News
Batal
KATEGORI
link has been copied
371
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59a538d0dac13e88668b4568/ketika-energi-itu-datang-dari-matahari-lalu-mengapa-kita-terus-menggali-bumi
Energi Baru Terbarukan (EBT) akan menjadi pembahasan yang sangat menarik sampai puluhan tahun kedepan. Betapa tidak, hingga saat ini terdapat banyak kendala tentang
Lapor Hansip
29-08-2017 16:50

Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?

Past Hot Thread
Quote:
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?


Quote:Energi Baru Terbarukan (EBT) akan menjadi pembahasan yang sangat menarik sampai puluhan tahun kedepan. Betapa tidak, hingga saat ini terdapat banyak kendala tentang kemampuan sumber daya alam untuk menyuplai energi yang dibutuhkan. Bahkan saat ini sumber daya alam tersebut mulai terbatas dan menipis seiring waktu berjalan. Hal tersebut terjadi diseluruh belahan dunia dan termasuk juga dengan kita di Indonesia yang saat ini masih bergelut dengan keterbatasan energi listrik yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Bahkan dibeberapa wilayah di Indonesia sudah dilakukan pemadaman bergilir apabila strategi brownout (penurunan level tegangan) sudah tidak memadai.

Hal ini sangat disayangkan sampai terjadi, dimana keterbatasan sumber energi listrik menjadi masalah disaat substitusi sumber energi listriknya belum sepenuhnya dikembangkan ataupun dimanfaatkan dengan maksimal. Saat ini kita sudah mengenal luas dengan energi baru terbarukan yaitu yang bersumber dari alam seperti: Surya, Panas bumi, angin, air, biomassa, biogass, dan lain sebagainya. Menurut "Engineer Weekly" yang diterbitkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) masih pada angka 19,1% pada tahun 2013 sementara dari Bahan Bakar Fosil (BBF) sebesar 78,3% dan 2,6% sisanya adalah dari Energi Nuklir. Perbandingannya dapat kita lihat pada bagan Berikut ini:

Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?



Dari data diatas terlihat begitu minimnya kontribusi dari Energi Baru Terbarukan terhadap total Konsumsi Energi di Dunia. Dari 19,1% Energi terbarukan tersebut terdiri dari PLTA 3,9%, Biomassa Tradisional 9%, EBT Modern 10,1% , Enegri Panas terbarukan 4,1% dan 1,3% itu merupakan dari Energi Panas Bumi, Surya dan Angin.

Kemudian di Indonesia sendiri, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) masih belum maksimal. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemanfaatan sumber energi per 2015 masih dikuasai oleh energi fosil. Perinciannya, sumber energi minyak bumi masih menjadi tumpuan utama masyarakat Indonesia dengan mencapai 43%. Diikuti energi batubara sebesar28 % dan gas bumi 22 %. Sedangkan penggunaan EBT baru mencapai 6,2 %.

Statistik diatas sangat menarik, dimana persentasi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sangat minim bahkan tidak sampai 1%. Hal ini semakin menjadi perhatian dikarenakan Potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 10 MWp.

Sementara jelas kita ketahui bahwa matahari merupakan salah satu sumber energi alternatif yang diperkirakan dapat dimanfaatkan sampai miliaran tahun ke depan (tidak ada habisnya). Secara umum ada dua cara yang digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Cara pertama adalah menggunakan energi panas yang dipancarkan oleh matahari. Cara kedua adalah dengan memanfaatkan energi yang dibawa oleh cahaya matahari, melalui partikel foton.

Energi panas matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sistem energi matahari terkonsentrasi atau concentrated solar power system (CSP system). Dalam sistem ini, panas dari matahari dikonsentrasikan untuk memanaskan air atau fluida lain yang nantinya akan menghasilkan uap dan digunakan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan listrik.

Untuk menghasilkan listrik dengan foton, dibutuhkan perangkat khusus berupa sel fotovoltaik / photovoltaic(PV), atau yang lebih dikenal dengan nama sel surya. Sel fotovoltaik terbuat dari semikonduktor yang memiliki sambungan p-n. Sel fotovoltaik yang terkena sinar matahari akan melepaskan elektron yang nantinya akan menjadi arus listrik. Untuk dapat menghasilkan arus listrik, foton harus memiliki energi yang lebih tinggi daripada pita energi (band gap) material pembentuk sel fotovoltaik tersebut. Band gap adalah jumlah energi minimal yang diperlukan elektron pada suatu material untuk dapat tereksitasi.

Mengingat permasalahan energi dunia saat ini, pengolahan sumber energi dengan efisiensi tinggi menjadi sangat diperhitungkan. Namun diantara begitu besarnya potensi dari penggunaan matahari ini sebagai sumber energi masalah yang paling mendasar dihadapi saat ini adalah efisiensi matahari yang dapat dikonversikan. Material paling umum digunakan pada sel fotovoltaik terbuat dari bahan silikon dan memiliki satu sambungan p-n hanya dapat menghasilkan listrik dengan efisiensi maksimum sebesar 31%. Angka efisiensi ini masih sangat rendah untuk ukuran konversi energi. Hal ini dikarenakan sebagian besar cahaya matahari yang mengenai sel fotovoltaik memiliki energi lebih rendah daripada band gap sehingga tidak dapat diubah menjadi listrik. Faktor lain yang mengurangi efisiensi dari sel fotovoltaik tipe ini adalah cahaya matahari dengan energi yang lebih tinggi daripada band gap mengubah kelebihan energinya menjadi radiasi panas, bukan listrik.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi dari sel fotovoltaik. Salah satunya adalah dengan menggunakan beberapa sel yang memiliki band gap yang berbeda secara bersamaan sehingga bisa menyerap seluruh energi dari cahaya matahari baik yang memiliki energi rendah maupun tinggi. Cara berikutnya adalah dengan menggunakan sistem sel termofotovoltaik / thermophotovoltaics (TPV). Bahkan saat ini sudah banyak metode yang dikembangkan para peneliti dengan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk lebih memaksimalkan efisiensi sel surya tersebut.

Namun masalah yang masih dihadapi sampai saat ini adalah belum ditemukannya material yang mampu mengkonversikan energi matahari kedalam energi listrik yang mencapai 60% atau lebihnya. Untuk implementasi dilapangan saat ini, kebanyakan jenis semikonduktor yang digunakan pada sel surya, efisiensinya masih mencapai 15-20%.Sedangkan pada skala Laboratorium sudah mencapai 60-70%.

Namun saya mau mengajak semua pembaca yang mulia, dari seluruh energi baru terbarukan (EBT) yang sudah dan sedang dikembangkan di Indonesia dan juga diseluruh dunia Matahari merupakan potensi yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan guna mendapat sumber energi yang sangat besar. Betapa tidak, bisa kita bayangkan bahwa sumber matahari tidak akan pernah habisnya dan setiap titik dimuka bumi ini mendapat cahaya yang dihasilkan oleh matahari (bukan hanya panasnya). Memang dari beberapa kajian yang sudah dilakukan para Ilmuan, terdapat titik-titik yang mempunyai potensi mendapat pancaran sinar matahari paling maksimal dipermukaan bumi. Namun secara keseluruhan, disetiap tempat mendapat pancaran sinar matahari.

Di beberapa negara-negara sudah banyak sekali dikembangkan penggunaan solar cell (sel surya) sebagai sumber energi dalam rumah tangga. Memang salah satu kendala yang masih menjadi penghambat pengembangan teknologi ini adalah mahalnya biaya infrastruktur/instalasi solar cell jika dibandingkan dengan menggunakan listrik yang kita gunakan. Namun untuk Indonesia, kita harus kembali mengingat bahwa adapun harga listrik kita yang murah per kWh nya adalah dikarenakan besarnya subsidi yang diberikan oleh pemerintah.

Semoga pemanfaatan sumber energi matahari ini semakin banyak dikembangkan dan terus dilakukan penelitian, pengembangan dan pengujian agar dapat dimaksimalkan potensi yang terdapat didalamnya guna memenuhi kebutuhan energi yang saat ini hampir seluruhnya masih menggunakan sumber fosil.


Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?



Matahari Bersinar dan memberi sinar itu untuk digunakan semaksimal mungkin tanpa menuntut balas apapun dari penggunanya, tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kehidupan kita dimuka bumi ini sehingga potensi yang dimilikinya bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya.

Semakin pintar kita mengelola Matahari, semakin sedikit kita menggali bumi,,,,

Salam,
Irvando Damanik
profile-picture
nona212 memberi reputasi
1
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 10 dari 19
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 15:38
Quote:Original Posted By tonnyc
Pertanyaan anda bagus tapi jawabannya kurang.

Secara umum, pemanfaatan energi matahari terbatas karena densitas energi sinar matahari sangat jelek. Anda enak mengalikan luas Indonesia dengan densitas rata-rata 4,8 kwh/m2 lalu dapat 113.000 GWp, tapi itu berarti semua tanah Indonesia ditutupi panel surya. Lha terus padi di sawah dan pohon di hutan apa tidak mati karena mataharinya tertutup panel surya? Lalu duitnya berapa? Iya disubsidi biar murah, tapi duit berapa banyak yang mau dipakai buat subsidi? Kita sudah melakukan lho, cuma realistis saja deh. Lihat APBN, lalu kira-kirain berapa duit yang bisa dipakai buat subsidi dan duitnya diambil dari mana.

Ya bisanya kita untuk subsidi PLTS ya segini-segini.


Dulu profesor ahli fisika bernama albert einstein, mengatakan; "sangat tidak mungkin orang dimasa depan bisa komunikasi menggunakan telepon seluler atau pernyataan bill gates pendiri perusahaan microsoft mengatakan bahwa bila pc desktop menggunakan os microsoft sampe kapan pun cuma perlu menggunakan ram sebesar 256 MB" itu dulu.

Kita sering berasumsi membandingkan sesuatu dengan realita hari ini.
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 15:49
Tenaga surya ga efektif dan efesien untuk skala besar, kalo cuma untuk skala kecil/rumah tangga boleh lah, itupun biaya komponenya masih mahal
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 15:58
Marketing
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 16:11
Tetap PLN yang tepat. Tapi masyarakatnya lom siap.
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 16:19
Yg apatis dgn energi terbarukan kelaut aja.... mati!!!
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 16:23
ane ngejemur batre ab* pake sinar matahari... emoticon-Cool
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 16:24
Quote:Original Posted By lauda.9396
kenapa ga pake nuklir aja?


nuklir jg sama
Cuman buat masak air
emoticon-Big Grin
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 16:46
yg bener itu tenaga nuklir listrik nya
baru bisa murah semua stabil ga padam bergilir
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:03
di negara negara maju angin dan matahari jadi sumber energi
di sini belum di maksimalkan penggunaannya
masih tergantung energi dari sungai dan uap (bersumber dari diesel/batubara)

mungkin energi gerak gelombang bisa di terpkan untuk daerah pesisir selatan yang gelombangnya bisa di bilang extrememoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:08
Quote:Original Posted By aftadizca
itulah fungsinya hutang gan.. klo pake APBN, njeblug indonesia.. emoticon-Malu tapi klo dipikir2 yg bagus menurut ane pakai gethermal dan mikrohydro..


hutang melulu gan...emoticon-Ngakak udah ngutang ditilep pula ama pejabat negaranya emoticon-Ngakak
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:25
Cuaca ganentu mah, mending nuklir lah klo bisa, terus semuanya mengandalkan listrik nuklir
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:31
Solar panels efisiensi nya masih rendah, mungkin di masa depan baru bisa dipakai, lagian harganya masih mahal Gan
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:35
Energi nuklir aja deh, masih lebih murah dan efisien, tapi buat yg tahan bencana gempa,sebisa mungkin sih.
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:48
solar cell bagus buat desa/ tempat terpencil yg mmg susah akses listrik.. anyway buat lampu merah juga ok biar gk ikut mati kl lampu listrik mati.. emoticon-Traveller
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 17:49
Ayo semangat terus memajukan energi dari sumber energi terbarukan supaya bumi yang sekarang ini masih layak di huni sampai ribuan tahun ke depan
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 18:02
Quote:Original Posted By ivony90
ya lebih baik nuklir sih gan drpd matahari. dibumi masih ga cocok kalau seluruhnya menggunakan energi matahari.
karena teknologi solar cell msh primitif menurut ane. ya seperti baterai sekali pake buang. kalau ga gitu ya tinggal di charge dulu.

njiir sok ilmiah ane emoticon-Hammer (S)


tar mesti mikir keras lg bikin treatment khusus buat limbah radioaktif-nya gan.
dan lagi2 mikir resiko radiasinya jg.

sorry.. ini koment asal2an ane sbg orang awam.
syukur2 kalo ada yg ngasih pencerahan.
hehe
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 18:27
akan lbh murah klo kita pake PLTD gan.. Pembangkit Listrik Tenaga Dalam..
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 18:29
ane pernah baca kl lagi esek2 menimbulkan energi listrik juga...jd kl esek2 dibawah terik matahari mungkin energi listrik yg dihasilkan lebih besar....
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 18:31
nice info gan, menurut ane kalo skala kecil masih oke gan, ane kurang setuju juga dengan energi fosil, dibandingkan energi surya ane lebih tertarik energi geothermal gan emoticon-Wowcantik
0 0
0
Ketika Energi Itu Datang dari Matahari, Lalu Mengapa Kita (Terus) Menggali Bumi?
09-09-2017 18:31
ijin mejeng yah gan emoticon-Shakehand2
0 0
0
Halaman 10 dari 19
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia