alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/59bc0d021a997561248b456b/sinden---a-song-from-the-demon-horor
Lapor Hansip
16-09-2017 00:25
SINDEN - A SONG FROM THE DEMON [HOROR]
Past Hot Thread
sebelumnya, mohon maaf kepada para sepuh-sepuh sfth karena gw kembali lagi ke sini. dan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada siapapun yang nanti sudi mampir, singgah dan membaca trit ini.
seperti biasa, mengikuti adat yang sudah ada, biarkan gw untuk sedikit berbasa-basi.


quest and ask


RULES


UNTUK YANG MAU MAMPIR KE BLOG GW, SILAHKAN KLIK -RUANG KOSONG-

lalu, mari, kita mulai cerita ini ... kisanak... siapkan kopinya.

Quote:
SINDEN


Quote:
SINDEN - A SONG FROM THE DEMON [HOROR]


BACKSOUND - KIDUNG WAHYU KOLOSEBO



Quote:
-DAFTAR ISI-


--------------------------------























Diubah oleh vayu.vayu
-1
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 5
Lapor Hansip
11-10-2017 08:37
wahhhh ini ....

lanjutin trit yang dulu aja bang... yang udah di bogor... kayanya seruu emoticon-Big Grin
0
Lapor Hansip
11-10-2017 19:51
Rewrite yak vay? Pantes cerita lu yg lama ngilang emoticon-Ngakak (S)
0
Lapor Hansip
11-10-2017 20:48
Quote:Original Posted By vayu.vayu
ULAR








Tembang yang mengalun di dapur malam itu seakan telah menjadi pemicu bagi gaib lain yang bersemayam di setiap ruangan yang ada di rumah ini. Sejak malam dimana tembang itu mengalun, satu-persatu dari mereka mulai menunjukkan keberadaannya. Dan sejak saat itu pula, satu persatu anggota keluarga gw perlahan mulai merasakannya. Pun Aura yang ada dalam setiap ruang menjadi semakin menekan, semakin memberikan perasaan yang menekam. Mungkin gw yang terlalu pengecut, atau memang begitulah kenyataannya. Karena riyan, sahabat gw itu pun tak lagi mendapatkan ijin dari pamannya untuk menginap di rumah gw lagi.

“mberuh lah su, jare paman umah mu kui akeh danyange!” “[gak tahu lah nying, kata paman rumah lo itu banyak danyangnya!]” [danyang = penunggu]. Begitu kata riyan saat kemarin gw tawari untuk menginap lagi.

entah kenapa, gw merasa ucapan paman riyan bukanlah sekedar ucapan untuk menakut-nakuti, karena paman riyan telah cukup lama menjabat sebagai salah satu perangkat desa di menyansari, gw pikir paman riyan dan kebanyakan orang-orang di menyansari tahu sedikit sejarah rumah ini. Termasuk keluarga emak gw tentunya, yang lebih memilih untuk bungkam dan menggeleng-geleng setiap kali gw menayakan perihal rumah sebesar ini yang di jual dengan harga yang murah. Setiap kali gw menceritakan tentang suara-suara ganjil dan tembang itu, mereka hanya berkata “udahlah itu Cuma perasaan kamu aja, rumah mu itu gak ada apa-apanya!”.

……….


Malam ini langit cerah sebab purnama tak sungkan meludah pada binal lekuk tubuh menyansari yang merebah. Di kejauhan, kelip lampu-lampu berpendar dari rumah-rumah yang terhampar di kaki-kaki bukit. Angin yang dingin sejuk, menelusup masuk dari celah ventilasi di atas jendela. Di dalam kamarnya, emak telah sejak tadi jatuh pada dekap lelap. Sesekali terdengar suara gemusuk yang mungkin timbul sebab tubuhnya berubah haluan, atau, selimutnya yang tebal itu di tarik untuk menghalau udara malam pegunungan.

Di depan tv, mata gw yang sebenarnya telah perih oleh kantuk gw paksakan untuk melumat iklan yang lewat di layar kaca. Sementara detik tersudut pada angka 11, angin makin santer berhembus, menusuk tengkuk gw yang pegal. Sampai akhirnya gw memutuskan untuk membaringkan badan. Dalam kondisi mengantuk dan kelopak mata yang kian sulit terbuka, samar namun jelas, cuping hidung gw membaui aroma kembang-kembang yang tenang, menyengat, kuat, namun tenang. dan seketika, tanpa perlawanan gw terhempas pada ruang mimpi yang tanpa batas.

Dari masjid dan langgar-langgar, adzan subuh kepakkan sayap, mengusap wajah menyansari yang pucat kebiruan. gw terbangun tepat saat emak baru saja merentangkan selimut di sekujur tubuh gw yang menggigil hebat. Di depan jendela emak berdiri, menatap gw yang mengusap-mengusap mata.

“kalo tidur itu mbok ya jendela di tutup. Udah gak selimutan. Untung gak masuk angin!” katanya dengan nada agak tinggi sambil menutup jendela yang ada di ruang tengah, jendela yang biasa gw duduki dengan posisi kaki terjulur keluar. Seketika, gw menelan ludah setelah yakin bahwa jendela itu benar-benar dalam posisi tertutup malam tadi

“siapa juga yang buka jendela mak?” gw menimpali dengan kening mengerenyit.

“lha ini jendela kebuka gini!” emak menyahut tak kalah sengit. Namun gw berani sumpah kalau semalam jendela itu dalam posisi terutup rapat dan terkunci. Setelah mendengar sumpah-sumpah gw, air di wajah emak langsung berubah. Bergegas ia tutup jendela dan melangkah melewati gw yang masih tertidur menggigil dalam selimut. Menggigil karena membayangkan sosok macam apa yang membuka jendela, atau sosok macam apa yang duduk di sana, mengamati gw yang pulas bermimpi. Dan mendadak gw teringat oleh aroma kembang-kembang yang menyengat sesaat sebelum gw terlelap malam tadi. assuu, gw mengumpat dalam hati.

……….


Di hari yang lain, sepulang sekolah gw terkejut saat mendapati sosok bapak sedang berdiri di warung. Segera gw menyalaminya dan bertanya kemana perginya emak.

“emak lagi di bawah, nyuci baju.” Jawab bapak lirih sambil mengembuskan asap pekat dari sebatang dji sam soe yang terselip di sepasang bibirnya.

Setelah berbincang dengan bapak, gw pamit untuk masuk, berganti baju. Namun baru saja gw memasuki ruang tengah, tubuh gw membeku saat dari lantai bawah, terdengar jeritan emak yang melengking tinggi.

“PAAKK, ONO ULLOOOO!!! [pak, ada ular!!]”

Seketika gw langsung memutar badan dan berlari menuju lantai bawah, bapak tepat di belakang gw, asap pekat dji sam soe berhembus liar dari mulutnya.

“mana?” bapak menatap emak yang menyandarkan tubuhnya yang gemetar di wastafel. Keringat besar-besar meluncur dari keningnya yang berkerut. Entah keringat karena lelah mencuci, atau keringat karena ketakutan yang datang menyergap.

“itu masuk ke tempat sholat pak!” jawab emak sambil mengacung-acungkan telunjuknya ke arah pintu tempat sholat yang memang selalu dibiarkan terbuka.

Dengan sigap, bapak berlari masuk ke tempat sholat, gw menyusul di belakangnya. Setibanya di tempat sholat, demi apapun, gw masih bisa melihat ekor itu meluncur di belakang lemari, dan gw yakin bapak juga pasti melihatnya karena baik gw atau bapak sama-sama membeku untuk beberapa detik lamanya sampai akhirnya ekor ular yang dimaksud emak itu menghilang di belakang lemari.

Entah ular jenis apa, yang gw tahu hanya warna kulitnya agak gading dengan totolan motif berwarna kuning menyala. Kenapa gw gak tahu ular jenis apa? Karena detik itu juga lemari di tempat sholat di gotong ke dapur yang lebih lega, semua isinya di bongkar, bahkan beberapa bagian papan lemari knock down itu pun di lepaskan, namun ular itu tak pernah di temukan. Bahkan sampai bapak menyisir tempat sholat berkali-kali, ular itu tak ada di sana, di tempat sholat ataupun di sela dan sudut-sudut lemari.

Kali ini, bukan hanya emak yang gemetar ketakutan, namun gw pun ikut merasakan ketakukan yang sama. Ketakutan akan sesuatu yang entah harus gw lawan dengan apa. Sementara bapak berdiri tepat di hadapan lemari yang harus ia pasang kembali, ada nada gelisah pada tiap hembus nafasnya yang bercampur asap pekat dji sam soe yang baranya baru saja menyala. Pun ada nanar pada tiap kedip matanya yang menatap kosong ke arah tempat sholat. Namun pijak kedua kakinya tak bergetar sedikitpun.

Bagi bapak segala hal yang ghaib memang haruslah dipercaya keberadaannya, karena memang sudah tertera dengan jelas di AL-QURAN. Hanya saja, tak bisa ia sembunyikan resah yang ikut tergurat di keningnya. Bukan, menurut gw bukanlah resah karena rumahnya ternyata menyimpan gaib yang seperti ini, namun ia resah memikirkan jika ular itu kembali muncul lalu menyergap emak atau gw yang sedang pulas dalam dekap malam saat ia sedang tak ada.
0
Lapor Hansip
16-10-2017 20:47
mat update mat
0
Lapor Hansip
22-10-2017 22:36
close aja dah ni trit... si empunya ilang..
0
Lapor Hansip
10-11-2017 20:50
Trit baru mat
0
Lapor Hansip
17-11-2017 19:11
bang crita yg di blog ntu lanjutin donk,,
oh iya kapan update gan
0
Lapor Hansip
22-11-2017 15:20
kentang ganemoticon-Sorry
0
Lapor Hansip
23-11-2017 13:27
ah sianying balik deui ....

emoticon-Cape d...
0
Lapor Hansip
14-12-2017 07:44
Udah ga jelas fiksi ato kisah nyata.. kentang lagi.. asu...
0
Halaman 5 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.