News
Batal
KATEGORI
link has been copied
1252
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/528435c659cb171471000001/warga-rusun-the-green-pramuka-adukan-pengelola-pengembang-ke-dpd-ri
UPDATED 2 MEI 2015 UPDATED 1 Maret 2016 u/ Pemerasan dan Penindasan DAPAT DILIHAT DI POST #4 Perihal warga Apartemen / Apartement Green Pramuka City Warga Green Pramuka Tolak Penaikan Biaya Dekorasi Dan Pemeliharaan Bisnis.com, JAKARTA — Perhimpunan Warga Rumah Susun (PWRS) Green Pramuka menolak penaikan 15 komponen biaya pemasangan dekorasi maupun biaya pemeliharaan yang diduga dilakukan pengel
Lapor Hansip
14-11-2013 09:30

Warga Rusun Apartemen / Apartment “The Green Pramuka City” MENOLAK Ketidakadilan

Past Hot Thread
UPDATED 29 Juni 2016
UPDATED 29 Juni 2016 u/ Pemerasan dan Penindasan DAPAT DILIHAT DI POST #4

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
Tq jadi HT, kita masih tetap berjuang bersama-sama


Ada Keributan di Parkiran Apartemen Green Pramuka, 2 Orang Diamankan Polisi

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
Jumat 06 May 2016, 11:45 WIB

Jakarta - Dua orang diamankan polisi karena terlibat cekcok saat aksi demonstrasi warga di Apartemen Green Pramuka. Dua orang yang diamankan itu adalah warga apartemen dan petugas parkir apartemen.

Kasie Humas Polsek Cempaka Putih, Aiptu Ruslan, mengatakan, cekcok itu terjadi ketika para warga apartemen melakukan aksi demonstrasi mengenai iuran parkir.

"Ada warga rusak palang pintu terus ada sekuriti tukang parkir memukul mobil warga, keduanya sudah dibawa ke Polsek Cempaka Putih," ucap Ruslan saat ditemui di Apartemen Green Pramuka, Jl Jend Ahmad Yani, Jumat (6/5/2016).

Dia juga menjelaskan cekcok ini dipicu karena warga mengaku sudah membayar iuran bulanan namun saat keluar tetap ditagih. Menurut Ruslan aksi demo waga ini tergolong tertib dan kondusif.

"Intinya kejadian itu karena (warga) enggak mau bayar keluar. Jadi Dia (warga) sudah merasa bayar iuran member parkir Rp 200 ribu perbulan tapi keberatan ke pihak pengelola karena ditagih pas keluar dengan tarif per jam nya Rp 4.000," ucapnya.

Hingga pukul 11.00 WIB, aksi ini masih berlangsung di apartemen Green Pramuka. Petugas kepolisian dan keamanan setempat masih terus berjaga-jaga. Belum ada keterangan dari pihak pengelola soal ini.


(rvk/mad)

SUMBER

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Quote:Original Posted By heaven_spot
Kumpulan berita tentang Green Pramuka City saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi D DPRD DKI
1. Jak TV:

2. Beritasatu TV:
,
http://www.beritasatu.tv/news/warga-...y-ke-dprd-dki/
3. Wawancara DPRD:

4. Kompas.com: http://megapolitan.kompas.com/read/2...du.ke.DPRD.DKI
5. Kompas.com: http://megapolitan.kompas.com/read/2...huni.Apartemen
6. Bisnis.com: http://m.bisnis.com/jakarta/read/201...temui-dprd-dki
7. Bisnis.com: http://m.bisnis.com/properti/read/20...amuka-hari-ini

Follow: https://www.facebook.com/wargagreenpramukacity/ dan Twitter @degreenpramuka


Quote:Original Posted By BlueMystere
Kisruh Parkir Green Pramuka City
Pengelola Terapkan Parkir Per Jam

JAKARTA (6/5/2016) - PT Mitra Investama Perdana selaku Badan Pengelola Green Pramuka City menerapkan tarif parkir per jam bagi penghuni yang parkir di lantai dasar dan basement 1 per Kamis, 6 Mei 2016.

Tarif parkir per jam yang dikenakan oleh perusahaaan yang ditunjuk oleh PT Duta Paramindo Sejahtera selaku pelaku pembangunan Green Pramuka City tersebut adalah sebesar Rp 4.000 / jam untuk mobil dan Rp 2.000 / jam untuk sepeda motor.

Padahal penghuni Green Pramuka City telah membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) sebesar Rp 18.700 per meter persegi (termasuk PPN) dan biaya langganan parkir sebesar Rp. 200.000 / bulan untuk mobil dan Rp 100.000 / bulan untuk sepeda motor.

Badan Pengelola hanya memperbolehkan penghuni Green Pramuka City memakai lahan parkir di basement 2 apabila tidak ingin dikenakan tarif parkir per jam. Padahal, sebelumnya, penghuni bisa parkir dimana saja tanpa tarif parkir per jam.

Dalam sebulan, penghuni Green Pramuka City bisa mengeluarkan sekitar Rp 900.000 per bulan untuk IPL dan parkir. Hal ini jauh lebih mahal dibandingkan rumah susun atau apartemen setara, misal Salemba Residence, Mangga Dua Court, Graha Cempaka Mas, Casablanca East Residence, Casablanca Mansion. Semetara fasilitas Green Pramuka City tidak sebanding dengan fasilitas rumah susun atau apartemen tersebut.

Apabila diasumsikan sehari parkir selama 10 jam saja, maka dalam satu bulan penghuni yang parkir di lantai dasar dan basement 1 bisa terkena tarif Rp 1 juta lebih hanya untuk parkir.

Pemilik dan penghuni Green Pramuka City berharap pelaku pembangunan dan Badan Pengelola dapat menjaga dan meningkatkan nilai investasi Green Pramuka City dengan membuat aturan yang membuat pemilik dan penghuni tenang dan nyaman tinggal di Green Pramuka City.

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By conquerora
update 6 mei 2016
kisruh parkir berlanjut
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By conquerora
terjadi kisruh, satpam gebrak mobil, 1 warga ditangkap polisi
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By heaven_spot
Satpam Gebrak Mobil Penghuni Rusun/Apartemen Green Pramuka City




Warga Green Pramuka City debat dgn polisi tentang siapa yg harus dibela & siapa yg harus ditangkap



Pers/wartawan JAK TV diintimidasi saat mau meliput Kekeacauan Rusun/Apartemen Green Pramuka City



Quote:Original Posted By heaven_spot
Green pramuka city masuk harian bisns indonesia gan. Page one jika berkenan
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Quote:Original Posted By conquerora
hot nih !! surat pembaca kompas 7 april 2016
sumber twitter #greenpramuka
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Quote:Original Posted By conquerora
bukti ijin cleaning AC Rp. 33.000 di #TheGreenPramuka #greenpramukacity
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tolak Keputusan Pengelola, Warga Apartemen Green Pramuka Akan Gunakan Jalur Hukum
Emanuel B. Caesario Rabu, 30/03/2016 00:00 WIB

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Bisnis.com, JAKARTA - Warga penghuni apartemen Green Pramuka City, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, akan menggugat melalui jalur hukum terhadap pihak pengembang dan pengelola apartemen tersebut bila tetap memaksakan sejumlah kebijakan yang tidak ramah pada warga.

Perwakilan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Green Pramuka City Muhadkly Acho mengatakan, kebijakan yang ditetapkan oleh PT Mitra Investama Perdana selaku pengelola sudah sangat keterlaluan sehingga tidak dapat lagi diterima warga.

Sejak Jumat (1/4/2016) mendatang, pengelola menaikan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dari RP13.000/ m2/ bulan menjadi Rp16.500/ m2/ bulan di luar PPN, tergolong mahal dibandingkan rata-rata tarif IPL apartemen lainnya di Jakarta. Pengelola pun tidak menunjukkan laporan keuangan pertanggungjawaban atas kebijakan tersebut.

Selain itu, sejak Selasa (5/4/2016) mendatang, penghuni hanya berhak parkir di basement 2, yang kapasitas totalnya hanya sekitar 600-an mobil. Padahal, seluruh unit di empat menara terbangun Green Pramuka mencapai sekitar 4.000 unit. Apabila penghuni parkir di lantai ground dan basement 1 akan dikenakan tarif per jam, yaitu Rp4.000/ jam untuk mobil dan Rp2.000/ jam untuk sepeda motor.

Selama ini, pengelola juga memberlakukan biaya izin fitting out (renovasi) unit kepada pemilik unit yang merenovasi unitnya dengan menggunakan kontraktor non-rekanan pengembang.

Biaya tersebut antara lain servis AC sebesar Rp30.000, pasang kaca Rp50.000, pasang bracket TV Rp200.000, servis furniture Rp750.000, pasang wallpaper full Rp1,5 juta, pengecatan full Rp1,5 juta, pasang batu keramik Rp4 juta, dan sebagainya.

“Ini sudah keterlaluan. Di lihat dari sisi mana pun kebijakan mereka tidak masuk akal. Sabtu nanti kami akan adakan demo akbar untuk menolak kebijakan ini. Kalau masih dipaksakan, kami rencanakan untuk melalui jalur hukum,” katanya kepada Bisnis, Selasa (29/3/2016).

Hingga saat ini, tuturnya, pihak pengembang pun belum memfasilitasi pembentukan P3SRS, sehingga warga terpaksa berinisiatif membentuk P3SRS sendiri. Seturut ketentuan UU 20/2011, pengembang wajib memfasilitasi pembentukan P3SRS paling lambat setahun sejak penyerahan kepada pemilik dan selama setahun itu wajib mengelola rumah susun.

Akan tetapi, setelah tiga tahun P3SRS bentukan warga tetap tidak diakui. Sementara itu, tuturnya, izin pengelolaan oleh PT Mitra Investama Perdana patut diragukan sebab sudah mengelola lebih dari satu tahun.

“Kami akan minta legalisasi ke PTUN atas P3SRS dan sebaliknya menuntut pengelola sekarang untuk pertanggungjawabkan izin pengelolaannya,” katanya.

Hingga saat ini, warga belum memiliki sertifikat kepemilikan satuan rumah susun, tetapi pihak pengelola sudah memungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari warga tanpa adanya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dari Kantor Pelayanan Pajak.

“Banyak sekali yang dilanggar, antara lain UU PBB. Dulu kita juga dijanjikan 80% ruang terbuka, tapi nyatanya tidak ada, artinya dia langgar UU Perlindungan Konsumen. Sekarang kita dipaksa pakai kontraktor mereka untuk fitting out, itu juga langgar UU Anti Monopoli,” katanya.

Editor : Andhika Anggoro Wening

SUMBER

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perihal warga Apartemen / Apartement Green Pramuka City
Warga Green Pramuka Tolak Penaikan Biaya Dekorasi Dan Pemeliharaan

Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI

Bisnis.com, JAKARTA — Perhimpunan Warga Rumah Susun (PWRS) Green Pramuka menolak penaikan 15 komponen biaya pemasangan dekorasi maupun biaya pemeliharaan yang diduga dilakukan pengelola rusun tersebut secara sepihak, dengan melakukan aksi damai pada hari ini, Sabtu (20/2/2015).

Ketua PWRS Green Pramuka Dion Achilles mengatakan pihaknya menolak penaikan harga yang dilakukan secara semena-mena oleh pihak manajemen dalam komponen biaya dekorasi maupun pemeliharaan. Selain itu, PWRS juga mendesak pengelolaan iuran yang dibayarkan penghuni dilakukan secara terbuka.

Sekitar pukul 09.00, puluhan penghuni melakukan aksi unjuk rasa damai memprotes penaikan biaya untuk melakukan dekorasi unit yang dinaikkan pada Januari 2015. Mereka melakukan orasi secara bergantian, untuk menolak aturan tersebut.

Selain penambahan biaya dekorasi (fitting out), PWRS juga menolak penaikan biaya pengelolaan yang akan dinaikkan pada Maret tersebut. Perhimpunan itu menyatakan pihaknya menolak penaikan biaya semena-mena tanpa melibatkan partisipasi warga.

“Tolak kenaikan iuran,” demikian protes warga dalam aksi tersebut.

Dalam surat bernomor IM.057RI/PM-MIP/I/15, Manajer Properti PT Mitra Investama Perdana Johannes Efaldus mengatakan pengelola gedung memutuskan untuk menaikkan harga sehubungan dengan adanya evaluasi atau penertiban terhadap aktivitas dekorasi. Dalam daftar biaya, sedikitnya terdapat 15 komponen yang rincian harganya berbeda jika kontraktor bekerja sama dengan pihak pengelola dalam per harinya. Harga berbeda diterapkan pada kontraktor lepas atau yang tak memiliki kerja sama dengan pengelola.

Komponen itu adalah pemasangan kertas pelapis tembok, parkit, aplikasi dapur, pemanas air, pengatur suhu, relokasi MATV (sistem siaran multikanal), pemasangan briket TV, kipas angin, cermin, relokasi pendeteksi api, furnitur, pengecatan, instalasi listrik, renovasi dan tenaga kerja. Biaya paling tinggi untuk kontraktor lepas adalah untuk pemasangan perlengkapan dapur yakni Rp2,5 juta per hari. Sedangkan biaya kontraktor yang bermitra adalah Rp350.000

Dalam surat lainnya bernomor 053/MIP-BP/I/2015, PT Mitra Investama Perdana menaikkan biaya pemeliharaan meningkat menjadi Rp13.000/ bulan/meter persegi dari sebelumnya Rp9.000/bulan/meter persegi. Sedangkan dana cadangan untuk perbaikan—sinking fund—Rp500/bulan/meter persegi, tak mengalami perubahan.

Green Pramuka adalah apartemen yang dibangun oleh PT Duta Paramindo Sejahtera. Saat ini sedikitnya sudah terdapat empat bangunan apartemen yang sudah berdiri dan keempatnya sudah didiami. Aksi damai untuk memprotes peraturan manajemen itu dilakukan setiap Sabtu.

SUMBER

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berlanjut ke POST #3
Diubah oleh Death King
0
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 63 dari 64
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 12:32
apartemen ya begitulah

udah gitu bangunannya ada usianya, kalo dah 50 tahun apa ya harus di renov atau bangun ulang.

0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 15:22
Situ sales apartmentnya ya??
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 15:22
Quote:Original Posted By jenderalbebek
waspada..pencemaran nama baik...bikin penjualan ga laku..cukup untuk mempidanakan para komentator...


Situ sales apartmentnya ya ??
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 15:40
Quote:Original Posted By poker12345


Situ sales apartmentnya ya ??


pembaca berita...yg geleng geleng..karena acho bs bikin apartemen ga laku..terus dipidana
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 15:43
Quote:Original Posted By jenderalbebek


pembaca berita...yg geleng geleng..karena acho bs bikin apartemen ga laku..terus dipidana


Karena itu curhatan apa yang terjadi saat ini, pengelola berlaku sepihak tentang peraturan2 yang ada dan janji mereka diawal berbeda dengan kenyataan skrg.

Semoga anda bisa mengerti ya.
Kita ini penghuni yang dimana itu tempat tinggal yang kita beli , bukan ngontrak / kost .
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 23:05
Ini apartemnnya acho??
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
07-08-2017 23:05
jaman awal2 GP , ane liat iklannya dari busway sempat tertarik buat Punya unit disana untungnya duit ga cukup akhirnya beli rumah permanent aja di pinggiran JKT., ga nyangka ya penjajahan masih ada di Tanah Indonesia , di Ibu Kota lagi. Terus kasus bertahun tahun ga beres2 😱, kita punya YLKI , punya Dewan Perwakilan Rakyat sampai mana aksinya gan? .takutnya makin banyak pengembang model begini kedepannya.
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
08-08-2017 02:26
Bantu sundul deh, ngeri liat video di youtube
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
08-08-2017 06:16
Quote:Original Posted By juvelope
jaman awal2 GP , ane liat iklannya dari busway sempat tertarik buat Punya unit disana untungnya duit ga cukup akhirnya beli rumah permanent aja di pinggiran JKT., ga nyangka ya penjajahan masih ada di Tanah Indonesia , di Ibu Kota lagi. Terus kasus bertahun tahun ga beres2 😱, kita punya YLKI , punya Dewan Perwakilan Rakyat sampai mana aksinya gan? .takutnya makin banyak pengembang model begini kedepannya.


DPR dulu sudah pernah datang.... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

DPR sampe marah2 di depan kantor pengelola... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

DPR sampe jadi mediator... Ditolak mentah-mentah sama pengelola... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

Dan ada info... Kemarin baru saja DPR berkunjung... Dan menurut saya..... Pasti.... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
08-08-2017 18:55
Buset udah lama ternyata
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
08-08-2017 20:31
Quote:Original Posted By Death King


DPR dulu sudah pernah datang.... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

DPR sampe marah2 di depan kantor pengelola... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

DPR sampe jadi mediator... Ditolak mentah-mentah sama pengelola... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

Dan ada info... Kemarin baru saja DPR berkunjung... Dan menurut saya..... Pasti.... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...


Sadis juga ya. DPR aja bisa ompong vs manajemen nya GP
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
08-08-2017 20:34
Welcome to THE Endonesah.

Where money talks.
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
09-08-2017 17:32
Quote:Original Posted By juvelope


Sadis juga ya. DPR aja bisa ompong vs manajemen nya GP


siapa sih yang punya GP?
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
09-08-2017 17:38
ini dijakarta pusat kan yah... diteras negara.....

kok kaya di negara jajahan
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
09-08-2017 19:26
apa kabar GP konsumen malah diadukan pencemaran nama baik
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
10-08-2017 13:32
tol cikampek iklannya masih ada nih. emoticon-Big Grin hehhee
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
10-08-2017 13:36


Quote:Original Posted By tgl.12.12.12
apartemen ya begitulah

udah gitu bangunannya ada usianya, kalo dah 50 tahun apa ya harus di renov atau bangun ulang.


30 tahun kalau g salah dibangun ulang CMIW
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
15-08-2017 10:59
Quote:Original Posted By hendarsyahss



30 tahun kalau g salah dibangun ulang CMIW


20 tahun CMIIW..

dibangun ulang... jika ditinjau bangunan tersebut sudah tidak layak...jika masih layak maka masih bisa dilanjutkan...biasanya bangunan setelah 20 tahun adalah bangunan kuno.... sehingga biasanya di bangun ulang total ....
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
25-08-2017 21:37
Gan numpang nanya dong ini kan Apartemen, kalo perumahan kemana ya?
Ane beli perumahan gilaak janji nya apa eh kenyataan nya pahit, jalan aja rusak minta ampun parah ga ada pos satpam dan kepala pengembang nya entah kemana yg stay hanya orang orang bawahan yg kaga tau apa apa :facepalm:
0 0
0
Warga Rusun “The Green Pramuka” Adukan Pengelola/Pengembang Ke DPD RI
29-08-2017 11:30
Quote:Original Posted By Death King


DPR dulu sudah pernah datang.... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

DPR sampe marah2 di depan kantor pengelola... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

DPR sampe jadi mediator... Ditolak mentah-mentah sama pengelola... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...

Dan ada info... Kemarin baru saja DPR berkunjung... Dan menurut saya..... Pasti.... Tidak ada pengaruh apa² ... Pengembang&pengelola masih berkuasa...


Quote:Original Posted By juvelope


Sadis juga ya. DPR aja bisa ompong vs manajemen nya GP




DPR mental.

Diubah oleh heaven_spot
0 0
0
Halaman 63 dari 64
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia