juga diharuskan menggunakan identitas baru dengan peci putih serta sorban setiap kali pergi untuk beraktifitas maupun kegiatan dakwah. Selain itu Pemerintah Kolonial melalui Kerajaan Belanda juga membuka Konsulat jendral di Jeddah dan berubah menjadi Kedutaan Besar dalam upaya untuk melakukan pengawasan. Dengan identitas baru mereka, para haji akan mudah dalam dilakukan pengawasan dengan ciri-ciri khusus serta nama mereka.

Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial

istilah Haji dan Hajjah ini memang unik dan hanya ada di Indonesia dan menariknya masih terus berlanjut sampai sekarang. menurut sebagian ulama mengatakan bahwasannya menggunakan gelar Haji dan Hajjah adalah riya, namun di masyarakat sudah menjadi kebiasaan yang lazim dengan menambahkan Haji dan Hajjah di depan nama mereka. JAS MERAH

NO SARA
Menerima Kritik dan saran emoticon-thumbsup
Mohon rate bila berkenan emoticon-Blue Guy Peace
Cendol dan Bata masih di harapkan emoticon-Toast

SUMBER 1
SUMBER 2
Historiografi haji Indonesia karya M. Saleh Putuhena
Diubah oleh gurusejarah
profile-picture
tinwin.f7 memberi reputasi
1
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 5 dari 15
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:31
makasih infonya gan
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:32
untung ya ibadah haji sekarang meski antre porsi keberangkatan lama, setidaknya ibadah haji tak butuh waktu berbulan bulan macam dulu
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:33
ane baru tau gan klo begitu trnyata dibalik sejarahnya gelar Haji dan Hajjah.

Masuk akal jg sie knpa orang londo bikin stempelan gtu buat orang2 yg habis berhaji. pasti ada unsur biar mudah memetakan masyarakat indo pd jaman itu, yg berpendidikan, kurang berpendidikan.
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:34
Ane bingung. Beneran nanya. Katany indonesia dijajah 350 tahun sengsara jadi budak. Tapi kok belanda masih memfasilitasi naik haji, sirine tanda adzan, sekolah, dll. Kita dijajahnya dijajah apa ya?
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:36
Quote:Original Posted By kanggelandaftar

Yah tapi banyak yang percaya bahwa londo memusuhi islam, londo kristenisasi dengan 3G-nya
Pada tidak tahu atau tidak mau tahu klo itu emoticon-Hoax
Dengan mengijinkan haji (tidak memaksa konvert ke kristen, sebagai penjajah tentu mampu, tapi itu tidak dilakukan)

Sirine buka puasa

Lainnya tugas ts emoticon-Big Grin

Aku jadi penasaran, banyak khotbah2 mengkhotbahkan rejeki sudah ada yang mengatur, Muhammad hidup kekurangan, tidak takut melarat/miskin, sering lapar bukan karena puasa, tidak menolak bila ada yang meminta, malah2 ada orang disuruh berhutang atas nama Muhammad karena waktu itu sedang tidak punya ketika dimintai

Para pengkhotbah itu apa juga mempraktekan sendiri dalam hidupnya ya ?
Kalau diminta tidak bakal menolak
Atau malah suruh orang lain saja yang praktek, sedang dirinya cukup memberitahuemoticon-Hammer2



Nahh maka itu aku tanya, sudah mampu, sedang tetangga atau saudara setanah air ada yang membutuhkan, misal contoh nyata, jembatan gantung yang viral itu (& banyak jembatan2 lain)
Lebih utama mana duitnya, buat berangkat haji atau disedekahkan buat itu tetangga atau saudara setanah air ?

Pasti jawabnya yang terakhir, tapi itu cuma teori, yang mana prakteknya, yaa nyatanya yang membangun jembatan2 itu orang luar alias kapir, ada beritanya, ironis kan, he he


halaah baik...isi komen lu kopar kapiir kopar kapir Mulu..hidup lu aja jalanin.
Diubah oleh setankolor08
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:36
banyak komen bermutu disini, ternyata gelar haji hanya stempel belanda memudahkan administrasi
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:38
Baru sadar ada di SF SeX, pantesan isi trid dan komentar2nya bermutu emoticon-Hammer2
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:38
Ada kok gan yg nggak terima namanya disebut tanpa tambahan Haji karena merasa sudah pernah berhaji, kalau kayak gitu niat ibadah hajinya bukan buat ibadah semata dong tapi karena gelarnya emoticon-Bingung
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:39
nice info gaaaaannnn
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:43
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
Termasuk bunyi sirine ketika akan buka puasa, yang kalau sekarang diperdengarkan di radio2, kemudian setelah itu adzan magrib
Padahal itu bantuan/toleransi belanda kepada muslim hindia belanda yang menandai waktu magrib tiba karena jaman itu banyak Masjid tidak punya loudspeaker/toa, & penduduk banyak tidak punya radio, hingga tangsi2 militer belanda membunyikan sirene


Bukannya rukun islam & iman itu yang buat ghozali ?


Bagaimana memurnikan agama ya ?
Indo mau berangkat haji antri2 bertahun2, sedang banyak saudara2 setanah air sendiri masih kekurangan, jembatan tak laik pakai saja dapat bantuan dari luar/kapir setelah viral
Jangan2 yang dimaksud saudara itu cuma palestina saja?emoticon-Hammer2

Ehh lebih utama mana ya, ibadah ke atas (haji) atau ibadah ke sesama (sedekah), klo di islam

Ironisnya 5 negara penyumbang haji terbanyak adalah negara2 dunia ke-3


Sorry Gan.. Kita diskusi secara santun ya. Jujur Ane umat Kristiani. Tapi, di keluarga Ane banyak yg Islam. Sehingga banyak dari mereka yang sudah berhaji.
Ane ga tau Agan umat agama apa. Tapi, kalo Agan dari Non Islam, konteks yang Agan bahas tidak berdasar. Karena tentu saja Agan tidak memahami dasar2 ilmu akidah nya itu sendiri.

Ibadah adalah bentuk perbuatan manusia untuk mensyukuri rejeki dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Agama itu sendiri tercipta untuk menjaga agar kehidupan manusia seutuhnya tidak kacau.

Di dalam Kristen sendiri pun ada ibadah2 yang harus kami jalankan bukan di Indonesia. Yaahh.. kalo Agan umat Kristen pasti paham. Sekali lagi, Ane ga tau Agan menganut Agama apa.

Hubungan antara Manusia - Tuhan dan Manusia - Manusia, tidak boleh Agan tafsirkan secara sempit seperti kolor Agan (kalo Agan pake kolor ya). Apalagi ditambah pemahaman2 Agan yang cetek dan Ane rasa Agan adalah pengangguran tak berkolor alias beli kolor aja gak mampu malah berusaha memaksakan kebenaran pemikiran Agan yg sempit itu tadi.

Duh.. jadi OOT. Sorry ya Gan.. No offense. Balik lagi ke diskusi kita yg bersih dan santun.
Jadi, Ane ingatkan Agan.. Stop lah memprovokasi di Kaskus. Agan mencari apa sih? Masalah Agama jangan sok2 dicampuri kalau Agan tidak punya dasar ilmu nya. Mending Agan minta duit ortu utk main gim online aja. Atau Agan fakir quota? emoticon-Peace

Ane sebagai umat Kristen gak suka ada yg jelek2an Agama Kristen. Tapi, Ane juga gak suka ada yg jelek2an Agama Islam atau Agama lainnya di Indonesia.

Mudah2an kalo nanti Agan dipanggil pulang Sang Pencipta, Ane bisa ikut do'a kan Agan supaya gak masuk Syurga... Ehh.. Neraka. Aamiin...

emoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kissemoticon-Toast
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:46
Jadi intinya identitas gelar haji bagi mereka yg telah menunaikan ibadah haji lebih tepatnya sebagai bagian dari politik mencari keuntungan oleh pemerintah Kolonial untuk menarik minat muslim di Indonesia dari biaya perjalanan haji.

Sehingga gelar haji atau hajjah tidak ada kaitannya dengan Islam sebagai agama kecuali ibadah haji itu sendiri. Karena dalam Islam pun tidak menyebutkan bahwa orang yg telah menunaikan ibadah haj berhak menyandang gelar haji.

Kaitannya dengan gelar haji dengan pelopor gerakan perlawanan di tanah Kolonial menurut ane sedikit banyak juga telah berperan sebagai pemersatu untuk menyadarkan bahwa bangsanya sedang dijajah dan penjajahan adalah suatu tindakan yg mungkin dalam Islam dalam suatu hal yg harus dilawan.

emoticon-Bingungemoticon-Ngacir Tubrukan
Diubah oleh kakob007
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:46
berarti haji itu HARAM?
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:47
hmmm.pantes kok gelar haji ini jd memicu diskriminasi.padal dlm islam itu pasti setara
ternyata warisan kolonial
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:48
Quote:Original Posted By kanggelandaftar
Yah tapi banyak yang percaya bahwa londo memusuhi islam, londo kristenisasi dengan 3G-nya
Pada tidak tahu atau tidak mau tahu klo itu emoticon-Hoax
Dengan mengijinkan haji (tidak memaksa konvert ke kristen, sebagai penjajah tentu mampu, tapi itu tidak dilakukan)

Sirine buka puasa

Lainnya tugas ts emoticon-Big Grin

Aku jadi penasaran, banyak khotbah2 mengkhotbahkan rejeki sudah ada yang mengatur, Muhammad hidup kekurangan, tidak takut melarat/miskin, sering lapar bukan karena puasa, tidak menolak bila ada yang meminta, malah2 ada orang disuruh berhutang atas nama Muhammad karena waktu itu sedang tidak punya ketika dimintai

Para pengkhotbah itu apa juga mempraktekan sendiri dalam hidupnya ya ?
Kalau diminta tidak bakal menolak
Atau malah suruh orang lain saja yang praktek, sedang dirinya cukup memberitahuemoticon-Hammer2



Nahh maka itu aku tanya, sudah mampu, sedang tetangga atau saudara setanah air ada yang membutuhkan, misal contoh nyata, jembatan gantung yang viral itu (& banyak jembatan2 lain)
Lebih utama mana duitnya, buat berangkat haji atau disedekahkan buat itu tetangga atau saudara setanah air ?

Pasti jawabnya yang terakhir, tapi itu cuma teori, yang mana prakteknya, yaa nyatanya yang membangun jembatan2 itu orang luar alias kapir, ada beritanya, ironis kan, he he


agama gak ada yang salah.
yang salah orangnyaemoticon-Ngakak
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:48
Quote:Original Posted By oblivion14
Ane bingung. Beneran nanya. Katany indonesia dijajah 350 tahun sengsara jadi budak. Tapi kok belanda masih memfasilitasi naik haji, sirine tanda adzan, sekolah, dll. Kita dijajahnya dijajah apa ya?


ane rasa. 350thn total dikuasai penjajah, bkn cm voc (inget, voc bkn belanda). dr portugis, smp jpg.

semua fasilitas dksh, biar mngurangi perlawanan. mkny hny org" tertentu yg dianggap berpengaruh, spt sultan smp pdgang. voc memanfaatkan syariat "haji bagi yang mampu". efeknya, smp skrg bnyk tuh yg bangga bergelar haji, meski bnyk yg stlh berhaji tetap dlm kondisi yg sma/ lbh parah kejiwaanya. ~ cmiiw.
Diubah oleh Gundam
0 1
-1
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:49
iya sih haji emang wajib bila mampu, tapi HARUSNYA bukan dijadikan gelar juga
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:49
Wadoeh hamba koerang paham, tjoema taoenja Bang Hadji Rhoma, Bang Hadji Ismet Sopyan & Hadji Kane sadja emoticon-Malu
Diubah oleh bundesligay
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:50
Quote:Original Posted By jendralkancil46
Sorry Gan.. Kita diskusi secara santun ya. Jujur Ane umat Kristiani. Tapi, di keluarga Ane banyak yg Islam. Sehingga banyak dari mereka yang sudah berhaji.
Ane ga tau Agan umat agama apa. Tapi, kalo Agan dari Non Islam, konteks yang Agan bahas tidak berdasar. Karena tentu saja Agan tidak memahami dasar2 ilmu akidah nya itu sendiri.

Ibadah adalah bentuk perbuatan manusia untuk mensyukuri rejeki dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Agama itu sendiri tercipta untuk menjaga agar kehidupan manusia seutuhnya tidak kacau.

Di dalam Kristen sendiri pun ada ibadah2 yang harus kami jalankan bukan di Indonesia. Yaahh.. kalo Agan umat Kristen pasti paham. Sekali lagi, Ane ga tau Agan menganut Agama apa.

Hubungan antara Manusia - Tuhan dan Manusia - Manusia, tidak boleh Agan tafsirkan secara sempit seperti kolor Agan (kalo Agan pake kolor ya). Apalagi ditambah pemahaman2 Agan yang cetek dan Ane rasa Agan adalah pengangguran tak berkolor alias beli kolor aja gak mampu malah berusaha memaksakan kebenaran pemikiran Agan yg sempit itu tadi.

Duh.. jadi OOT. Sorry ya Gan.. No offense. Balik lagi ke diskusi kita yg bersih dan santun.
Jadi, Ane ingatkan Agan.. Stop lah memprovokasi di Kaskus. Agan mencari apa sih? Masalah Agama jangan sok2 dicampuri kalau Agan tidak punya dasar ilmu nya. Mending Agan minta duit ortu utk main gim online aja. Atau Agan fakir quota? emoticon-Peace

Ane sebagai umat Kristen gak suka ada yg jelek2an Agama Kristen. Tapi, Ane juga gak suka ada yg jelek2an Agama Islam atau Agama lainnya di Indonesia.

Mudah2an kalo nanti Agan dipanggil pulang Sang Pencipta, Ane bisa ikut do'a kan Agan supaya gak masuk Syurga... Ehh.. Neraka. Aamiin...

emoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kissemoticon-Toast


kalo ada 1000 orang kek ente, damai Indonesia emoticon-Big Kiss
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:50
owhhh begono yaa emoticon-Jempol
0 0
0
Haji, Identitas warisan Pemerintah Kolonial
03-03-2018 09:52
nyimaxs
0 0
0
Halaman 5 dari 15
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia