alexa-tracking
Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/59abe87a925233bc728b457a/benarkah-ada-kerajaan-ular-di-bawah-kota-semarang
Lapor Hansip
03-09-2017 18:33
Benarkah Ada Kerajaan Ular di Bawah Kota Semarang?
Past Hot Thread
Benarkah Ada Kerajaan Ular di Bawah Kota Semarang?

Liputan6.com, Semarang - Munculnya puluhan ekor ular piton berbagai jenis di perkampungan pusat kota Semarang memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya isu kerajaan ular di bawah kota.

Sebagian masyarakat mengaku pernah mendengar adanya terowongan drainase buatan Belanda yang menghubungkan Lawangsewu - SMAN 1 Semarang - Benteng Pendem. Drainase  itulah yang dicurigai sebagai kerajaan ular. Ketika tempat mereka penuh, ular-ular itu keluar mencari habitat baru.

"Saya pernah mendengar ada terowongan di Lawangsewu, Rumah Sakit Kariadi, SMAN 1 dan Benteng Pendem, mungkin karena tak berfungsi lagi," kata Chandra, warga Jalan Anggrek kepada Liputan6.com, Kamis, 25 Februari 2016.

Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio menampik dugaan tersebut. Menurut dia, lorong bawah tanah itu belum tentu saluran drainase karena hingga kini belum pernah ditemukan lorong yang saling berhubungan itu.

"Itu semacam mitos saja barangkali. Namun kalau ada yang meyakini ya monggo, yang pasti bukti keberadaan lorong itu tak ditemukan," kata Jongkie Tio.

Jongkie mengisahkan pengalaman masa kecilnya tinggal di kawasan seputar Simpang Lima. Menurut dia, saat hujan yang menyebabkan banjir, banyak ular berkeliaran. Namun, ia tak menyebutkan hal itu disebabkan karena adanya drainase.

Jongkie justru menyalahkan dataran rendah dan ketiadaan drainase yang justru menyebabkan banjir selalu terjadi di kawasan simpang limabPenanganan serius terhadap banjir di kawasan itu baru dimulai pasca-Orde Baru, yakni saat dipimpin Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.

"Sebelumnya memang ada pembuatan saluran tambahan, yakni di Kampung Kali," kata Jongki Tio.

Beda Zaman

Sepakat dengan Jongkie,  arsitek Unika Soegijopranoto, Tjahjono Rahardjo juga menyebut lorong bawah tanah di kawasan Simpanglima tidak mungkin ada. 

Lelaki yang sedang meneliti sejumlah bangunan kuno di Kota Lama dan planologi peninggalan Belanda itu beralasan sejumlah bangunan yang berdiri di kawasan itu dibangun dalam masa berbeda-beda.

"Dari Benteng Pendem, Lawangsewu, SMA 1, dan RS Kariadi itu membangunnya beda zaman. Beda tahun. Sangat tidak mungkin," kata Tjahjono.

Ia menduga tempat yang disebut lorong itu adalah ruangan semacam bunker. Ia menjelaskan, tipikal bangunan Belanda memang memiliki ruangan itu dan sering dijadikan gudang bawah tanah.

Quote:Benarkah Ada Kerajaan Ular di Bawah Kota Semarang?
Rapat membahas horor ular. (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)


"Selain itu, kawasan Simpanglima kan merupakan rawa-rawa. Saat saya kecil, dikenal sebagai Bayeman. Banyak bayem liar dan kangkung," kata Tjahjono.

Tjahjono juga menepis asal munculnya ular di wilayah itu berasal dari drainase bawah tanah. Menurut dia, bukan saat ini saja daerah itu diserbu ular. Hewan melata itu juga mendatangi kawasan Erlangga yang lokasinya berseberangan dengan Jalan Anggrek.

Perubahan alih fungsi lahan di kawasan Simpang Lima memang diakui sebagai penyebab banjir yang utama. Kawasan ini mulai berkembang dan rawa-rawa serta sawah-sawah menghilang sekitar 1960-an. 

"Mungkinkah membangun drainase bawah tanah di bawah sawah-sawah dan rawa? Tidak bukan? Kalau ular itu kemudian keluar sekarang, pasti sisa-sisa ular saat Simpang Lima masih berupa rawa. Nah, ular-ular itulah yang beranak pinak," ucap Tjahjono.

Ia juga mengungkapkan, saat membangun Simpang Lima, rawa-rawa tersebut langsung diurug dengan tanah padas. Teknologi pengurugan saat itu masih manual sehingga dimungkinkan menyisakan rongga, yang akhirnya menjadi tempat bertahan hidup hewan berdarah dingin itu.

Kerja Bakti

Sementara itu, Ketua Komunitas Reptil Retic's, Azmi (30), mengatakan habitat piton yang hidup di perkotaan biasanya berada di gorong-gorong. Mereka baru akan keluar jika gorong-gorong tersebut tergenang air atau rusak.

"Di sekitar situ kan gorong-gorong banyak. Kemarin hujan deras mungkin banjir, pada keluar. Bisa juga karena habitatnya rusak karena ada pembangunan-pembangunan," kata Azmi, Kamis, 25 Februari 2016. 

Azmi menambahkan, pada awal tahun merupakan saat telur-telur ular menetas sehingga jumlahnya cukup banyak. Azmi meyakini di sekitar lokasi itu ada indukan yang berukuran besar.

Ia juga menyatakan kemungkinan ular-ular yang keluar itu semakin berkurang jumlahnya jika sudah ada habitat baru. 

"Yang pasti ular piton tidak akan menyerang jika tidak diganggu. Piton itu melilit dan menggigit tapi tidak berbisa," ucap Azmi. 

Terhadap serangan ular, Camat Semarang Tengah, Bambang Suranggono mengatakan langkah cepat harus dilakukan agar warga tidak terus resah. Sejumlah  perangkat mulai dari RT, RW, Lurah Pekunden, dan Camat Semarang Tengah termasuk kepolisian dari Babinkamtibmas serta TNI berkumpul untuk membahas langkah berikutnya. 

"Kalau dari Anggrek X nomor 27 itu tanah kosong, banyak tanaman sudah dipotongi dan ratakan kemudian kita buang. Nomor 4, 6, dan 8 untuk pohon dan belukar di sana juga kita tebang," kata Bambang saat rapat di salah satu rumah warga.

Rencananya operasi membersihkan "kerajaan ular" itu akan melibatkan Dinas Pertamanan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. BPBD dan pihak lainnya juga akan membantu dengan peralatan.

"Disbudpar itu juga menangani Kebun Binatang Mangkang, nanti bisa diperbantukan pawang ularnya. Dinas Pertamanan akan bantu untuk menebang ranting besar," kata Bambang.

sumber

butuh yang seger-seger ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
0
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 11
05-09-2017 13:21
wah yg boneng gan
0
05-09-2017 13:23
markas orochimaru
0
05-09-2017 13:23
Ada kerajaan dibawah kota emoticon-Wow
0
05-09-2017 13:24
boa hancoock juga bray
0
05-09-2017 13:24
Untung bukan uler kasur yang berkeliaran
0
05-09-2017 13:24
emoticon-Takut emoticon-Takut
0
05-09-2017 13:26
berita jaman kapan ini?

berita bulan februari 2016, diberitain bulan september 2017 dan jadi HT emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Diubah oleh pyast
0
05-09-2017 13:27
Kalau dari rawa ya sangat dimaklumin kl banyak ular ya habitatnya tergusur ,,
0
05-09-2017 13:31
manusia ular? emoticon-Wkwkwk
0
05-09-2017 13:36
apa nih..
berita pertanyaan atau berita pernyataan? nggak jelas sama2 nggak jelas.
0
05-09-2017 13:38
cowo selalu bawa uler gan
1
05-09-2017 13:38
Ngeri bre emoticon-Takut
0
05-09-2017 13:39
Quote:Original Posted By nonkgank
Banyak yang menyangkal statement tersebut ternyata..
Kalo menurut ane, sepertinya disana tempat persembunyian si orochimaru..
Benarkah Ada Kerajaan Ular di Bawah Kota Semarang?


ini dia yg ditakutin gan
apalagi orochimaru ngerti sel hashirama
tuh uler2 ga gampang di binasakan
0
05-09-2017 13:40
daerah Bandungan Ungaran, banyak juga gan ular-ularnya. Biasanya klo malem munculnya nyari mangsa tikus, ayam, yg mulus2
Bihihihihix 😂
0
05-09-2017 13:42
pusatnya disunan kuning
0
05-09-2017 13:44
ga ada picnya nih
0
05-09-2017 13:44
Kerajaan ular emoticon-Leh Uga
0
05-09-2017 13:44
ada medusa lagi dibawah taunya zzzz
0
05-09-2017 13:45
Quote:Original Posted By nonkgank
Banyak yang menyangkal statement tersebut ternyata..
Kalo menurut ane, sepertinya disana tempat persembunyian si orochimaru..
Benarkah Ada Kerajaan Ular di Bawah Kota Semarang?

Dasar tukang imajinasi,sekarang orochimaru sudah ga jahat lagi, anaknya juga 1 tim sama boruto emoticon-Blue Guy Bata (L)
0
05-09-2017 13:46
Quote:Original Posted By dCyber
ini dia yg ditakutin gan
apalagi orochimaru ngerti sel hashirama
tuh uler2 ga gampang di binasakan


emoticon-Takut emoticon-Takut
Bener gan.. Bahayaa,.
0
Halaman 4 dari 11
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.