News
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
191
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59c946eb902cfeed148b456e/kasihansejak-gestapu-tni-au--selalu-menjadi-anak-tiri
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal (Purn) Chappy Hakim memprotes usulan sejumlah pihak yang mengesampingkan keberadaan kader AU sebagai calon Panglima TNI. Kekesalan dan kekecewaan itu diungkapkan Chappy lewat akun Twitter miliknya. Protes yang dilayangkan Chappy itu bukan tanpa alasan, sejak Indonesia merdeka, AU hampir tak pernah mendapat jatah Panglima. Kecuali di era SBY,
Lapor Hansip
26-09-2017 01:11

Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri

Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri

Quote:Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal (Purn) Chappy Hakim memprotes usulan sejumlah pihak yang mengesampingkan keberadaan kader AU sebagai calon Panglima TNI. Kekesalan dan kekecewaan itu diungkapkan Chappy lewat akun Twitter miliknya.

Protes yang dilayangkan Chappy itu bukan tanpa alasan, sejak Indonesia merdeka, AU hampir tak pernah mendapat jatah Panglima. Kecuali di era SBY, di mana Marsekal (Purn) Djoko Suyanto menjadi satu-satunya mantan pilot yang ditunjuk presiden sebagai Panglima. Sedangkan kelasi dari TNI AL sudah dua kali.

Di tengah gonjang-ganjing siapa yang berhak menempati posisi Panglima TNI, Angkatan Udara pernah mengalami masa-masa yang sangat kelam. Kondisi ini berlangsung di era tahun 1960-an, justru di korps ini berada di puncak kejayaannya.

Pada tahun 1962, hubungan mesra dengan Blok Timur ditambah kebijakan konfrontasi yang dilancarkan Soekarno terhadap Belanda di Irian Barat dan Kalimantan membuat kekuatan Indonesia cukup diperhitungkan. Hampir seluruh peralatan perang tercanggih di masa itu dimiliki TNI, tak terkecuali Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), nama TNI AU saat itu.

AURI memiliki banyak pesawat canggih yang didatangkan dari China dan Rusia. Dari negeri Tirai Bambu, AURI menerima empat pesawat MiG-17 hasil lisensi Uni Soviet sebanyak 12 buah. Sedang dari negeri Beruang Merah mendapat segerombolan pesawat tempur MiG-15 UTI, MiG-17, MiG-19, dan MiG 21 serta pesawat pembom legendaris Tu-16 sebanyak 26 unit. Itu belum termasuk pesawat angkut militer serta helikopter dari negara-negara kiri lainnya.

Ketangguhan dan kejayaan itu berubah ketika Gerakan 30 September 1965 berlangsung. Kudeta yang dilakukan Letnan Kolonel Untung Syamsuri dengan menculik petinggi Angkatan Darat. Soeharto yang marah atas peristiwa itu mengebiri seluruh komponen yang dianggap pendukung Bung Karno dan komunis, tak terkecuali AURI yang saat itu dipimpin oleh Men/Pangau Marsekal Madya Omar Dhani.

Dalam 'Fakta dan Rekayasa G 30S' (Pambudi, 2011), Omar dituduh terlibat G30S karena ia berada di berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Oktober 1965. Saat itu, sebagian kompleks Halim berada di bawah wewenang Omar, dipinjamkan sebagai tempat pelatihan Pemuda Rakjat, organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI).


Sumur

Gak tahu kenapa sejak Soeharto berkuasa, TNI AU kita kok kyk dikerdilkan, gak cuma itu TNI AL kita juga, kapal selam kita yg asal Uni Soviet juga dibiarin jadi bangkai sama orde baru. Semua alutista buat TNI AL n AU kita pada jaman itu benar2x gak diperhatikan.

Padahal TNI yang kuat itu gabungan laut, darat, dan udara loh. Bukan darat ajah. Kenapa kenapa yg paling berkuasa di RI itu TNI AD.....
Diubah oleh berisa
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 10 dari 10
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 08:32
Quote:Original Posted By awanmendung


Jokowi doktrinnya ekonomi kuat militer otomatis ikutan kuat, gak mau kek korut , kuba yg militer kuat tapi ekonomi morat marit. Dan dimana2 juga kalau ekonomi kuat militer jg jadi kuat, dan jadi alat untuk memperkuat ekonomi, lihat aja semua yg terlibat perang rata2 ujungnya ekonomi dan yg sengsara yg ekonominya pas pasan militer pas pasan ...


justru kalau mau militer kuat pas damai dikasih anggaran biar siap sedia, ini panglima pas RDP sama DPR ngeluh terus, minta pesawat pengganti F-5 sampai ngemis ngemis, pesawat belom kebeli yang rame malah berita beli pesawat pakai kerupuk, ekonomi juga biasa aja gak bagus bagus banget, anggaran malah di umbar buat paramiliter, sampai paramiliter punya RPG, Drone yang di janjiin masa kampanye aja masih belom beli, masih pakai drone zaman Pak SBY yang buatan "Filipina"
Diubah oleh Sustermanis
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 10:28
Quote:Original Posted By saya.pancasila


ente mantan panglima perang ya?
kok tau seluk beluk strategi?


Sedjarah memboektikan Matra Laoet jang koeat akan mengoeasai doenia...
selama beloem ada Matra Laoet jang moempoeni maka militer negara akan bergerak stagnan...
China beberapa tahoen lagi akan diperhitoengkan doenia karena akan memiliki banjak kapal indoek...

fakta :
1. dengan kapal perang dan kapal indoek, Djapan dapat memobilisasi semoea angkatan perangnja jang berjarak ribuan kilometer ke seloeroeh dunia. Djapan soedah memboektikan Pearl Harbour luluh lantak. Tanpa kapal indoek dan kapal perang hal itoe tak akan dapat terjadi...
2. NAZI Djerman akan mengoeasai doenia boekan sadja Eropa seandainja mereka memiliki armada Laoet jang besar lajaknja sekoetoe...

emoticon-Big Grin


Diubah oleh woles010813
1 0
1
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 10:47
Soeharto (agen CIA) -> mengebiri kekuatan AU & AL karena USA takut AU Indonesia kuat. Jika AU kuat, maka militer negara tersebut kuat.
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 16:09

Threat apaan ini, isinya opini ngawur.

Kata siapa dikerdilkan?

1. Alutsista pesawat Sovyet kayak Mig, Tu, dll itu rontok dengan sndirinya karna pasca Orde Lama yg berhaluan timur kita masuk Orde Baru yg berhaluan barat. Otomatis ketersediaan sparepart terganggu karna ga ada hubungan dengan Sovyet.

2. Pada lupa apa sengaja dilupakan (dihapus dari sejarah) bahwa tahun 60an itu di era Soekarno kita menderita krisis ekonomi parah, kelaparan di mana-mana (tanya orang tua di Jateng n Jatim yg smpai makan bulgur-makanan kuda). Inflasi parah sepanjang sejarah Indonesia. Banyak proyek tertunda penyelesaiannya. Monas itu salah 1 yg ga selesai, n baru diselesaikan Soeharto setelah ekonomi membaik.
Tahun 1966 menjadi puncak kekecewaan rakyat pada rezim Soekarno, dimana istana dikepung demo pelajar, mahasiswa, hingga buruh menuntut TRITURA. Karna ekonomi bobrok parah.
Hal ini berdampak pada masa awal Orde Baru, fokusnya bukan di alutsista, tp pembenahan ekonomi. Otomatis alutsista AU dan AL yg berbiaya mahal jadi terbengkalai.

Dikira cuma AU saja?
AD juga kejatah pahit. Itu tank, panser, meriam (yg harganya murah ga ada 1/4 nya harga pesawat) era 50-60 aja masih dipakai sampai awal tahun 2000

3. Kata siapa era Orde Baru AU dikerdilkan?
Itu Soeharto yg ga punya hub diplomatik sama Israel aja sampai dibela2in bikin operasi rahasia (Alpa Ops) buat mendatangkan 2 skadron A4 Skyhawk, n melatih pilotnya di sana. Pesawat yg dibeli era orde baru :
2 skadron A4 skyhawk
1 skadron F5 tiger
belasan Hawk 109/209
belasan Hawk Mk53
1 skadron F16 falcon


0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 16:26
Quote:Original Posted By woles010813


Sedjarah memboektikan Matra Laoet jang koeat akan mengoeasai doenia...
selama beloem ada Matra Laoet jang moempoeni maka militer negara akan bergerak stagnan...
China beberapa tahoen lagi akan diperhitoengkan doenia karena akan memiliki banjak kapal indoek...

fakta :
1. dengan kapal perang dan kapal indoek, Djapan dapat memobilisasi semoea angkatan perangnja jang berjarak ribuan kilometer ke seloeroeh dunia. Djapan soedah memboektikan Pearl Harbour luluh lantak. Tanpa kapal indoek dan kapal perang hal itoe tak akan dapat terjadi...
2. NAZI Djerman akan mengoeasai doenia boekan sadja Eropa seandainja mereka memiliki armada Laoet jang besar lajaknja sekoetoe...

emoticon-Big Grin





Akutsista laut itu adalah alutsista termahal dibanding AD n AU
1 kapal korvet harganya setara dengan 3-8 pesawat jet tempur

Blum biaya operasionalnya. 1 Pesawat cukup dengan lusinan orang, tapi 1 kapal butuh ratusan orang, apalagi kapal induk yg butuh ribuan orang. Itu semua makan, semua digaji.

Koreksi :
AL Japan ga punya kapabilitas seperti AL barat. AL barat spt Inggris, Belanda, Prancis udh punya kapabilitas menjajah Asia-Afrika. AL Japan baru sampai Asia Tenggara.

Mereka berhasil mngobrak-abrik barat n mnguasai Asia Tenggara. Tapi setelah USA ikut nimbrung perang, keadaan berubah. AL n AU Japan rontok semua di laut Jawa, laut Sulawesi, Filipina, sampai Pasifik, bahkan di laut Jepang sendiri jadi bulan-bulanan pesawat US n sekutu.
Makanya Japan yg putus asa ngeluarin strategi kamikaze (pilot bunuh diri) karna udah ga bisa menandingi pesawat US.

Japan menang di Pearl Harbor via agresi. Tanpa pernyataan perang, tiba2 nyerang kapal2 yg yg lagi berlabuh. Bukan kapal yg ready to fight.

____________________

China baru mengoperasikan 2 carier menengah eks Sovyet.
N baru membangun 1 kapal induk mereka sendiri.

Smntara US udah mngoperasikan super carier 20 an yg disebar ke berbagai benua.
Kekuatan AL terbesar sampai saat ini yg punya kapabilitas kehadiran di semua samudra ya cuma US

0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 18:50
Quote:Original Posted By urban21



Akutsista laut itu adalah alutsista termahal dibanding AD n AU
1 kapal korvet harganya setara dengan 3-8 pesawat jet tempur

Blum biaya operasionalnya. 1 Pesawat cukup dengan lusinan orang, tapi 1 kapal butuh ratusan orang, apalagi kapal induk yg butuh ribuan orang. Itu semua makan, semua digaji.

Koreksi :
AL Japan ga punya kapabilitas seperti AL barat. AL barat spt Inggris, Belanda, Prancis udh punya kapabilitas menjajah Asia-Afrika. AL Japan baru sampai Asia Tenggara.

Mereka berhasil mngobrak-abrik barat n mnguasai Asia Tenggara. Tapi setelah USA ikut nimbrung perang, keadaan berubah. AL n AU Japan rontok semua di laut Jawa, laut Sulawesi, Filipina, sampai Pasifik, bahkan di laut Jepang sendiri jadi bulan-bulanan pesawat US n sekutu.
Makanya Japan yg putus asa ngeluarin strategi kamikaze (pilot bunuh diri) karna udah ga bisa menandingi pesawat US.

Japan menang di Pearl Harbor via agresi. Tanpa pernyataan perang, tiba2 nyerang kapal2 yg yg lagi berlabuh. Bukan kapal yg ready to fight.

____________________

China baru mengoperasikan 2 carier menengah eks Sovyet.
N baru membangun 1 kapal induk mereka sendiri.

Smntara US udah mngoperasikan super carier 20 an yg disebar ke berbagai benua.
Kekuatan AL terbesar sampai saat ini yg punya kapabilitas kehadiran di semua samudra ya cuma US



Damn, I really love it.. emoticon-Big Grin
I just wanna show that :

1. Navy : the first
2. Air Force : the second
3. Army : the third

Then, you proved it.. emoticon-Big Grin
1 0
1
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 19:43
Quote:Original Posted By aptpancoran
Ane tambah lurusin ya gan.
OD tahu kok mengenai adanya gerakan menciduk beberapa jenderal beberapa hari sebelumnya.
Dia dapat laporan dari Mayor Udara Suyono dan Letkol udara Heru Atmodjo, yang keduanya anggota aktif G30S.

Tapi dia gak melakukan apa2.
Alasannya sih karena itu urusan internal AD.

Faktanya juga, pas 1 Oktober dia mengeluarkan maklumat mendukung G30S.

Sumber :
Dari otobiografi dia sendiri, dan dari hasil interview ybs di beberapa media setelah dibebaskan thn 2000an.


hmm ntar ya Gan, cari data lagi.
Bisa Anda ceritakan situasi pada tanggal 30 September 1965?
Tanggal 30 September 1965, sore jam 16.00, laporan pertama masuk dari Letkol Udara Heru Atmodjo, Asisten Direktur Intel AURI, bahwa ada gerakan di lingkungan AD yang akan menjemput jendral AD untuk dihadapkan kepada Bung Karno. Itu reaksi dari para perwira muda AD yang tidak puas terhadap keadaan AD. Lalu saya minta dia untuk mengecek kebenarannya. Kemudian jam 20.00 malam dia datang lagi.

Apa yang disampaikan Heru Atmodjo?
Saya tanya jam berapa operasi akan dilakukan. Heru menjawab (operasi bisa terjadi) jam 23.00 (30 September), bisa 01.00 atau jam 04.00 (1 Oktober 1965). Kami heran, sudah kurang 24 jam kok (operasi) itu belum dipastikan jamnya. Kemudian ada yang menanyakan daftar yang akan diculik. Disebutkan, A. Yani, Nasution, DI Panjaitan dan seterusnya. Saya pribadi berpendapat, kalau orang hendak melakukan pemberontakan, pantasnya targetnya adalah jenderal yang memegang komando, misalnya, Yani (Menpangad), Soeharto (Pangkostrad), Sarwo Edie (Komandan RPKAD), Umar Wirahadikusumah (Pangdam Jaya). Lha Nasution kan nggak pegang komando. Saya pribadi tambah merasa aneh karena Nasution dan A. Yani dalam satu paket sasaran, padahal keduanya bertentangan terus...

(Oke berarti bocor, OD ga ada kapasitas buat menghentikan, kecuali mau peraang terbuka AU dan AD ).

Ini soal dewan revolusi dan g30s nya apakah OD mendukung. Silakang disimak baik2.
Apa pertimbangan di balik keluarnya perintah harian Menpang/KSAU pada tanggal 1 Oktober 1965?
(Andoko menjawab pertanyaan ini: Ada tiga macam pengumuman waktu itu. Pertama surat perintah harian tadi, lalu kedua pada tanggal 2 Oktober 1965 jam 14.00, saya yang buat. Pada saat itu Menpangau berada di Lanud Iswahyudi, Madiun. Beliau juga membuat konsep kelanjutan dari pengumuman pertama. Kalau dibaca keduanya sama isinya: menolak adanya Dewan Revolusi. Omar Dani dari Madiun langsung kembali ke Bogor, ketemu Bung Karno, dan menunjukkan pengumuman itu. Tanggal 3 pagi dinihari baru diumumkan).

Saya membuat statement, isinya mendukung gerakan yang antirevolusioner, atas saran Heru Atmodjo. Katanya agar rakyat tahu. Kebodohan saya mungkin, karena saya kurang ngerti politik. Tahu-tahu paginya, sekitar jam 07.00 pada 1 Oktober 1965, ada siaran dari RRI tentang gerakan yang menamakan diri G-30 S. Dan tiba-tiba Presiden Soekarno mau pulang ke istana pun tak bisa. Yang menjaganya pasukan yang ditakuti, pasukan yang tak diketahui..

Sumber.
https://nasional.tempo.co/read/70525...o-yang-dipakai
Diubah oleh Petruskanisius
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 20:27
Quote:Original Posted By Petruskanisius


hmm ntar ya Gan, cari data lagi.
Bisa Anda ceritakan situasi pada tanggal 30 September 1965?
Tanggal 30 September 1965, sore jam 16.00, laporan pertama masuk dari Letkol Udara Heru Atmodjo, Asisten Direktur Intel AURI, bahwa ada gerakan di lingkungan AD yang akan menjemput jendral AD untuk dihadapkan kepada Bung Karno. Itu reaksi dari para perwira muda AD yang tidak puas terhadap keadaan AD. Lalu saya minta dia untuk mengecek kebenarannya. Kemudian jam 20.00 malam dia datang lagi.

Apa yang disampaikan Heru Atmodjo?
Saya tanya jam berapa operasi akan dilakukan. Heru menjawab (operasi bisa terjadi) jam 23.00 (30 September), bisa 01.00 atau jam 04.00 (1 Oktober 1965). Kami heran, sudah kurang 24 jam kok (operasi) itu belum dipastikan jamnya. Kemudian ada yang menanyakan daftar yang akan diculik. Disebutkan, A. Yani, Nasution, DI Panjaitan dan seterusnya. Saya pribadi berpendapat, kalau orang hendak melakukan pemberontakan, pantasnya targetnya adalah jenderal yang memegang komando, misalnya, Yani (Menpangad), Soeharto (Pangkostrad), Sarwo Edie (Komandan RPKAD), Umar Wirahadikusumah (Pangdam Jaya). Lha Nasution kan nggak pegang komando. Saya pribadi tambah merasa aneh karena Nasution dan A. Yani dalam satu paket sasaran, padahal keduanya bertentangan terus...

(Oke berarti bocor, OD ga ada kapasitas buat menghentikan, kecuali mau peraang terbuka AU dan AD ).

Ini soal dewan revolusi dan g30s nya apakah OD mendukung. Silakang disimak baik2.
Apa pertimbangan di balik keluarnya perintah harian Menpang/KSAU pada tanggal 1 Oktober 1965?
(Andoko menjawab pertanyaan ini: Ada tiga macam pengumuman waktu itu. Pertama surat perintah harian tadi, lalu kedua pada tanggal 2 Oktober 1965 jam 14.00, saya yang buat. Pada saat itu Menpangau berada di Lanud Iswahyudi, Madiun. Beliau juga membuat konsep kelanjutan dari pengumuman pertama. Kalau dibaca keduanya sama isinya: menolak adanya Dewan Revolusi. Omar Dani dari Madiun langsung kembali ke Bogor, ketemu Bung Karno, dan menunjukkan pengumuman itu. Tanggal 3 pagi dinihari baru diumumkan).

Saya membuat statement, isinya mendukung gerakan yang antirevolusioner, atas saran Heru Atmodjo. Katanya agar rakyat tahu. Kebodohan saya mungkin, karena saya kurang ngerti politik. Tahu-tahu paginya, sekitar jam 07.00 pada 1 Oktober 1965, ada siaran dari RRI tentang gerakan yang menamakan diri G-30 S. Dan tiba-tiba Presiden Soekarno mau pulang ke istana pun tak bisa. Yang menjaganya pasukan yang ditakuti, pasukan yang tak diketahui..

Sumber.
https://nasional.tempo.co/read/70525...o-yang-dipakai


Owh iya ok, berarti 12 jam sebelum H hour OD sudah tahu.
Tetap aja sih ada kesalahan OD disitu.
Apalagi disitu disebutkan penculikan (yang konotasinya dengan kekerasan), bukan penjemputan atau pemanggilan.

Aneh juga, sesama petinggi begitu, tahu rekannya dalam ancaman kekerasan tapi tdk berbuat apa2.
Apalagi legalitas dan otoritas pihak yg mengancam itu gak jelas, dan rank nya dibawah OD dan rekan2nya yg akan diculik.

Kabarnya sih Harto juga tahu 4-5 jam sebelumnya, tapi gak jelas diberitahu akan diculik atau sekedar dihadapkan ke BK.
Kalau cuma diberitahu akan dihadapkan ke BK menurut ane sih masih wajar Harto gak bertindak. Karena asumsinya orang yg akan menerima (BK), harusnya tahu. Dan BK jelas hierarkinya jauh diatas Harto. Tambahan lagi kata dihadapkan tidak berkonotasi kekerasan, mungkin pikirnya, paling mau dimutasi, atau paling sial dipecat, tidak sampai dibunuh.

Soal yg OD mengeluarkan maklumat berarti betul kan ?
Walaupun memang hasil bisikan dari Heru A, tetap saja OD tahu isinya dan teken, dus bertanggung jawab atas isinya.
Diubah oleh aptpancoran
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 20:46
Quote:Original Posted By elbi14
dan kenapa yg jadi presiden kebnyakan dari AD. emoticon-Bingung


Menurut ane sih wajar, di negara2 lain juga begitu.

Karena by nature, AD di mana2 punya skill lebih dibidang sosial politik ketimbang AL dan AU.

Nature tugasnya kan banyak menuntut mereka contact dengan people, seperti gerilya dan counternya, pendudukan teritorial, pengamanan wilayah, dll.

Hal ini menyebabkan AD punya skill dan pengalaman lebih banyak, untuk memanage people (berpolitik) dibanding rekan2nya di AL dan AU.
Dan ini berlaku di semua negara.
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 20:50
Quote:Original Posted By Sustermanis


justru kalau mau militer kuat pas damai dikasih anggaran biar siap sedia, ini panglima pas RDP sama DPR ngeluh terus, minta pesawat pengganti F-5 sampai ngemis ngemis, pesawat belom kebeli yang rame malah berita beli pesawat pakai kerupuk, ekonomi juga biasa aja gak bagus bagus banget, anggaran malah di umbar buat paramiliter, sampai paramiliter punya RPG, Drone yang di janjiin masa kampanye aja masih belom beli, masih pakai drone zaman Pak SBY yang buatan "Filipina"


Ha3, "Filipina" emoticon-Big Grin
Sering main di formil nih kyknya
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
27-09-2017 20:50
Quote:Original Posted By aptpancoran
Menurut ane sih wajar, di negara2 lain juga begitu.

Karena by nature, AD di mana2 punya skill lebih dibidang sosial politik ketimbang AL dan AU.

Nature tugasnya kan banyak menuntut mereka contact dengan people, seperti gerilya dan counternya, pendudukan teritorial, pengamanan wilayah, dll.

Hal ini menyebabkan AD punya skill dan pengalaman lebih banyak, untuk memanage people (berpolitik) dibanding rekan2nya di AL dan AU.
Dan ini berlaku di semua negara.

Ok logis sederhananya AD kebnyakan di darat "lebh deket" ke rakyat ama pemerintahan.
0 0
0
Kasihan...Sejak GESTAPU, TNI AU selalu menjadi anak tiri
28-09-2017 05:52
Quote:Original Posted By woles010813


Damn, I really love it.. emoticon-Big Grin
I just wanna show that :

1. Navy : the first
2. Air Force : the second
3. Army : the third

Then, you proved it.. emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By elbi14

Ok logis sederhananya AD kebnyakan di darat "lebh deket" ke rakyat ama pemerintahan.


Yup. Berkaca pada US
Angkatan Laut selain punya kapal dia juga punya ratusan pesawat tempur, karna dia sebagai pembuka serangan bersama marinir
Kedua AU sebagai penguasa udara n pembom
Ketiga baru AD yang bersih-bersih manusia, n menjadi penguasa daratan yang dah diduduki

Diubah oleh urban21
0 0
0
Halaman 10 dari 10
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia