alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
14
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a62fb7f9252333a628b4567/kata-orang-aku-ketempelanhoror
Selamat datang di thread ane Apabila ada yang bertanya ini real atau fiksi, ini fiksi hasil imajinasi ane. Langsung ke cerita ya..selamat membaca. Kelompok 12 Sudah 3 tahun lebih aku kuliah dijogja, di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada dijogja, aku mengambil jurusan seni rupa khususnya seni lukis. Di fakultas fkip (kependidikan). Kebetulan tahun ini aku bisa mengambil mata kuliah PPL ( p
Lapor Hansip
20-01-2018 15:19

Kata orang aku ketempelan(horor)

Selamat datang di thread ane

Apabila ada yang bertanya ini real atau fiksi, ini fiksi hasil imajinasi ane. Langsung ke cerita ya..selamat membaca.

Kelompok 12

Sudah 3 tahun lebih aku kuliah dijogja, di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada dijogja, aku mengambil jurusan seni rupa khususnya seni lukis. Di fakultas fkip (kependidikan). Kebetulan tahun ini aku bisa mengambil mata kuliah PPL ( praktek mengajar disekolah). Oh iya ane ini orang nya pendiem.

Sebelum terjun kelapangan kita dibagi menjadi 4 orang tiap jurusan seni rupa dan nanti digabung dengan jurusan lain. Kita dapat kelompok 12. anggotanya:
1. Adit (ane) seni rupa
2. Oki (L) seni rupa
3. Angga(L) seni rupa
4. Nisa (P) seni rupa
5. Jono (L) b.indonesia
6. Sari (P) b.indonesia
7. Alex (L) fisika
8. Jihan (P) fisika
dan ditempatkan disekolah Z untuk mengajar. Salah satu sekolah smp di jogja.

Akhirnya saat yang ditunggu tiba. Saat aku harus mengajar di smp, sebenarnya aku merasa gugup karena baru kali ini berhadapan langsung dengan siswa. Kita memutuskan untuk bertemu didepan kampus sebelum menuju sekolah. Kita sudah berkumpul semua kecuali jihan...

Jono. : "udah kumpul semua belum nih"
Alex : " si jihan masih ada perlu katanya,
nanti dia nyusul ke smp jadi kita pergi
duluan"
Sari. : " baru juga mulai" celetuk sari
Jono. : " udah sar, yg penting nanti dismp
kumpul semua"
Sari. : " iya iya"
Angga : " kita belum ada ketua kan?"
Jono : " oiya, ada yg mau mengajukan diri"
Oki. : " udah km aja jon, cocok"
Adit. : " iya jon cocok tuh"
Jono : " oalah ko aku tho"
Nisa. : " kan dari sidang dimulai udh dipimpin
sama kamu jon hahaha"
Angga.: " udahlah tinggal bilang oke aja
repot banget jon kamu ini"
Alex. : " iya jon yg disini udah setuju semua
ko, iya kan?"
Oki. : " yaudah gini aja yang setuju jono jadi
ketua angkat tangan".

Dengan serempak dan tanpa ragu kita mengangkat tangan, jono pun terpilih jadi ketua. Setelah ketua ditentukan kita langsung menuju sekolah smp Z. Dalam 20 menit perjalanan sampailah di smp Z. Dan pendapatku tentang sekolah ini lumayan seram. Mungkin karena warna cat banyak yang sudah kusam. Dan banyak pohon besar disekelingnya.

Ternyata disana sudah datang dosen pembimbing untuk melakukan serah terima pada pihak sekolah.

Dosen pembimbing (Dopem)
Dopem : " lho baru pada datang ini, ayo
langsung masuk sudah ditunggu
pihak sekolah"
Jono. : " iya nih pak, maaf kami terlambat"
Dopem : " ya sudah ga papa, yuk semua
langsung masuk ikutin bapak"

Dan hari pertama PPL berakhir dengan proses serah terima antara pihak kampus dan pihak sekolah. Hari itu jihan tak datang sesuai janjinya.




0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 16:51

Dea

Hari berikutnya..saatnya mengajar anak smp, antara senang dan gugup, senang karna bisa lihat adek adek cantik, gugup karena baru pertama kali ngajar. Semua persiapan sudah lengkap. Saat nya berangkat. Jarak kost dan sm Z lumayan jauh kira kira butuh 25 menit untuk sampai. Oh ya aku memiliki kendaraan roda dua yg dikirim dari kampungku dijawa barat.

Sampailah di tempat tujuan. Ternyata didepan gerbang sudah ada pak guru yang sedang menyapa murid murid yang baru datang. Aku menyapanya dan dia menyapa balik.setelah memarkirkan motor aku bergegas menuju teman teman ku yg terlihat sudah datang dan sedang mengobrol. Tiba tiba pak guru menegurku.

Pak guru: " Dek"
Aku. : "ah ya pak ada apa yak"
Pak guru: " parkir nya jangan disana dek, itu
khusus murid, untuk guru sebelah
sana".
Aku. : "oh iya pak, makasih"

Dengan terpaksa aku memarkirkan ulang sepeda motorku ke arah yang ditunjukan oleh si bapak.

Aku. :" oke motor sudah aman"

Tibalah ditempat teman teman ku. Kami anak anak PPL ditempatkan diruangan terbuka yang berada di pintu gerbang kedua.

Oki. : " baru datang dit"
Aku. : " iya ta"
Nisa. : " oh iya kita harus menhadap sama
guru seni budaya di sini"
Angga : " caww ke kantor udah ditunggu
kayaknya"

Saat dikantor.

Pak edi ( guru seni budaya)
Pak edi : " ini yang jurusan seni ya"
Oki. : " iya pak"
Pak edi : " oke sekarang kalian ikut bapak ke
kelas, nanti perhatikan saat saya
mengajar dikelas, kebetulan
sekarang bapak mengajar dikelas
3a"
Oki. : " iya pak"

Saat dikelas 3a
Kami berempat kaget karena murid yg kami lihat jumlah nya sedikit, tidak seperti sekolah pada umumnya banyak bangku kosong yg tidak ditempati. Terlihat para murid pun antusias dengan kedatangan kami. Setelah pak edi memberitahu alasan kami disini, kami disuruh untuk memperkenalkan diri. Ternyata banyak yg antusias terutama saat Nisa memperkenalkan diri. Yaiyalah nisa itu cantik meskipun agak tomboy, dia pun terlihat risih dengan pakaian rapih yg dikenakan soalnya biasa pakai pakaian santai dengan celana jeans robek favoritnya. Bukan nisa aja sih aku oki dan angga sama, tidak terlalu nyaman dengan pakaian formal dengan bawahan bahan kain dan sepatu pantofel.

Kami berempat memperhatikan pak edi dari belakang, yep kami duduk dibanku yg tidak ada muridnya. Mana banyak debunya pula wakaka.

Ditengah penjelasan pak edi terdengar seorang siswi memanggil teman disebelahnya.

Siswi : " dea..dea..kamu kenapa..dea"

Siswi yg dipanggil dea terlihat lemas dengan kepala menunduk.

Siswi : " pak..pak.. Tolong pak.. Ini dea
mulai lagi pak..."
Pak edi :" lho kenapa tho ini"
Siswi. : " ga tau pak, tapi biasanya kalo gini
dia mau kemasukan pak"
Pak edi : " kesurupan maksudnya"
Siswi. : " iya pak di se..."
Dea. : " khihi..."

Suasana kelas pun mulai berubah.



0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 17:20
Izin baca ya gan
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 17:59

Kesurupan

Keadaan kelas mulai berubah. Semua orang tertuju pada dea. Yang tertawa aneh. Terlihat tubuhnya lemas, dengan kepala tertunduk.

Siswi. : " pak...gimana nih..udah mulai kayaknya"
Pak edi: "langsung bawa ke UKS saja nak, ayo yang cowo bantu angkat badan nya dea"
Oki. : " kami bertiga boleh ikut bantu pak"
Pak edi:" oh iya silahkan"
Oki. : " cepet ngga dit"

Kami bertiga mulai mengangkat tubuh dea yg lemas, berat, kami harus membawa dea ke UKS yang berada dilantai satu sedangkan kelas 3a dilantai dua, artinya kita harus menuruni tangga. Nisa dan murid yg lain mengikuti dari belakang.

Saat dilantai satu kami bertemu dengan penjaga sekolah yang sedang menyapu dihalaman.

Pak Abdul ( penjaga sekolah )
P. Abdul : " mas itu kenapa"
Angga. : " kesurupan pak...hhh" angga terengah karena menahan beban tubuh dea saat menjawab pertanyaan pak abdul.
P. Abdul : " oalah dia lagi tho, udah sering kejadian ini mas, nanti saya bantu, ini mau dibawa kemana"
Oki. : " ke UKS pak.."
P.abdul. : " ayo ayo.."

Di UKS. Dea dibaringkan diatas kasur yang ada disana. Terlihat pak abdul menempelkan tangannya dibagian atas kepala (ubun ubun) dea, mulut pak abdul tak henti merapal doa. Setelah beberapa menit berlalu, pak abdul terlihat kelelahan dan masih merapal doa. Keadaan mulai terlihat baik pak abdul mengakhiri proses nya dengan meniup kepala dea.

P. Abdul : " kasih minum"

Siswi tadi mengambil gelas dan mengisinya dengan air yang ada di UKS.

Siswi : "minum dulu de"

Bagian pundak dea sedikit diangkat oleh pak abdul agar lebih mudah untuk meminum air nya. Dea terlihat sangat kelelahan.

Dea. : " makasih ya..maaf.."
Siswi : " udah ga papa kamu istirahat dulu"
Dea. : " iyaa...."
P. Edi : " nak kamu tunggu disini ya temani dea bapak mau kasih tau orang tua nya"
Siswi : " iya pak"

Setengah jam berlalu. Terlihat seorang bapak sedang menuju ruangan UKS.

Bapak Dea (BD)
BD. : " assalamualaikum"
......... : " waalaikumsalam" ucap kami serempak
BD. : " dea kamu ga papa nak"
Dea. : " ga papa pak, cuma masih lemes"
BD. : " ya udah langsung pulang aja ya..."
Dea. : " iya..."
BD. : " untuk semuanya saya berterimakasih sudah mau membantu anak saya, pak guru saya pamit dulu, dea nya saya bawa pulang"
P. Edi. : " iya tidak apa apa, itu sudah seharusnya kami lakukan, iya pak silahkan, biar dea nya istirahat dulu"
BD. : " oke kalo gitu saya pamit dulu pak, semuanya saya pamit dulu"

Dea dan bapak nya pulang, dea sudah bisa jalan walaupun harus dipapah, tubuhnya masih lemah berusah berjalan kearah gerbang sekolah.

Nisa. : " alhamdulillah"
Oki. : " berat banget dea, padahal tubuhnya kecil"
Angga : " kecil tapi berisi bro..dadanya juga udah gede tuh, bempernya mayan lah..oia tadi sempet nempel loh tangan ku sama bempernya..wakaka"
Nisa. : " hus.."
Adit. : " masih sempet aja ngga"
Oki. : " wahahaha udah udah, kamu juga ngga, ga lihat situasi"
Angga : " kesempatan itu datang kapan aja bro...wakaka"
Nisa. : " udah ah..kekelas lagi yuk..pak edi mau ke kelas tuh kayaknya"
........ : " yukk...caw..oke..." jawab kami serempak.

Proses pelajaran dilanjutkan, hari pun berakhir.
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 18:00
Quote:Original Posted By sayabaik46
Izin baca ya gan

Silahkan gan

0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 20:43

Dea 2

Esoknya. Semua sudah berkumpul di ruang dekat gerbang atau ruang piket.

Angga: " bro badan ku pegel semua ya..apa
karena kejadian kemarin"
Oki. : " sama ngga, badan ku ga enak"
Aku. : " lho kirain aku aja yg pegel"
Nisa. : " yah jadi cowo lemah banget, baru
ngangkat cewek smp aja langsung
pegel, malu sama kumis tuhh.."

*Pltak* kepala nisa dijitak oleh angga.

Nisa. : " aww, sakit bego..."

*pltaakk* nisa membalas jitakan anggi dengan memukul tangannya menggunakan penggaris.

Angga : " aduh..duh..ampun ndoro ampun..."
Oki. : " wahaha..kalian ya kebiasaan malu
sama temen yang lain tuh, cuma
kalian yang berisik dari tadi"
Jono. : " ga pa pa hiburan pagi hahaha.."
Jihan. : " lucu, mirip tom jery haha.."
Sari. : " lucuan mana sama bolos di hari pertama"

…...............................................................

Jono. : " sar..."
Sari. : " emang benerkan"
Jihan. : " maaf ya, waktu itu beneran ga bisa
datang"
Sari. : " sok sibuk..."
Alex. : " udah udah kasian tuh nisa sama
angga padahal lagi mesra tadi"

*pltak* tangan alex jadi sasaran nisa.

Alex. : " adaw..."

Tiba tiba ada ibu guru menghampiri kita di ruang piket.

Nama nya Ibu wulan guru muda honorer yang mengajar BP. Usianya antara 25-30 perkiraanku waktu itu. Perawakannya kecil tapi berisi, kulit putih khas wanita jawa, rambut panjang sebahu.

B. Wulan : " wah rame yahhh.."
Angga. : " waw.."
Alex. : " subhanallah.."
Oki. : " terimakasih tuhan..."
Nisa. : " eh ibu... Iya ni bu anak anak
belum sarapan ya gini bu hehe.."
B. Wulan : " ga papa malah rame kan ga
suntuk" dia tersenyum.

Senyum nya adem, membuat hatiku tenang. Mungkin bukan cuma aku yang terpesona sama bu wulan. Anak laki laki yang ada disini mungkin sama denganku.

*suara bel berbunyi, jam pelajaran pertama dimulai*

Jam pertama di mulai, saat itu kami berempat masuk kelas 3b kebetulan pelajaran seni budaya. Sebenarnya anak jurusan lain mengajar nya sendiri, tapi entah kenapa kami berempat masuk bareng. Katanya biar rame haha. Jadi yang mengajar satu orang ada di depan murid, 3 lainnya nunggu di belakang. Oh ya disekolah ini siswa nya sedikit, satu kelas paling banyak 15 orang, bahkan ada yg cuma 10 orang, kebayangkan kalo dikelas gimana suasananya. Dan masing masing tingkatan ada dua kelas, jadi total kelas 1-3 hanya ada 6 kelas.

Jam pelajaran selesai. Waktunya istirahat.

Kami berkumpul kembali diruang piket.

Oki. : " itu ada apa ya di aula rame banget"
Jono. : " lagi pemilihan ketua osis ki"
Angga: " kesana yuk.."
Alex. : " yuk bosen disini terus dari tadi"
Nisa. : " ikut dong...."
Oki. : " dit ikut ga "
Aku. : " ikut..."
Jono. : " aku jaga disini, sar, jihan kalian ikut ga"
Jihan. : " aku ikut...."
Sari. : " disini ajalah males"
Jono. : " ya udah"

Di Aula sekolah. Ruangan nya agak sempit untuk ukuran aula. Lebih mirip ruangan kelas yang jarang digunakan. Masih banyak debu dibagian belakang ruangan, sarang laba laba masih terlihat tampaknya tempat ini belum disiapkan jauh jauh hari sebelum acara ini dimulai.

Acara belum selesai. Terlihat nisa dan dea meninggalkan ruangan. Aku yang penasaran mengikuti dari belakang. Mereka menuju mushola yang ada dilingkungan sekolah.

Di mushola. Dea berbaring di atas karpet hijau. Tubuhnya tampak lemas. Nisa menghampiriku yg berada diluar mushola.

Nisa. : " dit. Panggilin jono cepetan"
Aku. : " kenapa emang nis"
Nisa. : " udah panggil aja. Cepetan dit....."
Aku. : " oke oke.."

Di ruang piket. Jono dan sari sedang asik mengobrol. Sesekali sari tertawa karena candaan garing jono.

Aku. : " jon. Jonnn...cepetan kemushola.. Penting"
Jono. : " ngapain kemushola dit"
Aku. : " udah ikut aja"
Jono. : " y udah"

Di mushola. Nisa tampak lebih khawatir dari sebelumnya. Dea masih berbaring di karpet sesekali merancau, omongan nya tidak jelas, kadang teriak histeris, kadang tertawa.

Oh ya ternyata jono ini juga bisa mengangani kesurupan. Waktu sebelumnya dia sedang ada jam di kelas. Dan sudah ada pak ahmad penjaga sekolah jadi jono tidak turun tangan.
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 20:48
wih baru nih
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 21:03
yang kukira ketempelan lem setan
kan horror juga
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 21:15
Bakar menyan....
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 21:17
Quote:Original Posted By tokecak
wih baru nih


Monggo gan semoga terhibur
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 21:20
Quote:Original Posted By dodzaguila
yang kukira ketempelan lem setan
kan horror juga

Monggo...

Quote:Original Posted By rudysawo
Bakar menyan....


Ngapain bakar menyan gan. Bakar sampah aja gan
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
20-01-2018 23:18

Kesurupan lagi

Di mushola. Nisa tampak lebih khawatir dari sebelumnya. Dea masih berbaring di karpet sesekali merancau, omongan nya tidak jelas, kadang teriak histeris, kadang tertawa.

Nisa : " jon jono..cepet masuk jon"
Jono : " iya bentar, buka sepatu dulu"

Jono masuk dan mendekati dea, yang sedang merancau, tubuhnya tetap dalam posisi berbaring. Hanya mulutnya saja yang berisik.

Jono. : " nis.. Kamu panggil yang lain yah.."
Nisa : " iya.." nisa pergi meninggalkan kami berdua
Jono. : " dit.. Kamu disini bantu aku"
Aku. : " sip.." kataku sambil mengangguk
Jono. : " pegang kaki nya dit...ooy dek sini bantuin kaka" ternyata didekat pintu masuk sudah bekumpul murid murid yang penasaran dengan kejadian didalam.

Salah seorang dari mereka langsung masuk dan dengan cepat menghampiri kami berdua.

Jono. : " dek pegang tangan nya ya dek"
Murid. : " oke kak"

Jono mengeluarkan tasbih dari saku nya, tasbih dibelitkan pada telapak tangan kanan nya. Dengan posisi tangan seperti menunjuk, namun jari tengahnya juga ikut menunjuk. Tangan di arah kan pada bagian dada dea, tanpa menyentuh, ada jarak beberapa cm. Tangannya bergetar, sambil berusaha mengarahkan keatas menuju arah mulut. Sayang usaha itu tidak berhasil sepertinya karena mulut dea langsung tertutup.

Jono tak mau kalah, dia kembali mengarahkan tangan nya ke arah dada, lalu mengarahkannya menuju tangan kiri. Namun Jarinya mengepal.

Jono. : "dit.. Kaki nya lepas dulu, buka telapak tangannya"

Tanpa menjawabnya aku langsung berusaha membuka telapak tangan yang mengepal. Namun tenaga ku tak cukup untuk membuka telapak tangan seorang cewek yang masih smp.

Aku. : " susah jon keras banget"

Tak ada jawaban dari jono, aku mengarahkan pandanganku pada jono, ternyata dia sedang kewalahan, banyak keringat yang keluar dari tubuh nya, wajahnya tertahan seperti kepayahan. Akhirnya dia oleng, badan nya tak kuat, namun dengan segera dia bangkit lagi dan melanjutkan usahanya. Tapi usahanya belum membuahkan hasil.

Sementara itu diluar sudah lebih ramai dari sebelumnya. Guru guru berdatangan ada yg masuk ada yg melihat dari luar. Seorang guru datang dan menggantikan jono yang gagal melakukan aksinya.

Aku pun sama. Aku memilih beristirahat. Namun ada yang aneh Kedua tangan ku seperti kebas dan mati rasa. Aku menggerak gerakan tangan ku sambil berjalan keluar.

Diluar mushola. Tanganku masih tetap mati rasa, aku tetap berusaha menggerakan dan memijit mijit tangan ku. Jono yang selesai cuci muka melihat karahku. Sepertinya ia mengerti apa yang terjadi dengan kedua tangan ku.

Jono. : " sini dit.. Tangan mu"

Tanpa berkata aku memberikan tangan kananku. Jono langsung melakukan aksi yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya pada dea. Tanganku seperti ditarik padahal tidak ada yg menyentuh tanganku. Hanya dua jari yang berada beberapa cm dari tanganku.

Seperti ada tarikan aku hampir jatuh karena tak kuat menahan nya, aku berusaha menguatkan kaki ku. Akhirnya tangan kananku terasa lebih baik. Hal yang sama terjadi pada tangan kiriku, hingga keduanya menjadi lebih enakan dari sebelumnya.

Jono : " ada yg nempel dit, waktu proses tadi, sekarang udah enakan kan ?
Aku. : " lumayan lah daripada tadi mah, tapi bagian jari masih mati rasa ni"
Jono : "nanti aku bersihin kalo ini udah beres, kamu ke ruang piket aja, takut tambah parah kalo disini."
Aku. : " oh gitu...ya udah "

Aku menuju ruang piket.

Di ruang piket. Ternyata disana ada nisa, angga, oki, dan jihan.

Oki. : " dah beres dit"
Aku. : " belum ki, masih proses"
Nisa. : " aku takut dit makanya ga berani kesana lagi"
Aku. : " ga papa nis"

Jari jemariku masih mati rasa, aku duduk dan terus menggerakan jari ku satu persatu, takutnya nanti jariku jadi keras seterusnya kan repot.

Saat tengah sibuk melemaskan jari jemariku. Kejadian tak terduga datang. Dea dengan cepat berlari kearah luar gerbang, seperti anak kecil yg dikejar sesuatu.
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
21-01-2018 10:25
Hmm .. Ijin bermukim di mari gan emoticon-Big Grin Menarik nih gan
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
21-01-2018 10:43
Quote:Original Posted By dikarfawzi
Hmm .. Ijin bermukim di mari gan emoticon-Big Grin Menarik nih gan


Silahkan gan, terma kasih sudah mampir
0 0
0
Kata orang aku ketempelan(horor)
21-01-2018 13:18

Melati

Saat tengah sibuk melemaskan jari jemariku. Kejadian tak terduga datang. Dea dengan cepat berlari kearah luar gerbang, seperti anak kecil yg dikejar sesuatu.

Disusul oleh mereka yang mengejar dea dari arah mushola. Aku yang masih kepayahan dengan jari jemariku tak bisa membantu dan takut terjadi hal yang lebih parah nantinya.

Oki dan angga segera berlari mengejar dea. Dea tertangkap. Namun tenaga dua orang tak sanggup menahan nya. Dea yang sedang tak sadarkan diri terus melakukan perlawanan.

Oki dan angga memojokan dea ke arah gerbang sekolah. Dea menggebrak gerbang dengan tenaga yang kuat, mustahil anak smp memiliki kekuatan seeperti itu.

Orang orang yang mengejar dari arah mushola segera membantu oki dan angga yang sedang kewalahan. Dea berhasil ditenangkan dan dibawa kembali ke mushola.

Situasi kembali tenang untuk sesaat. Aku masih sibuk dengan jari jemariku yang tak kunjung membaik.

Beberapa menit berlalu. Dari arah mushola tampak jono tengah menuju kemari.

Aku. : " beres jon "
Jono. : " alhamdulillah dit beres, capek aku..."
Aku : " istirahat jon"
Jono. : " gimana tangan mu dit. Masih"
Aku. : " masih terasa jon bagian jari"
Jono. : " sini dit tangan mu"

Jono memijit jari jemariku. Satu persatu dipijitnya.

Jono. : " dah dit. Gimana enakan"
Aku. : " mendingan" kataku padahal jari ku tak lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja tak enak jika masih meminta bantuannya terus.

Nisa. : " ko bisa ya dea kesurupan terus "
Jono : " kata temennya dea udah dari kelas satu sering kesurupan disekolah ini, kakeknya dea orang yang ngerti hal gaib. Mungkin itu berpengaruh sama dea"
Nisa. : " pantesan "
Jihan.: " eh itu kayak nya bapak nya dea ya"
Jono. : " iya mau dijemput"

Dea dijemput pulang oleh ayahnya.

Proses jam pelajaran telah usai waktunya pulang. Aku bergegas menuju tempat parkir.

Di tempat kos. Setelah kejadian disekolah tadi aku memilih untuk tidur agar tenaga ku pulih. Dan jari tangan ku lebih baik.

Sampai pada malam hari aku tertidur. Pukul 19.35 aku terbangun. Langsung mandi, ketika keluar dari kamar mandi aku berpapasan dengan dana. Dana ini teman sekelasku juga jurusan seni rupa, tapi kita berbeda tempat PPL.

Dana. : " baru bangun dit"
Aku. : " iya"
Dana. : " dah makan belum cari makan yuk"
Aku. : " ntar ya pake baju dulu"

Kami pun keluar menuju angkringan terdekat dari kos kami. Selesai makan kita memutiskan untuk pulang.

Sampai didepan kos. Di depan tempat kosku ada kebun milik warga, kebunnya kurang terawat terlihat banyak sekali rumput yang tumbuh disana, dan kebanyakan disana ditanami pohon pisang.

Saat tiba didepan kebun itu tercium wangi melati. Bau nya sangat menyengat. Aku mencari asal bau itu, mungkin saja ada pohon bunga melati disana. Tapi nihil taka ada pohon bunga melati disana. Aku yang penasaran bertanya pada dana siapa tahu dia juga mencium bau yang sama.

Aku. :" dan kamu nyium wangi sesuatu ga"
Dana. : " wangi apaan ga ada"
Aku. : " baunya mirip bunga melati"
Dana. : " ngayal kamu dit, udah cepet masuk kos"

Aku yang masih penasaran dan heran dengan apa yang terkadi mengikuti dana dari belakang. Saat iti aku berpikir positif, mungkin indera penciumanku yang bermasalah.

Kami bergabung dengan teman teman kos yang lain yang lagi kumpul di ruang tengah. Pukul 22.45 semua penghuni kos sudah berada di tempatnya masing masing, mereka memilih tidur lebih dulu.
Aku yang belum mengantuk memilih untuk menonton televisi.

waktu menunjukan pukul 02.30 pagi. Saat itu aku sedang melihat acara televisi. Entah acara apa aku lupa. Tiba tiba tercium bau bunga melati seperti tadi saat di dekat kebun. Bedanya kali ini wanginya lebih terasa menyengat dihidung ku. Bulu kuduk ku langsung merinding. Aku yang kaget dan merasa takit memilih langsung mematikan televisi. menutupi tubuh ku dengan selimut. Dan tidur
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
rekan-kerja
Stories from the Heart
true-story-mengejar-marika
Stories from the Heart
stories-re-imagined
Stories from the Heart
jaran-sungsang
Stories from the Heart
gelora-sma
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.