others
Batal
link has been copied
9964
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59a4b7a3d89b0958798b4568/holy-anda-bertanya-kristen-menjawab----part-50
Lanjutan dari http://www.kaskus.co.id/thread/52494cd520cb175b40000001/holy-anda-bertanya-kristen-menjawab---part-40/1 - Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari Diri-Ku sendiri (YOHANES 5:30) - Apakah Yesus lebih kecil daripada Tuhan? (YOHANES 14:28) - Eli Eli, Lama Sabakhtani - Tuhan mengutus tuhan, ada Tuhan diatas tuhan. - Kenapa Yesus berdoa? - Yesus menyampaikan pesan sebagai manusia, buka
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 275 dari 492
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:03
Quote:Original Posted By go2alpa


so sekarang siapa yang berhawa nafsu ketika membaca kitab suci masing2?



Kamu baca taurat
Nah taurat itu dikutip oleh alkitab dan mungkin kitab agama lain juga mengutip

Hanya orang bodoh yang mebaca perumpamaan dan salah mengartikan artinya
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:10
Quote:Original Posted By anaknyakambing


Yg jelas kalao lu nanya orang yahudi
Allah mereka bukan yang dari arab



oh ya?



emoticon-Leh Uga

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:11
Quote:Original Posted By anaknyakambing


Kamu baca taurat
Nah taurat itu dikutip oleh alkitab dan mungkin kitab agama lain juga mengutip

Hanya orang bodoh yang mebaca perumpamaan dan salah mengartikan artinya


berarti alkitab mencomot tauratnya yahudi? emoticon-Leh Uga

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:14
Quote:Original Posted By go2alpa


oh ya?



emoticon-Leh Uga



Tu org pasti ga ngerti alif lam lam ha tu apa
Jangankan orang yahudi gua aja ga ngerti
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:16
Quote:Original Posted By go2alpa


berarti alkitab mencomot tauratnya yahudi? emoticon-Leh Uga



Bukan alkitab aja sih
Kitab2 agama lain juga ada yg mencomot
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:26
Quote:Original Posted By lambogallardo


kamu harus mengerti bagaimana sampai yesus harus turun ke dunia. kegagalan adam dalam berhub dengan tuhan menjadi alasan yesus yg adl tuhan datang kedunia menjadi adam yg kedua. yang mempunyai tujuan mencontohkan bagaimana seharusnya behub dengan tuhan. makanya yesus disebut anak manusia. sbg manusia yesus hrs dicobai iblis seperti yg lain jg. dan yesus (tuhan dalam rupa manusia) berhasil menunjukan bgmn cara mengalahkan iblis.


Memang semula yesus berada di mana sampai harus turun ke dunia?

Kegagalan adam berhubungan dengan tuhan
Menjadikan yesus turun ke bumi, tuhan yg mana?

Memang hubungan adam dgn tuhan bagaimana sehingga harus digantikan perannya oleh yesus?

sudah jelas ente bilang manusia.
Mengalahkan iblis karena yesus taat pada allah tidak mendurhakai


Quote:Original Posted By anaknyakambing


kalao nabi ga usah dicobai
karena blom apa2 sudah sujud dihadapan nafsu seksual
terlalu gampang buat iblis



Dari Muadz bin Jabal, dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Lalu Saidina Umar bin Khattab berkata:“Izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah.” Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas ra berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”

Rasulullah saw lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah swt, sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “ Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.

“Siapa yang memaksamu?”

“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak Kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang yang dibenci Iblis

Rasulullah saw lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”



“Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.” (nafi makhluk, Isbatkan Allah)

Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk syurga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tidak sesekali berbohong.”

Diubah oleh dogeyesblind
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:30
Quote:Original Posted By anaknyakambing


Tu org pasti ga ngerti alif lam lam ha tu apa
Jangankan orang yahudi gua aja ga ngerti


ya intinya yahudi menganggap sama kan?


Quote:Original Posted By anaknyakambing


Bukan alkitab aja sih
Kitab2 agama lain juga ada yg mencomot


sebuah pengakuan.. emoticon-Leh Uga

kalo bagi muslim, Al-qur'an tidak mencomot ayat kitab lain. tapi meluruskan ajaran2 yang berasal dari kitab lain.. tidak ada kalimat2, tanda baca yang sama.

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga


Diubah oleh go2alpa
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:34
Quote:Original Posted By go2alpa


kalo beda Tuhan, ane heran kenapa terjemahan Indonesia di alkitab memakai kata Allah. padahal "Allah" itu sebuah nama yang berasal dari bahasa arab bukan pangkat atau derajat seperti "Tuhan".



maksud ane gini gan...
yang belajar alkitab tanpa doktrin pasti bertuhankan ALLAH. SWT gan
dan yang belajar dengan doktrin pasti bertuhankan yesus..

sebenarnyaTuhannya yesus (disni artiannya yesus mempunyai tuhan ya emoticon-Big Grin) sama dengan tuhannya umat muslim.. yaitu Tuhan yang Esa (ALLAH)

gara2 trinitas aja semuanya jadi ngawur... malah jadi pusing sendiri emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 12:47
Quote:Original Posted By solok666


maksud ane gini gan...
yang belajar alkitab tanpa doktrin pasti bertuhankan ALLAH. SWT gan
dan yang belajar dengan doktrin pasti bertuhankan yesus..

sebenarnyaTuhannya yesus (disni artiannya yesus mempunyai tuhan ya emoticon-Big Grin) sama dengan tuhannya umat muslim.. yaitu Tuhan yang Esa (ALLAH)

gara2 trinitas aja semuanya jadi ngawur... malah jadi pusing sendiri emoticon-Ngakak (S)


makanya ane sebagai muslim gak sreg aja Allah disamakan Yesus, Allah = Yesus. Kalo Tuhan adalah Yesus (Tuhan = Yesus) ya terserah mereka. toh ajaran mereka udah dicampur2 sama budaya Yunani yang punya banyak God (dewa). emoticon-Leh Uga

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 13:16
Quote:Original Posted By thetik


itu ada di inijil mana?


ada di perjanjian baru gan...semua itu kata-kata yesus sebelum dia diangkat..setelah dia bangkit dari kematian nya
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 13:29
Quote:Original Posted By sambudi7.jr

Muhamad pernah ditegur ama alloh swt.
Jadi mana mungkin beliau Fiman Allah yg berjalan? Beliau juga pernah mengeluarkan ayat2 setan.

Jangan ngimpi yah.



Nah ini ane baru denger nih....
boleh ane minta ayat2 setan yg pernah di ucapkan muhammad gan? sebab gak ada bukti = HOAX
trims
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 14:04
Quote:Original Posted By jabrixs


Nah ini ane baru denger nih....
boleh ane minta ayat2 setan yg pernah di ucapkan muhammad gan? sebab gak ada bukti = HOAX
trims

Kisahnya silakan baca.
Surah 53.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ayat-ayat_setan
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 14:46
Quote:Original Posted By go2alpa


ya intinya yahudi menganggap sama kan?




sebuah pengakuan.. emoticon-Leh Uga

kalo bagi muslim, Al-qur'an tidak mencomot ayat kitab lain. tapi meluruskan ajaran2 yang berasal dari kitab lain.. tidak ada kalimat2, tanda baca yang sama.

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga




yahwe nya yahudi dan kristen sama
kalao sama islam ga tau
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 15:17
Quote:Original Posted By sambudi7.jr

Kisahnya silakan baca.
Surah 53.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ayat-ayat_setan


berdasarkan argumen bahwa kisah ini mempunyai isnad (rantai penyampaian) yang lemah (dha'īf), serta berpegang pada doktrin isma dalam teologi Islam; yaitu Ketidakbersalahan Nabi; perlindungan Illahiah bahwa Allah melindungi Nabi Muhammad agar terhindar dari melakukan segala perbuatan salah.[1] Sekalipun Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir menganggap sahih, tetapi Al-Baihaqi mengatakan bahwa kisah ini tidak tetap (tsabit) dari sisi penukilan (pengutipan) di isnadnya." Qadhi 'Iyadh[3] menganggap serupa; karena hampir semunanya lemah dan sangat lemah. Tidak pernah hadits ini dikeluarkan seorangpun yang konsisten dalam hadits-hadits shahīh, juga tiada yang meriwayatkannya oleh seorang tsiqah (terpercaya) dalam sanad yang baik dan marfū. Anehnya, hadits ini disukai benar oleh ahli tarikh, dan para mufasir (ahli tafsir) dalam menghiasi kitab-kitab mereka dengan semua yang shahih dan dha'if. Adapun riwayat yang marfū (sampai sanadnya kepada Nabi S.A.W) adalah dari Syu'bah, dari Abu Basyar, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas - dalam keraguan menyambungkan hadits. Walau demikian, yang memarfu'kan sanad ini cuma Umayyah bin Khalid — walaupun sebenarnya tidak begitu sanadnya. Al-Kalbi — seorang kadzdzāb (penipu ulung dalam ilmu hadits)- juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas, namun sayang, Al-Kalbi adalah seorang penipu, yang tak boleh dipercaya hadits-haditsnya. Ibnu Khuzaimah pernah mengomentari hadits ini dengan mengatakan bahwa "kisah ini adalah karangan orang-orang zindik (orang yang menampakkan keIslamannya, tetapi menyembunyikan kekafirannya)". Prof. Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah menganggap cerita ini batil dan bertentangan dari sisi aqli dan naqli, serta banyak sekali kerancuan riwayat mengenai kisah ini.[4]

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 15:23
Quote:Original Posted By go2alpa


Firman yang hidup berarti apa yang dilakukan yesus setiap hari itu sudah termasuk ajaran kan bre? beda sama Muhammad yg harus nyuruh2 kan bre?



sekali lagi kalo ngomong pake bukti dan dalil, ente nulis "nyuruh2" seakan2akan ingin mengatakan ada paksaan dan tidak memperdulikan kehendak pribadi. Padahal Nabi Muhammad itu mengajak dan memperingati. kalo gak mau yaudah.
لَا إكْرَاه فِي الدين قَدْ تَبَينَ الرشْد مِنْ الْغَيّ

“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256)

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 15:27
Quote:Original Posted By anaknyakambing


yahwe nya yahudi dan kristen sama
kalao sama islam ga tau


emang yahwe siapa?

0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 15:37
Quote:Original Posted By dragonasty


berdasarkan argumen bahwa kisah ini mempunyai isnad (rantai penyampaian) yang lemah (dha'īf), serta berpegang pada doktrin isma dalam teologi Islam; yaitu Ketidakbersalahan Nabi; perlindungan Illahiah bahwa Allah melindungi Nabi Muhammad agar terhindar dari melakukan segala perbuatan salah.[1] Sekalipun Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir menganggap sahih, tetapi Al-Baihaqi mengatakan bahwa kisah ini tidak tetap (tsabit) dari sisi penukilan (pengutipan) di isnadnya." Qadhi 'Iyadh[3] menganggap serupa; karena hampir semunanya lemah dan sangat lemah. Tidak pernah hadits ini dikeluarkan seorangpun yang konsisten dalam hadits-hadits shahīh, juga tiada yang meriwayatkannya oleh seorang tsiqah (terpercaya) dalam sanad yang baik dan marfū. Anehnya, hadits ini disukai benar oleh ahli tarikh, dan para mufasir (ahli tafsir) dalam menghiasi kitab-kitab mereka dengan semua yang shahih dan dha'if. Adapun riwayat yang marfū (sampai sanadnya kepada Nabi S.A.W) adalah dari Syu'bah, dari Abu Basyar, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas - dalam keraguan menyambungkan hadits. Walau demikian, yang memarfu'kan sanad ini cuma Umayyah bin Khalid — walaupun sebenarnya tidak begitu sanadnya. Al-Kalbi — seorang kadzdzāb (penipu ulung dalam ilmu hadits)- juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas, namun sayang, Al-Kalbi adalah seorang penipu, yang tak boleh dipercaya hadits-haditsnya. Ibnu Khuzaimah pernah mengomentari hadits ini dengan mengatakan bahwa "kisah ini adalah karangan orang-orang zindik (orang yang menampakkan keIslamannya, tetapi menyembunyikan kekafirannya)". Prof. Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah menganggap cerita ini batil dan bertentangan dari sisi aqli dan naqli, serta banyak sekali kerancuan riwayat mengenai kisah ini.[4]


Silakan baca qs 22:52 ---> seorang nabi tidak akan luput dari bisikan setan.
Adam kena, harun kena, mosok muhamad ga kena? emoticon-Big Grin


0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 15:48
Quote:Original Posted By sambudi7.jr

Silakan baca qs 22:52 ---> seorang nabi tidak akan luput dari bisikan setan.
Adam kena, harun kena, mosok muhamad ga kena? emoticon-Big Grin





Ibnu Abi Hatim meriwayatkan, bahwasanya Sa’id bin Jubair berkata: Rasulullah saw. di kota Makkah membaca surat an-Najm. Ketika beliau sampai kepada ayat: afara-aitumul laata wal ‘uzzaa wa manaatats-tsaalitsatal ukhraa (“Maka apakah patut kamu menganggap al-Latta dan ‘Uzza dan Manat yang ketiga,”) beliau bersabda: “Lalu syaitan membisikkan pada lisannya: `Itulah kisah Gharaniq al-Ula.’ Sesungguh-nya syafa’at mereka diharapkan. Mereka menyebutkan, tidak pernah ilah kami disebut baik sebelum hari ini, lalu ia sujud dan mereka pun sujud, maka Allah menurunkan ayat ini:

Wa maa arsalnaa min qablika mir rasuulin walaa nabiyyin illaa idzaa tamannaa alqasy syaithaanu fii umniyyati fayansakhullaaHu maa yulqisy syaithaanu tsumma yuhkimullaaHu aayaatiHii wallaaHu ‘aliimun hakiim (“Dan Kami tidak mengutus sebelummu seorang Rasul pun dan tidak pula seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha-mengetahui lagi Mahabijaksana. ” Wallahu a’lam.

Demikianlah macam-macam jawaban mutakallimin tentang penetapan keshahihannya. Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan dalam kitab asy-Syifaa’ untuk masalah ini, dia menjawab yang hasilnya seperti itu, karena telah ada penetapannya.

Firman-Nya: illaa idzaa tamannaa alqasy syaithaanu fii umniyyati (“Melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,”) ayat ini mengandung hiburan dari Allah kepada Rasul-Nya yaitu Allah tidak menakuti engkau. Sesungguhnya hal seperti itu telah menimpa pula kepada para Rasul dan Nabi sebelummu.

Al-Bukhari meriwayatkan, Ibnu `Abbas berkata: fii umniyyati (“Terhadap keinginan itu,”) jika ia bercerita, syaitan pun memasukkan sesuatu terhadap ceritanya itu. Maka Allah membatalkan apa yang dimasukkan syaitan; tsumma yuhkimullaaHu aayaatiHi (“Dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya,”) `Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu ‘Abbas: illaa idzaa tamannaa alqasy syaithaanu fii umniyyati (“Melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,”) ia berkata: “Jika ia bercerita, syaitan pun memasukkan sesuatu terhadap ceritanya itu.” Mujahid berkata: idzaa tamannaa (“Apabila mempunyai suatu keinginan,”) yaitu jika ia berkata. Dikatakan “umniyyati” bacaannya; illaa amaaniyya (“Kecuali angan-angan,”) (QS. Al-Baqarah: 78), yang mereka baca dan tidak mereka catat.

Al-Baghawi dan kebanyakan ahli tafsir berkata, makna firman-Nya: tamannaa; yaitu mentilawahkan dan membaca Kitabullah; alqasy syaithaanu fii umniyyati (“Syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,”) yaitu dalam bacaannya.

Seorang penya’ir berkata tentang `Utsman ketika dia terbunuh:
“Dia membaca Kitabullah di awal malam.
Dan di akhir malam, dia berjumpa dengan penguasa takdir.

Adh-Dhahhak berkata: idzaa tamannaa; artinya, jika (ia) membaca. Jarir berkata: “Pendapat ini lebih tepat dengan penafsiran kalimat.”

Firman-Nya: fayansakhullaaHu maa yulqisy syaithaanu (“Allah menghilangkan apa yang dimasukkan syaitan itu,”) hakekat nasakh menurut bahasa adalah menghilangkan dan mengangkat.

`Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu `Abbas: “Yaitu, lalu Allah membatalkan apa yang dimasukkan syaitan itu.” Adh-Dhahhak berkata: “Jibril menghilangkan apa yang dimasukkan syaitan itu dengan perintah Allah, Allah memperkuat ayat-ayat-Nya.”

Firman-Nya: wallaaHu ‘aliimun (“Dan Allah Mahamengetahui,”) berbagai perkara dan peristiwa yang terjadi dan tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya. hakiimun (“Lagi Mahabijaksana,”) yaitu dalam ketetapan, penciptaan dan perintah-Nya. Dia memiliki kebijaksanaan yang sempurna dan bukti-bukti yang akurat.

Untuk itu Dia berfirman: liyaj’ala maa yulqisy-syaithaanu fitnatal lilladziina fii quluubiHim maradlun (“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit,”) yaitu keraguan, syirik, kekufuran dan kemunafikan, seperti orang-orang musyrik ketika mereka bergembira karenanya dan berkeyakinan bahwa hal itu benar dari sisi Allah, padahal semua itu dari godaan syaitan.

Ibnu Juraij berkata: lilladziina fii quluubiHim maradlun (“Bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit,”) yaitu orang-orang munafik; wal qaasiyati quluubuHum (“Dan yang kasar hatinya,”) yaitu orang-orang musyrik.” Muqatil bin Hayyan berkata: “Yaitu orang Yahudi.”

Wa innadh-dhaalimiina lafii syiqaaqim ba’iid (“Dan sesunggguhnya orang-orang yang dhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat,”) yaitu dalam kesesatan, perbedaan dan pembangkangan yang serius terhadap kebenaran (al-haq).,

Wa liya’lamal ladziina uutul ‘ilma annaHul haqqu mir rabbika fayu’minuu biHi (“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwasanya al-Qur’an itulah yang haq dari Rabbmu, lalu mereka beriman,”) yaitu agar orang-orang yang telah diberikan ilmu yangbermanfaat mampu membedakan antara haq dan bathil serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengetahui bahwa apa yang telah Kami wahyukan kepadamu adalah kebenaran dari Rabbmu yang menurunkan hal itu dengan ilmu, pemeliharaan dan penjagaan-Nya dari pencampur bauran dengan yang lainnya.

Bahkan, itulah Kitab yang mulia:
Laa ya’tiiHi baathilu mim baini yadaiHi walaa min khalfiHi tanziilam min hakiimin hamiid (“Yang tidak didatangi kebathilan dari hadapan dan belakangnya serta diturunkan dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji.”) (QS. Fushshilat: 42).

Dan firman-Nya: fayu’minuu biHii (“Lalu mereka beriman,”) yaitu membenarkan dan mematuhinya; fatukhbita laHuu quluubuHum (“Dan tunduk hati mereka kepadanya,”) yaitu hati mereka tunduk dan patuh. Wa innallaaHa laHaadil ladziina aamanuu ilaa shiraathim mustaqiim (“Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus,”) yaitu di dunia dan di akhirat. Adapun di dunia, Dia memberikan mereka petunjuk kepada kebenaran dan mengikutinya serta memberikan taufiq kepada mereka untuk menyelisihi dan menjauhi kebathilan. Sedangkan di akhirat, Dia memberikan hidayah kepada mereka ke jalan yang lurus yang menyampaikannya kepada derajat surga serta menyelamatkan
mereka dari adzab yang pedih dan kerak api neraka.

baca ampe habis biar ngerti
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 16:21
Quote:Original Posted By anaknyakambing



Kamu belom denger cerita yesus tentang pemilik kebun yg nagih panen an
Lalu kirim utusan tapi dibunuh semua
Lalu mengutus anaknya karena anaknya ga bakal di bunuh karena anaknya adalah pemilik kebun anggur

kisah umpamanya anak itu yaa... sudah sering juragan... yang akhir ceritanya pd kenyataannya kerajaan Allah diambil diberikan kepada bangsa/umat batu penjuru yg akan menghasilkan buahNYA khan.

sudah dengar cerita umpama perkimpoian di surga kah? ada loh perkimpoian disana.

Matius 22:2
"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kimpoi untuk anaknya.

Matius 25:1
Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

emoticon-Leh Uga
Diubah oleh raneb
0 0
0
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50
31-01-2018 16:21
Quote:Original Posted By dragonasty



Ibnu Abi Hatim meriwayatkan, bahwasanya Sa’id bin Jubair berkata: Rasulullah saw. di kota Makkah membaca surat an-Najm. Ketika beliau sampai kepada ayat: afara-aitumul laata wal ‘uzzaa wa manaatats-tsaalitsatal ukhraa (“Maka apakah patut kamu menganggap al-Latta dan ‘Uzza dan Manat yang ketiga,”) beliau bersabda: “Lalu syaitan membisikkan pada lisannya: `Itulah kisah Gharaniq al-Ula.’ Sesungguh-nya syafa’at mereka diharapkan. Mereka menyebutkan, tidak pernah ilah kami disebut baik sebelum hari ini, lalu ia sujud dan mereka pun sujud, maka Allah menurunkan ayat ini:

Wa maa arsalnaa min qablika mir rasuulin walaa nabiyyin illaa idzaa tamannaa alqasy syaithaanu fii umniyyati fayansakhullaaHu maa yulqisy syaithaanu tsumma yuhkimullaaHu aayaatiHii wallaaHu ‘aliimun hakiim (“Dan Kami tidak mengutus sebelummu seorang Rasul pun dan tidak pula seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha-mengetahui lagi Mahabijaksana. ” Wallahu a’lam.

Demikianlah macam-macam jawaban mutakallimin tentang penetapan keshahihannya. Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan dalam kitab asy-Syifaa’ untuk masalah ini, dia menjawab yang hasilnya seperti itu, karena telah ada penetapannya.

Firman-Nya: illaa idzaa tamannaa alqasy syaithaanu fii umniyyati (“Melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,”) ayat ini mengandung hiburan dari Allah kepada Rasul-Nya yaitu Allah tidak menakuti engkau. Sesungguhnya hal seperti itu telah menimpa pula kepada para Rasul dan Nabi sebelummu.

Al-Bukhari meriwayatkan, Ibnu `Abbas berkata: fii umniyyati (“Terhadap keinginan itu,”) jika ia bercerita, syaitan pun memasukkan sesuatu terhadap ceritanya itu. Maka Allah membatalkan apa yang dimasukkan syaitan; tsumma yuhkimullaaHu aayaatiHi (“Dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya,”) `Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu ‘Abbas: illaa idzaa tamannaa alqasy syaithaanu fii umniyyati (“Melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,”) ia berkata: “Jika ia bercerita, syaitan pun memasukkan sesuatu terhadap ceritanya itu.” Mujahid berkata: idzaa tamannaa (“Apabila mempunyai suatu keinginan,”) yaitu jika ia berkata. Dikatakan “umniyyati” bacaannya; illaa amaaniyya (“Kecuali angan-angan,”) (QS. Al-Baqarah: 78), yang mereka baca dan tidak mereka catat.

Al-Baghawi dan kebanyakan ahli tafsir berkata, makna firman-Nya: tamannaa; yaitu mentilawahkan dan membaca Kitabullah; alqasy syaithaanu fii umniyyati (“Syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,”) yaitu dalam bacaannya.

Seorang penya’ir berkata tentang `Utsman ketika dia terbunuh:
“Dia membaca Kitabullah di awal malam.
Dan di akhir malam, dia berjumpa dengan penguasa takdir.

Adh-Dhahhak berkata: idzaa tamannaa; artinya, jika (ia) membaca. Jarir berkata: “Pendapat ini lebih tepat dengan penafsiran kalimat.”

Firman-Nya: fayansakhullaaHu maa yulqisy syaithaanu (“Allah menghilangkan apa yang dimasukkan syaitan itu,”) hakekat nasakh menurut bahasa adalah menghilangkan dan mengangkat.

`Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu `Abbas: “Yaitu, lalu Allah membatalkan apa yang dimasukkan syaitan itu.” Adh-Dhahhak berkata: “Jibril menghilangkan apa yang dimasukkan syaitan itu dengan perintah Allah, Allah memperkuat ayat-ayat-Nya.”

Firman-Nya: wallaaHu ‘aliimun (“Dan Allah Mahamengetahui,”) berbagai perkara dan peristiwa yang terjadi dan tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya. hakiimun (“Lagi Mahabijaksana,”) yaitu dalam ketetapan, penciptaan dan perintah-Nya. Dia memiliki kebijaksanaan yang sempurna dan bukti-bukti yang akurat.

Untuk itu Dia berfirman: liyaj’ala maa yulqisy-syaithaanu fitnatal lilladziina fii quluubiHim maradlun (“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit,”) yaitu keraguan, syirik, kekufuran dan kemunafikan, seperti orang-orang musyrik ketika mereka bergembira karenanya dan berkeyakinan bahwa hal itu benar dari sisi Allah, padahal semua itu dari godaan syaitan.

Ibnu Juraij berkata: lilladziina fii quluubiHim maradlun (“Bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit,”) yaitu orang-orang munafik; wal qaasiyati quluubuHum (“Dan yang kasar hatinya,”) yaitu orang-orang musyrik.” Muqatil bin Hayyan berkata: “Yaitu orang Yahudi.”

Wa innadh-dhaalimiina lafii syiqaaqim ba’iid (“Dan sesunggguhnya orang-orang yang dhalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat,”) yaitu dalam kesesatan, perbedaan dan pembangkangan yang serius terhadap kebenaran (al-haq).,

Wa liya’lamal ladziina uutul ‘ilma annaHul haqqu mir rabbika fayu’minuu biHi (“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwasanya al-Qur’an itulah yang haq dari Rabbmu, lalu mereka beriman,”) yaitu agar orang-orang yang telah diberikan ilmu yangbermanfaat mampu membedakan antara haq dan bathil serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengetahui bahwa apa yang telah Kami wahyukan kepadamu adalah kebenaran dari Rabbmu yang menurunkan hal itu dengan ilmu, pemeliharaan dan penjagaan-Nya dari pencampur bauran dengan yang lainnya.

Bahkan, itulah Kitab yang mulia:
Laa ya’tiiHi baathilu mim baini yadaiHi walaa min khalfiHi tanziilam min hakiimin hamiid (“Yang tidak didatangi kebathilan dari hadapan dan belakangnya serta diturunkan dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Mahaterpuji.”) (QS. Fushshilat: 42).

Dan firman-Nya: fayu’minuu biHii (“Lalu mereka beriman,”) yaitu membenarkan dan mematuhinya; fatukhbita laHuu quluubuHum (“Dan tunduk hati mereka kepadanya,”) yaitu hati mereka tunduk dan patuh. Wa innallaaHa laHaadil ladziina aamanuu ilaa shiraathim mustaqiim (“Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus,”) yaitu di dunia dan di akhirat. Adapun di dunia, Dia memberikan mereka petunjuk kepada kebenaran dan mengikutinya serta memberikan taufiq kepada mereka untuk menyelisihi dan menjauhi kebathilan. Sedangkan di akhirat, Dia memberikan hidayah kepada mereka ke jalan yang lurus yang menyampaikannya kepada derajat surga serta menyelamatkan
mereka dari adzab yang pedih dan kerak api neraka.

baca ampe habis biar ngerti

Yang jelas kisah "ayat2 setan" sangat sesuai dengan kondisi saat itu, yaitu muhamad ingin berdamai dgn sukunya; agar sukunya menerimanya sebagai nabi; agar sukunya masuk islam; agar Alloh tak menurunkan wahyu yg mencela agama sukunya.


Bukti :
[HOLY] Anda Bertanya, Kristen Menjawab - Part 50


Udah jelas kan?

0 0
0
Halaman 275 dari 492
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia